Author: Import

  • Belajar dari Porsche Ngebut Tabrak Livina, Nyetir Mobil Sport Tak Bisa Asal Ngegas



    Jakarta

    Kecelakaan mobil sport Porsche 911 Carrera S Cabriolet menabrak bagian belakang Nissan Grand Livina terjadi di Tol Kejapanan ke Porong Sidoarjo, Jawa Timur. Pengemudi Porsche diduga berkendara ugal-ugalan sebelum terjadinya kecelakaan.

    Diketahui, pengemudi Porsche bernama Nissan Katama Angkasa masih berusia 18 tahun dan berstatus mahasiswa. Polisi menyebut, mobil Porsche melaju 130 km/jam.

    “Dari pengakuan pengemudinya, mobil sport Porsche dalam perjalanannya di jalan tol tersebut dengan kecepatan 130 kilometer per jam,” kata Anggota PJR Jatim II Aiptu Heri Murty dikutip dari detikJatim.


    Menurut praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengendarai mobil berperforma tinggi tidak bisa asal ngegas. Apalagi, Porsche 911 Carrera S Cabriolet punya spesifikasi buas. Bermodal mesin 3.000 cc, akselerasi 0-100 km/jam cuma butuh waktu 3,9 detik dengan kecepatan tertinggi 306 km/jam.

    Sony bilang, jika pengendara salah menangani mobil, maka mobil yang akan menguasai pengendaranya. Artinya, pengemudi tidak bisa mengontrol kendaraan.

    “Sensitivitas terhadap pedal masih belum bagus, jadi agak kaku saat mau ngegas atau lepas gas. Sementara ketika digas, raungan mesin menimbulkan sensasi adrenalin naik. Dan di situ lah power mesin mendominasi,” ujar Sony kepada detikOto, Senin (18/3/2024).

    Apalagi, pengemudi Porsche itu masih berusia 18 tahun. Usia muda dengan emosi yang bergelora membuat mereka kehilangan kendali.

    “Untuk anak muda, itu kan penuh dengan gelora. Ketika dikasih kendaraan yang super cepat, pasti niat untuk membejek sudah ada di dalam pikiran. Pengalaman yang minim dan perhitungan yang rendah, siap-siap aja kecelakaan,” kata Sony.

    “Pemula atau usia muda jadinya susah untuk mengemudi mobil sport akhirnya dia yang dikemudikan mobil sport,” sebutnya.

    Ditegaskan Sony, kebut-kebutan di jalan tol ini adalah kebodohan yang berulang kali terjadi. Tak jarang akibat kebut-kebutan di jalan raya atau jalan tol berujung kecelakaan yang melibatkan pengendara lain.

    “Jalan raya atau tol sering dijadikan ajang trek-trekan dan tes mesin buat mobil sport. Sekalipun sepi bukan berarti boleh asal ngegas. Salah satu penyebab kecelakaan karena adanya perbedaan kecepatan antara mobil satu dengan yang lain. Apalagi kalau bicara kecepatan itu, tidak hanya bicara keterampilan berkendara, tapi butuh jam terbang, kematangan dalam berpikir dan emosi yang stabil. Itu pun bicara sirkuit bukan jalan umum,” jelas Sony.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari Porsche Tabrak Livina di Tol Kejapanan



    Jakarta

    Mobil sport Porsche 911 Carrera S dengan nomor polisi B 333 LKA terlibat kecelakaan di Tol Kejapanan ke Sidoarjo. Porsche itu menabrak Nissan Grand Livina.

    Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun dilaporkan, satu orang luka berat.

    Dikutip detikJatim, Kanit PJR Jatim II AKP Puguh Winarno mengatakan kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu (17/3) sekitar pukul 12.10 WIB. Porsche diketahui dikendarai Nissan Katama Angkasa warga Dukuh Pakis Surabaya. Sedangkan Nissan Grand Livina warna abu-abu metalik Nopol L 1496 ACY dikemudikan Rudy Andrianto bersama keluarganya.


    Dalam kecelakaan itu, sopir Porsche hanya mengalami luka ringan. Sedangkan istri Rudi pengemudi Grand Livina, Ani Trihandayani, luka berat di bagian leher.

    Puguh menambahkan kecelakaan tersebut terjadi lantaran pengemudi Porsche ugal-ugalan. Mobil sport itu tak terkendali dan menabrak mobil Nissan Grand Livina di depannya.

    “Pengemudi mobil sport Porsche Carrera kurang antisipasi ada kendaraan di depannya sehingga terjadi tabrak belakang,” tandas Puguh.

    Pelajaran dari kejadian ini, bahwa mengendarai mobil sport tak bisa asal kebut-kebutan. Perlu diketahui, cara mengemudikan mobil sport itu berbeda dengan mobil lain.

    “Karakter mobil sport itu berbeda dengan kendaraan lain, dan nuansa membawa mobil sport itu berbeda dari melihat, mendengar, itu degup jantung luar biasa,” kata pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu beberapa waktu lalu.

    “Ada faktor psikis, baunya, dentuman suara knalpot ini akan memunculkan hormon endorfin. Begitu kita di dalam, sensasi yang namanya adrenalin naik. Ketika endorfin dibarengi adrenalin, maka logika sudah tidak main,” jelasnya.

    Pengemudi mobil sport harus mengenal karakter mobil sebelum turun ke jalan. Jusri mengatakan bekal dasar yang harus dimiliki pengemudi mobil sport ada tiga hal yakni mengetahui semburan tenaga, pengereman, dan performa handling.

    Pengemudi juga harus memiliki soft skill, hal ini bisa diartikan kemampuan membaca potensi bahaya, mengukur jarak, menjaga kecepatan, mengatur jadwal istirahat selama perjalanan, dan lainnya.

    “Harusnya kita sudah bisa menyimpulkan, kecelakaan di supercar bukan soal di masalah technical, bukan kendaraan yang super,” kata dia.

    “Lebih banyak terkait soft skill, melahirkan pola pikir kehati-hatian. Perilaku waspada, tertib, empati,” sambungnya lagi.

    (rgr/mhg)



    Sumber : oto.detik.com

  • Penyebab Kaca Mobil Berjamur dan Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Kaca mobil adalah bagian penting dari suatu mobil. Demi keamanan dan kenyamanan saat berkendara, penting untuk menjaga kaca mobil tetap bersih, salah satunya dari jamur yang kerap menempel di kaca mobil.

    Apa penyebab kaca mobil berjamur? Bagaimana cara menghilangkan jamur yang menempel di kaca mobil? Simak di artikel berikut.

    Penyebab Kaca Mobil Berjamur

    Mengutip London Car Windscreen, kaca mobil bisa berjamur jika sering diparkir di tempat lembap, apalagi jika mobil tidak rutin digunakan.


    Selain itu, jamur juga bisa muncul jika kaca mobil tidak segera dibersihkan setelah terkena air hujan. Pengembunan di kaca mobil berisiko menimbulkan jamur.

    Jamur yang muncul di kaca mobil sebaiknya segera dibersihkan. Sebab, jamur bisa berkembang biak dan menyebar ke bagian mobil yang lain.

    Cara Membersihkan Kaca Mobil Berjamur

    Berikut bebarapa cara membersihkan kaca mobil yang berjamur.

    1. Alkohol kadar 50-90%

    Alkohol sering digunakan sebagai cairan pembersih, termasuk pembersih kaca mobil. Basahi kain lembut dengan cairan alkohol dan gosokkan ke kaca mobil.

    Perlu diingat, jangan menekan kaca mobil terlalu keras agar tidak tergores.

    2. Minuman Bersoda

    Untuk menghilangkan jamur menggunakan air soda, pertama bersihkan kaca mobil dengan kain kering terlebih dahulu. Lalu, basahi kain lembut dengan air soda dan gosokkan ke kaca mobil. Lakukan beberapa kali hingga jamur hilang.

    Sebaiknya, air soda yang dipilih tidak mengandung gula agar tidak mengundang semut.

    3. Pasta Gigi

    Pasta gigi juga mampu membersihkan jamur di kaca mobil. Caranya adalah dengan mengoleskan pasta gigi secukupnya pada kaca mobil, lalu tunggu hingga kering.

    Setelah itu, bilas dengan air sambil menggosok kaca dengan kain lembut hingga jamur hilang.

    4. Pemutih Pakaian

    Jamur pada kaca mobil juga bisa dihilangkan menggunakan pemutih pakaian. Basahi kain lembut dengan pemutih pakaian secukupnya, lalu gosokkan pada kaca mobil hingga bersih. Jangan menekan kaca terlalu keras agar kaca tidak tergores.

    Itu dia cara membersihkan kaca mobil yang berjamur. Untuk mencegah jamur tumbuh di kaca mobil, sebaiknya detikers tidak memarkir mobil di tempat lembap dalam waktu yang terlalu lama. Pastikan juga untuk mengeringkan embun pada kaca mobil, apalagi setelah hujan. Semoga membantu, detikers!

    (fds/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pantang Mundur Nyetir Mobil Matic di Tanjakan, Begini Caranya



    Jakarta

    Mobil matic memang banyak jadi incaran. Selain nggak ribet, mobil matic juga diincar karena kemudahannya yang tinggal injak gas saja. Tapi ada hal yang agak ngeri juga saat membawa mobil matic, yakni saat berada di tanjakan.

    Beberapa pengemudi kerap panik saat mengendarai mobil matic di jalanan yang memiliki kontur menanjak, terlebih tanjakan yang ekstrem. Mungkin untuk para pengemudi mobil manual, mengendalikan mobil ketika berada di tanjakan hanya tinggal menyeimbangkan antara gas dan kopling supaya mobil tidak merosot serta mencegah mobil mati.

    Berbeda dengan mobil matic, cara yang dilakukan pertama kali adalah jangan panik. Ini modal penting karena panik akan membuat semua menjadi sulit. Setelah mampu menenangkan diri, cara untuk mengendalikan mobil matic di tanjakan yaitu dengan memindahkan gigi dari ‘D’ (drive) ke gigi rendah atau ‘L’.


    Penjelasan Gigi ‘L’ di Mobil Matic

    Fungsi gigi ‘L’ ini adalah untuk digunakan ketika berkendara di jalanan yang menanjak atau menurun. Saat mobil di masukan ke gigi ‘L’ maka mesin akan menghasilkan torsi yang lebih besar. Jadi gigi ‘L’ pada mobil matic serupa dengan gigi ‘1’ di mobil manual.

    Dari laman resmi Hyundai, untuk bisa melewati tanjakan yang curam atau ketika dalam situasi terjebak di kemacetan dengan jalanan menanjak, cara bijaknya adalah dengan menggunakan gigi ‘L’. Ini agar menjaga mesin tidak mudah mengalami loss power saat menanjak.

    Beberapa produsen mobil menyertakan gigi dengan angka ‘2’ dan ‘3’. Pada prinsipnya gigi ‘3’ memiliki kegunaan untuk memerintahkan mesin untuk membatasi rasio sampai gigi ‘3’ saja, sedangkan dengan gigi ‘2’ dapat digunakan ketika melewati jalanan menanjak namun tak terlalu curam dan panjang.

    Cara Mengoperasikan Gigi pada Mobil Matic saat di Tanjakan

    Sebetulnya terdapat beberapa cara untuk melewati tanjakan saat menggunakan mobil matic. Sebelum berpergian dengan mobil tentunya yang paling dasar adalah mengenali mobil secara luar dan dalam, hal ini untuk mempermudah pengemudi mengetahui seluk-beluk mobil.

    Dikutip dari Auto2000, terdapat tiga cara untuk menjalan mobil matic di tanjakan. Berikut tipsnya.

    3 Cara Nyetir Mobil Matic di Tanjakan

    1. Pindahkan Gigi dari D ke L

    Saat menemukan dan hendak melalui jalanan yang menanjak, terlebih dahulu pindahkan tuas gigi dari ‘D’ ke ‘L’. Karena dalam situasi ini mobil membutuhkan torsi yang besar, bila momentum ini terlewati maka tenaga mobil akan hilang dan mobil akan meluncur ke belakang.

    2. Injak Gas Sesuai Kebutuhan

    Pada momen ini kamu jangan sungkan untuk menginjak gas dalam-dalam, sesuaikan dengan tanjakan yang dihadapi. Jika dirasa tanjakan curam dan panjang, maka injak gas pun jangan ragu-ragu. Ambil ancang-ancang untuk melakukan kick down atau menginjak pedal gas secara dalam supaya mobil bisa berjalan.

    3. Jangan Injak Rem saat Pindah Gigi

    Dalam hal ini, masih terdapat pengemudi yang menginjak rem saat memindahkan gigi dari ‘D’ ke ‘L’. Seharusnya cara ini tidak perlu dilakukan. Hanya tinggal melepas pedal gas lalu pindahkan tuas ke posisi gigi yang diinginkan.

    Yang terpenting yakni pindahkan gigi secara bertahap jangan lakukan dengan sekaligus. Apabila transmisi sebelumnya berada di posisi ‘D’, yang perlu dilakukan adalah memindahkannya ke gigi ‘2’ sebelum masuk ke gigi ‘L’ untuk melewati tanjakan curam.

    (rgr/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Biaya Servis Kaki-kaki Mobil, Manfaat, dan Komponennya


    Jakarta

    Kaki-kaki mobil memiliki peran yang penting untuk menunjang kinerja kendaraan. Jika tak ada komponen ini, mobil tidak bisa berjalan dengan baik dan stabil.

    Fungsi kaki-kaki mobil adalah menopang seluruh beban kendaraan dan membantu mengontrol pergerakan mobil saat melaju. Jadi, penting untuk servis teratur kaki-kaki mobil.

    Servis tersebut dilakukan untuk menjaga performa mobil tetap optimal dan mencegah adanya kerusakan. Berapa biayanya?


    Biaya Servis Kaki-kaki Mobil

    Komponen kaki-kaki mobil memiliki banyak fungsi yang semuanya harus diservis teratur. Kerusakan salah satu bagiannya dapat berdampak buruk pada performa mobil.

    Mengutip laman Wuling serta penyedia jasa inspeksi dan garansi mobil bekas Otospector, berikut kisaran biaya servis kaki-kaki mobil:

    • Tie rod: Rp 300.000-Rp 340.000
    • Bushing arm: Rp 300.000-Rp 350.000
    • Ball joint: Rp 90.000-Rp 150.000
    • Link stabilizer: Rp 40.000-Rp 45.000
    • Bearing depan: Rp 150.000-Rp 160.000
    • Bearing belakang: Rp 80.000 – Rp 90.000
    • Shock breaker depan: Rp 1,1 juta-2,2 juta (termasuk bongkar pasang)
    • Shock breaker belakang: Rp 900.000-Rp 1.800.000 (termasuk bongkar pasang)
    • Ganti ban: Rp 520.000-840.000 per roda (termasuk biaya pasang, balancing, dan nitrogen).

    Manfaat Service Kaki-kaki Mobil

    Servis atau perawatan pada kaki-kaki mobil tentunya memiliki banyak manfaat penting. Mengutip laman Astra Daihatsu, beriku beberapa manfaatnya.

    1. Memberi Keamanan Saat Mengemudi

    Servis kaki-kaki mobil meliputi pemeriksaan dan perawatan suspensi, rem, serta sistem kemudi. Jadi, service ini akan memastikan semua komponen berfungsi dengan baik.

    2. Menjaga Keseimbangan Mobil

    Cek rutin kaki-kaki mobil dapat memberi stabilitas dan pengendalian yang lebih baik ketika berkendara, terutama menjaga keseimbangan mobil. Selain itu juga mengurangi getaran dan guncangan saat melintasi jalanan yang tidak rata.

    3. Komponen-komponen Terawat dengan Baik

    Servis kaki-kaki secara teratur juga membuat komponen seperti peredam kejut, per, dan sistem rem terawat dengan baik. Hal ini membantu mencegah kerusakan atau keausan, sehingga umur pakai mobil panjang.

    4. Efisiensi Bahan Bakar yang Lebih Baik

    Suspensi yang optimal membantu menjaga kontak ban dengan jalan yang tepat. Jadi, bisa mengurangi gesekan dan hambatan saat berkendara. Hal ini bisa mengurangi beban pada mesin dan meningkatkan efisiensi bahan bakar mobil.

    Komponen Kaki-kaki Mobil

    Kaki-kaki mobil mempunyai banyak komponen dengan fungsi yang berbeda tapi tetap saling berhubungan. Apa saja komponen-komponen tersebut?

    1. Kaki-kaki Bushing Arm

    Kaki-kaki Bushing Arm berguna sebagai titik tumpu roda dan pencengkram. Adapun fungsi lainnya adalah sebagai peredam getaran sambungan komponen suspensi. Apabila ada masalah pada bushing arm, maka kendaraan terasa tidak stabil saat melaju.

    2. Kaki-kaki Suspensi

    Suspensi mobil berguna untuk memaksimalkan akselerasi, terutama jika melewati medan berlubang. Terbuat dari baja anti karat, suspensi memiliki daya tahan yang kuat. Ketika kendaraan mengalami penurunan daya tahan suspensi, kendaran menjadi limbung ketika dipacu.

    3. Tie Rod

    Tie Rod merupakan komponen yang langsung terhubung dengan stir. Jika ada masalah, laju mobil cenderung melenceng ke samping.

    4. Shockbreaker

    Shockbreaker adalah bagian kaki-kaki mobil yang berperan dalam meredam getaran. Adanya shockbreaker membuat pengendara tidak merasakan guncangan. Komponen ini dianggap rusak jika terasa sekali goncangan ketika melaju.

    5. Roda dan Ban Mobil

    Roda dan ban mobil adalah komponen yang mempunyai fungsi vital. Fungsi utamanya adalah penahan bobot kendaraan dan bantalan. Selain itu, komponen ini juga berguna sebagai banalakan agar tidak langsung bersentuhan dengan aspal; dan menjaga keseimbangan kendaraan.

    6. Ball Joint

    Ball joint adalah komponen yang berfungsi untuk mengikat sumbu lower arm saat mobil berbelok. Komponen ini berkaitan erat dengan roda dan membantu kendaraan bergerak stabil.

    7. Kaki-kaki Per

    Kaki-kaki terdeteksi rusak jika ada ulir per keongnya patah. Kondisi ini bisa juga dilihat dari bagaimana kondisi bushing atau bantalnya.

    8. Kaki-kaki Bearing

    Bearing berfungsi sebagai bantalan roda yang memastikan putaran stabil saat melaju. Kerusakannya bisa diketahui dengan cara didongkrak. Jika terdengar suara bising, maka secepatnya perlu diperbaiki.

    Jangan lupa untuk mengecek kaki-kaki mobil agar jika terjadi kerusakan dapat cepat diperbaiki. Sebelumnya, jangan lupa cek dulu biaya servis kaki-kaki mobil untuk informasi terbaru.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Anti Loyo dan Kantuk, Ini Cara Berkendara di Bulan Puasa



    Jakarta

    Pola tidur yang berbeda selama bulan puasa bisa jadi salah satu faktor yang membuat tubuh kita loyo dan mudah mengantuk. Tak hanya itu, bisa lebih berbahaya bila saat berkendara mengalami penurunan konsentrasi.

    Selama berpuasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan makan dan minuman, ini menyebabkan perubahan kadar gula darah pada tubuh. Ini juga yang bisa menjadikan risiko berbahaya saat berkendara.

    Jadi apa yang harus dilakukan agar terhindar dari rasa kantuk saat berkendara di bulan puasa? Dilansir dari ANTARA dan disampaikan Instruktur Keselamatan Berkendara Sony Harisno, dijelaskan pastikan terlebih dahulu fisik dalam keadaan istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan.


    Selain istirahat yang cukup, mental juga sebisa mungkin harus terjaga. Sony mengatakan penting untuk seseorang yang akan berkendara agar mempersiapkan diri terlebih dahulu, terlebih pada saat sedang berpuasa.

    “Permasalahan puasa biasanya merasa lemas dan emosi, namun hal ini terjadi akibat kurangnya persiapan diri sebelum mengemudi. Saat puasa melakukan aktivitas sehari-hari saja terkadang berat, apalagi yang harus mengemudi dengan tingkat kewaspadaan dan konsentrasi tinggi,” katanya Sony.

    Kemudian, Sony juga mengimbau kepada pengendara untuk sebisa mungkin menghindari jam-jam tubuh penurunan ketika akan berkendara.

    Otographics mengusir kantuk saat nyetirOtographics mengusir kantuk saat nyetir Foto: Mindra Purnomo

    “Hindari mengemudi di jam-jam tubuh drop, antara pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB. Mengemudilah dengan tenang dan tidak terburu-buru sehingga mengemudi akan datar dan terkontrol,” ungkapnya.

    Bulan puasa memberikan perubahan kebiasaan dalam keseharian kita, ini lah yang patut diperhatikan dan tak boleh anggap sebelah mata. Karena kewaspadaan berkendara sangatlah penting menyangkut diri sendiri yang orang disekeliling.

    Adapun Head of Safety Riding Promotion Wahana Sejati (WMS) Agus Sani mengatakan agar terhindar dari rasa kantuk saat berkendara di bulan puasa adalah dengan melakukan stretching. Ia menyebut dengan stretching bisa mengurangi risiko kecelakaan.

    “Gerakan-gerakan ringan seperti merenggangkan tangan dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah menuju ke otak, sehingga kita bisa lebih berkonsentrasi. Aliran darah pun makin lancar sehingga reflek saat berkendara lebih baik,” kata Agus.

    (lth/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Merawat Rem Motor, Jangan Melakukan Ini Secara Bersamaan



    Jakarta

    Menjaga performa motor menjadi kewajiban para penggunanya dengan cara rutin melakukan perawatan. Apalagi mendekati musim libur lebaran, para pengendara motor akan mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan jarak jauh.

    Dalam upaya untuk memastikan perjalanan menyenangkan dan aman, penting bagi para pengendara buat melakukan pengecekan beberapa komponen sepeda motor sebelum memulai perjalanan.

    Salah satunya adalah pengecekan kampas rem sebagai komponen esensial yang berhubungan langsung dengan keselamatan berkendara dengan mengatur laju kendaraan, baik memperlambat maupun menghentikan putaran roda.


    Pengecekan rutin sistem pengereman seperti kampas rem, merupakan hal yang sangat penting menunjang kenyamanan serta keselamatan berkendara. Berikut beberapa tips perawatan komponen sistem pengereman sepeda motor yang dapat dilakukan oleh para konsumen:

    1. Gaya Berkendara Dan Pembersihan Kampas Rem

    Saat mengendarai motor, pengendara disarankan menghindari kebiasaan menarik gas dan tuas rem secara bersamaan. Jika hal ini dilakukan secara terus menerus, kampas rem dapat menjadi lebih cepat aus atau menipis.

    Selain memperhatikan gaya berkendara, penting juga membersihkan kampas rem secara rutin menggunakan sikat kawat atau cairan pembersih rem. Hal ini dilakukan supaya kampas rem terhindar dari tumpukan kotoran seperti pasir atau debu halus yang dapat mengganggu kinerja rem secara keseluruhan.

    2. Pengecekan dan Penggantian Minyak Rem

    Agar fungsi rem cakram motor tetap optimal, konsumen perlu memperhatikan kondisi minyak rem. Pastikan volume minyak rem di dalam master rem berada dalam batas normal, jernih, dan bebas dari kotoran. Ketika minyak rem dalam kondisi baik, maka kinerja rem cakram juga akan lebih optimal. Sesuai buku petunjuk penggunaan, konsumen juga perlu melakukan penggantian minyak rem setiap 24.000 km atau 2 tahun sekali dalam kondisi penggunaan normal.

    3. Penggunaan Spare Part Asli

    Penggunaan spare part asli juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Setiap kampas rem asli pabrikan pastinya telah dirancang khusus sesuai dengan setiap model sepeda motor, sehingga kinerja dan daya tahannya optimal. Selain itu, minyak rem asli juga telah teruji kemampuannya dalam menahan suhu tinggi yang dihasilkan oleh proses pengereman.

    “Melakukan perawatan sepeda motor menjadi kewajiban para pengendaranya, hal ini untuk menjaga berbagai fungsi pada sepeda motor tetap optimal. Salah satunya fungsi pengereman yang sangat penting untuk selalu diperhatikan khususnya bagi para pengendara aktif. Maka dari itu kami sebagai produsen sepeda motor berupaya mengingatkan dengan berbagi tips perawatan fungsi pengereman sepeda motor untuk menunjang pengalaman berkendara konsumen tetap menyenangkan,” jelas Frengky Rusli, Asst. General Manager Aftersales Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ganti Oli Motor Berapa Km? Ini Jarak dan Waktu yang Tepat


    Jakarta

    Salah satu cara merawat sepeda motor yakni dengan mengganti oli. Oli penting untuk diganti secara berkala karena berperan besar bagi kendaraan, yaitu sebagai pelumas, pendingin, serta pembersih mesin.

    Namun, masih ada pengguna motor yang bingung mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli, apakah pelumas mesti diganti rutin tiap bulannya atau tergantung kilometer (km) jarak yang sudah motor tempuh.

    Daripada makin penasaran, cari tahu jawabannya pada uraian berikut.


    Kapan Waktu yang Tepat Untuk Ganti Oli Motor?

    Untuk menunjang kinerja sepeda motor, oli mesin dibutuhkan. Oli sangat penting lantaran berguna sebagai pelumas dan pendingin agar menjaga mesin dan komponen-komponen tetap sehat, mampu menahan gesekan, serta terlindungi dari kerusakan.

    Nah, agar oli bekerja optimal sehingga berkendara lancar dan terhindar masalah maka penggantian oli perlu dilakukan secara rutin. Lantas, ganti oli berapa km atau berapa bulan sekali?

    Agung Prabowo selaku Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, menjelaskan bahwa pabrikan motor biasanya menyarankan untuk ganti oli setiap 2.000-3.000 km atau 2-3 bulan sekali, tergantung yang lebih dulu dicapai.

    “Jika kilometernya tidak tercapai, biasanya bengkel menyarankan datang lagi misalnya motor 2-3 bulan suruh ke bengkel lagi untuk ganti oli, padahal kilometernya belum tercapai,” kata Agung, dikutip dari catatan detikOto.

    Pemakaian sepeda motor juga menjadi faktor yang mesti diperhatikan dalam mengganti oli. Apabila motor sering digunakan, oli perlu diganti lebih cepat. Misalnya, tiap bulan ganti oli.

    “Kalau sering dipakai apalagi di Jakarta yang kebanyakan stop and go, itu diharuskan tiap bulan ganti oli. Jangan menunda apalagi tunggu hitam. Karena sewaktu-waktu, walau dipakainya sudah lama oli bisa jadi bening lagi, loh. Tidak hitam,” ujar Adrian Baskoro, Vice President Director MPM Lubricants, dalam arsip detikOto.

    Ini direkomendasikan agar mesin sehat dan kendaraan tetap awet. Lain hal jika motor dipakai lebih sering, seperti untuk ngojek online. Menurut Adrian, setidaknya oli diganti 2-3 minggu sekali.

    “Kalau sudah dipakai ojek online, ini mending dua minggu atau tiga minggu sekali deh ganti oli,” katanya.

    Tidak seperti motor manual, motor matic memerlukan pelumas tambahan selain oli mesin, yaitu oli gardan atau oli transmisi matic. Adapun penggantian oli gardan lebih lama dibandingkan oli mesin. Meski begitu, oli transmisi ini juga harus diganti secara berkala.

    Menurut Brahma Putra Mahayana, Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, oli gardan sebaiknya diganti tiap 12.000 km atau 12 bulan sekali untuk penggunaan motor yang normal.

    Jika pemakaian berat atau motor kerap digunakan untuk jarak jauh, durasi penggantian oli lebih bagus dipercepat.

    “Coba ganti dengan perbandingan 2:1. Penggantian oli transmisi dilakukan setelah dua kali ganti oli mesin,” ucap Brahma.

    Risiko Jarang Ganti Oli Motor

    Oli motor mesti diganti berkala, sekalipun motor jarang dipakai. Tapi, kalau kamu tidak rutin mengganti oli, terutama oli mesin, ada beberapa risiko yang bisa terjadi.

    1. Oli Cepat Berwarna Hitam

    Wahyu Budhi selaku Training Analyst Wahana Makmur Sejati (WMS), dikutip dari catatan detikOto, memaparkan bahwa warna hitam pada oli disebabkan oleh kerak sisa pembakaran yang bercampur oli. Bentuk cairan ini akan encer sehingga tidak layak untuk digunakan.

    Jika sudah begini, pelumas perlu lebih sering diganti agar tidak merusak mesin kendaraan.

    2. Komponen Lebih Cepat Rusak

    Penggantian oli secara berkala bisa membuat mesin tetap terjaga. Dengan begitu, usia komponen akan awet.

    Di sisi lain, kekentalan oli akan menurun jika tidak diganti terlalu lama. Ini dapat membuat proses pelumasan menjadi tidak optimal sehingga gesekan antar komponen bisa terjadi. Demikian mesin motor nantinya akan lebih cepat rusak.

    3. Mesin Panas Berlebih

    Salah satu fungsi oli untuk bantu mendinginkan mesin motor. Apabila oli jarang diganti maka fungsi pendinginan akan berkurang, sehingga panas berlebih bisa terjadi di mesin.

    “Ini yang turut memicu panas berlebih dari mesin,” kata Wahyu.

    4. Motor Tidak Nyaman

    Motor yang jarang ganti oli akan lebih terasa getarannya. Karena itu, pengendara mungkin bisa merasa tidak nyaman saat mengendarai motor.

    5. Boros BBM

    Volume oli akan berkurang seiring pemakaian motor. Selain itu, gesekan antar komponen bisa makin keras. Kalau sudah begini, performa mesin jadi lebih berat.

    Kondisi yang demikian memerlukan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak supaya sejumlah komponennya bisa bekerja. Alhasil, bahan bakar jadi lebih boros.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai waktu yang tepat untuk mengganti oli motor. Jadi, kamu jangan sampai terlewat untuk ganti oli ya.

    (azn/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Komponen Mobil yang Perlu Diperiksa Sebelum Diajak Mudik



    Jakarta

    Musim mudik lebaran 2024 bakal segera tiba. Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan ke kampung halaman menggunakan mobil pribadi, jangan lupa memeriksa beberapa komponen penting pada mobil. Hal ini perlu dilakukan demi kelancaran perjalanan Anda sekeluarga.

    Dijelaskan Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam keterangan resminya, berikut 7 tips perawatan mobil untuk mudik supaya perjalanan lebih aman, nyaman, serta menyenangkan.

    1. Ganti Oli Mobil


    Sebagai pelumas penting komponen dalam mesin, periksa dan ganti oli mesin bila diperlukan sebelum pergi mudik, mulai oli mesin, oli gardan, oli rem, oli power steering, dan lain-lain. Pastikan pilih oli terbaik sesuai dengan spesifikasi mesin.

    2. Cek Kondisi Ban

    Sebagai penggerak utama mobil, kondisi ban wajib diperhatikan secara berkala. Selain mengukur tekanan ban, spooring dan balancing sangat penting dilakukan untuk
    menyeimbangkan kembali sudut-sudut roda supaya bisa berputar dengan seimbang. Terlebih, komponen penting ini memiliki peran besar dalam keselamatan dan kenyamanan selama berkendara.

    3. Periksa Komponen Rem

    Periksa sistem pengereman dan pastikan dalam keadaan baik, mulai dari kualitas minyak (oli) rem, kondisi kampas rem, dan piston rem.

    4. Ganti Air Radiator

    Air radiator meredam panas pada dinding silinder ketika terjadi pembakaran dari kerja mesin. Oleh karena itu, mobil berkompresi tinggi dihimbau untuk menggunakan air radiator khusus agar kinerja pendingin mesin lebih optimal dan mampu mencegah karat pada sela mesin.

    5. Periksa Aki dan Sistem Kelistrikan Mobil

    Aki mobil adalah sumber daya utama kelistrikan pada mobil. Aki yang bagus akan menjaga kinerja lampu, Audio, dan mesin berjalan dengan optimal. Sebaliknya, aki yang jarang dirawat atau bahkan tidak pernah di check dalam jangka waktu lama, dapat menyebabkan kinerja yang kurang maksimal atau mogok pada saat kendaraan akan digunakan.

    6. Lampu dan Wiper

    Komponen ini dapat dirawat melalui servis rutin sebelum mudik. Jika karet wiper fungsinya tidak bekerja dengan baik, segera lakukan ganti dengan yang baru agar dapat
    menyapu air dengan baik dan menjaga visibilitas ketika berkendara dalam kondisi hujan.

    7. Filter Pendingin dan AC

    Mobil dengan suhu yang dingin dan sejuk memberikan kenyamanan selama perjalanan. Lakukan pengecekan filter pendingin pada AC, termasuk pembersihan kondensor dan evaporator agar kinerja AC tetap optimal.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Motor Minum Bensin yang Kecampur Air, Ini Dampaknya ke Mesin



    Jakarta

    Puluhan kendaraan roda dua kedapatan mogok usai tidak sengaja mengisi bensin Pertalite tercampur air di SPBU Bekasi. Bensin dan air tidak bisa menyatu dan bakal memberi dampak buruk ke mesin motor.

    Viral di media sosial berita Pertalite tercampur air di salah satu SPBU kawasan Bekasi. Hal itu diketahui setelah beberapa kendaraan kedapatan mogok setelah mengisi Pertalite. Setelah ditelusuri, rupanya BBM RON 90 keluaran Pertamina itu sudah terkontaminasi dengan air.

    “Terjadi dugaan kontaminasi BBM jenis Pertalite dengan air di SPBU 34.17106 Jl. Ir. H. Juanda No. 100 Kota Bekasi pada hari Senin tanggal 25 Maret 2024 pukul 21.00 WIB, hal ini diketahui setelah adanya komplain disertai bukti sample BBM yang terkontaminasi air dari konsumen setelah mengisi BBM jenis Pertalite,” bilang Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Regional JBB Eko Kristiawan dalam keterangannya.


    Asst. General Manager Marketing – Public Relation Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Antonius Widiantoro menjelaskan, motor yang minum bahan bakar tercampur air, bakal terkena dampak negatif, salah satunya adalah mengalami masalah di ruang mesin.

    “Ada dong pasti (dampaknya). Karena air itu kan nggak bisa menyatu dengan bensin dan itu bisa membuat tangki berkarat. Nah karatnya itu bisa menyumbat filter. Jadi BBM itu sebelum masuk ke injektor itu ada filter, lama kelamaan kalau itu kotor atau berkarat bisa mempengaruhi proses pembakaran,” bilang Anton kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/3/2024).

    Tangki bensin yang kemasukan air dapat menyebabkan kerusakan pada sistem penyaluran bahan bakar seperti pompa bensin, filter bensin, karburator, atau sistem injeksi. Hal ini yang mengakibatkan kendaraan mengalami mogok.

    Kalau pengendara motor mengalami kasus seperti itu, solusi pertama adalah menguras tangki bensin sampai tangki benar-benar kosong. Setelah itu bersihkan komponen pompa bensin, filter bensin, karburator maupun injektornya. Jika ditemui kerusakan, maka perlu diganti komponennya dengan yang baru.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com