Categories: Makanan Sehat

Ramai Istilah ‘Sarapan Adalah Tidak Sarapan’, Ini Penjelasannya


Jakarta

Perdebatan pentingnya sarapan masih terjadi di kalangan pegiat kesehatan. Banyak informasi yang menyebut sarapan terbaik itu tidak sarapan. Ini penjelasannya.

Anjuran tidak melewati waktu sarapan banyak diberikan oleh dokter gizi dan ahli. Selama ini pernyataan bahwa waktu makan terbaik adalah sarapan dipercaya banyak orang.

Sarapan dianggap penting karena menjadi nutrisi pertama yang masuk ke dalam tubuh sebelum memulai aktivitas. Selain itu juga sarapan dianggap sebagai momen berbuka puasa dari durasi puasa yang panjang ketika tidur malam.


Namun akhir-akhir ini banyak pernyataan yang tengah disoroti terkait kebiasaan sarapan. Ada ungkapan yang menyebutkan bahwa sarapan terbaik adalah tidak sarapan. Seperti apa penjelasan ahli?

Baca juga: Rela Nunggu 2 Jam Demi Cicip Nasi Mercon Viral di Barito

Beredar informasi bahwa sarapan yang baik adalah tidak sarapan. Foto: Getty Images/iStockphoto/sorendls

Mengutip Livestrong, pada buku bertajuk Three Squares: The Invention of American Meal yang rilis pada 2013 menjelaskan tentang budaya sarapan. Dalam buku ini disebutkan bahwa mengonsumsi sarapan adalah kebiasaan manusia modern.

Istilah sarapan semakin populer ketika orang Amerika Serikat mulai menciptakan sereal. Padahal orang-orang di masa lampau biasanya hanya akan mengonsumsi makanan sisa semalam yang dipanaskan jika mereka ingin makan sarapan.

Selain itu bagi mereka dengan perekonomian yang lebih tinggi biasanya menu sarapannya juga lebih komplek. Mulai dari telur, ayam, pancake, atau segala jenis menu yang diinginkan disajikan di atas meja.

Namun menu sarapan yang berat ini justru disebut justru mendatangkan banyak keluhan. Konsumsi daging dan lemak yang terlalu berat menyebabkan berbagai gejala gangguan pencernaan akibat pencernaan bekerja keras sejak pagi hari.

Baca juga: Menu ‘All You Can Eat’ Ternyata Berasal dari Budaya Romawi Kuno

Faktanya ahli dan peneliti menyarankan untuk tetap sarapan tetapi dengan menu yang lebih ringan. Foto: Getty Images/iStockphoto/sorendls

Hingga akhirnya Dr. John Harvey Kellog menciptakan corn flakes pada 1890. Menurut kutipan di Smithsonian, Kellogg percaya corn flakes akan lebih mudah dan ringan untuk dicerna oleh perut.

Pada awal 1900an juga banyak produk sereal yang mengklaim melalui proses fortifikasi sehingga cocok untuk dikonsumsi saat sarapan. Namun banyak ahli yang khawatir atas kandungan gula dan garam yang tinggi sehingga tidak lebih baik daripada orang yang tidak sarapan.

“Pada berbagai sudut pandang, sarapan tetap menjadi menu makan yang paling penting dalam satu hari. Karena melalui makanan ini harimu akan dimulai,” begitu kutipan dari majalah Good Health edisi 1917.

Karenanya dapat disimpulkan bahwa konsumsi sarapan tetap dianjurkan para ahli hingga peneliti. Namun asupannya yang harus diperhatikan agar tak berdampak buruk bagi pencernaan.

(dfl/adr)



Sumber : food.detik.com

Import

Share
Published by
Import

Recent Posts

Konsumsi 7 Makanan Putih Ini Ampuh Tingkatkan Imunitas Tubuh

Jakarta - Makanan berwarna putih rupanya memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut…

3 weeks ago

Begini Tips Minum Kopi agar Tekanan Darah Tak Melonjak

Jakarta - Kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi ada beberapa tips ngopi agar tidak…

3 weeks ago

12 Makanan dan Minuman Ini Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Lho

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Tidak hanya pada…

3 weeks ago

5 Perbedaan Yoghurt dan Greek Yoghurt, Mana Lebih Sehat?

Jakarta - Ada banyak jenis yoghurt yang bisa ditemukan di supermarket. Ternyata antara yoghurt dan…

3 weeks ago

8 Kebiasaan Minum yang Dapat Mencegah Perut Buncit, Cobain Yuk!

Jakarta - Memiliki pola makan yang tidak sehat dan jarang olahraga membuat perut jadi mudah…

3 weeks ago

10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula untuk Kesehatan

Jakarta - Kopi hitam adalah minuman kopi tanpa gula, krim, susu, atau tambahan pemanis apa…

3 weeks ago