Categories: Makanan Sehat

5 Tips Makan untuk Hempaskan Lemak Perut Usai Makan Banyak


Jakarta

Sulit rasanya menahan nafsu makan di tengah sajian makanan melimpah saat musim liburan. Agar perut tak buncit, ikuti tips mengonsumsi makanan ini.

Musim liburan waktunya memuaskan hasrat dan nafsu makan. Sulit rasanya tetap bertahan pada pola diet ketika berkumpul bersama keluarga dan bersama-sama menikmati makanan enak.

Asupan makanan yang tinggi kalori tak dapat dipungkiri berdampak cepat pada perut yang membuncit selama liburan. Tetapi tak perlu khawatir karena ada beberapa makanan yang dapat membantu melunturkan lemak perut.


Agar kembali ramping beberapa ahli gizi merekomendasikan tips mengonsumsi makanan tertentu. Menerapkannya sambil liburan cocok untuk mendapatkan tubuh yang kembali ideal untuk beraktivitas dan menjalani rutinitas usai liburan.

Berikut ini 5 tips untuk merampingkan perut menurut Healthline:

Makanan tinggi serat tak hanya dapat melancarkan pencernaan tetapi juga melunturkan lemak perut. Foto: Getty Images/Anna Shkuratova

1. Makanan tinggi serat

Ada dua jenis serat yang dikandung secara alami dalam makanan yaitu serat larut dan serat tak larut. Serat larut tak hanya melancarkan pencernaan tetapi juga dapat menyerap kadar lemak berlebih di dalam tubuh.

Banyak penelitian yang juga menunjukkan bahwa serat dapat membantu menurunkan berat badan. Efeknya berasal dari kinerja serat yang dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga meminimalisir asupan kalori yang tak dibutuhkan ke dalam tubuh.

Melalui observasi yang pernah dilakukan para peneliti sebanyak 1.100 partisipan orang dewasa diberi asupan serat larut sebanyak 10 gram setiap hari. Hasilnya mereka mengalami perampingan perut hingga 3,7% selama pengamatan 5 tahun.

2. Hindari makanan berlemak

Asupan lemak paling tinggi tetap jatuh kepada makanan dengan lemak jenuh. Lemak jenuh mudah menumpuk di dalam tubuh dan bersembunyi di bagian perut dan sekelilingnya.

Lemak jenuh tidak hanya terdapat di dalam makanan tetapi juga dipengaruhi proses pemasakan dan campuran bahannya. Misal seperti pada makanan yang digoreng atau ditambahkan margarin dalam pembuatannya.

Sebuah penelitian yang dilakukan selama 6 tahun berusaha melihat efek konsumsi lemak jenuh dengan meneliti tubuh kera. Hasilnya 33% kera yang menjadi partisipan mengalami kenaikan berat badan yang signifikan setelah banyak mengonsumsi lemak jenuh.

Tips makan lainnya ada di halaman berikutnya.

3. Kendalikan asupan alkohol

Alkohol dapat bermanfaat untuk kesehatan jika dikonsumsi dalam takaran yang sedikit. Tetapi ketika dikonsumsi berlebihan efek sampingnya akan langsung menyerang berbagai organ tubuh.

Para peneliti menyebut bahwa konsumsi terlalu banyak alkohol berkontribusi besar dalam pembentukan lemak perut. Hal tersebut diperkuat dengan hasil pengamatan bahwa alkohol menciptakan penumpukan lemak di sekitar pinggang.

Berhenti mengonsumsi alkohol juga terbukti dapat membantu menyusutkan ukuran pinggang dengan cepat. Tetapi jika dirasa menyulitkan kamu bisa mengurangi asupannya secara perlahan.

4. Konsumsi makanan tinggi protein

Makanan tinggi protein memberikan kenyang yang lebih lama dan membantu mengurangi penumpukan lemak pada area perut dan pinggang. Foto: Getty Images/Anna Shkuratova

Protein berada pada daftar nutrisi makro setelah karbohidrat dan lemak. Protein memiliki peran penting dalam mengendalikan berat badan terutama bagi pelaku diet.

Konsumsi protein dapat membantu produksi hormon peptide YY yang memberikan rasa kenyang lebih lama. Banyak hasil penelitian yang menemukan bahwa orang yang mengonsumsi protein lebih banyak memiliki perut yang lebih ramping.

Tetapi perlu diperhatikan bahwa asupan proteinnya juga harus dipilih yang rendah lemak. Seperti daging merah minim lemak, ikan, telur, hingga olahan susu.

5. Kurangi asupan makanan manis

Gula mengandung fruktosa yang dikaitkan dengan memicu beberapa penyakit kronis. Efek sampingnya disebabkan oleh sisa penumpukan gula di dalam tubuh yang dapat berakibat fatal terutama pada orang dewasa.

Penyakit seperti serangan jantung, diabetes tipe 2, hingga penumpukan lemak pada hati dapat berbahaya. Menurut pengamatan dan penelitian ahli ditemukan hubungan antara konsumsi gula dengan peningkatan lemak perut.

Ketika asupan gula dikurangi maka lingkar perut juga lebih mudah dikecilkan. Alternatif pemanis yang dapat digunakan selain gula misalnya seperti madu yang juga tetap harus disesuaikan agar tidak berlebihan.

(dfl/odi)

Sumber : food.detik.com

Source : unsplash / Ella Olsson
Ganti Gambar

Share
Published by
Ganti Gambar

Recent Posts

Konsumsi 7 Makanan Putih Ini Ampuh Tingkatkan Imunitas Tubuh

Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…

3 weeks ago

Begini Tips Minum Kopi agar Tekanan Darah Tak Melonjak

Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…

3 weeks ago

12 Makanan dan Minuman Ini Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Lho

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…

3 weeks ago

5 Perbedaan Yoghurt dan Greek Yoghurt, Mana Lebih Sehat?

Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…

3 weeks ago

8 Kebiasaan Minum yang Dapat Mencegah Perut Buncit, Cobain Yuk!

Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…

3 weeks ago

10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula untuk Kesehatan

Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…

3 weeks ago