Author: Import

  • Pelajaran dari Cekcok Konvoi Komunitas Avanza dengan Pengendara Fortuner



    Jakarta

    Viral cekcok antara anggota komunitas Avanza-Xenia dengan pengendara Toyota Fortuner. Berdasarkan kronologinya, adu mulut itu dipicu oleh salah satu pengendara yang ingin menyalip.

    Video viral ini diunggah oleh akun Instagram raniaasrimaydha yang kemudian diunggah ulang di beberapa akun media sosial. Wakil Ketua Avanza Xenia Club Indonesia (AXCI) Petrus Yoediarto membenarkan bahwa pengendara Avanza yang terlibat cekcok adalah anggota AXCI Chapter Bandung Raya.

    “AXCI mohon maaf kepada masyarakat Indonesia yang terganggu dengan video yang beredar untuk kejadian hari Minggu tanggal 10 Desember 2023 di sekitaran Padaherang, Pangandaran,” kata Petrus dalam keterangan tertulisnya kepada detikOto, Senin (11/12/2023).


    Menurut Petrus, kejadian bermula ketika mobil paling depan pada konvoi dua kendaraan menyalip Fortuner. Tak berapa lama, mobil kedua ikut menyalip. Namun, pengendara Fortuner tidak memberikan jalan untuk Avanza menyalip.

    “Setiap mobil kedua ini berusaha nyalip Fortuner selalu dihalang-halangi bahkan pemilik Fortuner sempat membuka kaca sambil mengepalkan tangan dan memaki-maki,” jelas Petrus.

    “Saat jalan kosong mobil kedua berhasil menyalip mobil Fortuner sambil berhenti dan menghampiri untuk menanyakan maksud pengendara Fortuner terus menghalangi.
    Tapi pengendara Fortuner ini langsung menanggapi dengan tensi tinggi akhirnya terjadi perdebatan dan dilerai oleh member lain dan masyarakat sekitar,” sambungnya.

    Belajar dari kasus ini, seharusnya cekcok di jalan tidak perlu terjadi. Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga founder dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, cekcok semacam ini bisa dihindari jika pengendara saling berempati.

    “Sebenarnya yang harus dipahami oleh semua pengguna jalan raya, jalan raya itu adalah sebuah ruang publik yang pergerakan yang terjadi menimbulkan massa, menimbulkan momentum sehingga kalau terjadi benturan itu bisa terjadi kecelakaan. Dan itu bisa fatal. Bisa aja kalau dari satu kendaraan dan kendaraan lain ada penumpang, korbannya banyak. Sehingga masyarakat pun harus mencoba berempati. Bahwasanya perilaku yang tidak terkontrol itu akan bisa menyebabkan kecelakaan,” kata Jusri kepada detikOto, Senin (11/12/2023).

    Jusri mengatakan, pengguna kendaraan bermotor seharusnya lebih berhati-hati, walaupun sedang konvoi berkelompok. Sebab, aturan dalam penggunaan jalan raya sudah jelas.

    “Di jalan raya ada yang namanya aturan-aturan menjaga kenyamanan dan keselamatan, yaitu Undang-Undang No. 22 Tahun 2009. Di sana sangat ketat. Tidak ada prioritas pengguna jalan kecuali tujuh kelompok. Perilaku pengguna jalan yang bersikap arogan, anarkis itu harus dihindari. Ingat walaupun Anda oknum Anda pun tidak punya fasilitas kalau tidak menjadi kriteria dari kelompok tujuh prioritas tadi. Bahkan oknum pemerintah katakan TNI atau Polri nggak punya hak kalau mereka tidak masuk kriteria tujuh kelompok tadi, apalagi masyarakat sipil seperti kejadian kemarin itu,” ucapnya.

    Adapun tujuh kelompok pengguna jalan prioritas yang dimaksud Jusri sesuai Pasal 134 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 adalah sebagai berikut:

    1. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
    2. Ambulans yang mengangkut orang sakit;
    3. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;
    4. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
    5. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
    6. Iring-iringan pengantar jenazah; dan
    7. konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Di sisi lain, cekcok di jalan raya bisa dihindari andai pengendara saling mengalah. Tanpa melihat siapa yang salah atau benar dan demi menghindari kecelakaan, pengendara bisa mengalah dan mempersilakan kendaraan lain untuk menyalip.

    “Kalau kita berada di jalan raya, dan kita menggunakan kendaraan bermotor,maka objek motor ini adalah disebut objek yang bergerak.Ketika objek bergerak ini berbenturan dengan objek statik, apalagi objek bergerak yang lain,itu akan merusak.Itu akan merugikan.Itu akan mencederai dan mematikan.Jadi, pakai logika Anda. Sebaiknya Anda mengalah.Kalau ada tingkah arogansi atau perilaku-perilaku arogansi eksklusif,minta ini itu, ya kita ngalah aja. Beda satu menit ya, satu detik kali.Daripada konsekuensi kerugian yang terjadi pada kita,tanpa mempertimbangkan ini salah dia atau ini salah saya,” jelas Jusri.

    Kalau perlu, jika melihat konvoi pengendara yang arogan viralkan saja. Biarkan petugas yang berwenang yang menilai salah atau benar.

    “Nah, kalau begitu ya diviralkan yang paling bagus.Biar petugas yang melakukan penegakan hukum. Karena itu bukan domain kita.Domain kita adalah sampai di tujuan dengan selamat.Bukan kalau kita bertindak seperti polisi atau bertindak sebagai hakim,mengatakan dia benar dan lain-lain,” bebernya.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Fungsi, Cara Kerja, dan Perawatannya


    Jakarta

    Naik mobil tentu akan lebih nyaman ketika AC berfungsi dengan baik. Tanpa AC, mengendarai mobil akan terasa pengap dan panas.

    Pada sistem pendingin, terdapat berbagai komponen, salah satunya adalah kondensor AC mobil. Ketahui apa itu kondensor AC mobil, termasuk fungsi, cara kerja, dan cara merawatnya.

    Pengertian dan Fungsi Kondensor AC Mobil

    Proses yang terjadi pada kondensor disebut kondensasi. Dalam KBBI, dijelaskan bahwa kondensasi adalah perubahan uap air atau benda gas menjadi benda cair pada suhu udara di bawah titik embun. Pada intinya, kondensor bertugas mengubah uap atau udara menjadi cairan.


    Dilansir dari situs m-edukasi Kemdikbud, kondensor adalah bagian di dalam sistem pendingin yang berfungsi untuk mengubah gas refrigeran bertekanan tinggi menjadi cairan. Kondensor ini menghilangkan panas dari refrigeran ke suhu udara.

    Kondensor terdiri dari bagian coil dan fin yang berfungsi untuk mendinginkan refrigeran ketika udara melewatinya. Letak kondensor berada di depan radiator yang pendinginanya dijamin oleh kipas.

    Cara Kerja Kondensor AC Mobil

    Cara kerja kondensor AC mobil tidak bisa dilihat secara terpisah karena prosesnya berhubungan dengan komponen lainnya.

    Berikut ini cara kerja sistem pendingin mobil, terutama bagian kondensor AC mobil:

    1. Kompresi

    Pertama adalah proses kompresi yang dilakukan komponen bernama kompresor. Pada proses ini, refrigeran ditekan dalam kompresor sampai kondisinya menjadi cair dengan temperatur yang tinggi.

    Gas refrigeran dalam evaporator diisap oleh kompresor sehingga membuat tekanannya tetap rendah di dalam evaporator, serta dapat membuat cairan refrigeran menjadi gas secara dinamis pada temperatur yang rendah (0 derajat Celsius).

    Tekanan gas refrigeran lalu ditekan dalam silinder, dan berubah menjadi tinggi, sehingga temperatur dan tekanan refrigeran akan mudah menjadi cair meski proses pendinginan dalam temperatur yang lebih tinggi.

    2. Kondensasi

    Nah, cara kerja kondensor dapat dilihat dalam proses kondensasi, yaitu ketika refrigeran diubah dari gas menjadi cair dan didinginkan dari temperatur yang tinggi di dalam kondensor.

    Refrigeran yang bertemperatur dan bertekanan tinggi dipancarkan dalam kondensor menjadi cairan lalu disalurkan ke receiver dryer. Hal itu juga dinamakan proses kondensasi panas.

    Panas tinggi dari refrigeran itu dapat dikeluarkan oleh kondensor sehingga refrigeran menjadi dingin dan bisa melakukan proses penyerapan panas di ruangan mobil.

    3. Ekspansi

    Selanjutnya, tekanan cairan refrigeran diturunkan oleh katup ekspansi di mana gas bertekanan itu dikabutkan dengan mudah dalam evaporator sehingga refrigeran menjadi gas. Selain itu, expansion valve juga mengatur aliran cairan refrigeran sambil menurunkan tekanannya.

    Cairan refrigeran yang dikabutkan dalam evaporator tersebut diatur oleh tingkat pendinginan di bawah temperatur pengabutan. Untuk itu, penting untuk mengontrol jumlah refrigeran yang dibutuhkan dengan melakukan pengecekan yang benar.

    4. Evaporasi

    Terakhir adalah proses evaporasi, yaitu ketika refrigeran diubah dari cairan menjadi gas dalam evaporator. Cairan refrigeran dikabutkan oleh hisapannya sendiri di mana saat proses evaporasi panas laten dibutuhkan dari udara disekitar evaporator.

    Udara melepaskan panas untuk didinginkan, kemudian dialirkan ke dalam ruang dalam kendaraan oleh kipas pendingin sambil menurunkan temperatur ruangan tersebut.

    Cairan refrigeran ini disalurkan dari expansion valve di dalam evaporator, sekaligus menjadi uap refrigeran. Perubahan ini terjadi berulang kali dari kondisi cair ke gas.

    Cara Merawat Kondensor AC Mobil

    Dilansir dari laman Hyundai dan Astra-Daihatsu, berikut ini beberapa cara merawat kondensor AC mobil:

    1. Bongkar AC Mobil dengan Benar

    Sebelum merawat kondensor, kamu harus membongkar dulu AC mobil dengan benar.

    Pastikan menggunakan peralatan yang benar, misalnya kunci socket, kunci pas dan kunci inggris. Siapkan juga kain lap bersih untuk mengangkat kondensor AC mobil.

    2. Lepaskan Kondensor

    Temukan bagian kondensor, lalu lepaskan untuk dibersihkan. Bersihkan dengan hati-hati, dan jangan sampai jatuh karena rawan rusak. Jika rusak, kamu harus mengganti dengan kondensor baru yang harganya termasuk mahal.

    3. Semprot Kondensor dengan Air

    Lakukan pembersihan menggunakan air, yakni dengan cara disemprot. Pastikan menggunakan air bersih. Jangan merendam pakai air sabun agar tidak rusak. Keringkan setelah selesai dibersihkan.

    4. Pasang Kembali Kondensor dengan Benar

    Terakhir, pasang kembali kondensor dengan benar sesuai tempatnya. Ingat untuk memasang sesuatu seperti saat dibongkar.

    Demikian tadi telah kita ketahui apa itu kondensor AC mobil, termasuk fungsi, cara kerja, dan cara merawatnya. Semoga bermanfaat.

    (bai/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Cara Menghaluskan Suara Mesin Motor Matic


    Jakarta

    Sebagai pemilik motor matic, tentunya detikers wajib merawat kendaraannya dengan baik. Sebab, jika kamu jarang melakukan servis rutin, hal ini dapat menimbulkan suara kasar dari bagian mesin.

    Adanya suara kasar di mesin motor matic bisa disebabkan oleh sejumlah faktor. Namun jangan khawatir, sebab bunyi kasar tersebut bisa dihilangkan dengan sejumlah cara.

    Lantas, bagaimana cara menghaluskan suara mesin motor matic? Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Cara Menghaluskan Suara Mesin Motor Matic

    Suara mesin yang kasar memang cukup mengganggu kenyamanan saat berkendara. Selain itu, jika mesin tidak segera diperbaiki maka bisa menyebabkan kerusakan lebih parah.

    Mengutip laman Suzuki, berikut cara menghaluskan suara mesin motor matic.

    1. Cari Baut yang Kendur

    Penyebab suara mesin motor menjadi kasar mungkin disebabkan adanya baut yang kendur. Untuk itu, cobalah cari baut yang mengendur dan kencangkan.

    Baut dapat kendur karena terjadi getaran saat motor dikendarai di jalan atau bisa juga disebabkan karena motor sering melewati jalan yang berlubang.

    2. Melakukan Servis Secara Rutin

    Agar mesin tetap prima, sebaiknya lakukan servis motor secara rutin. Pada umumnya, servis rutin meliputi penggantian oli mesin, membersihkan CVT, hingga membersihkan injektor.

    Bukan rahasia umum lagi jika sepeda motor yang jarang diservis dapat menimbulkan sejumlah kerusakan, salah satunya menyebabkan suara berisik di bagian mesin. Untuk itu, lakukan servis motor secara berkala.

    3. Ganti Roller dengan yang Baru

    Roller pada CVT motor matic berfungsi untuk memberikan tekanan pada pulley agar dapat bergerak. Nah, seiring masa pemakaian roller juga bisa mengalami kerusakan sehingga cepat aus.

    Ketika roller sudah rusak, hal ini dapat menyebabkan akselerasi motor menjadi kurang bertenaga. Selain itu, roller yang sudah aus dapat menyebabkan suara kasar di bagian mesin.

    Apabila suara mesin terdengar kasar, coba cek komponen roller di bagian CVT. Jika roller sudah nampak aus maka sebaiknya segera diganti dengan yang baru.

    4. Pakai Bahan Bakar yang Bagus dan Sesuai

    Penggunaan bahan bakar yang berkualitas juga dapat mempengaruhi performa mesin motor matic. Jika kualitas bensin yang digunakan bagus, hal ini membuat suara mesin terdengar halus.

    Selain itu, pilih bahan bakar dengan angka oktan yang sesuai dengan kompresi mesin motor. Cara ini dilakukan agar performa mesin tetap optimal.

    5. Mengendarai Motor dengan Baik dan Benar

    Apakah detikers sering menggeber-geber sepeda motor saat di jalan? Jika iya, sebaiknya hal tersebut jangan dilakukan lagi. Ajang pamer tersebut ternyata malah membuat mesin jadi cepat rusak dan bunyinya kasar.

    Agar suara mesin motor matic tetap halus, sebaiknya kendarai sepeda motor dengan pelan dan aman. Selain menjaga mesin agar tak mudah rusak, cara tersebut juga dapat memberikan keselamatan baik untukmu dan orang lain.

    Itu dia lima cara menghaluskan suara mesin motor matic agar tidak terdengar kasar lagi. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Tanda-tanda Shockbreaker Motor Rusak dan Harus Diganti


    Jakarta

    Shockbreaker atau suspensi adalah salah satu komponen penting yang ada di sepeda motor. Fungsi utama dari shockbreaker adalah untuk meredam getaran yang terjadi saat motor melalui jalan yang tidak rata.

    Namun seiring penggunaan, kinerja shockbreaker lama-lama mulai kurang optimal. Sebab, lama usia suspensi motor yang nyaman biasanya hanya mencapai 2-3 tahun, setelah lewat dari masa itu disarankan untuk melakukan penggantian shockbreaker.

    Jangan khawatir, karena ada sejumlah tanda-tanda kalau shockbreaker mulai rusak dan harus segera diganti. Apa saja ciri-cirinya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Tanda-tanda Shockbreaker Harus Diganti

    Mengutip laman Astra Honda, setidaknya ada empat hal yang menjadi pertanda kalau shockbreaker motor sudah mulai rusak dan perlu diganti. Berikut penjelasannya.

    1. Muncul Suara Hentakan dari Shockbreaker

    Tanda-tanda yang pertama adalah muncul suara hentakan dari shockbreaker. Suara tersebut biasanya muncul ketika kamu melalui jalan yang berlubang.

    Shockbreaker yang berfungsi sebagai peredam gaya kejut malah tidak bekerja secara optimal karena komponennya sudah rusak dan aus. Alhasil, saat motor menghantam lubang terdengar suara hentakan di shockbreaker.

    2. Shockbreaker Tidak Memantul Secara Normal

    Selain muncul suara hentakan, tanda-tanda lainnya adalah shockbreaker tidak memantul secara normal. Perlu diketahui, suspensi yang dalam kondisi baik akan memberikan pantulan ketika motor melewati jalan berlubang.

    Namun, jika pantulan yang dirasakan terlalu banyak atau lebih sedikit, hal ini bisa menjadi pertanda bahwa ada masalah pada suspensi motor.

    3. Oli Shockbreaker Bocor

    Ciri-ciri selanjutnya adalah muncul kebocoran di oli shockbreaker yang cukup parah. Masalah tersebut dapat mengotori seal shock sehingga fungsinya jadi tidak optimal.

    Apabila tidak segera diganti, hal ini menyebabkan pantulan shockbreaker terasa semakin keras saat melewati jalan berlubang.

    4. Ban Belakang Terasa Bergoyang

    Jika detikers melewati lubang di jalan raya dan ban belakang terasa bergoyang, bisa jadi itu pertanda kalau shockbreaker motor sudah mulai rusak.

    Sedangkan pada shockbreaker depan yang sudah rusak, setang motor akan terasa keras atau malah tidak stabil ketika melalui jalan yang berlubang. Padahal, dalam kondisi shockbreaker normal seharusnya motor tetap bisa berjalan dengan mulus.

    Itu dia empat tanda-tanda kalau shockbreaker motor sudah rusak dan harus diganti. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mau Touring Liburan Akhir Tahun Naik Mobil? Simak Tips Berkendara yang Aman



    Jakarta

    Sebentar lagi akan masuk musim liburan akhir tahun. Bagi Anda yang berencana berpergian menggunakan mobil, berikut adalah tips aman berkendara selama libur akhir tahun 2023. Menurut Suzuki, setidaknya ada 4 tips aman berkendara menggunakan mobil, antara lain:

    1. Pastikan seluruh penumpang menggunakan sabuk pengaman

    Sebelum memulai perjalanan, penting buat memastikan sabuk pengaman telah terpasang dengan benar. Seringkali penggunaan sabuk pengaman ini fokus pada pengemudi dan penumpang yang duduk di bangku depan saja, padahal setiap orang yang ada di dalam mobil termasuk penumpang di baris tengah dan belakang juga perlu untuk menjaga keselamatan selama perjalanan. Sabuk pengaman memiliki peran yang penting dalam keselamatan. Untuk itu, mobil passenger Suzuki telah dilengkapi sensor peringatan sehingga ketika sabuk pengaman belum terpasang dengan sempurna, maka lampu peringatan akan menyala. Dan pada beberapa model mobil passenger Suzuki, sensor peringatan juga sudah dilengkapi dengan fitur buzzer yang akan berbunyi untuk menghimbau agar pengguna segera memasang sabuk pengamannya.


    2. Gunakan Child Seat untuk keselamatan anak

    Bagi yang membawa anak dalam perjalanan dianjurkan untuk menggunakan child seat sesuai usianya untuk memastikan keselamatan dan ketenangan selama berlibur. Pilihan child seat cukup beragam sehingga menyesuaikan kebutuhan anak di setiap umur misalnya seperti seat booster bagi anak usia remaja agar posisi sabuk pengaman nyaman digunakan atau baby car seat yang khusus didesain untuk anak usia bayi hingga batita yang membutuhkan ISOFIX untuk memastikan pengamannya terpasang sempurna.

    Mobil Suzuki seperti XL7, Grand Vitara, Ertiga, Baleno, Ignis, hingga S-Presso dirancang dengan sistem keselamatan global sehingga sudah dilengkapi dengan ISOFIX, yaitu sistem pengait pada area duduk dan belakang jok mobil yang dijadikan titik pengait child seat. Pengguna mobil Suzuki bisa menemukan ISOFIX pada baris penumpang yang umumnya berada pada baris kedua mobil. Hal ini dikarenakan statistik kecelakaan menunjukkan bahwa anak-anak lebih aman bila ditempatkan pada baris kedua daripada di baris pertama mobil.

    3. Manfaatkan fitur Childproof Rear Door Lock pada pintu baris penumpang

    Selama perjalanan, baik dekat maupun jauh, anak-anak dianjurkan untuk duduk di kursi baris tengah agar memiliki ruang gerak yang lebih luas. Meskipun dianjurkan untuk duduk secara mandiri, posisi duduk anak selama perjalanan sebaiknya berada dekat dengan orang dewasa agar tetap berada dalam jangkauan dan pantauan. Posisi ini juga dapat menghindari kejadian anak bermain dengan sabuk pengaman atau melepas sabuk pengamannya. Selain memperhatikan sabuk pengaman yang selalu terpasang, penting pula untuk memastikan bahwa pintu dan kaca jendela baris penumpang telah terkunci dengan sempurna untuk mengantisipasi anak membukanya ketika mobil masih berjalan. Untuk memberi ketenangan lebih selama perjalanan, pengguna mobil passenger Suzuki juga dapat memanfaatkan fitur childproof rear door lock yang terletak pada sisi dalam pintu baris penumpang. Ketika diaktifkan, maka pintu hanya dapat dibuka dari sisi luar sehingga potensi anak membuka pintu tanpa pengawasan orang tua dapat diminimalisir.

    Suzuki Ertiga HybridSuzuki Ertiga Hybrid Foto: Luthfi Anshori/detikOto

    4. Pastikan fitur penunjang keselamatan pada mobil dalam posisi aktif dan normal

    Beberapa fitur penunjang keselamatan seperti Electronic Stability Program (ESP), Anti-Lock Brake System (ABS), Electronic Brake-force Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA), Airbag, hingga Hill Hold Control (HHC) yang telah disematkan pada mobil berperan untuk mengurangi resiko kecelakaan dan meningkatkan rasio keselamatan pengguna mobil pada kondisi-kondisi darurat yang tidak diantisipasi. Mobil pada masa kini kebanyakan sudah dilengkapi dengan fitur yang membantu menjaga kontrol atas kendaraan dan mencegah potensi hilang kendali akibat berkurangnya traksi roda pada kondisi jalan yang kurang ideal.

    “Berlibur bersama keluarga untuk menyambut akhir tahun menjadi kegiatan yang paling ditunggu karena menjadi momen bagi para orang tua mengajak anaknya berlibur. Untuk itu, kami menghimbau seluruh masyarakat agar dapat lebih memperhatikan keselamatan selama berkendara, salah satu hal yang paling mudah adalah dengan memastikan penggunaan sabuk pengaman dan memanfaatkan fitur keselamatan yang sudah tersemat pada mobil Suzuki. Untuk mendapatkan penjelasan lebih detail mengenai keselamatan selama berkendara, pengguna mobil Suzuki bisa mendapatkannya pada Buku Petunjuk Pengguna Suzuki. Dan apabila terdapat kendala selama perjalanan liburan, pengguna mobil Suzuki dapat menghubungi layanan Halo Suzuki di nomor 0-800-1100-800 yang siap siaga 24 jam. Bengkel Resmi Suzuki siap sedia memeriksa fungsi dan kerja fitur keselamatan pada mobil, karena kami yakin keselamatan keluarga sangat penting dan diutamakan oleh pelanggan kami.” tutur Hariadi selaku Assistant to Service Department Head Suzuki Indomobil Sales (SIS).

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Telat Ganti Oli Motor? Awas, BBM Bisa Tekor!



    Jakarta

    Salah satu perawatan penting pada sepeda motor adalah mengganti oli secara rutin. Ini dampaknya kalau kamu telat ganti oli motor.

    Mengganti oli merupakan secara teratur merupakan salah satu bagian dari perawatan motor. Tak bisa dipungkiri, ruang mesin akan terkontaminasi debu, kotoran. Untuk itu, oli mesin perlu diganti agar kinerjanya bisa optimal dalam melumasi mesin.

    Dengan rutin ganti oli, mesin dapat terlindungi dan performanya juga bisa dijaga tetap optimal. Kendati demikian, masih ada pemilik motor yang justru mengabaikan untuk mengganti oli.


    Padahal, bisa berdampak pada menurunnya kemampuan pelumasan oli sehingga mengakibatkan gesekan berlebih pada komponen mesin. Ada juga dampak buruk lainnya yang ditimbulkan akibat telat ganti oli motor seperti dikutip dari laman Astra Honda Motor.

    1. Overheat

    Oli mesin memiliki peran dalam menyerap panas yang muncul akibat kerja mesin, dari proses pembakaran hingga gesekan komponen di dalam mesin. Oli yang tidak mampu menahan suhu tinggi dapat mengakibatkan panas berlebih atau overheat pada mesin. Kondisi ini berpotensi merusak komponen mesin yang lebih sensitif dan memerlukan perbaikan yang mahal.

    2. Penurunan Kinerja Mesin

    Seperti disebutkan sebelumnya kinerja mesin dapat menurun karena telat mengganti oli. Hal ini terjadi karena oli yang sudah terkontaminasi tidak mampu memberikan pelumasan pada komponen mesin. Akibatnya, gesekan diantara komponen-komponen tersebut meningkat, menyebabkan penurunan kinerja mesin secara keseluruhan. Pengendara mungkin akan merasakan penurunan akselerasi, daya tarik, dan responsivitas mesin.

    3. Konsumsi BBM lebih boros

    Penggunaan BBM bisa tekor karena telat mengganti oli. Sebab, ketika oli telat diganti, mesin terus bekerja bahkan jadi lebih berat karena tak mendapat pelumasan maksimal dari oli. Saat bekerja ekstra keras, mesin membutuhkan asupan lebih banyak dengan demikian akan ‘minum’ BBM juga lebih sering lagi.

    4. Komponen Lebih Cepat Aus

    Minimnya pelumasan membuat gesekan berlebih. Ini justru memicu keausan pada komponen mesin seperti piston, ring piston, dinding silinder, hingga poros engkol.

    Itu tadi sederet dampak buruk dari telat mengganti oli motor. Untuk menghindari efek negatif akhibat sering telat mengganti oli, lakukanlah penggantian oli secara rutin dan teratur sesuai jadwal yang direkomendasikan pada buku pedoman kepemilikan sepeda motor. Biasanya, jarak tempuh atau waktu tertentu menjadi acuan untuk melakukan penggantian oli.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Boleh Saja Ganti Ban Mobil Cuma Dua Buah, tapi…



    Jakarta

    Untuk memastikan keamanan dan keselamatan berkendara, ban mobil wajib diganti jika sudah aus. Pada sepeda motor, ban harus diganti sepasang, tidak boleh salah satunya. Kalau ban mobil gimana ya? Apakah harus diganti keempatnya atau boleh dua saja?

    Michelin Indonesia dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa ban mobil boleh diganti dua buah terlebih dahulu. Tapi, ban yang harus diganti adalah ban yang posisinya di belakang, bukan di depan.

    “Pastikan ban kendaraan masih dalam kondisi baik (tidak aus) ketika Anda ingin membawanya dalam perjalanan jauh. Pengecekan oleh profesional disarankan. Jika Anda ingin melakukan penggantian dua ban saja, pastikan ban tersebut dipasang di bagian belakang, ini untuk mengurangi resiko terjadinya hydroplaning,” tulis Michelin Indonesia.


    Apa yang dimaksud hydroplaning? Itu adalah kondisi ban tergelincir dan tidak merespons kemudi, pengereman, atau akselerasi. Mobil bahkan bisa tergelincir, berputar ketika air di antara ban dan jalan tidak dapat dialirkan dengan cukup cepat. Lapisan air ini menumpuk di bagian depan dan berujung pada kehilangan kontak dengan jalan.

    Bagi Anda yang hendak bepergian ke luar kota saat libur natal dan tahun baru nanti, periksa juga tekanan ban untuk keempat ban dan ban cadangan. Lakukan hal ini untuk mengoptimalkan keselamatan dan menjaga ketahanan ban.

    Saat memeriksa tekanan, perhatikan komponen muatan kendaraan (jumlah penumpang dan barang bawaan). Pastikan tekanan ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan pembuat kendaraan yang bisa dilihat di pilar pintu pengemudi atau tutup bahan bakar.

    Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Karena visibilitas atau jarak pandang menurun di tengah hujan, pengemudi perlu memperpanjang jarak antar kendaraan. Jarak pengereman yang berpotensi menjadi lebih panjang di aspal basah-karena sistem pengereman yang terganggu atau traksi ban berkurang-membuat jarak aman semakin penting untuk diperhatikan.

    Cek kendaraan secara menyeluruh sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama di musim hujan, seperti minyak rem, bantalan rem, wiper, lampu-lampu, dan perangkat keselamatan, seperti segitiga pengaman, senter, kotak P3K beserta isinya, dan pemadam api portabel.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Berkendara Lewat Tol saat Liburan Nataru, Harus Cukup Istirahat



    Jakarta

    Liburan natal dan tahun baru akan berlangsung minggu depan. Bagi Anda yang ingin berpergian ke luar kota menggunakan mobil pribadi, wajib perhatikan beberapa tips ini. Khususnya bagi Anda yang ingin melintasi jalan bebas hambatan atau jalan tol.

    Seperti diungkapkan Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, sebelum melakukan perjalanan jauh, ada baiknya mempersiapkan fisik pengemudi dengan cara beristirahat tidur terlebih dahulu selama kurang lebih 7 jam.


    Rest Area 597 Magetan Full PemudikJangan paksa mengemudi ketika lelah atau mengantuk, segera cari rest area. Foto: Sugeng Harianto

    “Yang paling jarang dipersiapkan adalah kondisi fisik. Kalau mobil rusak, paling berhenti di jalan, tapi kalau ngantuk atau lelah, rata-rata akan berujung kecelakaan. Jadi ada baiknya istirahat tidur 7 jam sebelumnya dan istirahat berkala yang efektif di rest area,” bilang Sony kepada detikOto, Kamis (21/12/2023).

    Disarankan kepada pengemudi agar beristirahat selama 30 menit setiap 4 jam mengemudi. Tentunya itu bukan aturan pasti, jika setelah 2 jam atau 3 jam mengemudi Anda sudah mulai kelelahan, maka tak ada salahnya masuk ke rest area untuk beristirahat atau tidur sejenak. Sebab tak ada cara ampuh mengatasi ngantuk, selain tidur.

    Lanjut Sony menjelaskan, hal lain yang perlu dipersiapkan adalah keamanan untuk penumpang anak-anak. Anak-anak wajib menggunakan sabuk pengaman saat berkendara. “Selama ini banyak yang tidak pakai safety belt, tidak pakai booster seat, cenderung dikasih kasur,” sambung Sony.

    “Terakhir yang juga perlu diperhatikan adalah soal ban, kondisi tapaknya, perawatannya, tekanan anginnya. Karena ban ini yang menghubungkan alas jalan dengan unit mobil,” tukas Sony.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari Kecelakaan Maut Avanza Angkut 11 Orang di Tol Pekanbaru



    Jakarta

    Kecelakaan maut terjadi Tol Pekanbaru-Bangkinang. Sebuah Toyota Avanza dengan pelat nomor BM 1596 LM terbalik di ruas Tol Pekanbaru-Bangkinang, Kampar, Riau, akibat pecah ban.

    Kecelakaan itu mengakibatkan satu dari 11 penumpang yang ada di dalam mobil tewas. Mobil Avanza itu disebut mengangkut penumpang melebihi kapasitas.

    Kabag Ops Ditlantas Polda Riau, Kompol Irnanda, menyebut kecelakaan terjadi di KM 33-400 Jalur A. Insiden bermula saat mobil Avanza yang dikemudikan Andriano Saputra datang dari arah Pekanbaru. Mobil dari arah Pekanbaru itu menuju ke Bangkinang diduga dengan kecepatan tinggi. Sesampai di lokasi mobil Avanza mengalami pecah ban kiri belakang.


    “Kemudian mobil tidak bisa dikendalikan sejauh lebih kurang 50 meter kemudian mobil menabrak guard rail. Menyebabkan mobil terbalik dan lengser sepanjang 60 meter,” kata Nanda dikutip detikSumut.

    Kecelakaan mengakibatkan penumpang mengalami luka-luka. Bahkan satu orang meninggal dunia.

    Kasat Lantas Polres Kampar AKP Viola menyebut mobil itu over kapasitas karena diisi 11 penumpang. Selain orang dewasa, di mobil tersebut juga ada anak-anak.

    “Empat (orang di jok) tengah, tiga belakang termasuk dua anak umur 2 dan umur 3 tahun dipangku, dua depan,” jelasnya.

    Mengangkut penumpang melebihi kapasitas kendaraan jelas sangat berbahaya. Bahkan, jumlah penumpang yang melebihi kapasitas dapat menyebabkan ban pecah.

    “Pastinya. Karena ban ada aturan maksimal load-nya yang tidak boleh diabaikan,” kata praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, kepada detikOto, Minggu (24/12/2023).

    Tak cuma itu, kelebihan muatan ini juga membuat handling sopir tidak terkendali. Setir goyang sedikit saja mobil pasti oleng.

    “Ini yang banyak diremehkan para pemilik kendaraan. Isi muatan atau barang sesuai dengan kemampuan unit dan ban. Semakin berat muatan semakin besar hilangnya keseimbangan kendaraan apalagi harus stop and go, menikung ngerem bahkan kalau ada muatan yang diletakkan tidak seimbang di dalamnya. Nah jumlah penumpang nih sering juga diabaikan. Kabin kendaraan bukan koper yang bisa dimuat barang dengan padat-padatan. Penumpang harus duduk nyaman sesuai jumlah safety belt. Karena sekalipun duduk harus ada ruang bergerak saat mobil bermanuver salah satunya mengantisipasi saat mobil selip,” jelas Sony.

    “Jadikan momen liburan tidak hanya sebuah kegembiraan, tapi juga keselamatan,” tegasnya.

    (rgr/mhg)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari Kecelakaan Maut Avanza Overload, Penumpang Wajib Pakai Seatbelt



    Jakarta

    Sebuah mobil Toyota Avanza mengalami kecelakaan maut di Tol Pekanbaru-Bangkinang, Kampar, Riau. Mobil berpelat nomor BM 1596 LM itu terbalik akibat pecah ban. Dilaporkan, mobil mengangkut penumpang melebihi kapasitas maksimal.

    Sebagai mobil MPV, Toyota Avanza hanya memiliki kapasitas muat tujuh orang. Namun dikutip detikSumut, mobil ini dimuat 11 orang, termasuk anak-anak. Kecelakaan itu mengakibatkan satu dari 11 penumpang yang ada di dalam mobil tewas.

    Kasat Lantas Polres Kampar AKP Viola menyebut mobil itu over kapasitas karena diisi 11 penumpang. Selain orang dewasa, di mobil tersebut juga ada anak-anak.


    “Empat (orang di jok) tengah, tiga belakang termasuk dua anak umur 2 dan umur 3 tahun dipangku, dua depan,” jelasnya.

    Dari kacamata keselamatan berkendara, mengangkut penumpang melebihi kapasitas maksimal jelas tidak aman. Kelebihan muatan ini membuat handling sopir tidak terkendali. Setir goyang sedikit saja mobil pasti oleng.

    “Ini yang banyak diremehkan para pemilik kendaraan. Isi muatan atau barang sesuai dengan kemampuan unit dan ban. Semakin berat muatan semakin besar hilangnya keseimbangan kendaraan apalagi harus stop and go, menikung ngerem bahkan kalau ada muatan yang diletakkan tidak seimbang di dalamnya. Nah jumlah penumpang nih sering juga diabaikan. Kabin kendaraan bukan koper yang bisa dimuat barang dengan padat-padatan. Penumpang harus duduk nyaman sesuai jumlah safety belt. Karena sekalipun duduk harus ada ruang bergerak saat mobil bermanuver salah satunya mengantisipasi saat mobil selip,” kata praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, kepada detikOto, Minggu (24/12/2023).

    Penggunaan safety belt untuk semua penghuni mobil juga menjadi kewajiban. Dengan memakai safety belt, ketika mobil terguling seperti kejadian Avanza ini maka badan tidak terlempar ke sana ke mari sehingga meminimalisir dampak fatal.

    “Safety belt itu fitur pengaman yang utama. Memang tidak menjamin keselamatan, tapi paling tidak mengurangi risiko cedera. Tapi nggak manfaat juga pakai safety belt kalau ternyata ada beberapa orang yang nggak pakai, justru saat mobil terguling yang nggak pakai safety belt akan mencederai yang pakai safety belt. Nah pakai safety belt jangan cuma diklik buckle-nya aja tapi shoulder belt-nya harus dipastikan rapat ke badan,” jelas Sony.

    Mengangkut penumpang melebihi kapasitas kendaraan juga mempengaruhi kinerja ban. Bahkan, jumlah penumpang yang melebihi kapasitas dapat menyebabkan ban pecah.

    “Pastinya. Karena ban ada aturan maksimal load-nya yang tidak boleh diabaikan,” ucap Sony.

    (rgr/mhg)



    Sumber : oto.detik.com