Author: Import

  • Mudik Pakai Mobil Listrik, Tekanan Ban Juga Wajib Dicek



    Jakarta

    Mobil listrik menjadi opsi baru untuk mudik Lebaran. Nah buat kamu yang berencana mudik pakai mobil listrik ada beberapa hal yang harus diperhatikan, termasuk tekanan ban.

    Mobil listrik makin populer. Dengan jarak tempuh yang makin jauh, mobil listrik juga menjadi opsi untuk dikendarai saat mudik Lebaran. Terlebih Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga jumlahnya makin banyak. Meski begitu, mudik pakai mobil listrik tetap butuh persiapan. Hal ini dilakukan supaya perjalanan mudik kamu tetap lancar.

    “Suhu lingkungan akan mempengaruhi jarak tempuh kendaraan listrik dan kinerja baterai. Jangkauan yang lebih luas dimungkinkan pada suhu lingkungan sedang. Sebaliknya, dalam cuaca yang sangat panas atau dingin, jangkauan mobil listrik akan berkurang,” ungkap Deputy Head of Original Equipment (OE) Bridgestone Indonesia, Fisa Rizqiano dalam siaran persnya.


    Nah buat kamu yang berencana mudik pakai mobil listrik, berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar perjalanan tetap lancar.

    1. Rencanakan Perjalanan

    Bila mudik menggunakan mobil berbahan bakar konvensional tentu akan memudahkan untuk mengisi bahan bakar. Sementara mobil listrik, meski jumlah SPKLU kian bertambah namun masih terbatas. Kalaupun tersedia di rest area, jumlahnya paling cukup untuk mengecas tiga mobil listrik. Untuk itu, diperlukan perhitungan matang jarak tempuh dan tentukan titik SPKLU sebelum melakukan perjalanan.

    2. Gaya Berkendara

    Gaya berkendara yang antisipatif, santai, dengan kecepatan stabil atau dikenal dengan Eco Driving, akan mengoptimalkan jangkauankendaraan. Sebaliknya, akselerasi yang agresif dan sering, kecepatan tinggi, yang disertai pengereman yang mendadak (hard braking) akan menghabiskan lebih banyak energi. Jika kondisi memungkinkan, gunakan cruise control untuk membantu kecepatan kendaraan yang konstan dan mengantisipasi kecepatan tinggi yang akan berdampak negatif terhadap jarak tempuh.

    3. Kondisi Jalan

    Pada kondisi jalan yang lebih datar, motor listrik pada kendaraan tidak perlu bekerja terlalu keras sehingga meminimalkan penggunaan energi baterai listrik. Sebaliknya, motor listrik akan bekerja lebih keras dalam kondisi jalan menanjak, sehingga membutuhkan daya listrik lebih besar. Hal ini tentunya terjadi pada semua kendaraan, terlepas dari jenis tenaga penggeraknya. Namun bagi pengguna mobil listrik, hal ini patut mendapat perhatian lebih, mengingat menghemat daya sangat penting karena masih terbatasnya SPKLU.

    4. Perhatikan Regenerative Braking

    Pada saat Anda melepaskan kaki dari pedal gas, sistem pengereman regeneratif yang cerdas akan memperlambat kendaraan dengan nyaman sekaligus mengubah tenaga yang dihasilkan untuk mengoptimalkan jangkauan baterai. Beberapa kendaraan listrik memiliki regeneratif pedal angkat yang dapat disesuaikan dan pengaturan maksimum biasanya memungkinkan mengemudi satu pedal.

    Perlu dicatat, meskipun menghemat baterai, praktik pengereman ini akan menimbulkan efek negatif pada ban, yang mana ban akan mendapatkan gesekan terhadap permukaan jalan yang lebih sehingga dapat menyebabkan umur ban lebih pendek karena aus tidak rata. Beberapa model kendaraan listrik memiliki fitur Eco Mode. Eco mode adalah cara sederhana untuk mengoptimalkan jangkauan Anda selama perjalanan, yang termasuk pengaturan termasuk suhu kabin dan resirkulasi udara untuk menghemat energi dan memaksimalkan jangkauan.

    5. Perhatikan Tekanan Ban

    Tekanan ban yang rendah meningkatkan konsumsi energi, karena hambatan gelinding (rolling resistance) yang lebih besar membutuhkan daya gerak yang lebih besar. Untuk kendaraan listrik dengan ban ketahanan gelinding rendah, ini sangat penting untuk memastikan tekanan angin ban cukup untuk mengurangi hambatan berlebihan. Bacalah rekomendasi ukuran tekanan ban pada kendaraan yang biasanya terdapat pada kusen pintu samping kiri depan), simpan pengukur tekanan ban di dalam laci, dan periksa tekanan ban secara teratur.

    Bila tidak memiliki pengukur tekanan ban, maka bisa melakukan pengecekan di bengkel. Kamu juga bisa mengunjungi Toko Model (TOMO) Bridgestone. Selain memeriksa tekanan angin, kondisi fisik ban juga akan diperiksa untuk memastikan ban Anda layak digunakan, khususnya untuk bepergian jauh.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mudik Pakai Mobil Listrik, Lakukan 5 Hal Ini



    Jakarta

    Mobil listrik bakal menjadi salah satu kendaraan yang meramaikan perjalanan mudik lebaran 2024. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik dari produsen ke distributor (wholesales) pada Januari 2024 melonjak sebesar 684% dibandingkan Januari 2023.

    Nah, bagi Anda para pengguna mobil listrik yang juga ingin melakukan perjalanan mudik lebaran 2024, perlu melakukan beberapa tips yang dibagikan produsen ban, Hankook, berikut ini:

    1. Merencanakan Perjalanan


    Sebelum mudik, pengguna mobil listrik harus mengetahui kapasitas baterai, jarak tempuh yang mampu dicapai saat kondisi baterai penuh, serta waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai. Pengemudi juga harus mengkalkulasikan jarak perjalanan yang akan ditempuh.

    Saat ini mobil listrik tersedia dalam varian standard range (100-300 km) dan long range (di atas 300-600 km), dengan kapasitas baterai di rentang 30-100 kWh. Langkah ini akan menyelamatkan pengendara dari range anxiety, yaitu kekhawatiran mobil tidak bisa mencapai jarak tertentu dengan sisa daya baterai yang tersimpan.

    Saat berkendara jarak jauh seperti mudik, pengendara juga disarankan untuk mengisi ulang baterai hingga 80%, ketimbang penuh 100%. Hal ini untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang. Ini juga akan lebih menghemat waktu, karena pengisian daya baterai 80%-100% relatif lebih lambat dibandingkan dengan 0%-80%.

    2. Memetakan Lokasi SPKLU

    Pemudik yang menggunakan mobil listrik, harus melakukan riset terlebih dahulu lokasi SPKLU pengisian baterai dengan jenis-jenis soket pengisi daya (port charging), seperti CHAdeMO, CCS, dan AC Charging. SPKLU umumnya terbagi menjadi empat kategori meliputi, slow charging (≥ 7 kW), medium charging (≥ 25 kW), fast charging (≥ 50 kW), dan ultrafast charging (≥100 kW).

    Baru-baru ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengumumkan 25 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di sepanjang Tol Trans Jawa untuk mendukung kelancaran mudik lebaran tahun ini. Anda juga bisa mengetahui keberadaan lokasi SPKLU melalui aplikasi PLN Mobile.

    3. Perhatikan Gaya Berkendara

    Perhatikan kecepatan dan gaya berkendara. Berbeda dengan mobil konvensional yang lebih boros energi saat melaju dengan kecepatan rendah di jalanan macet, mobil listrik justru lebih boros energi saat digunakan di kecepatan tinggi seperti di jalan tol. Sebab, mobil listrik mendapatkan torsi secara instan dengan semakin besarnya hambatan udara yang dihadapi kendaraan. Maka, hindari menyetir secara agresif dan jaga rata-rata kecepatan Anda secara stabil di rentang 60 hingga 80 km per jam. Selain untuk menghemat energi, juga senantiasa aman di jalan karena sesuai dengan anjuran rambu lalu lintas.

    4. Pakai Ban Khusus

    Gunakan ban khusus mobil listrik. Ban ini membantu performa mobil listrik secara optimal. Mobil listrik membutuhkan karakteristik ban khusus yang berbeda dengan ban mobil konvensional. Ban mobil listrik memiliki rolling resistance yang lebih baik ketimbang ban mobil konvensional. Selain itu, ban mobil listrik juga mampu bergulir lebih senyap dan didesain kuat untuk menahan beban mobil listrik yang cukup berat karena adanya baterai yang berukuran rata-rata 200-500 kg.

    5. Periksa Tekanan Angin Ban

    Hal ini perlu dilakukan sebelum berangkat untuk menjaga kinerja dan keamanan kendaraan. Tekanan angin ban mobil berbeda-beda bergantung jenis, dimensi mobil, dan bobot muatan. Pastikan untuk mengikuti rekomendasi tekanan angin yang diberikan oleh pabrikan. Pada umumnya tekanan angin ban yang direkomendasikan berkisar:

    • Mobil city car: (30-36) Psi
    • Mobil sedan: (30-33) Psi
    • Mobil MPV: (33-36) Psi
    • Mobil SUV: (35-40) Psi

    Jika membawa muatan lebih, maka tekanan angin ban belakang dapat ditambahkan sedikit. Pengendara disarankan periksa ban dalam kondisi dingin untuk hasil yang akurat, mengingat perjalanan jauh dapat meningkatkan tekanan angin secara alami.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Awas Bahaya Microsleep saat Mudik



    Jakarta

    Istilah microsleep merupakan kondisi hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk. Penjelasan tersebut memang terasa wajar terjadi, namun akan jadi malapetaka ketika microsleep menimpa orang yang sedang mengemudi.

    Microsleep umumnya hanya berlangsung sekejap, antara sepersekian detik sampai 10 detik. Tapi microsleep juga bisa bertambah durasinya menjadi lebih lama saat seseorang benar-benar memasuki waktu tidur.

    Hal ini perlu dihindari saat kita mengemudi. Menjelang momen mudik lebaran ini perlu adanya pengetahuan tentang microsleep. Karena jika diabaikan dan dianggap remeh bisa-bisa momen lebaran yang seharusnya sukacita di kampung halaman berubah jadi dukacita, ngeri.


    Dari laman resmi Kementerian Kesehatan, ada beberapa tanda seseorang mengalami microsleep secara umum. Berikut ciri-cirinya:

    • Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala
    • Tidak menyadari apa yang baru terjadi, padahal tidak sedang melamun
    • Menguap terus-menerus
    • Kelopak mata sangat berat
    • Mata berkedip berlebihan
    • Tiba-tiba susah memproses informasi atau bingung ketika diajak berkomunikasi
    • Arah kemudi tanpa disadari keluar dari jalur
    • Tidak mendengarkan pembicaraan orang lain
    • Tidak ingat kejadian 1-2 menit yang lalu
    • Menjatuhkan barang yang sedang dipegang
    • Hilang kontrol postur tubuh sehingga kepala terjatuh tiba-tiba

    Nah gejala-gejala tersebut sangat berbahaya ketika terjadi pada pengemudi, terlebih saat mudik lebaran nanti. Bukan hanya membahayakan diri sendiri dan keluarga tercinta, tetapi juga membahayakan pengendara yang lain.

    Lalu apa yang menyebabkan microsleep bisa terjadi, selain karena kurangnya tidur? Terdapat beberapa penyebab lainnya, di antaranya: penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, depresi, efek samping obat, dan efek samping narkoba atau alkohol.

    Untuk terhindar dari microsleep saat berkendara, pastikan tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh tidak memungkinkan karena kurang istirahat. Alihkan rasa kantuk tersebut dengan mendengarkan musik bertempo cepat.

    Namun, langkah yang pasti adalah menepi dan cari tempat berhenti lalu istirahat lah. Atau tips lainnya bisa ikuti cara yang diutarakan Head of Safety Riding Promotion Wahana Timur Sejati (WMS) Agus Sani untuk menangani rasa kantuk saat berkendara.

    Salah satu caranya menurut Agus adalah dengan melakukan peregangan tubuh sebelum berkendara atau ketika merasa ngantuk. Dengan melakukan peregangan bisa meningkatkan kadar oksigen dan meningkatkan konsentrasi.

    “Gerakan-gerakan ringan seperti merenggangkan tangan dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah menuju ke otak, sehingga kita bisa lebih konsentrasi. Aliran darah pun makin lancar sehingga reflek saat berkendara lebih baik,” kata Agus.

    (rgr/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Komponen Ban yang Harus Diperiksa Sebelum Mobil Dibawa Mudik


    Jakarta

    Bagi detikers yang hendak melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 bersama keluarga dengan mobil pribadi, tentu sudah bisa mulai mempersiapkan kendaraannya. Tak cuma mesin, kesiapan ban juga penting untuk dicek.

    Dijelaskan oleh Bridgestone Tire Indonesia, ada beberapa hal dari ban mobil yang perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan jauh.

    1. Tekanan Angin Ban

    Tekanan angin ban sejatinya harus diperiksa sebelum memulai berkendara. Kita dapat menggunakan alat pengukur tekanan ban untuk memastikan kondisi anginnya sesuai dengan rekomendasi produsen kendaraan.


    Menurut Brigestone Tire Indonesia, ban dengan tekanan angin lebih rendah dari rekomendasi dapat membuat pengendalian mobil lebih sulit. Selain itu, diklaim membuat penggunaan bahan bakar lebih boros.

    2. Kondisi Permukaan Ban

    Masa pakai ban terbatas. Salah satu indikator yang dapat menjadi tanda bahwa ban mobil sudah harus diganti adalah dari kondisi permukaannya.

    Kondisi ban masih layak pakai adalah yang kedalaman tapaknya lebih dari 1,66 mm. detikers dapat menggunakan alat pengukur kedalaman ban atau melihat tread wear indicator (TWI) yang umumnya ditandai dengan simbol segitiga.

    3. Kondisi Dinding Ban

    Selain memperhatikan kondisi permukaan ban, cek juga kondisi dindingnya. Kerap kali, ban yang sudah harus diganti mengalami masalah retak bagian dindingnya. Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi berkendara yang kurang ideal seperti underinflasi, overloading, hingga abrasi.

    “Karet mungkin juga telah rusak oleh faktor lingkungan seperti paparan berlebihan terhadap panas atau ozon. Bila ini terjadi, ban Anda mungkin rentan terhadap kerusakan,” tulis Bridgestone Tire Indonesia.

    4. Cek Kondisi Pentil Ban

    Lantas bagian lain dari ban mobil yang harus dicek sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 adalah pentilnya. Meski terkesan sederhana, nyatanya pentil ini punya peran vital bagi kondisi tekanan angin pada ban.

    Menurut Bridgestone Tire Indonesia, cara mudah untuk mengecek kondisi pentil ban adalah membasuhnya dengan air sabun. Jika terdapat gelembung udara, maka terjadi kebocoran pada pentil. Tentu kondisi ini mengharuskan pemilik kendaraan untuk menggantinya dengan yang baru.

    (mhg/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kapan Idealnya Mobil Diservis Sebelum Dipakai Mudik?



    Jakarta

    Mobil pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia yang hendak mudik Lebaran ke kampung halaman. Sebab, selain mudah dan praktis, kendaraan tersebut bisa menampung banyak penumpang. Eits, tapi kapan idealnya mobil diservis sebelum dipakai mudik?

    Aftersales Business Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara mengatakan, sebenarnya pemilik mobil tak harus melakukan servis mendekati mudik Lebaran. Asalkan, kata dia, kendaraan selalu diservis rutin setiap enam bulan sekali.

    “Mobil itu sebetulnya kalau dirawat berkala 6 bulanan nggak usah khawatir, kecuali ada ketidaknormalan dalam fungsi, contoh misalnya setir lari ke kiri-kanan dan lainnya. Sepanjang rutin dan kondisinya prima, mobil bisa digunakan mudik,” ujar Tara saat ditemui di Gedung Astra, Jakarta Pusat, Senin (1/5).


    Kepadatan kendaraan wisatawan saat diberlakukan sistem satu arah (one way) pada libur akhir pekan di Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2024). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengkaji rencana pembangunan jalan tol Puncak di Jawa Barat untuk solusi mengurai kemacetan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kawasan lindung, permukiman, dan keseimbangan antara lingkungan, ekonomi, dan sosial. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wpa.Musim mudik Lebaran 2024. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Jika kendaraan tak rutin diservis berkala, pemilik bisa melakukan pemeriksaan di bengkel resmi menjelang dipakai Lebaran, paling tidak H-3. Namun, komponen yang diperiksa pun hanya bagian-bagian tertentu.

    “Kalau memang mobil tidak rutin diservis (setiap 6 bulan), bisa dilakukan pengecekan yang simpel-simpel aja seperti tekanan angin ban, air radiator dan lainnya. Kami tetap buka bengkel,” ungkapnya.

    Tara juga mengingatkan pemilik mobil yang kena recall seperti Land Cruiser 300 dan Lexus LX600 agar segera membawa kendaraannya ke bengkel resmi. Lebih lagi kendaraan tersebut hendak dipakai mudik ke kampung halaman.

    “Prinsipnya kalau recall saran kami segera datang ke bengkel sebelum mudik. Kalau belum ada problem, bisa dikerjakan di Posko Siaga,” kata dia.

    Tara memastikan, ada 24 bengkel Auto2000 yang buka saat hari pertama dan kedua Lebaran. Sehingga, pemilik kendaraan yang mau melakukan pengecekan dan perbaikan tak perlu merasa khawatir.

    (sfn/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mudik Pakai Mobil Matic Lewat Tanjakan Curam, Pakai Gigi Apa?



    Jakarta

    Mobil matic banyak digunakan saat mudik. Kalau kebetulan lewat tanjakan curam, pakai gigi apa ya?

    Mobil bertransmisi otomatis belakangan kian digemari. Pengendaraannya cenderung lebih mudah, apalagi kalau jalanan macet nggak bikin pengendara mudah lelah. Ketika jalanan lancar tinggal ngegas dan begitu padat hanya perlu menginjak pedal rem. Tidak heran mobil matic jadi favorit untuk dibawa mudik.

    Nah buat kamu yang berencana mudik menggunakan mobil matic, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Selain fisik pengendara yang prima, kendaraan juga wajib diperhatikan kondisinya. Technical Team Aftersales Support Dept. Auto2000 Gesang Pranoto mengingatkan agar pemilik mobil memastikan kendaraan tersebut memang layak untuk diajak berpergian jarak jauh.


    “Untuk kendaraan matic diperiksa kualitas dan kuantitas oli matic tersebut. Ketika sudah cukup kendaraan tersebut dapat dinyatakan layak jalan. Apalagi kalau sudah melakukan servis rutin,” ungkap Gesang dalam Bincang Mudik yang disiarkan akun Instagram Auto2000.

    Untuk memastikan kondisi mobil, pengendara juga bisa melakukan servis berkala di bengkel terdekat. Dengan servis berkala, bila ada indikasi masalah pada mobil maka bisa segera diatasi.

    “Jadi sebelum perjalanan mudik bisa melakukan servis berkala dan jika memang diperlukan penggantian oli. Setelah mudik kembali lagi bisa melakukan pemeriksaan kembali,” lanjut Gesang.

    Bila kondisi mobil sudah dipastikan prima, kamu juga sebaiknya melakukan perencanaan sebelum melakukan perjalanan. Kamu bisa memetakan jalur yang akan dilalui sekaligus mencari alternatif bila terjadi kepadatan. Pemetaan jalur juga sekaligus menghindari pemudik mengalami hal yang tak diinginkan seperti nyasar atau melintas di medan sulit.

    Kalaupun harus melintas di jalanan yang medannya sulit seperti menanjak atau turunan curam, kamu juga harus mengetahui posisi tuas transmisi. Gesang mengatakan bila posisi jalan menanjak dan tidak terlalu curam, posisi tuas transmisi bisa tetap di D. Tapi akan berbeda kondisinya jika tanjakan atau turunan yang dilintasi terlalu curam.

    “Akan tetapi ketika kondisi tanjakan curam, mungkin bisa menggunakan di posisi 2 atau 3. Karena di posisi 2 atau 3, ketika menuruni jalanan di perbukitan, transmisi ini akan memberikan efek engine brake jadi nggak langsung nyelonong, ada ketahanan dari sistem transmisi itu menahan laju kendaraan. Tapi kalau nggak kuat, tanjakan cukup ekstrem bisa di posisi Low,” terang Gesang.

    (dry/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kenapa Busi Bisa Retak? Ternyata Ini Sebabnya



    Jakarta

    Busi merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor maupun mobil. Busi berfungsi sebagai pemantik api di ruang bakar, sehingga bisa menggerakkan piston dan memutar poros engkol. Seiring pemakaian dan karena berbagai sebab, ternyata busi juga bisa retak lho.

    Saat kita melakukan servis kendaraan serta mengecek busi, mungkin sebagian kita pernah melihat keramik busi retak. Keramik busi retak sudah menjadi indikasi untuk segera diganti baru atau bisa berdampak pada kinerja mesin kendaraan, namun apa yang menyebabkan keramik pada busi bisa retak?


    Busi kendaraan bisa retak karena cara yang salah saat memasangBusi kendaraan bisa retak karena cara yang salah saat memasang Foto: Dok. Niterra Mobility Indonesia

    Seperti disampaikan Aftermarket Technical Support Niterra Mobility Indonesia (NMI), Diko Oktaviano, keramik busi yang retak bisa diakibatkan beberapa hal, seperti handling yang tidak tepat, yaitu busi beradu dengan material yang lebih keras atau terjatuh dari tempat yang cukup tinggi.

    “Hal lain yang menyebabkan busi retak dan paling sering terjadi akibat dari proses pemasangan busi dengan kunci busi yang tidak tepat,” kata Diko dalam keterangan resmi, Selasa (2/4/2024).

    Lanjut Diko menambahkan, retakan pada keramik busi ini bisa mengakibatkan kebocoran listrik pada busi. Kebocoran listrik busi akan berefek kepada masalah teknis seperti ruang bakar akan menjadi lebih mudah kotor karena tidak lancarnya aliran listrik pada busi. Efek lain akibat keramik retak secara jangka panjang adalah, mesin jadi terasa berat dan boros sehingga busi cepat aus dan susah menyala hingga mati.

    “Untuk menghindari hal tersebut Niterra Mobility Indonesia (NMI) selaku pemegang merk NGK Busi menyarankan proses pemasangan busi perlu dilakukan dengan tepat, seperti menggunakan ukuran kunci busi yang sesuai dan menggunakan kunci busi bermagnet bila posisi busi sulit dijangkau. Apabila kita sudah melihat busi retak pada kendaraan kita, segera ganti dengan busi yang baru agar performa kendaraan tetap maksimal dan menjaga keamanan kita dalam berkendara,” tukas Diko.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Penyebab Busi Motor Cepat Mati dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Busi adalah salah satu alat yang berfungsi membuat mesin di sepeda motor hidup. Pentingnya peran busi, membuat pemilik kendaraan perlu merawat komponen yang satu ini.

    Oleh sebab itu, pelajari penyebab kerusakan yang membuat busi jadi cepat rusak di bawah ini.

    Penyebab Busi Motor Cepat Mati

    Dilansir laman Suzuki Indonesia, berikut adalah beberapa penyebab busi motor yang cepat mati dan cara mengatasinya:


    1. Setelan Bahan Bakar Tidak Pas

    Setelan bahan bakar menjadi salah satu penyebab busi motor cepat mati. Selain busi akan cepat mati, motor pun jadi lebih boros bensin.

    Pasalnya hal ini menyebabkan hisapan bensin terlalu banyak, sehingga busi akan terlalu banyak disiram dengan bensin.

    Cara mengatasi:

    Lakukan penyesuaian atau pengaturan ulang setelan bahan bakar untuk memastikan hal ini.

    2. Pemasangan Busi Kurang Tepat

    Biasanya hal ini terjadi karena kurang terampil atau terburu-buru memasangnya. Pemasangan busi yang tidak sempurna, seperti posisi yang tidak tepat karena jalur ulir yang sudah rusak atau terlalu longgar.

    Kondisi ini berisiko membuat banyak masalah pada mesin, termasuk busi yang jadi cepat mati.

    Cara mengatasi:

    Lihat dan pastikan posisi busi pada mesin sudah pas.

    3. Kompresi Mesin Bocor

    Kebocoran pada kompresi mesin bisa membuat hilangnya tekanan di combustion chamber (silinder ruang pembakaran).

    Tanda utama dari kebocoran ini yaitu busi yang cepat mati, tenaga mesin akan ngempos, dan sistem pembakaran yang tak berjalan maksimal.

    Cara mengatasi:

    Salah satu cara mengatasi busi motor yang mati atau rusak adalah dengan membawa motor ke bengkel. Teknisi nantinya akan mengukur nilai kompresi mesinnya.

    4. Ada Korsleting

    Korsleting di jalur pengapian motor menyebabkan busi cepat rusak. Hal ini ditandai dengan motor yang suka ngadat.

    Tanda adanya korsleting di jalur pengapian lainnya yaitu biasanya setelah dimandikan motor akan mati total alias tidak bisa dihidupkan.

    Cara mengatasi:

    Segera cek jalur pengapian, pastikan letak korsleting dan adakah kabel yang terbakar. Jika ada, maka segeralah untuk memperbaikinya.

    Hal yang Terjadi Jika Busi Mati

    Jika busi mati, maka yang akan terjadi adalah motor jadi sulit untuk dinyalakan. Baik itu dengan electric starter maupun kick starter. Pasalnya, busi mati tidak bisa menghasilkan percikan api yang cukup di ruang bakar.

    Tanpa busi, motor tidak bisa dihidupkan mesinnya. Jadi, jika busi sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebaiknya segera diganti.

    (khq/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Cara Cek Shockbreaker Motor untuk Tahu Tanda Kerusakannya


    Jakarta

    Shockbreaker adalah salah satu komponen penting motor yang berfungsi untuk meredam getaran atau kejut. Suspensi ini penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan dalam berkendara.

    Sebelum menggantinya, yuk ketahui cara cek shockbreaker untuk memeriksa keadaannya apakah masih bagus atau nggak.

    Cara Pemeriksaan Shockbreaker Motor

    Dikutip dari laman Astra Motor, berikut adalah cara-cara memeriksa shockbreaker motor untuk mengetahui perlu diganti atau tidak:


    1. Tekan Shockbreaker

    Cara untuk mengecek apakah shockbreaker masih bagus atau tidak yaitu dengan menekan ke bawah suspensi. Lihat seperti apa reaksinya. Shockbreaker motor yang sudah rusak biasanya akan memantul.

    Shockbreaker yang cepat memantul kembali ke posisi semula, terjadi karena ia tidak sanggup lagi meredam hentakan.

    Jadi kalau pengendara lewat jalan berlubang atau berbatu, dipastikan pengendara akan merasakan hentakan yang cukup keras. Nggak nyaman bukan?

    Oleh sebab itu, segeralah mengganti komponen shockbreaker yang baru.

    2. Lepas Shockbreaker

    Untuk mengetahui kondisinya, kita perlu melepaskan suspensi motor ini. Copot per, lalu tekan kompresi pada setiap putaran.

    Kalau ditekan semakin keras, maka kondisi shockbreaker kemungkinan besar sudah tidak bagus lagi.

    3. Cek Kebocoran Oli

    Ciri shockbreaker yang sudah tidak bagus adalah dengan adanya kebocoran oli. Lihat dan pastikan apakah ada rembesan oli atau tidak.

    Jika ada kebocoran oli, artinya ini adalah waktu yang tepat untuk mengganti shockbreaker.

    Jika oli bocor dan menetes di kampas rem, khawatirnya hal ini bisa menyebabkan rem motor ngeblong. Sehingga sangat membahayakan saat berkendara.

    4. Kendarai di Jalanan Berlubang

    Kamu bisa mengecek kondisi shockbreaker langsung ke jalan yang bergelombang.

    Nah, di sini kamu juga bisa tanyakan ke orang yang dibonceng apakah terdengar suara hentakan kasar a atau tidak. Jika terdengar, artinya shockbreaker dalam keadaaan bocor atau tidak bagus lagi.

    Kapan Shockbreaker Harus Ganti?

    Umumnya, usia shockbreaker yang nyaman hanya 2-3 tahun. Jadi, jika sudah melebihi masa itu usahakan untuk segera menggantinya.

    Ciri-ciri yang sudah dijelaskan di beberapa poin di atas, juga bisa menjadi waktu untuk mengganti shockbreaker.

    (khq/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Biar Perjalanan Mudik Nggak Bikin Stres, Perhatikan Hal Ini


    Jakarta

    Budaya mudik atau pulang kampung jelang Hari Raya Idul Fitri di depan mata. Kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mudik. Biar mudik nggak bikin stres, pastikan mobil kamu nyaman.

    Sederet persiapan kendaraan perlu dilakukan mulai dari pengecekan oli,coolant, filter, ban, spooring balancing, dan lainnya demi perjalanan yang bebas masalah. Di samping itu, masih banyak daftar persiapan perjalanan mudik yang bisa diantisipasi untuk mewujudkan perjalanan yang nyaman.

    PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga memberikan beberapa ide persiapan perjalanan mudik yang bisa menjadi perhatian. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    Pastikan AC Mobil Berfungsi dengan Baik

    Kepadatan jalan dan durasi perjalanan yang panjang membutuhkan kenyamanan dari air conditioner(AC) yang sehat. Dengan AC yang berfungsi baik, keluarga tidak mudah merasa stres selama perjalanan. Saat melakukan servis di Bengkel Resmi, biasanya teknisi akan secara otomatis melakukan pengecekan komponen AC seperti kondisi evaporator, kompresor, tali kipas, hingga filter AC. Apabila filter AC pada mobil sudah dalam kondisi yang kurang baik, bengkel akan melakukan perbaikan agar kondisi AC tetap prima untuk perjalanan jauh.


    Suasana Kabin Bersih dan Wangi

    Selama perjalanan mudik, sangat penting untuk menjaga kebersihan serta aroma di dalam mobil. Sebab kabin mobil yang bersih dan wangi berpengaruh terhadap kenyamanan dan suasana hati selama perjalanan. Untuk menghindarkan mobil dari aroma tidak sedap yang berasal dari sisa makanan, sebaiknya pengendara melengkapi kabin mobil dengan tempat sampah yang tertutup. Upaya lainnya seperti menambah pengharum mobil juga menjadi ide yang baik. Beberapa pilihan pengharum memiliki manfaatnya masing-masing, misalnya aroma kopi yang diyakini dapat menghilangkan bau rokok dan makanan yang menyengat, atau aroma lemon yang segar dan dapat memberikan dorongan energi agar lebih bersemangat.

    Pemilihan Kaca Film yang Sesuai

    Penggunaan kaca film yang tepat dapat melindungi pengendara dan penumpang dari sinar UV hingga mengurangi risiko kejahatan karena menghambat pandangan dari sisi luar mobil terhadap barang bawaan yang ada di dalam. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan, pada bagian depan bisa menggunakan kaca film dengan kegelapan maksimal mencapai 40% dan pada bagian kiri kanan dapat diganti dengan kegelapan kaca film maksimal 70%. Kemudian pada bagian belakang dapat diimplementasikan sesuai dengan kaca depan agar jarak pandang tetap jernih dan bersih.

    Tentukan Posisi Duduk yang Aman

    Pengaturan tempat duduk adalah hal mudah namun sebenarnya penting diperhatikan, khususnya bagi yang melakukan perjalanan mudik bersama anak kecil. Untuk memberikan rasa aman, manfaatkan fitur ISOFIX yang tersedia pada baris kedua untuk mengaitkan car seat dengan jok mobil, sehingga lebih aman untuk anak-anak. Dianjurkan pula agar anak-anak yang duduk dengan child support di baris kedua didampingi oleh orang dewasa di sebelahnya untuk memastikan keamanan menyeluruh.

    Aktifkan Fitur Engine Auto-Stop biar Irit BBM

    Lalu lintas stop & go menjadi ciri khas perjalanan mudik di Indonesia yang berdampak kepada konsumsi bahan bakar. Pemudik yang menggunakan mobil hybrid bisa lebih tenang pada kondisi tersebut karena adanya fitur engine auto-stop dapat mendukung perjalanan mudik yang lebih hemat. Dalam kondisi kapasitas baterai yang cukup, fitur ini akan mematikan mesin secara otomatis saat pengendara menghentikan laju mobilnya untuk beberapa saat. Mesin mobil yang tidak aktif dapat mengurangi konsumsi bahan bakar selama perjalanan. Oleh karena itu, pengendara sangat direkomendasikan untuk menggunakan fitur tersebut.

    “Tentu momen mudik yang sudah dinanti-nantikan ini harapannya bisa dijalani dengan nyaman dan penuh cerita baik.Menyambut momen libur lebaran 2024, Suzuki menghimbau agar pelanggan setia kami menyiapkan mobilnya dengan maksimal untuk perjalanan mudik yang berkesan, dan bila memerlukan bantuan layanan service atau pengecekan kendaraan, jaringan bengkel resmi Suzuki akan siaga melayani segala kebutuhan layanan purna jual pelanggan setia kami. Untuk memesan jadwal layanan service di bengkel resmi, pelanggan kami dapat melakukannya melalui website www.suzuki.co.id, layanan call center bebas pulsa 24 jam Halo Suzuki di nomor 0800-1100-800 atau Whatsapp Halo Suzuki di nomor 0811-1993-0800,” sebut Hariadi, Asst. to Service Dept. Head PT SIS.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com