Author: Import

  • Mobil Listrik Bisa Tampil Kece dengan Nano Ceramic Coating, Ini Keunggulannya



    Jakarta

    Banyak cara merawat bodi mobil, salah satu yang sedang populer saat ini adalah nano ceramic coating. Tak hanya untuk mobil konvensional, nano ceramic coating pun bisa diaplikasikan di mobil-mobil listrik. Memang apa ya keunggulan perawatan jenis ini?

    Nano ceramic coating merupakan bagian dari auto detailing dengan mengaplikasikan lapisan khusus pada permukaan cat mobil. Dengan menggunakan lapisan baru ini, cat mobil terlindungi dari terik matahari, pengaruh cuaca, oksidasi, juga paparan kotoran dan debu.

    Nano ceramic coating merupakan salah satu metode coating yang mengandalkan kecanggihan teknologi masa kini. Jenis coating ini tidak hanya membuat cat mobil kembali mengkilap, tapi juga lebih tahan terhadap goresan. Treatment ini menggunakan bahan utama silika yang mengandung partikel kecil ukuran nano dengan tingkat kerapatan sangat tinggi.


    Scuto Indonesia dalam keterangan resmi mengatakan, salah satu nilai plus mobil yang sudah diberi perlindungan nano ceramic yakni kemudahan saat merawat mobil. Sebab mobil dapat dicuci secara berkala dengan mudah dan tanpa pantangan.

    Tanpa shampo mobil sekalipun, bodi mobil dapat kembali bersih. Hal ini lantaran area pori-pori cat sudah diproteksi lapisan nano ceramic, sehingga baik noda jamur ataupun kotoran tidak bisa menempel pada pori-pori tersebut.

    “Scuto Indonesia ingin mendukung program pemerintah dalam melestarikan lingkungan dengan memberikan benefit lebih kepada pemilik mobil elektrifikasi jenis mobil listrik (BEV) dan hybrid (HEV) di Indonesia,” buka Sugiarto, CEO Scuto Group, dalam keterangannya.

    Scuto Indonesia membuat promo khusus yang disebut dengan Scuto Ecodrive yang memang dirancang khusus buat kendaraan berpenggerak motor listrik dengan baterai (BEV) juga mobil-mobil berteknologi hybrid (HEV).

    Dalam promo khusus Scuto Ecodrive disebutkan bagi mobil listrik maupun mobil hybrid yang ingin melakukan perlindungan bodi kendaraan pakai teknologi nano ceramic coating Scuto, akan langsung mendapatkan gratis layanan glass shield atau nano coating kaca anti jamur seharga Rp 1,75 juta. Yang lebih menariknya lagi, dengan paket Scuto Ecodrive, Scuto memberikan penambahan garansi menjadi 5 tahun.

    Sugiarto menambahkan bahwa promo Scuto Ecodrive berlaku secara nasional di 150 outlet Scuto dan berlaku hingga 31 Mei 2024 mendatang. Selama masa garansi tersebut, konsumen bisa mendapatkan layanan perawatan dengan biaya Rp 500 ribu yang awalnya dihargai sampai dengan Rp 1,5 juta untuk perawatan berkala ini.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tidur di Mobil dengan AC Menyala Bisa Bikin Tewas Keracunan, Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Sering kali terjadi penumpang mobil tewas saat AC dan mesin menyala. Kematian itu dikaitkan dengan penumpang mobil yang tidur dengan AC menyala dan dianggap keracunan AC.

    Auto2000 meluruskan anggapan itu. Yang tepat adalah, korban tewas karena keracunan gas Carbon Monoksida (CO) yang masuk ke dalam kabin mobil. Gas CO tidak dapat dihindarkan karena merupakan sisa pembakaran yang dikeluarkan via knalpot.

    Bahayanya, gas ini bisa menggantikan oksigen di dalam darah ketika mengikat sel darah, merampas oksigen jantung, otak, dan organ vital lainnya. Dampaknya, penumpang rentan mengalami keracunan gas CO karena sifat gas ini yang tidak berbau sehingga sulit dikenali.


    Gas CO yang menyelinap ke dalam mobil menjadi sangat berbahaya karena gejala keracunan gas ini sulit disadari, seperti badan lemas, mengantuk, sakit kepala, mual, muntah, sakit pada dada, dan seperti berhalusinasi. Jika kadarnya sudah tinggi bisa menyebabkan hilang kesadaran.

    Karena ciri-cirinya tersamarkan, akan sulit mencari pertolongan karena badan terlalu lemas, bahkan untuk sekadar membuka pintu mobil. Oleh karena itu, banyak korban keracunan gas CO yang tidak tertolong lantaran menghirup gas berbahaya ini saat tidur di dalam mobil ber-AC.

    Kadang penumpang memaksakan tidur dengan menyalakan AC supaya kabin tetap dingin. Padahal, kabin tertutup rapat dan mesin mobil beroperasi supaya AC tetap dingin. Begitu gas CO berhasil masuk ke dalam kabin dan kadarnya meningkat karena tidak ada ventilasi udara, maka penumpang akan keracunan gas yang tidak berciri ini.

    Sumber CO yang menjadi racun bagi tubuh penumpang kendaraan berasal dari sisa pembakaran mesin. Sebenarnya, pipa knalpot didesain ke belakang mobil supaya gas buang tidak keluar di bawah dek dan masuk ke dalam kabin. Namun karena kondisi tertentu, misalnya karat, pipa knalpot bisa bocor sehingga menyebabkan gas buang keluar di bawah dek mobil. Gas buang yang terakumulasi bisa menyusup masuk ke dalam kabin jika ada lubang meskipun hanya seujung jarum.

    Apalagi kalau sampai tercipta lubang yang cukup besar akibat karat di bodi mobil, terutama di dek bawah. Kalau tidak diatasi, karat akan menyebabkan bodi berlubang dan membuka jalur masuknya gas buang. Karet bodi yang sudah getas juga bisa menjadi akses masuk, dan ini terdeteksi di firewall antara kabin dan ruang mesin.

    Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah keracunan gas CO di dalam kabin mobil. Pertama, saat mobil berhenti, jangan duduk di dalam mobil dalam jangka waktu lama. Padahal di saat bersamaan, mesin mobil dan AC tetap nyala. Keadaan akan semakin buruk ketika parkir di dalam gedung parkir, garasi, atau ruang tertutup lainnya.

    Kedua, kalau terpaksa berdiam di dalam mobil, buka sedikit kaca samping sekitar 3-5 cm untuk membantu sirkulasi udara luar. Tapi solusi ini tidak dianjurkan karena risiko keracunan tetap tinggi, khususnya kalau ada anak kecil atau lansia.

    Ketiga, segera keluar dari mobil saat mulai terasa gejala awal seperti tiba-tiba mengantuk, badan lemas, atau pusing padahal kondisi badan sehat. Kalau badan terlalu lemah, tekan klakson kuat-kuat untuk memancing perhatian orang di luar mobil.

    Selanjutnya, rutin servis berkala menjadi kunci utama mencegah keracunan gas CO di dalam mobil. Ketika servis berkala, seluruh komponen mobil diperiksa, termasuk potensi kebocoran di kabin mobil, dan mesin beserta saluran gas buang.

    Pemilik kendaraan juga diminta untuk memperhatikan ambang batas emisi kendaraan. Ambang batas emisi di Indonesia berpatokan pada parameter Karbon Monoksida (CO) 1,5% Vol dan hidrokarbon (HC) 200 ppm Vol. Supaya tetap terjaga, pemilik kendaraan disarankan untuk melakukan uji emisi.

    Hasil dari uji emisi akan dimanfaatkan untuk mengecek kondisi mesin mobil. Teknisi akan mencari solusi jika ternyata kadar emisi mobil melampaui ambang batas karena berarti ada komponen mesin bermasalah yang memicu pembakaran yang tidak sempurna.

    Padahal, pembakaran yang sempurna bisa menekan angka CO karena minimnya endapan karbon sisa pembakaran di ruang bakar. Untuk itu, kondisi busi menjadi salah satu aspek pengecekan. Kebocoran oli yang ikut terbakar bisa meningkatkan nilai CO, di mana angka Air Fuel Ratio (AFR) harus tepat guna memperoleh pembakaran yang sempurna.

    “Kadar gas CO dapat dijaga di bawah ambang batas dengan rutin servis berkala di bengkel Auto2000 atau memanggil layanan THS – Auto2000 Home Service. Selain itu, servis berkala juga dapat membantu mendeteksi kalau ada kebocoran di kabin mobil yang dapat berbahaya kalau sampai kemasukan gas beracun, termasuk potensi kerusakan pada saluran knalpot. Silakan booking servis berkala via websiteAuto2000.co.id,” tutur Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, Selasa (7/5/2024).

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pahami Rumus 3 Detik di Jalan Tol untuk Mencegah Tabrakan Beruntun


    Jakarta

    Kecelakaan beruntun di jalan tol sudah sering terjadi. Tak jarang, kecelakaan tersebut melibatkan belasan kendaraan dan merenggut banyak korban jiwa.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan beruntun di jalan tol. Salah satu pemicunya karena pengendara yang tidak mau menjaga jarak aman.

    Sebenarnya, ada cara untuk mencegah terjadinya tabrakan beruntun di jalan tol, yakni dengan menerapkan rumus tiga detik. Apa maksudnya? Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Memahami Rumus 3 Detik di Jalan Tol

    Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan, setiap pengendara yang melintas di jalan tol wajib menjaga jarak aman. Oleh karenanya, gunakan rumus tiga detik di jalan tol.

    Rumus perhitungan waktu ini berfungsi untuk meminimalisir dan menghindari bahaya kecelakaan di jalan tol, khususnya karena kurang menjaga jarak aman dengan pengendara lain.

    Apa maksud dari rumus tiga detik di jalan tol? Jadi, pengendara wajib menjaga jarak dengan perhitungan tiga detik. Caranya mudah, temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak di sepanjang jalan. Bisa pohon, tiang lampu, ataupun benda lainnya.

    Ketika kendaraan di depan telah melewati patokan yang telah kamu tentukan, mulai hitung dalam hati dengan angka 1.000 dan 1, 1.000 dan 2, lalu 1.000 dan 3. Pastikan kendaraanmu melewati patokan yang sama pada akhir hitungan. Jika sudah tepat maka detikers telah memenuhi jarak yang aman yakni selama tiga detik.

    Apakah Rumus 3 Detik di Jalan Tol Efektif?

    Menurut BPJT, rumus tiga detik di jalan tol sudah sesuai dengan reaksi pengemudi. Jadi, waktu 1,5-2 detik merupakan lama waktu persepsi manusia sebagai pengendara dalam mengemudikan kendaraannya dan melihat kendaraan lain di depan pada saat melakukan pengereman mendadak.

    Lalu, butuh waktu sekitar 0,5-1 detik bagi seorang pengendara mendapatkan reaksi secara cepat untuk menghentikan kendaraan dengan tenang sesuai jarak aman berkendara. Cara ini agar tidak menabrak kendaraan di depannya yang telah melakukan pengereman mendadak.

    “Penghitungan rumus 3 detik tersebut diharapkan untuk tetap menjaga jarak aman saat mengerem kendaraan mendadak, sehingga kendaraan tidak langsung menabrak kendaraan di depan, begitupun kendaraan di belakang yang juga menjaga jarak dengan aman,” sebut BPJT.

    “Dibutuhkan fokus yang cukup tinggi saat berkendara di Jalan Tol serta jangan lengah saat sedang mengemudikan kendaraan. Pastikan kendaraan dalam kondisi aman dan tetap patuhi aturan berkendara dengan benar,” lanjutnya.

    Tips Berkendara Aman di Jalan Tol

    Selain menjaga jarak aman, sebenarnya masih ada sejumlah hal yang harus diperhatikan ketika berkendara di jalan tol. Mengutip laman Auto2000, berikut beberapa tipsnya:

    1. Pastikan kendaraan dalam kondisi optimal sebelum berkendara, terlebih jika menempuh perjalanan ke luar kota dan melalui jalan tol.
    2. Pastikan juga diri sendiri dalam kondisi fit. Sebab, perjalanan jauh kerap membuat pengemudi jadi mudah lelah.
    3. Gunakan jalur yang sesuai. Ingat, jalur paling kanan hanya untuk kendaraan yang hendak mendahului, sedangkan bahu jalan dipergunakan untuk kendaraan darurat.
    4. Patuhi batas kecepatan sesuai ketentuan. Jangan berkendara terlalu kencang ataupun pelan karena bisa membahayakan diri sendiri dan pengendara lain.
    5. Tetap fokus dan selalu waspada. Walau detikers sudah berkendara dengan hati-hati, namun masih ada pengendara lain yang berkendara secara sembrono. Hal tersebut berisiko menyebabkan kecelakaan.

    Demikian penjelasan mengenai rumus tiga detik di jalan tol. Semoga artikel ini dapat menambah pemahaman detikers dalam berkendara.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Lampu Indikator Bensin Menyala, Mobil Masih Bisa Melaju Berapa Km?


    Jakarta

    Setiap kendaraan kini telah mengusung lampu indikator bensin di bagian panel instrumen kemudi. Fitur ini membantu pengemudi untuk mengetahui apakah bensin masih penuh atau sudah hampir habis.

    Apabila bensin sudah mulai kosong, nantinya lampu indikator bensin akan menyala. Dengan begitu, detikers harus segera mencari SPBU terdekat untuk mengisi ulang BBM.

    Namun, apa jadinya kalau lampu indikator bensin sudah menyala namun tidak menemukan SPBU terdekat? Tentu ada rasa khawatir kalau mobil akan mogok di jalan.


    Tapi jangan khawatir, walaupun lampu indikator bensin sudah menyala dan menunjukkan simbol ‘E’, sebenarnya mobil masih bisa melaju sejauh beberapa kilometer, lho.

    Sejauh Mana Mobil Dapat Melaju Ketika Indikator Bensin Menyala?

    Dilansir situs Dubizzle, sebenarnya setiap mobil memiliki konsumsi bahan bakar yang berbeda-beda. Jadi, tak semua mobil bisa dipukul sama rata.

    Akan tetapi, sejumlah ahli berpendapat bahwa saat lampu indikator bensin menyala umumnya bahan bakar yang tersisa di tangki masih ada sekitar 10-15% dari total kapasitas maksimal bensin.

    Langkah ini dilakukan oleh produsen otomotif agar pengendara masih bisa mencapai SPBU terdekat meski jumlah bahan bakar tinggal sedikit. Hal ini sangat membantu detikers terlebih saat melakukan touring ke luar kota, yang mana jarak antar SPBU cukup jauh.

    Sebagai contoh, sebuah mobil memiliki kapasitas tangki 60 liter. Apabila mobil tersebut terus berjalan sampai bensin mulai habis, maka lampu indikator bensin akan menyala ketika bahan bakar menyisakan 6-9 liter di dalamnya.

    Sedangkan untuk jarak tempuhnya, hal ini tergantung dari konsumsi bahan bakar itu sendiri. Jika bahan bakar tersisa 4 liter dengan konsumsi BBM 1:15, mobil kira-kira masih bisa berjalan sejauh 60 km.

    Namun, jika konsumsi BBM 1:10 dengan sisa bensin 4 liter di dalamnya, maka mobil hanya bisa berjalan sekitar 40 km saja.

    Dampak Membiarkan Bensin Mobil dalam Kondisi Habis

    Memang, mobil masih bisa berjalan hingga puluhan kilometer saat indikator bensin sudah menyala. Akan tetapi, hal tersebut tidak disarankan kecuali dalam keadaan darurat.

    Sebab, kebiasaan buruk tersebut dapat merusak komponen di dalam mobil. Mengutip laman Astra Daihatsu, berikut dampak dari membiarkan bensin mobil dalam kondisi habis.

    1. Kerusakan pada Pompa Bahan Bakar

    Dampak yang pertama adalah dapat merusak pompa bahan bakar. Umumnya, pompa bahan bakar didinginkan dan dilumasi oleh bensin yang ada di sekitarnya.

    Nah, jika tangki bensin dibiarkan kosong maka pompa bahan bakar dapat lebih cepat panas dan berisiko mengalami keausan.

    2. Penyumbatan Injektor

    Masalah lain yang ditimbulkan adalah terjadi penyumbatan injektor. Sebab, bensin yang mengalir lewat injektor berfungsi membersihkan kotoran atau endapan yang dapat terbentuk di dalamnya.

    Apabila tangki bahan bakar dibiarkan kosong, hal ini berisiko menyebabkan penumpukan kotoran di injektor, sehingga terjadi penyumbatan yang berakibat mengganggu aliran bahan bakar.

    3. Kondensasi Air

    Saat tangki bensin hampir kosong, hal tersebut menyebabkan ada ruang udara di dalamnya. Nah, udara tersebut mengandung uap air yang kemudian dapat mengalami kondensasi di dalam tangki ketika suhu menurun.

    Jika bensin dibiarkan kosong, uap air dapat menyebabkan masalah seperti karat, korosi, hingga kerusakan pada komponen bahan bakar. Oleh sebab itu, disarankan untuk menjaga level bahan bakar kendaraan di setengah atau seperempat tangki BBM.

    Jadi, sebaiknya segera isi bahan bakar kalau indikator bensin sudah menyisakan 2 bar. Selain menjaga keawetan komponen mobil, hal ini juga dapat mencegah mobil mogok karena kehabisan bensin di tengah jalan.

    Perlu diketahui, lampu indikator bensin juga bisa menyala meski baru saja mengisi BBM. Dalam beberapa kasus, hal ini terjadi karena adanya kerusakan pada alat pengukuran bensin sehingga tidak terbaca.

    Demikian penjelasan mengenai lampu indikator bensin menyala. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kapan Waktunya Ganti Ban Mobil?



    Jakarta

    Ban merupakan komponen yang vital pada kendaraan, termasuk mobil. Lantas bagaimana caranya mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengganti ban mobil?

    Dilansir dari TOMO, authorized outlet dari PT Bridgestone Tire Indonesia, cara terbaik untuk mengetahui waktu yang tepat ban mobil harus diganti adalah dengan mengecek kondisinya.

    Ilustrasi pengecekan ban mobilIlustrasi pengecekan ban mobil Foto: Dok. Michelin

    “Anda dapat memeriksa ban Anda sendiri melalui inspeksi visual. Mulai dengan tapak-alur di sekitar ban yang membuat kontak dengan permukaan jalan,” tulis TOMO pada laman blog resminya.


    “Pastikan tapak ban cukup dalam dan itu dipakai secara merata di seluruh jalan tanpa ada penyimpangan. Semua ban yang diatur DOT memiliki indikator keausan tapak terpasang yang disebut ‘wear bars’ yang akan membantu Anda melihat saat tapak mulai usang,” lanjut mereka.

    Sederhananya, ban mobil dilengkapi dengan indikator yang dapat menunjukkan kondisi ketebalannya. Indikator ini umumnya terletak di tengah-tengah alur ban dan dapat menjadi acuan kelayakannya.

    Umumnya, indikator ketebalan ban ini ditandai dengan tanda segitiga. Lantas ketika tebal ban sudah rata dengan segitiga indikator tersebut, maka ketebalan ban sudah hampir habis.

    Tak hanya dari ketebalannya, menurut TOMO, penting juga untuk memeriksa dinding samping setiap ban. Di mana, ketika ada bagian yang rusak atau sudah aus, maka hal tersebut dapat menjadi acuan ban harus segera diganti.

    “Sebaiknya evaluasi ulang tapak setiap beberapa ribu kilometer atau sebulan sekali, dan lebih sering lagi jika Anda mengenakan banyak keausan di kendaraan Anda atau mengemudi untuk jarak yang jauh,” tutup TOMO.

    (mhg/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Menghilangkan Jamur di Kaca Mobil



    Jakarta

    Jamur menjadi salah satu penyakit yang mudah muncul pada kaca mobil. Jika kaca sudah terkena jamur, maka mobil jadi tidak enak dilihat. Berikut cara menghilangkan jamur pada kaca mobil.

    Cuaca yang kerap berubah membuat pemilik mobil sebaiknya melakukan perawatan ekstra untuk menjaga penampilan mobil kesayangannya. Panas, hujan, dan udara lembab membuat kondisi mobil menjadi rentan terhadap kotoran.


    Apabila jarang dibersihkan, maka mobil Anda mudah terserang berbagai ‘penyakit’ pada eksteriornya. Seperti jamur yang kerap hinggap di kaca mobil Anda. Tentunya, jika tak segera dibersihkan, maka berpotensi mengganggu visibilitas pengemudi. Terutama ketika berkendara saat hujan.

    Dijelaskan Scuto Indonesia dalam keterangan resminya, jamur pada kaca bisa timbul lantaran banyak hal. Misalnya, noda atau kotoran burung, air hujan, debu, hingga getah pohon. Untuk air hujan memiliki kandungan asam yang cukup tinggi, jadi ketika tidak segera dibersihkan, bisa muncul water spot atau bintik-bintik putih pada kaca mobil.

    Untuk mencegah jamur pada kaca, bisa langsung bilas permukaan kaca dengan air bersih saat terkena air hujan, selanjutnya lap sekering mungkin dan jangan ada butiran air yang tersisa menempel pada kaca.

    Solusi lainnya, Anda bisa melakukan perawatan glass coating dengan nano technology yang secara permanen menutup pori-pori kaca yang berukuran nano dan menyatu pada molekul kaca.

    Mekanismenya seperti nano ceramic coating, di mana glass coating berfungsi seperti laminating. Hasilnya, dengan tertutupnya pori-pori kaca, maka kotoran penyebab jamur tidak akan masuk ke pori-pori kaca. Selain itu, glass coating ini akan menghilangkan kaca kusam, sehingga dapat menambah visibilitas bagi pengemudi.

    Layanan Scuto kini juga hadir di Kota Makassar. Scuto Signature Makassar menjadi outlet Scuto ke-151 di Tanah Air yang diharapkan bisa memberi kemudahan bagi pemilik mobil di kota Makassar dan sekitarnya dalam merawat dan memberikan perlindungan bagi tunggangan kesayangannya.

    Memiliki luas area 100 m2 dan mampu menampung sekitar 3 unit mobil sekaligus untuk pengerjaan nano ceramic coating dan car detailing atau salon kendaraan. Salah satu keunggulan Scuto Signature Makassar yakni menyediakan area workshop yang proper dengan penerangan yang lebih baik, juga tenaga detailer berpengalaman.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Cara Merawat Mobil yang Jarang Dipakai Agar Tetap Optimal


    Jakarta

    Merawat mobil merupakan hal yang harus dilakukan oleh pemiliknya. Apalagi jika mobil tersebut digunakan setiap hari, tentu perawatannya harus lebih apik lagi.

    Namun, ada juga sejumlah pemilik mobil yang jarang menggunakan kendaraannya. Biasanya, mobil hanya digunakan untuk menghadiri acara tertentu atau sekadar jalan-jalan di akhir pekan.

    Tentu, mobil terbilang lebih awet karena komponen-komponen di dalamnya jarang berfungsi. Meski begitu, bukan berarti mobil yang jarang dipakai bisa terbebas dari masalah.


    Ada sejumlah dampak yang ditimbulkan jika mobil jarang dipakai. Rasanya sayang bukan setelah membeli mobil idaman tapi rusak begitu saja?

    Untuk itu, ada beberapa cara dalam merawat mobil yang jarang digunakan. Seperti apa tipsnya? Simak dalam artikel ini.

    Ini Akibat Mobil Jarang Dipakai

    Jika detikers berpikir mobil yang jarang dipakai akan lebih awet, justru hal tersebut salah. Dilansir Auto2000, ada sejumlah dampak yang ditimbulkan akibat mobil jarang dipakai, yaitu:

    1. Ban mobil lama kelamaan kekurangan angin. Jika tidak segera diisi angin, hal ini membuat ban cepat rusak karena tidak kuat menanggung beban mobil yang erat.
    2. Karat di berbagai komponen mobil, mulai dari rem, piringan cakram, tangki bensin, dan bagian lainnya.
    3. Munculnya jamur, debu, dan kotoran karena mobil hanya tersimpan di garasi dan tidak dibersihkan. Umumnya jamur muncul di sekitar kaca jendela, wiper, hingga cat bodi mobil.
    4. Kotoran juga dapat menyumbat filter dan saluran AC mobil.
    5. Aki mobil jadi cepat aus dan tidak bisa digunakan kembali.
    6. Oli dan bahan bakar mengendap di dalam mesin.
    7. Kerusakan pada sejumlah fitur elektronik di dalam mobil seperti tombol jendela otomatis dan head unit

    Cara Mudah Merawat Mobil yang Jarang Dipakai

    Kalau mobil detikers memang jarang dipakai, bukan berarti dibiarkan terbengkalai begitu saja di garasi rumah. Jika iya, maka siap-siap saja mobil kesayanganmu akan mengalami sejumlah ‘penyakit’ seperti penjelasan di atas.

    So, mobil yang jarang dipakai tetap harus dirawat dan dicek komponen mesinnya. Untuk lebih jelasnya, simak sejumlah tipsnya di bawah ini:

    1. Bersihkan Mobil

    Mobil yang jarang dipakai juga bisa kotor akibat terkena debu. Tak hanya bagian eksteriornya saja, namun interior mobil juga bisa kotor.

    Kamu bisa mencuci bagian luar mobil terlebih dahulu sampai bersih. Setelah itu, bersihkan debu dan kotoran di interior mobil dengan vacuum cleaner atau dilap dengan cairan khusus.

    2. Panaskan Mobil Setiap Hari

    Nah, banyak pemilik mobil yang malas memanaskan mobil karena jarang digunakan. Sebenarnya, hanya 1-2 menit saja sudah cukup untuk memanaskan mobil sesaat.

    Saat memanaskan mobil, nyalakan juga semua fitur yang ada di dalamnya seperti AC, lampu sein, headlamp, radio, power window, atau sekadar maju dan mundur di garasi. Hal ini juga untuk memastikan kalau komponen mobil masih berfungsi baik.

    3. Mengganti Oli Mesin

    Mobil yang rutin digunakan setiap hari memang dianjurkan untuk mengganti oli mesin secara berkala. Lalu, bagaimana dengan mobil yang jarang dipakai?

    Meski tidak dikendarai dalam waktu lama, oli mesin juga harus diganti. Sebab, ketika mobil jarang digunakan maka kualitas oli ikut terpengaruh.

    Seiring waktu, senyawa kimia oli mesin akan mengalami perubahan terkait proses oksidasi yang secara alami terjadi. Masalahnya, kandungan air sebagai akibat dari oksidasi pada oli mesin akan meningkat hingga mencapai level yang berbahaya jika didiamkan.

    Jadi, kamu harus memastikan bahwa volume oli sudah cukup dan lakukan pengecekan menggunakan dipstick. Jika oli mesin sudah tidak cukup atau kualitasnya berkurang, segera ganti dengan oli yang baru.

    4. Cek Tekanan Ban Mobil

    Perlu diingat, mobil yang jarang dipakai juga dapat mempengaruhi tekanan ban, apalagi kalau mobil diparkir dalam garasi berubin dingin. Jika terus dibiarkan, ban yang kempes dapat merusak velg mobil.

    Oleh sebab itu, usahakan cek kondisi ban secara berkala dan hindari ban kempes dalam waktu yang lama.

    Demikian tips mengenai cara merawat mobil yang jarang dipakai agar tetap optimal. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Penyebab Knalpot Motor Meledak-ledak dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Pernahkah mendengar suara letupan layaknya meledak-ledak dari knalpot motor? Terkadang suara itu bikin mengagetkan. Jika hal itu dialami oleh detikers, bisa jadi ada sejumlah komponen motor yang bermasalah.

    Kalau motor yang kamu pakai menggunakan knalpot balap, suara letupan atau ledakan merupakan hal wajar. Tapi jika menggunakan knalpot biasa atau standar bawaan pabrik, hal itu menjadi indikasi adanya masalah.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan knalpot motor meledak-ledak. Tapi jangan khawatir, masalah tersebut masih bisa diatasi dengan cepat. Bagaimana caranya? Simak dalam artikel ini.


    Penyebab Knalpot Motor Meledak-ledak

    Dilansir situs Astra Motor, ada beberapa hal yang menyebabkan knalpot motor mengeluarkan suara tembakan atau meledak-ledak. Berikut penjelasannya:

    1. Ada Masalah di Busi

    Faktor yang pertama bisa disebabkan oleh masalah pada busi. Sedikit informasi, busi bertugas untuk memantik api dalam proses pembakaran.

    Kalau busi tak berfungsi secara optimal, hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah, salah satunya knalpot motor meledak-ledak saat digas. Penyebabnya karena busi tidak bekerja secara maksimal akibat sudah muncul kerak atau kotor.

    Selain itu, bisa juga disebabkan masa pakai busi yang sudah habis sehingga tak lagi optimal. Oleh sebab itu, cek busi secara berkala. Kalau sudah aus segera diganti dengan yang baru.

    2. Tutup Choke yang Terbuka

    Penyebab lainnya karena tutup choke yang terbuka. Apabila kamu sering lupa menutup kembali choke yang sebelumnya telah dibuka, hal itu menyebabkan aliran bensin yang masuk ke ruang bakar cukup banyak. Alhasil, proses pembakaran jadi tidak sempurna.

    Dampaknya baru terasa ketika kamu menarik tuas gas dan akan muncul bunyi seperti letupan yang seolah-olah knalpot motor meledak. Kalau terus dibiarkan, hal tersebut membuat performa motor menurun bahkan bisa saja mogok.

    3. Karburator Aus

    Karburator aus bisa jadi penyebab timbul suara meledak-ledak dari knalpot motor. Kondisi itu dipengaruhi oleh kemampuan buka tutup klep pada bagian karburator yang berbahan karet.

    Karena terbuat dari karet, komponen tersebut dapat mengeras jika terlalu lama bersentuhan dengan bahan bakar. Perlahan karet akan menjadi aus dan tidak bisa digunakan. Solusinya adalah mengganti komponennya dengan yang baru.

    4. Saluran Udara Mengalami Kendala

    Faktor selanjutnya dikarenakan saluran udara ke mesin yang mengalami kendala. Sebab, udara sangat dibutuhkan dalam proses pembakaran. Apabila kapasitas udara yang masuk tak sesuai tentu dapat mempengaruhi hasil pembakarannya.

    Bagaimana cara mengatasinya? Kamu bisa mendeteksinya lewat suara ledakan yang terjadi di RPM rendah. Solusi lainnya adalah dengan membersihkan secara rutin bagian karburator dan sekitarnya.

    5. Knalpot Motor Bocor

    Penyebab terakhir knalpot motor mengeluarkan suara meledak-ledak karena knalpot yang sudah bocor. Jika masih mengeluarkan suara ledakan dan saat dicek ternyata memang ada kebocoran, detikers perlu memperbaikinya segera dengan membawa motor ke bengkel terdekat.

    Cara Mengatasi Knalpot Motor Meledak-ledak

    Selain suaranya yang dapat mengganggu kenyamanan, knalpot motor yang meledak-ledak juga dapat merusak berbagai komponen motor lainnya jika tidak segera diservis.

    Tentu, ada sejumlah cara dalam mengatasi masalah tersebut. Mengutip laman Suzuki, berikut tipsnya:

    1. Mengecek Kondisi Knalpot

    Langkah yang pertama adalah dengan mengecek kondisi knalpot sekaligus mengatur ulang bagian karburator dan pilot screw. Jika bingung, segera bawa motor ke bengkel untuk dilakukan perbaikan oleh mekanik.

    2. Mengecek Bagian Busi

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, busi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan knalpot motor meledak-meledak. Jika memang terdapat masalah pada busi, segera ganti dengan yang baru.

    3. Mengecek Sambungan Leher Knalpot

    Selain itu, cek juga sambungan leher knalpot dengan mesin. Pastikan sambungan tersebut terpasang secara rapat, kuat, dan kondisi packingnya masih bagus.

    Itu dia lima penyebab knalpot motor meledak-ledak serta cara mengatasinya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Untuk Hindari Kecelakaan, Begini Tips Mengerem Motor Secara Optimal



    Jakarta

    Rem pada motor berfungsi mengurangi laju roda, juga menghentikannya. Tapi pemotor belum banyak yang tahu, bagaimana cara mengerem yang optimal dan maksimal. Ini tipsnya seperti dijelaskan Suzuki dalam keterangan resminya.

    1. Jaga Posisi Motor

    Saat berkendara, berjaga-jagalah dan atur etika postur berkendara yang benar, yaitu posisi duduk yang tegak dan rileks, serta kedua tangan memegang kendali pada setang kemudi dengan siku sedikit dibengkokkan agar memiliki kontrol lebih saat mengendalikan motor. Saat dihadapkan dengan situasi tak terduga dan memerlukan pengereman, jaga arah roda motor tetap berada pada keadaan lurus agar keseimbangan tetap terjaga dan memastikan traksi maksimal pada ban motor saat melakukan pengereman.


    2. Jangan Panik

    Saat berhadapan dengan situasi darurat, ingat bahwa pengereman harus dilakukan secara bertahap. Misalnya, menarik tuas rem depan dan disusul dengan tuas rem belakang dengan bertahap, serta interval yang konstan agar kecepatan motor menurun secara bertahap tanpa mengunci roda atau menghindari kampas rem menjadi panas.

    3. Ketahui Interval Waktu

    Menjaga jarak antar kendaraan sangat krusial, untuk memberi waktu pengambilan keputusan pengereman yang baik. Pada umumnya jarak pandang mata normal seseorang sejauh 30 m. Jarak ini merupakan situasi ideal untuk dapat membaca, memprediksi, dan mengambil keputusan saat berkendara.

    Seringkali saat dihadapkan pada kondisi mengejutkan seperti ada penyeberang dadakan atau kendaraan yang memotong arah, pengemudi butuh waktu lebih lama, di mana pengendara biasanya akan mencerna sinyal bahaya dalam waktu 1,5 detik dan memutuskan untuk melakukan pengereman pada detik berikutnya. Faktor lain seperti kondisi jalan kering atau basah, bobot kendaraan, hingga tingkat visibilitas, semuanya akan menjadi faktor pertimbangan sebelum mengambil keputusan di jalan.

    4. Sadar Kondisi Sekitar

    Menurut TMC Polda Metro Jaya, semakin rendah kecepatan berkendara, maka makin kecil pula jarak yang harus diterapkan, begitu pula sebaliknya. Misalnya untuk kecepatan sekitar 30 km/jam maka jarak aman adalah 30 m, sedangkan untuk kecepatan 80 km/jam maka jarak aman adalah 80 m. Untuk mengetahui jarak yang sebaiknya diterapkan, pengendara dapat memperhatikan angka kecepatan sepeda motor.

    5. Pastikan Kondisi Tubuh Prima

    Kegagalan respons terhadap bahaya sehingga mengakibatkan kecelakaan biasanya disebabkan oleh kondisi pengendara yang kelelahan. Untuk menghindari kelelahan sebelum dan saat perjalanan, sebaiknya pengemudi melindungi diri dari cuaca dengan menggunakan pakaian yang melindungi diri dari paparan angin dan matahari langsung. Hindari pula berkendara pada larut malam atau di luar jam beraktivitas, dan tidak sedang mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping pada tubuh. Apabila pengendara merasa kurang bugar atau mengantuk, disarankan untuk beristirahat sejenak dan tidak melanjutkan perjalanan hingga kondisi badan kembali pulih dan segar.

    6. Lakukan Pemeriksaan Ringan

    Motor yang digunakan dalam aktivitas harian perlu perhatian berkala khususnya pada alat kendali dan ban. Di awal berkendara lakukan tes pengereman depan dan belakang untuk memastikan tiap rem dapat menghentikan motor dengan baik saat melaju. Selain itu setiap minggunya pemeriksaan tekanan dan tapak ban juga baik untuk dilakukan sehingga dapat mengantisipasi resiko yang bisa timbul akibat ban yang telah berdegradasi kualitas. Pemilik motor juga dianjurkan melakukan service berkala motornya ke bengkel resmi yang dapat menjamin kualitas alat, teknisi, dan orisinalitas parts yang digunakan.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kenapa Pedal Rem Mobil Keras atau Muncul Suara Berdecit?



    Jakarta

    Rem merupakan komponen vital dalam kendaraan. Ada beberapa tanda kalau rem itu sedang mengalami masalah.

    Hyundai Gowa, salah satu dealer merek Hyundai di Indonesia membagikan tips tanda-tanda rem perlu diservis.

    “Rem mobil yang berfungsi dengan baik bukan hanya memastikan keselamatan pengemudi dan penumpang, tetapi juga semua pengguna jalan. Oleh karena itu, Hyundai GOWA mengajak seluruh pelanggan untuk tidak mengabaikan pengecekan dan perawatan rutin rem mobil demi keamanan dan kenyamanan berkendara,” kata Ferry, Chief Operating Officer Hyundai GOWA.


    Berikut ini ciri-ciri rem bermasalah:

    1. Suara Berdecit

    Umumnya suara berdecit akan muncul saat melewati genangan atau menerobos hujan.

    Namun munculnya suara berdecit juga disebabkan lantaran kampas rem yang kotor. Yang wajib diwaspadai, suara berdecit juga disebabkan karena kampas rem yang sudah aus. Suara muncul lantaran gesekan kampas rem dan piringan cakram.

    2. Cairan rem berkurang

    Penurunan level cairan rem bisa menunjukkan adanya kebocoran di sistem. Cairan rem yang rendah mengurangi efisiensi rem dan meningkatkan risiko kecelakaan.

    3. Lampu indikator rem menyala

    Lampu indikator rem yang menyala pada
    dashboard adalah sinyal serius adanya masalah. Segera periksa dan tangani
    agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut.

    4. Pedal rem keras

    Jika pedal rem terasa keras saat diinjak, bisa jadi ada masalah pada sistem hidrolik atau master silinder rem. Pedal rem yang keras menyulitkan pengemudi mengontrol kecepatan kendaraan, terutama dalam situasi darurat.

    Kapan waktunya mengganti kampas rem?

    Mengganti kampas rem secara berkala sangat penting untuk mencegah keausan
    berlebihan. Tanda-tanda seperti suara mendecit, pedal rem yang terasa keras, atau ketebalan kampas yang menipis menandakan bahwa kampas rem perlu diganti. Penggantian kampas rem sebaiknya dilakukan setiap 40.000 hingga 80.000 kilometer atau sesuai dengan pemakaian.

    (riar/riar)



    Sumber : oto.detik.com