Jakarta –
Sama seperti makanan lainnya, kopi juga memiliki batas waktu terbaik untuk dikonsumsi. Jika batasnya lewat apakah masih aman dikonsumsi?
Setiap bahan makanan pasti memiliki batas waktu yang ditentukan hingga bahan pangan tidak boleh digunakan lagi. Batas waktu tersebut menentukan turunnya kualitas.
Begitu pun dengan kopi yang memiliki batas waktu terbaik untuk dikonsumsi. Ini bisa jadi peringatan bagi yang gemar menyetok kopi untuk dikonsumsi sehari-hari.
| |
Namun, dikutip dari dripshipper (08/03/23) sebenarnya biji kopi atau bubuk kopi tidak memiliki kadaluwarsa selama disimpan dengan baik.
Kopi harus disimpan di dalam wadah tertutup untuk menjaga kualitas rasa dan aromanya setelah diseduh. Selain itu, juga mencegah kontaminasi bau dari makanan lain.
Wadah kopi juga harus disimpan di ruangan yang jauh dari sinar matahari dan sebaiknya dijauhkan dari wadah penyimpanan makanan lain.
Meski tidak memiliki masa kadaluwarsa, tetapi kopi memiliki batas waktu terbaik untuk dikonsumsi. Ini yang membedakan dengan makanan lain.
Umumnya, makanan akan basi jika masih disimpan melewati batas waktu konsumsi. Jika dikonsumsi akan menyebabkan gangguan kesehatan, seperti keracunan.
Sementara mengonsumsi kopi yang sudah lewat batas konsumsinya, belum tentu membuat sakit. Namun, rasanya juga tidak enak karena kualitas menurun.
| |
Sejak awal, kesegaran telah menjadi inti dari kualitas kopi. Ini adalah salah satu parameter terpenting yang harus dikontrol setiap menyeduh kopi.
Untuk kopi giling bisa bertahan dengan baik di rak hingga 5 bulan jika belum dibuka. Jika sudah dibuka bisa bertahan hingga 3-4 bulan.
Kopi instan yang disimpan dengan baik bisa bertahan hingga 2 tahun. Sementara kopi kemasan botol yang siap minum bisa bertahan hingga 5-6 bulan jika disimpan di kulkas.
Kopi yang melewati waktu terbaik untuk dikonsumsi kualitasnya akan menurun. Namun, kandungan kafeinnya akan tetap sama, tidak akan berkurang.
Rasa kopi yang mulai menurun karena senyawa terurai akibat oksidasi. Namun, kadar kafeinnya akan tetap konstan.
| |
Selain karena rasanya yang kurang enak, tidak ada hal lain yang signifikan yang akan terjadi jika mengonsumsi kopi tidak segar.
Minum kopi yang batas waktu terbaiknya sudah lewat tidak akan membuat sakit. Namun, ada risikonya ketika kopi sudah dibuka terkena kelembaban.
Khususnya, sangat higroskopis setelah terkena suhu tinggi selama proses pemanggangan. Zat higroskopis dapat menyerap uap atau air dari lingkungannya.
Artinya, mereka cenderung menyerap lebih banyak kelembaban dari lingkungannya. Semakin banyak kelembaban yang terkumpul pada biji kopi, maka biji kopi akan menjadi lingkungan yang sempurna bagi tumbuhnya jamur dan patogen.
(raf/odi)
Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…
Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…
Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…
Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…
Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…
Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…