Author: admin

  • Kaya Nutrisi! ini 8 Superfood di Dapur untuk Cegah Penyakit

    Kaya Nutrisi! ini 8 Superfood di Dapur untuk Cegah Penyakit


    Jakarta

    Superfood tak melulu mahal. Beberapa bahan makanan di dapur tergolong superfood yang punya beragam nutrisi untuk mencegah penyakit. Ini daftarnya!

    Beberapa makanan dilabeli ‘superfood’ karena dinilai kaya gizi. Meski istilah ‘superfood’ tidak diakui dalam bidang gizi, konsumsi makanan ini tetap diyakini mendatangkan beragam manfaat sehat.

    Superfood tak melulu mahal atau merupakan bahan makanan dari luar negeri. Beberapa bahan makanan yang familiar di dapur juga tergolong superfood karena konsumsinya ampuh cegah berbagai penyakit.


    Berikut 8 superfood di dapur:

    1. Bawang putih

    Rutin Makan Bawang Putih Bisa Turunkan Kolesterol Sampai 10%Bawang putih Foto: Ilustrasi iStock

    Bawang putih merupakan salah satu bumbu yang vital dalam masakan Indonesia. Sebenarnya menambah stok bawang putih sah-sah saja melihat manfaatnya buat kesehatan.

    Bawang putih dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

    2. Minyak zaitun
    Minyak zaitun khususnya virgin olive oil kayak disimpan di dapur. Kandungan asam lemak tak jenuh tunggal pada minyak zaitun bisa membantu mengurangi peradangan. Selain itu terdapat kandungan polifenol, vitamin E dan K.

    Minyak zaitun bisa dimanfaatkan sebagai dressing salad, saus untuk sayuran panggang atau sourdough.

    3. Kunyit
    Rempah juga termasuk superfood salah satunya kunyit. Kunyit tinggi akan kandungan antioksidan. Tak hanya sebagai bumbu masakan, kunyit bisa membantu mengurangi radang gejala sendi, mencegah Alzheimer dan kanker serta meringankan masalah pencernaan.

    4. Telur
    Sebagian besar orang memiliki persediaan telur untuk memenuhi kebutuhan protein. Selain itu, telur juga dinilai mudah diolah jadi berbagai menu makanan.

    Melansir dari Healthline, telur tak hanya menawarkan protein tapi juga vitamin B, kolin, selenium, vitamin A, zat besi dan fosfor.

    5. Kacang-kacangan
    Kacang-kacangan kaya akan serat, protein dan lemak sehat. Riset menemukan bahwa konsumsi kacang-kacangan mampu memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung.

    Jenis kacang yang umum dikonsumsi antara lain, almond, pistachio, kacang mete, walnut dan kacang tanah.

    6. Jahe

    Ilustrasi jahe maduIlustrasi jahe madu Foto: Getty Images/udra


    Jangan lupa stok jahe. Rempah satu ini digunakan baik untuk masakan maupun pengobatan untuk berbagai masalah kesehatan. Merasa tidak enak badan atau perut tidak nyaman? Cukup minum air rebusan jahe.

    7. Teh hijau
    Teh hijau punya reputasi menakjubkan sebagai minuman diet. Meski tidak sedang diet, Anda patut menyimpan stok teh hijau di dapur.

    Melansir dari Real Simple, teh hijau memiliki khasiat antiperadangan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut riset, teh hijau pun mampu melindungi otak dari dampak penuaan.

    8. Chia seed

    Chia seed dan Biji SelasihChia seed dFoto: iStock

    Chia seed alias biji chia dapat dijadikan sumber antioksidan dan mineral yang sangat baik buat tubuh. Selain itu, kandungan serat dan asam lemak omega-3 membuatnya cocok ditambahkan ke dalam menu sarapan seperti smoothie atau oatmeal. Biji chia pun bisa bertahan selama beberapa bulan di dapur jadi tidak perlu khawatir cepat rusak.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “8 ‘Superfood’ yang Wajib Ada di Dapur, Tubuh Bugar dan Cegah Penyakit”

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Tahu Bisa Jadi Sumber Protein Nabati, Ini Manfaat Sehatnya

    Tahu Bisa Jadi Sumber Protein Nabati, Ini Manfaat Sehatnya


    Jakarta

    Tahu bisa menjadi asupan protein nabati yang lezat. Terbuat dari kacang kedelai, tahu juga menyimpan beragam manfaat. Jadi, apakah benar baik untuk kesehatan?

    Tahu menjadi makanan yang umum dikonsumsi oleh orang Indonesia. Jenisnya juga beragam, ada tahu putih, tahu kuning, hingga tahu goreng.

    Dilansir dari Delish (22/2), tahu diketahui menjadi asupan protein nabati yang lezat. Banyak kandungan nutrisi di dalam tahu yang membuat sajian ini sebagai pilihan sehat terutama untuk vegetarian.


    Tahu Sumber Protein Nabati

    Resep Tumis Tahu Saus Tiram Wijentahu Foto: Getty Images

    Lauren Manaker, selaku ahli diet mengatakan, “Tahu merupakan sumber protein baik yang menyediakan sembilan asam amino esensial.”

    Selain itu tahu juga menyimpan sumber nutrisi, seperti zat besi, kalsium, dan magnesium. Serta rendah lemak jenuh dan bebas kolesterol.

    Untuk kandungan proteinnya, dalam 100 gram tahu mengandung sekitar 8 gram protein, seperti dikutip dari USDA. Kandungan protein pada tahu ini takarannya mirip dengan sajian yogurt Yunani atau keju cottage.

    Manfaat Sehat Tahu

    Tahu juga diketahui merupakan sumber vitamin A, C, D, E, K, dan B yang baik. Selain itu, menurut Theresa Gentile, tahu juga menyediakan asupan zat besi dan asam lemak omega-3 harian.

    Manfaat dari mengonsumsi tahu juga terkait dengan isoflavon yang merupakan senyawa untuk mendukung kepadatan tulang, mengurangi risiko kanker, menurunkan kolesterol jahat, hingga melawan stres oksidatif.

    Sebagai sumber protein nabati, banyak orang yang mengonsumsi tahu sebagai menu diet. Kandungan kalorinya juga rendah, sekitar 76 kcal per 100 gram tahu, seperti dikutip dari USDA.

    Penjelasan mengenai tahu sehat bagi tubuh ada di halaman selanjutnya…

    Olahan Tahu yang Sehat

    Seorang ahli diet kardiologi preventif, Michelle Routhenstein menyarankan untuk mengolah tahu menjadi berbagai jenis sajian. Biasanya ia memanggang atau menumis tahu dengan tambahan sayuran dan biji-bijian utuh agar kaya nutrisi.

    “Untuk menambah rasa, saya suka merendam tahu dalam campuran rempah, seperti oregano, basil, dan bubuk bawang putih. Lalu, sering juga disantap dengan tambahan saus chimichurri, minyak zaitun, peterseli, dan lainnya,” ujar Routhenstein.

    Routhenstein juga menyarankan untuk menghindari menggoreng tahu dengan suhu yang tinggi. Ini dilakukan untuk menghentikan pembentukan glikasi lanjut yang justru dapat menyebabkan peradangan.

    Tahu Juga Berefek Buruk

    Namun, tahu juga dianggap buruk bagi kesehatan karena mengaitkan konsumsinya dapat menyebabkan kanker payudara. Hal ini terjadi setelah adanya penelitian pada tikus yang dirancang dengan buruk.

    Routhenstein juga menjelaskan bahwa fakta tersebut sudah dibantah dalam studi klinik manusia yang berbasis bukti dan menunjukkan bahwa kacang kedelai dapat mengurangi risiko kanker terkait hormon tertentu. Seperti penelitian meta-analisis tahun 2022 yang menemukan konsumsi isoflavon dapat mengurangi risiko kanker payudara pada wanita pra dan pasca-menopause.

    Namun, tentu saja tak semua orang aman mengonsumsi tahu. Mereka yang alergi terhadap kacang-kacangan harus menghindari asupan tahu. Selain itu, orang dengan masalah tiroid, khususnya hipotiroidisme juga perlu mengurangi asupan kacang kedelai.

    Penderita batu ginjal dan batu empedu juga dianjurkan untuk menghindari konsumsi tahu. Ini karena adanya kandungan oksalat yang dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Susu Kecoak Disebut Bisa Jadi Alternatif Pangan Masa Depan

    Susu Kecoak Disebut Bisa Jadi Alternatif Pangan Masa Depan


    Jakarta

    Susu kecoak mungkin tak pernah terpikir di benak banyak orang, tapi peneliti mengungkap susu kecoak termasuk jenis susu bergizi. Susu kecoak mengandung kalori 3 kali lebih banyak dibanding susu kerbau.

    Kecoak adalah serangga yang kerap dihindari karena dianggap kotor dan menjijikkan. Namun, siapa sangka, kecoak bisa dimanfaatkan untuk diambil susunya.

    Tidak seperti susu sapi yang dihasilkan dengan cara memerah payudara sapi betina, susu kecoak tidak diperah dari kecoak. Susu kecoak adalah cairan kekuningan yang mengkristal di dalam perut kecoak.


    Zat ini kaya akan protein, asam amino, dan gula sehat, yang semuanya penting untuk fungsi tubuh seperti perbaikan dan pertumbuhan sel. Para peneliti menemukan bahwa susu kecoak mengandung kalori 3 kali lebih banyak daripada susu kerbau, yang sebelumnya diketahui sebagai susu mamalia paling padat kalori.

    Mengutip Free Press Journal (24/2/2025), susu kecoak beberapa tahun terakhir menarik perhatian para ilmuwan dan ahli gizi. Pada 2016, misalnya, peneliti mempelajari zat seperti susu yang diproduksi oleh kecoak kumbang Pasifik betina untuk memberi makan anak-anaknya.

    Temuan mereka yang dipublikasikan dalam Journal of the International Union of Crystallography, menunjukkan bahwa cairan ini bisa jadi merupakan salah satu zat yang paling padat nutrisi di bumi.

    Apakah manusia bisa minum susu kecoak?

    susu kecoaFoto: iStock

    Meskipun profil nutrisinya mengesankan, susu kecoak saat ini tidak tersedia untuk dikonsumsi manusia. Kendala terbesarnya adalah produksi.

    Kecoak hanya menghasilkan sedikit cairan ini, sehingga ekstraksi komersial hampir mustahil. Tidak seperti sapi atau kambing, serangga ini tidak dapat ‘diperah’ dalam pengertian tradisional.

    Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa rekayasa genetika dapat menjadi solusi yang memungkinkan. Caranya dengan mentransfer gen penghasil susu kecoak dalam kultur ragi sehingga memungkinkan produksi skala besar. Namun, tidak ada penelitian konklusif yang membuktikan bahwa susu kecoak aman untuk dikonsumsi manusia.

    Menurut National Institutes of Health Amerika Serikat, “Studi menunjukkan bahwa susu kecoak memiliki kandungan energi yang jauh lebih tinggi daripada susu tradisional, sehingga menjadikannya makanan super yang potensial.”

    Pihaknya melanjutkan, “Struktur protein susu kecoak yang unik memungkinkan pelepasan nutrisi secara stabil, sehingga sangat efisien untuk pertumbuhan dan perkembangan. Meskipun belum tersedia untuk dikonsumsi, susu kecoak dapat menjadi sumber makanan alternatif yang penting di masa mendatang.”

    Potensi konsumsi susu kecoak

    susu kecoaFoto: Istimewa

    Meningkatnya permintaan akan alternatif makanan bebas susu dan berkelanjutan membuat susu kecoak tetap menjadi bahan perbincangan. Namun, kelayakan komersialnya masih belum pasti.

    Dalam sebuah wawancara dengan Health, Barbara Stay, PhD, profesor emerita di University of Iowa, mengatakan, “Saya rasa tidak mungkin ada orang yang akan meminumnya dalam waktu dekat. Saya tidak tahu berapa biaya yang diperlukan untuk membuat dan kemudian memproduksinya dalam jumlah berapa pun.”

    Meskipun idenya mungkin tampak tidak masuk akal, potensi manfaat nutrisi dari susu kecoak terus menarik minat para peneliti. Apakah susu kecoak akan masuk ke pasar makanan umum atau tidak, ke depannya masih harus dilihat.

    Sebelumnya, penelitian terhadap susu kecoak jenis Pacific Beetle mengungkap susu ini memiliki protein 4 kali lipat lebih tinggi dibanding susu sapi biasa.

    Susu kecoak juga mengandung asam amino, yang penting untuk pertumbuhan sel, menjaga tubuh tetap sehat, dan kandungan gula untuk pasokan energi.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Batasi Konsumsi 5 Makanan Ini Agar Ginjal Tetap Sehat

    Batasi Konsumsi 5 Makanan Ini Agar Ginjal Tetap Sehat


    Jakarta

    Paus Fransiskus dikabarkan alami gangguan ringan pada bagian ginjalnya. Ada beberapa makanan yang ternyata tak disarankan ahli agar ginjal tetap sehat.

    Paus Fransiskus beberapa waktu lalu sempat mengunjungi Indonesia hingga melakukan misa besar. Ternyata kondisinya kini sedang tak baik-baik saja.

    Melansir detikHealth (24/2) sudah genap 11 hari sejak Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit. Salah satu diagnosa dari hasil darahnya ialah gagal ginjal awal yang ringan dan diakui dokter yang menanganinya masih bisa diatasi.


    Ternyata kondisi kesehatan ginjal salah satu faktor besarnya dipengaruhi dari asupan makanan yang tepat. Untuk menjaga kondisi ginjal tetap sehat dan terus berfungsi secara normal ada beberapa jenis makanan yang tak disarankan untuk dikonsumsi secara rutin.

    Baca juga: Mantan Chef Hotel Ini Pilih Jadi Penjual Makanan di Foodcourt

    Berikut 5 makanan yang disarankan untuk ginjal melansir Healthline:

    Batası Konsumsi 5 Makanan Ini Agar Ginjal Tetap SehatMinuman soda mengandung fosfor tambahan yang dapat mengendap di dalam ginjal. Foto: Getty Images/iStockphoto/bombuscreative

    1. Minuman Soda

    Soda ada banyak jenisnya, salah satu yang populer biasanya memiliki warna yang pekat atau rasa yang kuat. Sebagaimana telah menjadi rahasia umum bahwa soda memiliki kandungan kalori dan zat tambahan yang cukup mengkhawatirkan.

    Pada proses pembuatannya ada penambahan fosfor yang dilakukan pada soda guna membentuk rasa yang enak, sebagai pengawet, hingga mencegah perubahan warna. Fosfor tambahan tersebut diserap oleh tubuh dengan maksimal sebagaimana tubuh menyerap fosfor alami.

    Fosfor tambahan tertentu berbeda dengan yang alami, jenis fosfor ini tidak terbuat dari protein melainkan dibentuk oleh garam. Sederhananya, ahli mengungkap semakin pekat warna soda maka semakin banyak fosfor buatan yang ditambahkan dan berisiko lebih tinggi terhadap ginjal.

    2. Alpukat

    Sebagai buah dengan kadar lemak sehat yang tinggi ternyata alpukat juga memiliki efek samping. Walaupun direkomendasikan sebagai salah satu asupan makanan sehat tetapi alpukat juga memiliki kandungan potasium yang tinggi.

    Tingginya potasium di dalam suatu makanan dapat berdampak kurang baik terhadap ginjal. Apalagi jika konsumen telah memiliki penyakit ginjal bawaan yang lebih berisiko tinggi.

    Dalam sebuah alpukat berukuran sedang kandungan potasiumnya mencapai 690 miligram, sehingga bagi penderita gangguan ginjal hanya disarankan untuk mengonsumsi 1.4 bagiannya saja. Tetapi takarannya sendiri tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan bila perlu melalui konsultasi dokter yang berwenang.

    Asupan lain yang dapat mengganggu kesehatan ginjal ada di halaman berikutnya.

    3. Makanan kalengan

    Dalam proses pembuatannya, makanan kalengan membutuhkan garam tambahan yang tinggi guna menjaga kesegarannya tetap lama. Baik sup, sayur, atau bahkan kacang-kacangan yang dikemas dalam kaleng pasti menggunakan kadar garam yang tinggi.

    Konsumsi sodium yang berlebihan ini menjadi masalah besar yang siap mengganggu kesehatan ginjal. Hal ini yang membuat banyak ahli menyarankan pembatasan konsumsi garam harian terutama untuk penderita gangguan kesehatan pada ginjalnya.

    Namun tak perlu khawatir karena makanan kalengan tetap bisa dikonsumsi. Hanya saja disarankan untuk memilih label ‘tanpa garam tambahan’ untuk memastikan kandungan gramnya tak terlalu tinggi.

    4. Roti gandum

    Batası Konsumsi 5 Makanan Ini Agar Ginjal Tetap SehatWalaupun dianggap sehat, roti gandum memiliki kandungan fosfor dan potasium yang tinggi. Foto: Getty Images/iStockphoto/bombuscreative

    Jika berbicara kandungan indeks glikemiknya, roti yang terbuat dari bahan gandum lebih direkomendasikan daripada roti berbahan tepung terigu. Tetapi bagi penderita gangguan ginjal, roti gandum justru tak disarankan.

    Gandum secara alami memiliki kandungan fosfor dan potasium yang tinggi. Pada satu iris roti gandum berukuran sedang atau seberat 36 gram kandungan fosfornya mencapai 76 miligram, begitu pula dengan potasiumnya pada kadar 90 miligram.

    Sementara pada roti berbahan tepung terigu dengan takaran yang sama kandungan fosfor dan potasiumnya hanya 32 miligram. Untuk menjaga kesehatan ginjal diperlukan juga senantiasa memeriksa label kemasan dan memastikan tak ada garam tambahan pada roti yang dibeli.

    5. Pisang

    Sering dianggap sumber energi praktis, pisang memiliki kandungan potasium yang tinggi. Manfaat baiknya ini tidak bisa dianggap sama menguntungkan pada kondisi ginjal yang terganggu.

    Satu buah pisang dengan ukuran sedang kadar potasiumnya mencapai 422 miligram. Ketika menerima kandungan potasium yang berlebihan, ginjal tidak bisa membersihkan sisa endapannya secara alami.

    Sehingga dikhawatirkan sisa potasium tersebut akan mengganggu kinerja ginjal. Para ahli lebih menyarankan untuk konsumsi nanas yang rendah potasium sebagai alternatif mengonsumsi pisang.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Minum 5 Teh Korea Ini Bantu Tingkatkan Imunitas Tubuh

    Minum 5 Teh Korea Ini Bantu Tingkatkan Imunitas Tubuh


    Jakarta

    Racikan teh khas Korea menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk 5 jenis teh ini yang baik untuk meningkatkan imunitas tubuh.

    Selain makanannya, Korea juga terkenal dengan racikan minuman herbalnya yang tak kalah bermanfaat. Salah satunya dalam membantu meningkatkan imunitas tubuh.

    Racikan teh khas Korea ini banyak yang mengandung herbal, seperti ginseng atau teh citron yang tinggi vitamin C.


    Teh Korea juga sering mengandung antioksidan yang dapat membantu tubuh melawan radikal bebas dan mengurangi peradangan.

    Ritual minum teh ini juga bisa membantu menenangkan tubuh, mengurangi stress, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

    Melansir healthshots.com (21/02/2025), berikut 5 jenis teh Korea yang bagus dinikmati.

    1. Teh ginseng

    teh KoreaTeh ginseng menjadi salah satu teh Korea populer dengan manfaatnya. Foto: adobe stock / iStock

    Ginseng telah menjadi herbal andalan warga Korea. Bisa juga diracik menjadi teh dengan menggunakan bagian akar ginseng yang kuat.

    Teh ginseng dikenal sebagai penambah energi alami yang diyakini dapat merevitalisasi tubuh dan pikiran.

    Menurut situs Health Shots, sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Ginseng Research menemukan bahwa teh ini sejak lama sudah dipakai untuk mengurangi kelelahan, meningkat kejernihan mental, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

    Ginseng juga dianggap memiliki efek daptogenik, berarti dapat membantu tubuh beradaptasi dengan stress.

    Kandungan antioksidan tinggi dalam teh ini juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh terhindar dari penyakit.

    2. Teh jahe

    5 Khasiat Racikan Teh Jahe Campur Cengkeh untuk Turunkan BBKonsumi teh jahe bisa merileksan tubuh dan meningkatkan imunitas. Foto: Getty Images/Prasenjit Kar

    Jahe juga bermanfaat baik untuk kesehatan tubuh.

    Teh yang menghangatkan ini dikenal dengan kemampuannya untuk merileksan tubuh dan memberi energi.

    Jahe juga memiliki sifat anti inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan di tubuh. Hal ini menjadi kabar baik karena peradangan sering menjadi faktor dalam berbagai kondisi kesehatan.

    Ditambah lagi jahe memang memiliki kemampuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan pertahanan tubuh dari penyakit.

    Minum teh jahe juga baik untuk menghangatkan tenggorokan, menjadikannya obat yang baik pada musim flu dan batuk.

    Jenis teh Korea lainnya yang baik untuk meningkatkan imunitas tubuh bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Teh omija

    teh KoreaKandungan di dalam teh omija bisa melindungi kerusakan sel. Foto: adobe stock / iStock

    Teh omija khas Korea juga bisa dikonsumsi. Terbuat dari omija atau buah berbentuk seperti berry.

    Teh ini dikenal dengan rasanya yang kompleks, perpaduan antara manis, asam, pahit.

    Menurut ahli gizi Gauri Anand, buah omija sendiri tinggi akan antioksidan yang dapat melindungi dari kerusakan sel akibat radikal bebas.

    Secara tradisional teh ini juga sudah digunakan untuk meningkatkan kesehatan pernapasan dan bisa membantu meredakan batuk dan sakit tenggorokan.

    4. Teh hijau

    teh KoreaTeh hijau atau nokcha juga bisa meningkatkan imunitas. Foto: adobe stock / iStock

    Di Korea, teh hijau dikenal dengan sebutan Nokcha.

    Dikenal sebagai minuman yang kaya akan antioksidan, senyawa penting untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Antioksidan di dalamnya memainkan peran penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit secara lebih efektif.

    Konsumsi teh hijau secara teratur juga dapat membantu mengurangi risiko terkena berbagai macam penyakit kronis.

    5. Teh jeruk citron

    teh KoreaTeh jeruk citron juga bermanfaat karena kandungan vitamin Cnya. Foto: adobe stock / iStock

    Teh citron dibuat dengan bahan dasar kulit buah citron yang diiris tipis. Dikenal memiliki rasa mirip seperti lemon, dengan rasa asam tajam serta menawarkan banyak manfaat kesehatan.

    Teh ini tinggi akan kandungan vitamin C, yang menjadi bahan penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh sehat.

    Untuk membuatnya, diperlukan buah citron diiris tipis, lalu ditambah dengan gula dan madu. Dicampur sampai mendapatkan konsistensi yang kental seperti selai, lalu diseduh menjadi minuman teh.

    Selain rasanya yang enak dan menyegarkan, teh ini juga bisa mengatasi masalah gejala flu dan batuk.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini Risiko Makan Sushi Menurut Dokter, Bisa Terjangkit Parasit!

    Ini Risiko Makan Sushi Menurut Dokter, Bisa Terjangkit Parasit!


    Jakarta

    Berasal dari Jepang, sushi jadi makanan populer di dunia. Tapi banyak dokter yang mengingatkan risiko kesehatan dari makan sushi.

    Sushi adalah hidangan khas Jepang yang terdiri dari nasi yang dibumbui dengan cuka, gula, dan garam. Diberi topping atau isian berbagai bahan seperti ikan mentah, makanan laut (seafood), sayuran hingga telur.

    Ciri khasnya memang terdapat pada penggunaan ikan segar atau seafood yang masih mentah. Walau sushi bukan makanan yang berbahaya, tapi ada banyak risiko dan efek samping kesehatan jika makan sushi sembarangan atau makan sushi yang kualitas ikan dan seafood buruk.


    Karena jika ikan yang diguanakan untuk sushi seperti salmon dan tuna tidak diolah dengan benar, maka ikan tersebut bisa menjadi sumber bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan gejala mirip keracunan makanan seperti mual, muntah, dan diare yang parah.

    Ini Risiko Makan Sushi Menurut Dokter, Bisa Terjangkit Parasit!Ini Risiko Makan Sushi Menurut Dokter, Bisa Terjangkit Parasit! Foto: Site News

    Dilansir dari DailyMailUK (26/02), beberapa waktu lalu ada turis yang berasa dari Inggris liburan ke Thailand, Jepang dan Hawaii. Turis wanita ini jatuh sakit setelah menyantap ikan mentah dan olahan seafood lainnya yang berpotensi membawa parasit.

    Ketika diperiksa di Hawaii, turis itu ternyata mengidap meningitis langka, yaitu berupa peradangan pada lapisan otak dan sumsum belakang. Saat gelajanya semakin memburuk, dokter melakukan tes lagi sampai akhirnya menemukan wanita itu terkena infeksi parasit. Kemungkinan besar dari makanan laut yang dikonsumsi sudah terkontaminasi lendir siput atau bekicot. Untungnya nyawanya tertolong, turis wanita ini boleh pulang setelah dirawat selama empat hari.

    Belum diketahui secara pasti bagaimana ia terinfeksi parasit ini, tetapi selama liburannya ke Thailand dan Jepang, ia mengaku banyak mengonsumsi makanan kaki lima dan sushi.

    Dari sini muncul spekulasi bahwa menyantap olahan daging ikan yang masih mentah, bisa memiliki risiko tinggi terserang bakteri seperti listeria, vibrio atau salmonella.

    Ini Risiko Makan Sushi Menurut Dokter, Bisa Terjangkit Parasit!Ini Risiko Makan Sushi Menurut Dokter, Bisa Terjangkit Parasit! Foto: Site News

    Ikan secara alami bisa mengandung parasit, tapi proses pembekuan biasanya membunuh parasit tersebut. Jika ikan yang digunakan untuk sushi tidak dibekukan dengan benar, ditangani secara tidak bersih, atau dilumerkan dengan cara yang salah, parasit masih bisa bertahan di dalam ikan.

    “Kasus seperti ini memang jarang terjadi. Tapi, tidak ada proses pengolahan makanan yang benar-benar sempurna. Selalu ada kemungkinan sesuatu bisa salah.” jelas Dr. Brian Labus dari University of Nevada, Las Vegas.

    Menurut Dr. Brian, cacing parasit jenis anisakis sering ditemukan pada ikan dan bisa menyebabkan anisakiasis. Cacing ini bisa menyerang dinding lambung atau usus dan menyebabkan sakit perut yang parah, mual, dan muntah.

    Beberapa orang bisa mengalami pendarahan pada sistem pencernaan, penyumbatan usus, dan peradangan di dinding dalam perut.

    Di Jepang sendiri, ada lebih dari 3.000 orang terjangkit anisakis setiap tahunnya. Jadi Dr. Labus menambahkan bahwa berbagai jenis ikan memiliki parasit yang berbeda, tapi untuk menghindarinya, orang-orang bisa memilih menyantap ikan segar yang kualitasnya bagus.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Hati-Hati! 5 Sayuran Ini Bisa Picu Peradangan dengan Kondisi Tertentu

    Hati-Hati! 5 Sayuran Ini Bisa Picu Peradangan dengan Kondisi Tertentu


    Jakarta

    Tidak semua konsumsi sayuran memberikan manfaat bagi kesehatan. Pasalnya, beberapa jenis sayuran bisa menimbulkan efek samping peradangan pada orang dengan kondisi tertentu.

    Sayuran dikenal sebagai makanan menyehatkan karena didalamnya terkandung banyak nutrisi, termasuk serat, vitamin, dan antioksidan.

    Bahkan, setiap hari seseorang disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 5 porsi sayur dan buah dengan total 400 gram.


    Meskipun begitu, jenis sayuran yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Pasalnya, ada sejumlah sayuran yang menyebabkan peradangan.

    Peradangan merupakan respon tubuh terhadap zat berbahaya, seperti virus, saat sistem kekebalan tubuh mencoba memperbaiki masalah dan menyembuhkan sel yang rusak.

    Peradangan jangka pendek dapat membantu melindungi tubuh, tetapi peradangan kronis bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

    Selain itu, peradangan juga bisa mengakibatkan rasa tidak nyaman dan memperburuk gejala autoimun pada beberapa orang.

    Untuk menghindari efek peradangan, sebaiknya orang dengan kondisi kesehatan tertentu, perlu menghindari konsumsi beberapa jenis sayuran.

    Melansir health.com (03/02/2025), berikut daftar sayuran yang konsumsinya picu peradangan pada beberapa kondisi:

    1. Terong

    manfaat konsumsi terongTerong kaya akan nutrisi tetapi bisa sebabkan peradangan pada beberapa orang. Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Sayuran berwarna ungu ini tinggi antioksidan, vitamin, dan serat yang berpotensi baik untuk kesehatan tubuh.

    Namun, makan terong dapat menyebabkan peradangan pada penderita artritis reumatoid (peradangan pada sendi yang terjadi akibat gangguan autoimun).

    Terong mengandung solanin, yang dapat menyebabkan kerusakan tulang dan sendi. Penelitian yang disebut situs health.com menyebut solanin bisa memperburuk gejala kondisi kesehatan seperti radang sendi dan penyakit autoimun lainnya.

    Oleh karena itu, mereka yang sensitif atau punya masalah autoimun lebih baik membatasi atau menghindarinya.

    2. Tomat

    7 Fakta Tomat yang Keliru, Tergolong Sayuran dan Disimpan di KulkasKonsumsi tomat juga bisa sebabkan peradangan kronis karena kandunggan solaninnya. Foto: Daily Meal

    Tomat juga bisa menyebabkan peradangan kronis. Di dalamnya terkandung alkaloid, seperti solanin yang dapat memicu respon peradangan pada beberapa orang.

    Mereka yang sensitif atau punya penyakit autoimun artritis reumatoid dapat mengalami peradangan usai makan tomat.

    Ketika kadar purin yang menjadi pemicu asam urat tinggi, hal tersebut bisa membentuk kristal di sekitar persendian, dan akhirnya menyebabkan peradangan dan nyeri sendi.

    Kandungan asam pada tomat juga bisa mengiritasi saluran pencernaan, menyebabkan peradangan dalam usus.

    Daftar sayuran lain yang bisa sebabkan peradangan dapat dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Kentang

    KentangKandungan solanin pada kentang bisa memberikan efek peradangan. Foto: Getty Images/elenaleonova

    Pada sebagian orang, kentang juga bisa menyebabkan peradangan.

    Di dalamnya terkandung solanin, yang bisa memicu respon peradangan, terutama pada orang dengan riwayat sendi.

    Penelitian yang disebut situs health.com juga menemukan solanin dapat memperburuk kerusakan tulang dan sendi melalui efeknya pada kalsium dalam tubuh.

    Selain itu kentang dianggap sebagai makanan dengan kandungan indeks glikemik tinggi. Bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Lonjakan kadar gula darah memiliki efek peradangan.

    Oleh karena itu, menyesuaikan porsi kentang menjadi hal penting supaya mampu mengurangi lonjakan gula darah dan peradangan.

    4. Paprika

    Paprika dikenal sebagai sayur yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Sayangnya, mereka juga mengandung senyawa yang dapat menimbulkan peradangan.

    Paprika mengandung capsaicin dan solanin. Capsaicin merupakan zat yang menyebabkan rasa pedas pada cabai. Zat ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita sindrom iritasi usus besar (IBS) atau gangguan gastrointestinal lainnya.

    Kandungan solanin di dalamnya juga telah dikaitkan dengan peradangan, terutama bagi mereka yang punya riwayat radang sendi.

    5. Cabai

    cabai merahKonsumsi cabai juga perlu dperhatikan karena bisa sebabkan peradangan. Foto: Getty Images

    Di dalam cabai terkandung zat disebut capsaicin yang memiliki efek pedas. Namun, capsaicin ini dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal bagi sebagian orang.

    Capsaicin melepaskan zat kimia yang menyebabkan peradangan dan memicu terjadinya iritasi gastrointestinal.

    Menurut BfR, penelitian pada manusia juga menunjukkan bahwa capsaicin dalam dosis tinggi bisa menyebabkan sejumlah gejala, seperti mulas, refluks asam, mual, diare, serta nyeri pada perut dan dada.

    Orang yang rentan terhadap refluks asam atau dengan kondisi usus lainnya perlu membatasi asupan cabai. Kalau tidak, pilih alternatif cabai lain yang punya tingkat pedas lebih ringan.

    Sesuaikan juga ukuran porsi sesuai kebutuhan dan toleransi masing-masing.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Makanan Terburuk untuk Sahur, Bikin Badan Lemas dan Cepat Haus

    7 Makanan Terburuk untuk Sahur, Bikin Badan Lemas dan Cepat Haus


    Jakarta

    Saat sahur, penting memilih asupan makanan yang tepat agar tidak cepat lemas dan haus. Hindari pula konsumsi jenis makanan berikut ini agar puasa lebih nyaman.

    Sahur merupakan waktu makan penting selama ramadan. Tak hanya untuk mengisi energi secara fisik, tapi juga merupakan amalan yang mengundang keberkahan.

    Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits, dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda,


    تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

    Artinya: “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR Bukhari)

    Dalam memilih makanan saat sahur, ada baiknya memperhatikan kandungan gizinya. Jangan sampai keliru karena bisa menyebabkan efek samping, seperti mudah lemas dan cepat lapar.

    Hindari daftar makanan terburuk untuk sahur berikut ini:

    1. Makanan tinggi garam

    Makanan tinggi garam atau asin memang nikmat disantap, tapi sebaiknya dihindari saat sahur. Konsumsinya tak hanya menaikkan tekanan darah, tapi juga membuat kamu cepat haus selama puasa, seperti diungkap situs Masnad Health Clinic (4/3/2025).

    Makanan tinggi garam bukan hanya makanan rumahan yang ditambahkan banyak garam, melainkan juga mie instan, makanan olahan seperti keripik kentang, nugget, pizza, dan banyak lainnya.

    Cobalah untuk mengurangi garam pada makanan dan bandingkan informasi nutrisi makanan kemasan untuk melihat mana yang mengandung lebih sedikit garam. Pastikan kandungan natriumnya 120 mg atau kurang per 100 gramnya.

    2. Makanan tinggi lemak

    Close up of Frying french fries in the fryer in hot oil.Foto: Getty Images/Tsvetomir Hristov

    Lemak memang diperlukan tubuh, tapi jenis lemak yang tak sehat apalagi dalam jumlah banyak, tidak disarankan. Hindari gorengan dan makanan lain yang secara alami tinggi lemak seperti mentega, keju, dan daging olahan.

    Konsumsi makanan tinggi lemak bisa menyebabkan nyeri ulu hati, memperparah refluks asam lambung dan peradangan, serta menambah asupan kalori. Penyebab terakhir inilah yang membuat berat badan kamu mungkin bertambah saat ramadan.

    Menghindari makanan tinggi lemak juga bisa menguntungkan kesehatan jantung. Sebaiknya beralih ke sumber lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat, serta sumber omega 3 dan omega 6 seperti ikan dan kacang-kacangan.

    3. Makanan manis

    Aneka es buah, kolak, hingga kue yang manis-manis kerap disantap saat sahur maupun buka puasa. Konsumsi jenis makanan ini bisa membuat kamu merasa sangat lemas, bahkan hanya selang 1-2 jam setelah sahur.

    Sebab makanan manis ini mengandung gula sederhana yang melepaskan energi dengan sangat cepat dan dalam waktu singkat. Makanan manis juga cepat meningkatkan kadar gula darah yang menyebabkan pelepasan insulin dalam jumlah besar sehingga membuat kamu merasa lelah.

    Hindari juga sumber makanan manis lain, seperti sereal olahan, roti, nasi, dan pasta karena makanan ini mengandung gula sederhana dan rendah serat yang membuat kamu cepat lapar.

    4. Minuman manis

    Jus buah kemasan bisa jadi haram karena beberapa halFoto: iStock

    Tak hanya makanan manis, waspadai juga konsumsi minuman manis saat sahur. Misalnya jus buah kemasan, yogurt kemasan, minuman soda, atau minuman energi yang mungkin menarik selera.

    Tingginya kandungan gula pada minuman manis bisa membuat kenaikan kadar gula darah dalam waktu singkat. Alhasil kamu jadi cepat lapar meski sudah makan cukup saat sahur.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    5. Makanan pedas dan banyak rempah

    Saat sahur, hindari konsumsi makanan pedas atau yang dibuat dengan banyak rempah. Makanan ini bisa bikin perut tak nyaman, seperti meningkatkan asam lambung dan memicu efek maag lainnya, seperti diungkap Times of India.

    Terlebih jika makanan tersebut dikonsumsi pagi hari. Besar kemungkinan akan menimbulkan risiko lain seperti sakit perut, mulas, atau mual.

    6. Sumber kafein

    Waktu minum teh berdasarkan jenisnyaFoto: Getty Images/krblokhin

    Konsumsi kafein memang bisa mendorong energi, tapi jika berlebihan maka akan merugikan saat puasa. Minuman kafein, seperti kopi dan teh, sebaiknya dikonsumsi tak lebih dari 1 cangkir per hari.

    Kafein bisa membuat kamu dehidrasi karena bersifat diuretik. Intensitas buang air kecil pun bakal lebih sering selama seharian berpuasa.

    7. Makan terlalu banyak

    Tak hanya jenis makanannya, porsi makan juga perlu diperhatikan ketika sahur. Jika makan terlalu banyak, maka perut bisa jadi malah kembung dan terasa tak nyaman.

    Saat sahur lebih baik konsumsi makanan porsi kecil dan bergizi seimbang. Dengan begitu tingkat energi akan dilepas secara stabil dan kamu tidak mudah merasa lemas.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Buka Puasa dengan yang Manis Bisa Bikin Badan Lesu, Ini 5 Faktanya!

    Buka Puasa dengan yang Manis Bisa Bikin Badan Lesu, Ini 5 Faktanya!


    Jakarta

    Berbuka puasa dengan yang manis memang menyenangkan. Namun, tahukah kamu bahwa hal tersebut bisa menyebabkan tubuh mudah lesu? Ini faktanya!

    Berangkat dari seruan “Berbukalah dengan yang manis” membuat banyak orang selalu menyediakan makanan manis untuk berbuka puasa. Mulai dari minuman, kolak, es campur hingga kue-kue.

    Rasa manis tersebut agaknya dapat mengembalikan energi yang terkuras setelah seharian berpuasa. Namun, jika berlebihan, justru bisa menyebabkan tubuh menjadi lesu.


    Hal tersebut disampaikan oleh Ahli gizi asal Malaysia Mohd Siddeq Azha Azahari, alih-alih berbuka dengan yang manis lebih baik berbuka dengan menu seimbang.

    Dikutip dari Sinar Daily (01/03/25) berikut faktanya!

    1. Apa itu makanan seimbang?

    Makanan sehatIlustrasi makanan gizi seimbang. Foto: Getty Images/Chiociolla

    Mohd Siddeq menjelaskan bahwa makanan seimbang adalah makanan yang mengandung semua nutrisi. Mulai dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat.

    Makanan yang dipenuhi nutrisi tersebut dapat menjaga energi agar tetap stabil, dan ini diperlukan saat menjalani ibadah puasa. Ketika berbuka, tubuh pun tetap berenergi.

    Menurut Mohd Siddeq, selama menjalani ibadah puasa, sistem metabolisme tubuh berfungsi seperti pada hari-hari biasa.

    2. Bahaya berbuka dengan yang manis

    Namun, ketika berbuka puasa sering kali mengakibatkan peningkatan asupan karbohidrat yang cukup signifikan. Hal ini dipicu dari kebiasaan makan makanan manis.

    Makanan manis tersebut dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat. Lalu, diikuti dengan penurunan tajam, sehingga menyebabkan tubuh menjadi lesu dan lelah.

    “Banyak orang yang mengalami masalah ini setiap tahun akibat mengonsumsi karbohidrat berkualitas rendah yang berlebihan,” tutur Mohd Siddeq.

    Kesalahan saat buka puasa dan tipsnya ada di halaman selanjutnya.

    3. Kebiasaan buka puasa yang salah

    Bakwan sayur, or bala-bala, or ote-ote, or vegetable fritter, is an Indonesian snack made from flour, cabbage, carrots, and bean sprouts, served with chili pepper, peanut sauce, or sambalIlustrasi gorengan bakwan yang biasa jadi takjil buka puasa. Foto: Getty Images/ary pranggawan

    Lebih lanjut, Siddeq juga menjelaskan kebiasaan buka puasa yang salah. Banyak orang yang selalu mengonsumsi makanan ringan terlebih dahulu saat berbuka puasa.

    “Kesalahan yang sering terjadi selama buka puasa adalah makan makanan ringan, seperti martabak lalu dipasangkan dengan minuman manis dalam jumlah yang banyak,” tuturnya.

    Kebiasaan makan seperti ini dapat menyebabkan penumpukan kalori dalam waktu sekejap. “Kuncinya adalah makanan seimbang untuk menjaga tubuh tetap berenergi,” lanjutnya.

    4. Menu buka puasa seimbang

    Siddeq mengatakan bahwa pendekatan terbaik untuk buka puasa adalah melengkapi dengan serat dan protein. Itu bagus untuk energi dan sistem pencernaan yang lancar.

    Alih-alih makan kudapan saat berbuka, lebih baik pilih makanan utama yang seimbang terlebih dahulu. Dengan ini kamu bisa merasakan seberapa kenyang.

    “Lalu bisa memutuskan apakah perlu ngemil lagi atau tidak. Kalau makan camilan dulu bisa kenyang duluan tanpa dapat nutrisi,” tutur Siddeq.

    5. Mengikuti sunnah Nabi

    kurmaKurma mampu memberikan kebutahan serat tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel

    Jika ingin yang lebih sederhana, Siddeq menyarankan agar mengikuti praktek sunnah Nabi Muhammad SAW, yakni mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil.

    “Kurma menyediakan serat, ini bisa membantu memberikan rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan,” tuturnya.

    Siddeq menegaskan bahwa jika mengandalkan makanan yang digoreng dan tinggi gula saat berbuka tidak akan memberikan rasa kenyang yang tahan lama.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 6 Asupan Ini Ramah Penderita GERD, Aman Dikonsumsi Saat Buka Puasa

    6 Asupan Ini Ramah Penderita GERD, Aman Dikonsumsi Saat Buka Puasa


    Jakarta

    Penderita GERD yang menjalani puasa ramadan tak bisa sembarangan mengonsumsi makanan dan minuman agar kondisi tetap sehat. Ini makanan dan minuman yang baik dikonsumsi!

    Para penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) biasanya disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang aman bagi kesehatan lambung. Selama Ramadan, penderita GERD juga harus memerhatikan asupan makanan dan minuman agar kondisi tetap aman dan puasa berjalan lancar.

    Mengutip dari Siloam Hospitals (22/8/2024), penderita GERD yang berpuasa perutnya akan kosong selama beberapa jam yang dapat menimbulkan naiknya asam lambung. Oleh karena itu, asupan saat berbuka puasa penting diperhatikan. Makanan mengandung karbohidrat kompleks hingga minum teh herbal bisa menjadi solusi.


    Berikut 6 makanan dan minuman untuk buka puasa bagi penderita GERD:

    1. Makanan dengan Karbohidrat Kompleks

    Penderita GERD harus mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks jika ingin asam lambung tak naik. Makanan karbohidrat kompleks itu di antaranya ada roti gandum, beras merah, oatmeal, dan lainnya.

    Makanan dengan kandungan tersebut juga memberikan efek kenyang yang lebih lama. Selain itu, makanan-makanan ini lebih mudah dicerna untuk menghindari terjadinya iritasi pada lapisan lambung.

    2. Makanan Rendah Lemak

    Asupan protein juga jangan sampai ditinggalkan oleh para penderita GERD. Namun, tak semua asupan protein baik untuk kondisi GERD, sebaiknya hindari yang mengandung lemak tinggi.

    Beberapa makanan yang mengandung protein dan rendah lemak adalah ikan, yogurt, tempe, tahu, dan dada ayam tanpa kulit. Kelima makanan ini bisa menjadi pilihan yang menarik untuk berbuka puasa.

    3. Kurma

    kurmakurma Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel

    Kurma menjadi makanan yang sunnah Rasul saat berbuka puasa. Anjurannya harus dikonsumsi dalam porsi ganjil, misalnya 1, 3, 5, dan jumlah ganjil lainnya. Kurma baik untuk penderita GERD karena mengandung serat alami.

    Selain itu, kurma juga mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Penderita GERD dianjurkan untuk mengonsumsi 3 buah kurma saat berbuka puasa sebelum menyantap hidangan utama.

    Cek untuk daftar minuman yang baik dikonsumsi di halaman selanjutnya…

    4. Susu Rendah Lemak

    Susu rendah lemak juga asupan yang aman dikonsumsi bagi penderita GERD saat berbuka puasa. Jangan mengonsumsi susu full cream, karena kandungan lemaknya yang tinggi sehingga sulit dicerna dan menyebabkan perut tak nyaman.

    Lemak yang terkandung dalam susu sapi ini juga dapat melunakkan otot stingter esofagus sehingga asam lambung lebih mudah naik. Selain susu rendah lemak, pilihan susu nabati juga baik dikonsumsi, seperti susu kacang kedelai, susu almond, dan lainnya.

    5. Air Kelapa

    Ilustrasi air kelapa mudaIlustrasi air kelapa muda Foto: Getty Images/iStockphoto/PitchyPix

    Air kelapa diketahui mengandung sejumlah nutrisi yang baik bagi kesehatan. Minuman yang menyegarkan ini juga umum dikonsumsi saat berbuka puasa, karena dapat meningkatkan jumlah elektrolit pada tubuh.

    Kandungan nutrisi yang terkandung dalam air kelapa berupa kalium dapat menjaga pH darah dan keseimbangan cairan tubuh. Sehingga refluks asam dapat dikelola dengan baik dan tak menyebabkan naiknya asam lambung.

    6. Teh Herbal

    Penderita GERD harus menghindari asupan kafein, karena dapat menyebabkan naiknya asam lambung. Selain kopi, teh hitam juga sebaiknya dihindari karena kandungan kafeinnya cukup tinggi.

    Namun, jika tetap ingin menikmati teh saat berbuka puasa bisa dengan alternatif teh herbal. Diketahui bahwa teh herbal bebas dari kafein. Di antaranya seperti teh jahe, teh kayu manis, dan lainnya.

    Teh licorice (teh akar manis) juga baik untuk konsumsi saat buka puasa bagi penderita GERD. Ini karena akar manis dapat meningkatkan produksi lendir yang melapisi dinding esofagus.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com