Author: Import

  • Pasang Aki Mobil Positif atau Negatif Dulu? Jangan Sampai Salah!


    Jakarta

    Aki mobil berfungsi untuk menyimpan energi listrik dan menyuplai listrik ke berbagai sistem serta komponen mobil. Meski tampak sederhana, pemasangan aki yang tidak tepat bisa menyebabkan masalah serius.

    Masih banyak yang belum mengetahui cara pemasangan aki dengan benar, kabel positif dulu atau negatif dulu? Jangan sampai tertukar ya.

    Pasang Aki Mobil Positif atau Negatif Dulu?

    Saat memasang aki mobil, perlu diketahui kabel positif harus dipasang terlebih dahulu. Sebab, kabel positif terhubung dengan sistem listrik mobil dan mempunyai potensial listrik yang lebih besar.


    Mengutip laman Suzuki, pemasangan kabel negatif terlebih dahulu dapat membuat kabel positif menyentuh bagian mobil yang terhubung listrik. Hal ini bisa menyebabkan korsleting. Sebagai informasi, kutub positif umumnya ditandai dengan plus (+) berwarna merah. Sementara kutub negatif biasanya ditandai dengan minus (-) dan berwarna hitam

    Cara Memasang Aki Mobil dengan Benar

    Mengutip laman Hyundai, aki mobil bertugas untuk menghidupkan mesin kendaraan dan memberikan daya untuk sistem elektronik, seperti lampu, radio, dan lain sebagainya.

    Komponen ini begitu penting, sehingga cara memasangnya tidak boleh sembarangan. Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan.

    1. Matikan Mesin, Lepaskan Kabel

    Saat ingin memasang aki baru, matikan mesin mobil dan kunci kontak dalam posisi off. Ini perlu diperhatikan untuk menghindari terjadinya korsleting.

    Lepaskan kabel negatif terlebih dahulu, lalu kabel positif. Pastikan tidak ada benda logam atau alat yang menyentuh kedua kabel ketika proses pelepasan.

    2. Lepas Bracket

    Periksa apakah terdapat bracket atau penahan dari aki yang perlu dilepas. Mengutip laman Auto2000, fungsi dari bracket ini adalah memastikan aki mobil berada dalam posisi stabil ketika mobil bergerak.

    3. Angkat Aki Perlahan

    Saat seluruh kabel, klem, dan kedua kutub tidak tersambung lagi, kemudian angkat aki. Proses ini harus dilakukan secara perlahan dengan posisi tegak lurus.

    4. Tempatkan Aki Baru

    Sama seperti ketika melepas aki lama, memasang aki juga harus dilakukan dengan posisi tegak lurus. Sehingga, aki tidak mudah tergelincir atau terguling saat mobil berjalan.

    5. Pasang Kabel Positif dan Negatif

    Kini saatnya memasang kabel positif dan juga negatif. Pastikan kedua kabel tidak saling berdekatan atau bersentuhan dengan bagian lain, seperti kabel pengapian atau bagian lainnya.

    6. Cek Kabel dan Klem

    Lakukan pengecekan pada kabel dan klem, apakah kedua komponen tersebut sudah terpasang dengan benar dan kuat. Jangan sampai ada bagian kabel atau klem yang terlepas atau longgar.

    Periksa juga apakah ada kerusakan atau korosi pada kabel dan klem. Jika kamu menemukan karat atau kotoran, maka bersihkan dahulu.

    7. Nyalakan Mesin Mobil

    Terakhir, nyalakan mesin mobil. Jika mesin menyala dengan normal berarti pemasangan aki sudah berhasil dilakukan.

    Periksa juga indikator aki yang bisa dilihat di dashboard mobil. Jika indikator aki menunjukkan warna hijau, maka berarti aki dalam keadaan baik. Tapi jika berwarna merah atau kuning, cek kembali pemasangan aki.

    Setelah mesin menyala, biarkan mobil berjalan dulu selama beberapa menit untuk mengisi daya aki baru. Matikan mesin mobil jika sudah selesai digunakan.

    Itulah penjelasan mengenai cara pasang aki mobil yaitu harus mendahulukan kabel positif terlebih dahulu. Pastikan kamu memasang aki mobil dengan benar ya detikers.

    (row/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Berkendara di Jalur Sumatera, Ada Truk di Depan Lebih Baik Dahului atau Tidak?



    Jakarta

    Jalur menantang Sumatera sudah tidak asing bagi pengendara Indonesia. Skill berkendara menjadi taruhan bagi pengendara yang hendak melintas. Bagaimana tidak? Dengan menawarkan berbagai tantangan seperti tikungan tajam, tanjakan hingga turunan curam, di tambah jalanan bergelombang seakan menjadi makanan sehari-hari bagi pengendara di Sumatera.

    Meski demikian semua tantangan itu bukan tidak bisa dilalui, meski kewaspadaan dalam berkendara menjadi kunci utamanya. Perjalanan Road Trip #EksplorasiNusantara Sumatera Barat bersama Daihatsu All New Xenia, Ketua AXIC Chapter Bukit Tinggi, Effendi, memberikan tips berkendara yang aman saat melintas di jalur Sumatera.

    “Untuk bisa melintas di jalur Sumatera itu memang unik dan menantang. Tapi kalau sudah terbiasa, tidak ada masalah,” kata Effendi kepada detikOto, di Bukit Tinggi Sumatera Barat.


    Efendi menjelaskan tips berkendara di Sumatera paling pertama ialah harus memiliki kondisi badan yang Fit.

    “Tips berkendara di Jalur Sumatera pertama itu harus dalam keadaan sehat, dan stamina harus baik, karena berkendara di jalan Sumatera barat ini harus fokus, dan harus tetap siaga selalu, dan terus memperhatikan spion kanan, kiri dan tengah,” ucap Effendi.

    Effendi menjelaskan jalanan paling menandang di jalur Sumatera khususnya Sumatera Barat ialah banyak tikungan ekstrim. “Hal yang paling menantang itu jalanan itu banyak tikungan, banyak tanjakan lumayan ekstrim. dan jalanannya hanya pas untuk mobil,” kata Effendi.

    Relawan ketika memberi sinyal kepada truk yang hendak melintasi Tanjakan Kaljambe di Purworejo, Jumat (17/11/2023).Relawan ketika memberi sinyal kepada truk yang hendak melintasi Tanjakan Kaljambe di Purworejo, Jumat (17/11/2023). Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng

    Saat bertemu dengan banyaknya pemotor, lanjut Effendi. Sebagai pengendara mobil juga harus menambah tingkat kewaspadaan. Karena di Sumatera Barat, banyak motor yang tidak melihat kanan-kiri saat berkendara.

    “Antisipasi motor, paling hanya hati-hati saja, karena kalau dilawan (diomelin) nanti malah repot, soalnya orang-orang Bukit Tinggi pada emosian semuanya,” ujar Effendi sambil tertawa bercanda,” kata Effendi.

    “Tapi harus lebih hati-hati, karena banyak motor gaib ditikungan. Mereka kerap keluar dari gang atau jalan secara langsung. Jadi tetap waspada,” Effendi menambahkan.

    Lalu bagaimana saat bertemu dengan bus atau truk yang melintas di jalur Sumatera, lebih baik mendahului atau sabar menunggu di belakangnya?

    “Ini tergantung kondisi jalan. Kalau di jalanan menanjak disarankan untuk mendahului, jika bisa mendahului. Saat jalanan Menurun biarkan saja truk atau bus melintas duluan, ikuti saja dulu. Alasannya takut rem-nya blong, jadi saat ditanjakan takutnya rem nya blong sehingga bus atau truk bisa mundur, kalau diturunan kita mengiringi saja, kalau bisa mendahului yang boleh juga,” tutup Effendi.

    (lth/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Motor Zaman Sekarang Masih Perlu Dipanasin Mesinnya? Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Motor-motor zaman dahulu yang masih menggunakan karburator perlu dipanaskan mesinnya agar performanya maksimal ketika digunakan. Tapi bagaimana dengan motor-motor keluaran terbaru yang sudah menggunakan mesin injeksi?

    Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati (WMS) Wahyu Budhi menjelaskan, motor injeksi tetap perlu dipanaskan. Kata Wahyu, memanaskan mesin motor injeksi setelah tidak digunakan dalam jangka lama punya manfaat tersendiri, yakni membuat oli mesin bersirkulasi sebelum motor digunakan.

    Lalu, berapa lama waktu yang diperlukan untuk memanaskan mesin motor injeksi sebelum digunakan? 10 menit atau 15 menit? Menurut Wahyu, memanaskan motor zaman sekarang tidak perlu lama-lama.


    “Asalkan, saat dipanaskan, mesin motor dalam kondisi langsam atau idle dan tidak digeber-geber,” kata Wahyu dalam keterangan resmi yang diterima detikOto (10/6/2024).

    Dengan kata lain, tidak perlu memainkan gas atau menggeber motor saat mesinnya dipanaskan.

    “Saat memanaskan mesin motor injeksi juga jangan terlalu lama. Cukup satu sampai lima menit,” tegasnya lagi. Menurut Wahyu, jika terlalu lama memanaskan mesin motor injeksi, maka yang ada bensin akan terbuang.

    “Jika terlalu lama dipanaskan, bakal percuma juga karena bensin akan terbuang sia-sia,” tambahnya.

    Tak kalah penting, untuk menjaga kondisi motor Honda tetap prima, selalu lakukan pemeriksaan dan perawatan rutin di bengkel resmi. Kalau di Honda, biasanya Astra Honda Authorized Service Station (AHASS). Tujuannya agar seluruh fitur dan komponen sepeda motor Honda bisa bekerja secara optimal.

    Konsumen setia motor Honda juga bisa manfaatkan layanan booking service untuk menjadwalkan servis motor Honda miliknya melalui Aplikasi Wahana Honda (Wanda).

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Awas Salah! Begini Posisi Kaki yang Benar saat Nyetir Mobil Matic



    Jakarta

    Menyetir mobil matic memang lebih mudah ketimbang mobil manual. Tapi tahukah kamu bagaimana posisi kaki yang tepat saat nyetir mobil matic?

    Mobil matic lebih mudah dikendarai ketimbang manual. Untuk berjalan, pastikan tuas transmisi di posisi D dan menginjak pedal gas maka mobil bisa melaju. Pun untuk berhenti, hanya tinggal menginjak pedal rem. Meski begitu, ada baiknya kamu mengetahui posisi gigi saat menyetir mobil matic untuk senantiasa menjaga keselamatan sepanjang perjalanan.

    Masih ada yang berpendapat menyetir mobil matic hanya perlu menggunakan satu kaki (kanan), tapi tidak sedikit juga yang menilai menyetir mobil matic harus menggunakan dua kaki. Mana yang benar?


    Dari sisi keselamatan berkendara, ketika menyetir mobil matic kaki yang bekerja sepenuhnya adalah kaki kanan. Namun demikian, kaki kiri tak sepenuhnya beristirahat. Kaki kiri bisa tetap dalam posisi siaga.

    “Kaki kiri diletakkan di footstep untuk ‘menyeimbangkan’ badan pengemudi saat bersiap-siap di kondisi ekstrem, terutama rem emergency, cornering dan lain-lain,” ungkap Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana belum lama ini.

    Karena, ketika fungsi otot salah satu sisi bekerja secara mendadak, harus diimbangi dengan otot di satu sisi lagi. Tujuannya untuk mengurangi cedera otot.

    Memang, menurut Sony, dalam dunia berkendara ada teknik mengerem pakai kaki kiri. Namun, itu dilakukan oleh kalangan profesional.

    “Pembalap/advanced driver melakukan itu di tikungan tumpul. Namanya Left Foot Braking. Untuk pemula tidak dianjurkan,” sebutnya.

    Saat menyetir mobil dengan transmisi otomatis itu, hindari untuk menginjak pedal gas dan pedal rem secara bersamaan. Mengutip laman Daihatsu Indonesia, keseringan menginjak pedal rem dan pedal gas secara bersamaan bisa berpotensi membuat komponen dalam sistem transmisi mudah aus dan rusak. Kalau sudah begini kamu harus siap merogoh kocek dalam-dalam untuk memperbaiki transmisi mobil.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Cara Cek Plat Nomor Jatim, Mudah dan Anti Ribet



    Jakarta

    Cara cek plat nomorCara cek plat nomor Foto: (Bapenda Jatim)

    Plat nomor kendaraan adalah identitas yang dimiliki setiap kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Kini, di berbagai daerah ada banyak cara mudah yang bisa dilakukan untuk cek plat nomor kendaraan, salah satunya Jawa Timur.

    Cek nomor kendaraan berfungsi untuk mengidentifikasi kendaraan, misalnya dalam penelusuran kendaraan yang terlibat kecelakaan atau kepentingan lainnya. Selain itu, pengecekan ini juga dapat bertujuan untuk memastikan bahwa kendaraan terdaftar dan memiliki dokumen-dokumen valid.

    Cara Cek Plat Nomor Jatim

    Cara cek plat nomor Jatim dapat dilakukan dengan mudah. Mulai dari lewat E-Samsat, aplikasi E-Smart Samsat Jatim, SMS dan mengunjungi kantor Samsat secara langsung. Mengutip laman Auto2000 dan Daihatsu, berikut beberapa caranya.


    1. E-Samsat

    Cara cek plat nomor Jatim yang pertama adalah lewat e-Samsat. Ada dua website yang akan memberikan informasi ini. Berikut langkah-langkahnya.

    Cara 1

    Cara cek plat nomorCara cek plat nomor Foto: (Bapenda Jatim)
    • Buka website https://bapenda.jatimprov.go.id
    • Halaman website akan menampilkan menu PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor), dan PAD (Pendapatan Asli Daerah)
    • Kamu bisa pilih menu PKB atau NJKB untuk mengetahui plat nomor kendaraan
    • Jika memilih PKB klik “Disini”
    • Masukkan plat nomor kendaraan, lima digit terakhir nomor rangka beserta kode captcha. Lalu klik tombol Submit
    • Informasi mengenai plat nomor dan pemilik kendaraan akan muncul beserta pajaknya
    Cara cek plat nomorCara cek plat nomor Foto: (Bapenda Jatim)
    • Sementara, jika memilih menu NJKB, isi data sesuai formulir yang disediakan seperti jenis kendaraan, model kendaraan, merk kendaraan, tipe kendaraan, tahun kendaraan, hingga kode captcha. Klik tombol submit.
    • Informasi mengenai data kendaraan, data pemilik, serta nilai jual kendaraan akan muncul.

    Cara 2

    Cara cek plat nomorCara cek plat nomor Foto: (Bapenda Jatim)
    • Buka website resmi Bapenda Jatim di https://info.dipendajatim.go.id/
    • Masukkan nomor plat mobil sesuai formatmua di dalam boks yang tersedia
    • Masukkan kode captcha
    • Klik cari
    • Muncul informasi mengenai mobil yang ingin dicari berdasarkan plat nomornya.

    2. Aplikasi SIGNAL

    Cek nomor plat nomor kendaraan Jatim juga bisa dilakukan lewat aplikasi SIGNAL (Samsat Digital Nasional). Mengutip laman Samsat Digital, SIGNAL adalah aplikasi untuk memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor secara aman dan mudah. Langkah-langkahnya adalah:

    • Download aplikasi SIGNAL di App Store dan Google Play Store
    • Buka aplikasi SIGNAL
    • Pilih menu NKRB (Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor)
    • Klik “Lanjut”
    • Nantinya muncul informasi SKK pembayaran pajak pokok kendaraan bermotor (PKB) dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas dan jumlah pajak yang harus dibayar.

    3. SMS

    Layanan SMS juga dapat digunakan untuk mengecek plat nomor Jatim. Caranya cukup mudah, yaitu:

    • Buka layanan SMS, Pastikan kamu memiliki pulsa
    • Tulis SMS dengan format JATIM (spasi) Plat Nomor, kirim ke 7070
    • Tunggu beberapa saat. SMS akan dibalas dengan informasi lengkap mengenai kendaraan yang plat nomornya dimasukkan.

    4. Datangi Samsat

    Cara terakhir adalah dengan mengunjungi kantor Samsat sesuai dengan domisili terdaftarnya kendaraan. Beberapa dokumen yang perlu dibawa yaitu:

    • KTP
    • STNK
    • BPKB (Asli dan fotokopi) dari kendaraan.

    Itulah beberapa cara cek nomor plat kendaraan Jatim. Selamat mencoba langkah-langkah ini detikers.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari Kecelakaan Maut Porsche Tabrak Pantat Truk di Tol Dalam Kota



    Jakarta

    Sebuah mobil sport Porsche Cayman menabrak bagian belakang truk di Tol Dalam Kota, Jakarta, dini hari tadi. Pengemudi Porsche dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan ini.

    Kecelakaan tersebut terjadi pada Rabu (19/6) pukul 01.40 WIB dini hari tadi di Km 5+200 B sebelum GT Kuningan 2 Tol Dalam Kota Jakarta. Disebutkan, kecelakaan ini terjadi akibat kurangnya kehati-hatian pengemudi Porsche dalam berkendara.

    “Sebelum GT Kuningan 2 wilayah Jakarta Selatan, saat sedang berjalan karena kurangnya hati-hati saat berkendara akhirnya kendaraan sedan Porsche Cayman yang dikemudikan saudara TP menabrak bodi belakang kendaraan truk Mitsubishi yang dikemudikan saudara RA yang berada di depannya,” kata Kasi Laka Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Diella Kartika Artha dikutip detikNews.


    Porsche itu menyangkut di bagian belakang truk. Bahkan, Porsche sempat terseret sejauh 150 meter lantaran pengemudi truk tidak tahu.

    Dalam kecelakaan tersebut, pengemudi Porsche Cayman berinisial TP meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain itu, satu penumpangnya mengalami shock berat.

    Pelajaran dari Insiden Porsche Tabrak Truk di Tol Dalam Kota

    Kecelakaan maut mobil menabrak bokong truk sering terjadi di jalan tol. Ada beberapa pelajaran penting dari kecelakaan maut serupa agar tidak terulang lagi.

    Pertama, kita harus paham ‘kekurangan’ truk perihal dimensi dan bobotnya yang besar. Truk bergerak lambat sehingga butuh waktu untuk akselerasi dan pengereman, termasuk membutuhkan ruang yang luas saat manuver dan memiliki blind spot yang luas.

    Kedua, hindari mengemudi secara agresif. Misalnya, pindah lajur tiba-tiba karena tidak sabar menunggu mobil di depan kembali ke lajur kiri. Masalahnya, di sebelah kiri sering terdapat truk yang melaju perlahan. Dengan perbedaan kecepatan yang tinggi, tanpa disadari mobil tiba-tiba sudah dekat dengan bak truk. Risikonya sangat besar jika kita gagal mengantisipasinya.

    Selanjutnya, patuhi batas kecepatan di jalan tol. Jalan tol dalam kota memiliki batas kecepatan minimal 60 km/jam dan maksimal 80 km/jam. Mobil yang terlalu cepat akan sulit dikendalikan dan berbahaya jika di depan ada truk yang berjalan lambat.

    Selain mematuhi batas kecepatan aman, kita juga harus menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Kita harus mampu melihat potensi masalah dari truk di depan dan melakukan manuver menghindar saat dibutuhkan. Seperti ketika ada truk yang tidak kuat menanjak. Termasuk memiliki ruang yang cukup untuk melakukan pengereman jika diharuskan mengurangi kecepatan.

    Kemudian, pengemudi juga harus paham dan sadar bahwa tidak semua truk di jalan tol memiliki perangkat safety. Kadang ditemui truk yang lampu belakangnya redup, bahkan mati. Ada juga yang tidak menggunakan stiker pemantul cahaya. Truk dengan kekurangan semacam ini bisa menjadi ancaman bagi pengendara di belakangnya.

    Terakhir yang juga penting adalah, segera beristirahat jika lelah. Sebab rasa lelah yang dipaksakan bisa mengurangi konsentrasi mengemudi di jalan tol. Jika hilang konsentrasi sedikit saja, dampaknya bisa sangat fatal.

    “Jadi kalau ada tanda-tanda fatigue atau letih atau ngantuk, itu segera cari tempat istirahat. Atau, tunda perjalanan kalau belum memulai perjalanan. Menunda atau mengganti moda transportasi, atau kalau ada suruh orang lain yang bawa. Intinya dia tidak boleh mengemudi saat dia letih,” ujar Praktisi keselamatan berkendara dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu.

    Pengemudi sebaiknya menyadari kondisi tubuh yang sudah lelah dan tidak memaksa mengemudi. Ada baiknya menepi sejenak untuk beristirahat 20-30 menit. Saat istirahat itu, pengemudi bisa melakukan power nap sebelum melanjutkan perjalanan.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini 10 Cara Merawat Baterai Motor Listrik, Wajib Tahu!


    Jakarta

    Belakangan ini, motor listrik yang lebih efisien, nyaman, dan ramah lingkungan mulai menggeser popularitas sepeda motor berbasis bahan bakar minyak. Berbeda dengan motor biasa, sumber energi motor listrik ditenagai oleh baterai.

    Sebagai komponen vital, baterai harus dijaga dengan baik agar performa dan kinerja motor listrik tetap maksimal. Lalu, bagaimana cara merawat baterai motor listrik? Berikut ulasannya.

    Cara Merawat Baterai Motor Listrik

    Dilansir dari laman Dofabike dan Polytron, berikut ini sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk merawat baterai motor listrik agar tetap awet dan tahan lama:


    1. Beli Motor Listrik Berlisensi

    Hal penting yang perlu diperhatikan saat hendak membeli motor listrik adalah lisensinya. Pastikan motor listrik yang akan dibeli sudah memenuhi sertifikasi UL 2849.

    Sertifikasi ini menunjukkan bahwa kendaraan motor telah teruji kualitasnya. Hal ini akan meminimalisir risiko terjadinya kerusakan yang dapat timbul dari baterai, sistem penggerak, atau sistem pengisian daya motor listrik.

    2. Keluarkan Baterai Saat Tidak Digunakan

    Apabila tidak sering digunakan, disarankan untuk melepas komponen baterai pada motor listrik. Cara ini diyakini dapat memperpanjang masa pemakaian kendaraan motor listrik.

    3. Hindari Menggunakan Motor Listrik Hingga Kondisi Baterai Rendah

    Kebiasaan ini harus dihindari oleh pengguna motor listrik, jika ingin ketahanan baterai kendaraan tetap terjaga. Pasalnya, menggunakan dan mengisi ulang daya baterai dalam kondisi persentase baterai rendah atau kosong berpotensi merusak kinerja baterai.

    Baterai motor listrik paling tidak harus diisi kembali saat ada di presentase 25% hingga 80%.

    4. Jaga Kebersihan Baterai

    Cara berikutnya untuk merawat baterai motor listrik adalah menjaga baterai tetap bersih. Kamu bisa membersihkan baterai secara berkala menggunakan kain lembap. Gunakan juga sikat kering untuk menjangkau kotoran yang menempel pada bagian konektor baterai.

    5. Hindari Motor Listrik dari Paparan Suhu Ekstrem

    Motor listrik sebisa mungkin harus dihindarkan dari kondisi cuaca panas atau dingin yang ekstrem. Hal ini karena suhu panas berlebih dapat merusak komponen yang ada dalam baterai.

    Oleh karena itu, sebelum mengisi ulang daya baterai, sebaiknya tunggu dulu minimal 30 menit sampai kondisi temperatur motor listrik sudah mendingin.

    6. Hindari Penggunaan Charger dan Kabel Abal-abal

    Beberapa pengguna motor listrik mungkin tergiur untuk membeli charger atau kabel non ori yang harganya lebih murah. Padahal, penggunaan kabel atau adaptor abal-abal justru memicu banyak proses pemanasan dalam waktu singkat yang dapat berakibat pada rusaknya baterai.

    Supaya baterai tetap aman, usahakan untuk menggunakan komponen charger atau kabel orisinal dari produsen.

    7. Parkirkan Motor Listrik di Tempat yang Teduh

    Seperti yang sempat disebut sebelumnya, suhu panas merupakan salah satu faktor yang bisa merusak baterai motor listrik. Supaya masa guna baterai tetap tahan lama, ada baiknya untuk memarkirkan motor listrik di tempat yang teduh dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

    8. Hindari Mengisi Daya Baterai Motor Listrik Terlalu Lama

    Ternyata mengisi daya baterai motor listrik terlalu lama atau sampai terlalu penuh juga pantang dilakukan. Pasalnya, daya yang masuk berlebihan akan mengakibatkan kinerja lithium menjadi tidak optimal.

    Pengguna cukup mengisi daya motor listrik hingga mencapai rentang persentase 90-95%.

    9. Isi Daya Baterai Secara Teratur

    Jadwal pengisian daya baterai motor listrik juga tak boleh luput diperhatikan. Baterai motor listrik wajib diisi secara rutin setidaknya setiap dua atau tiga hari sekali, agar performanya tetap mulus.

    10. Hindari Baterai dari Benturan atau Pukulan

    Cara terakhir untuk merawat baterai motor listrik yaitu dengan melindunginya dari pukulan atau benturan. Pasalnya, komponen yang menempel pada baterai dikhawatirkan akan lepas jika terlalu sering terkena benturan atau pukulan.

    Jika tidak dijaga, kondisi ini juga dapat menyebabkan penurunan performa, kerusakan, bahkan kebakaran pada baterai.

    Itulah tadi beberapa cara merawat baterai motor listrik agar tetap awet dan terhindar dari kerusakan. Semoga pembahasan di atas bisa membantu detikers dalam merawat motor listrik kesayangan dengan lebih baik ya.

    (khq/khq)



    Sumber : oto.detik.com

  • Motor Injeksi Perlu Dipanaskan atau Tidak Sebelum Digunakan?


    Jakarta

    Sebelum digunakan beraktivitas, motor biasanya dipanaskan terlebih dahulu dengan menyalakan mesinnya. Ini ditujukan agar oli dapat melumasi komponen-komponen di dalam mesin.

    Pada motor yang menggunakan karburator, memanaskan mesin diperlukan agar performanya maksimal. Namun, sepeda motor masa kini kebanyakan sudah dibekali teknologi injeksi. Lantas, apakah motor injeksi masih perlu dipanaskan sebelum dipakai?

    Motor Injeksi Perlu Dipanaskan atau Tidak?

    Berdasarkan catatan detikOto, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Wahyu Budhi, menerangkan mesin motor injeksi tetap harus dipanaskan sebelum digunakan. Dengan memanaskannya terlebih dahulu, oli dapat melumasi seluruh komponen mesin dengan baik.


    Pada sepeda motor yang tidak dipakai dalam jangka lama, oli umumnya menjadi dingin. Jika motor langsung digunakan, pergesekan antara komponen yang belum berlumur oli dikhawatirkan bisa membuat mesin bermasalah.

    Berapa Lama Mesin Motor Injeksi Perlu Dipanaskan?

    Sistem injeksi sudah dibekali peranti elektronik yang lebih pintar. Karena itu, motor injeksi tidak perlu dipanaskan lama-lama.

    “Saat memanaskan mesin motor injeksi juga jangan terlalu lama. Cukup satu sampai lima menit,” kata Wahyu. “Asalkan, saat dipanaskan, mesin motor dalam kondisi langsam atau idle dan tidak digeber-geber.”

    Tuas gas tidak perlu dimainkan atau digeber saat motor injeksi dipanaskan. Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bakal ada bensin yang terbuang apabila memanaskan mesin motor terlalu lama.

    “Jika terlalu lama dipanaskan, bakal percuma juga karena bensin akan terbuang sia-sia,” imbuhnya.

    Begitu juga seperti yang dipaparkan oleh Technical Service Analyst Astra Motor, Rangga Noviar, motor injeksi cukup dipanaskan sekitar 1 menit dan tuas gas tak perlu ditarik-tarik atau dimainkan. Sebab, konsumsi bahan bakar bisa menjadi lebih boros.

    “Motor berteknologi injeksi cukup dipanaskan maksimal 1 menit saja. Karena dalam rentang waktu 1 menit itu kinerja oli mesin, sistem bahan bakar dan yang lainnya sudah siap difungsikan,” ujar Rangga.

    Selain itu, memanaskan mesin motor injeksi juga berfungsi untuk memastikan campuran bahan bakar yang masuk ke ruang bakar sudah ideal.

    “Untuk mengatur kebutuhan bahan bakar yang ideal sudah diatur oleh komponen elektronik yang dinamakan ECM (engine control module),” tambah Rangga.

    Mesin injeksi tidak usah dipanaskan terlalu lama lantaran telah dibekali komponen pendeteksi suhu mesin yang dapat menginformasikan ke ECM. Sehingga motor lebih mudah dihidupkan tanpa perlu dipanaskan terlalu lama dan memainkan tuas gasnya.

    Tidak Memanaskan Motor di Dalam Rumah

    Ada pula hal yang mesti diperhatikan saat mesin motor injeksi dipanaskan, yaitu tidak memanaskannya di dalam rumah. Pilihlah tempat yang lapang dan terbuka dan sebaiknya tidak terlalu dekat dengan tembok.

    Karena saat pemanasan motor, lampu utama biasanya akan menyala. Pantulan cahaya pada dinding bisa membuat bagian mika pada lampu meleleh akibat terlalu panas. Tingkat panasnya juga dapat memantul ke reflektor lampu itu sendiri. Sehingga menyebabkan reflektor meleleh dan bohlam bisa putus.

    Di samping itu, memanaskan motor di dalam rumah tidak dianjurkan pula sebab gas buang kendaraan mengandung sejumlah zat berbahaya. Seperti gas karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), serta timbal.

    Apabila dipanaskan di dalam ruangan dan tertutup, gas tersebut akan mengumpul di sana. Dan jelas ini dapat membahayakan kesehatan.

    Nah, itu tadi penjelasan apakah motor injeksi perlu dipanaskan atau tidak sebelum digunakan. Serta beberapa tips saat memanaskan motor.

    (azn/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Penyebab Motor Ngempos dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Pernahkah motormu terasa tidak bertenaga alias ngempos saat digas? Ketika tarikan gas cukup dalam, seharusnya sepeda motor dapat meluncur dengan cepat sesuai posisi tuasnya. Akan tetapi, tenaga yang dihasilkan justru masih loyo.

    Motor yang kehilangan tenaga tak nyaman dipakai untuk berkendara. Kondisi ini bahkan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Karena itu, motor ngempos tidak dapat diabaikan dan perlu ditangani segera. Namun, apa penyebab motor ngempos?

    Penyebab Motor Ngempos

    Motor yang tak bertenaga dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Berikut beberapa penyebab motor ngempos yang dikutip dari laman Suzuki Indonesia:


    1. Masalah pada Kompresi

    Kompresi mesin mengacu pada tekanan yang dihasilkan ketika gas dan udara dipadatkan di dalam ruang bakar. Saat kompresi mengalami masalah seperti menghilang, tenaga yang dihasilkan mesin dapat menurun.

    Untuk mengatasi ini, starter engkol bisa digunakan untuk menghidupkan mesin. Di samping itu, bahan bakar juga dapat dipastikan masuk ke dalam mesin dengan cara ini.

    2. Klep Terlalu Rapat

    Seiring penggunaannya, setelan klep atau valve bisa bergeser menjadi rapat. Apabila terlalu rapat, pasokan dan pembuangan pada mesin jadi tidak seimbang. Alhasil, mesin bisa cepat panas, tarikan gas terasa berat, dan tenaga motor juga malah turun.

    Kalau sudah begitu, kerapatan klep perlu diatur ulang. Pastikan tidak sembarang ya saat mengatur setingan valve.

    3. Filter Udara Tersumbat

    Suplai udara ke mesin dapat terhambat lantaran filter udara yang kotor. Di sisi lain, proses pembakaran juga terdampak karenanya. Pada akhirnya, tenaga yang dihasilkan mesin bisa drop.

    Untuk mencegah itu terjadi, filter udara dapat diperiksa dan dibersihkan rutin. Jika sudah sudah terlalu kotor, filter bisa diganti dengan yang baru.

    4. Bahan Bakar Tidak Sesuai

    Penggunaan BBM yang tidak sesuai bisa jadi penyebab motor ngempos lho. Bahan bakar yang berkualitas buruk atau yang oktannya tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan dapat membuat pembakaran mesin menjadi tak sempurna serta mengurangi tenaga.

    Karena itu, gunakanlah BBM berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi mesin motor. Perhatikan pula kebersihan tangki bahan bakar. Kalau perlu, ganti filter BBM berkala.

    5. Kepala Silinder Kotor

    Menggunakan bahan bakar berkualitas rendah juga dapat mempengaruhi kebersihan kepala silinder pada mesin motor.

    Kepala silinder yang kotor membuat proses pembakaran di ruang bakar tidak berjalan lancar. Sehingga dapat berakibat pada penurunan performa sepeda motor. Sebab itu, bersihkan komponen ini secara rutin.

    6. Masalah pada Sistem Bahan Bakar

    Karburator atau injektor yang rusak dapat menyebabkan masalah di sistem bahan bakar. Dengan begitu proses pembakaran bisa menjadi kurang sempurna. Tenaga yang dihasilkan motor dapat terdampak sehingga jadi menurun.

    Kalau begini, komponen karburator atau injektor mesti dibersihkan. Bawalah motor ke bengkel terpercaya untuk mengatasi ini.

    7. Usia Kendaraan Tua

    Penyebab lain motor ngempos bisa karena usia kendaraan yang sudah tua. Seiring usianya, performa mesin di dalamnya juga dapat menurun lantaran sejumlah komponen mengalami aus.

    Komponen yang aus bisa berpengaruh terhadap tenaga motor. Karena itu, servis rutin perlu dilakukan pada motor yang sudah semakin tua. Komponen-komponen aus atau rusak dapat diganti dengan yang baru apabila memungkinkan.

    Nah, itu tadi sederet penyebab motor ngempos dan cara mengatasinya.

    (azn/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Dampak Telat Ganti Oli Mesin Setelah Mobil Dipakai Jarak Jauh



    Jakarta

    Bagi para pemilik mobil, jangan lupa melakukan perawatan mobil setelah dipakai buat libur panjang seperti saat libur Idul Adha kemarin. Saat perjalanan jauh, mesin bekerja keras supaya dapat membawa seluruh anggota keluarga melewati berbagai karakter. Ditambah, cuaca panas dan debu meningkatkan risiko mesin rusak.

    Dalam kondisi ini, oli mesin bekerja keras buat menjaga kesehatan mesin. Oli melarutkan kotoran di dalam ruang mesin buat disaring oleh filter oli. Kotoran berasal dari debu yang masuk melalui celah seal yang bocor, terbawa udara yang diisap ke ruang bakar, serta serpihan logam halus akibat gesekan antar komponen mesin.

    Tugas berikutnya adalah membantu menurunkan suhu mesin akibat gesekan antar komponen mesin dengan meneruskan panas ke dinding blok mesin dan selanjutnya diserap oleh cairan radiator. Formula oli mesin juga berupaya mencegah karat pada komponen mesin supaya tahan lama.


    Akibat Tidak Ganti Oli Mesin Setelah Perjalanan Jauh

    Dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, sejatinya oli mesin dirancang tahan suhu tinggi, bahkan sebagian titik didihnya ada yang mencapai 200° C. Namun oli tidak memiliki sistem pendingin khusus sehingga sulit melepaskan panas berlebih di jalan macet, ditambah cuaca panas menyengat dalam perjalanan jauh.

    Akibatnya setelah menghadapi kondisi berat perjalanan jauh, struktur senyawa kimia oli mesin akan berubah dan kemampuannya menurun. Karena tidak bisa bekerja secara optimal dalam melindungi komponen mesin, gesekan akan meningkat dan meninggalkan banyak residu logam.

    Jika dibiarkan, kotoran menghambat kinerja mesin dan membuat komponennya rusak akibat gagal menjalankan fungsi utama oli. Residu berlebihan akan menyumbat filter dan pompa oli, bahkan mampat kalau sudah terlalu parah.

    Fungsi oli lainnya seperti membantu melepaskan panas mesin ikut berkurang dan membuat kerja radiator semakin berat. Suhu oli yang terlalu panas akan membuatnya kian encer dan berisiko masuk ke ruang bakar lewat celah ring piston. Kondisi ini sering disebut oli menguap dan berisiko menimbulkan deposit di ruang bakar.

    Jangan lupa, oli mesin yang prima akan menjaga kinerja mesin. Sehingga, performanya selalu optimal dan hemat bensin karena efisien. Selain itu, emisi juga dapat ditekan karena pembakaran berlangsung dengan baik dan deposit karbon sangat sedikit. Manfaat ini akan berkurang kalau kualitas oli turun.

    Meskipun mesin dalam keadaan prima, risiko oli menguap tetap ada. Oli akan menguap karena pada batas suhu tertentu, energi dalam yang mengikat molekul hidrokarbonnya tidak sanggup lagi menahan diri akibat adanya energi panas berlebihan. Semua efek negatif di atas jika diabaikan akan berujung pada mesin jebol sehingga harus turun mesin.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com