Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta –
Tidak semua makanan bisa dipanaskan kembali. Selain membuat rasa dan teksturnya jadi tak enak, juga bisa membahayakan kesehatan dan keselamatan.
Sisa makanan biasanya disimpan di kulkas untuk dimakan lagi keesokan harinya. Biasanya makanan tersebut dipanaskan kembali menggunakan microwave sebelum dimakan.
Namun, dari pandangan ahli gizi dan chef, cara tersebut sama sekali tidak disarankan. Khususnya pada beberapa jenis makanan tertentu, karena membuat kualitasnya menurun.
Menurut Michigan State University, rasanya jadi tak enak, teksturnya jadi lembek, dan bisa membahayakan kesehatan juga keselamatan dari efek panas terhadap makanan.
| |
Telur rebus merupakan makanan tinggi protein. Biasanya disimpan di kulkas untuk jadi stok makanan. Kemudian, dipanaskan menggunakan microwave sebelum dimakan agar hangat.
Ternyata memanaskan telur rebus di microwave sangat membahayakan. Menurut ahli diet Amanda Holtzer asal Nutley, New Jersey, cara ini bisa menyebabkan letusan.
“Ini dapat menimbulkan uap dan tekanan menumpuk di dalam putih telur, sehingga dapat memicu letusan ketika telur dipotong,” tutur Amanda.
Amanda mengatakan bahwa letusan tersebut juga bisa terjadi di dalam microwave, di piring, dan yang lebih mengerikan lagi ketika berada di mulut saat menggigit telur.
Makanan yang mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi sebaiknya tidak dipanaskan menggunakan microwave. Contohnya seperti brokoli, paprika, buah beri, dan sayuran hijau.
Hal ini karena vitamin C adalah vitamin larut dalam air dan sangat sensitif terhadap panas. “Saat terkena panas, vitamin C terdegradasi dan hancur,” tutur Amanda.
Amanda menyarankan untuk menjaga keutuhan vitamin C dalam makanan, sebaiknya buah dan sayuran dimakan dalam keadaan mentah.
| |
Jika dilihat dari sisi keamanan pangan, memanaskan kembali ayam masih aman dikonsumsi. Namun, jika dilihat dari kualitasnya pasti terjadi penurunan.
Amanda menjelaskan jika ayam disimpan di kulkas setelah dimasak, lemak dalam daging dapat teroksidasi yang dapat mengubah struktur kimia ayam dan juga rasanya.
“Saat dipanaskan kembali, kelembaban yang ada di dalam ayam akan menguap, sehingga menghasilkan ayam yang rasanya tidak enak dan teksturnya jadi lembek,” ujar Amanda.
Amanda menegaskan bahwa memanaskan seafood bukanlah pilihan yang baik. Panas yang tinggi dari microwave dapat menyebabkan kelembapan terutama pada ikan, sehingga cepat menguap.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan tekstur menjadi kering dan menjadi kenyal. Dari pandangan kuliner, chef Jim Nuetzi juga mengatakan demikian.
“Sulit untuk memanaskan seafood jenis apapun tanpa menimbulkan efek buruk. Bagi saya memanaskan seafood pakai microwave adalah hal yang mengerikan,” ujar chef Jim Nuetzi.
| |
Jika kamu memiliki sisa beefsteak dari restoran dan ingin memanaskan kembali di microwave, rasanya tidak akan sama ketika lezatnya seperti saat makan langsung di restoran.
Memanaskan kembali steak dapat menyebabkan tekstur empuknya menjadi hilang. Selain itu, akan terjadi penurunan rasa karena efek panas membuat daging menjadi kering dan keras.
“Pemanasan berulang sering kali menghasilkan suhu yang tidak merata. Beberapa bagian steak mungkin terlalu matang, sementara bagian yang lain tetap dingin,” ujar chef Jim Nuetzi.
(raf/odi)
Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…
Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…
Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…
Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…
Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…
Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…