Jakarta –
Banyak penggemar ayam geprek menjadikan makanan favoritnya ini sebagai menu harian. Dari sisi gizi, apakah aman makan ayam geprek setiap hari? Apakah ada efeknya untuk kesehatan?
Ayam geprek seolah jadi ‘comfort food’ untuk mayoritas orang Indonesia. Saat bingung atau tidak tahu mau makan apa, banyak orang menjadikan ayam yang digeprek dengan paduan sambal ini sebagai jawaban.
Cita rasanya yang gurih dan pedas dianggap tak pernah salah untuk memuaskan selera. Apalagi dimakan dengan nasi hangat, rasanya kian nikmat. Selain itu, pembeli biasanya bisa memesan tingkat kepedasan ayam geprek.
Menu ini semakin mudah dijangkau karena tersedia di berbagai platform pesan makan online. Harganya juga terjangkau dengan kisaran Rp 20 ribu sudah termasuk nasi dan lalapan.
Alhasil banyak orang menjadikan ayam geprek sebagai menu harian. Mereka tak masalah menyantap ayam geprek setiap hari untuk makan siang atau makan malam.
Dari sisi kesehatan, apakah aman makan ayam geprek setiap hari? Ahli gizi Abraham Theodore dari Departemen Gizi FKM UI menjelaskannya lewat cuitan X @nutristud (20/6/2024). detikfood mengutip informasi ini atas seizinnya.
| |
Dalam 1 potong ayam geprek, sekitar 150 gram, mengandung sekitar 394 kalori dan natrium sebanyak 690 mg. Kandungan lemaknya sendiri mencapai 26,99 gram.
Ayam geprek juga dilengkapi sambal yang tentunya terbuat dari cabai. “Cabai pada sambal ayam geprek tersebut dapat menyebabkan rasa terbakar, sakit perut, diare, dan bahkan bisa menyebabkan lambung terluka. Selain cabai, kandungan natrium yang tinggi pada ayam geprek dapat mengarah pada hipertensi dan risiko penyakit kardiovaskular,” tulis Abraham.
Hal lain yang perlu diwaspadai dari ayam geprek adalah kandungan minyaknya. Minyak yang dipakai terlalu banyak dalam proses penggorengan juga menyebabkan risiko kesehatan seperti obesitas dan penyakit jantung.
Ahli gizi ini turut memperingatkan soal higienitas tempat jualan ayam geprek yang mungkin saja tidak diperhatikan. “Selain itu, tempat yang tidak bersih akan memicu kontaminasi yang dapat menyebabkan tifoid,” katanya.
| |
Menurut Abraham, sebenarnya tidak ada batasan tertentu dalam konsumsi ayam geprek. Namun mengingat kandungan lemak dan natrium pada ayam geprek, maka perlu membatasi konsumsi hidangan ini agar tidak berlebih.
“Konsumsi ayam geprek 2-3 hari sekali atau seminggu sekali mungkin akan mengurangi risiko yang ditimbulkan,” tulis Abraham. Ia juga menyarankan konsumsi sayur dan buah tinggi serat sebagai pengimbang asupan gizi.
“Olahraga secara rutin, serta minum air cukup untuk meminimalisasi risiko obesitas dan penyakit jantung. Lalu, beli ayam geprek di tempat yang bersih agar tidak terjadi kontaminasi pada ayam geprek,” tambahnya.
Perhatikan juga kandungan cabainya. Jangan sampai berlebihan minta tingkat kepedasan karena berisiko membuat perut iritasi dan menyebabkan diare. Diharapkan setiap orang, terutama pencinta ayam geprek, bisa mengonsumsi makanan favoritnya dengan bijak.
(adr/odi)
Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…
Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…
Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…
Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…
Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…
Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…