Categories: Makanan Sehat

Apakah Kutu Beras Membahayakan? Ini Penjelasannya


Jakarta

Ketika beras tidak disimpan dengan benar, sering ada kutu yang menempel. Bahkan kutu beras bisa mengeluarkan telur. Lantas, apakah beras masih aman dimakan?

Setiap makanan yang kamu beli, baik matang maupun mentah, harus disimpan dengan baik. Jika penyimpanannya tidak diperhatikan, makanan itu kualitasnya akan menurun, bahkan menjadi busuk.

Makanan yang tidak disimpan dengan tepat bisa basi, berjamur, atau bahkan dihinggapi serangga-serangga, seperti kutu beras ini.


Serangga, khususnya kutu beras cenderung menyerang makanan kering, seperti nasi, sereal, oat, tepung, rempah-rempahan, hingga pasta. Mereka juga suka memakan kacang-kacangan, buncis, hingga biji-bijian.

Meskipun mereka terlihat hanya menempel sesaat, tetapi jenis serangga ini, terutama yang betina, terkadang membuat lubang di sebutir beras dan bertelur. Caranya dengan membuat lubang pada makanan itu, bertelur, lalu menutupi lagi lubang itu.

Kutu beras betina pun bisa bertelur hingga 300 butir di beberapa lubang yang dibuat pada setiap bulir beras. Saat telur menetas di dalam beras atau biji-bijian, larva akan memakan makanan itu, lalu tumbuh dengan sempurna, lapor says.com (16/04).

Kutu yang ada di beras tidak selamanya membahayakan kalau memang beras dimasak dengan benar. Foto: Getty Images/iStockphoto/jeridu

Penjelasan ini mungkin terdengar mengerikan. Mengingat beras itu akan dimasak dan dimakan, lalu masuk ke dalam tubuh.

Namun, kamu sebenarnya tidak perlu khawatir. Beras yang sudah dihinggapi kutu, termasuk telur dan larvanya disebut aman dimakan. Namun, disarankan untuk dimasak dengan benar, agar bakteri atau parasitnya hilang.

Menurut Singapore Food Agency (SFA), serangga padi, baik dalam tahap larva atau dewasa, tidak berbahaya bagi manusia karena tidak diketahui menyebarkan penyakit, infeksi, atau menggigit orang.

Untungnya, kutu beras biasanya hinggap pada makanan yang memang perlu dimasak sebelum dimakan. Sehingga, jika kamu menemukan kutu di beras, tinggal singkirkan, lalu mencuci bersih beras itu.

Pastikan beras dimasak dan disimpan dengan benar. Maka, beras yang dimakan itu akan aman dikonsumsi. Foto: Getty Images/iStockphoto/jeridu

Jika kamu melewatkan proses pencucian tersebut, tidak perlu khawatir. Asalkan makanan itu dimasak dengan benar setelahnya.

Untuk tepung dan makanan lain yang tidak bisa dicuci Menurut Says.com, cukup ambll serangga-serangga ini dan pastikan masakan sudah matang sempurna,

Jika memang jumlahnya terlalu banyak, sebaiknya makanan itu dibuang saja.

Kalau memang tidak tahan dengan kutu beras, kamu bisa memanfaatkannya menjadi pakan burung. Sedangkan tepung bisa dimanfaatkan sebagai adonan untuk membuat mainan. Namun, pastikan semua telur dan serangga sudah dibunuh sebelum dimanfaatkan untuk hal tersebut.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Import

Share
Published by
Import

Recent Posts

Konsumsi 7 Makanan Putih Ini Ampuh Tingkatkan Imunitas Tubuh

Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…

3 weeks ago

Begini Tips Minum Kopi agar Tekanan Darah Tak Melonjak

Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…

3 weeks ago

12 Makanan dan Minuman Ini Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Lho

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…

3 weeks ago

5 Perbedaan Yoghurt dan Greek Yoghurt, Mana Lebih Sehat?

Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…

3 weeks ago

8 Kebiasaan Minum yang Dapat Mencegah Perut Buncit, Cobain Yuk!

Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…

3 weeks ago

10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula untuk Kesehatan

Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…

3 weeks ago