Categories: Makanan Sehat

5 Perbedaan Pola Makan Orang Jepang dengan Orang Barat


Jakarta

Di beberapa negara berkembang pola makan khas yang dijalani penduduknya. Pola makan di Jepang, misalnya, punya perbedaan dengan pola makan masyarakat Barat.

Pola makan di sebuah negara bergantung pada beberapa faktor, seperti ketersediaan bahan makanan di sekitar dan preferensi selera para penduduknya. Hal inilah yang memunculkan perbedaan antara pola makan di sebuah negara dengan negara lain.

Perbedaan yang dapat terlihat jelas, misalnya, di antara negara Asia dan Barat. Savvy Tokyo (26/2/2025) mengungkap perbedaan pendekatan pola makan di Jepang dari pola makan negara Barat seperti berikut ini:


1. Konsep pola makan yang lebih luas

Di Jepang, konsep pola makannya dinilai lebih luas. Contohnya orang Jepang bakal menyesuaikan makanan yang dikonsumsi berdasarkan musim.

Mereka percaya alam menawarkan bahan makanan yang gizinya sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh manusia pada musim tersebut. Ini tercermin dari penyajian set menu di Jepang bernama teishoku.

Biasanya menu utama teishoku selalu sama, tapi makanan pendamping lain seperti protein, sayur, sup, dan acar akan dibuat dengan bahan berbeda mengikuti apa yang sedang musim.

Sebaliknya, pola makan Barat lebih detail. Mereka mengelompokkan bahan makanan dengan jelas, seperti “protein”, “karbohidrat”, “kalori”, “vitamin”, “mineral”, dan “serat”.

Kelebihannya, pendekatan pola makan ala orang Barat bisa membuat kamu memenuhi kebutuhan nutrisi dengan spesifik. Namun, kekurangannya hampir tidak ada yang jelas. Sebab kamu tidak bisa merasakan dengan pasti seberapa banyak asupan atau kebutuhan nutrisi tertentu.

2. Memakai beragam jenis makanan

Foto: Getty Images/JohnnyGreig

Hal menonjol lain dari pola makan orang Jepang adalah menggunakan beragam jenis makanan. Alih-alih makan 2 atau 3 jenis makanan dalam jumlah banyak, seperti steak dengan kentang dan salad di negara Barat, orang Jepang memilih makan lebih banyak jenis makanan, tapi dalam jumlah lebih sedikit.

Misalnya set menu andalan orang Jepang, terdiri dari nasi, ikan, sup, acar, sayuran hijau, sayuran akar, hingga salad.

Lalu dalam pola makan orang Barat, mereka kerap berdiet dengan mengeliminasi atau memperbanyak konsumsi kategori makanan tertentu. Misalnya “mengurangi karbohidrat” dan “menambah protein”.

Hal ini tidak dilakukan orang Jepang. Mereka lebih memilih makan berbagai macam makanan yang membantu mereka menjaga keseimbangan secara keseluruhan.

3. Kombinasi makanan untuk optimalkan pencernaan

Orang Jepang sangat memperhatikan kombinasi makanan untuk mengoptimalkan pencernaan. Misalnya, ketika disajikan makanan yang digoreng di Jepang, biasanya akan ada pendamping lobak atau kubis parut. Sayuran ini bukan sekadar garnish, melainkan bagus dikonsumsi untuk membantu tubuh mencerna makanan berlemak.

Ada juga makanan fermentasi, seperti acar dan sup miso, dalam set menu khas Jepang. Jenis makanan ini menyehatkan sistem pencernaan karena mengandung bakteri sehat.

Hal-hal detail seperti ini tidak terlihat dalam pola makan orang di negara Barat secara umum.

Selengkapnya di halaman selanjutnya.

4. Hidrasi tak hanya dari air

Foto: Getty Images/JohnnyGreig

Dalam pola makan orang Barat, fokus hidrasi hanya berfokus dari konsumsi air putih yang cukup. Hidangan yang disajikan juga cenderung minum air, seperti sandwich yang sifatnya kering.

Beda halnya dengan teishoku Jepang. Nasi, misalnya, dimasak dalam air. Sayuran yang disajikan tinggi kandungan air. Belum lagi tambahan sup yang sifatnya menghidrasi. Jadi hidrasi juga didapat melalui konsumsi makanan dan minuman kaya air.

5. Orang Jepang tidak banyak minum saat makan

Hal menarik lain dari pola makan orang Jepang adalah mereka tidak banyak minum saat makan. Biasanya hanya didampingi secangkir kecil air putih atau teh. Berbeda dengan di negara Barat dimana air disajikan di gelas besar dan bahkan akan terus diisi ulang saat makan di restoran.

Orang Jepang memilih tidak minum banyak air saat makan karena bisa membuat seseorang lebih sedikit mengunyah makanan, yang membuat pencernaan kurang lancar. Air dianggap ‘memanjakan’ karena bersifat mendorong makanan tanpa membuatnya perlu dikunyah sempurna.

Padahal, mengunyah makanan sangat penting untuk sistem pencernaan dan memperbaiki metabolisme. Jadi, intinya bukan berarti orang Jepang tidak boleh minum air saat makan. Namun mereka mengusahakan minum sedikit saja agar proses mengunyah tidak terganggu.

(adr/odi)

Sumber : food.detik.com

Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Ganti Gambar

Share
Published by
Ganti Gambar

Recent Posts

Konsumsi 7 Makanan Putih Ini Ampuh Tingkatkan Imunitas Tubuh

Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…

3 weeks ago

Begini Tips Minum Kopi agar Tekanan Darah Tak Melonjak

Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…

3 weeks ago

12 Makanan dan Minuman Ini Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Lho

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…

3 weeks ago

5 Perbedaan Yoghurt dan Greek Yoghurt, Mana Lebih Sehat?

Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…

3 weeks ago

8 Kebiasaan Minum yang Dapat Mencegah Perut Buncit, Cobain Yuk!

Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…

3 weeks ago

10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula untuk Kesehatan

Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…

3 weeks ago