Categories: Tips Otomotif

Pelajaran dari Mobil SUV Terguling Setelah Nyalip di Bahu Jalan



Jakarta

Viral di media sosial mobil berjenis SUV terguling setelah ngebut di bahu jalan. Ini pelajaran pentingnya agar kecelakaan serupa tidak terulang lagi.

Video detik-detik mobil terguling di jalan tol akibat menyalip dari bahu jalan diunggah akun Instagram @lensa_berita_jakarta. Dilaporkan, peristiwa itu terjadi pada akhir pekan kemarin di Tol Tangerang arah Jakarta.

Dalam video yang viral itu tampak dua mobil sedang melaju kencang di bahu jalan. Mereka melaju lebih cepat daripada kendaraan lain di lajur biasa.


Mobil berkelir hitam, yang diduga merupakan Toyota Harrier, melaju kencang dengan jarak yang sangat dekat dengan kendaraan putih di depannya. Tiba-tiba di depannya lagi ada sedan yang berada di bahu jalan.

Kendaraan putih mampu menghindar. Tapi nahas, karena melaju dengan kecepatan tinggi di bahu jalan ditambah jarak yang sangat dekat, mobil hitam tak bisa menghindar dan menabrak sedan yang tengah berada di bahu jalan. Sejurus kemudian, mobil hitam itu terguling.

Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, pelajaran penting dari kejadian ini adalah jangan menjadikan bahu jalan untuk kebut-kebutan. Ditegaskan, bahu jalan hanya untuk keadaan darurat.

“Mereka-mereka yang lewat bahu jalan hanya tinggal tunggu waktu kecelakaan kok. Bukan karena mereka nggak trampil, tapi memang tidak punya pengetahuan tentang bahu jalan yang sempit, licin karena berdebu, berbeda layer bahkan mengagetkan pengemudi yang ada di lajur kiri,” kata Sony kepada detikOto, Selasa (27/2/2024).

Menurut Sony, masih banyak pengendara yang memanfaatkan bahu jalan untuk menghindari kemacetan. Mereka mengabaikan keselamatan hanya pikiran sesaat karena lebih cepat dan tidak kena macet.

Padahal, semakin kencang kendaraan melaju di bahu jalan, maka semakin besar ruang toleransi yang dibutuhkan. Di sisi lain, ruang di bahu jalan sangat sempit.

“Risikonya bisa menyerempet kendaraan di sampingnya,” ucap Sony.

Selain itu, lanjut Sony, melaju di bahu jalan juga mudah hilang keseimbangan. Sebab, rata-rata bahu jalan licin dan layer yang berbeda-beda.

“Risikonya selip dan menabrak kendaraan di sekitarnya atau bahkan melintir,” ucapnya.

Sony menyebut, kendaraan yang lewat bahu jalan dengan badan jalan memiliki perbedaan kecepatan yang signifikan. Dengan kondisi itu, kata Sony, tidak semua pengemudi siap menghadapinya. “Risikonya kaget dan menimbulkan emosi,” sebutnya.

Selain itu, Sony juga menyoroti pengendara yang berhenti di bahu jalan. Memang saat kondisi darurat mobil bisa berhenti sementara di bahu jalan, tapi ada aturan yang harus dipenuhi agar tidak ditabrak dari belakang.

“Hidupkan lampu hazard dan pasang segitiga pengaman di belakang sepanjang dua kali panjang mobil atau lihat sikonnya. Dan jangan juga melakukan perbaikan kendaraan yang rusak di bahu jalan,” katanya.

(rgr/din)



Sumber : oto.detik.com

Import

Recent Posts

Konsumsi 7 Makanan Putih Ini Ampuh Tingkatkan Imunitas Tubuh

Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…

3 weeks ago

Begini Tips Minum Kopi agar Tekanan Darah Tak Melonjak

Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…

3 weeks ago

12 Makanan dan Minuman Ini Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Lho

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…

3 weeks ago

5 Perbedaan Yoghurt dan Greek Yoghurt, Mana Lebih Sehat?

Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…

3 weeks ago

8 Kebiasaan Minum yang Dapat Mencegah Perut Buncit, Cobain Yuk!

Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…

3 weeks ago

10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula untuk Kesehatan

Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…

3 weeks ago