Author: Import

  • Balik Mudik Bawa Banyak Oleh-oleh, Perlukah Tambah Angin Ban?



    Jakarta

    Usai berlebaran di kampung halaman, mungkin pemudik akan membawa barang lebih banyak. Jika mobil diisi dengan kapasitas maksimal ditambah barang bawaan lebih banyak, perlukah menambah tekanan angin ban?

    Ketika melakukan perjalanan, apalagi perjalanan jauh saat mudik maupun balik, pengendara seharusnya mematuhi kapasitas maksimal kendaraan baik untuk mengangkut penumpang maupun barang. Kendaraan sebaiknya tidak dipaksa mengangkut beban berlebih atau overload.

    Meski begitu, ketika kendaraan mengangkut penumpang dan barang hingga kapasitas maksimal sesuai spesifikasi pabrikan, mungkin akan terasa berbeda dibandingkan dengan ketika mobil dipakai harian dengan satu atau dua penumpang. Hal ini tentu mempengaruhi beban mobil, suspensi dan ban.


    Lantas ada baiknya melakukan sedikit penyesuaian. Dikutip dari situs resmi Hyundai, yang termudah adalah pengaturan tekanan udara ban.

    Ketika mobil terisi penuh dan harus menanggung beban lebih banyak, ada baiknya tekanan ban turut dinaikkan. Namun kenaikan ini juga tidak boleh terlalu tinggi atau melewati batas tekanan pada ban.

    “Ada baiknya kenaikan tekanan ban tidak berlebihan, misalnya sebesar 3 Psi dari 35 menjadi 38 Psi. Hal ini untuk membantu ban menopang beban terlebih dengan lebih banyak udara di dalam ban. Ada baiknya untuk mengecek buku panduan kendaraan untuk angka tekanan ban yang lebih pasti,” tulis Hyundai.

    Sebab, jika diisi terlalu banyak, misalnya melebihi 40 Psi, ban akan menjadi terlalu keras dan mungkin kurang nyaman. Ban yang terisi udara terlalu tinggi juga rawan pecah bila sudah tidak kuat.

    Jika ingin mengecek tekanan ban mobil ada beberapa cara, misalnya menggunakan pompa gratis di beberapa SPBU, mengunjungi tempat servis, atau mengecek melalui fitur Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) pada kendaraan.

    Selain itu sebelum berangkat, disarankan melakukan pengecekan pada ban mobil. Pastikan kondisinya masih layak supaya bisa tiba di tujuan dan pulang dengan selamat.

    (rgr/mhg)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari Sekeluarga Tewas Diduga Hirup Gas Beracun di Dalam Xenia



    Jakarta

    Pemudik di Bungo, Jambi, meninggal dunia di dalam mobilnya saat perjalanan Lebaran. Satu keluarga asal Kabupaten Solok, Sumatera Barat, itu meninggal dunia diduga akibat menghirup racun di dalam mobil.

    “Benar, penemuan 4 mayat, berjenis kelamin 3 laki-laki dan 1 perempuan di dalam mobil Xenia di jalan Dusun Limbur Baru (Sp5), Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo,” kata Kapolres Bungo AKBP Singgih Hermawan dikutip detikSumbagsel.

    Singgih menerangkan satu keluarga itu berangkat dari Alahan Panjang, Sumatera Barat, sekira pukul 13.00 WIB. Mereka rencananya akan silahturahmi Lebaran menemui saudaranya di kawasan PT SMA, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.


    Pada pukul 18.00 WIB, korban sempat memberi tahu kepada saudaranya itu bahwa mobil mereka terperosok di jalanan berlumpur.

    “Kemudian adik ipar korban Wadi Sepentri pergi menyusul korban dan ditemui mobil korban terpuruk di lubang dalam keadaan mesin masih hidup, lobang knalpot mobil terendam air dan kaca depan mobil dalam keadaan tertutup dan kaca belakang mobil terbuka sekitar 5 cm,” terangnya.

    Singgih mengatakan dugaan sementara satu keluarga itu meninggal akibat terhirup gas beracun dari saluran AC yang tersumbat.

    “Dugaan sementara korban terhirup gas beracun di dalam mobil tersebut akibat dari saluran AC yg tersumbat atau bocor,” sebutnya.

    Kemungkinan Keracunan AC?

    Kejadian serupa bukan hanya sekali terjadi. Beberapa kali ada kejadian pengguna kendaraan tewas di dalam mobil yang mesin dan AC-nya dalam keadaan menyala.

    Namun, dari sumber yang diperoleh detikOto, salah satu penyebabnya ialah kebocoran sistem pembuangan gas buang ini masuk ke dalam kabin.

    “Sebetulnya bukan karena AC, tapi penyebab AC hidup (bekerja) kaca ditutup, ada kebocoran pembuangan dan masuk ke dalam sirkulasi kabin mobil dan itu terhirup oleh pengendara,” ucap Kepala Bengkel Auto2000, Suparna, beberapa waktu yang lalu.

    Menurut Suparna, saat ada kebocoran CO2 akibat pembuangan gas buang, udara itu masuk ke dalam kabin. Kebocoran pembuangan itu bisa terjadi karena kebocoran seal atau karat yang mengakibatkan kebocoran. Orang yang berada di dalamnya akhirnya menghirup CO2 terus-menerus.

    “CO2 akibat kebocoran yang masuk dalam sirkulasi kabin mobil itu masuk ke dalam paru-paru dan ini merusak saraf otak, jadinya ngantuk makin lemas dan berakhiran kematian. Itu biasanya terjadi pada saat orang tiduran di dalam mobil AC dinyalakan,” ucap Suparna.

    Lebih lanjut, dikutip dari The National, Mayor Jenderal Ahmed Bin Gulitha, Direktur Departemen Ilmu Forensik dan kriminologi Kepolisian Dubai menjelaskan ada beberapa kasus orang meninggal dunia akibat keracunan karbon monoksida saat berada di dalam mobil.

    “Gas ini menimbulkan ancaman signifikan bagi orang-orang yang menghabiskan waktu lama di dalam mobil yang berjalan di ruang terbuka atau tertutup, jika terhirup dalam konsentrasi tinggi,” kata dia.

    Karbon monoksida dihasilkan ketika bahan bakar seperti gas, minyak, dan batu bara tidak terbakar dengan sempurna.

    Risiko yang ditimbulkannya ditekankan oleh fakta bahwa karbon monoksida tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa. Karena alasan-alasan ini, karbon monoksida sering disebut sebagai “pembunuh dalam diam”.

    Penyebab umum keracunan karbon monoksida pada kendaraan termasuk sistem knalpot dan emisi yang rusak, mesin yang tidak disetel dengan baik, dan mobil yang berjalan di ruang tertutup seperti garasi.

    Lebih lanjut, seperti diungkapkan Dr Mohammed Al Qasim, direktur bagian teknik forensik kepolisian Dubai, mengimbau para pengendara untuk menjaga mobil tetap terawat dengan baik.

    “Beberapa insiden terjadi di dalam mobil tua yang tidak menjalani perawatan rutin,” katanya.

    “Insiden lainnya terjadi pada mobil yang dimodifikasi yang mengurangi kualitas udara di dalam kendaraan,” sambung dia lagi.

    Peringatan lain, para pengemudi agar tidak tidur di dalam mobil yang diparkir di dalam area tertutup, seperti tempat parkir di mal, dengan mesin dan AC yang menyala.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Komponen Mobil yang Wajib Diperiksa setelah Digunakan Mudik



    Jakarta

    Jangan lupa mengecek beberapa komponen mobil yang digunakan untuk mudik dan balik. Karena ini adalah momen krusial untuk memastikan mobil tidak ada kendala setelah buat berkendara ratusan bahkan ribuan kilometer dengan kondisi berkendara yang berat dan tidak terduga.

    “Meskipun mudik Lebaran telah usai, jangan lupa pastikan tidak ada masalah pada mobil mengingat tugas berat di jalan. Selain jarak tempuh yang panjang, durasi berkendara yang jauh lebih lama akibat macet membuat mesin bekerja ekstra berat. Ditambah, muatan mobil penuh, hujan deras, dan risiko masalah seperti menabrak lubang dengan kecepatan tinggi dapat menurunkan kondisi kendaraan,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, dalam keterangan resminya.

    Penyebab Kondisi Mobil Turun Saat Mudik Lebaran


    Seperti diketahui, ada jutaan orang yang mudik menggunakan transportasi darat seperti mobil pribadi. Alhasil, beberapa titik akan mengalami kemacetan luar biasa seperti di lokasi penyeberangan laut dan gerbang tol. Dalam kondisi ini, mesin harus bekerja ekstra keras karena mobil berhenti sampai berjam-jam.

    Padahal, rute perjalanan mudik pasti mencapai ratusan hingga ribuan kilometer tergantung tujuan mudik AutoFamily. Dalam kondisi normal saja sudah menguras tenaga mobil, apalagi kalau sampai terkena macet parah. Ditambah, hampir pasti mobil diisi penuh oleh penumpang dan barang, serta risiko mobil kehujanan yang membuatnya semakin bekerja keras.

    Yang tidak kalah penting, risiko kerusakan akibat kondisi jalan yang tidak terduga. Seperti menabrak lubang jalan dengan kecepatan tinggi yang berpotensi merusak komponen kaki-kaki mobil. Atau terjadi masalah pada cairan mobil, seperti oli mesin dan radiator coolant berkurang yang dapat memicu masalah lebih besar kalau diabaikan.

    Setelah kembali ke rumah, lakukan langkah pengecekan beberapa komponen penting buat memastikan tidak ada masalah berarti yang dapat mengganggu kinerja mobil berikut ini:

    1. Ban

    Posisinya yang langsung berhadapan dengan aspal atau beton jalan membuat ban harus bekerja keras di momen mudik Lebaran. Untuk itu, segera cek kondisinya begitu sampai di rumah. Lihat tanda keausan telapak ban dan segera ganti ban jika sudah tidak layak.

    Perhatikan pula kondisi dinding ban dan pastikan tidak ada kerusakan seperti benjol atau sobek. Ban mobil yang rusak akan memicu masalah besar jika diabaikan. Segera ganti ban yang bermasalah.

    2. Kaki-kaki

    Perhatikan kaki-kaki mobil dari rembesan oli, gerakkan komponen kemudi dan suspensi untuk melihat potensi masalah. Shock absorber tidak boleh ada kebocoran, termasuk karet-karet penyangga yang getas dan robek. Waspadai kebocoran pada selang rem, periksa kondisi kampas rem yang bekerja paling berat untuk mengurangi laju mobil.

    3. Oli Mesin

    Tugas oli mesin adalah melindungi mesin dari gesekan antar komponen, membantu melepaskan panas mesin, dan membuang kotoran akibat gesekan antar komponen. Cek takaran oli mesin lewat dipstick dan pastikan tak kurang. Perhatikan apakah ada perubahan warna oli mesin, kalau sampai warnanya berubah coklat susu merupakan indikator tercampur air.

    4. Cairan Rem

    Pastikan volume cairan rem tidak berkurang, tak ada perubahan warna, dan tidak ada endapan lumpur di dalam tabung penyimpannya. Brake fluid yang kurang menandakan kampas rem mulai menipis, dengan catatan tidak terdeteksi kebocoran pada sistem rem. Periksa selang rem dari kemungkinan sobek atau bocor.

    5. Radiator Coolant

    Radiator radiator tak boleh habis dengan mengecek tabung cadangannya. Periksa kebocoran pada selang dan rumah radiator karena ada kemungkinan terkena lontaran kerikil dalam perjalanan. Pastikan pula warna radiator coolant tak berubah apalagi sampai keruh yang wajib dikuras supaya tidak bermasalah.

    6. Periksa Cairan Lainnya

    Cairan mobil seperti minyak kopling untuk mobil manual, air aki, air pembersih kaca, oli transmisi, bersama cairan power steering hidrolis wajib diperiksa kembali. Pastikan volume-nya tidak berkurang dan tidak ada perubahan warna karena berarti ada masalah yang harus segera ditangani.

    7. Kabin

    Kabin mobil pasti kotor saat mudik Lebaran, terutama kalau membawa anak kecil. Gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat kotoran, keluarkan karpet, dan bersihkan seluruh area kabin, termasuk rongga dan celah hingga kolong kabin untuk memastikan tidak ada kotoran tertinggal.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kenapa Ada Sopir Arogan Bawa Jabatan-Pangkat Saat Konflik di Jalan?



    Jakarta

    Belum lama ini viral sopir Fortuner mengaku adik Jenderal terlibat cekcok dengan pengendara lain di Tol Jakarta-Cikampek. Kenapa ada orang terlibat konflik sampai membawa jabatan atau pangkat?

    Dalam pemberitaan detikcom sebelumnya, mobil Toyota Fortuner berpelat dinas Mabes TNI viral di media sosial setelah dinarasikan bersikap arogan hingga menyerempet pemobil lain di Tol Japek. Sopir tersebut bahkan mengaku sebagai adik Jenderal.

    Pengendara yang mobilnya ditabrak oleh sopir Fortuner melapor ke Bareskrim Polri. Laporan yang dilayangkan itu teregister dengan nomor LP/B/115/IV/2024/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 16 April 2024. Laporan itu dilayangkan oleh pelapor bernama Marcellina Irianti Deca, sementara terlapor masih dalam lidik.


    Namun faktanya sopir Fortuner itu ternyata menggunakan pelat dinas yang bukan semestinya. Pemilik nomor pelat dinas asli juga tidak kenal dengan pengemudi Fortuner.

    Andry Berlianto, Praktisi Keselamatan Berkendara dari Global Defensive Driving Consulting (GDDC) mengungkapkan sebab perilaku pengemudi yang terlibat konflik lalu membawa jabatan, salah satunya bisa merasa paling superior.

    “Benar sekali, karena strata tinggi biasanya membawa seseorang menjadi lebih pede untuk bisa berlaku arogan, mereka beranggapan lawan bicara mereka pasti akan takut atau kalah,” kata Andry kepada detikcom, Rabu (17/4/2024).

    “Sama seperti misal kita bawa mobil besar, contoh: Fortuner dan kawan-kawan, pasti secara mentalitas kita pasti merasa ‘kuat’ jika berdampingan dengan mobil kecil, contoh: Brio dkk, bukan?” tambah dia.

    “Bawaan manusia untuk merasa besar dan sombong, tinggal bagaimana manusia tersebut mengendalikan egonya,” jelas Andry.

    Senada dengan Andry, psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Center mengungkapkan bahwa konflik yang berujung membawa nama jabatan memang kerap terjadi karena ada kecenderungan rasa inferioritas.

    “Sehingga dengan bawa jabatan, merasa lebih superior, superioritas ini bisa mengintimidasi atau mengambil benefit tertentu,” terang Rahma kepada detikcom, beberapa waktu yang lalu.

    Jika menghadapi kasus serupa, Rahma mengingatkan hal wajib yaitu tetap bersikap tenang. Tidak langsung merespons sikap yang ditujukan seseorang, dan menghindari terbawa emosi yang meledak-ledak.

    “Sebaiknya pihak yang merasa lebih sehat mental, lebih mampu berpikir jernih dan tenang. Kita pertimbangkan dulu baik baik apa yang akan dilakukan untuk merespons. Kita tak perlu impulsif dan ikut terbawa emosi meledak ledak dalam merespons-nya,” beber Rahma.

    Andry mengatakan perlunya sikap defensive driving. Ini merupakan perilaku mengemudi yang dapat menghindarkan dari masalah, baik yang disebabkan oleh orang lain maupun diri sendiri.

    “Tidak mudah terpancing dan jauhi TKP agar terhindar dari konflik lanjutan. Kita tidak pernah tahu hasil akhirnya, kita bisa menang, kita bisa juga kalah… Ini yang merugikan,” jelas dia lagi.

    “Defensive driving tidak belajar bagaimana kita mengatasi masalah tapi belajar bagaimana agar kita tidak masuk ke dalam masalah,” kata Andry.

    (riar/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ingin Mengganti Saklar Lampu ON/OFF pada Motor? Perhatikan Hal Berikut Ini


    Jakarta

    Pemerintah telah memberlakukan peraturan guna mendukung program keamanan dalam berkendara melalui UU Nomor 22 Tahun 2009 pasal 107 ayat 2 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mengatakan bahwa: “Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.”

    Imbasnya semua produk kendaraan motor terbaru menggunakan lampu utama dengan sistem AHO (Automatic Headlamp On) atau lampu yang menyala terus secara otomatis tanpa adanya kendali melalui saklar On/Off di kanan seperti motor keluaran lama.

    Berikut adalah kelebihan dan kekurangan fitur AHO serta resikonya jika kamu ingin memodifikasi dengan saklar On/Off.


    Kelebihan Sistem AHO

    Sesuai dengan anjuran pemerintah, tentu dengan adanya sistem kelistrikan baru ini akan mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas kendaraan sepeda bermotor terutama di siang hari.

    Kekurangan Sistem AHO

    Walaupun penghilangan saklar On/Off pada motor keluaran terbaru dan menggantinya dengan saklar dimmer, penerapan sistem baru ini dinilai kurang maksimal dan kerap menyebabkan masalah kelistrikan pada lampu utama motor.

    Beberapa pengguna sepeda motor mengeluhkan adanya penerapan sistem ini pada motor terbaru menyebabkan sering putusnya lampu bohlam utama motor karena terus menyala secara nonstop. Tentu ini menjadi kekurangan dari sistem baru ini.

    Resiko Mengganti Saklar On/Off pada Lampu Utama

    Karena kerap terjadi masalah pada sistem AHO, sebagian pengguna sepeda motor menyiasatinya dengan mengganti saklar dimmer dengan fitur On/Off dengan harapan lampu utama lebih awet.

    Pemasangannya pun cukup terjangkau dan banyak dilakukan di beberapa bengkel motor tidak resmi. Akan tetapi, pemasangan saklar ini juga memiliki resiko.

    Dilansir dari Honda Cengkareng, menonaktifkan fitur AHO bisa menghilangkan garansi kelistrikan pada motor. Selain itu, masalah juga bisa saja terjadi jika modifikasi sistem kelistrikan tidak dilakukan dengan benar. Oleh karenanya tidak dianjurkan untuk memodifikasi lampu AHO pada motor.

    Cara Merawat Lampu AHO

    Sebenarnya, tanpa memodifikasi dengan saklar On/Off, lampu AHO juga bisa terawat dan berfungsi lebih lama dengan beberapa tips berikut ini.

    • Hindari membersihkan kaca lampu depan saat lampu masih dalam keadaan panas.
    • Hindari menutup lampu depan dengan bahan penutup seperti kain atau jas hujan saat lampu masih menyala.
    • Jangan menyalakan lampu bedekatang saat ada penghalang seperti pintu atau tembok di depannya.
    • Bergantianlah menggunakan switch dimmer agar panas dari lampu jauh dan lampu dekat dapat tersebar merata, sehingga mencegah kerusakan pada satu lampu saja.

    Itulah beberapa penjelasan mengenai lampu AHO motor beserta hal-hal yang perlu dipertimbangkan jika kamu berniat memodifikasi lampu motor dengan saklar On/Off. Jangan lupa tetap menjaga keamanan saat berkendara ya detikers!

    (inf/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jenis, Ukuran, Kelebihan, dan Kekurangan


    Jakarta

    Lampu daymaker menjadi favorit banyak anak motor untuk memodifikasi sepeda motornya. Selain lebih stylish, lampu daymaker juga lebih terang digunakan pada malam hari.

    Lampu ini biasanya berbentuk bulat dengan teknologi LED yang menghasilkan warna putih. Lampu daymaker cocok dipakai untuk aneka motor, seperti Harley-Davidson, Kawasaki Ninja, Honda CB, motor jadul seperti Yamaha C70, maupun motor custom.

    Meski memiliki berbagai kelebihan, lampu daymaker juga memiliki kelemahan dan tidak bisa asal dipasang. Kenali jenis, ukuran, kelebihan dan kekurangan, serta tips pemasangannya.


    Ukuran Lampu Daymaker

    Sebelum membeli lampu daymaker, kamu harus mengetahui ukuran lampu yang sesuai dengan kendaraanmu. Biasanya ada tiga ukuran lampu yang tersedia di pasaran, yaitu 7 inci, 5,75 inci, dan 4,5 inci.

    Ukuran paling besar, yaitu 7 inci biasa digunakan untuk motor 250 cc ke atas, misalnya Kawasaki Z250 dan Yamaha MT-25. Namun, ukuran ini juga cocok beberapa motor sport seperti Megapro dan Vixion. Bahkan motor gede (moge) seperti Harley-Davidson masih bisa menggunakan ukuran ini.

    Sementara lampu daymaker 5,75 inci cocok untuk motor 250 cc ke bawah, seperti Honda CB150R Streetfire. Yamaha Vixion pun cocok menggunakan lampu ukuran ini.

    Lampu daymaker terkecil, yaitu 4,5 inci biasa dipakai untuk motor kecil, seperti Honda CB100 dan Yamaha C70. Ukuran ini juga cocok untuk motor chopper dan japstyle. Namun penggunaan lampu daymaker untuk motor custom tetap disesuaikan selera pemiliknya.

    Jenis Lampu Daymaker

    Ada beraneka jenis lampu daymaker berdasarkan jumlah proyektor LED dan tata letaknya. Namanya pun dikenal berbeda-beda.

    Misalnya daymaker spider eye memiliki 13 proyektor berbentuk bulat-bulat. Penataan proyektor tersebut 4-5-4, yakni atas dan bawah masing-masing empat, dan tengahnya ada lima.

    Kemudian ada daymaker bee eye memiliki 21 proyektor berbentuk bulat-bulat yang ditata 3-5-5-5-3. Beberapa lensanya dibuat seperti kristal yang menghasilkan cahaya lebih terang.

    Ada juga daymaker robocop dengan 13 proyektor, tapi lebih terang daripada spider eye. Selain itu, ada daymaker dengan 2 proyektor besar, 4 proyektor, dan sebagainya.

    Kemudian ada jenis halo ring yang khas memiliki cahaya melingkar pada daymaker bulat. Selain itu, ada juga jenis daymaker yang bentuknya bermotif, misalnya tengkorak.

    Kelebihan dan Kekurangan Lampu Daymaker

    Kelebihan lampu daymaker adalah lebih terang ketika digunakan pada malam hari. Nama daymaker dimaksudkan karena cahayanya membuat malam seakan siang hari. Teknologi LED-nya juga membuat lampu daymaker ini efisien energi.

    Namun cahaya lampu daymaker yang sangat terang terkadang mengganggu penglihatan pengendara dari arah berlawanan. Selain itu, warna putih dari lampu daymaker kurang optimal untuk menembus kabut dan air hujan. Dalam hal ini, lampu bohlam kuning lebih disarankan.

    Tips Memasang Lampu Daymaker

    Buat detikers yang ingin menggunakan lampu daymaker, jangan asal pasang di motor. Kalian harus memperhatikan beberapa hal. Selain ukuran dan jenis, perhatikan pula masalah kelistrikannya.

    Lampu daymaker menggunakan sistem kelistrikan DC. Jika lampu motor kamu hanya menyala ketika mesin hidup, maka masih menggunakan sistem AC. Jika lampu motor bisa menyala tanpa menghidupkan mesin, maka sudah menggunakan sistem DC.

    Jika lampu ini dipaksakan pada sistem AC, maka usianya hanya akan bertahan dalam hitungan hari atau minggu. Saat merombak sistem AC ke DC pun aki harus diganti karena adanya perbedaan tipe untuk AC dan DC.

    Nah, itulah tadi penjelasan mengenai lampu daymaker, mulai dari jenis, ukuran, kelebihan dan kelebihan, serta tips memasang lampu daymaker.

    (bai/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pengertian, Fungsi, dan Gejala Kerusakannya


    Jakarta

    TPS adalah singkatan dari Throttle Position Sensor. Sensor TPS merupakan salah satu bagian kecil sepeda motor, tapi berperan cukup penting bagi kenyamanan kendaraan. Kenali apa itu sensor TPS pada motor, termasuk fungsi, dan gejala kerusakannya.

    Pengertian Sensor TPS

    Dikutip dari buku Materi Ajar Praktek Tune Up Sepeda Motor 4 Tak Berbasis Kebutuhan Dunia Kerja untuk Siswa SMK (2023) yang disusun Suryo Hartanto dan Handoko, sensor TPS adalah salah satu komponen dari throttle body di dalam sistem bahan bakar injeksi. Letak throttle body ini berada di antara intake manifold dan filter udara.

    Throttle body merupakan pengatur udara yang masuk ke ruang bakar. Di dalamnya terdapat komponen throttle valve dan TPS. Throttle valve berfungsi sebagai sistem buka tutup saluran utama yang akan dilalui udara ke throttle body.


    Sementara sensor TPS merupakan sensor dari sistem electronic fuel injection (EFI) untuk mendeteksi bukaan dari throttle valve dengan memanfaatkan potensiometer.

    Fungsi Sensor TPS

    Berikut ini sejumlah fungsi sensor TPS yang dilansir dari situs suzuki.batara.co.id:

    1. Pengirim Sinyal Pergeseran Katup

    Fungsi pertama adalah untuk mengirimkan sinyal terkait pergeseran katup sehingga dapat penggunaan bensin pada mesin bisa teratur dan seimbang.

    Posisinya yang menyatu dengan body throttle difungsikan untuk memastikan katup gas memiliki sudut bukaan sesuai.

    Ketika terjadi pergeseran katup, maka sensor akan mengirimkan sinyal ke perangkat Electronic Control Unit (ECU), kemudian diproses sehingga terjadi suplai atau injeksi BBM ke dalam ruang bakar.

    2. Menginformasikan Kondisi Kendaraan

    Keberadaan sensor TPS memberikan informasi mengenai mode dan kondisi kendaraan. Perubahan kondisi katup pada throttle body, apakah terbuka penuh, setengah, atau menutup penuh, akan menandakan perbedaan akselerasi.

    Contohnya, saat katup terbuka penuh maka maka akselerasi akan meningkat. Saat katup tertutup penuh maka mesin akan mati. Sedangkan saat katup terbuka setengah maka kondisi mesin ada di putaran menengah.

    3. Mengoreksi Perbandingan Udara dan BBM

    Sensor TPS dapat mengoreksi perbandingan campuran bahan bakar dan udara. Ketika katup gas terbuka penuh, akselerasi meningkat, bahan bakar yang dibutuhkan pun ikut meningkat.

    Ketika katup hanya terbuka sedikit, BBM yang dibutuhkan berkurang, tetapi akselerasi juga ikut turun. Maka jumlah udara dan bahan bakar yang masuk harus seimbang agar menciptakan tenaga sempurna.

    4. Memberikan Kontrol pada Fuel Cut

    Sensor TPS juga dapat mengontrol fuel cut atau kerja dari injector. Saat sensor TPS memberikan sinyal katup gas terbuka, maka injektor akan menyala dalam waktu lebih lama.

    Sebaliknya jika sensor memberikan sinyal katup gas terbuka sedikit, maka injektor menyala sebentar.

    5. Menghentikan Switch AC dan Kontrol Emisi

    Fungsi sensor TPS yang terakhir adalah untuk mematikan atau menghentikan switch AC dan kontrol emisi.

    Ketika beban sudah berlebihan, switch AC akan mati secara otomatis agar tenaga yang bekerja lebih maksimal. Dengan demikian performa mesin tetap terjaga.

    Gejala Kerusakan Sensor TPS

    Sensor TPS dapat bermasalah atau bahkan perlu diganti. Dikutip dari situs hondacengkareng.com, berikut ini beberapa gejala kerusakan sensor TPS:

    • Malfunction Indicator Lamp (MIL) pada sepeda motor akan berkedip menyala 8 kali sebagai tanda kinerja TPS mesin sedang bermasalah.
    • Ketika motor digunakan untuk menaikkan gas, mesin tidak responsif.
    • Saat mesin baru dinyalakan atau dipanaskan, rpm bisa naik dengan sendirinya.
    • Tarikan gas berebet saat menambah gas maupun menurunkan gas.

    Demikian tadi telah kita ketahui apa itu sensor TPS pada motor, mulai dari pengertian, fungsi, hingga gejala kerusakannya.

    (bai/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Beda Oli Mesin SPX dan MPX, Jangan Salah Pilih!


    Jakarta

    Oli atau pelumas merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan dalam merawat motor. Setidaknya dalam beberapa periode kamu perlu menggantinya untuk menjaga performa mesin dan kesehatan motor.

    Nah untuk kamu pengguna motor pabrikan Honda, direkomendasikan untuk menggunakan oli mesin yang diproduksi AHM Oil yaitu oli mesin SPX dan MPX.

    Oli Mesin SPX dan MPX dengan berbagai tipenya memiliki perbedaan dan peruntukan yang berbeda bagi motor matic, bebek, atau sport. Langsung saja berikut perbedaannya.


    Perbedaan Oli Mesin SPX dan MPX

    Sebelum membahas perbedaan spesifikasi dari dua oli mesin ini, perlu diketahui SPX adalah singkatan dari Superior Protection Expert.

    Sementara, MPX merupakan singkatan dari Maximum Protection Expert. Berikut adalah beberapa perbedaan Oli SPX dan MPX dilihat dari beberapa spesifikasinya.

    Material Dasar

    Oli MPX menggunakan material dasar (Base Oil) mineral, ini akan membuat performa mesin lebih irit dan terjaga.

    Sementara itu, oli mesin SPX berbahan dasar full synthetic yang akan menambah performa mesin lebih bertenaga.

    Kemasan

    Supaya tidak salah pilih, kamu perlu mengenali kemasannya. Oli MPX memiliki botol berwarna putih sementara SPX dikemas dengan botol berwarna oranye.

    Peruntukan Jenis Motor

    Selanjutnya untuk memilih mana yang tepat untuk motormu, kamu perlu mengetahui varian dari MPX dan SPX serta peruntukannya.

    Baik MPX ataupun SPX walaupun memiliki bahan dasar yang berbeda, keduanya memiliki kekentalan yang sama yaitu SAE 10W-30 kecuali tipe MPX 3 yang lebih kental yaitu SAE 20W-40.

    Nah keduanya juga diperuntukkan untuk motor bebek, matic, ataupun sport tergantung dari tipe nomor oli tersebut.

    Oli MPX1 dan SPX1 digunakan untuk motor dengan tipe kampas kopling basah (bebek & sport).

    Kemudian oli MPX2 dan SPX2 digunakan untuk semua motor dengan tipe kampas kopling kering (matic).

    Sementara itu, oli MPX3 dengan kekentalan yang berbeda digunakan untuk motor lama dengan tipe kampas kopling basah.

    Kesimpulan

    Dilansir dari website resmi Honda, jika kamu menginginkan oli mesin dengan harga yang lebih terjangkau pilihlah MPX.

    MPX memiliki kemampuan untuk menjadikan motor lebih irit dengan tetap menjaga performa mesin .

    Sementara itu jika kamu menyukai motor dengan performa mesin yang lebih tinggi, kamu bisa memilih oli SPX dengan harga yang sedikit lebih mahal.

    Nah itu dia ulasan mengenai perbedaan oli motor SPX dan MPX. Jangan salah pilih untuk motor kesayangan!

    (inf/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Hal yang Perlu Dilakukan Setelah Mobil Dipakai Mudik



    Jakarta

    Perawatan mobil tidak hanya dilakukan sebelum melakukan perjalanan jauh. Tapi setelah mobil dipakai mudik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya performa tetap optimal. Berikut ini tips merawat mobil setelah dipakai mudik.

    Kepala Bengkel Peugeot Cilandak, Roni Agung mengatakan perawatan pasca mudik bisa dilakukan secara meluruh.

    “Sebaiknya untuk melakukan service menyeluruh hingga melakukan tune up mobil bila diperlukan, agar performa mesin mobil tidak menurun. Sehingga perjalanan pulang kampung tetap lancar dan mobil kembali fit setelahnya,” kata Roni Agung, Kepala bengkel Peugeot Cilandak dalam keterangan resminya.


    Pertama, pemilik mobil perlu mencuci mobil sebab mobil biasanya bakal lebih kotor setelah melewati perjalanan jauh.

    Saat perjalanan jauh, tumpukan kotoran tentunya akan lebih tebal dari biasanya, apalagi saat kendaraan juga melewati guyuran hujan. Jika dibiarkan bisa menyebabkan waterspot pada bodi mobil dan sulit dihilangkan.

    Tak hanya bagian eksterior atau luar mobil, bersihkan juga bagian dalam mobil. bisa menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkan interior agar debu dan kotoran yang menempel pada karpet dan jok bisa terangkat.

    Kedua, jika kondisi mesin dirasakan tidak normal sebaiknya segera membawa mobil ke bengkel resmi terdekat untuk cek kondisi pelumas mesin, gearbox dan lainnya.

    “Mengapa harus di cek dan ganti oli jika diperlukan? Karena perjalanan yang ditempuh dalam jangka waktu lama, biasanya akan membuat setiap komponen terus bergesekan secara terus-menerus. Tak heran jika hal ini membuat oli lebih mudah kotor dan berkurang sehingga fungsi oli mesin sebagai pelumas bisa menurun kualitasnya,” imbuhnya.

    Ketiga, selain pemeriksaan pada mesin, lihat juga apakah sistem pendinginnya berfungsi secara normal guna menjaga suhu mesin agar tetap stabil dan mencegah mesin menjadi overheat.

    Bisa dimulai dengan memeriksa volume air di tabung reservoir hingga kondisi dan kualitas air radiator.

    Pastikan juga kondisi kipas radiator, termostat hingga selang pendingin serta kelistrikannya berfungsi agar sistem pendinginan pada mobil bekerja optimal.

    Keempat, perhatikan kondisi ban. Pemilik bisa mengecek ulang tekanan angin ban. Apalagi saat mudik selain banyak penumpang juga bawa barang lebih banyak dari biasanya. Dan untuk tekanan angin ban ukurannya bisa dilihat di pintu mobil bagian depan.

    “Selain ukur ulang tekanan angin ban, periksa juga semua kondisi ban termasuk ban cadangan. Bila ban mobil sudah aus ataupun mengalami kebocoran, disarankan untuk mengganti dengan ban baru agar tidak membahayakan saat kendaraan digunakan,” ujar Roni.

    Terakhir jika masih ada waktu sebelum lakukan aktivitas harian ada baiknya lakukan Spooring, balancing sekaligus cek kondisi rem. Sebab prosedur penyesuaian posisi roda pada mobil agar terhindar dari kecelakaan dan mendapatkan kenyamanan dalam berkendara.

    (riar/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Hal Penting yang Harus Kamu Cek Sebelum Beli Mobil Listrik


    Jakarta

    Mobil listrik saat ini menjadi pilihan bagi pecinta otomotif di Indonesia. Berbagai keunggulan ditawarkan, seperti dengan segudang fitur teknologi pintar yang canggih, untuk bisa menyaingi mobil konvensional yang berbekal bensin atau diesel.

    Namun sebelum melakukan pembelian mobil listrik, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian detikers. Seperti yang disampaikan produsen mobil listrik NETA, dalam siaran resminya.

    Menurut NETA ada 5 hal penting yang wajib diperhatikan sebelum membeli mobil listrik. Penasaran apa saja berikut ulasannya:


    Jarak Tempuh yang Optimal

    Salah satu faktor penting saat mencari mobil listrik adalah mengetahui jarak tempuh maksimal yang dapat dicapai dalam sekali pengisian daya baterai.

    Hal ini menjadi faktor utama karena kebutuhan berkendara setiap orang berbeda-beda, apalagi jika Anda memerlukan mobil listrik untuk bepergian jauh hingga ke luar kota. NETA V sendiri memiliki jarak tempuh yang impresif hingga 401 km, sehingga sangat ideal untuk penggunaan dalam dan luar kota.

    Infrastruktur Pengisian yang Mudah diakses

    Aksesibilitas infrastruktur pengisian juga menjadi faktor penting sebelum membeli mobil listrik. Saat ini SPKLU sudah semakin tersebar di berbagai daerah yang tentunya lebih mudah mencari titik lokasi SPKLU terdekat. NETA V sudah dilengkapi dengan charger CCS type 2 yang bisa digunakan di seluruh SPKLU terdekat.

    Test drive Neta V Jakarta-SemarangTest drive Neta V Jakarta-Semarang Foto: Dok. PT Neta Auto Indonesia

    Biaya Perawatan Berkala yang Terjangkau

    Tentunya setelah memiliki mobil listrik, Anda harus mempertimbangkan juga biaya perawatan berkala yang harus disiapkan untuk menjaga performa agar mobil listrik tetap optimal dan prima. Sebelum membeli mobil listrik, Anda perlu menanyakan secara jelas berapa biaya perawatan berkalanya.

    NETA memahami pentingnya efisiensi biaya perawatan untuk jangka panjang, oleh karena itu, NETA memberikan layanan perawatan berkala secara gratis hingga mencapai 50.000 km atau 5 tahun yang meliputi jasa & spare parts. Konsumen NETA V juga akan mendapatkan Lifetime Warranty untuk baterai, drive motor, dan motor control unit, sehingga konsumen tidak perlu khawatir akan rasa aman pengalaman berkendara dengan NETA V.

    Fitur Fast Charging yang Cepat dan Efisien

    Lamanya waktu pengisian baterai juga menjadi faktor yang harus diperhatikan sebelum membeli mobil listrik. Pilihlah mobil listrik yang memiliki fitur DC Fast Charging agar lebih efisien waktu saat pengisian, NETA V sudah dibekali fitur fast charging yang memungkinkan pengisian daya dari 30% hingga 80% dalam waktu hanya 30 menit, sehingga pengguna dapat melanjutkan perjalanan tanpa menunggu terlalu lama.

    Luas dan Ukuran Bagasi yang Sesuai Kebutuhan

    Kebutuhan akan ruang penyimpanan bagasi untuk membawa barang-barang saat bepergian juga perlu diperhatikan. NETA V dilengkapi dengan bagasi luas yang dapat menampung hingga 355 liter dan cocok untuk menampung berbagai barang bawaan para pengguna,dan ideal untuk perjalanan keluar kota.

    (lth/lth)



    Sumber : oto.detik.com