ilustrasi pameran kaligrafi Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang melalui Pesantren Kaligrafi SAKAL bekerja sama dengan PC JQH NU Jombang menggelar ajang besar bertajuk Pameran dan Festival Kaligrafi Islam 2025. Kegiatan ini akan berlangsung pada 19-26 Oktober 2025 di Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang (MINHA), dengan mengusung tema “The Sacred Art: Jejak Wahyu & Identitas.”
Festival ini bukan sekadar ajang seni, tetapi juga wujud nyata perpaduan antara spiritualitas, budaya, dan keindahan seni Islam yang tumbuh subur di lingkungan pesantren. Melalui kegiatan ini, panitia berupaya memperkuat posisi kaligrafi Islam sebagai media dakwah dan pendidikan yang tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai keagamaan yang mendalam.
Dalam keterangan tertulis yang diterima detikHikmah, Minggu (19/10/2025) Ketua Panitia, Fathur Rohman, menyampaikan bahwa kaligrafi adalah bentuk pengabdian dan cinta kepada Al-Qur’an.
“Kaligrafi bukan sekadar tulisan indah, tetapi juga ekspresi cinta kepada wahyu Allah. Melalui festival ini, kami ingin memperkenalkan karya para santri dan seniman pesantren ke ranah nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Festival yang berlangsung selama sepekan ini akan diisi dengan beragam kegiatan edukatif dan inspiratif, melibatkan santri, guru, seniman, hingga masyarakat umum. Berikut rangkaian acaranya:
Selain itu, mulai 22 hingga 26 Oktober 2025, akan digelar Pameran Kaligrafi Islam yang menampilkan karya para maestro nasional dan internasional. Pameran ini menjadi ruang bagi publik untuk menikmati keindahan huruf Arab yang digores dengan penuh makna dan kedalaman spiritual.
Festival ini juga menjadi bukti bahwa pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, melainkan juga ruang kreatif yang mampu melahirkan karya seni bernilai tinggi. Di tengah derasnya arus modernisasi digital, para santri menunjukkan bahwa seni kaligrafi tetap relevan sebagai bahasa universal dakwah Islam yang indah, beradab, dan penuh makna.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas posisi Jombang sebagai Kota Santri dan pusat peradaban seni Islam. Melalui karya para santri dan kaligrafer pesantren, nilai spiritualitas, budaya, dan estetika berpadu menjadi satu, menghadirkan wajah Islam yang damai, berbudaya, dan penuh keindahan.
Pameran dan Festival Kaligrafi Islam 2025 bukan hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui karya kreatif para santri. Keindahan huruf Arab yang tertulis dengan penuh makna menjadi simbol bagaimana iman, ilmu, dan seni dapat menyatu dalam satu ekspresi yang menggetarkan hati.
(dvs/lus)
Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…
Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…
Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…
Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…
Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…
Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…