Ilustrasi teh melati atau jasmine tea. Foto: Getty Images/Irina Marwan
Jakarta –
Teh melati atau teh jasmine adalah teh yang punya aroma melati. Teh ini menjadi salah satu jenis teh yang menawarkan manfaat bagi kesehatan.
Beberapa orang membuat jasmine tea dengan teh hitam atau oolong minuman yang menggunakan daun teh hijau. Kemudian, bunga melati biasa (Jasminum officinale) atau sampaguita (Jasminum sambac) akan dicampur dengan teh yang disimpan agar aromanya meresap.
Karena biasanya teh melati dibuat dari daun teh hijau, maka manfaat kesehatannya pun bisa kuatnya dengan yang didapatkan dari minum teh hijau. Berikut adalah berbagai manfaat dari minum teh melati:
Mengutip Healthline, teh melati mengandung banyak polifenol, senyawa kuat dari tumbuhan yang bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh. Teh melati yang terbuat dari teh hijau kaya akan polifenol yang disebut katekin seperti epigallocatechin gallate (EGCG).
Kandungan tersebut bermanfaat dalam melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Tidak hanya itu, EGCG juga telah terbukti memiliki efek anti-inflamasi.
Jasmine tea bermanfaat dalam menurunkan berat badan, dengan mempercepat metabolisme .
Tinjauan penelitian tahun 2010 oleh R Hursel dan M S Westerterp-Plantenga yang dimuat National Library of Medicine menunjukkan bahwa teh hijau (bahan dasar paling umum untuk teh melati) mampu mempercepat metabolisme hingga 4-5% dan meningkatkan pembakaran lemak hingga 10-16%.
Kandungan kafein dan polifenol EGCG di dalamnya berperan dalam khasiat teh melati yang bisa membakar lemak.
Kandungan polifenol pada teh melati bisa membantu melindungi terhadap penyakit jantung.
Penelitian tahun 2014 pada hewan dan tabung reaksi yang dilakukan Wenrong Chen, dkk, menunjukan polifenol teh terbukti melindungi kolesterol LDL (jahat) dari oksidasi( suatu proses yang meningkatkan risiko penyakit jantung).
Penelitian tahun 2013 oleh Lenore Arab, dkk, juga menghubungkan konsumsi teh dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Misalnya, analisis terhadap 5 penelitian menemukan bahwa orang yang minum 3 cangkir (710 ml) atau lebih teh hijau atau hitam setiap hari punya risiko penyakit jantung rata-rata 21% lebih rendah.
Ekstrak teh hijau mampu memperlambat perkembangan kanker yang menyerah darah serta sumsum tulang atau leukemia limfositik kronis (CLL). Studi laboratorium, yang dilakukan para peneliti mengkonfirmasi efeknya dengan studi pada manusia.
Mereka percaya bahwa EGCG, jenis catechin pada daun teh hijau bertanggung jawab atas efek tersebut. Ekstrak teh hijau itu memungkinkan orang dengan CLL untuk menunda kemoterapi.
Aroma teh melati bisa meningkatkan suasana hati, karena adanya linalool, senyawa yang berkontribusi terhadap aroma melati. Selain itu, aromanya juga memberikan efek menenangkan pada sistem saraf otonom (saraf yang mengatur pernapasan, detak jantung, dan pencernaan).
Mengutip situs kesehatan WebMD, teh hijau atau teh melati bisa aman untuk diminum setiap hari bagi kebanyakan orang dalam jumlah hingga 8 cangkir. Tapi, masih ada juga beberapa kemungkinan risikonya.
Meskipun minum teh melati atau teh hijau) dikaitkan dengan macam manfaat kesehatan, tapi perlu diketahui teh melati juga mengandung kafein (meskipun tidak sebanyak kopi).
Dilansir Eatingwell, layaknya minuman berkafein lainnya, mengkonsumsi terlalu banyak akan menyebabkan gejala. Berikut adalah potensi efek samping minum teh melati:
(khq/fds)
Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…
Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…
Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…
Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…
Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…
Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…