Author: admin

  • Pengalaman Lihat Pameran Unik di Bangunan Rumah yang Belum Jadi

    Pengalaman Lihat Pameran Unik di Bangunan Rumah yang Belum Jadi

    Bintaro

    Buat kamu yang suka dengan desain dan dunia arsitektur, sepertinya mesti mampir ke pameran unik yang satu ini.

    Pameran yang digelar di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan ini menampilkan karya arsitektur dari Atelier Riri atau Riri Yakub, arsitek ternama yang namanya juga populer di media sosial.

    Selama ini, kita hanya bisa mengagumi karya-karya ciptaan Riri hanya dari layar kaca saja. Tapi dengan datang ke pameran ini, kita bisa secara langsung melihat bagaimana wujud karya dia dan juga mengintip proses kreatif di baliknya.


    Oh iya, pameran dengan judul A Life Less Ordinary ini juga menandai 15 tahun Atelier Riri berkarya di dunia desain dan arsitektur. Sudah cukup lama juga ya dia berkecimpung di dunia tersebut.

    Yang lebih uniknya lagi, pameran itu digelar di Kiri House 2.2, rumah pribadi kedua Riri Yakub yang masih dalam tahap pembangunan di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

    Di dalam bangunan yang belum jadi itu, kita bisa mengintip galeri sementara dari karya-karya Riri, berupa maket dari karton rumah-rumah yang pernah dia desain.

    Dalam pameran itu, kita juga bisa melihat proses, kemungkinan, dan pertumbuhan dari desain-desain Riri yang belum berhenti berevolusi. Saya dan teman yang datang ke pameran ini cukup terkagum-kagum dengan karya desain Riri yang unik dan khas.

    Sudah lama saya jadi pengagum hasil rancangan Riri. Kebetulan di akhir pekan ada waktu kosong untuk nonton pameran ini. Jadilah saya dan teman berangkat ke lokasi. Total ada 15 bagian kurasi yang mewakili tonggak penting dalam perjalanan studio Riri.

    Para pengunjung akan diajak buat menyelami latar belakang serta proses kreatif di balik berbagai karya Riri melalui gambar, maket, potongan instalasi multisensori, serta panduan audio yang akan memperkaya pengalaman siapapun yang datang.

    “A Life Less Ordinary adalah cara kami merayakan proses, perjalanan yang penuh pembelajaran, keberanian, dan rasa syukur,” tulis Riri Yakub di pameran itu.

    Pameran dibuka untuk umum dari 10 Oktober hingga 22 November 2025 mendatang. Traveler yang mau mampir bisa melakukan reservasi terlebih dulu. Tinggal pilih tanggal dan sesi waktu yang tersedia melalui sistem booking online, kalian sudah bisa melihat pameran ini.



    Sumber : travel.detik.com

  • Hentikan ‘Budaya Lapor’ Berlebihan demi Masa Depan Pendidikan Murid

    Hentikan ‘Budaya Lapor’ Berlebihan demi Masa Depan Pendidikan Murid



    Jakarta

    Belakangan ini, dunia pendidikan di Indonesia dihadapkan pada fenomena yang mengkhawatirkan: meningkatnya ‘budaya lapor’ yang dilakukan oleh sebagian orang tua murid terhadap guru, bahkan untuk hal-hal yang dianggap sebagai teguran atau pendisiplinan wajar.

    Sedikit saja anak merasa tidak nyaman, entah karena ditegur, dinasihati dengan nada tegas, atau diberi sanksi ringan, orang tua cenderung langsung melapor atau menuntut. Fenomena ini menciptakan iklim ketakutan bagi para guru dan secara perlahan menggerus otoritas serta peran pendidik.


    Penting untuk disadari bahwa fungsi guru bukan hanya sekadar mentransfer ilmu akademis, tetapi juga membentuk karakter dan mental murid. Dalam proses pembentukan ini, ketegasan dan teguran adalah bagian yang tak terhindarkan.

    Realitas kehidupan di masa depan jauh lebih keras dan kompleks dari lingkungan sekolah yang serba ‘ramah’ dan ‘manis di bibir’. Jika anak terbiasa bahwa setiap rasa tidak nyaman bisa diselesaikan dengan ‘melapor’ dan membuat pihak yang menegur bermasalah, bagaimana mereka akan siap menghadapi tantangan di dunia nyata, dunia kerja, atau dalam kehidupan sosial yang penuh persaingan dan kritik?

    Tentu saja, perlindungan terhadap anak dari tindak kekerasan fisik atau perundungan yang melanggar hukum harus diutamakan. Namun, batasan antara pendisiplinan yang mendidik dan kekerasan harus dipahami secara bijaksana, bukan didasarkan pada perasaan subjektif orang tua yang cenderung ingin selalu membela anak.

    Peningkatan kasus pelaporan terhadap guru menunjukkan adanya pergeseran cara pandang terhadap peran pendidik. Dulu, ketegasan guru dianggap sebagai bagian dari upaya mendidik dan didukung oleh orang tua. Kini, guru justru rentan diserang dan dituntut. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kolaborasi yang sehat antara sekolah dan orang tua.

    Pertama, sekolah dan guru perlu membangun komunikasi efektif dan transparan dengan orang tua sejak awal tahun ajaran, menjelaskan metode pendisiplinan yang diterapkan dan mengapa hal itu penting. Sebaliknya, orang tua harus menggunakan jalur komunikasi yang disediakan sekolah untuk mengklarifikasi masalah, bukan langsung menempuh jalur hukum atau media sosial.

    Kedua, perlu adanya edukasi masif kepada orang tua mengenai pentingnya ketahanan mental (resiliensi) dan karakter pada anak. Anak-anak perlu diajarkan untuk menerima kritik, beradaptasi dengan ketidaknyamanan, dan menyelesaikan masalah tanpa selalu bergantung pada intervensi instan dari orang tua.

    Ketiga, pemerintah dan organisasi profesi guru harus memperkuat regulasi yang secara jelas melindungi guru yang melakukan tindakan pendisiplinan wajar dan sesuai kode etik. Ini penting untuk mengembalikan rasa aman dan motivasi para pahlawan tanpa tanda jasa.

    Pendidikan yang berhasil adalah hasil dari sinergi. Jika guru terus berada di bawah bayang-bayang ketakutan ‘dilaporkan’, kualitas pendidikan-terutama dalam pembentukan karakter-akan menjadi korbannya.

    Menghentikan ‘budaya lapor’ yang berlebihan bukan berarti mengabaikan hak anak, melainkan mengembalikan esensi pendisiplinan sebagai bagian integral dari proses pendidikan yang menyiapkan anak untuk kerasnya kenyataan hidup.

    *) Odemus Bei Witono, Direktur Perkumpulan Strada dan Pemerhati Pendidikan

    *) Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detikcom

    (nwk/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Tugu Muda Ikon Semarang Ternyata Pernah Dipindahkan, Begini Kisahnya

    Tugu Muda Ikon Semarang Ternyata Pernah Dipindahkan, Begini Kisahnya



    Semarang

    Tugu Muda, ikonnya kota Semarang ternyata pernah dipindahkan. Lokasinya yang sekarang bukanlah lokasi pertama monumen tersebut. Bagaimana kisahnya?

    Tugu Muda merupakan sebuah monumen untuk memeringati Pertempuran Lima Hari Semarang. Saat ini, Tugu Muda berdiri di tengah persimpangan lima jalan utama di Semarang. Lokasinya berada di depan bangunan bersejarah Museum Mandala Bhakti.

    Namun tahukah kamu, ternyata Tugu Muda aslinya pertama kali dibangun di lokasi yang kini dikenal sebagai Alun-alun Kota Semarang. Namun pemerintah saat itu kemudian memutuskan untuk memindahkan lokasi tugu itu.


    Pegiat sejarah di Kota Semarang, Kesit Widjanarko, mengatakan lokasi Tugu Muda saat ini memang lebih memiliki landasan sejarah dibandingkan dengan titik pembangunan awal. Menurutnya, di sekitar Kawasan Tugu Muda itu lah pertempuran hebat terjadi.

    “Kalau kemudian berbicara Pertempuran Lima Hari di Semarang, Tempat yang sekarang itu memang lebih relevan karena pertempuran hebat terjadi sepanjang Jalan Kalisari sampai Jalan Pemuda,” kata Kesit saat ditemui di Rumah Po Han, Minggu (13/10).

    “Kemudian mulai Jepang merebut kembali Gedung Markas Kempetai yang hari ini menjadi Museum Mandala Bhakti, terus kemudian merebut Lawang Sewu dari tangan pemuda itu korbannya banyak,” tambahnya.

    Mulanya, pada 28 Oktober 1945, Tugu Muda sempat dibangun di tempat yang kini dikenal sebagai Alun-Alun Masjid Agung Kota Semarang. Namun hanya berjalan tiga minggu, pertempuran kembali meletus dan proyek ini terhenti.

    “Lokasinya di Alun-Alun Semarang. Hari ini (alun-alun itu berada) di sekitar wilayah antara Pasar Johar dan Masjid Kauman,” jelas dia.

    Tugu Muda Dipindahkan Pada 1951

    Usai pertempuran melawan sekutu mereda, pembangunan Tugu Muda kembali dilanjutkan pada 1951. Namun, pemerintah memutuskan untuk memindahkan lokasi pembangunannya.

    “Pada tahun 1951 oleh Wali Kota Semarang waktu itu, Hadisoebeno Sosrowerdojo, Tugu Muda diboyong ke lokasi yang sekarang dan mulai dibangun lagi,” ungkap Kesit.

    Kesit menerangkan lokasi baru Tugu Muda awalnya merupakan ruang terbuka hijau. Kawasan ini juga dikatakannya sempat dinamai Taman Merdeka.

    “Persimpangan yang kita kenal sekarang tempat berdirinya Tugu Muda, dulu namanya wilhelminaplein. Sebuah ruang terbuka hijau berbentuk bundar, berumput-rumput,” ujar Kesit.

    “Menurut beberapa jejak digital, sempat ada penamaan Taman Merdeka sebelum akhirnya jadi Taman Tugu Muda,” sambungnya.

    Pembangunan Tugu Muda berlangsung sekitar dua tahun. Pada 20 Mei 1953, tugu ini diresmikan oleh Presiden Soekarno.

    “Langsung diresmikan Bung Karno. Di situ juga turut hadir Gubernur Wongsonegoro dan Wali Kota Hadisoebeno serta disaksikan masyarakat Kota Semarang,” jelas Kesit.

    Diberitakan sebelumnya, awal mula rencana pembangunan Tugu Muda sempat disiarkan melalui sebuah koran. Berita itu mengabarkan jika Tugu Muda akan dibangun di tempat yang kini dikenal sebagai Alun-Alun Masjid Agung Kota Semarang.

    “Lokasinya di Alun-Alun Semarang. Hari ini (alun-alun itu berada) di sekitar wilayah antara Pasar Johar dan Masjid Kauman,” kata pegiat sejarah di Kota Semarang, Kesit Widjanarko saat ditemui detikJateng, Minggu (12/10).

    “Dari arsip berita Warta Indonesia tanggal 27 Oktober 1945 itu beritanya ada. Bahwa untuk memperingati para pejuang-pejuang yang telah gugur, maka akan di bangun sebuah monumen bernama Tugu Muda,” tambah Kesit.

    ———

    Artikel ini telah naik di detikJateng.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Tanaman Beracun di Dunia dan Ciri-cirinya, Jangan Asal Sentuh!

    6 Tanaman Beracun di Dunia dan Ciri-cirinya, Jangan Asal Sentuh!



    Jakarta

    Seperti halnya hewan, sejumlah spesies tumbuhan juga mengembangkan mekanisme perlindungan diri. Bedanya, tumbuhan tidak memiliki kemampuan untuk melarikan diri, sehingga mereka harus mengandalkan strategi lain.

    Pertahanan tersebut bisa berbentuk perlindungan fisik, seperti duri atau rambut tajam pada batang dan daun. Namun, banyak pula tumbuhan yang menggunakan pertahanan kimiawi, yakni dengan memproduksi racun.

    Racun ini menimbulkan efek mulai dari iritasi ringan hingga kematian bagi hewan pemakan tumbuhan. Tanaman beracun tidak hanya tumbuh di hutan liar, tapi juga bisa ditemukan di taman atau pekarangan rumah. Dari Oleander yang sering jadi tanaman hias, hingga Manchineel yang dijuluki “pohon kematian”.


    Berikut 6 tanaman yang dikenal paling berbahaya di dunia seperti dikutip dari BBC Wildlife. Yuk, kenali ciri-cirinya supaya detikers tidak salah sentuh dan bisa lebih waspada saat berinteraksi dengan alam!

    1. Deadly Nightshade (Atropa belladonna)

    Sekilas, tanaman ini tampak cantik dengan bunga ungu keunguan dan buah beri hitam mengkilap. Namun jangan tertipu! Atropa belladonna mengandung atropine dan scopolamine, dua racun yang bisa melumpuhkan sistem saraf.

    Nama tanaman ini berasal dari kata Yunani “Atropos” dan merujuk pada salah satu dari tiga Dewi Takdir dalam mitologi Yunani seperti dikutip dari Science Direct. Adapun “Bella-donna” adalah frasa Italia yang berarti “wanita cantik”.

    Ciri-ciri:

    • Bunga berbentuk lonceng berwarna ungu kecoklatan.
    • Buah berupa beri bulat kehitaman, mirip blueberry, dengan permukaan mengkilap.
    • Tinggi tanaman bisa mencapai 1,5 meter.
    • Tumbuh di daerah lembap Eropa dan Asia Barat.
    • Efek racunnya dapat menyebabkan pupil melebar, halusinasi, jantung berdebar, hingga kematian bila dikonsumsi dalam jumlah besar. Di masa Romawi, racun ini bahkan pernah digunakan untuk meracuni musuh.

    Namun, kandungan yang dimiliki tanaman ini juga bisa dimanfaatkan untuk pengobatan dengan takaran yang tepat.

    2. Manchineel (Hippomane mancinella)

    Disebut sebagai pohon paling berbahaya di dunia, Manchineel tumbuh di kawasan tropis Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia. Dikutip dari laman University of Florida, nama “manchineel” berasal dari bahasa Spanyol “manzanilla”, yang berarti “apel kecil” mengacu pada daun dan buah pohon apel. Namun, karena sifatnya yang sangat beracun, orang Spanyol juga menjuluki pohon ini “arbol de la muerte” yang berarti “pohon kematian”.

    Ciri-ciri:

    • Kulit batang abu-abu dengan getah putih kental yang sangat beracun.
    • Daunnya hijau mengkilap, buah kecil mirip apel, aromanya manis menipu.
    • Biasanya tumbuh di tepi pantai berpasir atau hutan mangrove.
    • Efek getahnya mengandung phorbol ester yang bisa menyebabkan kulit melepuh. Asap dari pembakaran rantingnya dapat membuat mata dan tenggorokan terbakar.
    • Air hujan yang menetes dari daunnya saja bisa menimbulkan luka bakar kimia di kulit!

    3. Rosary Pea (Abrus precatorius)

    Menurut Extension Gardner, tanaman merambat ini sering dijumpai di daerah tropis Asia, termasuk Indonesia, dan dikenal dengan nama Saga Gunung atau Saga Pohon. Bijinya berwarna merah mengkilap dengan titik hitam, sering dijadikan manik-manik gelang, padahal sangat beracun!

    Ciri-ciri:

    • Daun kecil majemuk, mirip daun saga biasa.
    • Biji berwarna merah cerah dengan bintik hitam di salah satu ujungnya.
    • Merambat di pagar, pepohonan, atau semak.
    • Bijinya mengandung abrin, racun yang lebih mematikan daripada racun ular kobra. Mengunyah satu biji saja bisa menyebabkan gagal ginjal dan kematian. Meski cangkangnya keras, saat pecah racunnya mudah masuk ke tubuh.

    4. Oleander (Nerium oleander)

    Bunga oleander sering menghiasi taman karena warnanya yang indah-merah muda, putih, atau kuning. Tapi di balik tampilannya, semua bagian tanaman ini mengandung oleandrin, racun yang menyerang jantung.

    Ciri-ciri:

    • Bunga berwarna cerah dengan kelopak tebal dan aroma lembut.
    • Daun memanjang, hijau pekat, tersusun berhadapan.
    • Batangnya berkayu dan dapat tumbuh hingga 3 meter.
    • Efek racunnya menyebabkan muntah, pusing, detak jantung tidak teratur, bahkan henti jantung jika tertelan. Hewan peliharaan seperti kucing dan anjing juga bisa keracunan bila menggigit daunnya.

    Di beberapa daerah, tanaman ini sering disalah artikan sebagai tanaman yang aman karena banyak dijual sebagai tanaman hias.

    5. Bunga Bakung Gunung (Convallaria majalis)

    Si mungil beraroma manis ini kerap dipakai dalam buket pernikahan, tapi siapa sangka ia menyimpan racun jantung yang berbahaya.

    Ciri-ciri:

    • Bunga putih kecil berbentuk lonceng, menggantung pada tangkai panjang.
    • Daunnya lebar dan hijau cerah, menyerupai daun pisang mini.
    • Berbuah merah jingga saat musim panas.
    • Mengandung cardiac glycosides seperti convallatoxin yang bisa mengganggu ritme jantung. Gejala umum yang dapat ditimbulkan antara lain: mual, muntah, dan detak jantung tidak teratur.

    Meski baunya harum, sebaiknya jangan menyentuh atau mencium terlalu dekat bila kamu memiliki kulit sensitif.

    6. Monkshood (Aconitum spp.)

    Disebut juga “wolf’s bane”, tanaman ini punya bunga ungu kebiruan yang elegan, sering jadi favorit di taman bergaya Eropa. Namun, racunnya, aconitine, termasuk salah satu neurotoksin paling kuat di dunia.

    Ciri-ciri:

    • Bunga menyerupai tudung biksu (itulah asal nama Monkshood).
    • Daunnya menjari dengan tepi bergerigi halus.
    • Tumbuh di daerah pegunungan atau dataran tinggi yang sejuk.
    • Efek racunnya dapat menyebabkan mati rasa, kesemutan, gangguan pernapasan, hingga henti jantung hanya dalam waktu 30 menit jika tertelan. Bahkan menyentuh akarnya tanpa sarung tangan bisa menimbulkan iritasi.

    Para ilmuwan menyebut tanaman-tanaman ini sebagai contoh mekanisme pertahanan alami yang ekstrim. Racun pada tumbuhan sejatinya berevolusi untuk melindungi diri dari herbivora dan serangga, bukan untuk menyerang manusia. Namun, pengetahuan tentang ciri dan bahayanya penting agar kita bisa menghargai alam tanpa mengundang risiko.

    (pal/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Turis Inggris Ikut Nelayan Bali Mancing, eh Perahunya Terbalik Dihantam Angin

    Turis Inggris Ikut Nelayan Bali Mancing, eh Perahunya Terbalik Dihantam Angin



    Karangasem

    Seorang turis Inggris ikut nelayan Bali mancing naik kapal jukung. Nahas, perahu itu terbalik dihantam angin kencang. Beruntung si turis selamat.

    Akibat dihantam angin kencang, sebuah jukung atau perahu milik I Nyoman Juliantara (33) terbalik saat memancing di perairan Bunutan di Kecamatan Abang, Karangasem pada Selasa (14/10/2025).

    Beruntung, pemancing tersebut cepat ditemukan oleh rekannya sehingga nyawanya berhasil diselamatkan. Ternyata, di kapal itu Nyoman Juliantara tidak sendiri.


    Perbekel Desa Bunutan, I Made Suparwata, mengatakan bahwa kejadian nyaris fatal tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Saat itu, Nyoman Juliantara membawa seorang turis asing asal Inggris bernama Anah Inogen Joned (47) untuk ikut memancing di laut.

    “Saat berada di tengah laut, tiba-tiba angin berhembus kencang hingga membuat jukungnya terbalik karena kebetulan jukung tersebut memakai layar,” kata Suparwata, Selasa (14/10/2025).

    Saat jukung tersebut terbalik, pemancing dan turis Inggris yang dibawa Nyoman cepat menyelamatkan diri dengan cara naik ke atas jukung yang terbalik. Beruntung, di dekat lokasi kejadian ada seorang pemancing yang kebetulan lewat yang juga sedang membawa jukung.

    “Rekannya kemudian melakukan siaran langsung di media sosial sehingga beberapa nelayan juga ikut menuju ke lokasi kejadian untuk membantu,” ucap Suparwata.

    Pemancing bersama turis Inggris serta jukung yang terbalik kemudian langsung dibawa ke bibir pantai. Beruntung kejadian tersebut tidak sampai menyebabkan adanya korban luka.

    “Proses evakuasi terhadap korban berlangsung sekitar tiga jam. Korban sampai ke tepi pantai dalam keadaan selamat,” ujar Suparwata.

    ———

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rancang Peta Hidupmu dan Raih Mimpi Lewat Pelatihan Softskill Bareng NF Academy

    Rancang Peta Hidupmu dan Raih Mimpi Lewat Pelatihan Softskill Bareng NF Academy



    Jakarta

    Di tengah kesibukan dan tekanan hidup yang semakin kompleks, banyak orang berjalan tanpa arah yang jelas. Terutama bagi mahasiswa dan profesional muda, langkah hidup seringkali hanya mengikuti arus tanpa perencanaan matang.

    Untuk membantu kamu merancang masa depan dengan lebih terarah, hadir kelas Life Plan: Menyusun Peta Hidup 70 Tahun dan Daftar 100 Mimpi.

    Kelas ini dirancang khusus untuk membantu peserta memahami arah hidup, mengenali potensi diri, hingga menyusun strategi praktis agar setiap langkah memiliki makna dan tujuan.


    Selama dua jam penuh, peserta akan dibimbing untuk belajar cara membuat daftar 100 mimpi, menyusun prioritas hidup dengan metode simulasi bejana dan batu, serta memahami pentingnya perencanaan jangka pendek dan panjang.

    Kelas ini akan diselenggarakan secara online melalui Zoom pada Selasa, 27 November 2025, pukul 19.30-21.30 WIB.

    Materi pelatihan akan berupa insight menyeluruh dari memahami pentingnya menata arah hidup, membuat perencanaan hidup yang terstruktur, hingga menyusun peta hidup pribadi secara langsung.

    Kelas ini terbuka untuk siapa pun yang ingin hidup lebih terarah, baik kamu yang masih mahasiswa, profesional muda yang ingin menentukan arah karier, maupun siapa saja yang ingin menemukan makna dan tujuan hidup yang lebih jelas.

    Melalui kelas ini, kamu akan belajar bahwa hidup yang direncanakan dengan baik bukan berarti kaku, tapi justru lebih fleksibel, bermakna, dan siap menghadapi setiap perubahan.

    Saatnya berhenti berjalan tanpa arah, dan mulai menulis peta hidupmu sendiri bersama Kelas Life Plan. Beli tiketnya sekarang hanya di detikevent!

    (nwk/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Wisata Pulau Dewata yang Komplet, dari Kuliner sampai Budaya Ada

    Wisata Pulau Dewata yang Komplet, dari Kuliner sampai Budaya Ada

    Badung

    Wisata pulau Dewata bisa dibilang sangat komplet. Mulai dari wisata kuliner sampai budaya semuanya ada di Bali.

    Bali adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak pada bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara, bagian timur dari pulau Jawa, serta beribu kota di Kota Denpasar.

    Pulau Bali memiliki beberapa julukan, di antaranya Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura. Selain itu, Bali juga terkenal dengan wisata dan kulinernya. Berikut beberapa di antaranya:


    1. Babi Guling

    Babi yang dimasak dengan bara api sambil diputar dan perut babi diisi dengan rempah biasanya dimakan dengan nasi, kerupuk kulit, sate babi, dan lain sebagainya.

    2. Ayam Betutu

    Ayam khas Bali yang sangat berempah biasanya dimakan dengan nasi putih hangat.

    3. Nasi Jinggo

    Nasi yang dibungkus daun pisang dengan porsi sedikit biasanya berisi nasi, mie tumis, sambal, ayam suir pedas, tempe balado, dan sebagainya.

    4. Sate Babi Bawah Pohon

    Sate babi yang sangat enak memiliki rasa yang gurih dan manis.

    5. Seafood Jimbaran

    Tempat makan seafood di pinggir pantai, jadi kalian bisa makan sambil menikmati pemandangan sunset pantai yang indah

    Tempat Wisata

    1. Tanah Lot

    Pantai dengan pemandangan batu karang menakjubkan yang berlubang di tengahnya.

    2. Pura Ulun Danu Beratan Bedugul

    Sebuah pura cantik di atas danau. Pemandangan pura ini begitu ikonik.

    3. Pura Uluwatu

    Uluwatu terkenal dengan keindahannya dan pertunjukan tari tradisional tari kecak.

    Sejarah Pura Uluwatu

    Uluwatu berasal dari dua kata: “ulu” yang berarti ujung dan “watu” yang berarti batu. Selain keindahannya Uluwatu juga ada pertunjukan tari kecak pada jam sesi pertama pukul 18.00-19.00, dan sesi kedua pukul 19.00-20.00 WITA.

    Selain wisatanya, Bali juga terkenal dengan tari tradisionalnya, yaitu tari kecak dan tari barong.



    Sumber : travel.detik.com

  • Jadwal KJP Try Out Khusus Siswa Jakarta, Begini Cara Cek Penerimanya

    Jadwal KJP Try Out Khusus Siswa Jakarta, Begini Cara Cek Penerimanya



    Jakarta

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Try Out. Dengan beasiswa ini, para siswa kelas 3 SMA dapat mengikuti Try Out seleksi masuk perguruan tinggi secara gratis.

    Peluncuran itu diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Selasa (21/10/2025).

    “Harapannya agar para siswa mendapatkan kesempatan yang adil dan setara, yang kemudian membuat mereka lebih percaya diri untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi sesuai pilihannya masing-masing,” kata Pramono dalam detikNews, dikutip Kamis (23/10/2025).


    Melalui Try Out KJP, siswa diharapkan dapat mengukur kemampuan akademik dan merasakan simulasi ujian yang sesungguhnya. Progress try out dapat dipantau secara langsung sebagai bahan evaluasi siswa.

    Jadwal Try Out KJP

    Try Out KJP akan dimulai pada Oktober 2025 sampai Februari 2026. Materi yang diujikan sesuai dengan struktur tes seleksi masuk PTN yaitu Potensi Skolastik (TPS) dan Literasi yang dilakukan sebanyak lima kali.

    Try Out KJP perdana akan melibatkan 472 siswa Kelas XII yang merupakan penerima KJP Plus dari enam SMA Negeri. Program ini akan diperluas hingga 40 SMA Negeri lain di Jakarta Timur dengan total peserta 3.304 siswa.

    “Jakarta Timur ini sebagai inisiator, sebagai pemula. Mudah-mudahan program ini berkelanjutan dan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan swasta yang dilakukan secara creative financing,” ungkap Pramono.

    Sebanyak 20 siswa terbaik akan mendapat bimbingan intensif dari tim guru.

    Cara Cek Penetapan KJP via Jakarta Edu

    Untuk mengecek apakah kamu merupakan penerima KJP Try Out, siswa bisa mengecek status penetapan secara online melalui layanan Jakarta Edu. Berikut langkahnya:

    1. Buka laman https://edu.jakarta.go.id/kjp/cek_bansos_disdik/#form
    2. Pilih jenis bantuan (KJP, BPMS, KJMU)
    3. Masukkan NIK dan pilih tahapan
    4. Lalu, klik “Cek NIK”
    5. Setelah itu akan muncul status penetapan bansos

    Itulah jadwal KJP Try Out khusus siswa Jakarta. Apakah kamu termasuk penerima KJP Try Out ini, detikers?

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Jakarta Terasa Panas padahal Matahari Seperti Menjauh, Kok Bisa?

    Jakarta Terasa Panas padahal Matahari Seperti Menjauh, Kok Bisa?



    Jakarta

    Jakarta dan sekitarnya belakangan terasa seperti “disembur naga”, begitu keluhan banyak warganet di media sosial. Suhu mencapai 37,6°C, apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang mesti dilakukan agar tetap aman saat jalan-jalan?

    Belakangan, beraktivitas di luar ruangan pun terasa seperti di panggang matahari. Tapi, tenang dulu, traveler itu ternyata bukan pertanda aneh atau darurat iklim baru, melainkan peristiwa tahunan yang terjadi akibat pergerakan semu matahari di langit selatan.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa saat ini posisi semu matahari sedang bergerak ke belahan bumi selatan. Akibatnya, wilayah Indonesia yang berada di sekitar ekuator terasa lebih panas dari biasanya.


    Meskipun matahari tampak makin jauh, sinar matahari justru jatuh lebih tegak di beberapa wilayah, termasuk Jakarta. Kondisi itu membuat suhu udara terasa lebih terik meski sebenarnya jarak Bumi dan Matahari tidak berubah.

    Fenomena itu terjadi karena Bumi mengelilingi Matahari dalam posisi miring sekitar 23,5 derajat. Kemiringan itulah yang membuat matahari terlihat seolah berpindah dari utara ke selatan sepanjang tahun, fenomena yang dikenal sebagai pergerakan semu matahari. Saat matahari “berada” di wilayah selatan seperti sekarang, sinar matahari mengenai permukaan Bumi lebih langsung, sehingga udara terasa lebih panas dari biasanya.

    Selain Jabodetabek, BMKG mencatat beberapa area yang juga merasakan suhu panas. Kondisi itu terjadi pada wilayah Indonesia di bagian tengah dan selatan.

    “Wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan misal Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam rilisnya dilihat detikTravel dikutip Kamis (16/10/2025).

    Suhu panas diprakirakan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025. Selain pergerakan semu matahari, kondisi itu juga dipengaruhi penguatan angin timuran atau Monsun Australia. Angin membawa massa udara kering hangat, sehingga pembentukan awan minim dan radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.

    Kendati begitu, BMKG memprakirakan potensi hujan lokal masih bisa terjadi pada sore hingga malam hari. Hujan kemungkinan terjadi di sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Papua. Dengan dinamika cuaca itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan.

    Dokter spesialis paru Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, FISR. Prof Tjandra menyarankan agar traveler selalu berada di tempat teduh dan jangan terkena sinar matahari langsung. Apalagi, ketika tengah hari atau suhu sedang sangat panas.

    “Wajib sekali banyak minum kalau bisa lebih dari 8 gelas sehari. Selain itu jangan bikin tambah panas dengan paparan mesin dam asap di ruang tertutup. Apalagi, ada juga potensi keracunan gas dan jangan menambah panas dengan berbagai tindakan, misal membakar sampah,” kata Prof Tjandra dalam pesan pendek kepada detikTravel.

    Prof Tjandra juga mengingatkan agar traveler segera berkonsultasi pada petugas kesehatan jika merasa pusing, lemah, atau terjadi gangguan kesehatan. Apalagi, pada traveler lansia dan warga lain dengan daya tahan tubuh rendah, atau pasien dengan gangguan imunitas. Konsultasi memungkinkan gangguan bisa segera diatasi.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Link Logo dan Tema Hari Sumpah Pemuda 2025, Yuk Ramaikan!

    Link Logo dan Tema Hari Sumpah Pemuda 2025, Yuk Ramaikan!



    Jakarta

    Hari Sumpah Pemuda akan kembali dirayakan pada Selasa, 28 Oktober 2025. Untuk memperingati, kamu bisa menggunakan logo dan tema Hari Sumpah Pemuda 2025 yang dirilis oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

    Seperti diketahui, Hari Sumpah Pemuda merupakan momen untuk memperingati ikrar yang diucapkan oleh pemuda-pemudi Indonesia pada Kongres Pemuda II, tepatnya 28 Oktober 1928. Ikrar ini kemudian menjadi jati diri bangsa Indonesia.


    Pada 2025, Hari Sumpah Pemuda memasuki peringatan ke-97 tahun. Berdasarkan panduan tersebut, berikut informasi tema dan logo Hari Sumpah Pemuda Ke-97 Tahun 2025.

    Tema Hari Sumpah Pemuda 2025

    Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-97 Tahun 2025 mengangkat tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Tema ini mengandung pesan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa.

    Semangat ini beriringan dengan arah pembangunan kepemudaan dalam RPJMN dan Asta Cita yang menegaskan pentingnya sinergi pusat dan daerah, peran organisasi kepemudaan, inovasi generasi muda, serta penguatan jejaring nasional dan global.

    Logo Hari Sumpah Pemuda 2025

    Logo Hari Sumpah Pemuda 2025 menunjukkan sayap burung garuda yang melingkar. Apa maknanya?

    Logo Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025Logo Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 Foto: Dok. Kemenpora

    Sayap burung garuda: Semangat nasional dan kekuatan luhur yang terbang bukan karena kuasa, tapi karena nilai.

    Empat sayap yang membentuk tangan: Kolaborasi antar manusia. Kekuatan bangsa terletak pada persatuan dan kerja bersama.

    Panah ke kanan: Simbol progresif yakni bangsa yang selalu bergerak maju, berani menembus masa depan tanpa meninggalkan akar.

    Gerak melingkar: Kolaborasi antar jiwa bangsa. Tak ada ujung, tak ada yang lebih tinggi – semuanya saling menguatkan.

    Besi: Keteguhan, daya tahan, dan kerja keras. Ia ditempa, bukan dibentuk oleh kenyamanan.

    Cahaya di tengah: Kesadaran kolektif; bahwa kekuatan sejati bangsa bukan dari satu tangan, tapi dari persatuan.

    Logo Hari Sumpah Pemuda Ke-97 Tahun 2025 merupakan metafora perjalanan bangsa yang ditempa oleh waktu, diputar oleh sejarah, tetapi selalu menghasilkan cahaya. Besi adalah tubuh kita, api adalah semangat kita, dan cahaya adalah tujuan kita: Indonesia yang tangguh, berjiwa besar, dan berempati.

    Link download tema dan logo Hari Sumpah Pemuda 2025 dapat diakses DI SINI.

    Apakah Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025 Libur?

    Hari Sumpah Pemuda merupakan salah satu peringatan nasional dan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Mengenai peringatan ini, ada dua aturan resmi yang bisa dijadikan sebagai acuan apakah Hari Sumpah Pemuda libur atau tidak bagi siswa dan pekerja.

    Ada Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional Jang Bukan Hari Libur. Dalam aturan tersebut, Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung pada tanggal 28 Oktober setiap tahunnya merupakan hari nasional yang bukan hari libur.

    Hal serupa juga tertuang di dalam SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025. Di dalam SKB 3 Menteri dapat diketahui, Hari Sumpah Pemuda di tanggal 28 Oktober 2025 tidak termasuk dalam daftar libur nasional maupun cuti bersama.

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com