Pelaksanaan sholat istisqa (Foto: Nur Hadi Wicaksono)
Jakarta –
Niat sholat istisqa bisa dibaca muslim untuk memohon turunnya hujan. Anjuran mengerjakan sholat istisqa ini tercantum dalam hadits Rasulullah SAW.
Dari Abbad bin Tamim, dari pamannya berkata:
“Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW pernah keluar bersama orang-orang untuk meminta hujan. Lalu beliau sholat istisqa 2 rakaat dengan mengeraskan bacaan. Beliau merubah posisi selendangnya, dan mengangkat kedua tangannya untuk berdoa dengan menghadap kiblat.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud & Tirmidzi)
Wahbah Az Zuhaili melalui buku Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 2 terbitan Gema Insani mengartikan istisqa secara bahasa adalah meminta hujan. Secara syariat, istisqa adalah meminta hujan dari Allah SWT ketika semua orang membutuhkan.
Sholat istisqa dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah. Dalil terkait sholat istisqa tercantum dalam surah Hud ayat 52. Allah SWT berfirman,
وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِيْنَ
Artinya: “Wahai kaumku, mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya! Niscaya Dia akan menurunkan untukmu hujan yang sangat deras, menambahkan kekuatan melebihi kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang-orang yang berdosa.”
Berikut niat sholat istisqa yang dikutip dari buku Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis susunan Nasrul Umam Syafi’i dkk.
اُصَلِّى سُنَّةً الإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ إمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى.اَللّٰهُ اَكْبَرْ
Ushalli sunnatal istisqo’i rak’ataini immaman lillahi ta’aalaa
Artinya: “Aku berniat sholat istisqa dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
اُصَلِّى سُنَّةً الإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأمُوماً لِلّٰهِ تَعَالَى.اَللّٰهُ اَكْبَرْ
Ushalli sunnatal istisqo’i rak’ataini ma’muman lillahi ta’aalaa
Artinya: “Aku berniat sholat istisqa’ dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Menukil buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh M Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, waktu pelaksanaan sholat istisqa ialah ketika matahari mulai naik. Ketentuan ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan Aisyah RA:
“Rasulullah itu keluar untuk melaksanakan salat istisqa manakala matahari mulai naik.” (HR Abu Dawud & Al-Hakim)
Menukil buku Fiqh As Sunnah susunan Sayyid Sabiq terjemahan Khairul Amru Harahap, tata cara shalat istisqa ialah sebagai berikut.
(aeb/inf)
Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…
Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…
Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…
Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…
Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…
Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…