Jakarta –
Minum air putih memang penting dan menawarkan banyak manfaat bagi tubuh. Setelah mengkonsumsi makanan biasanya kita langsung minum air, bukan?
Hal itu akan membantu tubuh dalam memproses makanan di pencernaan. Namun, ada klaim untuk menghindari minum air putih setelah mengkonsumsi beberapa makanan tertentu.
Pasalnya, hal itu bisa menyebabkan rasa tak nyaman di perut. Lantas apa saja makanan yang dimaksud? Simak penjelasannya berikut ini.
Dilansir dari laman Times of India berikut merupakan beberapa makanan yang diklaim perlu dihindari konsumsinya bersamaan dengan minum air putih:
Minum banyak air setelah makanan makanan tinggi lemak, akan menyebabkan perut terasa berat dan kembung. Hal ini tentu membuat rasa tidak nyaman pada perut.
Minum air langsung setelah makan makanan yang sangat pedas, konon akan menyebarkan rasa panas ke sekitar mulut. Sehingga, hal ini justru memperparah sensasi terbakar sekaligus membuat kembung dan ketidaknyamanan secara tiba-tiba.
Bagi sebagian orang, minum soda atau air berkarbonasi setelah makan akan menyebabkan kembung. Selain itu, konsumsi ini juga menyebabkan rasa kenyang dan gangguan pencernaan.
Minum air putih setelah makan berat akan membuat rasa kenyang yang tak nyaman. Lebih baik jangan berlebihan meminum air putih segera setelah memakannya.
Walaupun ada klaim yang menyebut untuk menghindari minum air putih setelah konsumsi makanan yang disebutkan di atas, akan tetapi tidak ada penyertaan penelitian ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Sehingga, larangan tersebut tidak mutlak perlu dihindari.
Dikutip dari laman Healthline, dijelaskan bahwa air baik dikonsumsi saat atau sebelum makan. Pasalnya, cairan berperan penting dalam proses pencernaan.
Berbicara tentang minum cairan saat makan, sejatinya hal ini bisa didasarkan keputusan pribadi masing-masing.
Jika dirasa mengkonsumsi cairan bersama makanan akan terasa menyakitkan, sehingga membuat merasa kembung atau memperburuk refluks lambung, namun tetaplah minum air sebelum atau di antara waktu makan.
Sejatinya, tidak ada bukti bahwa kita harus menghindari minum saat makan. Sebaliknya, minuman yang dikonsumsi saat sebelum atau selama makan bisa melancarkan pencernaan dan menghasilkan hidrasi yang optimal.
Selain itu, ia juga memeriksa sinyal makan sehingga bisa membuat kenyang. Sehingga membantu dalam menurunkan berat badan.
Dalam studi tahun 2009 oleh Elizabeth A Dennis, dkk., dari Department of Human Nutrition, Foods and Exercise, Virginia, USA, hasil penelitian selama 12 minggu menunjukkan peserta yang minum 17 ons (500 ml) air sebelum makan, telah kehilangan 4,4 pon (2 kg) lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak.
Penelitian bertajuk Water-Induced Thermogenesis tahun 2003 yang dilakukan Michael Boschmann, dkk., Medical Faculty of the Charité, Jerman, juga mengungkapkan bahwa minum air membantu dalam mempercepat metabolisme sekitar 24 kalori untuk setiap 17 ons (500 ml) yang dikonsumsi.
Minum air (bukan minuman yang memiliki kalori) saat makan bisa membantu mengatur nafsu makan, mencegah makan berlebihan, serta mendorong penurunan berat badan. Sebagai catatan, air putih merupakan pilihan yang paling sehat.
(khq/inf)
| Source : unsplash / Ella Olsson |
Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…
Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…
Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…
Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…
Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…
Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…