Jakarta –
Madu terkenal menyehatkan, tapi seperti halnya makanan lain, konsumsinya berlebihan justru berefek buruk untuk tubuh. Mulai dari gangguan pencernaan hingga manajemen berat badan. Berikut 5 efek sampingnya.
Madu dikenal sebagai salah satu bahan makanan kaya khasiat. Sejak lama, konsumsi madu diandalkan untuk menjaga kesehatan karena tinggi antioksidan, vitamin, dan mineral.
Di balik rasa manisnya, konsumsi madu bagus untuk meningkatkan imunitas tubuh. Hal ini lantaran kandungan enzim dan peptida yang membantu tubuh melawan berbagai infeksi.
Dikutip dari Health Shots (27/6/2025), madu juga bantu menyembuhkan luka dengan cepat karena sifat antibakteri yang dimiliki. Efeknya menghambat pertumbuhan bakteri dan mengurangi peradangan dalam tubuh.
Konsumsi madu yang disarankan tak berlebihan. Menurut American Heart Association, 9 sendok teh madu atau 36 gram per hari cukup untuk pria. Sementara wanita dan anak-anak, dapat mengonsumsi hingga 6 sendok teh atau 24 gram madu setiap hari.
Hindari konsumsi madu melebihi batas yang disarankan karena dikhawatirkan malah menimbulkan efek samping untuk kesehatan.
Berikut 5 di antaranya:
Madu mengandung gula dan karbohidrat dalam jumlah besar. Jadi, jika madu dikonsumsi berlebihan, maka kadar gula darah akan cenderung melonjak. Kondisi ini berbahaya terutama untuk penderita diabetes.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Progress in Cardiovascular Diseases menyatakan bahwa pola makan tinggi gula, seperti yang banyak mengandung madu, dapat menyebabkan resistensi insulin.
Madu dianggap sebagai solusi alami untuk atasi masalah tekanan darah tinggi. Namun perhatikan jumlah konsumsinya. Kalau berlebihan malah dapat berefek buruk.
Kondisi tekanan darah rendah atau hipotensi mungkin dialami. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi fungsi jantung. Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Molecular Sciences ini menyatakan bahwa terlalu banyak konsumsi madu dapat menurunkan tekanan darah sistolik.
Kebanyakan konsumsi madu juga disebut tidak bagus untuk sistem pencernaan, seperti memicu sembelit dan menyumbat saluran pencernaan. Hal ini lantaran kandungan fruktosa madu yang tinggi.
Selain itu, konsumsi madu juga dapat menyebabkan kembung dan diare. Hal ini terjadi dialami mereka yang tubuhnya memang tidak dapat mencerna gula pada madu dengan baik.
Jika sedang diet, lebih baik perhatikan konsumsi madu. Karena madu tergolong bahan makanan tinggi kalori, gula, dan karbohidrat. Mengonsumsinya terlalu banyak dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Madu mengandung 64 kalori dalam satu sendok teh, sehingga mengonsumsi terlalu banyak madu dapat membuat berat badan bertambah dengan cepat.
Efek samping lain dari kebanyakan konsumsi madu adalah kerusakan gigi. Menurut Database Nutrisi Nasional Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), sekitar 82% madu terdiri dari gula. Jumlah ini cukup untuk merusak gigi.
Selain itu, madu juga bersifat lengket, sehingga dapat menempel di gigi dan semakin memperparah kerusakan gigi.
(adr/adr)
| Source : unsplash.com / Eater Collective |
Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…
Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…
Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…
Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…
Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…
Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…