Foto: iStock
Jakarta –
Saat makan kurma, ada yang langsung menyantapnya begitu saja, tapi ada juga yang memilih mencucinya. Lantas bagaimana menurut BPOM Arab Saudi?
Kurma merupakan buah yang populer dikonsumsi selama Ramadan. Selain merupakan sunnah Rasul, makan kurma juga baik untuk kesehatan karena kurma mengandung banyak nutrisi, seperti kalium, zat besi, magnesium, serta vitamin (A – B – C – E). Sedangkan kulit kurma mengandung flavonoid, yang bertindak sebagai antioksidan.
Meski terlihat bersih dan segar, Otoritas Makanan dan Obat-obatan (SFDA) atau BPOM Arab Saudi menyarankan kurma dicuci dengan air sebelum dikonsumsi untuk mengurangi bahan kimia yang digunakan ketika proses penanaman kurma.
Mengutip laman resmi SFDA, kurma berpotensi terkontaminasi oleh zat kimia seperti residu pestisida dan logam berat dan beracun. Selain itu, buah tersebut bisa juga terkontaminasi zat fisik (benda asing seperti adanya bagian logam) atau pertumbuhan mikroorganisme (ragi dan jamur).
| |
SFDA menyatakan bahwa ada beberapa cara untuk mengawetkan kurma, termasuk membekukan di freezer yang dinilai sebagai cara terbaik, karena suhu dingin dapat membunuh atau mengurangi mikroorganisme serta mengurangi bioproses dan oksidasi.
Dalam proses pembekuan, sebaiknya dilakukan di suhu serendah mungkin.
Selain dibekukan, kurma juga dapat disimpan dalam lemari pendingin selama beberapa minggu, dengan catatan menggunakan kemasan yang tepat yang membantu mengurangi paparan kurma terhadap kelembapan.
Masa penyimpanan kurma dalam lemari pendingin dapat mencapai tiga bulan untuk beberapa jenis, serta dapat diawetkan dengan metode pengeringan. Cara ini bertujuan untuk mengurangi kelembapan yang membantu pertumbuhan mikroorganisme, karena menjaga kurma pada kelembapan 20% dan menyimpannya pada suhu 25 derajat Celsius dapat memperpanjang masa penyimpanannya hingga satu tahun.
SFDA menyatakan bahwa kurma memiliki banyak manfaat kesehatan seperti jenis buah lainnya, tetapi harus dikonsumsi dengan cara yang wajar untuk menghindari gula darah tinggi.
Untuk itu, para penderita diabetes tidak disarankan mengonsumsi kurma dalam jumlah banyak dan berkonsultasi dengan spesialis (dokter dan ahli gizi) untuk menentukan jumlah yang dapat dimakan setiap hari.
Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Benarkah Kurma Harus Dicuci sebelum Dimakan? Ini Kata BPOM Arab Saudi
(adr/adr)
Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…
Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…
Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…
Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…
Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…
Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…