Author: admin

  • Duh! Banyak Turis Lolos Masuk Parangtritis Tanpa Bayar Karcis

    Duh! Banyak Turis Lolos Masuk Parangtritis Tanpa Bayar Karcis



    Bantul

    Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul mengeluh soal banyaknya turis yang lolos masuk ke pantai Parangtritis tanpa membayar karcis.

    Itu karena tempat pemungutan retribusi (TPR) Parangtritis yang baru kurang ideal. Hal tersebut membuat beberapa wisatawan lolos dari pungutan TPR, karena melaju dengan kecepatan tinggi.

    “Semua TPR kita belum ideal, baik yang Parangtritis maupun yang lain itu semua belum ideal,” katanya kepada wartawan di Bantul, Jumat (17/10/2025).


    Saryadi mencontohkan, TPR Parangtritis yang baru berupa bangunan permanen namun belum representatif. Mengingat ukurannya yang kecil dan tidak ada tempat untuk berteduh khususnya saat hujan.

    “Kondisi itu membuat tingkat optimalnya penjaringan terhadap wisatawan yang melintas juga tidak optimal seperti di TPR yang utara (lama),” ujarnya.

    “Karena ibaratnya itu hanya nyegat di jalan dan bangunannya tidak ada fungsi untuk menjaring, hanya betul-betul bangunan untuk semacam kantor,” lanjut Saryadi.

    Kedua, lanjut Saryadi, lokasi untuk mencegat wisatawan berada di jalan berstatus jalan nasional. Hal tersebut membuat Pemkab tidak boleh membangun TPR yang melintang di jalan seperti di TPR lama.

    “Sebenarnya kalau dari sisi efektivitas, efektif yang utara itu, ada bangunan yang melintang di jalan yang menjadi pembatas lajur-lajur di jalan. Jadi efektif untuk bisa menjaring wisatawan yang lewat,” ucapnya.

    Sedangkan TPR Parangtritis yang baru tidak terlihat dari kejauhan dan tidak terdapat pembatas jalan seperti di TPR lama. Menurutnya, hal tersebut menjadi risiko tersendiri untuk petugas yang berjaga.

    “TPR Parangtritis yang baru tidak terlihat dari jauh dan tidak ada pembatas, sehingga kecepatan lalu lintas kan tinggi. Jadi kalau teman-teman menghentikan kendaraan mendadak malah jadi risiko,” katanya.

    Karena itu, Saryadi mengaku saat ini masih banyak wisatawan yang lolos alias tidak membayar retribusi saat berkunjung ke kawasan Pantai Parangtritis. Namun Saryadi memakluminya karena mengutamakan keselamatan petugas TPR.

    “Karena itu ya kadang-kadang demi keamanan banyak yang lepas karena kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Jadi kasihan juga teman-teman pelaksana, mereka kehujanan, kepanasan di tengah jalan dan itu bisa melemahkan semangat teman-teman,” ujarnya.

    Oleh sebab itu, Saryadi ke depannya akan melakukan evaluasi. Selain itu berkoordinasi dengan pihak terkait agar Jalan Parangtritis bisa berstatus Jalan Kabupaten.

    “Kalau mau ideal itu Pemkab harus cari tanah yang memadai, kemudian ke depan status jalan yang selatan perempatan JJLS diturunkan jadi Jalan Kabupaten. Kenapa harus jadi Jalan Kabupaten agar bisa dibuat TPR yang representatif, ada lajur-lajurnya seperti TPR di utara,” ucapnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Hasil Akhir Seleksi PKN STAN 2025 Diumumkan, Cek Namamu di Sini!

    Hasil Akhir Seleksi PKN STAN 2025 Diumumkan, Cek Namamu di Sini!


    Jakarta

    Politeknik Keuangan Negara (PKN) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) telah mengumumkan hasil seleksi akhir calon mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026. Pengumuman ini sudah bisa dilihat mulai 24 Oktober 2025.

    Dalam seleksi sekolah kedinasan tahun 2025, PKN STAN menjadi tujuan paling favorit calon mahasiswa. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN), pendaftar PKN STAN mencapai 45.518 orang.

    Sementara itu, sekolah kedinasan kedua dengan pendaftar terbanyak berjumlah 31.264 orang. Adapun total pendaftar sekolah kedinasan yakni 150.197 orang.


    Apakah detikers peserta PKN STAN? Cek pengumumannya dengan cara berikut.

    Cara Cek Hasil Akhir Seleksi PKN STAN 2025

    Hasil seleksi calon mahasiswa baru PKN STAN 2025 diumumkan lewat laman resmi PKN STAN. Peserta bisa melihatnya di https://pknstan.ac.id/id/hasil_akhir_spmbpt_25.

    Pada laman tersebut klik bagian-bagian berikut untuk melihat hasilnya:

    • Program Sarjana Terapan: klik DI SINI
    • Program Diploma III: klik DI SINI
    • Program Blended Learning: klik DI SINI

    Cara Daftar Ulang Mahasiswa Baru PKN STAN 2025

    Bagi peserta yang dinyatakan lolos, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah daftar ulang. Proses daftar ulang bisa dilakukan pada 27-28 Oktober 2025 di Gedung I PKN STAN Jl Bintaro Utama Sektor V Bintaro Jaya, Tangerang Selatan sesuai jadwal yang terdapat pada lampiran pengumuman.

    Daftar ulang offline dikecualikan bagi mahasiswa program blended learning. Daftar ulang akan dilakukan secara daring lewat media Zoom yang bisa diakses pada laman https://s.kemenkeu.go.id/daftarulangPKNSTAN pada 31 Oktober 2025 pukul 14.00 WIB.

    Dokumen Syarat Daftar Ulang PKN STAN 2025

    Calon mahasiswa baru PKN STAN harus membawa dokumen-dokumen ini saat hari pendaftaran ulang, yakni:

    • Bukti peserta seleksi
    • Surat tugas belajar yang dikeluarkan Sekretaris Unit Eselon I/LNSW, Kepala Biro Umum, atau Pejabat
    • Pimpinan Utama/Madya/Pratama yang berwenang di bidang kepegawaian
    • Fotokopi ijazah terakhir
    • Fotokopi transkrip
    • Kartu BPJS Kesehatan/asuransi kesehatan
    • Surat pernyataan mematuhi ketentuan akademik, non akademik, dan pembangunan karakter
    • Surat asli keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit pemerintah
    • Surat asli keterangan kesehatan jiwa dari rumah sakit pementah
    • Surat asli keterangan bebas TBC, hepatitis, dan HIV/AIDS dari rumah sakit pemerintah
    • Surat asli keterangan bebas NAPZA dari rumah sakit
    • Surat pernyataan komitmen dari kepala satuan kerja/kepala unit kerja untuk membebastugaskan pegawai dari pekerjaan kantor selama waktu perkuliahan.

    Ketentuan Selama Daftar Ulang PKN STAN 2025

    • Laki-laki memakai kemeja warna putih polos dan celana panjang warna hitam polos
    • Perempuan memakai kemeja warna putih polos, rok panjang warna hitam polos; bagi yang berjilbab menggunakan jilbab hitam
    • Calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang dianggap mengundurkan diri
    • Calon mahasiswa wajib mengikuti kegiatan pendahuluan Studi Perdana Akademik dan Karakter pada 1-2 November 2025 dan 3-6 November 2025.

    Itulah informasi mengenai hasil seleksi akhir PKN STAN 2025 beserta cara daftar ulang. Bagaimana hasilnya detikers, apakah kalian lolos?

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Kawasan Hutan di Gunung Rinjani Kembali Terbakar!

    Kawasan Hutan di Gunung Rinjani Kembali Terbakar!



    Lombok Timur

    Kebakaran hutan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Tim pengendalian kebakaran hutan (dalkarhut) langsung dikerahkan.

    Hutan di TNGR yang terbakar itu berada di dalam kawasan hutan Gelogor Paok, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tim yang diterjunkan sedang berjibaku untuk mencegah meluasnya kobaran api di kawasan hutan tersebut.

    Kepala Balai TNGR, Yarman, menjelaskan informasi kebakaran dilaporkan warga pada Kamis (16/10/2025) sore. Setelah menerima laporan tersebut, tim dalkarhut langsung bergerak menuju titik kebakaran di kawasan hutan Gelogor Paok.


    “Laporan dari masyarakat kami terima tadi sore sekitar pukul 15.45 Wita, lokasi kejadiannya di kawasan hutan Gelogor Paok. Itu masuk dalam kawasan TNGR,” ujar Yarman saat dikonfirmasi, Kamis (16/10) malam.

    Yarman mengungkapkan tim Dalkarhut TNGR Resor Sembalun saat ini masih berada di titik lokasi kebakaran. Ia menyebut api telah berhasil dipadamkan setelah beberapa jam berjibaku menjinakkan si jago merah.

    “Informasi terbaru dari tim di lapangan, bahwa api sudah berhasil dipadamkan tadi sekitar pukul 19.00 Wita,” ujarnya.

    Yarman belum bisa memberikan keterangan detail terkait luas dan penyebab kebakaran. Ia berjanji segera memberi informasi lengkap setelah pendataan rampung.

    “Nanti kami sampaikan lebih rinci setelah dapat info detail dari lapangan, karena tim masih di lokasi,” pungkasnya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Peneliti Ungkap Lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut Ternyata Benar Adanya

    Peneliti Ungkap Lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut Ternyata Benar Adanya



    Jakarta

    Siapa sangka, lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut ternyata sesuai sejarah. Hal ini terbukti lewat penemuan arkeologi di kawasan Wallacea, antara Indonesia dan Filipina, berupa teknologi maritim berbasis tanaman berusia sekitar 40.000 tahun.

    Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan maritim manusia purba juga berkembang di Asia Tenggara, tak hanya Eropa dan Afrika. Begitu juga dengan kemahiran mereka dalam memanfaatkan tanaman untuk bidang ini.


    Teknologi Kuno Pemanfaatan Serat Tanaman

    Pada studi ini, peneliti Universitas Ateneo de Manila, Ricza Fuentes dan Alfred Pawlik mengungkap bahwa manusia purba di kawasan Wallacea sudah memiliki teknologi pengolahan tanaman, termasuk melalui ekstraksi serat. Teknologi ini mereka gunakan untuk membuat tali, jaring, dan ikatan untuk membangun perahu dan menangkap ikan di laut lepas.

    Hal tersebut disimpulkan berdasarkan jejak keausan mokroskopis dan residu pada permukaan peralatan batu yang ditemukan. Alat batu tersebut diperkirakan dipakai dalam pembuatan tali keranjang; serta ekstraksi serat untuk membuat tali dan jaring.

    Bukti Pelaut Sejati

    Tak berhenti sampai di situ, di situs arkeologi yang sama ditemukan pula tulang-tulang ikan laut dalam seperti tuna dan hiu. Jenis ikan ini hidup jauh di tengah laut. Artinya, manusia purba kala itu tidak hanya mencari makan di pesisir, tetapi benar-benar melaut.

    Mengutip Phys.org, peneliti menyebut bahwa temuan tersebut menantang pandangan lama tentang migrasi manusia purba.

    Selama ini, banyak teori menyebut manusia hanya berpindah antarpulau menggunakan rakit bambu sederhana atau hanyut terbawa arus. Namun kini, bukti menunjukkan bahwa mereka adalah pelaut aktif dengan pengetahuan navigasi dan konstruksi kapal yang mumpuni.

    Cerdas Beradaptasi dengan Alam

    Dengan kondisi lingkungan pulau yang panas dan lembab, manusia purba di Asia Tenggara justru menunjukkan kemampuan adaptasi luar biasa dengan alam sekitar.

    Alih-alih bergantung pada kayu besar atau logam, mereka memanfaatkan tanaman sekitar seperti rotan, daun pandan, atau serat pisang hutan untuk membuat bahan ikat yang lentur tapi kuat.

    Bagi para peneliti, hal ini menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu datang dari alat modern. Justru, pengetahuan manusia purba dalam membaca potensi alam menunjukkan tingkat kecerdasan ekologis yang tinggi.

    Menurut peneliti, mereka tahu bagaimana mengubah bahan yang mudah rusak menjadi teknologi yang memungkinkan mereka menyeberangi pulau, mencari ikan di laut dalam, bahkan mungkin bermigrasi menuju Australia.

    Hasil studi dipublikasi dalam Journal of Archaeological Science: Reports Volume 62 April 2025 dengan judul Testing the waters: Plant working and seafaring in Pleistocene Wallacea, tersedia online mulai 8 Februari 2025.

    (twu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Wisata Islandia Makin Hits, Berujung Mau Naikkan Pajak Turis

    Wisata Islandia Makin Hits, Berujung Mau Naikkan Pajak Turis



    Reykjavik

    Islandia mencatat 1,8 juta kunjungan internasional dalam 9 bulan pertama di tahun 2025. Melihat ini, Islandia mau kenakan pajak turis.

    Islandia merupakan salah satu destinasi terbaik untuk melihat Nothern Lights dan midnight sun di musim panasnya. Terkenal sebagai tanah api dan es, negara nordik ini punya wisata alam luar biasa seperti mata air panas geotermal, gletser dan air terjun.

    Dikutip dari Euronews pada Jumat (17/10), data statistik Islandia menunjukkan jumlah wisatawan mancanegara meningkat sebesar 2,2 persen dari tahun 2023 hingga 2024, sementara 12 bulan terakhir hingga September 2025 mengalami lonjakan tambahan sebesar 3,5 persen.


    Dari Januari hingga September tahun ini, Islandia telah menyambut 1,792 juta wisatawan mancanegara, meningkat dari tahun 2024 (1,743 juta) dan lonjakan signifikan dari tahun 2019 (1,597 juta).

    Delapan bulan pertama tahun 2025 juga mencatat jumlah pesanan kamar hotel dan B&B tertinggi sejauh ini, sementara omzet di sektor terkait pariwisata sangat tinggi dari tahun 2023 hingga 2025.

    Ledakan pariwisata ini tetap terlihat meskipun negara ini sempat tutup karena letusan gunung api. Bahkan, makin banyak yang penasaran.

    Menurut European Travel Information and Authorisation System (EITIAS), Islandia memberlakukan kembali pajak akomodasi bagi wisatawan pada 1 Januari 2024, untuk mengurangi dampak lingkungan dari pariwisata.

    Hotel dan wisma kini mengenakan biaya tambahan ISK 600 (Rp 82 ribu) per kamar, sementara perkemahan dan rumah mobil mengenakan setengah harga.

    Terdapat juga pajak sebesar ISK 1.000 (Rp 137 ribu) bagi penumpang kapal pesiar yang singgah di pelabuhan Islandia.

    Jóhann Viðar Ívarsson, seorang analis di Badan Pariwisata Islandia Ferðamálastofa, mengatakan bahwa pajak itu tidak memberikan pemasukan yang besar bagi kas pemerintah. Ia juga mengatakan bahwa hubungan antara perpajakan dan kontribusi terhadap keberlanjutan pariwisata bisa jadi sulit karena pajak tersebut masuk ke dalam anggaran pemerintah secara keseluruhan.

    Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini berencana untuk mengusulkan pajak pariwisata yang jauh lebih tinggi dalam beberapa minggu mendatang.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kisah Jejak Purba dari 90.000 Tahun Lalu, Terawetkan di Pantai Maroko

    Kisah Jejak Purba dari 90.000 Tahun Lalu, Terawetkan di Pantai Maroko


    Jakarta

    Sekitar 90.000 tahun silam, sekelompok manusia purba pernah berjalan di pantai yang kini menjadi bagian wilayah Maroko. Siapa sangka, langkah kaki mereka meninggalkan jejak yang menjadi bukti kehidupan di zaman purba.

    Pada 2022, peneliti menemukan 85 jejak kaki yang mengeras tersebut di Larache, pantai barat laut Maroko. Jejak manusia purba ini menjadi salah satu yang terawetkan dengan baik di dunia.


    Jejak Kaki Anak-anak dan Orang Dewasa

    Lokasi jejak kaki manusia purba di pantai Marako dari 90.000 tahun lalu.Lokasi jejak kaki manusia purba di pantai Marako dari 90.000 tahun lalu. Foto: Sedrati et al

    Jejak-jejak kaki purba tersebut diperkirakan milik sekelompok hominin. Beberapa di antaranya yaitu seorang anak-anak usia 1-4 tahun dan anak-anak usia 4-8 tahun.

    Masih di temuan jalur jejak kaki yang sama, ada juga jejak kaki remaja atau orang dewasa dengan perawakan kecil, orang dewasa dengan ukuran tubuh sedang, serta seorang dewasa yang tinggi. Peneliti memperkirakan, salah satu pejalan tersebut adalah laki-laki dengan tinggi 186 cm.

    Mereka diperkirakan merupakan hominin tertua yang dikaitkan dengan Homo sapiens di Afrika Utara dan Mediterania Selatan.

    Jejak Sosial Manusia Purba

    Arah jejak yang berpola dari darat ke laut menggambarkan aktivitas sosial mereka. Penelti memperkirakan, mereka berjalan bersama untuk mencari makanan dan kerang-kerangan.

    “Mereka mungkin nelayan atau pengumpul makanan,” kata kurator situs Lixus Larache, Anass Sedrati, melansir AFP.

    Keajaiban Alam Terancam Waktu

    Jejak kaki tersebut bertahan karena faktor keberuntungan geologis. Lapisan pasir pantai diperkirakan cepat mengeras dan tertutup sedimen lain, lalu terlindung dari abrasi laut selama puluhan ribu tahun. Hasil penanggalan dengan teknik Optically Stimulated Luminescence (OSL) mengkonfirmasi usianya sekitar 90.300 ± 7.600 tahun.

    Meski berhasil bertahan hampir 100 milenium, situs ini kini menghadapi ancaman serius. Erosi dan abrasi kian menggerus platform karang tempat jejak itu berada. Peneliti memperingatkan pentingnya perlindungan segera supaya jejak hominin di Afrika Utara tersebut tidak hilang ditelan laut.

    Hasil studi Mouncef Sedrati dan rekan-rekan berjudul A Late Pleistocene hominin footprint site on the North African coast of Morocco ini dipublikasi di jurnal Scientific Reports, 23 Januari 2024.

    (twu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Momen Mengerikan! Bahan Bakar Pesawat Tumpah Saat Lagi Diisi

    Momen Mengerikan! Bahan Bakar Pesawat Tumpah Saat Lagi Diisi



    Dallas

    Sebuah video menunjukkan momen mengerikan di Bandara Dallas-Fort Worth. Seorang petugas yang mengisi bahan bakar membuat kesalahan fatal!

    Dalam video itu, sebuah selang bahan bakar terlepas dari tangan petugas bandara. Selang itu berputar kencang di bawah pesawat dan menyemburkan avtur selama lebih dari satu menit, sementara si petugas terlihat shock dan segera pergi dari sana.

    Dikutip dari Independent UK pada Jumat (17/10), insiden itu terjadi pada Sabtu saat sedang mengisi bahan bakar pesawat American Eagle yang diparkir di gerbang Terminal E bandara tersebut.


    American Airlines mengonfirmasi insiden tersebut dalam sebuah pernyataan kepada The New York Post.

    “Kami sedang menyelidiki insiden tersebut dengan Bandara DFW dan kontraktor pengisian bahan bakar bandara, Menzies, dan bekerja sama dalam pembersihan sesuai prosedur,” menurut pernyataan tersebut.

    Seorang juru bicara Bandara Dallas-Fort Worth mengatakan kepada The Post bahwa tumpahan tersebut dengan cepat diatasi oleh sistem keselamatan bandara dan permukaannya dibersihkan.

    Tumpahnya bahan bakar merupakan insiden yang sangat berbahaya karena terbakar dan melalap pesawat dan bandara.

    Jumlah pasti bahan bakar yang tumpah belum dapat dipastikan.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Korsel Larang Warganya Liburan ke Kamboja, Korean Air Gratiskan Pembatalan

    Korsel Larang Warganya Liburan ke Kamboja, Korean Air Gratiskan Pembatalan



    Seoul

    Korean Air mendukung penuh travel warning yang dikeluarkan Korea Selatan pada Kamboja. Penumpang boleh membatalkan penerbangan, gratis.

    Dikutip dari Korea JoonAng Daily pada Jumat (17/10/2025), maskapai itu mengumumkan bahwa pembatalan untuk semua penerbangan dari Korea ke Kamboja berlaku hingga akhir tahun. Kebijakan ini diambil seiring degan meningkatnya kekhawatiran terkait penipuan daring di Kamboja.

    Korean Air saat ini mengoperasikan penerbangan langsung harian dari Incheon menuju Takhmao di Kamboja dengan menggunakan pesawat A330-300 miliknya yang dapat menampung hingga 272 penumpang.


    Maskapai penerbangan tersebut menyatakan bahwa mereka sedang melakukan inspeksi keselamatan, memberikan peringatan kepada staf dan awak lokal yang bertugas di Kamboja, dan menjaga protokol komunikasi darurat.

    Korea Times melaporkan Kementerian Luar Negeri Korea menetapkan Gunung Bokor di Provinsi Kampot, bersama dengan kota Bavet dan Poipet, sebagai zona larangan perjalanan mulai tengah malam pada Kamis.

    Sebelumnya pemerintah Korea Selatan telah memberikan larangan perjalanan ke Kamboja, karena salah satu target penipuan itu adalah warga Korea. Korbannya adalah seorang mahasiswa Korea Selatan yang dibujuk untuk bekerja di pusat penipuan di Kamboja dengan janji gaji yang besar.

    Namun, ia meninggal dengan dugaan penyiksaan oleh geng kriminal di Kamboja.

    Menurut catatan AFP, sebanyak 330 warga Korea Selatan yang dilaporkan hilang atau diculik setelah memasuki Kamboja sejak bulan Januari sampai Agustus 2025.

    Organisasi Pariwisata Korea melaporkan jumlah warga Korea Selatan yang mengunjungi Kamboja dalam tujuh bulan pertama tahun ini mencapai 106.686, turun 9% dari 2024.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mitos yang Menyelamatkan Warga Kampung Gepolo dari Bencana Alam Dahsyat

    Mitos yang Menyelamatkan Warga Kampung Gepolo dari Bencana Alam Dahsyat



    Sleman

    Bencana alam dahsyat melanda sebuah perkampungan di sisi selatan Candi Prambanan, 70 tahun silam. Namun warga di sana selamat berkat mitos. Apa mitosnya?

    Bencana tanah longsor menelan Kampung Gepolo yang luasnya sekitar 1,5 hektar di Sleman, DIY. Ajaibnya, 20 keluarga yang tinggal di kampung tersebut semuanya selamat dari petaka.

    Konon, mitos yang diceritakan secara turun temurun oleh para leluhur itu menjadi kunci, sehingga warga berhasil menyelamatkan diri dari bencana dahsyat.


    Kampung Gepolo diduga merupakan permukiman kuno. Sekitar abad ke-9 kampung itu menjadi bengkel arca untuk pembangunan candi di sekitar Prambanan.

    Hal itu membuat sejumlah arca raksasa banyak ditemukan di kampung itu saat masih dihuni warga. Bahkan, hingga kini, masih ada beberapa arca yang tersisa di bekas permukiman tersebut.

    “Namanya Gepolo, dulu kampungnya dari sana, dekat bukit yang dibelah untuk jalan itu. Di sini (sekitar situs arca gupolo) dulu juga ada beberapa rumah,” kata Carik Kalurahan Sambirejo, Mujimin saat berbincang, Rabu (17/9) lalu.

    Mujimin yang juga merupakan salah satu tokoh masyarakat di Kalurahan Sambirejo menceritakan, Kampung Gepolo secara administratif merupakan bagian dari Padukuhan Gunungsari. Dulu Gepolo masuk wilayah RT 2 Gunungsari.

    Kampung ini berada di area perbukitan. Dekat dengan Tebing Breksi, di bawah Candi Ijo serta di atas Situs Tinjon. Dengan ujung menghadap bibir jurang.

    Haryanta, salah satu tokoh masyarakat Padukuhan Gunungsari menceritakan cuaca buruk menimpa Kampung Gepolo di 1955. Hujan lebat melanda berhari-hari.

    “Itu hujan selama tiga hari. Ini tanahnya ikut bergerak menuju ke tebing ini,” kata Haryanta.

    Arca Ganesha Itu Jatuh ke Tebing

    Pada awalnya, penduduk Kampung Gepolo yang terdiri dari 20 keluarga masih mencoba bertahan. Hingga akhirnya sebuah arca berbentuk Ganesha yang ada di kampung tersebut terseret jatuh ke tebing.

    Peristiwa itu menjadi perhatian oleh seisi kampung. Sebuah mitos turun temurun menyebut jika arca Ganesha itu runtuh maka kampung itu akan dilanda bencana. Jatuhnya arca itu ke tebing membuat warga berbondong-bondong mengungsi.

    “Ada cerita yang melegenda dari orang tua ke anak keturunannya. Itu ceritanya bahwa suatu saat apabila nanti Ganesha itu jatuh ke jurang itu kampung akan ikut,” kata Haryanta.

    Benar saja. Tak lama setelah warga mengungsi, permukiman itu akhirnya terbawa longsor.

    “Jadi menurut Mbah Jaimin (tetua kampung) itu ada hujan selama tiga hari itu terus ternyata betul, Ganesha yang gede itu jatuh. Selang beberapa hari ini (menunjuk bekas Kampung Gepolo) ikut jalan, tanahnya bergerak,” ujar dia.

    Bencana yang melanda di 1955 itu memang melenyapkan Kampung Gepolo. Namun semua penghuninya selamat.

    Kini, warga Kampung Gepolo yang waktu itu terdampak telah berpindah dan menetap di tempat lain. Haryanta bilang selain di Glundeng, mereka bergeser ke RT lain di Padukuhan Gunungsari.

    “Ada juga yang ke Sumatera,” tandas dia.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Desa Pemuteran di Bali Raih Desa Wisata Dunia Terbaik 2025 dari PBB

    Desa Pemuteran di Bali Raih Desa Wisata Dunia Terbaik 2025 dari PBB



    Jakarta

    Desa wisata Pemuteran di Bali berhasil meraih Best Tourism Village 2025 dari Organisasi Pariwisata Dunia PBB UN Tourism. Penghargaan diberikan dalam momen Best Tourism Villages by UN Tourism-2025 Ceremony & Third Annual Network Meeting yang digelar di Huzhou, China, Jumat (17/10/2025).

    Prestasi itu disambut Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dengan rasa positif dan bangga. Penghargaan internasional ini adalah pengakuan pada pengelolaan desa wisata di Buleleng, Bali, hingga berhasil meningkatkan kesejahteraan warga di wilayahnya.

    “Saya sangat bangga dan optimistis. Penghargaan ini akan menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lain di seluruh Indonesia agar terus mengoptimalkan potensi alam, warisan budaya, ujar Widiyanti dalam rilis yang diterima detikTravel pada Sabtu (18/10).


    Widiyanti berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk pemberdayaan masyarakat menuju pariwisata inklusif dan berkelanjutan. Best Tourism Villages (BTV) adalah inisiatif UN Tourism untuk peluang promosi wisata berkelanjutan untuk mendorong kemajuan ekonomi, sambil tetap menjaga keseimbangan lingkungan di pedesaan.

    Desa Pemuteran memikat wisatawan dengan keindahan alamnya, kekayaan warisan budaya, serta komitmen terhadap sustainability tourism. Desa ini telah menjalankan berbagai program untuk melestarikan ekosistem laut, mengembangkan ekowisata, dan menjaga kearifan lokal budaya Bali.

    Program di Desa Pemuteran berbasis komunitas, serta dilakukan berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta lembaga swadaya masyarakat. Pemuteran berupaya menciptakan keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan, serta menjadikannya destinasi unik dan menarik bagi wisatawan.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com