Author: Import

  • Fortuner Nekat Terobos Banjir, Ini Risikonya



    Jakarta

    Viral di media sosial pengendara Toyota Fortuner nekat menerobos banjir di kawasan Dayeuhkolot Bandung. Nekat menerobos banjir bisa berisiko besar, baik bagi pengendara maupun bagi mobilnya. Apa saja risiko itu?

    Praktisi keselamatan berkendara Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, tidak menyarankan mobil menerobos banjir dengan air terlalu dalam. Soalnya, risikonya bukan cuma merusak mobil, tapi juga berisiko buat keselamatan pengendaranya.

    “(Risiko) water hammer sudah pasti. Yang banyak juga terjadi roda masuk lubang entah got, selokan dan lain-lain,” kata Sony kepada detikOto. Selain itu, risiko lainnya mobil atau ban juga bisa terkena benda-benda tajam yang terbawa arus. Benda-benda tersebut juga bisa menghambat putaran roda atau merusak bodi mobil.


    “(Risiko lainnya) mobil terbawa arus kalau genangan sudah tinggi,” ucap Sony.

    Untuk itu, Sony menyarankan agar pengendara membuang kebiasaan nekat main tancap gas terobos banjir. Selain itu, jaga emosi supaya bisa berpikir jernih dalam mengambil keputusan.

    Dari sisi teknis, kalau nekat menerobos banjir berisiko membuat mesin jebol. Hal itu disebabkan oleh air yang masuk ke dalam ruang bakar sehingga tidak bisa terkompresi. Gejala itu disebut dengan water hammer.

    Water hammer adalah kondisi ketika air masuk ke ruang mesin. Air tidak bisa terkompresi oleh mesin sehingga yang terjadi setang piston bengkok bahkan bisa menyebabkan silinder mesin pecah.

    Lalu kalau terpaksa menerobos banjir, Sony bilang, sebaiknya ketinggian air tidak melebihi setengah ban.

    “Lebih baik berhenti dan melihat kondisi genangan di depan untuk titik patokan kemampuan mobil menerabas dengan aman. Lihat roda kendaraan yang ada di depan, ketinggian genangannya maksimal 1/2 ban. Jika aman segera melintas,” sebut Sony.

    Nah, untuk melewati genangan air juga tidak bisa sembarangan. Untuk mobil manual, lewati genangan air dengan gigi rendah. Sony tidak menyarankan menggunakan setengah koplng dan memainkan rpm tinggi. “Supaya tidak menciptakan efek ombak yang bisa membuat air tersedot ke dalam air intake,” katanya lagi.

    Jadi mobil jangan asal terobos banjir kalau tidak mau mendapat masalah besar, atau bahkan terlibat kejadian yang bisa membahayakan diri sendiri.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ketahui Fungsi Air Radiator Mobil dan Cara Kerjanya


    Jakarta

    Ada banyak komponen yang terdapat pada mobil, salah satunya adalah radiator. Sedikit informasi, radiator berfungsi sebagai sistem pendingin pada mesin mobil.

    Ketika mobil dihidupkan, maka suhu mesin lama-lama akan meningkat. Untuk mencegah overheat, maka radiator punya peran besar untuk mendinginkan mesin.

    Agar radiator dapat berfungsi secara optimal, maka dibutuhkan komponen lain yaitu coolant atau air radiator. Lantas, apa fungsi dari air radiator mobil? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Fungsi Air Radiator

    Dilansir laman Auto2000, air radiator berfungsi untuk membuang panas yang terdapat pada dinding silinder. Sebab, radiator memiliki peran penting dalam meredam udara panas yang dihasilkan oleh silinder mesin saat proses pembakaran terjadi.

    Maka dari itu, coolant yang dipakai pada radiator mobil wajib memiliki kualitas yang baik. Hal ini agar air radiator bisa tahan terhadap suhu panas yang tinggi.

    Cara Kerja Radiator Mobil

    Cara kerja radiator mobil dimulai dari mengalirnya air (coolant) bersuhu netral ke saluran yang mengelilingi mesin untuk menyerap panas. Saat mengalir, air akan menyerap dan membawa suhu panas untuk kemudian dibawa kembali menuju radiator.

    Setibanya di radiator, air yang membawa suhu panas akan masuk ke upper tank. Di bagian ini, proses pendinginan akan terjadi. Setelah itu, coolant akan diteruskan untuk masuk menuju radiator core yang berfungsi membuang suhu panas ke udara.

    Untuk mempercepat proses pembuangan suhu panas, radiator core akan dibantu oleh kipas radiator dalam menyerap udara. Hal ini agar terjadi aliran di antara sirip-sirip udara pada radiator core.

    Ketika suhu panas sudah dipindahkan seluruhnya ke udara dan air kembali dingin, maka coolant akan dialirkan lagi mengitari mesin untuk menyerap panas.

    Jenis-jenis Air Radiator

    Perlu diketahui, ada tiga jenis air radiator yang umum digunakan oleh pabrikan untuk kendaraannya. Ketiga jenis air radiator ini juga punya fungsi yang berbeda-beda.

    Apa saja jenis-jenis air radiator tersebut? Simak di bawah ini:

    1. Inorganic Additive Technology (IAT)

    IAT merupakan jenis air radiator yang umumnya dipakai oleh mobil keluaran lama. Masa pakainya bisa mencapai 2 tahun atau maksimal 38.000 kilometer.

    2. Organic Acid Technology (OAT)

    OAT merupakan jenis air radiator yang masa penggantiannya jauh lebih lama, yakni bisa dilakukan setiap lima tahun sekali atau maksimal 80.000 kilometer.

    3. Hybrid Organic Acid Technology (HOAT)

    HOAT merupakan air radiator jenis terbaru yang dikembangkan dari coolant OAT. Dengan begitu, masa pakai dan waktu penggantiannya tidak jauh berbeda.

    Apakah Aman Isi Air Radiator dengan Air Biasa?

    Masih banyak pengendara mobil yang menggunakan air biasa untuk mengisi radiator ketimbang memakai coolant. Lantas, apakah aman?

    Ternyata, air radiator tak cukup apabila diisi dengan air biasa saja. Bahkan, sebaiknya pemilik kendaraan menghindari penggunaan air biasa untuk radiator mobil.

    “Kalau bisa dihindari. Untuk mobil-mobil sekarang, karena mereka punya mesin berkinerja tinggi, kompresi tinggi maka dianjurkan menggunakan coolant, bukan air biasa,” kata Wahono dari bengkel resmi Auto2000 BSD beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, radiator lebih baik diisi dengan coolant atau cairan khusus untuk radiator. Sebab, ada sejumlah zat kimia yang terkandung di dalam cairan khusus radiator, sehingga dapat membantu kinerja radiator lebih optimal.

    “Adanya zat anti panas yaitu glycol pada radiator coolant Toyota yang membuatnya tidak bisa digantikan oleh air kran. Zat tersebut bekerja dengan menaikkan titik didih cairan radiator. Selain itu juga membantu menyerap panas dari mesin,” jelas Wahono.

    Demikian pembahasan mengenai fungsi air radiator dan cara kerjanya. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Sudah Tahu Belum? Kaca Film Ternyata Ada yang Mengandung Emas



    Jakarta

    Kaca film biasa digunakan pada kendaraan untuk kenyamanan. Kaca film biasanya dipasang untuk menangkal panas masuk ke kabin. Tapi, kaca film ternyata bukan sembarangan lapisan. Bahkan, ada lapisan emas pada kaca film terkini.

    Menurut Vice President Director PT V-KOOL Indo Lestari, Linda Widjaja, di beberapa kaca film terdapat lapisan emas. Bukan buat pamer, lapisan emas ini berfungsi untuk memantulkan panas.

    “VK Series dari V-KOOL menggunakan kaca film multi-layer sputtered metal yang diperkuat dengan emas yang sangat baik dalam memantulkan panas,” kata Linda dikutip Rabu (17/1/2024).


    Menurut Linda, performa kaca film paling baik menolak panas adalah kaca film multi-layer sputtered metal (kaca film dengan beberapa lapisan metal penolak panas). Lapisan emas pada kaca film berfungsi untuk memantulkan panas.

    Linda menjelaskan, kaca filmnya menggunakan bahan tembus pandang super hingga 10 lapisan atom Indium Oxide and Silver yang selanjutnya diperkaya dengan emas. Proses kompleks ini memberi kaca film tersebut performa penolakan panas yang lebih baik tanpa terlihat reflektif atau gelap. Teknologi spectrally selective didasarkan pada teknik penolakan panas.

    “Teknologi Spectrally Selective secara pintar akan meneruskan cahaya tampak (Visible Light Transmission) dan menolak sinar inframerah dan ultraviolet lebih dari 99%. Selain itu, teknologi ini juga meningkatkan visibilitas berkendara di malam hari. Namun, yang terpenting teknologi ini bisa melindungi interior mobil dari pemudaran warna dan juga melindungi pengemudi serta penumpang dari bahaya sinar ultraviolet,” sebut Linda.

    Dijelaskan, ada beberapa jenis kaca film. Ada yang menggunakan metal biasa, ada juga yang pakai non-metal. Untuk kaca film metal biasa, sebagian besar terbuat dari logam biasa seperti aluminium, nikel dan perunggu. Logam-logam ini memiliki beberapa fungsi penolak panas, namun datang dengan tampilan reflektif yang mengganggu dan tidak banyak meneruskan cahaya sehingga membuat mengemudi malam hari menjadi lebih sulit.

    “Metal biasa juga memiliki kelemahan mudah mengalami demetalisasi dan logam yang ditambahkan pada film lebih tidak merata. Logam biasa dan teknologi manufakturnya juga berpengaruh pada harga film. Konsumen harus waspada pada kaca film jenis ini bila dijual lebih tinggi daripada nilai yang seharusnya,” jelas Linda.

    Sedangkan kaca non-metal bisa dibuat dari material seperti oksida dan nitrat. Manfaat dari kaca film jenis ini adalah tidak memiliki permukaan seperti cermin.

    “Tapi performa mereka dalam penolakan panas umumnya rendah. Mereka bekerja seperti ‘spons’, menyerap panas bukannya memantulkan panas. Jadi secara alami mereka diklasifikasikan sebagai penyerap panas. Film non-metal yang sangat murah seperti film yang dicelup bahkan bisa pudar warnanya di bawah paparan sinar matahari. Film non-metal seperti nitrat lebih baik karena memiliki beberapa sifat penolakan panas tetapi biasanya lebih gelap, lebih mudah menyerap panas dan permukaan film rentan retak,” katanya.

    (rgr/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Asal Pilih V-Belt Buat Motor



    Jakarta

    Pemilihan V-Belt untuk motor tak bisa sembarangan. Ada baiknya, detikers mengetahui bahan dasar dari V-Belt. Sebisa mungkin pilih V-Belt yang terbuat dari bahan karet EPDM atau jika boleh diartikan bahan karet yang terbuat dari campuran etilena, propilena, dan monomer terpolimerisasi diena melalui mekanisme vulkanisasi sulfur.

    Penggunaan bahan material EPDM bukan tanpa alasan, polimer jenis ini dinilai mempunyai tingkat kestabilan yang baik meski dalam suhu panas sekalipun. Bahan EPDM dipercaya memiliki daya tahan yang sangat baik di cuaca ekstrem sekalipun.

    Salah satu V-Belt dengan bahan EPDM dapat ditemui pada V-Belt Michelin. V-Belt Michelin diklaim tahan pada suhu -30 derajat celcius hingga suhu 130 derajat celcius. Sehingga V-Belt ini memiliki ketahanan aus yang optimal.


    “V-Belt Michelin juga dibekali kekuatan lateral, ketahanan pelapukan, dan keunggulan spesifikasi lainnya, seperti modulus gerigi yang tinggi dan sabuk karet dengan kualitas terbaik, serta tingkat penyusutan yang kecil pada saat digunakan sehingga memperpanjang umur pemakaian,” ujar President Director PT eLangsung International Agency, Yaboo Huang.

    PT eLangsung International Agency telah diketahui mengembangkan bisnis dari sebelumnya yang hanya fokus di distribusi dengan merk eLangsung Part, kini juga dipercaya oleh Michelin Lifestyle LTD sebagai Distributor Resmi untuk produk V-belt Michelin khusus roda dua (2W) di Indonesia.

    Huang menambahkan dengan keunggulan kualitas serta bahan baku material yang lebih tinggi dari produk merk lain, harga V-belt Michelin juga sangat bersaing. Dan PT eLangsung International Agency juga memberikan garansi selama 6 bulan bagi konsumen apabila selama pemakaian normal terjadi masalah atau kerusakan dari produk V-Belt Michelin.

    V-Belt Michelin terbuat dari bahan karet EPDM atau jika boleh diartikan bahan karet yang terbuat dari campuran etilena, propilena, dan monomer terpolimerisasi diena melalui mekanisme vulkanisasi sulfur.V-Belt Michelin terbuat dari bahan karet EPDM atau jika boleh diartikan bahan karet yang terbuat dari campuran etilena, propilena, dan monomer terpolimerisasi diena melalui mekanisme vulkanisasi sulfur. Foto: dok. eLangsung

    Konsumen Bisa Titip Barang Impor!

    Dalam kesempatan yang sama PT eLangsung International Agency juga menawarkan bisnis Join Impor produk suku cadang aftermarket suku cadang bagi pemilik toko atau bengkel bahkan yang baru mulai untuk menjalankan usaha/bisnis yang memiliki jaringan pemasaran suku cadang di seluruh wilayah Indonesia.

    Selama ini bagi pelaku usaha yang ingin melakukan impor barang harus dengan jumlah yang besar dan per container. Sekarang melalui PT eLangsung International Agency, semua orang bisa melakukan impor barang dalam skala kecil, untuk mereka yang ingin mengembangkan bisnis maupun skala besar,” kata Huang.

    Keuntungan lain yang didapatkan pebisnis / konsumen, lanjut Huang, para pemilik bengkel tidak hanya dari sisi kualitas produk yang setara OEM. Namun mereka juga tidak perlu pusing terkait aspek desain, packaging, hingga logo serta pendaftaran paten merek yang diinginkan karena semuanya akan diproses oleh tim eLangsung.

    “Layanan PT eLangsung mulai dari A sampai Z meliputi konsultasi, pemilihan produk, paten merek, desain kemasan, order barang, koneksi pabrik, pengiriman produk, sampai transit gudang akan kami bantu. Konsumen cukup tentukan jenis barang, kualitas dan jumlahnya, sisanya cukup menunggu hingga barang tiba di Indonesia,” terang Yaboo Huang.

    (lth/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Waspada Aquaplaning, Ini Tips Aman Mengemudi Mobil saat Kondisi Hujan



    Jakarta

    Hujan kembali mengguyur sebagian wilayah Indonesia. Bagi Anda yang beraktivitas menggunakan mobil saat kondisi hujan, jangan lupa agar selalu menekankan keselamatan. Salah satu yang harus dihindari adalah gejala aquaplaning yang bisa berakibat fatal.

    Dikatakan National Sales Manager TBR (Truck & Bus Radial) Hankook Tire Sales Indonesia Ahmad Juweni, aquaplaning adalah kondisi di mana ban kendaraan kehilangan traksi atau penapakan pada permukaan jalan saat melewati genangan air hujan di jalanan. Fenomena ini dapat menyebabkan pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan.

    “Saat menghadapi jalanan licin, diperlukan keterampilan khusus untuk menghindari aquaplaning. Kami mengimbau pengemudi kendaraan agar lebih memperhatikan beberapa komponen penting sebelum berkendara dan menerapkan teknik berkendara aman,” ungkap Juweni dalam keterangan resminya.


    Hankook Tire juga berbagi sejumlah tips untuk mengantisipasi aquaplaning selama musim hujan, antara lain:

    1. Pastikan tekanan udara di setiap ban sesuai dengan rekomendasi produsen. Tekanan udara yang kurang atau berlebihan bisa mempengaruhi kinerja ban dan meningkatkan risiko aquaplaning.

    2. Pengendara perlu memeriksa kedalaman tapak pada setiap ban karena tapak yang aus dapat mengurangi traksi dan meningkatkan risiko kehilangan kendali, terutama saat melintasi jalan basah. Caranya, dengan melihat Tread Wear Indicator (TWI) yang bisa ditemukan di dinding ban. Jika tanda segitiga TWI sudah sentuh tapak ban, maka ban harus segera diganti.

    3. Kurangi kecepatan saat berkendara di jalan yang basah. Makin tinggi kecepatan, makin besar gaya angkat yang terjadi pada ban sehingga semakin mudah ban tergelincir di atas air. Ketika hujan, pengendara disarankan untuk mengurangi kecepatan setidaknya 10 km/jam dari kondisi normal. Perlu diketahui, kecepatan yang lebih rendah bakal memberikan lebih banyak waktu bagi ban untuk mengalami kontak dengan permukaan jalan, meningkatkan traksi, dan mengurangi risiko hilang kendali.

    4. Ketika berkendara dalam kondisi hujan, disarankan untuk menghindari jalur air berlebih di jalanan. Hindari melintasi genangan air yang terlalu dalam, serta jalur dengan air yang mengalir deras, karena hal ini dapat meningkatkan risiko aquaplaning. Sebaiknya, pilih jalur di tengah jalan yang biasanya memiliki kedalaman air yang lebih rendah, sehingga traksi ban dapat tetap optimal.

    Namun, apabila pengendara masih mengalami aquaplaning, hal terpenting yang harus dilakukan yaitu tetap tenang agar tidak kehilangan kendali atas kendaraannya. Cobalah menahan setir tetap lurus dan hindari menginjak pedal rem. Ikuti arah tanpa melawan, dan perlahan koreksi traksi. Hindari pengereman mendadak, sebab bisa membuat ban selip dan melintir. Perhatikan faktor seperti tekanan udara ban, keausan, dan kondisi suspensi untuk mencegah aquaplaning yang lebih parah. Jika memungkinkan, arahkan kendaraan ke tepi jalan untuk mengurangi risiko tabrakan.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Penyebab Kerusakan dan Tanda Harus Diganti


    Jakarta

    Bearing roda adalah sebuah bantalan yang berfungsi menopang bobot kendaraan. Bagian ini juga yang memungkinkan rakitan roda/ban berputar saat berkendara di jalan.

    Apabila bearing roda lepas saat sedang di jalan, maka tidak disarankan untuk terus mengemudi.

    Namun, apabila sama sekali tidak ada alternatif lain, pengemudi perlu memastikan untuk menjaga kecepatan perlahan dan stabil. Hindari berakselerasi atau berbelok secara tiba-tiba.

    Jika bearing pecah atau rusak, segeralah untuk menggantinya. Simak ulasannya di bawah ini.


    Apa yang Terjadi jika Bearing Rusak?

    Membiarkan bearing roda rusak akan berbahaya. Pasalnya, hal ini akan membuat mengemudi terasa tidak nyaman dan tak aman.

    Berikut adalah kemungkinan hal yang bisa terjadi jika bearing rusak:

    • Pengemudi mungkin akan kehilangan kendali atas kendaraan
    • Mungkin mengalami masalah rem
    • Roda bisa lepas (dalam kasus ekstrem)

    Dikutip dari ebook Tune Up Ringan Sepeda Motor 4-Tak oleh Toto Suwarto, beberapa hal yang terjadi lainnya akibat bearing rusak juga bisa membuat stir bengkok, hingga menyebabkan kemudi kendaraan terasa berat dan susah untuk dibelokkan.

    Penyebab Kerusakan Bearing

    Kualitas bearing akan dipengaruhi dari pemasangan, kondisi jalan berlubang, pelumas, geram air atau kotoran, kondisi jalan, dan beban berlebih.

    Dilansir dari Hollen Shades, berikut merupakan faktor penyebab kerusakan pada bearing roda secara umum:

    • Sering berkendara di jalan yang tidak rata.
    • Sering melewati jalan yang berlumpur, berair, road salt yang membuat bearing roda rusak.
    • Kualitas baja bearing roda yang rendah.
    • Ban yang tidak seimbang.
    • Instalasi yang buruk akibat penggunaan perkakas yang salah yang menyebabkan kerusakan pada bagian luar/dalam bantalan ujung roda.
    • Akibat kecelakaan.

    Tanda-tanda Harus Mengganti Bearing Roda

    Untungnya, ada tanda-tanda yang menunjukkan kalau bearing roda kendaraan rusak dan perlu diganti.

    Dikutip dari laman Car Parts yang telah ditinjau oleh seorang teknisi profesional, instruktur, dan penulis otomotif lepas, bernama Richard McCuistian, yang telah bekerja selama hampir 50 tahun di bidang otomotif secara umum, berikut adalah gejala yang membuat kita harus mengganti bearing roda:

    • Adanya suara bising, seperti suara gemuruh atau geraman yang tak biasa dari bearing roda.
    • Keausan ban yang tidak merata.
    • Ada getaran roda kemudi, yang seringkali sensasinya berubah seiring dengan kecepatan kendaraan.
    • Tarikan ke suatu sisi yang tidak biasa saat pengereman.
    • Lampu peringatan ABS (Anti-lock Braking System) menyala pada mobil.

    Bila kendaraan mengalami salah satu atau lebih dari tanda-tanda di atas, sebaiknya segera mengganti bearing roda agar tidak menyebabkan masalah yang lebih parah.

    Demikianlah penjelasan mengenai bearing roda kendaraan, mulai dari pengertian, penyebab kerusakan, dan tanda perlu diganti. Semoga bermanfaat.

    (khq/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tips Bekendara Motor di Musim Hujan



    Jakarta

    Intensitas hujan yang meningkat di awal tahun perlu diwaspadai oleh masyarakat yang mengandalkan motor sebagai alat mobilitas sehari-hari. Sebab, selain permukaan jalan yang lebih licin akibat basah, hujan dengan intensitas tinggi juga kerap membuat beberapa jalan yang dilewati tergenang air atau bahkan banjir.

    Meskipun ada risiko, namun tidak sedikit pengguna motor yang tetap melakukan perjalanan di tengah guyuran hujan. Oleh sebab itu, penting bagi mereka untuk memahami hal-hal apa saja yang harus diperhatikan saat hendak berkendara di musim hujan. Baik itu dari segi kondisi sepeda motor, cara berkendara, perlengkapan berkendara, hingga pemahaman soal rute dan jalur yang akan dilewati.

    “Curah hujan yang intens akhir-akhir ini menuntut pengguna motor untuk meningkatkan kewaspadaannya saat sedang berkendara. Karena dengan kondisi jalan yang basah dan tergenang air tentu membuat resiko kecelakaan menjadi lebih besar. Untuk itu, fokus yang tinggi, persiapan yang matang serta pemahaman berkendara yang baik dan pemilihan jalur yang tepat, menjadi poin-poin yang penting untuk menjaga safety riding ketika berkendara di musim hujan,” ungkap Muhammad Arief, Instruktur YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.


    Berikut adalah tips dari Yamaha Riding Academy (YRA) terkait tata cara berkendara motor yang aman di musim hujan.

    1. Pastikan Motor dalam Kondisi Sehat

    Dari segi persiapan, hal pertama yang harus dicek oleh pengguna motor sebelum berkendara adalah memastikan motornya dalam kondisi yang layak jalan. Pada musim hujan ada beberapa komponen motor yang memiliki peranan vital dan penting untuk dicek, seperti ban yang berfungsi menjaga traksi ke permukaan jalan, lampu penerangan yang membantu jarak pandang, sistem pengereman untuk deselerasi kecepatan di permukaan jalan yang basah dan licin, serta beberapa komponen pendukung berkendara lainnya.

    Bila ada komponen motor yang dirasa perlu untuk dicek lebih lanjut atau bahkan diganti, konsumen sepeda motor Yamaha dapat memanfaatkan aplikasi My Yamaha Motor. Karena melalui aplikasi ini, mereka dapat mengecek lokasi dealer terdekat hingga membuat jadwal booking service secara mudah dan praktis dengan smartphone.

    2. Bawa Jas Hujan

    Jas hujan menjadi salah satu perlengkapan berkendara yang wajib dibawa saat musim hujan karena fungsinya yang dapat meminimalisir pakaian pengendara menjadi basah
    dan juga meredakan terpaan angin serta hawa dingin yang langsung ke badan. Baiknya, pengendara memilih jas hujan yang berbentuk 2-piece dengan warna yang cerah agar mudah diidentifikasi oleh pengendara lain.

    3. Pilih Rute Aman

    Ketika berkendara saat hujan, pemilihan rute juga menunjang faktor keselamatan dalam berkendara. Hindari jalan yang sering terjadi genangan air atau banjir. Karena apabila
    pengendara nekat menerjang jalanan yang banjir, selain berbahaya, motor pun juga bisa mengalami kerusakan yang serius.

    4. Hindari Berkendara Agresif

    Kondisi hujan yang membuat jalan licin dan jarak pandang terbatas tentunya harus disikapi dengan cara berkendara bijak. Seperti jangan berkendara dengan kecepatan yang tinggi dan sering mendahului pengendara lain. Selain itu, hindari mengerem secara mendadak karena saat jalan licin tentu traksi ban ke aspal menjadi tidak optimal sehingga risiko untuk selip. Baiknya, tetap jaga jarak aman dan berkendaralah dengan kecepatan sedang serta konstan.

    5. Berhenti Ketika Hujan Deras

    Saat intensitas hujan sudah sangat deras, sebaiknya pengendara langsung berhenti dan tidak melanjutkan berkendara karena jarak pandang yang pasti terganggu dan
    genangan air di jalan membuat sepeda motor menjadi sulit dikontrol. Pada saat menepi juga pastikan lokasinya aman, seperti tidak di bawah jembatan, underpass, atau ruang
    publik lainnya yang dapat mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan kemacetan.

    6. Cuci & Lumasi Komponen Motor

    Motor yang dikendarai saat hujan biasanya menjadi kotor akibat lumpur dan tanah yang menempel sehingga bisa menyebabkan karat. Oleh karena itu, baiknya segera mencuci
    motor yang telah digunakan dan beri pelumas pada bagian yang rawan berkarat, seperti standard samping dan tengah, footstep, serta kaki-kaki motor. Lalu cek juga
    kondisi oli serta busi untuk memastikan tidak ada air yang masuk ke dalam.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari Kecelakaan Maut Bus Rombongan Partai di Ngawi



    Jakarta

    Kecelakaan maut melibatkan bus rombongan Partai Hanura. Peristiwa itu terjadi di Tol Ngawi menuju Surabaya.

    Rekaman CCTV yang menayangkan detik-detik kecelakaan bus rombongan Hanura beredar di media sosial. Bus itu menabrak pembatas jalan dan terguling saat hendak menyalip truk.

    Dikutip detikJatim, awalnya bus pariwisata yang mengarah ke Surabaya itu hendak mendahului truk yang ada di dalamnya. Jarak antara bodi belakang truk dan bumper bus tersebut terlihat mepet. Setelah itu, sopir bus terlihat mendadak membanting setirnya ke kanan.


    Rupanya, manuver tersebut terlalu kencang. Bodi kanan bus menabrak pembatas tengah tol. Setelah itu, bus terguling ke arah kiri dengan sangat kencang.

    Saking kencangnya bus yang terguling, jalanan sampai tak terlihat di CCTV. Sebab, jalanan tersebut tertutup empasan debu efek tergulingnya bus.

    Akibat kecelakaan itu, 3 orang tewas dan belasan orang mengalami luka-luka. Ketiga orang yang meninggal dunia karena kecelakaan itu antara lain sopir bus berna,a Catur Pancoro (47), warga Tulangan Sidoarjo; Hadi Umar F (21), warga Mojo Lebak, Mojokerto; dan Aditya (38), warga Cungkup Pucuk, Lamongan.

    Pelajaran penting dari peristiwa ini, bahwa kendaraan besar seperti bus bisa kehilangan kestabilan, apalagi di kecepatan tinggi. Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, kendaraan dengan dimensi besar seperti bus memiliki bobot dan momentum yang besar.

    Sony bilang, suspensi bus memiliki keterbatasan kemampuan dipaksa bekerja berat. Ketika ngebut, kestabilannya bisa hilang.

    Kata Sony, ketika bus sampai terbalik, maka keseimbangan kendaraan hilang karena faktor rolling dan yawing yang tidak mampu dikuasai pengemudi. Hal ini menurutnya biasanya terjadi karena kecepatan tinggi.

    “Kestabilan kendaraan itu bisa dirasakan oleh 4 faktor: roll, pitch, bounce dan yaw. Ketika ini sudah bergerak berlebihan maka kendaraan tersebut akan liar. Sering kali hal ini justru dipermainkan pengemudi, terlihat jago tapi justru di sini pengemudi tinggal tunggu kecelakaan,” jelas Sony.

    Pelajaran lain yang juga tak kalah penting adalah, semua penumpang sudah saatnya sadar akan keselamatan dirinya. Saat naik bus, pastikan semua penumpang mengenakan sabuk pengaman agar saat terjadi kecelakaan risiko fatalitas bisa dicegah.

    Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, mengatakan penumpang yang tidak menggunakan sabuk pengaman membuat kecelakaan menimbulkan korban jiwa.

    “Penggunaan sabuk pengaman telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 74 Tahun 2021 tentang Perlengkapan Keselamatan Kendaraan Bermotor. Dalam produk hukum ini, penggunaan sabuk keselamatan tidak hanya untuk pengemudi, tetapi juga bagi para penumpang. Namun, masih banyak orang yang abai terhadap aturan tersebut meski mengancam keselamatannya,” kata Djoko belum lama ini.

    Sabuk pengaman adalah perangkat yang menjadi bagian yang terpasang di kendaraan bermotor. Sabuk keselamatan berfungsi untuk mencegah benturan terutama sebagian kepala dan dada dengan bagian kendaraan sebagai akibat perubahan gerak kendaraan secara tiba-tiba.

    “Pemakaian sabuk pengaman oleh penumpang jelas akan menjadi pembeda apabila terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Menurut Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat, pemakaian sabuk pengaman akan menurunkan fatalitas 40-60 persen. Jumlah kecelakaan bertambah 5,6 persen di Amerika Serikat. Salah satunya karena tidak memakai sabuk pengaman. Bagi penumpang bus, sabuk pengaman kiranya akan menahan penumpang untuk tidak terlempar keluar dari bus apabila terjadi tabrakan,” sebut Djoko.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Nekat Ngekor Konvoi Pengawalan, Awas Tabrakan Beruntun!



    Jakarta

    Di media sosial tengah viral petugas polisi pengawal mengusir pengendara Mercedes-Benz yang mencoba membuntuti iring-iringan pengawalan. Bukan tanpa alasan, hal ini dilakukan demi keselamatan.

    Video itu diunggah akun TikTok escort79. Dalam video tersebut tampak petugas sedang melakukan pengawalan terhadap salah satu kendaraan pejabat yang sedang bertugas. Namun, mobil Mercedes-Benz berkelir putih mencoba membuntuti di belakang mobil yang dikawal itu.

    Polisi menegur pengendara Mercy itu berkali-kali. Namun, pengendara Mercy tetap ngeyel mengekor di belakang mobil yang dikawal.


    Sampai akhirnya, polisi pengawal memaksa pengendara Mercy itu berhenti. Polisi itu turun dari motor patwalnya dan memberikan teguran kepada pengendara Mercy.

    “Kok ngikut? Kenapa ngikut? Kalau kamu ketabrak siapa yang tanggung jawab? Ya, jangan kayak gitu. Nikmati aja. Kalau ini ada acara Departemen Dalam Negeri. Ayo mau ikut? Kamu saya masukin nanti ke acaranya, ganti baju Korpri, mau? Nggak kan? Nikmati ya, liburannya nikmati,” kata petugas polisi tersebut kepada pengendara Mercy.

    Menurut praktisi berkendara yang juga founder dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, ada risiko besar ketika pengendara umum mencoba membuntuti konvoi pengawalan. Salah satunya bahkan bisa menyebabkan tabrakan beruntun.

    “Bahkan sesama anggota dalam satu rangkaian saja itu sering sekali terjadi kecelakaan. Bahkan melibatkan bupati, pejabat darah, itu pernah kejadian-kejadian seperti itu,” kata Jusri kepada detikOto, Senin (5/2/2024).

    Jusri menyebut, mengekor di belakang kendaraan prioritas merupakan budaya yang salah. Kejadian serupa tak hanya membuntuti konvoi yang dikawal, bahkan kendaraan darurat semacam ambulans dan pemadam kebakaran pun dibuntutinya untuk menerobos kemacetan.

    “Kenapa itu dilarang? Itu berbahaya sekali. Ketika kita melakukan membuntuti atau sebagai tailgater di belakang suatu rombongan pengawalan, itu sangat berbahaya bagi kita. Karena kita tidak dalam satu komando,” jelas Jusri.

    “Perlu dipahami juga oleh masyarakat, bahwa tabrakan beruntun itu selalu terjadi pada bagian dari satu rangkaian konvoi. Karena tidak ada komunikasi, tidak ketahuan. Masyarakat pun kadang-kadang berpikir saat rombongan terakhir lewat, biasanya diketahui oleh masyarakat pengguna jalan yang lain, biasanya mereka langsung menutup celah. Pada saat yang sama ada tailgater liar di belakang yang berpotensi terjadi kecelakaan,” katanya.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran buat yang Suka Ngekor Pengawalan Polisi sampai Ambulans



    Jakarta

    Di media sosial viral pengendara Mercedes-Benz diusir dari konvoi yang dikawal polisi. Pengendara Mercy itu ditegur berkali-kali lantaran mengekor di belakang mobil yang tengah dikawal polisi.

    Polisi menegur pengendara Mercy itu berkali-kali. Namun, pengendara Mercy tetap ngeyel mengekor di belakang mobil yang dikawal.

    Sampai akhirnya, polisi pengawal memaksa pengendara Mercy itu berhenti. Polisi itu turun dari motor patwalnya dan memberikan teguran kepada pengendara Mercy.


    “Kok ngikut? Kenapa ngikut? Kalau kamu ketabrak siapa yang tanggung jawab? Ya, jangan kayak gitu. Nikmati aja. Kalau ini ada acara Departemen Dalam Negeri. Ayo mau ikut? Kamu saya masukin nanti ke acaranya, ganti baju Korpri, mau? Nggak kan? Nikmati ya, liburannya nikmati,” kata petugas polisi tersebut kepada pengendara Mercy.

    Perlu diketahui, sesuai Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ada beberapa kendaraan yang diprioritaskan di jalan. Kendaraan prioritas itu diberi pengawalan oleh petugas polisi yang memiliki hak diskresi.

    Praktisi berkendara yang juga founder dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengapresiasi tindakan yang dilakukan polisi untuk menegur pengendara Mercy yang membuntuti konvoi. Sebab kalau tidak ditegur, pengendara Mercy itu bisa memicu tabrakan beruntun.

    “Kenapa itu dilarang? Itu berbahaya sekali. Ketika kita melakukan membuntuti atau sebagai tailgater di belakang suatu rombongan pengawalan, itu sangat berbahaya bagi kita. Karena kita tidak dalam satu komando,” jelas Jusri kepada detikOto, Senin (5/2/2024).

    Jusri mengatakan, risiko dari membuntuti konvoi pengawalan adalah tabrakan beruntun. Risiko tersebut sudah banyak contohnya. Belum lama ini viral di negeri tetangga, Malaysia, peristiwa tabrakan akibat mengekor di belakang konvoi pengawalan. Video viral itu diunggah akun TikTok rosairilzulhairi.

    @rosairilzulhairi GARING abam2 polis kita kluar. aaduh mat. escort police pulak yg kau sondol, x dapekk nk nolong🤣.awat hang laju jugak blkg keta escort.ptotnya jarak.depa laju ada sebab bukan suka2. kiokkkkk #fyp #abampolis #escortvip ♬ original sound – RZN – K_Jack

    Video yang diambil dari kamera dasbor atau dashcam memperlihatkan suasana lalu lintas yang tengah padat merayap. Dari belakang, raungan sirine sudah menyeru meminta pengendara lain untuk membuka jalan. Konvoi itu dibuka oleh tiga motor patwal yang membelah kemacetan. Selanjutnya ada mobil patwal lainnya mengikuti di belakang.
    Kemudian, ada sedan hitam yang didampingi dua pengawal motor di kiri-kanannya. Sepertinya ini adalah iring-iringan pejabat VIP di Malaysia jika dilihat dari formasi pengawalannya.

    Di belakang sedan hitam ada sebuah SUV hitam dan terakhir sebagai penutup ada mobil polisi berwarna putih. Namun, mobil polisi yang berada di barisan terakhir sedikit melambat, mungkin karena jarak yang ada cukup sempit.

    Nahas, di belakang mobil polisi putih itu ada mobil lain yang membuntuti pengawalan. Brakkk… mobil yang membuntuti iring-iringan pengawalan tak dapat menghindar mobil polisi yang melambat. Alhasil, mobil polisi yang menutup iring-iringan ditabrak. Beberapa petugas polisi yang berada di mobil itu langsung turun setelah menyadari mobilnya ditabrak.

    (rgr/din)





    Sumber : oto.detik.com