Jakarta –
Banyak berkembang mitos mengenai cara mencuci beras yang benar. Mitos yang masih sering dianggap benar adalah mencuci beras sampai bersih. Padahal cara tersebut keliru dan justru memberi dampak negatif.
Simak artikel ini untuk mengetahui dampak negatif mencuci beras dengan cara keliru, manfaat mencuci beras dengan cara benar, serta tips bagaimana mencuci beras dengan benar.
Mencuci beras terlalu bersih adalah cara yang keliru. Ini menimbulkan dampak negatif, meskipun tidak berbahaya bagi tubuh.
Menurut Food and Drug Administration (FDA), mencuci beras terlalu bersih bisa menghilangkan sejumlah nutrisi. Nutrisi ini antara lain zat besi, folat, thiamin, dan niacin dalam beras.
“Mencuci beras berlebihan dapat menyebabkan hilangnya nutrisi tertentu seperti vitamin B termasuk folat, zat besi, niacin, dan thiamin, yang larut dalam air,” jelas ahli gizi Bonnie Taub-Dix, RDN.
“Beras fortifikasi memiliki lapisan nutrisi tambahan, sehingga membilas beras fortifikasi dapat menyebabkan hilangnya kandungan nutrisi di dalamnya,” katanya.
Beberapa jenis beras, misalnya beras pulen, tidak boleh terlalu lama dicuci karena bisa membuat tekstur yang terlalu lembek. Untuk beberapa alasan, koki memilih tidak mencuci beras agar mendapatkan tekstur yang lebih padat.
Sebaliknya, mencuci beras dengan benar tidak menghilangkan sejumlah nutrisi sehingga kandungannya tetap bisa diserap oleh tubuh. Selain itu, ada beberapa manfaat lainnya, antara lain:
Mencuci beras dilakukan untuk menghilangkan kontaminan dan logam berat. Dalam penelitian yang dimuat dalam International Journal of Environmental Research and Public Health (November 2020), beras memiliki kandungan arsenik yang tinggi, juga timbal, dan kadmium yang menimbulkan risiko kesehatan serius untuk kesehatan.
“Anda harus selalu mencuci beras sebelum memasaknya. Kontaminan masuk ke tanaman padi dari air tanah tercemar yang membanjiri sawah, sehingga manfaat utama mencuci beras adalah menurunkan risiko keracunan logam berat,” kata ahli gizi Kimberly Gomer.
Kemungkinan mengalami keracunan logam berat dari makan nasi memang rendah, tetapi jangan ambil risiko untuk bayi dan anak. Tetap cuci beras sebelum mengolahnya.
Dalam proses pengolahan dari padi menjadi beras tentunya telah melewati banyak tempat dan kondisi, sehingga kemungkinan ada debu dan kotoran yang menempel. Dengan mencuci beras, air akan membersihkan debu, bahan kimia, kerikil, hingga serangga yang tidak sengaja masuk ke kemasan beras.
Kandungan pati pada nasi membuat teksturnya lengket dan menempel saat dimasak. Kamu bisa mengurangi pati ini dengan mencuci beras terlebih dahulu.
“Mencuci beras dapat menghilangkan kandungan pati berlebih, menghasilkan tekstur yang lebih pulen dan rasa yang lebih enak,” kata chef selebriti Kai Chase.
Dilansir dari situs Asosiasi Keluarga Gizi FKM Universitas Indonesia, berikut ini tips mencuci beras dengan benar agar bisa mendapatkan manfaat dan mengurangi dampak negatifnya:
Demikian tadi telah kita ketahui cara mencuci beras yang benar, yaitu tidak boleh terlalu lama, cukup dua kali pembilasan agar kandungan nutrisinya tidak hilang.
(bai/inf)
Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…
Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…
Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…
Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…
Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…
Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…