Jakarta –
Salah satu komponen dalam sistem pendingin pada kendaraan adalah oil cooler. Fungsi oil cooler sesuai dengan namanya, yaitu untuk mendinginkan oli.
Simak penjelasan lengkap mengenai oil cooler dalam artikel ini, termasuk cara kerja dan perawatannya agar awet. Ketahui juga jenis-jenis sistem pendingin selain oil cooler.
Dikutip dari buku Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor SMK/MAK Kelas XII (2019) oleh Z Furqon, ST dan Drs Joko Pramono, serta situs MotoFour, oil cooler adalah bagian dari sistem pendinginan kendaraan yang memiliki bentuk mirip radiator, namun lebih kecil.
Oil cooler terdiri dari beberapa kisi-kisi vertikal atau horizontal, dan biasanya terbuat dari aluminium. Seperti namanya, oil cooler dapat mendinginkan oli yang bersirkulasi pada mesin yang panas.
Fungsi dari oil cooler ada dua, yaitu mengurangi risiko mesin overheating sekaligus agar mesin tetap awet.
Dari situs MotoFour, dijelaskan bahwa oli pada dasarnya berfungsi menjadi pelumas agar komponen tetap dingin dalam menjalankan tugasnya.
Oli yang telah bersirkulasi ke seluruh bagian mungkin akan sangat panas akibat gesekan yang dihasilkan mesin saat beroperasi.
Nah, fungsi oil cooler adalah untuk mendinginkan oli sebelum mengedarkan oli dan melumasi seluruh komponen motor.
Dengan demikian, oil cooler berfungsi mengurangi risiko overheating pada mesin. Tanpa oil cooler, oli yang beredar akan panas dan membuat mesin juga semakin panas.
Ketika oil cooler mampu menjalankan fungsinya mendinginkan oli sebelum mengalirkan ke seluruh komponen, maka mesin pun dapat bekerja dengan optimal.
Mesin yang bekerja dengan baik akan membuatnya tetap awet dan dapat digunakan dalam waktu yang panjang.
Pada kendaraan dengan oil cooler, oli akan akan bersirkulasi ke seluruh bagian pada saat mesin hidup. Sirkulasi ini akan dilewatkan oil cooler dan akan bersirkulasi melalui tabung yang dilapisi sirip penyerap panas.
Saat motor berjalan, udara dari depan akan menerpa oil cooler, sehingga panas dari oil cooler akan pindah ke udara bebas. Hal ini menyebabkan oli menjadi dingin dan siap dialirkan kembali ke seluruh komponen untuk mencegah mesin terlalu panas.
Dalam buku Siswa Keterampilan Pilihan: Perbengkelan Sepeda Motor (2017) dari Kemdikbud, kamu dapat melakukan perawatan oil cooler sendiri dengan langkah-langkah berikut ini:
Jenis sistem pendingin pada motor ada tiga, yaitu sistem pendingin udara, sistem pendingin cairan, dan sistem pendingin oli.
Karena sistem pendingin oli atau oil cooler sudah dijelaskan di atas, kali ini akan kita ulas tentang pendingin udara dan pendingin cairan.
Sistem pendingin udara (air cooler) memanfaatkan udara yang langsung mendinginkan mesin sepeda motor melalui sirip-sirip pendingin.
Sirip pendingin ini adalah komponen utama dari sistem pendingin udara. Fungsinya adalah menyerap udara luar dan melepaskan panas mesin ke udara.
Sistem pendingin cairan (liquid cooler) menggunakan komponen utama air radiator/radiator coolant. Cara kerjanya adalah mendinginkan air menggunakan radiator, kemudian air yang sudah dingin dipompa dan bersirkulasi melalui rongga-rongga di dalam mesin.
Demikian telah kita ketahui fungsi oil cooler yaitu mendinginkan oli agar mesin tidak terlalu panas. Telah kita ketahui pula cara kerja dari oil cooler, langkah perawatan, serta jenis sistem pendingin selain oil cooler.
(bai/inf)
Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…
Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…
Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…
Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…
Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…
Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…