Author: admin

  • 5 Tips Ngopi Selama Ramadan agar Kesehatan Tetap Terjaga

    5 Tips Ngopi Selama Ramadan agar Kesehatan Tetap Terjaga


    Jakarta

    Kebiasaan minum kopi sering kali sulit ditinggalkan saat Ramadan. Pencinta kopi sebenarnya tetap bisa menikmati minuman favoritnya dengan cara sehat berikut ini.

    Penikmat kopi mungkin sudah tidak bisa lepas dari kebiasaan minum kopi. Namun, bulan Ramadan menjadi waktu dimana minum kopi perlu dibatasi karena umat Muslim berpuasa mulai dari fajar sampai terbenamnya matahari.

    Para penikmat kopi harus melakukan perubahan mendadak yang mampu menimbulkan rasa lelah atau sakit kepala.


    Namun, para pecinta kopi sebenarnya masih bisa menikmati kopi, hanya ritualnya diubah. Beberapa tips juga bisa diperhatikan supaya minum kopi selama Ramadan tidak membahayakan kesehatan.

    Melansir beberapa sumber, berikut 5 cara minum kopi yang sehat saat Ramadan.

    1. Optimalkan waktu minum kopi

    Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaOptimalkan waktu minum kopi baik saat sahur atau buka. Foto: Ilustrasi iStock

    Waktu minum kopi menjadi hal penting saat puasa. Melansir dekaranganjar.com, Dr Nazir menyarankan minum kopi dua jam sebelum waktu sahur berakhir. Takarannya juga tidak boleh berlebihan, cukup satu cangkir saja.

    Kopi juga bisa diminum setelah berbuka. Melansir ottencoffee.co.id(02/03/2024), para ahli menyarankan waktu terbaik untuk menikmatinya yaitu satu sampai dua jam setelah berbuka puasa.

    Minum kopi pada waktu ini bisa membantu tubuh lebih aktif dan berenergi untuk lanjut menjalankan ibadah tarawih dan tadarus.

    2. Pilih kopi rendah kafein

    Coffee cup and beans on wooden table. Top view.Kopi decaf yang lebi rendah kafein bisa dipilih. Foto: iStock

    Saat menjalani puasa, perut mungkin akan lebih sensitif terhadap makanan dan minuman yang masuk.

    Oleh karenanya, pertimbangkan untuk memilih kopi yang lebih rendah kafein. Minum kopi tinggi kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung dan mengendurkan sfingter esofagus. Akibatnya asam lambung naik atau GERD kambuh saat puasa.

    Selama puasa, sebaiknya pilih jenis kopi decaf yang memiliki kafein lebih rendah. Menurun National Coffee Association, dalam 100 ml kopi decaf hanya mengandung 2 mg kafein yang jauh lebih kecil daripada kopi reguler dengan kandungan kafein sampai 95 mg per 100 ml.

    Cara ngopi sehat saat Ramadan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Tetap jaga hidrasi tubuh

    Young woman drinking pure glass of waterJangan lupa tetap menjaga tubuh terhidrasi. Foto: Getty Images/seb_ra

    Hidrasi menjadi hal penting selama Ramadan. Sebab, selama berpuasa asupan cairan akan berkurang, berisiko terkena dehidrasi.

    Seimbangkan setiap cangkir kopi dengan banyak minum air putih untuk mengurangi efek diuretik kafein.

    Selain mencukupi kebutuhan air putih, bisa juga konsumsi makanan kaya air saat sahur dan buka puasa. Menikmati buah-buahan dan sayuran yang menyediakan hidrasi dan nutrisi, memastikan tubuh tetap terhidrasi dan berenergi selama puasa.

    4. Kurangi dosisnya

    Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaDosis minum kopi juga sebaiknya dikurangi saat Ramadan. Foto: Ilustrasi iStock

    Selama puasa, pola hidup juga biasanya berubah. Ritual minum kopi juga ikut berganti.

    Oleh karena itu, jika biasanya minum kopi 3 kali dalam sehari, mungkin bisa dikurangi jadi 1 atau 2 kali saja sehari.

    Dalam hitungan dosis, misalnya biasa minum 18 gram kopi, selama Ramadan dosisnya bisa dikurangi jadi 12 gram saja.

    Pasalnya, minum kopi berlebihan dapat menimbulkan risiko peningkatan asam lambung dan memperburuk sakit asam lambung yang dialami.

    5. Kurangi gula

    Selain mengurangi dosisnya, penting juga untuk mengurangi kandungan gula. Kopi akan lebih sehat jika dibuat tanpa campuran pemanis seperti gula. Hal ini juga penting karena konsumsi gula berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi saat puasa.

    Oleh karenanya, pemanis itu bisa diganti dengan bahan campuran alami lainnya. Segelas kopi bisa ditambah rempah-rempah, seperti kayu manis atau kapulaga. Bisa juga pemanis buatannya diganti menjadi madu uang lebih sehat.

    Menjalani puasa dengan sehat membutuhkan perhatian ekstra terhadap asupan cairan dalam tubuh. Selama lebih dari 12 jam menahan haus dan lapar, tubuh kehilangan banyak cairan serta mineral esensial yang berperan dalam menjaga keseimbangan metabolisme.

    Le Minerale, dengan kandungan mineral esensial alaminya, membantu menggantikan elektrolit yang hilang, menjaga keseimbangan cairan, serta membuat tubuh tetap segar dan berenergi sepanjang hari.

    Minum Le Minerale saat sahur membantu tubuh tetap bertenaga lebih lama, sementara saat berbuka, membantu mengembalikan kesegaran setelah seharian berpuasa. Dengan asupan cairan yang cukup dan berkualitas, puasa terasa lebih ringan, tubuh tetap bugar, dan aktivitas harian tetap optimal.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Tips Diet Saat Bulan Puasa agar Berat Badan Turun Maksimal

    7 Tips Diet Saat Bulan Puasa agar Berat Badan Turun Maksimal


    Jakarta

    Bulan puasa bisa jadi momen yang tepat untuk diet. Puasa dari subuh hingga magrib membantu usaha penurunan berat badan jika dibarengi dengan tips diet ini.

    Berpuasa di bulan Ramadan akan memudahkan diet karena tidak mengonsumsi makanan selama lebih dari 12 jam. Namun, di sisi lain, diet saat bulan puasa juga memiliki tantangan tersendiri karena banyak godaan makan yang datang setelah berbuka puasa.

    Agar diet berhasil, ada beberapa tips diet yang bisa dilakukan ketika bulan puasa. Mulai dari mengurangi konsumsi kalori hingga minum air yang cukup.


    Berikut 7 tips diet saat bulan puasa:

    1. Kurangi konsumsi kalori

    Hitung Kalori Makanan Ternyata Lebih Ampuh Turunkan BB Dibandingkan PuasaKurangi kalori untuk membantu menurunkan berat badan. Foto: Ilustrasi iStock

    Kunci diet menurunkan berat badan adalah mengurangi asupan kalori. Anda dapat mengurangi asupan 300-500 kalori per hari untuk menurunkan berat badan di bulan bulan puasa.

    Kalori bisa dikurangi dengan mengurangi porsi makanan saat buka dan sahur serta tidak mengonsumsi camilan. Kunci diet menurunkan berat badan adalah mengurangi asupan kalori. Anda dapat mengurangi asupan 300-500 kalori per hari untuk menurunkan berat badan di bulan bulan puasa.

    2. Pastikan asupan nutrisi terpenuhi

    Walaupun kalori dikurangi, pastikan asupan nutrisi tetap terpenuhi dengan baik. Selama diet di bulan puasa tubuh tetap membutuhkan nutrisi yang cukup dan bergizi seimbang.

    Pastikan nutrisi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral tercukupi selama bulan puasa walaupun kalori dikurangi. Pilihlah makanan yang tinggi nutrisi dan rendah kalori. Serta perbanyak makanan yang mengandung serat dan protein seperti sayuran, buah-buahan, ikan, tahu, dan tempe.

    3. Hindari makanan olahan

    5 Makanan Olahan yang Direkomendasikan Ahli Gizi untuk DikonsumsiHIndari makanan olahan. Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter

    Hindari mengonsumsi makanan olahan seperti makanan cepat saji karena mengandung tinggi gula, garam, dan lemak. Makanan ini rendah nutrisi dan juga tinggi kalori yang dapat meningkatkan berat badan. Sebaiknya konsumsi makanan sehat saat sahur dan berbuka puasa.

    Tips diet selama Ramadan ada di halaman selanjutnya.

    4. Kurangi camilan saat buka

    Aneka makanan dan minuman menggugah selera saat berbuka puasa. Namun, tahan diri agar tak mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan. Makanan-makanan ini tinggi gula yang dikaitkan dengan penambahan berat badan dan obesitas sehingga dapat menggagalkan diet.

    5. Olahraga

    Girl making exercises with dumb-bells in the park. Shalow depth of field.Ilustrasi olahraga. Foto: Getty Images/Mixmike

    Walaupun sedang di bulan Ramadan, luangkan waktu untuk tetap berolahraga. Berolahraga membantu diet di bulan puasa berjalan lebih efektif. Lakukan olahraga ringan di sore hari menjelang berbuka puasa atau di malam hari setelah berbuka maupun setelah salat tarawih.

    6. Cukup istirahat

    Istirahat yang cukup dikaitkan dengan program diet yang sukses. Di bulan puasa, pastikan Anda tetap tidur yang cukup 7-9 jam setiap hari. Jika perlu, tambah waktu tidur di siang hari untuk memenuhi kebutuhan istirahat.

    7. Minum air yang cukup

    Asal Usul Aturan Minum 8 Gelas Sehari, Apa Masih Efektif?Minum air putih yang cukup. Foto: Getty Images/KTStock

    Asupan air juga harus terpenuhi selama bulan puasa. Asupan air yang cukup akan membantu menurunkan berat badan. Setiap orang dewasa disarankan mengonsumsi air minum 2 liter setiap hari. Di bulan puasa, bagi konsumsi air minum dalam beberapa waktu misalnya saat berbuka, setelah salat, menjelang tidur, sebelum sahur, dan sebelum imsak.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “7 Cara Diet di Bulan Puasa yang Bantu Turunkan Berat Badan”

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Bolehkah Minum Kopi saat Sahur? Begini Efek Sampingnya

    Bolehkah Minum Kopi saat Sahur? Begini Efek Sampingnya

    Jakarta

    Sahur adalah waktu penting bagi umat Islam yang akan menunaikan ibadah puasa. Selain bernilai ibadah, makanan dan minuman yang dikonsumsi saat sahur menjadi sumber energi hingga waktu buka puasa tiba.

    Bagi penikmat kopi, sahur bisa menjadi dilema untuk mengonsumsi minuman favoritnya. Apakah tepat minum kopi ketika sahur? Berikut penjelasan dari para ahli yang bisa menjadi informasi berharga.

    Bolehkah Minum Kopi saat Sahur?

    Kopi adalah salah satu minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat sahur. Minuman ini berisiko mengakibatkan tubuh kekurangan cairan, hingga menjadi lemas saat puasa.


    Pengajar Prodi Kedokteran Keluarga FKUI dr Marinda Asiah Nuril Haya, MMed Sci, PhD mengatakan, kopi bisa membuat kita lebih sering buang air kecil. Hal ini karena sifat diuretik dalam kafein yang membuat kopi lebih dapat memicu produksi urine yang cenderung lebih banyak. Sehingga tubuh lebih sering ingin buang air kecil.

    Saat puasa cairan terus berkurang, sehingga minum kopi bisa menyebabkan risiko dehidrasi menjadi besar. Sifat booster yang dimiliki kopi bisa diterima tubuh. Meski begitu, tubuh juga akan mengeluarkan banyak cairan dalam waktu beberapa jam.

    “Mungkin efek kafeinnya bisa stay selama beberapa jam, tapi setelah itu efek buang air kecilnya justru bikin lemas kekurangan cairan dan dehidrasi. Oleh karena itu sebaiknya dihindari,” ujar dr Nuril.

    Kapan Sebaiknya Minum Kopi di Bulan Puasa?

    Saat bulan puasa, kopi sebaiknya dikonsumsi saat tiba waktu berbuka. Artinya, penikmat kopi harus menggeser sedikit waktu konsumsi minuman favorit yang biasa dilakukan di pagi hari.

    Dengan cara ini, cairan yang mungkin keluar setelah minum kopi bisa segera terganti. Penikmat kopi yang puasa tidak perlu mengalami dehidrasi dan lemas selama beribadah.

    Bagi yang tetap ingin mengonsumsi kopi di waktu sahur, dr Nuril menghimbau untuk memastikan kecukupan air di dalam tubuh. Kecukupan konsumsi air putih bisa menanggulangi efek diuretik kopi.

    “Jadi pas sahur itu minum sekitar dua gelas air putih. Terus nanti pas buka juga satu gelas air putih, satu gelas usai Sholat Maghrib. Terus dari Isya sampai sahur lagi bisa tiga sampai empat gelas, sehingga kebutuhan cairannya itu tetap terpenuhi,” kata dr Nuril.

    Selain menggeser waktu minum kopi, cara lain adalah mengurangi jumlah konsumsi harian. Dokter gizi klinik dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK, mencontohkan, jika biasa minum dua sendok kopi maka saat bulan puasa menjadi satu sendok. Hal ini untuk menekan risiko terjadinya dehidrasi dan gangguan kesehatan pencernaan.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Minuman Herbal Pencegah Perut Kembung Saat Buka Puasa

    5 Minuman Herbal Pencegah Perut Kembung Saat Buka Puasa


    Jakarta

    Perut kembung kerap dialami usai buka puasa. Sebagai solusi, coba konsumsi minuman herbal ini ketika waktu berbuka.

    Puasa membuat tubuh mengalami berbagai perubahan kondisi. Salah satu kondisi yang sering terjadi yaitu perut kembung.

    Kondisi kembung membuat perut seakan sesak, penuh, dan menimbulkan rasa tidak nyaman.


    Perut kembung tidak boleh disepelekan, karena bisa jadi pertanda kondisi tubuh sedang dalam keadaan tidak sehat.

    Menghindari konsumsi makanan dan minuman tertentu memang bisa membantu. Namun, kondisi perut kembung juga bisa diatasi dengan minum minuman herbal berkhasiat.

    Melansir Times of India, berikut 5 racikan minuman herbal yang bisa atasi perut kembung saat buka puasa:

    1. Teh peppermint

    anti pikun dengan teh peppermintMinum teh peppermint bisa atasi perut kembung. Foto: GettyImages/Telegrah

    Teh peppermint yang dibuat dengan memasukkan daun peppermint ke dalam air panas ini menjadi salah satu racikan tepat.

    Teh ini dikenal dengan khasiatnya yang menenangkan dan baik untuk meredakan keasaman dan kembung di perut.

    Di dalamnya terkandung menthol yang membantu merelaksasikan otot-otot saluran pencernaan, mengurangi gas, dan rasa tidak nyaman akibat kembung.

    Senyawa flavonoid di dalam teh ini juga dipercaya ampuh meredakan berbagai masalah pada sistem pencernaan, termasuk perut kembung.

    2. Lemon jahe

    racikan teh hijau yang menyehatkan, bisa ditambahkan jahe, lemon, madu, hingga daun mint.Minuman herbal sederhana ini menawarkan khasiat untuk atasi kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Perpaduan lemon dan jahe juga bisa mengatasi perut kembung. Cara membuatnya mudah tinggal merebus irisan lemon dan jahe.

    Minuman ini berkhasiat karena jahe di dalamnya merupakan obat alami untuk masalah pencernaan.

    Sedangkan lemon juga bisa membantu pencernaan dan membantu tubuh mengurangi keasaman.

    Jahe dan lemon juga mengandung antioksidan dan antiradang, sehingga bisa meringankan peradangan usus.

    Mengonsumsi wedang lemon jahe bisa membuat usus bekerja lebih baik, sehingga masalah pencernaan bisa teratasi.

    Rekomendasi minuman herbal lain untuk atasi kembung bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Teh chamomile

    Herbal tea with lemon slice on a white wooden table with chamomile plants and cinnamon.Selain menenangkan tubuh, teh chamomile juga bisa atasi kembung. Foto: dok. detikFood

    Selain menenangkan tubuh dan pikiran, teh chamomile juga bisa mengurangi gas dan melemaskan otot yang menggerakkan makanan melalui usus.

    Teh chamomile juga kaya akan senyawa fenolik, seperti apigenin, quercetin, dan patuletin. Senyawa ini memiliki sifat antiradang, menenangkan, pencernaan, dan antispasmodik yang meredakan rangsangan saluran pencernaan dan membantu meredakan gas berlebihan.

    Namun, teh chamomile tidak direkomendasikan bagi mereka yang alergi terhadap chamomile atau bunga lain dalam satu famili.

    Orang yang mengonsumsi antikoagulan, obat penenang, atau analgesik juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi teh chamomile.

    4. Teh kayu manis

    Teh kayu manisSifat anti radang di dalam teh ini bisa mengatur kadar gula darah dan atasi kembung. Foto: Getty Images/Akhilesh

    Kayu manis juga dikenal dengan khasiat anti radangnya dan kemampuan untuk mengatur kadar gula darah.

    Minum teh kayu manis setelah buka puasa bisa membantu menstabilkan kadar gula darah dan mencegah keasaman serta kembung.

    Di dalam teh herbal ini juga ada sifat antispasmodik yang bisa meredakan kram perut, gas, dan kembung.

    5. Teh biji ketumbar

    Biji ketumbar juga bisa dijadikan teh lalu diminum setelah buka puasa. Biji ketumbar dapat mengurangi keasaman dan kembung setelah makan.

    Minuman herbal ini memang terkenal mampu mengatasi masalah pencernaan, seperti mual, diare, dan perut kembung. Di dalam biji ketumbar terdapat kandungan serat yang bisa meningkatkan kerja sistem pencernaan secara keseluruhan.

    Selain itu, racikan teh ini juga memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antiradang yang dapat melawan bakteri penyebab peradangan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ahli Gizi Ungkap Waktu Ideal Minum Kopi Selama Ramadan

    Ahli Gizi Ungkap Waktu Ideal Minum Kopi Selama Ramadan


    Jakarta

    Banyak pencinta kopi bingung menentukan kapan sebaiknya minum kopi saat bulan ramadan? Ahli pun merekomendasikan waktu ideal untuk menikmati minuman berkafein ini.

    Kopi merupakan minuman favorit banyak orang. Tidak jarang ada orang yang dapat menikmati kopi lebih dari satu gelas dalam sehari.

    Saat bulan Ramadan, banyak orang bertanya-tanya, bagaimana bisa tetap minum kopi di bulan suci. Pasalnya, bagi pencinta kopi, rasanya ada yang kurang jika tidak meminumnya sehari saja.


    Menurut Dr. Rita Ramayulis dari Ikatan Ahli Gizi Indonesia, waktu terbaik untuk minum kopi selama bulan Ramadan adalah antara waktu berbuka puasa dan waktu selingan di malam hari.

    Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaSaat ramadan disarankan minum kopi usai waktu buka puasa. Foto: Ilustrasi iStock

    Ia menyarankan peminum kopi untuk mengonsumsi kopi saat lambung lebih siap menerimanya, yaitu setelah berbuka puasa.

    Anda juga disarankan untuk berhenti minum kopi satu jam atau lebih sebelum tidur, agar pola tidur tidak terganggu.

    Jika merasa masih membutuhkan kopi pagi saat sahur/sebelum fajar, Anda boleh saja menyeduh kopi lagi, tapi pastikan minum banyak air setelahnya.

    Hal ini karena kafein mengandung sifat diuretik yang menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil dan dehidrasi selama jam-jam saat puasa.

    Tips terbaik sebenarnya dengan mempersiapkan tubuh dengan mengurangi konsumsi kopi secara bertahap dua hingga tiga minggu sebelum Ramadan dimulai, sehingga tubuh Anda akan beradaptasi dengan berkurangnya asupan kafein saat bulan puasa.

    Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaKopi decaf bisa jadi alternatif jika ingin tetap ngopi saat ramadan. Foto: Ilustrasi iStock

    Sementara itu, ada alternatif lainnya yakni memilih kopi tanpa kafein. Sebab semua kopi tanpa kafein hanya mengandung kafein 3 persen saja sehingga tidak akan mengganggu rutinitas tidur Anda.

    Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Kapan Waktu Ideal Minum Kopi Saat Puasa Ramadan? Ini Kata Ahli

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan Ramadan

    5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan Ramadan


    Jakarta

    Walaupun berpuasa di bulan ramadan, penting menjaga tubuh terhidrasi. Ada beberapa cara dan tips yang bisa dilakukan guna menghindari dehidrasi saat puasa.

    Menjalani ibadah puasa di bulan ramadan bukan berarti membiarkan tubuh kelaparan dan kehausan seharian penuh. Sebaik-baiknya menjalankan puasa ialah harus tetap memenuhi kecukupan nutrisi dan hidrasi tubuh.

    Ada banyak saran yang diberikan oleh ahli gizi agar Muslim tetap dapat menjalankan puasa dengan lancar. Salah satunya memerhatikan hidrasi atau asupan air yang cukup untuk tubuh.


    Agar tak dehidrasi walaupun tanpa minum seharian ada tips yang bisa ditiru. Mulai dari menghitung kebutuhan air minum hingga membagi sesi minum sejak berbuka hingga sahur.

    Baca juga: Jalani Ramadan Pertama Tanpa Ibu, Netizen Ini Punya Siasat Khusus

    Berikut ini 5 tips mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat berpuasa di bulan ramadan:

    5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan RamadanDalam upaya mencukupi kebutuhan hidrasi, penting untuk menghitung takaran konsumsi air mineral yang direkomendasikan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Irina Kononova

    1. Menghitung kebutuhan air

    Kebutuhan air minum setiap individu sangat berbeda-beda. Salah satu faktor terbesarnya ialah perbedaan berat badan maupun jenis kelamin. Tentunya perbedaan ini dapat dihitung.

    Melansir Indonesia Baik, ada beberapa cara untuk menghitung kebutuhan air baik dengan rumus Watson maupun rumus yang sederhana. Untuk sehari-hari orang awam dapat menghitung kebutuhan air minumnya dengan rumus Berat Badan x 30 mililiter air.

    Hasil perhitungan tersebut adalah takaran sederhana yang harus dicukupi agar tubuh tak dehidrasi termasuk ketika berpuasa. Namun asupan air tak hanya semata-mata terhitung dari konsumsi air mineral saja tetapi juga datang dari makanan dan asupan lainnya.

    2. Konsumsi makanan tinggi air

    Dr. Kushal Bangar selaku ahli gizi berlisensi mengatakan ada beberapa cara memenuhi kecukupan air tubuh. Salah satunya mengandalkan asupan makanan tinggi air, terutama dari buah.

    Saat menjalankan ibadah puasa, sempatkan untuk mengonsumsi buah tinggi air pada waktu berbuka maupun sahur. Seperti beberapa potong semangka atau mengonsumsi timun yang dapat dicampur dalam makanan.

    Buah jeruk yang tak hanya tinggi air tetapi juga padat akan vitamin C-nya termasuk salah satu yang disarankan untuk dikonsumsi saat sahur. Alasannya kadar air dengan vitamin yang mengimbangi dapat membantu memperkuat imunitas selama berpuasa.

    Tips mencukupi kebutuhan hidrasi saat berpuasa berlanjut di halaman berikutnya.

    3. Hindari kafein

    Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan orang Indonesia baik saat sahur maupun berbuka puasa. Ialah mengonsumsi minuman berkafein seperti teh dan kopi dengan kepercayaan untuk mendorong energi.

    Faktanya konsumsi teh dan kopi yang berlebihan saat bulan ramadan dapat mengganggu kelancaran puasa. Teh dan kopi memiliki kadar kafein yang bersifat sebagai diuretik sehingga mengeluarkan cadangan air dari dalam tubuh.

    Konsumsi teh saat berbuka puasa masih boleh dilakukan, namun minum teh saat sahur tidak begitu dianjurkan. Sebagai alternatif, konsumsi teh dan kopi selama bulan ramadan dapat diganti menjadi seduhan minuman herbal.

    4. Pilih minuman elektrolit saat berbuka

    5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan RamadanSelain air mineral, memilih minuman tinggi elektrolit juga dianjurkan saat berbuka puasa. Foto: Getty Images/iStockphoto/Irina Kononova

    Mengutip MedlinePlus, elektrolit bukan sekadar minuman biasa tetapi juga mengandung muatan listrik. Elektrolit memiliki banyak pengaruh besar pada tubuh dalam mencegah terjadinya hidrasi.

    Mulai dari mencukupi asupan air, mengendalikan pH dalam darah, hingga menjaga fungsi saraf dan otot. Minuman yang mengandung elektrolit artinya memiliki kandungan kalsium, klorida, magnesium, fosfor, potasium, dan sodium di dalamnya.

    Banyak produk di pasaran yang menawarkan minuman tinggi elektrolit, biasanya minuman ini disarankan bagi pelaku olahraga namun juga cocok dikonsumsi ketika berpuasa. Misalnya seperti minuman isotonik atau air kelapa kemasan.

    5. Membagi waktu minum

    Cara paling mudah untuk mencukupi kebutuhan hidrasi selama bulan ramadan adalah dengan membaginya ke dalam 8 gelas air minum. Tetapi tidak semuanya harus dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan.

    Minum air mineral untuk mencukupi kebutuhan hidrasi harus dilakukan secara bertahap. Konsumsi air mineral yang terlalu banyak dalam satu waktu justru dapat membahayakan tubuh hingga risiko terparahnya adalah mengancam nyawa.

    Saat berpuasa, membagi porsi air mineral dapat dilakukan 1 gelas setiap waktu. Satu gelas setelah bangun sahur, setelah makan sahur, saat berbuka puasa, setelah solat maghrib, setelah makan malam, setelah solat isya, setelah tarawih, dan sebelum tidur malam.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Makanan Bikin Tahan Lapar dan Awet Kenyang Saat Puasa

    10 Makanan Bikin Tahan Lapar dan Awet Kenyang Saat Puasa

    Jakarta

    Jika detikers merasa sangat lapar saat puasa, mungkin pilihan menu sahur kamu kurang tepat. Menu makanan sahur menjadi kunci agar puasa tetap terasa kenyang dan bisa menahan lapar lebih lama.

    Bukan masalah porsi, tetapi rahasianya ada pada pilihan menu yang bernutrisi tepat. Pastikan menu tersebut mengandung protein dan serat yang tinggi. Simak 10 menu sahur yang tepat berikut ini.

    Makanan Sahur agar Kenyang Lebih Lama

    Dilansir dari Healthline, berikut ini beberapa pilihan makanan yang bisa dijadikan menu sahur agar dapat menahan lapar selama berpuasa.


    1. Kentang Rebus

    manfaat kentang rebus untuk dietKentang rebus. Foto: Getty Images/GMVozd

    Kentang rebus termasuk sumber karbohidrat yang tinggi, sekaligus mengandung beberapa vitamin dan mineral, termasuk vitamin C dan kalium. Dibandingkan sumber karbohidrat lainnya, kentang termasuk yang sangat mengenyangkan.

    Kentang juga mengandung air dan karbohidrat yang tinggi, serta mengandung serat dan protein dalam jumlah sedang. Sebagai informasi, kentang hampir tidak mengandung lemak.

    2. Telur

    telur ceplok veganTelur ceplok Foto: Instagram

    Telur merupakan makanan padat nutrisi, terutama protein yang memberikan efek kenyang lebih lama. Telur berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein, termasuk 9 asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia.

    Hidangan dari telur juga mudah diolah dengan aneka bahan yang mudah diperoleh. Misal telur dadar dan ceplok yang hanya perlu digoreng, telur rebus, atau balado bagi penyuka pedas.

    3. Ikan

    Menu gombyang ikan etong di Lampu Satu Resto Subang.Menu gombyang ikan etong. Foto: Istimewa

    Ikan dengan berbagai olahannya menjadi sumber protein dan asam lemak omega-3 yang tinggi. Nutrisi ini dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama dibandingkan sumber protein hewani lainnya.

    Beberapa menu ikan yang dapat dimasak seperti ikan goreng, kukus, panggang, bumbu asam manis, dan sebagainya. Selain sebagai menu sahur, ikan juga pilihan yang tepat untuk buka puasa.

    4. Oatmeal

    Ilustrasi oatmealOatmeal. Foto: Getty Images/Stefan Tomic

    Oatmeal merupakan makanan tinggi serat yang membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Serat beta-glucan di dalam oat juga mendorong pelepasan hormon kenyang peptida YY (PYY) dan menunda pengosongan perut. Oatmeal dapat diolah dengan menambahkan susu, yoghurt, potongan buah-buahan, kacang-kacangan, dan telur.

    5. Daging

    Sliced grilled meat barbecue steak Machete on dark backgroundSapi lada hitam. Foto: Getty Images/iStockphoto/Lisovskaya

    Daging sapi maupun ayam tanpa lemak cocok menjadi santapan sahur karena bisa memberi rasa kenyang lebih lama. Protein tinggi di dalam daging dapat menahan hormon yang berkaitan dengan rasa lapar.

    Berbagai menu olahan daging sapi dan daging ayam dapat dibuat di rumah, seperti ayam goreng, sup, tumisan, hingga daging panggang. Tentunya daging jangan diolah terlalu lama dengan banyak gula, garam, dan lemak yang bisa merusak kandungan nutrisinya.

    6. Nasi Merah

    Ilustrasi Nasi MerahIlustrasi Nasi Merah Foto: Getty Images/iStockphoto/NNK

    Nasi merah dikenal lebih sehat dibandingkan nasi putih karena lebih tinggi kandungan serat dan proteinnya. Kandungan tersebut membuat perut kenyang lebih lama, sehingga juga cocok menjadi menu diet.

    Nasi merah juga kaya akan antioksidan flavonoid yang akan membantu melawan radikal bebas. Nasi jenis ini juga cocok dipadukan dengan berbagai menu makanan.

    7. Kacang-kacangan

    Berbagai jenis kacang-kacangan memiliki kandungan protein nabati dan serat yang tinggi, namun kepadatan energinya rendah. Hal ini membuat kacang-kacangan sangat mengenyangkan.

    Beberapa kacang-kacangan bisa dibuat sayur, seperti buncis, kacang polong, lentil, dan kacang tanah. Jenis lain seperti almond dan kenari cocok dimakan sebagai cemilan sambil menunggu imsak.

    8. Sayuran

    Ilustrasi irisan wortel, buncis, batang seledri, dan paprika merahIlustrasi irisan wortel, buncis, batang seledri, dan paprika merah Foto: Getty Images/Searsie

    Sayuran sangat bergizi dengan kandungan berbagai macam vitamin, mineral, dan senyawa tanaman yang bermanfaat. Kandungan seratnya juga tinggi, sehingga membantu mengenyangkan perut lebih lama.

    Sayuran yang lebih keras, seperti wortel dan brokoli membutuhkan waktu lebih banyak untuk dikunyah, sehingga bisa menahan rasa lapar. Banyak menu yang dibuat dari sayuran, seperti sup, capcay, sayur bayam, hingga sayur oyong.

    9. Kurma

    kurmaKurma. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel

    Kurma tak hanya cocok untuk berbuka puasa. Kandungan gula dan seratnya juga bisa mencukupi asupan harian sehingga membantu menahan lapar lebih lama. Cukup makan 2-3 butir kurma saat sahur untuk mendapatkan manfaatnya.

    10. Buah

    Ilustrasi buah apelIlustrasi buah apel. Foto: Getty Images/Hakase_

    Selain kurma, berbagai buah mengandung serat yang tinggi, sehingga dapat memperlambat pencernaan dan membantu merasa kenyang lebih lama. Sebaiknya konsumsi buah-buahan utuh daripada jus karena seratnya lebih tinggi. Beberapa pilihan buah mengenyangkan seperti apel, pir, dan alpukat.

    Detikers bisa memadukan berbagai pilihan makanan di atas untuk menu sahur yang kaya nutrisi dan bikin awet kenyang. Selain pilihan menu yang tepat, detikers wajib menjaga kecukupan cairan selama puasa agar tetap sehat.

    (bai/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Racikan Cengkeh dan Madu Ampuh Atasi Flu dan Sakit Tenggorokan

    Racikan Cengkeh dan Madu Ampuh Atasi Flu dan Sakit Tenggorokan


    Jakarta

    Flu dan sakit tenggorokan dapat diobati secara alami dengan kombinasi cengkeh dan madu. Kedua bahan tersebut mengandung zat anti-inflamasi untuk peradangan.

    Flu dan sakit tenggorokan kerap menyerang banyak orang di musim yang tak menentu seperti belakangan ini. Pengobatan alami dapat dilakukan jika ingin tubuh kembali bugar.

    Dilansir dari Health Shots (6/3), kombinasi antara cengkeh dan madu bisa menjadi pilihan yang menarik untuk mengobati flu dan sakit tenggorokan. Seperti diketahui madu sejak dulu telah menjadi obat herbal terbaik.


    Kavita Devgan, seorang ahli gizi asal India menjelaskan bahwa kombinasi antara cengkeh dan madu bisa menjadi obat yang ampuh untuk gejala flu.

    “Madu dapat membantu meredakan sakit tenggorokan. Cengkeh, yang merupakan bahan pokok dalam masakan India, mengandung banyak senyawa antibakteri, antivirus, dan antiradang yang kuat,” kata Devgan.

    Cengkeh AmpuhCengkeh Foto: Cengkeh Ampuh

    Mengutip dari Health Line, cengkeh juga kaya akan zat antioksidan berupa senyawa eugenol. Cengkeh juga memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu dalam menghentikan pertumbuhan mikroorganisme pada tubuh.

    Untuk mengobati flu dan sakit tenggorokan, kedua bahan ini harus dicampurkan. Berikut cara meracik cengkeh dan madu untuk obat alami:

    1. Panaskan wajan untuk menyangrai 5-6 butir cengkeh selama 2 menit.
    2. Tumbuk cengkeh panggang itu menggunakan lumpang atau ulekan.
    3. Pindahkan cengkeh bubuk ke wadah, lalu tambahkan 1 sendok makan madu ke dalamnya dan aduk merata.
    4. Campuran ini kental mirip pasta.

    4 Cara Mudah Mengecek Keaslian Madu yang Mudah Dilakukan di RumahMadu Foto: Getty Images/Anantaradhika

    Racikan cengkeh dan madu itu dapat dikonsumsi 2-3 kali sehari saat mengalami kondisi pilek dan sakit tenggorokan. Bisa juga diseduh menggunakan air panas menjadi teh.

    Devgan juga memberikan tips tambahan dengan menyarankan untuk menambahkan kayu manis ke dalam kombinasi keduanya. Diketahui bahwa kayu manis juga dapat menyembuhkan peradangan.

    Mengutip Health Line, kayu manis diketahui mengandung cinnamaldehyde yang merupakan komponen aktif utama untuk melawan berbagai jenis infeksi. Pada beberapa penelitian ditemukan bahwa minyak kayu manis dapat membasmi jamur tertentu yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Hindari 5 Makanan Ini Saat Sahur Agar Tidak Lemas Seharian

    Hindari 5 Makanan Ini Saat Sahur Agar Tidak Lemas Seharian


    Jakarta

    Puasa di awal-awal bulan ramadan sering kali terasa lemas. Hal ini bisa jadi karena pemilihan makanan yang kurang tepat. Hindari beberapa makanan yang memicu lemas seharian.

    Saat sahur, usahakan memilih makanan bergizi seimbang agar mampu memberikan energi tubuh selama 13-14 jam ke depan. Dengan begitu, rasa lemas dan lesu pun bisa dihindari.

    Berikut menu yang sebaiknya tidak masuk dalam menu santap sahur karena justru membuat Anda lemas:

    1. Ayam goreng

    Teksturnya yang renyah membuat ayam goreng jadi deret lauk favorit. Ayam goreng pun mudah disiapkan sebab Anda bisa memarinasi di malam hari, simpan di kulkas lalu digoreng jelang sahur. Namun menu ini sebenarnya tidak pas untuk menu sahur.


    “Meskipun hidangan ini enak, memakannya bisa membuat orang merasa lesu. Makanan yang digoreng, seperti ayam goreng, bisa sulit dicerna dan cenderung lebih ke makanan ‘berat’. Kombinasi lemak dan garam yang digunakan bisa membuat orang terbebani dan tidak merasa segar,” jelas Lauren Manaker, ahli diet dan penulis, seperti dikutip Eat This, Not That!.

    2. Roti tawar

    Roti tawar untuk French toast.Roti tawar Foto: Getty Images

    Banyak orang sahur dengan makan roti tawar atau roti isi karena praktis. Namun sebaiknya pilih roti tawar dari gandum atau biji-bijian, bukan roti putih biasa.

    Roti putih biasanya terbuat dari biji-bijian rafinasi yang sudah kehilangan banyak nutrisi selama proses. Berbeda dengan roti dari biji-bijian utuh yang masih mempertahankan kandungan serat, vitamin dan mineral pada kulitnya.

    “Biji-bijian rafinasi seperti roti putih dan pasta putih berkontribusi pada penurunan energi. Mereka cepat dicerna, membuat kadar gula darah melonjak. Saat gula darah mendadak turun, tingkat energi menurun,” jelas Lisa Young, ahli gizi.

    3. Pisang

    Buah satu ini sangat baik dikonsumsi apalagi setelah berolahraga. Pisang mengandung triptofan, potasium dan magnesium sehingga efektif mengendurkan otot dan mengurangi kecemasan. Ini sangat baik untuk kesehatan, tetapi tidak baik dikonsumsi berlebihan saat sahur.

    Untuk menghindari efek samping ini, sebaiknya kombinasikan pisang dengan bahan pangan yang tinggi protein dan vitamin B untuk suplai energi. Anda bisa memadukan pisang dengan selai almond atau protein shake.

    4. Energy bar dan granola

    Praktis dan mampu memberikan energi dengan cepat membuat orang memilih energy bar dan granola untuk memulai hari. Tidak jarang keduanya dijadikan menu sahur yang praktis.

    Cukup semangkuk granola plus susu sudah mampu membuat perut kenyang dan berenergi.

    Akan tetapi, perhatikan kadar gula pada masing-masing produk. Gula tambahan untuk sahur tentu tidak disarankan sebab justru Anda akan lemas seharian. Pilih produk yang mengandung sedikit atau tanpa gula tambahan.

    5. Burger

    Ilustrasi burgerIlustrasi burger Foto: Getty Images/Marko Jan

    Burger terlihat mampu memenuhi kebutuhan Anda berkat lapisan daging, sedikit sayur dan roti yang mengandung karbohidrat.

    Namun jangan harap kebutuhan nutrisi Anda akan terpenuhi dari burger. Justru tubuh akan terasa berat dan mengantuk setelah bersantap.

    “Karbohidrat dengan sedikit bahkan nyaris tak ada serat, seperti roti putih, memberikan kita energi dengan cepat dalam bentuk glukosa tapi ini bisa mengakibatkan turunnya energi secara drastis,” jelas Keri Grans, ahli gizi.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “5 Makanan Sahur yang Bikin Lemas Seharian”

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 8 Khasiat Susu Kurma untuk Kesehatan, Baik Diminum di Bulan Puasa

    8 Khasiat Susu Kurma untuk Kesehatan, Baik Diminum di Bulan Puasa

    Jakarta

    Kurma disunnahkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Jika ingin menikmati kurma dengan cara berbeda, detikers bisa membuat sendiri susu kurma, yakni dengan mencampurkan susu dengan kurma yang sudah dibuang bijinya.

    Susu kurma juga baik diminum selama bulan Ramadhan karena memiliki berbagai manfaat. Simak artikel ini untuk mengetahui 8 khasiat susu kurma untuk kesehatan, terutama di bulan puasa.

    Khasiat Susu Kurma

    Dikutip dari situs Onlymyhealth dan Basket Bulk, berikut ini 8 khasiat susu kurma untuk kesehatan:


    1. Membantu Sistem Pencernaan

    Bagi detikers yang aman mengkonsumsi laktosa, maka campuran susu dan kurma dapat membantu sistem pencernaan. Kurma merupakanan buah tinggi serat yang dapat mengatur pergerakan usus dan menjaga kesehatan usus.

    2. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Kandungan asam amino triptofan dalam susu dapat meningkatkan kualitas tidur. Triptofan berperan penting untuk memproduksi serotonin dan melatonin, yaitu hormon yang berperan dalam suasana hati, kekebalan, dan proses fisiologis lainnya.

    Kurma pun mengandung triptofan. Maka kombinasi kurma dengan susu hangat baik untuk memperbaiki siklus tidur teratur dan meningkatkan relaksasi.

    3. Meningkatkan Fungsi Otak

    Penelitian menemukan bahwa kurma bermanfaat untuk menurunkan penanda inflamasi, seperti interleukin 6 (IL-6) di otak. Kadar IL-6 yang tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

    Penelitian lain, termasuk penelitian pada hewan, menunjukkan bahwa kurma bermanfaat untuk mengurangi aktivitas protein amiloid beta, yang dapat membentuk plak di otak. Plak ini berisiko menyebabkan kematian sel otak dan penyakit alzheimer.

    Dokter spesialis gizi Feni Nugraha mengatakan susu dan kurma memiliki kandungan vitamin dan mineral yang cukup untuk memenuhi asupan harian. Susu mengandung karbohidrat, lemak omega-3, vitamin A, vitamin E, seng, selenium, kalsium dan vitamin D.

    Sedangkan kurma mengandung kalori tinggi, gula, serat tinggi, vitamin A, vitamin B kompleks seperti vitamin B1, B2, B3, B6, asam folat, vitamin C, vitamin K, kalsium, fosfor, zat besi, seng, selenium, magnesium, dan kalium.

    5. Menjaga Daya Tahan Tubuh

    Dengan banyaknya kandungan nutrisi dari susu kurma, minuman ini dapat menjaga daya tahan tubuh dan memberikan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

    “Kombinasi keduanya ternyata memiliki manfaat yang baik untuk dapat menjaga stamina dan daya tahan tubuh selama bulan puasa,” ungkap Feni dalam siaran pers peluncuran produk susu kurma kemasan.

    6. Menyehatkan Tulang

    Susu adalah sumber protein, yang berperan untuk menjaga imunitas tubuh dan memberikan kekuatan dan fungsi otot. Susu juga mengandung tinggi kalsium dan vitamin D, yang baik untuk kesehatan tulang dan sendi.

    7. Mengembalikan Energi

    Kurma dengan kandungan glukosa dan fruktosa yang tinggi dapat dengan cepat digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi. Ini baik untuk mengembalikan energi setelah berpuasa seharian.

    “Tidak hanya karena rasanya yang manis dan legit, kurma juga memiliki banyak manfaat diantaranya mudah dicerna sehingga dapat mengembalikan energi selepas puasa dan membantu menjaga daya tahan tubuh,” ucapnya.

    8. Baik untuk Ibu Hamil

    Susu yang dicampur dengan kurma juga diyakini baik bagi ibu hamil. Susu kurma dapat memberikan energi cukup, pencernaan yang lebih baik, dan mengurangi rasa mual selama kehamilan.

    Efek Samping Susu Kurma

    Meski ada banyak manfaat susu kurma, ada juga efek samping yang bisa dialami beberapa orang. Beberapa efek sampingnya adalah sebagai berikut:

    • Bagi seseorang yang alergi susu atau kurma, maka susu kurma tidak memberikan manfaat bagi mereka, dan justru bisa memberi dampak buruk.
    • Susu kurma bagi sebagian orang dapat menyebabkan masalah perut.
    • Mengonsumsi susu kurma dapat memicu serangan asma.
    • Kalori yang tinggi pada susu dan kurma bisa memicu obesitas jika dikonsumsi berlebihan.

    Itulah tadi 8 khasiat susu kurma yang merupakan minuman kombinasi yang mudah dibuat dengan rasa yang nikmat. Bagi detikers yang intoleran laktosa, tetap bisa menikmatinya dengan menggunakan susu kedelai.

    (bai/row)



    Sumber : food.detik.com