Foto: (Dok detikCourse)
Jakarta –
Sebelum diseduh, biji kopi lebih dulu disangrai untuk menghasilkan aroma dan rasa yang khas. Namun, tanpa disangrai juga dapat bermanfaat untuk diet.
Kopi identik berwarna hitam. Padahal, pada dasarnya biji kopi yang sudah dikupas berwarna hijau muda agak putih. Inilah yang disebut sebagai green bean atau kopi mentah.
Warna hitam dari kopi dihasilkan dari proses menyangrai bean bean tersebut. Namun, belakangan populer bahwa green bean juga bisa diseduh jadi kopi yang nikmat.
Selain itu, manfaatnya pun bisa menurunkan berat badan. Dikutip dari Otten Coffee (25/02/25) berikut faktanya!
| |
Seorang selebriti dokter asal Amerika bernama Mehmet Oz mempopulerkan kopi green bean untuk diet. Hal tersebut dipopulerkan lewat program televisinya berjudul ‘Green Coffee Bean Extract: The Fat Burner that Works!’.
Dalam program TV tersebut, ia menampilkan sebuah pil ajaib yang merupakan ekstrak dari kopi green bean. Ia mengklaim bahwa ekstrak tersebut dapat membantu menurunkan berat badan.
Semenjak itu, penjualan kopi green bean langsung melesat tinggi. Seorang roaster pun mengaku bahwa banyak orang yang memborong kopi green bean untuk diet.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa green bean adalah biji kopi yang tidak melewati proses sangrai. Alih-alih sangrai, biji kopi ini justru direndam dalam air.
Setelah direndam, biji kopi kemudian dikonsentrasikan lagi untuk membuat ekstraknya. Istilahnya, kopi green bean merupakan biji kopi mentah.
Perbedaannya dengan biji kopi sangrai ada pada kandungan asam klorogenatnya. Kandungan tersebut hanya ada pada biji kopi mentah. Ketika biji kopi disangrai, maka kandungan itu akan hancur.
Asam klorogenat merupakan antioksidan yang dapat memberikan manfaat kesehatan. Mulai dari menurunkan berat badan, menghambat penyerapan karbohidrat dan mengatur gula darah setelah makan.
| |
Seorang ahli diet Cleveland Clinic, Beth Czerwony, RD, LD mengatakan perlu ada penelitian lebih lanjut guna mendukung klaim bahwa green bean tepat untuk diet.
Dalam sebuah penelitian tahun 2017, para peserta diteliti berdasarkan pola makannya. Kelompok pertama diminta mengonsumsi 400 mg ekstrak green bean selama 8 minggu.
Mereka juga mengikuti diet pembatasan kalori. Sementara kelompok lain hanya mengikuti diet kalori saja. Dan hasilnya menunjukkan bahwa kelompok peserta pertama berhasil menurunkan berat badan.
“Mereka berhasil menurunkan berat badan, tapi hanya sekitar 3-5 kilogram. Itu tidak cukup untuk dianggap signifikan, harus ada penelitian lebih lanjut,” tutur Beth.
| |
Klaim bahwa kopi green bean dapat menurunkan berat badan masih menjadi pro dan kontra di luar sana. Banyak yang menganggap berhasil, tapi tak sedikit pula yang mempertanyakan akurasinya.
Meskipun telah dilakukan penelitian, tetapi masih tetap dianggap kuat kuat. Pasalnya hasil dari penelitian yang melibatkan 142 partisipan menemukan bahwa ekstrak green bean hanya memberikan efek yang biasa saja.
Ekstrak green bean ini memang mampu membantu menurunkan kadar lemak, tetapi dalam jumlah sedikit dan memerlukan waktu yang cukup lama.
(raf/odi)
Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…
Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…
Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…
Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…
Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…
Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…