Categories: Hikmah

Doa Meminta Kesembuhan, Dapat Diamalkan saat Sakit


Jakarta

Sakit adalah bagian dari ujian kehidupan yang Allah SWT berikan kepada manusia. Setiap rasa nyeri, demam, atau kelemahan tubuh menjadi tanda bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan dari Sang Pencipta.

Dalam Islam, sakit bukan hanya cobaan, tetapi juga peluang untuk memperoleh ampunan dan pahala jika dihadapi dengan sabar.


Rasulullah SAW bersabda,

“Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, kesusahan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, ketika sakit datang, seorang muslim tidak sekadar mencari pengobatan lahiriah, tetapi juga menyertakan doa dan tawakal kepada Allah SWT. Doa menjadi bentuk ikhtiar batin, permohonan penuh harap agar Allah SWT memberikan kesembuhan dan kekuatan.

Dikutip dari buku 7 Kode Rahasia Al-Fatihah karya DR. H. Miftahur Rahman, M.A, doa kesembuhan bukan hanya permintaan agar tubuh kembali sehat, melainkan juga bentuk pengakuan kelemahan diri di hadapan Allah SWT. Saat seseorang berdoa, ia sedang menundukkan hati, menyerahkan segala urusan kepada Zat yang Maha Mengatur kehidupan.

Doa Nabi Ibrahim AS

Kesembuhan sejati datang bukan hanya dari obat, melainkan dari izin dan kehendak Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 80, Nabi Ibrahim AS mengajarkan doa tentang hal ini,

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Arab-Latin: Wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn

Artinya: Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.

Ayat ini menggambarkan bahwa sumber segala kesembuhan hanyalah Allah SWT. Manusia hanya berusaha, namun hasilnya bergantung pada kehendak-Nya.

Doa Nabi Muhammad SAW untuk Meminta Kesembuhan

Rasulullah SAW sering memanjatkan doa ketika beliau atau orang lain sedang sakit. Salah satu doa yang paling dikenal dan diajarkan beliau adalah,

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Latin: Allahumma rabbannas, adzhibil ba’sa, isyfi anta asy-syafi, la syifa’a illa syifa’uka, syifa’an la yughadiru saqama.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah yang Maha Penyembuh. Tiada kesembuhan selain dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa ini mencerminkan keyakinan penuh bahwa kesembuhan bukan dari manusia, melainkan dari Allah semata. Kalimat “la syifa’a illa syifa’uka” mengajarkan kepasrahan yang mendalam, bahwa hanya Allah yang dapat memberikan kesembuhan sempurna tanpa sisa penderitaan.

Doa Kesembuhan dari Al-Qur’an

Selain doa Nabi Ibrahim dan doa Nabi Muhammad SAW, terdapat pula doa yang disebutkan dalam kisah Nabi Ayyub AS, seorang nabi yang diuji dengan penyakit parah bertahun-tahun lamanya, tetapi tetap bersabar dan berzikir kepada Allah. Ketika ia memohon kesembuhan, doanya diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 83,

۞ وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

Arab-Latin: Wa ayyụba iż nādā rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.

Doa Nabi Ayyub mengajarkan kelembutan hati dan kerendahan diri. Ia tidak mengeluh, tetapi menyampaikan penderitaannya dengan penuh adab dan ketundukan. Inilah bentuk doa yang lembut, penuh keyakinan, dan tidak tergesa-gesa menuntut kesembuhan.

Doa untuk Orang Lain yang Sedang Sakit

Islam juga menganjurkan agar seorang muslim mendoakan saudaranya yang sakit, sebab doa untuk orang lain akan kembali sebagai pahala dan kebaikan bagi yang berdoa. Rasulullah SAW mengajarkan bacaan berikut:

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، أَنْ يَشْفِيَكَ

Latin: As’alullaha al-‘azhim, rabbal ‘arsyil ‘azhim, an yasyfiyaka.

Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan Arasy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Islam terhadap sesama. Mendoakan kesembuhan bagi orang lain bukan hanya bentuk empati, tetapi juga wujud cinta karena Allah.

(dvs/inf)



Sumber : www.detik.com

admin

Recent Posts

Konsumsi 7 Makanan Putih Ini Ampuh Tingkatkan Imunitas Tubuh

Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…

3 weeks ago

Begini Tips Minum Kopi agar Tekanan Darah Tak Melonjak

Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…

3 weeks ago

12 Makanan dan Minuman Ini Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Lho

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…

3 weeks ago

5 Perbedaan Yoghurt dan Greek Yoghurt, Mana Lebih Sehat?

Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…

3 weeks ago

8 Kebiasaan Minum yang Dapat Mencegah Perut Buncit, Cobain Yuk!

Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…

3 weeks ago

10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula untuk Kesehatan

Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…

3 weeks ago