Author: admin

  • Heboh Beras Oplosan, Begini Cara Cuci Beras yang Benar

    Heboh Beras Oplosan, Begini Cara Cuci Beras yang Benar


    Jakarta

    Peredaran beras oplosan kini tengah meresahkan. Konsumsinya pun perlu diwaspadai, dimulai dari langkah mencuci beras. Begini cara mencuci beras yang tepat.

    Beras yang merupakan bahan makanan pokok orang Indonesia dikonsumsi sehari-hari di banyak dapur rumah tangga. Memasak beras pun ada triknya. Dimulai dari menyiapkan beras yang bersih.

    Terlebih kini masyarakat Indonesia tengah resah dengan beredarnya beras oplosan di pasaran. Beras ini mungkin dicampur kualitasnya dengan yang buruk atau ditambahkan zat pemutih, pewarna buatan, atau bahan pengawet berbahaya.


    Banyak orang akhirnya memilih mencuci beras dengan merendamnya di air beberapa kali, lalu membuang air rendaman tersebut. Langkah ini dilakukan sampai tak ada jejak kotoran atau kontaminan pada beras.

    Mengutip Livestrong (24/1/2023), para ahli gizi dan chef profesional mengatakan mencuci beras memang perlu dilakukan. Mereka mengungkap sejumlah keuntungannya, seperti berikut:

    1. Menghilangkan kontaminan dan logam berat

    Memastikan beras bersih, bebas kontaminan, dan logam berat perlu dilakukan. Sebab menurut penelitian yang dimuat dalam International Journal of Environmental Research and Public Health (November 2020), beras sangat tinggi arsenik, timbal, dan kadmium yang menimbulkan risiko kesehatan serius untuk kesehatan.

    Salah satu cara menghilangkan kontaminan dan logam berat adalah dengan mencuci beras. Ahli gizi Kimberly Gomer mengatakan, “Kontaminan masuk ke tanaman padi dari air tanah tercemar yang membanjiri sawah, sehingga manfaat utama mencuci beras adalah menurunkan risiko keracunan logam berat.”

    2. Membuat beras bebas kotoran

    Gomer menekankan mencuci beras perlu dilakukan untuk menghilangkan kotoran, debu, bahan kimia, hingga paparan serangga. Alhasil, nasi yang nantinya dikonsumsi akan terjamin kualitasnya.

    Menurut University of Maryland Extension, mencuci beras juga penting karena biji-bijian seperti beras sangat rentan terhadap kontaminasi kutu beras. Serangga kecil ini dapat menyerang makanan dan membuat kualitasnya lebih cepat menurun.

    3. Bikin nasi makin enak

    Chef selebriti Kai Chase mengungkap manfaat konsumsi beras dari sisi rasa dan tekstur nasi yang akan dihasilkan. “Mencuci beras dapat menghilangkan kandungan pati berlebih, menghasilkan tekstur yang lebih pulen dan rasa yang lebih enak,” katanya. Ia juga mengatakan jika beras tidak dicuci, nasi bisa menggumpal nantinya.

    Cara Mencuci Beras yang Tepat

    Jangan Dibuang! Ini 5 Manfaat Air Bekas Cuci Beras, Bikin Awet MudaMencuci beras juga bisa memanfaatkan saringan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Yuuji

    Dikutip dari Simply Recipes (11/8/2024), ada 2 cara mencuci beras yang bisa kamu coba. Berikut penjelasannya:

    1. Cuci beras di bawah air mengalir

    Tuang beras ke dalam saringan halus yang diletakkan di atas mangkuk besar. Letakkan keduanya di wastafel dapur. Alirkan air keran ke seluruh permukaan beras dan gunakan tangan untuk mengaduk-aduk beras.

    Tuang air dari mangkuk setelah penuh. Perhatikan warna airnya. Awalnya akan terlihat putih susu, tetapi seiring kamu membilas beras, airnya akan berubah lebih jernih. Jika sudah jernih, artinya beras sudah bersih dan siap digunakan.

    2. Cuci beras dalam mangkuk

    Sering dilakukan orang Indonesia, mencuci beras dalam mangkuk atau wadah rice cooker langsung jadi andalan. Beras tinggal dimasukkan ke dalamnya. Lalu tuangkan air keran. Aduk-aduk dan putar beras dengan tangan.

    Air akan berubah menjadi putih susu. Tuangkan air dari mangkuk dengan hati-hati, tahan beras dengan satu tangan, jika diinginkan. Kemudian, tambahkan air bersih.

    Ulangi proses ini hingga air tetap jernih setelah kamu mengaduk-aduk beras. Biasanya memakan waktu 4-5 kali. Tidak perlu menggosok beras terlalu keras karena khawatir membuat bulir-bulirnya patah dan rusak. Cukup pakai tangan, bukan pakai alat dapur lain.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Akses Mudah ke Night at The Ragunan Zoo, Cukup Naik TransJakarta

    Akses Mudah ke Night at The Ragunan Zoo, Cukup Naik TransJakarta



    Jakarta

    Taman Margasatwa Ragunan resmi membuka wisata malam perdana bertajuk Night at The Ragunan Zoo pada Sabtu (11/10/2025). Aksesnya pun mudah, cukup naik TransJakarta koridor 6 dan turun di halte Ragunan, pengunjung bisa langsung menikmati sensasi menjelajah kebun binatang di bawah cahaya malam

    Merujuk pengalaman detikTravel naik TransJakarta menjelang Night at The Ragunan Zoo perdana itu, penumpang Transjakarta 6N dari Blok M pada pukul 17.30-an tidak terlalu ramai. Suasana di dalam bus terasa sepi, termasuk saat bus makin mendekati Ragunan. Hanya ada beberapa penumpang yang duduk berjauhan, sebagian sibuk dengan ponsel, dan yang lain menatap ke luar jendela.

    Bus melaju tanpa hambatan. Tidak ada kemacetan yang berarti hanya ada antrean saat bus berhenti di lampu merah. Begitu turun di halte Terminal Ragunan, suasananya juga tidak sepadat pada kunjungan ke Ragunan Zoo di pagi hari saat akhir pekan.


    Saat itu, hanya ada beberapa pengunjung yang berjalan menuju pintu masuk, sedangkan area parkir di sekitar taman terlihat penuh oleh kendaraan pribadi. Mayoritas pengunjung tampaknya memilih datang menggunakan mobil atau motor, bukan TransJakarta.

    Meski tidak ramai, suasana di sekitar Ragunan terasa hangat. Lampu-lampu taman mulai menyala, menandakan malam segera tiba. Petugas tampak bersiap di depan gerbang, menyambut pengunjung yang mulai berdatangan.

    Perjalanan dengan TransJakarta sore itu memberi pengalaman berbeda. Meski bus terasa sepi, justru di situlah sensasinya. Bisa menikmati perjalanan dengan tenang tanpa desakan penumpang, sambil melihat langit sore berubah warna menuju malam. Sepinya perjalanan bukan berarti kurang diminati, mungkin hanya karena sebagian besar warga memilih kenyamanan kendaraan pribadi.

    Bagi yang ingin menikmati Night at The Ragunan Zoo tanpa repot mencari parkir, naik TransJakarta bisa jadi pilihan menarik. Cepat, murah, dan bebas macet-perjalanan yang tenang menuju petualangan malam di Ragunan.

    Selain TransJakarta 6N dari Blok M via Kemang, traveler bisa memilih Transjakarta 5N yang melayani penumpang pada rute Kampung Melayu-Ragunan, 7E Kampung Rambutan-Ragunan, atau Mikrotrans Transjakarta JAK 45 Lebak Bulus-Ragunan

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 20 Contoh Soal TKA SMA Bahasa Indonesia, Ada Jawaban Plus Pembahasan!

    20 Contoh Soal TKA SMA Bahasa Indonesia, Ada Jawaban Plus Pembahasan!



    Jakarta

    Ujian Tes Kompetensi Akademik (TKA) menjadi salah satu tahapan penting yang harus dihadapi oleh siswa SMA. Meskipun tidak wajib, tetapi hasil penilaiannya dapat menjadi nilai plus dalam melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi negeri melalui jalur seleksi nasional.

    Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran yang akan diujikan. Dari berbagai mata pelajaran yang diujikan, Bahasa Indonesia sering kali dianggap mudah.

    Padahal banyak siswa justru kesulitan menghadapi soal-soal ini karena menuntut ketelitian dalam membaca, memahami konteks, hingga menafsirkan makna. Agar semakin siap menghadapi TKA, siswa bisa berlatih contoh soal TKA SMA bahasa Indonesia.


    Mengutip buku Kompeten: Komposisi Materi dan Bank Soal Paten TKA SMA/MA oleh Tim Tentor Kompeten (2025) dan King Pendalaman Materi TKA Mapel Wajib SMA/MA oleh Tim Forum Tentor Indonesia (2025) berikut contohnya:

    Contoh Soal TKA SMA Bahasa Indonesia dan Kunci Jawaban Plus Pembahasan

    1. Perhatikan teks berikut ini!

    Aktivitas para mahasiswa dan aktivis lingkungan di depan kantor Gubernur Pati menjadi konvensi publik yang menarik perhatian media massa dan masyarakat luas. Mereka menuntut rekonsiliasi atas kebijakan agraria yang dianggap faktisius dan merugikan petani kecil, terutama terkait dengan isu alih fungsi lahan. Salah satu orator menyampaikan pidato yang sangat subtil namun sarat akan kritik destruktif yang bisa memicu perpecahan di kalangan masyarakat. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Pati menganggap bahwa aksi tersebut hanya merupakan bagian dari propaganda politik kelompok tertentu, bukan refleksi dari persoalan riil yang terjadi di lapangan. Mereka mengklaim telah melakukan berbagai upaya komprehensif untuk menyelesaikan masalah, termasuk membuka dialogis dengan perwakilan masyarakat.

    Berdasarkan teks di atas, pilihlah pasangan kata serapan yang keduanya memiliki penulisan yang sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia! (Jawaban benar lebih dari satu)

    A. Rekonsiliasi dan propaganda
    B. Aktifitas dan subtil
    C. Destruktif dan faktisius
    D. Konvensi dan komprehensif
    E. Propaganda dan dialogis

    Jawaban: A dan D
    Pembahasan:
    A. Rekonsiliasi dan propaganda benar, karena kedua kata ini sudah memiliki penulisan kata yang benar
    B. Aktifitas seharusnya ditulis aktivitas, sedangkan subtil sudah benar
    C. Destruktif sudah benar, tetapi faktisius seharusnya ditulis faktitius
    D. Konvensi dan komprehensif sudah ditulis benar
    E. Propaganda sudah benar, tetapi dialogis seharusnya ditulis dialog

    2. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!

    1) Sosoknya dikenal sebagai seorang cendekia yang memiliki wawasan luas.
    2) Salah satu obyek penelitian terbarunya adalah peninggalan era kolonial.
    3) Ia selalu mengacu pada standard etika dan moral yang tinggi.
    4) Para pemimpin itu memiliki kwalifikasi sebagai seorang pemimpin yang baik.
    5) Perang Gerilya merupakan taktik esensial dalam mempertahankan kemerdekaan.
    Sembunyikan kutipan teks

    Manakah dari pernyataan di atas yang menggunakan kata serapan dengan penulisan yang tepat? (Jawaban benar lebih dari satu)

    A. 1
    B. 2
    C. 3
    D. 4
    E. 5

    Jawaban: A dan E
    Pembahasan:
    A. Kata cendekia sudah tepat
    B. Kata obyek seharusnya ditulis objek
    C. Kata standard harusnya ditulis standar
    D. Kata kwalifikasi harusnya ditulis kualifikasi
    E. Kata esensial sudah tepat

    3. Rudi dikenal sebagai anak yang berani. Ia selalu membela teman-temannya yang diganggu, meskipun kadang ia harus menerima risiko. Karakter Rudi adalah…

    A. Pemalas
    B. Penakut
    C. Berani
    D. Egois
    E. Licik

    Jawaban: C
    Pembahasan: jawaban tersebut sudah jelas karena dapat diketahui pada kalimat “Rudi dikenal sebagai anak yang berani”.

    4. Semua serentak menghentikan kegiatan mereka dan menengok ke langit yang ditunjuk Dodo. Asap hitam tebal yang membumbung tinggi dari sana. Asap itu semakin tebal dan terus menebal. Itu merupakan fenomena aneh yang baru pertama kali mereka saksikan. Selama ini yang mereka tahu, langit selalu berwarna biru cerah dengan awan putih berarakan. Keheningan hutan itu kemudian pecah saat Teo tiba-tiba saja datang sambil memekik nyaring.

    Apa fenomena yang terjadi berdasarkan teks di atas?

    A. Cuaca ekstrem
    B. Kebakaran gedung
    C. Angin puting beliung
    D. Kebakaran hutan
    E. Badai petir

    Jawaban: D
    Pembahasan: Dalam teks sudah dijelaskan bahwa terdapat awan hitam tebal yang membumbung tinggi, mengartikan adanya kebakaran. Kemudian di kalimat terakhir teks dijelaskan mengenai tempat mereka berada yaitu hutan.

    5. Susunlah langkah-langkah tersebut secara urut!

    1) Rebus air, puding dan gula hingga mendidih
    2) Tuang larutan puding ke cetakan dan diamkan hingga mendidih
    3) Persiapkan semua bahan yang diperlukan
    4) Iris tipis buah-buahan kaleng
    5) Simpan dalam lemari es agar berstektur padat
    6) Masukkan buah-buahan, nata de coco dan selasih ke cetakan

    Mana urutan yang benar?

    A. 3-1-4-5-6-2
    B. 3-1-2-4-6-5
    C. 3-4-1-6-2-5
    D. 3-4-6-5-1-2
    E. 3-4-1-2-6-5

    Jawaban: B
    Pembahasan: Urutan membuat puding yang benar dimula dengan persiapan alat dan bahan hingga menyimpannya ke lemari es.

    6. Perhatikan kutipan berikut!
    Dewi bercita-cita menjadi penulis terkenal. Ia rajin membaca novel dan setiap hari menulis cerita di buku hariannya.

    Gagasan pendukung cita-cita Dewi adalah….
    A. Sering menulis cerita
    B. Suka bermain game
    C. Rajin berolahraga
    D. Membantu orang tuanya bertani
    E. Senang mengoleksi koin

    Jawaban: A
    Pembahasan: Dalam teks dijelaskan bahwa Dewi rajin membaca novel dan setiap hari menulis cerita di buku hariannya.

    7. Perhatikan teks berikut!
    Penyebaran informasi melalui media sosial seringkali membawa dampak negatif yang signifikan, terutama bagi remaja. Berbagai studi menunjukkan adanya peningkatan kasus cyberbullying, penyebaran berita bohong (hoaks), hingga paparan konten negatif yang dapat memicu gangguan kecemasan dan depresi. Hal ini menunjukkan betapa rentannya generasi muda terhadap bahaya informasi di media sosial jika tidak dibekali literasi digital yang memadai.

    Ide pokok paragraf di atas adalah…

    A. Dampak negatif media sosial bagi remaja
    B. Rentannya remaja terhadap informasi negatif
    C. Pentingnya literasi digital bagi generasi muda
    D. Peningkatan kasus cyberbullying di media sosial
    E. Penyebaran hoaks dan konten negatif di media sosial

    Jawaban: A
    Pembahasan: Ide pokok paragraf tersebut adalah dampak negatif media sosial bagi remaja. Ide pokok ini ada di kalimat pertama yang merupakan kalimat inti paragraf. Sedangkan kalimat kedua dan ketiga adalah kalimat penjelas.

    8. Meski usahanya sering gagal, Sinta tetap bangkit dan mencoba lagi hingga akhirnya berhasil membuat produk kerajinan tangan yang diminati banyak orang.

    Nilai yang ditunjukkan dari kisah Sinta adalah…

    A. Nilai religius
    B. Nilai kejujuran
    C. Nilai kerja keras
    D. Nilai peduli lingkungan
    E. Nilai sosial

    Jawaban: C
    Pembahasan: Dalam teks dijelaskan bahwa Sinra tetap bangkit dan mencoba lagi meskipun usahanya sering gagal. Ini mengartikan bahwa Sinta memilik nilai kerja keras dalam hidupnya.

    9. Bacalah narasi cerpen berikut dengan cermat!
    (1) Malam itu, jalanan kota terasa lebih dingin dari biasanya. (2) Aku menyusuri trotoar, membiarkan embun membasahi ujung rambutku. (3) Di sekelilingku, lampu-lampu jalan memacarkan cahaya redup, sekolah ikut merasakan kehampaanku. (4) Kepergiannya benar-benar menimbulkan defisit emosional yang signifikan. (5) Hatiku terasa sunyi, seperti sebuah rumah kosong yang tak pernah lagi disinggahi.

    Kalimat manakah yang tidak konsisten dengan gaya penceritaan dalam narasi tersebut?

    A. 1
    B. 2
    C. 3
    D. 4
    E. 5

    Jawaban: D
    Pembahasan: Kalimat 4 terlihat kurang konsisten karena penggunaan kata “defisit” yang terkesan akademis dan biasanya digunakan untuk menunjukkan kondisi keuangan. Sementara kalimat 1, 2, 3, dan 5 menunjukkan kata-kata personal dan puitis.

    10. Bacalah penggalan puisi beriku!

    Hujan turun membasuh luka
    Menyapu jejak nestapa
    Namun hatiku tetap membeku
    Dalam rindu yang tak terucap

    Respons emosional yang muncul dari puisi tersebut adalah…

    A. Bahagia dan penuh semangat
    B. Kesedihan dan kerinduan
    C. Marah dan kecewa
    D. Tenang dan damai
    E. Takut dan khawatir

    Jawaban: B
    Pembahasan: Dalam puisi dikatakan “hatiku tetap membeku” yang berarti kesedihan serta “rindu yang tak terucap” yang berarti perasaan rindu.

    11. Bacalah pantun berikut!
    Satu bulan tiga puluh hari
    Setahun ada dua belas bulan
    Jangan biarkan hati menjadi iri
    ……

    Larik yang tepat untuk melengkapi isi pantun tersebut adalah…

    A. Tatkala orang berlimpah rizki
    B. Selama orang masih punya hati
    C. Sebelum bapa ibu mengabulkan janji
    D. Jika teman mendapat keberhasilan
    E. Manakala pulang sekolah kehujanan

    Jawaban: D
    Pembahasan: jawaban tersebut sesuai dengan ciri-ciri pantun seperti jumlah suku kata (8-12) dan sesuai dengan makna dari kalimat sebelumnya

    12. Bacalah penggalan puisi berikut!
    Aku Wayan
    Benih pertama yang mengisi pelataran Bali
    Melalui seikat sajen lengkap dengan beragam bunga
    ……
    Seorang jero membagi rahimnya dengan tubuhku

    Larik majas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebu adalah…

    A. Bangkai dapat mendongengkan silsilah kelahiranku
    B. Aku haru tahu silsilah nenek moyangku
    C. Inilah akhir duka dan sukaku selama ini
    D. Aku Wayan, putera dari Bali
    E. Tanah airku aman dan makmur

    Jawaban: A
    Pembahasan: Puisi tersebut menceritakan tentang kelahiran Wayan yang merupakan orang pertama yang lahir di Bali dan adanya upacara yang menggunakan seikat sajen untuk menyambut kelahirannya. Majas untuk melengkapi puisi tersebut adalah bangkai dupa mendongengkan silsilah kelahiranku.

    13. Badan penelitian angkasa Brasil mengungkap kebakaran hutan di hutan hujan Amazon dalam 16 hari terakhir merupakan rekor terbaru tahun ini. Bahkan hastag #SaveAmazon dan #PrayForTheAmazon rame digunakan pengguna Twitter untuk menggambarkan fenomena ini. Berdasar data satelit Institut Nasional untuk Penelitian Angkasa (INPE), terjadi tingkatan hingga 83 persen jika dibandingkan periode yang sama.
    Dilansir AFP, hampir 73.000 kebakaran hutan tercatat sepanjang Januari hingga Agustus. Jumlah ini jauh lebih banyak jika dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 39.759.

    Kata baku dari kata rame adalah…

    A. Asyik
    B. Ramai
    D. Heboh
    E. Viral
    C. Ramay

    Jawaban: B
    Pembahasan: dalam KBBI, rame kata bakunya adalah ramai

    14. Pembinaan bidang pertanian bukan lagi sekadar memikirkan cara menaikkan produksi petani gurem […]. Dengan demikian, skala industri dapat dirancang secara ekonomis bagi sistem agrobisnis…jika pemikiran demikian dapat diterima, bidang pertanian memerlukan reformasi luas.

    Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersubut adalah…

    A. Pengelolaan industri, khususnya pertanian, belum mendapat prioritas.
    B. Pengelolaan agribisnis harus dipikirkan masak-masak.
    C. Pengelolaan industri ini belum ditangani secara serius oleh pemerintah
    D. Pengelolaan agroindustri hanya ditangani secara serius oleh pemerintah
    E. Pengeloan industri untuk komoditas ini harus benar skala ekonominya

    Jawaban: B
    Pembahasan: Kalimat padu yang tepat mengisi bagian rumpah paragraf tersebut adalah pengelolaan agroindustri harus dipikirkan masak-masak

    15. Cermati paragraf berikut!

    Masalah lingkungan hidup harus menjadi perhatian khusus dari semua lapisan masyarakat. Setiap anggota masyarakat wajib berpartisipasi dan bertanggung jawab untuk mengatasinya. Misal, hal yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari adalah sampah. Kita jangan membiarkan sampah berserakan di sepanjang jalan, di halaman rumah, di pasar-pasar, atau di tempat-tempat kosong sekitar permukiman. Hal itu harus dilakukan secara serempak oleh semua anggota masyarakat.

    Ungkapan yang semakna dengan isi paragraf tersebut adalah….

    A. Berjabat tangan
    B. Bergandengan tangan
    C. Berlepas tangan
    D. Cuci tangan
    E. Angkat tangan

    Jawaban: B
    Pembahasan: Isi paragraf itu adalah perlunya perhatian khusus dari semua lapisan masyarakat dalam menangani masalah lingkungan hidup. Ungkapan semakna dengan isi paragraf tersebut adalah bergandengan tangan atau yang artinya bekerja sama.

    16. Cermati paragraf narasi berikut!
    Saudara-saudara yang berbahagia,

    Telah diungkapkan sebelumnya bahwa memanjakan anak dengan memberikan ponsel pintar atau tercanggih untuk anak yang masih di usia sekolah dasar, bukanlah sebuah tindakan yang bijaksana. Anak-anak ini belum memerlukan benda tersebut. Diperlukan suatu tindakan yang bijaksana untuk mengatasi fenomena ini yang kerap terjadi di masyarakat maju/perkotaan.

    Isi teks di atas bermakna sama dengan peribahasa….

    A. Seperti kera diberi bunga
    B. Seperti anak ayam kehilangan induk
    C. Bagai cacing kepanasan
    D. Karena nila setitik, rusak susu sebelangga
    E. Seperti aur dengan tebing

    Jawaban: A
    Pembahasan: Isi teks tersebut sama dengan peribahasa seperti kera diberi bunga yang artinya menerima sesuatu yang tidak berguna bagi dirinya sendiri. Hal tersebut terbukti dari kalimat “anak-anak ini belum memerlukan benda tersebut”

    17. Bacalah teks berikut!

    Awalnya ia hanya tukang cuci piring di rumah makan milik seorang perantau dari Lareh Panjang yang lebih dulu mengadu untung di Jakarta. Sedikit demi sedikit dikumpulkannya modal, agar tidak selalu bergantung pada…. Berkat kegigihan dan kerja kerasnya bertahun-tahun, Azrial kini sudah jadi juragan, punya beberapa rumah makan dan puluhan anak buah yang tiap hari sibuk melayani pelanggan.

    Ungkapan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ….

    A. Induk semang
    B. Induk rumah
    D. Ibu tiri
    E. Ibu kota
    C. Ibu negeri

    Jawaban: A
    Pembahasan: Ungkapan yang sesuai dengan paragraf tersebut adalah induk semang yang artinya majikan.

    18. Bacalah Teks Prosedur kompleks berikut!

    Pemuda harus kembali mengambil peran dalam membawa arah bangsa ini kembali ke relnya. Budaya korupsi yang saat ini telah mengakar harus dihentikan. Bangsa ini membutuhkan pemuda yang sadar akan bahaya laten korupsi dan terkikisnya nilai-nilai kebangsaan. Pemuda harus menjadi pelopor pergerakan melawan korupsi. [….]

    Kalimat simpulan akibat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah…

    A. Indonesia akan menjadi bangsa besar dan bermartabat.
    B. Korupsi harus diberantas sampai seakar-akarnya.
    C. Pemerintah harus segera mengambil kebijakan.
    D. Pelaku korupsi harus dihukum seberat-beratnya.
    E. Pemuda harus belajar dengan giat.

    Jawaban: A
    Pembahasan: Kalimat tersebut tepat karena sesuai dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang berisi upaya pemberantasan korupsi (sebab), Indonesia akan menjadi bangsa besar dan bermartabat (akibat).

    19. Perhatikan teks berikut dengan saksama!

    (1) Langkah pertama dalam penelitian adalah memilih topik. (2) Kemudian. kita perlu memilih pendekatan kuantitatif atau kualitatif. (3) Desain penelitian kuantitatif ditentukan sejak awal. (4) Karena itu, responden harus dipilih dengan kriteria tertentu. (5) Sebaliknya, desain penelitian kualitatif berkembang pada waktu penelitian dilakukan. (6) Ketika memilih responden, dapat terjadi perkembangan rencana penelitian. (7) Namun, bukan tidak mungkin kedua pendekatan ini digunakan dalam sebuah penelitian.

    Kata sambung yang tidak tepat digunakan dalam paragraf di atas adalah…
    Jawaban dan pembahasan: Kata sambung yang tidak tepat dalam paragraf di atas adalah ketika dalam kalimat (6)

    20. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai karena diakibatkan oleh hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang menjadi pelindung alami dari gempuran ombak. Kalimat di atas menjadi kalimat baku apabila diperbaiki dengan cara ….

    Jawaban dan pembahasan: Kalimat terjadinya abrasi mengancam kelestarian pantai “karena” diakibatkan oleh hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang menjadi pelindung alami dari gempuran ombak menjadi kalimat baku apabila diperbaiki dengan cara menghilangkan kata “karena”. Hal tersebut perlu dilakukan karena dalam kalimat tersebut tidak memenuhi ciri hemat, kalau sudah menggunakan kata “karena” maka tdak perlu mengunakan kata “diakibatkan”.

    Demikian contoh soal TKA SMA Bahasa Indonesia. Selamat belajar ya detikers.

    (cyu/cyu)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 5 Jenis Ikan yang Murah Harganya tapi Bernutrisi Tinggi

    Catat! 5 Jenis Ikan yang Murah Harganya tapi Bernutrisi Tinggi


    Jakarta

    Ikan menjadi salah satu sumber protein andalan di Indonesia. Beberapa jenis ikan tergolong murah dan mudah didapat. Meski harganya terjangkau, nutrisinya tak dapat disepelekan.

    Selain daging sapi dan ayam, ikan merupakan sumber protein hewani menyehatkan. Tekstur dagingnya yang lembut juga membuat ikan disukai banyak orang. Ditambah, ikan mudah diolah dengan berbagai teknik dan bumbu masak.

    Di pasaran, ikan bisa didapat dengan mudah di pasar tradisional atau pun supermarket. Beberapa jenisnya dibanderol dengan harga terjangkau alias murah.


    Di balik harganya yang murah, nutrisi ikan ini tidak dapat disepelekan. Bahkan bisa bersaing dengan ikan-ikan impor.

    Berikut 5 jenis ikan murah yang kaya nutrisi:

    1. Ikan kembung

    Ilustrasi ikan kembung.Ikan kembung tinggi omega 3 dan protein. Foto: Getty Images/RistoArnaudov

    Dalam 100 gram ikan kembung mengandung omega-3 sebesar 2,6 gram. Kandungan nutrisi lain berupa 64 miligram kolesterol, 19,2 gram protein, 167 kcal energi, dan 0,9 miligram zat besi, seperti dikutip dari akun Instagram @indonesiabaik.id (25/7).

    Menurut Food Struct, kandungan mineral ikan kembung juga banyak. Di antaranya ada magnesium, fosfor, zinc, zat besi, copper, selenium, dan lainnya.

    Ikan kembung juga lebih unggul dari segi harga. Di pasaran, ikan kembung dibanderol Rp 25.000 – Rp 35.000 per kilogram. Bisa ditemui di segala pasar di Indonesia dan cara mengolahnya juga mudah.

    2. Ikan lele

    Ikan lele juga termasuk jenis ikan yang umum ditemui di Indonesia. Harganya pun sangat ramah di kantong, rasanya juga gurih lezat. Umumnya ikan lele digoreng renyah.

    Menurut Fatsecret, beragam nutrisi penting terdapat di dalam ikan lele (100 gram). Di antaranya ada 240 kcal energi, lemak 14,53 mg, kolesterol 69 mg, sodium 398 mg, karbohidrat 8,54 gram, serat 0,5 gram, dan protein 17,5 gram.

    Ikan lele juga mengandung beragam vitamin dan mineral. Di antaranya ada kalsium, zat besi, potassium, vitamin A, dan vitamin C.

    3. Ikan patin

    Ikan patin umum digoreng atau diolah menjadi pindang yang segar. Jenis ikan ini tinggi nutrisi. Keunggulannya adalah kaya akan omega 3 dan protein.

    Dalam 100 gram ikan patin, kandungan nutrisinya terdiri atas energi 92 kcal, 15 gram protein, lemak 3,5 gram, dan kolesterol 80 mg. Kandungan lainnya ada vitamin B12.

    Ikan murah kaya nutrisi masih ada di halaman selanjutnya.

    4. Ikan teri

    Resep Ikan Teri Goreng TepungIkan teri basah mengandung tinggi protein dan mineral. Foto: iStockphoto

    Ikan teri juga termasuk jenis ikan yang menyehatkan. Namun, jenisnya juga perlu diperhatikan, karena yang diasinkan sudah pasti kurang menyehatkan. Pilih ikan teri yang masih basah.

    Menurut USDA, dalam 100 gram ikan teri mengandung 210 kcal, lemak 2,2 gram, kolesterol 85 mg, protein 29 gram, dan lainnya. Ikan teri juga mengandung sejumlah mineral, seperti zat besi, magnesium, dan kalsium.

    5. Ikan tongkol

    Satu lagi jenis ikan yang bisa menjadi alternatif santapan sehat dengan harga terjangkau, ikan tongkol. Jenis ikan laut ini punya daging yang tebal dan bercita rasa gurih.

    Dalam masakan Indonesia, ikan tongkol kerap dinikmati dengan cara digoreng. Banyak juga yang membuatnya dengan racikan kuah gulai, kuah kuning, dan sup asam segar.

    Menurut USDA, kandungan ikan tongkol per 100 gram juga beragam. Di antaranya jumlah kalori 131 kcal, lemak 0,4 gram, kolesterol 60 mg, dan protein 28 gram. Selain itu, ikan tongkol juga mengandung vitamin C, vitamin B6, dan vitamin B12. Kandungan mineral seperti zat besi, magnesium, dan kalsium juga bisa didapat lewat konsumsi ikan tongkol.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Kota Kuno Al-Natah di Tengah Gurun Arab Simpan Jejak Peradaban 4.000 Tahun

    Kota Kuno Al-Natah di Tengah Gurun Arab Simpan Jejak Peradaban 4.000 Tahun



    Jakarta

    Para arkeolog dari Prancis dan Arab Saudi mengumumkan penemuan sisa-sisa kota kuno berusia sekitar 4.000 tahun di barat laut Arab Saudi. Kota itu dikenal dengan nama Al-Natah.

    Dilansir dari Arab News, Minggu (12/10/2025), temuan itu dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLOS ONE. Peneliti menyebut reruntuhan Al-Natah menggambarkan masa transisi penting dalam sejarah manusia di kawasan tersebut, yakni saat masyarakat Arab mulai beralih dari kehidupan nomaden menjadi penduduk menetap dengan sistem sosial dan ekonomi yang lebih teratur.

    Penemuan itu menjadi tonggak besar dalam studi arkeologi Timur Tengah karena menunjukkan bahwa peradaban di wilayah Arab berkembang jauh lebih awal dari yang selama ini diyakini.


    Penemuan kota Al-Natah dilakukan lewat Proyek Arkeologi Khaibar Longue Durée, yang dipimpin oleh Dr. Guillaume Charloux dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (CNRS) dan Dr. Munirah AlMushawh dari Komisi Kerajaan untuk AlUla (Royal Commission for AlUla/RCU).
    RCU menyebut temuan itu sebagai bukti komitmen Arab Saudi dalam menjaga warisan budaya, memperkuat kerja sama internasional, serta mendukung misi Visi Saudi 2030 untuk menjadikan warisan arkeologis sebagai kebanggaan nasional.

    Penelitian tersebut juga menantang pandangan lama bahwa masyarakat Jazirah Arab bagian barat laut pada awal Zaman Perunggu hanyalah penggembala dan pengembara. Sebaliknya, hasil survei menunjukkan bahwa wilayah seperti Khaibar sudah memiliki pusat-pusat perkotaan yang mapan, dengan kehidupan pertanian dan perdagangan yang aktif.

    Struktur Kota dan Kehidupan Masyarakat Al-Natah

    Oasis Khaibar dikelilingi oleh tembok batu sepanjang 15 kilometer yang berfungsi melindungi wilayah subur dari kerasnya gurun pasir. Situs kota Al-Natah mencakup area sekitar 2,6 hektar dan diperkirakan dihuni oleh sekitar 500 orang antara tahun 2400-300 SM.

    Reruntuhan dinding kota setinggi lima meter menunjukkan adanya otoritas lokal yang kuat. Fondasi bangunannya cukup kokoh untuk menopang rumah berlantai satu hingga dua, dengan jalan-jalan sempit yang menghubungkan rumah menuju pusat kota. Lantai dasar digunakan sebagai gudang penyimpanan, sedangkan lantai atas menjadi tempat tinggal keluarga.

    Tim juga menemukan makam-makam yang berisi barang berharga seperti tembikar, batu akik, serta senjata logam berupa kapak dan belati. Temuan ini menunjukkan adanya stratifikasi sosial serta kemampuan tinggi dalam bidang logam dan kerajinan.

    Penduduk kota dikenal sebagai pembuat tembikar, pedagang, dan perajin manik-manik. Pola makan mereka terdiri dari daging domba dan biji-bijian, yang dianggap sebagai bukti bahwa mereka telah mahir mengelola sumber daya alam di sekitar oasis.

    Dilindungi Alam, Ditemukan Kembali Ribuan Tahun Kemudian

    Lapisan batu vulkanik hitam (basalt) yang menutupi kawasan ini membuat Al-Natah terlindungi dari kerusakan selama ribuan tahun. Lokasi kota pertama kali diidentifikasi pada Oktober 2020, dan baru terungkap lebih jelas setelah dilakukan survei lapangan serta pencitraan beresolusi tinggi pada Februari 2024.

    Penggalian lanjutan diharapkan dapat memberi gambaran lebih mendalam tentang sistem sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Al-Natah.
    Penemuan ini merupakan bagian dari rangkaian riset yang telah dilakukan sejak 2018 di kawasan AlUla dan Khaibar. Sebelumnya, tim yang sama juga menemukan struktur batu raksasa seperti mustatil, jalur pemakaman, serta jebakan batu kuno – semua menandakan bahwa peradaban Zaman Perunggu di barat laut Jazirah Arab jauh lebih kompleks dari yang diduga.

    Selain nilai ilmiah, wilayah Khaibar juga memiliki makna historis dan religius penting bagi umat Islam. Daerah ini dikenal sebagai lokasi Perang Khaibar, salah satu peristiwa besar pada masa Rasulullah SAW.

    Penemuan kota kuno di wilayah ini menjadi pengingat bahwa setiap jengkal tanah di Jazirah Arab menyimpan kisah panjang tentang perjuangan, kebijaksanaan, dan perkembangan peradaban manusia.

    ***

    Selengkapnya klik di detikHikmah.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Pekerjaan Paling Tidak Aman karena AI, Penulis Salah Satunya?

    10 Pekerjaan Paling Tidak Aman karena AI, Penulis Salah Satunya?


    Jakarta

    Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mengubah dunia industri kerja. Perlahan, posisi yang tadinya dilakukan oleh manusia digantikan oleh mesin berkemampuan AI. Apa saja pekerjaan paling tidak aman?

    Laporan terbaru dari Microsoft menemukan puluhan pekerjaan berpotensi terancam karena keberadaan AI. Ancaman ini terjadi karena AI bisa menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan manusia.

    Laporan menganalisis 200.000 percakapan anonim dan pengguna chatbot di Amerika Serikat, yang dikumpulkan antara Januari hingga September 2025. Setiap pekerjaan kemudian diberi skor keseluruhan berdasarkan metrik tertentu. Skor yang lebih tinggi menunjukkan paparan AI yang lebih tinggi (skor paling tinggi 0,50).


    Hasilnya, bidang kepenulisan, dinilai berisiko dengan kedatangan AI karena AI bisa membantu mereka untuk menulis.

    “Kami menemukan bahwa aktivitas kerja paling umum yang membutuhkan bantuan AI adalah pengumpulan informasi dan penulisan, sementara aktivitas paling umum yang dilakukan AI sendiri adalah penyediaan informasi dan bantuan, penulisan, pengajaran, dan pemberian nasihat,” tulis para peneliti dalam laporan tersebut, dilansir CNBC.

    Pekerjaan Tidak Berarti Diganti AI, tapi Lebih Kompetitif

    Menurut laporan, analisis ini tidak ingin menunjukkan bagaimana AI akan mengganti pekerjaan manusia. Namun, ingin memberi petunjuk bahwa industri kerja hari ini menjadi lebih kompetitif.

    Ini artinya, pekerja harus relevan dengan perkembangan teknologi masa kini. Di sisi lain, harus bisa mengembangkan diri, termasuk dengan pengetahuan AI agar bisa memanfaatkan teknologi.

    “Anda harus mempelajari semua yang Anda bisa tentang perangkat AI dan bagaimana Anda dapat memanfaatkannya untuk menguntungkan perusahaan Anda,” kata Jensen Huang, salah satu pendiri dan CEO Nvidia.

    “Semua pekerjaan akan terdampak, dan langsung. Hal ini tidak dapat dipungkiri,” imbuhnya.

    Jadi, alih-alih takut dengan adanya AI, ini merupakan momen di mana ada peluang untuk pekerja semakin berkembang.

    “Revolusi AI itu nyata, dan alih-alih takut, kita seharusnya melihatnya sebagai peluang untuk berevolusi dan berkembang,” ujar dosen bisnis Stanford, Robert E. Siegel.

    Berikut ini sederet pekerjaan yang paling tidak aman atau berisiko karena keberadaan AI, dikutip dari CNBC dan Visual Capitalist.

    Daftar 10 Pekerjaan Paling Tidak Aman atau Berisiko karena AI

    1. Penerjemah dan Juru Bahasa

    Skor: 0,49

    2. Sejarawan

    Skor: 0,48

    3. Petugas Penumpang

    Skor: 0,47

    4. Perwakilan Penjualan Layanan

    Skor: 0,46

    5. Penulis dan Pengarang

    Skor: 0,45

    6. Pemrogram Alat Pengontrol Numerik Komputer (CNC)

    Skor: 0,44

    7. Perwakilan Layanan Pelanggan

    Skor: 0,44

    8. Operator Telepon

    Skor: 0,42

    9. Pendidik Manajemen Pertanian dan Rumah

    Skor: 0,41

    10. Penyiar Siaran dan DJ Radio

    Skor: 0,41.

    (faz/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Ikan Kembung vs Ikan Salmon, Mana Lebih Tinggi Protein dan Omega 3?

    Ikan Kembung vs Ikan Salmon, Mana Lebih Tinggi Protein dan Omega 3?


    Jakarta

    Ikan kembung dan ikan salmon enak diolah menjadi beragam hidangan. Keduanya juga memiliki keunggulan nutrisi masing-masing. Namun dalam hal kandungan protein dan omega 3, mana yang lebih unggul?

    Di pasaran, kamu bisa memilih sumber protein hewani berdasarkan harga dan rasa yang sesuai selera. Contohnya pada ikan kembung dan ikan salmon.

    Bagi mereka yang mencari sumber protein dengan harga lebih terjangkau dan mudah didapat, ikan kembung kerap jadi pilihan utama. Namun bagi mereka yang tak terlalu mempersoalkan harga, ikan salmon juga jadi favorit karena tekstur dagingnya lembut dan rasanya khas.


    Lantas, dari segi nutrisi, bagaimana perbandingan ikan kembung vs ikan salmon?

    Nutrisi Ikan Kembung

    Dikutip dari Instagram RSAB Harapan Kita, @rsabhk pada 29 Januari 2022, dalam 100 gram ikan kembung mengandung 167 kalori, 19.32 gram protein, 9.36 gram lemak, 2.6 gram omega 3, 64 mg kolesterol, dan 0.9 mg zat besi.

    Halodoc (29/11/2024) menulis konsumsi ikan kembung yang kaya asam lemak omega 3 bermanfaat menjaga kesehatan jantung dan mendukung kesehatan otak. Tingginya protein pada ikan kembung juga membuat konsumsinya bagus untuk membantu usaha diet. Sebab akan menghasilkan rasa kenyang lebih lama.

    Selain berkat nutrisinya, ikan kembung juga jadi primadona di Indonesia karena mudah didapat. Harganya relatif murah, sekitar Rp 25 ribuan hingga Rp 65 ribuan per kilogram (kg). Ikan kembung enak diolah dengan cara dibakar atau dimasak bersama kuah asam segar.

    Nutrisi Ikan Salmon

    Akun Instagram @rsabhk mengungkap, dalam 100 gram ikan salmon mengandung 146 kalori, 21.62 gram protein, 5.93 gram lemak, 1.4 gram omega 3, 45 mg kolesterol, dan 0.77 mg zat besi.

    Dikutip dari Halodoc (26/2/2025), konsumsi ikan salmon bermanfaat untuk kesehatan jantung, fungsi otak, hingga kesehatan mata. Tak hanya itu, ikan salmon kaya vitamin D yang berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan tulang.

    Di pasaran, ikan salmon tergolong mahal di Indonesia. Harganya bisa mencapai lebih dari Rp 150 ribu per kg. Ikan salmon paling populer dipanggang dengan sedikit bumbu. Rasanya yang minimalis dengan kandungan kalori yang sedikit tapi tinggi protein, membuat konsumsi ikan ini juga jadi andalan pelaku diet.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    Kandungan protein dan omega 3 pada ikan kembung vs ikan salmon

    Ikan kembung dan ikan salmon sejatinya sama-sama menyehatkan. Dua nutrisi andalannya adalah protein dan asam lemak omega 3 yang tinggi.

    Pada 100 gram ikan kembung mengandung 2.6 gram omega 3. Sementara salmon mencapai 1.4 gram omega 3. Jadi, bisa dibilang, ikan kembung sedikit lebih unggul dalam kandungan omega 3.

    Untuk protein, dalam 100 gram ikan kembung mengandung 19.32 gram protein. Jumlah ini hanya berbeda sedikit dari ikan salmon yang lebih tinggi yaitu 21.62 gram protein.

    Namun dilihat dari faktor ketersediaan, harga, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan dari 2 jenis ikan ini, dapat disimpulkan kalau konsumsi ikan kembung menjadi pilihan yang lebih bijak.

    Klik Dokter (16/3/2024) mencatat ikan kembung lebih mudah ditemukan di pasar-pasar lokal Indonesia dan cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan ikan salmon yang harus diimpor.

    Selain itu, mengonsumsi ikan lokal seperti kembung mendukung keberlanjutan lingkungan dan mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari pengiriman ikan dari jarak jauh.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Kampung Dongeng Tangsel, Wisata Keluarga Tempat Anak Bebas Berimajinasi

    Kampung Dongeng Tangsel, Wisata Keluarga Tempat Anak Bebas Berimajinasi


    Jakarta

    Kampung Dongeng Tangsel di Ciputat adalah pilihan liburan bagi keluarga Jabodetabek dan sekitarnya. Di sini, anak bisa berimajinasi melalui dongeng dan beragam kegiatan seru. Keluarga tentunya bisa ikut serta dalam dunia fantasi anak yang penuh warna dan cerita.

    Seperti namanya, Kampung Dongeng menghidupkan kembali tradisi mendongeng dalam keluarga. Tradisi dihidupkan dalam berbagai kegiatan misal Kampung Dongeng Pekan Ceria, Kampung Dongeng Keliling, Kemah Dongeng, dan aktivitas menarik lainnya.

    Kampung Dongeng TangselKampung Dongeng Tangsel (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Di Kampung Dongeng, anak tak hanya mendengarkan tapi juga belajar menuturkan dongeng sesuai imajinasinya. Seluruh kegiatan di Kampung Dongeng dilakukan di tengah alam yang asri dan hijau. Lingkungan sejuk dan terbuka membebaskan anak serta keluarganya bebas beraktivitas.


    Kampung Dongeng juga punya banyak koleksi buku yang bisa dibaca tiap saat. Buku-buku ini tersusun rapi dalam tiap rak yang terdapat di sanggar Kampung Dongeng. Kegiatan di tiap sanggar dan Kampung Dongeng bisa diupdate di media sosial Instagram kampungdongeng, Pengunjung juga bisa menghubungi nomor admin yang tercantum di medsos.

    Lokasi dan Tiket Masuk Kampung Dongeng Tangsel

    Kampung Dongeng Tangsel beralamat di Jl. Musyawarah nomor 99 RT 04/RW 01, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat. Pengunjung tak perlu membayar tiket masuk, namun sebaiknya daftar lebih dulu sebelum mengikuti program dan kegiatan Kampung Dongeng.

    Jam buka Kampung Dongeng adalah pukul 07.00-17.00 WIB saat hari libur dan kerja, sehingga pengunjung bisa datang bersama anak dan keluarga setiap saat. Bangunan Kampung Dongeng terdiri dari dua lantai dengan bagian bawah terdiri dari sanggar dan ruang terbuka, sementara ruang atas adalah editorial serta operasional.

    Kampung Dongeng TangselKampung Dongeng Tangsel (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Menurut Sekretaris Umum Komunitas Kampung Dongeng Indonesia, Meta, Kampung Dongeng Tangsel bisa menampung 50 anak saat ada kegiatan. Biasanya, kegiatan dilakukan pada Sabtu dan Minggu sehingga pengunjung bisa datang dab menikmati kegiatan bersama keluarga.

    “Usia yang sering datang mulai dari TK usia 5 tahun, bahkan anak SMP usia 13 tahun pun masih banyak yang ikut,” kata Meta.

    Dengan berbagai programnya, Kampung Dongeng Tangsel patut dipertimbangkan sebagai alternatif liburan keluarga bagi warga Jabodetabek. Apalagi wisata edukatif ini tersebar di banyak tempat seluruh Indonesia yang dibangun bersama komunitas dongeng.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kampus Kecil di Tengah Arus Besar Pendidikan Tinggi

    Kampus Kecil di Tengah Arus Besar Pendidikan Tinggi



    Jakarta

    Pendidikan tinggi di Indonesia, dalam idealitasnya, didesain untuk menjadi lokomotif perubahan sosial. Ia adalah kawah candradimuka tempat anak bangsa dididik dan dipersiapkan menjadi pemimpin, inovator, dan pejuang kemanusiaan.

    Dalam visi besar nasional, perguruan tinggi ditempatkan sebagai garda depan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Namun, di balik narasi gemerlap pendidikan tinggi, terdapat potret lain yang jarang terangkat, yakni pergumulan perguruan tinggi kecil yang tersebar di pelbagai daerah, jauh dari hiruk pikuk universitas besar yang terus mengukir prestasi global.

    Ketika universitas besar berlomba memperluas jejaring internasional dan meraih akreditasi unggul, perguruan tinggi kecil justru sibuk memastikan roda akademik tetap berputar. Situasi ini menimbulkan paradoks: tuntutan nasional dan global semakin tinggi, tetapi daya dukung kelembagaan justru semakin rapuh.


    Persoalan Mendasar

    Salah satu problem krusial di perguruan tinggi kecil adalah aspek kemahasiswaan. Jumlah mahasiswa yang relatif kecil serta latar belakang sosial-ekonomi yang homogen membuat dinamika akademik berjalan datar. Banyak lulusan sekolah menengah di daerah memilih langsung bekerja untuk menopang ekonomi keluarga. Pendidikan tinggi belum sepenuhnya dipandang sebagai investasi jangka panjang, melainkan sebagai beban tambahan yang sulit ditanggung.

    Padahal, John Dewey dalam Democracy and Education (1916), pernah menegaskan bahwa pendidikan adalah sarana utama untuk memastikan demokrasi tetap hidup. Melalui pendidikan, individu dipersiapkan untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial. Pandangan ini memberi pesan penting bahwa ketika akses pendidikan tinggi masih dianggap barang mewah, maka partisipasi sosial pun terancam pincang. Paradoks inilah yang setiap tahun dihadapi perguruan tinggi kecil.

    Masalah lain yang kerap muncul adalah aspek manajemen pengelolaan. Tidak jarang konflik internal terjadi antara pimpinan yayasan, rektorat, dan unit-unit kerja di bawahnya. Perselisihan ini sering berakar pada perbedaan kepentingan, transparansi keuangan, atau perebutan posisi strategis. Alih-alih menjadi motor penggerak kemajuan, konflik manajerial justru menyita energi kelembagaan. Akibatnya, pengambilan keputusan berjalan lambat, program akademik terhambat, dan suasana organisasi menjadi tidak kondusif bagi tumbuhnya iklim akademik yang sehat.

    Selain mahasiswa dan tata kelola, persoalan mendasar lainnya adalah sumber daya manusia. Dosen sebagai jantung kehidupan kampus sering kali tidak mudah direkrut dan dipertahankan. Honorarium yang terbatas membuat banyak dosen muda terbaik menjadikan kampus daerah sebagai batu loncatan sebelum pindah ke perguruan tinggi besar yang menawarkan kesejahteraan lebih baik. Situasi ini menciptakan kerentanan berlapis, karena tanpa dosen yang stabil dan berkualitas, sulit menciptakan proses akademik yang sehat dan berkesinambungan.

    Problem lain yang tak kalah serius adalah ihwal pembinaan karier dosen. Jalur kenaikan pangkat dan pengembangan jabatan akademik di perguruan tinggi kecil kerap terhambat oleh pelbagai keterbatasan. Minimnya dukungan riset, sulitnya menghasilkan publikasi di berkala ilmiah bereputasi, serta akses yang sempit terhadap jejaring akademik membuat proses karier berjalan jauh lebih lambat dibandingkan rekan sejawat mereka di perguruan tinggi besar. Tidak mengherankan bila dosen dengan jabatan lektor kepala, apalagi guru besar, masih menjadi sesuatu yang langka sekaligus mahal di lingkungan perguruan tinggi kecil.

    Tak berhenti di situ, keterbatasan infrastruktur semakin memperberat keadaan. Minimnya laboratorium, gedung belajar yang serba terbatas, hingga fasilitas teknologi yang tertinggal membuat pembelajaran lebih banyak berhenti pada transfer pengetahuan. Mahasiswa tidak mendapat ruang yang cukup untuk mengalami proses riset dan eksplorasi ilmiah. Padahal, di era digital yang berkembang cepat, kemampuan bereksperimen dan menghasilkan inovasi justru semakin dibutuhkan.

    Keterbatasan yang berlapis ini akhirnya membuat perguruan tinggi kecil rawan terjebak pada fungsi formalitas, yakni sekadar menyelenggarakan kuliah rutin tanpa benar-benar menjadi pusat penciptaan ilmu. Alih-alih menjadi motor perubahan sosial, kampus justru dipaksa sibuk bertahan hidup dari tahun ke tahun.

    Tri Dharma yang Tereduksi

    Perguruan tinggi lahir dengan mandat besar yakni mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat. Namun, di banyak perguruan tinggi kecil, mandat ini kerap menyusut. Sekali lagi, orientasi lebih banyak berhenti pada aspek pengajaran semata. Paradigma yang terbentuk adalah learning oriented, bukan research oriented atau community oriented. Situasi ini bukan semata-mata pilihan sadar, melainkan keterpaksaan akibat keterbatasan anggaran dan dukungan kelembagaan.

    Padahal, penelitian dan publikasi ilmiah merupakan roh perguruan tinggi. Dari situlah ilmu diperbarui, pengetahuan dikembangkan, dan masyarakat memperoleh manfaat nyata. Seperti diingatkan Ernest Boyer dalam Scholarship Reconsidered: Priorities of the Professoriate (1990), persoalan akademik tidak boleh dipersempit hanya pada pengajaran. Ia mencakup empat dimensi penting: penemuan, integrasi, penerapan, dan pengajaran. Penekanan Boyer ini relevan, bahwa penelitian tidak hanya untuk memenuhi tuntutan birokratis, melainkan untuk memperkaya kehidupan sosial dan memberi makna lebih luas bagi keberadaan perguruan tinggi.

    Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Banyak kampus yang sulit mengalokasikan dana riset, apalagi publikasi bereputasi. Keterbatasan keuangan membuat penelitian hanya sekadar formalitas, atau bahkan dikesampingkan. Akibatnya, Tri Dharma yang seharusnya berjalan seimbang, tereduksi hanya menjadi satu: mengajar.

    Dampaknya jelas. Perguruan tinggi kehilangan energi pembaruan pengetahuan. Dosen tidak terdorong menghasilkan riset bermutu. Mahasiswa pun hanya dijejali materi tanpa kesempatan cukup untuk mengalami proses penciptaan ilmu. Perguruan tinggi yang mestinya menjadi pusat inovasi, berubah sekadar ruang penyampaian pengetahuan.

    Jika dirunut lebih jauh, problem ini membentuk lingkaran yang saling mengikat. Jumlah mahasiswa yang sedikit membuat pemasukan terbatas. Dana yang minim berdampak pada kesejahteraan dosen dan sarana prasarana yang tertinggal. Kualitas akademik pun merosot, reputasi kampus menurun, hingga pada akhirnya makin tidak diminati oleh calon mahasiswa. Lingkaran ini berputar terus-menerus, sulit diputus tanpa adanya intervensi kebijakan yang nyata.

    Padahal, pendidikan yang sehat seharusnya mampu menumbuhkan imajinasi, empati, dan daya kritis. Perguruan tinggi idealnya menjadi ruang subur bagi tumbuhnya kualitas-kualitas tersebut. Namun, realitas menunjukkan bahwa perguruan tinggi kecil kerap terjebak dalam pola bertahan hidup, sehingga energi yang seharusnya dipakai untuk pengembangan akademik lebih banyak tersita untuk sekadar menjaga keberlangsungan lembaga.

    Keberpihakan dan Kolaborasi

    Apakah berarti kampus kecil ditakdirkan untuk selamanya berada di pinggiran? Tidak. Keterbatasan tidak selalu identik dengan kebuntuan. Ada sejumlah langkah strategis yang bisa ditempuh.

    Pertama, keberpihakan negara dalam pembinaan perguruan tinggi kecil perlu terus diperkuat. Program hibah dan bantuan pemerintah harus benar-benar menyentuh kebutuhan kampus kecil, tidak hanya berfokus pada kampus besar. Wujud keberpihakan itu dapat berupa langkah afirmatif maupun kebijakan klasterisasi perguruan tinggi swasta, sehingga setiap institusi memperoleh dukungan yang proporsional sesuai kapasitas dan tantangannya. Pada akhirnya, pendidikan tinggi harus dipahami sebagai urusan kebangsaan yang menuntut kolaborasi dan pemerataan, bukan semata kompetisi antar lembaga.

    Kedua, kampus kecil harus membangun kolaborasi. Di era digital, jarak bukan lagi penghalang. Jejaring riset lintas kampus, baik nasional maupun internasional, bisa membuka akses publikasi dan inovasi. Kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya membangun ‘ekosistem belajar’ yang saling menopang.

    Ketiga, transformasi pembelajaran. Perguruan tinggi kecil harus berani meninggalkan metode tradisional yang hanya mengandalkan ceramah. Mereka perlu mengadopsi blended learning, problem-based learning, atau pendekatan partisipatif lain yang memberi ruang kreativitas mahasiswa. Dengan demikian, keterbatasan fisik bisa diimbangi oleh inovasi pedagogi.

    Namun, setiap langkah strategis harus disertai analisis risiko. Bidang kemahasiswaan berisiko kehilangan calon mahasiswa jika tidak ada diversifikasi strategi penerimaan. SDM berisiko stagnan jika insentif tidak diperbaiki. Infrastruktur pembelajaran berisiko tertinggal jika kebijakan anggaran tidak berpihak. Riset dan publikasi berisiko macet jika jejaring tidak dibangun. Pendidikan berisiko melahirkan lulusan tidak kompetitif jika metode pembelajaran tidak berubah.

    Dengan risk mapping yang jelas, perguruan tinggi kecil bisa menyiapkan mitigasi yang realistis, misalnya: beasiswa daerah, insentif kinerja, shared facilities, konsorsium riset, dan digitalisasi pembelajaran. Langkah-langkah ini bukan sekadar teknis, tetapi strategi bertahan hidup sekaligus melangkah maju.

    Kampus kecil di daerah ibarat lilin kecil di tengah gelapnya malam. Cahayanya mungkin redup, tetapi ia tetap memberikan arah bagi anak-anak bangsa yang haus ilmu. Lilin itu bisa padam jika dibiarkan berjuang sendiri, tetapi bisa pula semakin terang bila ditiup angin keberpihakan dan dilindungi kaca kolaborasi.

    Menyulam asa kampus kecil adalah bagian dari menyulam masa depan bangsa. Indonesia tidak akan maju hanya dengan menonjolkan kampus besar di kota-kota utama. Kekuatan bangsa justru akan lahir jika kampus di pelosok pun mendapat ruang tumbuh yang sama. Di situlah sejatinya keadilan pendidikan, yakni menghadirkan cahaya pengetahuan di setiap sudut negeri.

    *) Ahmad Tholabi Kharlie
    Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
    Anggota Dewan Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek RI

    *) Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com

    (nwk/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Roti Gandum Lebih Sehat dari Roti Tawar Putih, Ini Cara Pilihnya

    Roti Gandum Lebih Sehat dari Roti Tawar Putih, Ini Cara Pilihnya


    Jakarta

    Roti gandum tergolong lebih sehat dari roti tawar putih. Dari beberapa produk di pasaran, begini tips memilih roti gandum yang kualitasnya paling baik. Kenali mulai dari label hingga teksturnya.

    Banyak orang suka mengawali hari dengan makan roti. Jenisnya bisa roti gandum atau roti tawar putih. Mereka yang lebih peduli kesehatan, umumnya akan memilih roti gandum, meski harganya sedikit lebih mahal.

    Roti gandum memang tergolong lebih sehat dari roti tawar putih. Roti gandum mengandung lebih banyak serat, vitamin, dan mineral. Indeks glikemiknya juga lebih rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah sesaat setelah dikonsumsi.


    Very Well Fit (13/4/2023) mengungkap roti gandum juga bagus dikonsumsi sehari-hari sebagai sumber serat. Selain itu, terkandung juga zat besi dan potassium.

    Dari sisi nutrisi, dalam 1 lembar roti gandum (43 gram) biasanya terdiri dari 80 kalori, 20 gram karbohidrat, 3 gram serat, 5 gram protein, 95 milligram potasium, dan lainnya.

    Roti gandum cocok buat diet, karena kalorinya rendah. Hanya sebesar 80 kcal dan bisa dikonsumsi saat sarapan.

    Manfaat lainnya, konsumsi roti gandum dapat meningkatkan kesehatan jantung. Sebuah studi tahun 2016 yang dimuat di British Medical Journal mengungkap konsumsi 3 porsi atau biji-bijian utuh per hari dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan jantung koroner.

    Lantas, bagaimana memilih roti gandum berkualitas terbaik? Berikut ciri-cirinya:

    1. Label gandum utuh

    Pilih produk roti gandum yang hanya dibuat dari 100% “gandum utuh” atau “bijian utuh”. Dalam bahasa Inggris istilahnya adalah “100% whole wheat” atau “100% whole grain”.

    Produsen biasanya akan mencantumkan tepung gandum utuh sebagai bahan utama di informasi nilai gizi roti. Hindari roti gandum yang hanya dibuat dengan “tepung gandum” atau “diperkaya tepung yang diputihkan”.

    Tips Memilih Roti Gandum yang Sehat dan Cocok Buat DietRoti gandum lebih sehat dari roti tawar putih karena kaya serat dan memiliki indeks glikemik rendah. Foto: Getty Images/fcafotodigital

    2. Perhatikan kandungan sodium

    Pada label kemasan, perhatikan juga kandungan sodium roti gandum. Sebab beberapa produsen menggunakannya untuk mengontrol aktivitas ragi dan membuat roti lebih enak.

    Hindari roti gandum yang kandungan sodiumnya tinggi. Di pasaran, ada roti gandum yang selembarnya bisa mengandung 200 gram!

    3. Lihat ciri fisiknya

    Pilih roti gandum yang teksturnya agak padat, bukan lembut atau lembek. Jika rotinya padat, besar kemungkinan dibuat dengan tepung gandum utuh. Sebaliknya, jika terlalu lembut bisa jadi ditambahkan bahan kimia untuk mengurangi penggunaan tepung.

    Dalam hal menyimpan roti gandum, simpan di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari. Lebih baik jika disimpan di kotak roti. Kamu bisa juga membekukan roti gandum dalam freezer lalu memanggangnya hanya ketika kamu ingin menikmatinya.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com