Categories: Makanan Sehat

Hati-hati! Ini 5 Efek Samping Jika Sering Makan Makanan Frozen


Jakarta

Makanan frozen sering jadi pilihan karena praktis dan enak. Sayangnya terlalu sering mengonsumsi makanan frozen bisa menyebabkan efek samping berbahaya, seperti ini!

Frozen food atau makanan frozen atau makanan beku merupakan makanan yang telah diproses sampai setengah matang, kemudian dibekukan. Sebelum dikonsumsi, makanan frozen biasanya perlu diolah terlebih dahulu. Misalnya dengan cara digoreng, dipanggang, atau dikukus.

Metode pengolahan seperti ini membuat banyak orang tertarik karena sederhana dan praktis, terutama bagi mereka yang tidak selalu punya waktu banyak untuk memasak di rumah.


Tidak semua makanan frozen buruk, tetapi kamu perlu tahu jenis makanan yang dibeli. Sebab, sebagian makanan, seperti nugget, sosis, daging asap, dan lain sebagainya tidak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak.

Dilansir dari Times of India pada Selasa, (8/7/2025), berikut 5 efek samping konsumsi terlalu banyak makanan frozen:

1. Kehilangan nutrisi

Makanan frozen seperti ini tidak mengandung nutrisi sepenuhnya yang dibutuhkan. Foto: CEDEA

Ketika mengonsumsi suatu makanan, tentu nutrisi menjadi hal penting yang dicari. Sayangnya nutrisi pada makanan frozen berpotensi menghilang.

Proses pembekuan mungkin dapat mengawetkan nutrisi, tetapi hanya pada batas tertentu. Sebab, proses blanching (yang penting untuk mempertahankan kualitas, tekstur, dan nilai gizi makanan) dapat menyebabkan hilangnya nutrisi makanan secara signifikan, terutama nutrisi vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C dan B.

Seiring waktu, makanan frozen yang disimpan pada suhu tepat dapat mengalami degradasi nutrisi, membuatnya kurang bergizi dibandingkan dengan makanan segar.

Hilangnya nutrisi dan mineral ini dapat menyebabkan penurunan imunitas. Menyebabkan metabolisme tubuh terganggu hingga gangguan pada organ penting tubuh.

2. Tinggi natrium

Makanan frozen umumnya tinggi natrium yang digunakan sebagai pengawet atau penambah rasa. Jika mengonsumsi natrium terlalu banyak bisa menyebabkan masalah serius. Mulai dari tekanan darah tinggi, gangguan kesehatan jantung, sampai stroke.

American Heart Association merekomendasikan batasi asupan natrium per hari pada batas 2.300 miligram. Sayangnya kebanyakan makanan beku mengandung hampir atau melebihi jumlah tersebut dalam satu porsi.

3. Mengandung zat aditif dan pengawet berbahaya

Makanan frozen seringkali ditambah dengan zat aditif untuk meningkatkan rasa, warna, dan umur simpannya. Menurut laporan Environmental Working Group Tahun 2019, sedikitnya 2.000 jenis bahan kimia yang digunakan dalam rangkaian proses makanan beku.

Bahan kimia seperti itu memiliki efek buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi, sakit kepala, atau gejala lain.

Selain itu, konsumsi makanan dengan kandungan zat aditif buatan juga bisa menyebabkan masalah hiperaktif pada anak-anak dan peningkatan risiko kanker.

4. Lemak trans yang memicu kolesterol

Makanan frozen, seperti nugget, sosis, sampai kornet sering mengandung lemak trans dan lemak jenuh tidak sehat.

Lemak trans biasanya digunakan dalam proses hidrogenasi yang dilakukan untuk meningkatkan umur simpan dari makanan frozen.

Konsumsi lemak trans berlebihan dapat meningkatkan risiko kesehatan, seperti meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Lemak trans juga mampu meningkatkan risiko penyakit jantung,obesitas, stroke, dan diabetes tipe-2.

5. Risiko penyakit bawaan

Meskipun proses pembekuan menghentikan pertumbuhan sebagian besar bakteri, itu tidak membunuh semua patogen.

Proses pembekuan dan pencairan makanan frozen yang tidak tepat tetap bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri, seperti salmonella dan listeria.

Bakteri ini akhirnya dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan yang memicu gejala seperti mual, diare, dan jika terlalu parah bisa menyebabkan seseorang dirawat.

Makanan beku juga seringkali mengandung pati untuk menjaganya tetap segar. Pati ini diubah menjadi gula sebelum pencernaan berlangsung, sehingga bisa meningkatkan risiko diabetes.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

admin

Recent Posts

Konsumsi 7 Makanan Putih Ini Ampuh Tingkatkan Imunitas Tubuh

Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…

3 weeks ago

Begini Tips Minum Kopi agar Tekanan Darah Tak Melonjak

Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…

3 weeks ago

12 Makanan dan Minuman Ini Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Lho

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…

3 weeks ago

5 Perbedaan Yoghurt dan Greek Yoghurt, Mana Lebih Sehat?

Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…

3 weeks ago

8 Kebiasaan Minum yang Dapat Mencegah Perut Buncit, Cobain Yuk!

Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…

3 weeks ago

10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula untuk Kesehatan

Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…

3 weeks ago