Foto: Getty Images/iStockphoto/JulieAlexK
Jakarta –
Menyimpan makanan di kulkas ada aturannya agar aman bagi kesehatan. Pakar penyakit bawaan makanan (foodborne illness) mengungkap jenis makanan berbahaya yang ada di kulkas.
Kulkas menjadi tempat andalan untuk menyimpan hampir semua bahan makanan. Namun tidak semua makanan di kulkas akan seterusnya aman dikonsumsi karena mungkin muncul bakteri atau kontaminasi dengan bahan lain.
Mengutip HuffPost (19/2/2025), Dr. Daniel Atkinson mengatakan sebenarnya semua makanan secara potensial bisa menyebabkan keracunan makanan.
“Makanan yang dibiarkan terlalu lama, disimpan di kulkas hingga melewati tanggal kedaluwarsa, atau sisa makanan yang tidak dipanaskan dengan benar dapat terkontaminasi bakteri berbahaya,” ujarnya.
| |
Pakar sanitasi dan keamanan pangan, Matt Taylor mengungkap makanan tinggi protein patut diwaspadai ketika disimpan di kulkas. Contohnya daging ayam, daging sapi, ikan, susu, keju, dan telur. Patogen rupanya amat menyukai makanan tinggi protein tersebut.
Selain itu, patogen juga bisa mengontaminasi sayuran segar, seperti jamur, salad kemasan, dan jenis sayuran kecambah.
Pakar mikrobiologi dan keamanan pangan Dennis D’Amico mengatakan, “Sebagian besar produk segar harus dicuci dan digosok dengan sikat khusus produk di rumah. Ingatlah untuk membersihkan dan mensterilkan sikat penggosok.”
Makanan lain yang juga mungkin berbahaya ketika disimpan di kulkas adalah nasi. Atkinson mengatakan, “Bahkan sebelum dimasak, nasi dapat mengandung spora bakteri yang dikenal sebagai Bacillus cereus.”
Bakteri ini masih dapat menimbulkan ancaman setelah nasi matang, dan risiko sakit akibat mengonsumsinya jauh lebih tinggi jika nasi tersebut tidak disimpan dengan tepat.
Nasi tidak boleh ditaruh di suhu ruangan. Segera masukkan nasi ke kulkas saat sudah dingin dan makan dalam waktu 24 jam saja.
Jika lewat dari tenggang waktu itu, potensi nasi beracun tetap ada meski nasi tidak menunjukkan tanda-tanda basi, seperti berjamur atau berbau tidak sedap.
Biasanya orang-orang mengandalkan penglihatan dan penciuman saat mendeteksi makanan berbahaya atau tidak. Namun ahli gizi Tracee Yablon Brenner mengatakan jangan percaya kalau makanan aromanya enak, maka aman dimakan.
“Sebenarnya, banyak bakteri berbahaya, seperti salmonella dan listeria, tidak memengaruhi bau, rasa, atau tampilan makanan. Bakteri yang rusak mungkin membuat beberapa makanan berbau tidak sedap, tetapi bakteri juga dapat berkembang biak tanpa disadari,” kata Tracee.
Pakar foodborne illness, Jason Reese mengatakan dengan menyimpan makanan di kulkas tidak berarti makanan itu aman sepenuhnya.
“Banyak orang percaya suhu dingin menghentikan pertumbuhan bakteri. Meskipun dapat memperlambat pertumbuhan bakteri, hal itu tidak sepenuhnya menghilangkannya, terutama untuk patogen berbahaya, termasuk listeria,” kata Jason.
Suhu kulkas yang disarankan adalah 2° hingga 4° Celcius. Namun sayangnya banyak suhu kulkas rumah tangga mendekati 7° C.
| |
Menyimpan makanan di kulkas ada aturannya. Hindari menyimpan makanan kemasan yang sudah dibuka, ditaruh begitu saja di kulkas.
Sebab makanan yang tidak ditutup dapat dengan mudah menetaskan dan menyebarkan mikroorganisme. Ini karena udara di dalam kulkas terus bergerak dan dapat memindahkan spora ke makanan lain.
Bakteri selalu berpindah-pindah dan dapat tumbuh dalam makanan yang mudah rusak seperti daging, telur, salad, dan potongan buah dalam waktu dua jam.
(adr/odi)
Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…
Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…
Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…
Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…
Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…
Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…