Author: admin

  • Belum Banyak yang Tahu, 12 Makanan Ini Tidak Cocok Dimakan Bareng Pepaya

    Belum Banyak yang Tahu, 12 Makanan Ini Tidak Cocok Dimakan Bareng Pepaya


    Jakarta

    Pepaya, buah tropis yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Tekstur daging buahnya yang empuk dengan rasa manis asam membuat pepaya jadi favorit. Namun, konsumsinya jangan sembarangan.

    Dikutip dari WebMD, pepaya adalah buah kaya nutrisi, seperti vitamin C, folat, vitamin A, serat, tembaga, magnesium, kalium, dan asam pantotenat.

    Manfaat konsumsinya pun banyak, antara lain mencegah sakit jantung, baik untuk pencernaan, meningkatkan imunitas, dan berpotensi melindungi dari kanker prostat.


    Namun jika pepaya dikonsumsi dengan makanan tertentu bisa menyebabkan masalah pencernaan. Berikut 12 makanan yang tidak boleh dikonsumsi dengan pepaya, seperti dirangkum dari laman Food NDTV dan Times of India:

    1. Pepaya Mentah dan Pepaya Matang

    Jika ada bagian pepaya yang belum matang, makanlah hanya pada bagian pepaya yang sudah matang. Pepaya mentah mengandung konsentrasi lateks yang lebih tinggi. Lateks bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan mulut, terutama pada orang yang sensitif pada alergi lateks.

    2. Produk Susu

    Pepaya juga bisa menyebabkan masalah pencernaan dan kram perut jika dicampur dengan produk susu seperti susu, mentega, keju, atau yoghurt. Pepaya mengandung enzim yang dapat menyebabkan susu sulit dicerna.

    3. Mentimun

    Mentimun ketika dikonsumsi bersama pepaya akan menyebabkan perut kembung, kram perut, bahkan diare. Hal ini karena mentimun memiliki kandungan air yang tinggi. Demikian juga pepaya, maka bisa menyebabkan kandungan air berlebihan di dalam tubuh.

    4. Buah Anggur

    Makan buah anggur bersama pepaya dapat menyebabkan keasaman dan gas karena anggur bersifat sangat asam. Ketika dikombinasikan dengan pepaya, asam dari anggur bisa menyebabkan iritasi.

    5. Makanan yang Digoreng

    Makan pepaya bersama makanan yang digoreng seperti ayam goreng atau kentang goreng dapat menyebabkan iritasi lambung. Makanan yang digoreng mengandung tinggi lemak, sehingga akan menyebabkan gangguan pencernaan dan ketidaknyamanan pada perut ketika dicampur pepaya.

    6. Produk Kedelai

    Produk kedelai mengandung senyawa yang dapat menghambat penyerapan nutrisi dalam pepaya. Akhirnya paduan keduanya dapat mempengaruhi pencernaan secara keseluruhan. Produk kedelai mencakup susu kedelai, tempe atau tahu.

    7. Teh

    Pepaya juga tidak baik dikonsumsi bersama teh, terutama teh hitam atau hijau. Pepaya mengandung enzim papain yang baik untuk pencernaan. Namun kandungan tanin dan kafein dalam teh dapat menghambat aktivitas enzim pencernaan seperti papain, sehingga bisa mengurangi efektivitasnya.

    8. Buah jeruk

    Buah jeruk dan keluarganya, buah citrus, dapat meningkatkan keasaman dan menyebabkan masalah pencernaan jika dikonsumsi bersama pepaya. Sebab keduanya mengandung vitamin C yang tinggi. Akibatnya bisa terjadi refluks asam, mulas, dan iritasi lambung.

    9. Tomat

    Tomat juga sama. Kandungan vitamin C yang tinggi bisa menyebabkan masalah pencernaan ketika dikonsumsi bersama pepaya. Akibatnya dapat menyebabkan refluks asam dan mulas.

    10. Makanan Pedas

    Kombinasi makanan pedas dan pepaya dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti kram perut, hingga diare. Makanan pedas dapat mengakibatkan iritasi pada lapisan perut, sementara pepaya dikenal melancarkan pencernaan, sehingga ini bisa mengganggu pencernaan.

    11. Makanan Fermentasi

    Makanan fermentasi seperti asinan kubis, kimchi, atau acar mengandung probiotik dan enzim yang dapat berinteraksi dengan enzim pepaya. Kombinasi pepaya da makanan fermentasi bisa mengganggu pencernaan.

    12. Makanan Tinggi Protein

    Pepaya mengandung enzim yang bisa memecah protein. Jika kamu makan makanan berprotein tinggi tertentu, seperti daging, ikan, atau tahu dalam jumlah besar, maka bisa menimbulkan masalah pencernaan.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 2 Turis India Dihukum Penjara dan Cambuk, Terbukti Rampok Perempuan di Singapura

    2 Turis India Dihukum Penjara dan Cambuk, Terbukti Rampok Perempuan di Singapura



    Jakarta

    Dua turis asal India dijatuhi hukuman lima tahun satu bulan penjara dan 12 kali cambuk karena menyerang serta merampok dua pekerja seks saat berlibur di Singapura.

    Menurut laporan The Straits Times, Selasa (14/10/2025), kedua terdakwa, Arokkiyasami Daison (23) dan Rajendran Mayilarasan (27), mengaku bersalah atas dakwaan melakukan kekerasan dalam perampokan yang terjadi pada 3 Oktober 2025.


    Pengadilan menyebut bahwa kedua turis itu tiba di Singapura pada 24 April untuk berlibur. Dua hari kemudian, saat berjalan di kawasan Little India, mereka bertemu seorang pria yang menawarkan untuk menghubungkan dengan pekerja seks. Pria itu juga memberikan kontak dua wanita.

    Mereka lantas menghubungi nomor kontak perempuan itu dan mengundang ke hotel. Namun, ternyata undangan itu adalah cara untuk menjebak si perempuan.

    Mereka mengikat tangan dan kaki korban dengan pakaian, menamparnya, lalu merampok perhiasan dan uang tunai SGD 2.000 (sekitar Rp 25 juta), paspor, dan beberapa kartu bank.

    Tidak hanya satu korban, mereka mengincar korban lanjutan hanya berjeda beberapa jam.

    Sekitar pukul 23.00, mereka bertemu korban kedua di hotel lain. Korban diseret, mulutnya ditutup agar tidak berteriak, lalu dirampok uang tunai SGD 800 (sekitar Rp 10 juta), dua ponsel, dan paspor. Mereka juga mengancam korban agar tidak meninggalkan kamar sampai mereka kembali.

    Kejahatan itu terbongkar keesokan harinya setelah korban kedua melapor ke polisi. Selama persidangan, kedua pelaku memohon keringanan hukuman.

    Namun, hakim tetap menjatuhkan hukuman sesuai ketentuan hukum Singapura, yang mewajibkan hukuman cambuk untuk kejahatan kekerasan seperti perampokan dan dikenal memiliki sistem hukum yang sangat ketat terhadap tindak kekerasan fisik.

    (fem/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cara Mengecek BLT Oktober 2025, Apa Kamu Termasuk Penerima?

    Cara Mengecek BLT Oktober 2025, Apa Kamu Termasuk Penerima?



    Jakarta

    Pemerintah mulai membagikan bantuan sosial (bansos) program bantuan langsung tunai (BLT) Oktober 2025. Lantas, bagaimana cara mengecek BLT Oktober 2025?

    Sebagai informasi,bansosBLT adalah bantuan yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurut laman Kantor Staf Presiden, besaran bantuanBLT adalah sebesar Rp 300 ribu per bulan selama tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember. Secara keseluruhan, penerima akan mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 900 ribu.


    Pengecekan penerima BLT Oktober 2025 dapat dilakukan melalui laman Cek Bansos Kemensos dan aplikasi resminya.

    Cara Mengecek BLT Oktober 2025 via Website

    Penerima BLT bisa mengecek pencairan secara online melalui laman Cek Bansos Kemensos atau aplikasi resmi. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Buka link https://cekbansos.kemensos.go.id/
    2. Pilih provinsi, kab/kota, kecamatan, dan desa
    3. Masukkan nama sesuai KTP
    4. Isi huruf kode yang muncul
    5. Klik “Cari Data”
    6. Sistem akan mencari nama penerima manfaat sesuai dengan wilayahyangdiinput.Nantinya, akan muncultabelbansos yang diterima dan terdapat keterangan status “Ya/Tidak”.

    Cara Mengecek BLT Oktober 2025 via Aplikasi

    1. Buka aplikasi Cek Bansos di HP
    2. Pilih “Buat Akun” untuk pengguna baru
    3. Lengkapi semua data diri, mulai dari nama lengkap, nomor NIK, alamat, hingga email dan password
    4. Unggah swafoto dan foto KTP
    5. Klik tombol “Buat Akun Baru”
    6. Jika tidak ada data yang keliru, akun akan otomatis dibuat
    7. Jika diminta verifikasi email, buka kotak masuk untuk melakukan tahapan tersebut
    8. Jika berhasil login, buka menu “Profil”
    9. Muncul keterangan jenis bantuan yang diterima

    Jadwal Pencairan BLT Rp 900 Ribu

    Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, BLT tambahan akan cair mulai Senin, 20 Oktober 2025. Pencairan melalui Bank Himbara dan Kantor Pos memiliki tanggal berbeda. Berikut jadwalnya:

    Pencairan di Bank Himbara: Pekan depan (estimasi 27 Oktober 2025)
    Pencairan di Kantor Pos: 20 Oktober 2025

    Demikian cara mengecek BLT Oktober 2025. Semoga membantu ya, detikers!

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Terlihat Sehat, Tapi… Teh Hijau Tidak untuk Dikonsumsi 5 Orang Ini

    Terlihat Sehat, Tapi… Teh Hijau Tidak untuk Dikonsumsi 5 Orang Ini


    Jakarta

    Teh hijau semakin banyak diminati oleh pelaku hidup sehat. Namun, tak semua orang cocok konsumsi teh hijau. Kenali kelompok orang yang berpotensi alami efek samping usai minum teh hijau.

    Teh hijau dikenal menyehatkan dengan kandungan antioksidan yang tinggi. Rasanya yang cenderung ringan dan menyegarkan juga menjadi alasan lain teh hijau digemari.

    Teh hijau bahkan jadi minuman andalan para pelaku diet. Ini karena kandungan senyawa katekin dan EGCG yang dapat membantu meningkatkan metabolisme, membakar lemak, dan mengendalikan nafsu makan.


    Selain itu, teh hijau juga rendah kalori. Jadi, bisa menjadi alternatif minuman yang lebih sehat dibandingkan minuman manis seperti es teh, jus kemasan, atau minuman soda.

    Namun konsumsi teh hijau juga perlu diwaspadai. Minuman ini tak cocok untuk semua kelompok berkat efek samping yang mungkin ditimbulkan dari senyawa kafein, tannin, dan katekin di dalamnya.

    Dikutip dari Times of India (8/8/2025), inilah 5 kelompok orang yang tidak disarankan minum teh hijau, apalagi jika terlalu banyak dan diminum dalam kondisi perut kosong:

    1. Orang yang punya asam lambung

    Kalau kamu punya perut sensitif atau asam lambung, maka waspadai konsumsi teh hijau. Minum jenis teh ini bisa meningkatkan produksi asam lambung karena kandungan tannin-nya.

    Efek sampingnya yaitu perut kembung, sembelit, hingga gejala asam lambung yang parah. Terlebih jika teh hijau dikonsumsi saat perut kosong. Jadi, disarankan minum teh hijau setelah makan atau di antara waktu makan.

    2. Penderita anemia

    Ilustrasi teh hijauPenderita anemia tidak disarankan minum teh hijau. Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock

    Teh hijau bisa menghambat kemampuan tubuh menyerap zat besi nonheme yang kerap ditemukan pada makanan nabati, telur, dan olahan susu. Bagi mereka yang anemia atau sudah kekurangan zat besi, maka efeknya bakal lebih buruk.

    Untuk menghindari hal ini, sangat disarankan minum teh hijau di antara waktu makan. Jangan menjadikannya minuman pendamping saat makan. Jangan lupa tambahkan sumber vitamin C pada makanan untuk bantu penyerapan zat besi.

    3. Ibu hamil dan menyusui

    Ilustrasi Ibu Hamil SakitIbu hamil sebaiknya tidak minum teh hijau karena meningkatkan risiko keguguran. Foto: Getty Images/iStockphoto/chanakon laorob

    Saat hamil dan menyusui, konsumsi banyak teh hijau tidak disarankan. Sebab asupan kafein berlebih meningkatkan risiko keguguran hingga gangguan perkembangan bayi.

    Kemudian, kafein bisa ‘mengalir’ ke air susu ibu (ASI) hingga membuat anak mengalami stimulasi berlebih. Pakar menyarankan konsumsi teh hijau tidak lebih dari 2 cangkir per hari untuk para wanita yang sedang melalui fase ini.

    4. Orang yang sensitif kafein

    Beberapa orang mengalami kondisi sensitif akan kafein. Asupan kafein sedikit saja, bahkan bisa memicu gejala seperti jantung berdegup kencang, gelisah, hingga bergetar.

    Kelompok orang ini disarankan tidak minum kebanyakan teh hijau. Satu cangkir saja cukup atau beralih ke minuman tanpa kafein atau minuman herbal. Sebagai informasi, satu cangkir teh hijau bisa mengandung 20-45 mg kafein.

    5. Anak-anak

    Teh hijau tidak cocok dikonsumsi anak-anak. Kafein pada teh hijau dapat memicu stimulasi berlebih pada sistem saraf anak-anak. Lalu tannin pada teh hijau dapat menghalangi penyerapan nutrisi penting, seperti protein dan lemak, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak-anak.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Tren Wisatawan Indonesia ke Luar Negeri: Berkunjung ke Tempat Viral

    Tren Wisatawan Indonesia ke Luar Negeri: Berkunjung ke Tempat Viral



    Jakarta

    Tahun ini, wisatawan Indonesia lebih suka bepergian dalam bentuk small group. Tempat-tempat viral pun selalu jadi pilihan kunjungan mereka saat berkunjung ke suatu negara.

    Hal ini diungkapkan oleh Pauline Suharno, Ketua DPP Astindo saat dihubungi detikTravel, Senin (13/10/2025). Selain itu, wisatawan Indonesia kalau ke luar negeri suka berlama-lama di satu kota.

    “Trennya masih small group ya yang jumlahnya di bawah 20 orang, enggak seperti zaman kayak dulu 40 – 50 orang kayak gitu. Lalu juga long stay-nya itu lebih lama. Kalau zaman dulu tuh kayaknya mereka dalam 2 minggu mau pergi kalau bisa dalam 14 hari ke 10 negara. Namun sekarang lebih banyak tinggal di satu kota, tidak terburu-buru,” kata Pauline.


    Lebih lanjut dia menambahkan tempat wisata mainstream atau ikon bukan lagi tujuan wisata saat ke luar negeri. WNI sekarang suka berkunjung ke tempat-tempat yang menawarkan pengalaman seperti museum dan tempat-tempat viral.

    “Lebih banyak enjoy di satu city ya dengan kayak berwisata itu enggak harus mengunjung ke icon wisata. Mereka lebih suka untuk yang menikmati budayanya, makanannya. Kalau kayak ke museum tuh memang mau menikmati isi museumnya seperti apa,”

    “Dan ini juga terpengaruh dengan makanan-makanan viral yang ada di TikTok. Jadi kalau dulu tuh mereka tuh makan di restoran yang memang restoran di cater khusus untuk grup. Tapi sekarang orang tuh lebih suka untuk mencari makanan-makanan yang viral dan mau ngantri,” tambahnya,” katanya.

    Pauline juga mengatakan traveler muda sangat peduli dengan sustainability. Perubahan selera ini, di mana dulu wisata belanja barang branded sangat populer, sekarang tak banyak diminati.

    “Malahan wisata belanja itu udah enggak seheboh dulu. Ya juga memang karena harga barangnya pun makin lama makin mahal, tapi anak-anak muda sekarang ini sudah memahami untuk mengurangi penggunaan fast fashion. Dan mereka lebih menghargai penggunaan barang-barang buatan lokal. Malah banyak lebih milih thrifting,” lanjutnya.

    Sebagai agen travel, Pauline mengatakan saat ini paket yang paling laku dalam usahanya adalah wisata ke China. Pengaruh media sosial dan kemudahan datang ke China menjadi salah satu faktor pendukung.

    “Sekarang paling banyak diminati China,” tutupnya.

    (sym/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ada Program Magang ke Jepang dari BAZNAS RI, Dapat Uang Tunjangan-Jaminan Kerja

    Ada Program Magang ke Jepang dari BAZNAS RI, Dapat Uang Tunjangan-Jaminan Kerja


    Jakarta

    Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, dan International Manpower Japan (IM Japan) membuka kesempatan untuk putra terbaik bangsa mengikuti magang di Jepang selama 3-5 tahun. Apa saja persyaratannya?

    Sebelumnya, pendaftar perlu mengetahui terlebih dahulu skema magang ke Jepang dari BAZNAS RI. Menurut buku panduannya, program ini dibiayai oleh BAZNAS RI untuk pelatihan tahap 1. Kemudian pelatihan tahap 2 dan keberangkatan akan diakomodir oleh Kemnaker dan IM Japan.

    Durasi magang adalah 3 tahun yang dapat diperpanjang hingga 5 tahun jika disetujui perusahaan). Dengan tahapan:


    Bulan ke-1: Pelatihan adaptasi di training center Jepang
    Tahun ke-1-3: Magang teknis (Jisshusei) dengan perlindungan hukum Jepang

    Kriteria lolos magang ke Jepang BAZNAS RI ini adalah lolos seleksi daerah dan seorang mustahik atau penerima zakat. Syarat seorang mustahik dibuktikan dengan Surat Pernyataan Penghasilan Orang Tua/Wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan dan foto rumah.

    Manfaat Magang ke Jepang dari BAZNAS RI 2025

    Penerima magang ke Jepang akan mendapat manfaat berupa:

    1. Bantuan biaya pelatihan tahap 1 daerah paling banyak Rp15 juta /mustahik

    2. Pelatihan dan bimbingan dari BAZNAS RI berupa:
    a. Keimanan dan Etos Kerja Islami: Memahami konsep kerja sebagai ibadah (amal shalih) dan integritas dalam bekerja sesuai syariah.
    b. Menjaga Identitas Muslim di Jepang: Panduan praktis shalat di tempat kerja, mencari makanan halal, dan menghadapi tantangan budaya non-Muslim.
    c. Literasi Keuangan Syariah: Alokasi pendapatan untuk tabungan, investasi, dan kewajiban zakat.

    3. Biaya ditanggung berupa:
    a. Pembuatan paspor
    b. Pengurusan visa
    c. MCU saat pelatihan tahap I dan setelah lulus wawancara
    d. Konsumsi selama pelatihan
    e. Asuransi pelatihan
    f. Asrama
    g. Perlengkapan selama pelatihan
    h. Transportasi saat pelatihan I dan juga saat menuju lokasi pelatihan tahap II

    4. Peserta mendapat bimbingan kewirausahaan dan job matching oleh BAZNAS/Kemnaker.

    5. Penerima manfaat mendapat tunjangan Dana Usaha Mandiri ¥500.000-¥900.000 atau Rp54 juta-Rp 98 juta yang dapat digunakan sebagai modal usaha.

    Syarat Manfaat Magang ke Jepang dari BAZNAS RI 2025

    Persyaratan Kemnaker

    a. Syarat Khusus

    1. Pria
    2. Untuk SMK Teknis usia minimal 18 tahun dan maksimal 26 tahun saat tes seleksi.
    3. Untuk SMA usia minimal 18 tahun 6 bulan dan maksimal 26 tahun saat tes seleksi.
    4. Tidak buta warna (total/parsial), dan tidak berkaca mata/kontak lens
    5. Tidak bertato atau bekas tato
    6. Tidak bertindik atau bekas tindik

    b. Syarat Administrasi

    1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    2. Kartu Keluarga
    3. Kartu Kuning (AK1)
    4. Akte Kelahiran
    5. Sertifikat latihan kerja minimal 160 jam pelajaran di bidang teknik atau pengalaman kerja di bidang teknik minimal 6 bulan bagi lulusan non teknik
    6. Ijazah / Pendidikan
    7. Surat ijin orang tua/wali/istri
    8. Surat pernyataan belum pernah ikut magang di Jepang bermaterai
    9. Pas Photo Resolusi Tinggi
    10. Surat Rekomendasi dari Kepala Desa/Lurah
    11. Photo keluarga berlatar belakang rumah ukuran resolusi tinggi
    12. Surat Pengantar dari Dinas Kab/Kota yang membidangi Ketenagakerjaan daerah asal peserta

    c. Syarat Teknis

    1. Lolos seleksi daerah program Magang ke Jepang Kemnaker dan IM Japan.
    a. Lulus tes matematika
    b. Lulus kesamaptaan tubuh
    c. Lulus tes ketahanan fisik
    d. Lulus wawancara
    e. Lulus tes bahasa Jepang
    f. Lulus medical check up

    Persyaratan BAZNAS

    1. Diutamakan dari keluarga tidak mampu
    2. Membuat proposal sesuai format di https://bazn.as/ProposalMagangJepang
    3. Mengisi formulir pendaftaran sesuai format di https://bazn.as/DaftarMagangJepangBAZNAS
    4. Diajukan melalui Kemnaker

    Informasi lebih lanjut mengenai magang ke Jepang dari BAZNAS RI dapat dicek melalui https://baznas.go.id/pendistribusian-show/program-fasilitasi-magang-ke-jepang,-kerja-sama-baznas-ri-dan-kemnaker/2747. Tertarik mendaftar?

    Saksikan Live DetikPagi :

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sembarangan! Konsumsi Cuka Apel Ada Waktu Idealnya

    Jangan Sembarangan! Konsumsi Cuka Apel Ada Waktu Idealnya


    Jakarta

    Cuka apel dipercaya sebagai asupan untuk membantu diet lebih maksimal. Namun agar khasiatnya efektif, konsumsi cuka apel pada waktu yang tepat.

    Cuka apel banyak dipercaya sebagai asupan peluntur lemak yang efektif. Cuka apel banyak diandalkan para pelaku diet untuk membantu memaksimalkan penurunan berat badan.

    Dengan rasanya yang asam, waktu konsumsinya harus diperhatikan. Dilansir dari Times of India, Minggu (3/8), cuka apel dibenarkan sebagai bahan aktif yang dapat berkhasiat untuk tubuh.


    Mulai dari penurunan berat badan, menstabilkan gula darah, hingga membantu memberikan rasa kenyang yang lebih panjang. Namun khasiatnya yang efektif hanya bisa didapatkan dengan maksimal jika dikonsumsi dengan cara yang tepat.

    Jangan Sembarangan! Konsumsi Cuka Apel Ada Waktu IdealnyaAgar khasiatnya maksimal, cuka apel tidak disarankan dikonsumsi sembarangan. Foto: Getty Images/fcafotodigital

    Ada beberapa waktu yang direkomendasikan oleh pakar kesehatan untuk mengonsumsi cuka apel. Pertama, cuka apel disarankan diminum saat pagi hari.

    Mengonsumsi cuka apel saat pagi hari dapat membantu mengendalikan berat badan dan kadar gula darah. Pada sebuah percobaan klinis, partisipan yang mengonsumsi cuka apel saat pagi hari selama 4-12 minggu mengalami penurunan gula darah, berat badan, hingga Body Mass Index (BMI) yang signifikan.

    Begitupula dengan ukuran lingkar pinggang dan trigliserida atau kolesterol yang ikut menurun. Selain pada pagi hari, cuka apel juga direkomendasikan dikonsumsi sebelum makan.

    Pada penelitian dengan partisipan pasien diabetes tipe 1, konsumsi cuka apel ditemukan membantu memperlambat pencernaan makanan. Hasilnya rasa kenyang akan terasa lebih panjang dan mencegah keinginan makan berlebih.

    Jangan Sembarangan! Konsumsi Cuka Apel Ada Waktu IdealnyaJika dikonsumsi pada waktu yang kurang tepat, cuka apel justru berbahaya untuk kesehatan. Foto: Getty Images/fcafotodigital

    Namun konsumsi cuka apel sangat tidak disarankan pada beberapa kondisi tertentu. Misalnya ketika cuka apel tidak dilarutkan atau dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.

    Kadar asam yang tinggi pada cuka apel dapat menyebabkan sakit perut yang melilit hingga mual berat. Konsumsi cuka apel juga tidak disarankan pada pasien yang sedang menjalani beberapa pengobatan tertentu.

    Seperti konsumsi obat diuretik, insulin, hingga pengobatan jantung. Cuka apel tidak dianjurkan untuk dikonsumsi sebelum tidur, sebab dapat memicu produksi refluks asam yang menimbulkan sensasi membakar tenggorokan ketika tidur.

    Jika kamu mengandalkan cuka apel sebagai asupan diet, sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter. Memadukan cuka apel dengan pola hidup sehat yang lebih baik akan memberikan khasiat maksimalnya.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Malaysia 3 Kali Lebih Banyak Turisnya Dibanding RI, Kenapa?

    Malaysia 3 Kali Lebih Banyak Turisnya Dibanding RI, Kenapa?



    Jakarta

    Indonesia menyambut 10 juta turis selama 8 bulan pertama di 2025, sedangkan di Malaysia ada 28,2 juta wisatawan yang berkunjung. Ketertarikan turis lebih besar untuk berkunjung ke Malaysia daripada Indonesia, bukan karena negara ini kalah indah.

    Menurut Wakil Direktur Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum Universitas Indonesia Deni Danial Kesa, MBA, PhD, Malaysia menempatkan pariwisata sebagai isu nasional. Sedangkan pariwisata Indonesia masih dilakukan tidak daerah tanpa ada integrasi.

    “Itu bukan sekadar angka, tapi perbedaan dalam memasarkan pariwisata. Malaysia menjadikan pariwisata sebagai proyek nasional, sedangkan Indonesia memperlakukannya sebagai kumpulan inisiatif daerah yang berjalan sendiri,” kata Deni dalam perbincangan dengan detikTravel.


    Akibatnya, koordinasi dan konsistensi pemasaran pariwisata Indonesia tidak berjalan seiringan. Tiap daerah membuat program pariwisata sendiri, mengabaikan pentingnya menciptakan ‘experience Indonesia.’ Selain itu, tidak ada kelanjutan, sehingga pesona Indonesia mudah hilang.

    Selain marketing, kelemahan lain adalah masalah administrasi dan dukungan transportasi. Menurut Deni, sulitnya mengakses hal-hal pendukung wisata ini tidak cocok bagi kebutuhan wisatawan modern. Akibatnya, wisatawan lebih suka ke Malaysia yang punya layanan lebih terintegrasi.

    Artikel ini menjadi artikel terpopuler, Selasa (13/10/2025), baca selengkapnya di sini.

    Jangan lupa untuk membaca artikel terpopuler lainnya di bawah ini:

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • SKSG UI Tempat Bahlil S3 Digabung SIL-Ganti Nama, Jadi Apa?

    SKSG UI Tempat Bahlil S3 Digabung SIL-Ganti Nama, Jadi Apa?


    Jakarta

    Sekolah Kajian Stratejik Global (SKSG) dan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia digabungkan. Peresmian penggabungan keduanya dilakukan pada Rabu (22/10/2025).

    Sebagai informasi SKSG merupakan tempat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menempuh jenjang S3.

    SKSG-SIL Jadi Apa?

    Universitas Indonesia menetapkan nama baru gabungan SKSG dan SIL. Sekarang, keduanya tergabung menjadi Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB)/Graduate School of Sustainable Development (GSSD).


    “Sebagai upaya memperkuat peran Universitas Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan berbasis keberlanjutan, UI resmi menggabungkan Sekolah Ilmu Lingkungan dan Sekolah Kajian Stratejik dan Global menjadi Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan,” tulis kampus, dikutip dari keterangan dalam Instagram resmi pada Rabu (22/10/2025).

    Update Kasus Disertasi Bahlil Lahadalia

    Sebelumnya di SKSG UI ramai polemik dugaan pelanggaran etik mahasiswa, yang melibatkan Menteri ESDM Bahlil. Namun, kasus ini dinilai tak semata-mata persoalan akademik, tetapi juga menyangkut kepentingan politik.

    Dewan Guru Besar (DGB) UI menemukan dari penelusuran mereka, terdapat konflik kepentingan antara promotor disertasi Bahlil, Chandra WIjaya yang juga merupakan pemegang saham di perusahaan tambang. Di sisi lain Bahlil sebagai mahasiswa bimbingan adalah Menteri ESDM.

    Merujuk pada Putusan PTUN No 190/G/2025/PTUN.JKT, pihak tergugat yang dalam hal ini rektor UI, menyorot adanya indikasi konflik kepentingan dalam disertasi Bahlil.

    Dalam waktu tersebut, Chandra disebut mempunyai hubungan afiliasi bisnis dan jabatan di sejumlah perusahaan yang secara langsung maupun tidak langsung, ada dalam lingkup kewenangan atau kebijakan Bahlil sebagai pejabat publik dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

    Kini kasus tersebut telah memasuki babak baru. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah membatalkan sanksi administrastif terhadap promotor dan ko-promotor disertasi Bahlil Lahadalia, yakni Prof Chandra Wijaya dan Athor Subroto, PhD pada Rabu (1/10/2025).

    Sanksi tersebut sebelumnya tercantum dalam Keputusan Rektor UI Nomor 473/SK/R/UI/2025 tertanggal 7 Maret 2025. Berdasarkan SK itu, Chandra diberhentikan sebagai promotor Bahlil.

    Chandra dikenakan larangan mengajar, menerima bimbingan mahasiswa baru, serta menguji mahasiswa selain bimbingannya selama 3 tahun, kemudian penundaan kenaikan pangkat/golongan dan/atau jabatan akademik selama 3 tahun, juga pelajaran menjabat struktural atau manajerial selama 3 tahun.

    Namun, Chandra masih dikenakan kewajiban menyelesaikan bimbingan akademik dan tugas akhir kepada mahasiswa yang sedang dalam bimbingan. Ia juga diwajibkan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada UI dan masyarakat.

    Chandra Wijaya serta Athor Subroto secara terpisah mengajukan gugatan atas SK Rektor UI soal sanksi yang dijatuhkan. Dari Putusan PTUN No 190/G/2025/PTUN. JKT, gugatan Chandra dikabulkan sebagian, yang salah satunya pembatalan atas sanksi tersebut. UI pun banding atas putusan PTUN ini.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Efektif atau Mitos? Ini 5 Faktanya

    Efektif atau Mitos? Ini 5 Faktanya


    Jakarta

    Konsumsi nasi seringkali dihindari ketika diet. Ternyata pakar kesehatan justru punya pendapat lain. Ada beberapa fakta di balik pengaruh makan nasi pada diet.

    Ketika diet banyak orang mulai membatasi asupan makanannya. Mereka juga sepenuhnya meninggalkan makanan-makanan yang dianggap tak sehat.

    Salah satu yang kerap menjadi musuh utama ketika diet ialah nasi. Kandungan karbohidrat yang tinggi dianggap menjadi sumber kalori yang terlalu besar saat melakukan diet.


    Dilansir dari Hello Doctor, Senin (4/8), nasi justru baik untuk dijadikan sumber karbohidrat dan energi. Lantas benarkah konsumsi nasi saat diet justru akan mengganggu penurunan berat badan?

    Berikut 5 fakta tentang konsumsi nasi saat diet:

    nasi putih JepangNasi putih hanya mengandung karbohidrat dan sedikit serat. Foto: Shutterstock/Getty Images

    1. Nutrisi pada Nasi

    Nasi memang mengenyangkan dan tinggi karbohidrat. Tetapi nasi tidak memiliki kandungan nutrisi yang cukup seperti asupan makanan lain.

    Tidak terbilang sebagai makanan yang tak sehat, hanya saja nasi mengandung kadar nutrisi makro dan mikro yang minim. Artinya nasi lebih rendah nutrisi daripada makanan yang lain.

    Hal ini juga menjadi alasan mengapa nasi harus dikonsumsi dengan lauk tambahan. Tujuannya tak sekadar untuk mengenyangkan, tetapi juga melengkapi nutrisinya.

    2. Kandungan Karbohidrat yang Tinggi

    Pada setiap sajian nasi putih, kadar karbohidrat menjadi yang paling tinggi di dalamnya. Di dalamnya juga terkandung serat, tapi hanya sedikit.

    Konsumsi nasi putih dirasa mengenyangkan karena kedua kandungannya, karbohidrat dan serat. Jika diandalkan untuk memberikan rasa kenyang yang lama, nasi dapat menjadi pilihan.

    Tetapi risiko lainnya adalah ketika perut merasa kenyang dikhawatirkan keinginan konsumsi makanan lain berkurang. Terutama makanan-makanan yang lebih tinggi nutrisinya.

    Fakta konsumsi nasi saat diet berlanjut di halaman selanjutnya.

    3. Risiko Diabetes

    Penderita diabetes atau yang memiliki gangguan terhadap gula darah disarankan untuk mengurangi asupan nasinya. Nasi putih memiliki kadar indeks glikemik yang tinggi hingga 73.

    Artinya nasi yang dikonsumsi akan dengan cepat diserap dan memicu kenaikan gula darah. Konsumsi harian nasi yang berlebihan disebut mendatangkan efek negatif bagi tubuh pada penderita diabetes.

    Sebab ketika gula darah meningkat, produksi insulin terpaksa bekerja lebih keras. Hasilnya jika dibiarkan berlangsung lama akan menyebabkan resistensi insulin.

    Makan Nasi Pakai Kuah Air Putih, Pekerja Bangunan Ini Bikin Netizen SedihKonsumsi nasi putih diikhawatirkan pakar kesehatan dapat memicu makan berlebih. Foto: Site News

    4. Rentan Memicu Makan Berlebih

    Nasi memang disarankan dimakan bersama lauk pelengkap, tapi pakar kesehatan juga mengkhawatirkan efek negatifnya. Pertimbangannya terdapat pada total kalori dalam satu piring makanan.

    Nasi putih sendiri sudah memiliki kandungan karbohidrat dan kalori yang tinggi. Lantas bagaimana jika ditambahkan dengan lauk makanan lainnya?

    Karena itu porsi makan nasi putih harus diperhatikan dengan seksama. Bagaimana pun lauk pauk pelengkap nasi putih juga akan menambahkan kadar karbohidrat, kalori, bahkan lemak.

    5. Apakah Efektif untuk Diet?

    Menurut pakar kesehatan, nasi tidak bisa dihilangkan sepenuhnya saat diet. Kunci utama melakukan diet agar hasil penurunan berat badannya maksimal tidak hanya pada berhenti konsumsi nasi.

    Banyak faktor yang mempengaruhi penurunan berat badan seseorang. Dalam mengelola pola makan, mengonsumsi makanan secukupnya juga sudah cukup membantu tanpa harus memangkas habis asupan nasi.

    Namun jika ingin tetap memangkas asupan nasi, sebaiknya mencari penggantinya yang lebih sehat. Perhatian juga kebiasaan olahraga dan aktivitas fisik selain hanya membatasi asupan makan.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com