Setiap hijabers tentu mempunyai koleksi hijab kesayangan yang akan terus dipakai untuk berbagai kegiatan. Agar hijab kesayanganmu awet, yuk simak tiga cara mencuci dan menyimpan hijab yang benar!
Hijab yang kini banyak di pasaran biasanya menggunakan bahan ringan, halus dan nyaman untuk digunakan. Namun ada beberapa bahan hijab yang rentan dan mudah bolong karena mempunyai serat tipis.
Menurut Amanda Zada, salah satu pendiri dari brand naPocut, setiap hijab membutuhkan perawatan khusus agar serat kain tidak rusak. Apa saja tipsnya?
Amanda Zada menjelaskan secara keseluruhan bahan hijab ada berbagai campuran bahan seperti katun dan polyester. Agar hijab bisa tetap tegak saat dipakai, hindari memakai pewangi saat mencucinya.
“Jika bahan hijab dicuci pakai softener atau pewangi pakaian ada efek melembutkan dari bahan kimia detergen yang membuat produk tadinya mau tegak berdiri, otomatis jadi lembut,” kata Amanda Zada usai acara grand opening naPocut di Bintaro Xchange 2, Bintaro, Tangerang Selatan baru-baru ini.
Zada menuturkan formula yang terdapat pada pelembut dan pewangi pakaian akan membuat hijab tidak tegak di dahi, ketika akan digunakan. “Kalau saya saranin jangan gunakan pelembut pakaian. Karena hijab juga tidak terlalu kotor dengan detergen cair yang tidak mengandung pelembut atau pewangi. Karena kandungan kimia yang membuat konsep hijabnya jadi rusak,” jelasnya.
Wanita asal Banda Aceh, 6 Juni 1990 ini juga memberi tahu cara penyimpanan hijab yang baik dan benar. Sebaiknya hindari menyetrika hijab segi empat dalam kondisi terlipat.
“Cara penyimpanannya lebih baik jangan dilipat saat sedang disetrika. Tapi setelah disetrika baru dilipat atau digantung. Jadi tidak ada bekas setrikaan. Karena konsep katun sendiri bagaimana pertama dilipat akan mengikuti terus,” lanjut Zada.
Permasalah yang kerap dialami oleh hijabers adalah hijab kesayangan bolong usai memakai peniti di bawah dagu atau saat styling hijab. Zada menyebutkan hindari pemakaian peniti karena akan membuat hijab tersangkut dengan pengait yang ada di peniti.
“Produk hijab biasanya light, jadi hijab bisa bolong biasanya karena pemakaian peniti. Karena kalau peniti itu kan ada bolong di dalamnya, jadi hijab bisa menyangkut. Sebaiknya pakai jarum pentul,” terangnya.
Jika kamu tidak bisa menggunakan jarum pentul, Zada menyarankan pilih peniti yang ujung pengaitnya tidak terlalu tajam. “Kalau mau pakai peniti, pilih ujungnya yang tidak tajam tapi tidak terlalu tumpul. Agar tidak merusak hijab,” pungkasnya.
(gaf/eny)
Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…
Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…
Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…
Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…
Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…
Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…