Author: Import

  • Kenali Gejala dan Penyebab Motor Turun Mesin, Demi Kesehatan Motor Kesayangan


    Jakarta

    Jika motor dibengkel sudah memasuki tahap turun mesin, tandanya motor memiliki masalah yang cukup serius. Mengutip dari catatan detikOto, turun mesin pada motor artinya pembongkaran mesin karena komponen di dalam mesin terjadi kerusakan dan menyebabkan performa motor menurun atau bahkan mogok.

    Turun mesin menjadi hal yang paling menakutkan atau dihindari oleh para pengguna motor. Bagaimana tidak, selain membutuhkan waktu yang lama, pembongkaran mesin di bengkel juga cukup menguras biaya belum lagi ditambah dengan komponen yang harus diganti.

    Nah demi kesehatan motor kesayangan, kenali gejala dan penyebab turun mesin pada motor melalui penjelasan artikel berikut ini.


    Gejala Turun Mesin

    Mengutip dari Dubizzle (19/6/2024) turun mesin bisa dikenali pada tanda-tanda atau gejala paling umum berikut ini.

    1. Mesin Kehilangan Tenaga

    Salah satu indikasi paling umum pada masalah mesin yang cukup serius adalah mesin kehilangan tenaga. Jika motor kesulitan berakselerasi atau membutuhkan lebih banyak gas untuk mempertahankan kecepatan tidak seperti sebelumnya, itu bisa menjadi tanda keausan internal mesin.

    Kondisi ini sebenarnya normal normal, komponen dalam mesin seperti cincin piston, katup, dan dinding silinder akan mengalami keausan seiring waktu. Tetapi jika hal tersebut menurun secara signifikan, kamu memerlukan profesional untuk memeriksa mesin dan memperbaikinya.

    2. Konsumsi Oli Berlebihan

    Oli motor berperan sangat penting pada mesin untuk mencegah keausan pada bagian dalam mesin yang bergerak. Namun jika kamu merasa konsumsi oli pada motor berlebihan, itu merupakan masalah serius pada mesin motor bagian dalam.

    Segel bocor, cincin piston yang aus, atau panduan katup yang rusak bisa menjadi penyebab pada masalah konsumsi oli. Oleh karena itu, diperlukan pengecekan mesin untuk mencari masalah oli pada mesin dalam motor.

    3. Suara Motor Tidak Biasa

    Suara tertentu bisa menandakan suatu masalah mesin. Suara berdenting, ketukan, atau gemerincing, terutama saat mesin bekerja atau akselerasi mungkin menunjukkan komponen mesin yang aus atau rusak.

    Cincin piston longgar atau aus, masalah sistem katup dan sebagainya bisa menyebabkan suara-suara yang tidak biasanya. Oleh karena itu jika terdengar suara aneh pada motormu, sebaiknya segera dilakukan pengecekan untuk mencegah masalah yang lebih besar.

    4. Bensin Sangat Boros

    Pada beberapa jenis motor memang ada yang konsumsi bensin atau bahan bakarnya boros atau sangat irit. Tetapi jika tiba-tiba motormu mengalami penurunan efisiensi bahan bakar, itu menandakan adanya masalah pembakaran dalam mesin.

    Cincin piston aus, segel katup, atau masalah sistem bahan bakar dapat menyebabkan masalah pada pembakaran dan mengakibatkan bensin begitu boros. Pengecekan menyeluruh pada mesin dapat membantu mengidentifikasi sumber masalah dan mengembalikan efisiensi bahan bakar.

    5. Asap Knalpot Berlebihan

    Asap knalpot yang berlebihan dapat menandakan masalah pada bagian dalam mesin. Biasanya ini mengindikasikan adanya cairan yang ikut terbakar sehingga menimbulkan asap pada motor.

    Pada beberapa kasus, masalahnya juga bisa dikenali dari warna asap yang terkepul. Asap biru menunjukkan oli terbakar dalam ruang bakar, biasanya karena cincin piston atau segel katup yang aus.

    Asap putih bisa menunjukkan cairan pendingin yang masuk ke ruang bakar, mungkin karena gasket kepala yang bocor atau kepala silinder yang retak. Asap hitam sering menunjukkan campuran udara-bahan bakar yang bisa disebabkan oleh rusaknya injektor bahan bakar, atau masalah sistem pengapian.

    6. Kualitas Idle yang Buruk

    Motor seharusnya beridle dengan lancar dan konsisten. Jika motormu mengalami idle yang kasar atau tidak teratur, itu bisa menjadi tanda masalah pada mesin. Penyebab umum termasuk busi yang kotor, injektor bahan bakar yang kotor, atau kebocoran udara di sistem asupan.

    7. Kesulitan saat Starter

    Kesulitan memulai motor, terutama saat dingin, dapat menunjukkan berbagai masalah yang memerlukan perhatian. Memang penyebab umum dari masalah ini adalah termasuk baterai lemah, busi kotor, atau masalah sistem bahan bakar.

    Namun, jika mesin berputar tetapi gagal menyala atau membutuhkan engkol yang berlebihan, itu bisa menjadi tanda masalah internal mesin.

    Penyebab Motor Turun Mesin

    Selain gejala yang telah disebutkan, adapun penyebab motor turun mesin secara umum mengutip dari detikOto (19/6/2024) sebagai berikut.

    1. Jarang Ganti Oli

    Seperti yang sudah dijelaskan, oli memiliki peran yang vital pada mesin motor. Oli berguna untuk mendinginkan suhu mesin, mengurangi gesekan antar komponen di dalam mesin, serta melapisi komponen supaya tidak korosi.

    Jika pergantian oli jarang dilakukan atau mengganti oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin motor, mungkin oli tidak berfungsi dengan maksimal atau paling parah bisa menimbulkan kerusakan pada mesin. detikOto menyarankan untuk mengganti oli mesin sekitar 3000 km atau kira-kira 3 bulan sekali.

    2. Modifikasi Mesin Asal-asalan

    Pabrikan sudah mendesain spesifikasi mesin agar komponen mesin tahan lama. Perubahan spesifikasi mesin atau modifikasi sudah pasti akan mengurangi umur komponen di dalam mesin.

    Terlebih lagi jika modifikasi mesin dilakukan secara asal-asalan, tanpa memperhatikan aspek teknis yang diperlukan.C ontohnya kesesuaian komponen mesin atau perbandingan kompresi, resiko terjadinya turun mesin sangat mungkin terjadi.

    3. Motor Kemasukan Air

    Air merupakan unsur yang paling dihindari dan jangan sampai masuk kedalam motor apalagi saat kondisi mesin menyala. Hal ini karena saat air masuk sampai ruang bakar, maka akan menyebabkan water hammer.

    Akibat dari hal ini piston rusak dan setang piston bengkok, sehingga turun mesin tidak dapat dihindari. Nah untuk menghindari hal tersebut, saat curah hujan sedang tinggi sebaiknya hindari genangan air yang terlalu dalam.

    Atau jika tidak memungkinkan menghindari genangan air yang terlalu dalam sebaiknya matikan motor dan lewati genangan air dengan cara mendorong motor, serta pastikan saluran udara bersih dari air saat akan menyalakan kembali.

    4. Kurangnya Perawatan Rutin

    Seperti yang sudah dijelaskan, penurunan performa mesin itu sangat normal terjadi seiring pemakaian. Nah perawatan rutin melalui servis bulanan pada bengkel resmi, dapat membantumu mengecek kondisi mesin apakah masih bekerja dengan baik atau tidak.

    5. Mesin Overheat

    Mesin terlalu panas atau overheat bisa terjadi jika kamu terlalu memaksakan mesin motor. Ini bisa terjadi jika misalnya melakukan perjalanan yang sangat jauh tanpa memikirkan kondisi motor.

    Suhu mesin yang terlalu tinggi bisa merusak berbagai komponen mesin seperti silinder dan piston, atau bahkan mengakibatkan kerusakan serius pada mesin secara keseluruhan.

    Itu dia penjelasan mengenai gejala dan penyebab motor turun mesin secara umum. Penjelasan tersebut perlu diperhatikan demi kesehatan motor kesayanganmu. Semoga bermanfaat.

    (khq/khq)



    Sumber : oto.detik.com

  • Dampak Ban Mobil Lebih Besar dari Standar, Jangan Asal Modifikasi!


    Jakarta

    Beberapa orang memilih untuk memilih untuk memodifikasi ban mobil lebih besar dari ukuran standarnya. Alasannya juga macam-macam baik alasan kenyamanan berkendara, meningkatkan kinerja, hingga alasan estetika supaya terlihat garang dan sporty.

    Akan tetapi sebaiknya tidak asal-asalan dalam memilih ukuran ban, karena ini berkaitan dengan kenyamanan, keamananan, dan keselamatan berkendara. Nah jika kamu berniat mengganti ukuran ban mobil lebih besar dari standar, sebaiknya baca artikel berikut lebih dulu.

    Dampak Mengganti Ukuran Ban

    Sebelum membahas tentang dampak dari modifikasi ukuran ban mobil menjadi lebih besar, hal yang perlu ditekankan sebelumnya adalah sebaiknya tetap pada ukuran yang direkomendasikan pabrik.


    Mengutip dari Caliber (19/6/2024) alasan untuk tetap pada setelan pabrik adalah karena produsen telah merancang dan merekayasa kendaraan dengan dimensi ban tertentu. Ini mencakup sistem suspensi, ruang roda, jarak fender, dan drivetrain dikalibrasi dengan tepat untuk bekerja secara harmonis pada ukuran ban yang direkomendasikan.

    Oleh karena itu mengganti ukuran ban jauh dari ukuran yang direkomendasikan dapat mempengaruhi kinerja, pengendalian dan keselamatan berkendara. Selain itu pergantian ukuran ban yang tidak sesuai juga dapat mempengaruhi sistem kerja speedometer dan odometer dalam mengukur.

    Hal ini karena speedometer dan odometer dikalibrasi pada diameter gulir ban yang direkomendasikan. Kemudian yang perlu lebih diperhatikan adalah penggantian ukuran ban menjadi lebih besar, yang bisa mengganggu keseimbangan dan mempengaruhi kinerja pengereman. Ini berpotensi membuat jarak pengereman yang lebih panjang dan mengurangi keselamatan.

    Bolehkah Untuk Tetap Mengganti Ukuran Ban Menjadi Lebih Besar?

    Meskipun tidak direkomendasikan, meningkatkan ukuran roda kendaraannya. Dengan catatan, peningkatan ukuran tersebut masih dalam batas wajar dan beberapa hal diperhatikan.

    Manager Proving Ground Bridgestone Tire Indonesia Zulpata Zaenal menjelaskan tentang peningkatan ukuran ban pada detikOto sebagai berikut.

    “Begitu kita mau grade up, yang harus diperhatikan tetap standar pabrikan mobil itu berapa. Pertama dimensi ban. Misalnya, mobil A ukuran ring 14, enggak tiba-tiba langsung 18 inci. Ada hitungannya. Minimal sama tingginya. Jadi misalnya ukuran 175/65-14, mau naikin ke ring 15 boleh, jadi 185 tapi aspek rasionya turun jadi 60, tingginya jadi sama. Itu gunanya nanti odometer enggak kacau, fuel consumption di situ ada, pengereman juga. Minimal naik satu atau turun satu,” kata Zulpata.

    Adapun yang perlu diperhatikan pada penggantian ukuran mobil adalah load index. Load index merupakan sebuah indeks kemampuan ban menopang beban. Load index tidak boleh turun sama sekali.

    “Kalau di ban itu suka ada tulisan 185/65 R15 82H, misalnya, 82 itu adalah load index. Load index itu kemampuan ban menopang beban. Load index enggak boleh turun sama sekali, itu harus sama karena menyangkut kemampuan ban. Karena mereka sudah dihitung,” tuturnya.

    Tips Sebelum Meningkatkan Ukuran Ban

    Dari catatan detikOto, sebelum meningkatkan ukuran ban beberapa tips berikut ini perlu diperhatikan, terutama untuk detikers yang masih awam tentang dunia otomotif.

    1. Tinggi dan Diameter Total Tidak Berubah Drastis

    Saat mengganti ban, pilih ukuran dengan diameter yang berbeda maksimal ±3% dari ban asli. Jika mengganti dengan velg yang lebih besar, tambahkan 10 mm lebar penampang ban untuk setiap kenaikan 1 inch velg.

    Kemudian untuk mencegah gesekan dengan fender, pilih ban dengan dinding lebih rendah, menurunkan aspek rasio sebesar 5-10%. Hal ini penting untuk menjaga akurasi speedometer, handling, dan kinerja pengereman, serta mencegah kerusakan pada kendaraan.

    2. Perhatikan Indeks Beban dan Simbol Kecepatan

    Saat mengganti ukuran ban, pastikan indeks beban dan simbol kecepatan ban baru setara dengan ban bawaan. Sesuaikan tekanan angin jika simbol kecepatan berbeda untuk mencegah kerusakan ban, ketidakstabilan, dan panas berlebih. Indeks beban harus minimal sama dengan ban asli untuk menjaga distribusi beban dan menghindari overload.

    3. Pastikan Bead Ban Tertopang Sepenuhnya oleh Velg

    Ban dengan lebar penampang yang melebihi lebar badan kendaraan dapat mempercantik penampilan mobil, tetapi terlalu lebar bisa berbahaya. Jika bead ban tidak sepenuhnya ditopang oleh velg, risiko bead terlepas saat menikung tajam atau berpindah jalur sangat mungkin terjadi. Ini menimbulkan resiko bahaya yang perlu diperhatikan.

    4. Konsultasi dengan Profesional

    Kemudian yang paling penting adalah berkonsultasi dengan profesional. Saat memilih dan memasang ban, penting untuk meminta saran profesional dari mekanik terpercaya untuk memastikan kompatibilitas dan keselamatan optimal. Terlebih lagi jika detikers awam dengan dunia otomotif.

    Itu dia ulasan mengenai dampak ban mobil lebih besar dari standar (tidak sesuai standar). Jadi, jangan asal-asalan modif ya!

    (khq/khq)



    Sumber : oto.detik.com

  • Apakah Benar Aki MF Bebas Perawatan? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Aki atau baterai merupakan komponen yang vital sebagai sumber tenaga listrik untuk kendaraan motor ataupun mobil. Salah satu jenis aki kering yang kerap digunakan pada kendaraan adalah aki MF atau Maintenance Free.

    Penamaan aki ini seringkali membuat orang salah paham dan mengira bahwa aki MF tidak memerlukan perawatan sama sekali. Supaya tidak salah kaprah, simak penjelasan selengkapnya tentang aki MF di artikel ini.

    Apa Itu Aki MF?

    Mengutip dari buku Pengetahuan Baterai Mobil karya Drs. Daryanto (2021), Aki MF atau kependekan dari Maintenance Free merupakan jenis aki yang umumnya terbuat dari basis jenis aki kalsium dan aki hybrid. Aki MF didesain secara khusus untuk dapat menekan tingkat penguapan air.


    Uap pada jenis aki ini akan mengalami kondensasi, sehingga kembali berubah menjadi air murni yang mempertahankan level air aki agar tetap normal. Karena itulah, aki MF biasanya tidak lagi membutuhkan pengisian air aki.

    Apakah Benar Aki MF Bebas Perawatan?

    Meski disebut Maintenance Free atau bebas perawatan, hal ini tidak serta-merta berarti bahwa aki MF tidak membutuhkan perawatan dan pengecekan. Faktanya, aki MF tetap harus dirawat agar kondisinya tetap optimal.

    Adapun perawatan untuk aki MF yang dirangkum dari situs Midtronics adalah sebagai berikut:

    1. Pemeriksaan Rutin

    Aki MF pada dasarnya tidak memerlukan pengisian ulang air aki. Kendati demikian, komponen aki MF tetap harus diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak ada tanda-tanda kerusakan, kebocoran, atau pembengkakan pada aki.

    Pemeriksaan ini pun tidak boleh dilakukan sembarangan dan disarankan untuk diperiksa secara langsung di bengkel.

    2. Menguji Ketahanan Baterai

    Langkah berikutnya dalam merawat aki MF adalah menguji kondisi baterai. Setelah kendaraan dipakai sehari-hari, tentunya seiring waktu komponen aki dapat mengalami penurunan performa. Karena itu, jenis baterai atau aki MF harus dicek secara rutin menggunakan peralatan yang andal.

    3. Menyimpan Aki Dengan Benar

    Hal lainnya yang patut diperhatikan dalam merawat aki MF adalah cara penyimpanannya. Jika kendaraan jarang digunakan, sebaiknya lepas bagian aki dan simpanlah di tempat yang kering dan teduh.

    Cara ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya korosi pada baterai yang dapat timbul dari waktu ke waktu. Dengan demikian, aki pun menjadi lebih awet dan tahan lama.

    4. Membersihkan Bagian Terminal Aki

    Terminal aki merupakan komponen penting yang menghubungkan aki dengan kabel dan kepala aki. Ketika timbul korosi, aliran arus listrik pun akan terhambat dan berakibat pada menurunnya kinerja aki secara keseluruhan.

    Namun, tak perlu khawatir, karena masalah ini bisa dicegah dengan rajin membersihkan terminal aki. Pembersihan aki dianjurkan untuk dilakukan paling tidak sekali setahun.

    Kelebihan Aki MF

    Penggunaan aki MF memiliki beberapa kelebihan. Dilansir dari laman Autocative, berikut sederet kelebihan dari aki MF dibandingkan jenis aki konvensional lainnya:

    1. Tidak Mudah Tumpah

    Salah satu masalah yang cukup merepotkan saat mengisi ulang air pada aki konvensional adalah airnya yang mudah tumpah dan mengenai badan. Air aki diketahui mengandung asam sulfat yang berbahaya bagi kulit. Namun pada aki MF, air aki tidak mudah tumpah karena jenis aki ini memiliki segel yang cenderung lebih kokoh.

    2. Tidak Mudah Korosi

    Berbicara soal air aki, tumpahan air aki juga berpotensi menyebabkan korosi pada komponen aki. Jika sudah korosi, diperlukan waktu dan tenaga ekstra untuk menghilangkannya. Untungnya, segel pada jenis aki MF dikemas untuk meminimalisir kebocoran air aki MF, sehingga mengurangi risiko aki terkena korosi.

    3. Masa Pakai yang Lebih Lama

    Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, jenis aki MF menggunakan proses rekombinasi oksigen, sehingga mampu mencegah penguapan dan kebocoran air. Dengan minimnya risiko kebocoran air aki yang dapat menyebabkan korosi, alhasil masa pakai aki MF pun menjadi lebih awet dibandingkan jenis aki lainnya.

    4. Tidak Mudah Panas

    Kondisi suhu panas berlebih atau overheat seringkali menjadi penyebab rusaknya aki mobil. Berbeda dengan aki konvensional, aki MF dilengkapi dengan sistem ventilasi yang mumpuni, sehingga sirkulasi udara lebih lancar dan aki terhindar dari overheat.

    Kekurangan Aki MF

    Di balik segala kelebihannya, aki MF tetap mempunyai sejumlah celah kekurangan. Berikut diantaranya:

    1. Sulit Diperbaiki

    Kelemahan utama dari jenis aki MF adalah aki ini sulit diperbaiki jika sudah rusak. Terlebih, jika aki mengalami masalah kekurangan air tambah atau air suling. Pasalnya, aki MF yang disegel menyulitkan proses penambahan air suling pada komponen aki.

    2. Harganya yang Mahal

    Kekurangan lainnya dari jenis aki MF adalah harganya yang relatif lebih tinggi dibandingkan aki pada umumnya. Menurut laman Carsome, hal ini dikarenakan aki MF atau aki kering diproduksi menggunakan teknologi yang lebih canggih dari jenis aki basah.

    Kesimpulannya, aki MF tetap harus dirawat dengan baik agar tahan lama dan kinerjanya tetap prima. Sebagai tambahan informasi, aki bebas perawatan bisa bertahan hingga sekitar 3-5 tahun.

    (khq/khq)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Cek Ketebalan Kampas Kopling Mobil yang Mulai Aus


    Jakarta

    Mengecek ketebalan kampas kopling mobil sebelum berkendara diperlukan. Pasalnya, kampas kopling yang telah tipis atau aus dapat menurunkan performa mobil. Sehingga perjalanan bisa terganggu, bahkan dapat membahayakan penumpang.

    Pengecekan kampas kopling dapat dilakukan tanpa harus membongkar mobil. Cukup melakukan cara sederhana, ketebalan kampas kopling sudah bisa diprediksi. Lantas, bagaimana cara cek ketebalan kampas kopling mobil yang aus?

    Fungsi Kampas Kopling Mobil

    Sebelum membahas cara cek ketebalan kampas kopling mobil, mari ketahui kampas kopling mobil secara singkat lebih dulu.


    Dilansir Auto2000, kampas kopling atau clutch disc berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke transmisi mobil.

    Letaknya berada di antara flywheel dan plat penekan. Ketika bekerja, kampas kopling bergesekan dengan komponen di sekelilingnya. Akibat gesekan tersebutlah kampas akan menipis.

    Kampas kopling menipis seiring penggunaannya. Selama penggunaan normal, kampas bisa aus setelah dipakai sekitar tiga tahun. Tapi, kebiasaan mengemudi yang buruk juga dapat memendekkan usia pakainya seperti melepas pedal kopling dengan kasar dan kerap melakukan setengah kopling.

    Apabila kampas kopling sudah habis, komponen ini perlu segera diganti yang baru. Kalau tidak, kerusakan yang lebih parah pada komponen mobil bisa terjadi. Alhasil, kinerja mobil semakin menurun.

    Cara Cek Ketebalan Kampas Kopling Mobil

    Sebelum terjadi apa-apa, ketebalan kampas kopling mobil dapat dicek lebih dulu. Pengecekannya dapat dilakukan secara sederhana. Berikut cara cek ketebalan kampas kopling mobil:

    1. Injak Pedal Kopling

    Ketebalan kampas kopling dapat dicek dengan menginjak pedal kopling. Bila jarak injak pedal kopling dirasa menjadi lebih pendek maka menandakan kampasnya menipis atau bahkan telah habis atau aus.

    Selain diinjak, posisi pedal kopling yang tiba-tiba naik atau tampak lebih tinggi juga dapat menjadi tanda kampasnya mulai aus.

    2. Injak Pedal Gas

    Kampas kopling yang sudah tipis dapat dilihat dari akselerasi mobil yang menurun. Karena tenaga dari mesin tidak tersalurkan dengan baik.

    Untuk mengeceknya, pedal gas bisa diinjak. Apabila kecepatan mesinnya tak bertambah yang ada justru mesin berdecit atau meraung, maka dapat menunjukkan akselerasi lemah.

    Saat mobil masuk ke kondisi macet atau mobil diam padahal mesinnya dinyalakan, itu juga bisa jadi kampas telah benar-benar habis.

    Nah, itu tadi cara cek ketebalan kampas kopling mobil yang aus atau menipis. Kalau detikers sudah mencoba cara di atas dan mendapati kampas kopling habis, segera diganti dengan yang baru ya.

    (azn/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Belajar dari Kecelakaan Maut Pajero Tabrak Truk, Wajib Pakai Seatbelt



    Jakarta

    Kecelakaan maut terjadi di Tol Batang-Semarang, kemarin pagi. Mitsubishi Pajero Sport menabrak truk mogok, akibatnya empat orang meninggal dunia.

    Kecelakaan yang terjadi di KM 405, wilayah Desa Magelung, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal, itu melibatkan Pajero Sport berpelat AG 1691 AF dan truk. Akibat insiden tersebut, empat orang yang merupakan penumpang Pajero Sport meninggal dunia.

    Warga sekitar, Supriyanto, mengungkapkan suara akibat benturan mobil yang menabrak truk sangat keras.


    “Dengar ada suara benturan keras, saya keluar rumah dan lihat mobil Pajero hitam sudah ringsek. Di jalan ada dua korban yang terlempar, dan ada korban yang terjepit (di dalam mobil),” kata Supriyanto dikutip detikJateng.

    “Di situ ada truk mogok sudah dua hari dan dari arah barat mobil Pajero ngebut kencang dan nabrak truk yang parkir itu (dari belakang),” imbuh dia.

    Belajar dari kecelakaan maut yang sampai membuat penumpang terlempar keluar mobil, penting agar semua penumpang di dalam mobil menggunakan sabuk keselamatan atau seatbelt. Dengan menggunakan seatbelt, ketika terjadi kecelakaan atau bahkan mobil terguling, badan kita tidak akan terlempar ke sana ke mari.

    Sayangnya, menurut Instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian, masih banyak pengguna kendaraan yang menyepelekan penggunaan sabuk keselamatan. Terlebih, aturan saat ini hanya mewajibkan penggunaan sabuk pengaman untuk sopir dan penumpang depan.

    “Karena base in Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang sudah sejak 2009 tanpa revisi. Ini data dan faktanya jelas penggunaan sabuk pengaman dengan baik dan benar mampu mengurangi risiko ketika terjadi crash,” kata Reza kepada detikOto, Minggu (23/6/2024).

    Reza juga meminta pengelola jalan tol untuk melakukan kampanye keselamatan penggunaan sabuk pengaman untuk semua penumpang. Paling tidak, semua penumpang wajib pakai seatbelt di jalan tol, ketika mobil cenderung dipacu hingga kecepatan tinggi.

    “Jadi ini mungkin kampanye simple, saat masuk tol ada perintah penggunaan safety belt karena bahaya dari tingginya kecepatan di jalan ini. Tapi diperjelas statement-nya: ‘Gunakan sabuk pengaman untuk seluruh penumpang’ gitu misalnya. Termasuk untuk anak harus ada edukasi yang baik, gunakan car booster atau kursi anak. Minimal hanya ketika di jalan tol. Kalau penumpangnya nggak mau ya wajib bagi pengemudi mengendalikan kecepatan sesuai rambu karena ada risiko penumpangnya cedera parah jika terjadi crash,” jelas Reza.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mau Panjang Umur? Jangan Ngebut Pakai Pajero-Fortuner di Jalan Tol



    Jakarta

    Di jalan tol sering kali kita lihat mobil SUV ladder frame seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner dipacu dengan kecepatan tinggi. Padahal, memacu mobil SUV dengan ground clearance tinggi dan suspensi nyaman berisiko terhadap keselamatan di jalan tol.

    SUV ladder frame seperti Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner memiliki bantingan suspensi yang nyaman. Dengan suspensi nyaman, biasanya mobil berisiko limbung hingga menyebabkan kehilangan keseimbangan saat dipacu dengan kecepatan tinggi.

    “Kalau suspension empuk maka limbung, suspension stabil cenderung lebih keras. Tapi banyak produk after market bisa menyempurnakan ini,” kata instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian kepada detikOto, Senin (24/6/2024).


    Selain itu, dimensi kendaraan juga dapat mempengaruhi keseimbangan mobil saat ngebut di jalan tol. Menurut Reza, makin tinggi dari permukaan maka titik beratnya juga makin tinggi.

    “Maka risiko terguling ada. Ini kayak bawa barang tapi di atas kepala. Makanya ada peringatan di setiap SUV baca buku manual di sun visor biasanya,” ujar Reza.

    Selain itu, mobil SUV ladder frame 2WD yang biasanya menggunakan penggerak roda belakang, menurut Reza, cenderung oversteer. Hal itu juga menjadi kombinasi yang membahayakan.

    “Titik berat di atas, lebar ban pendek, suspension empuk dan kecepatan tinggi,” bebernya.

    “Dan dengan bobot dan torsi serta konstruksi SUV ini memang idealnya 4WD agar ada penggerak pendorong. Saat limbung dan slip bagian belakang ada ban depan yang menarik. Saat limbung dan slip bagian belakang ada ban depan yang menarik. Ban juga pengaruh karena dia bagian terakhir yang menapak pada permukaan jalan. Bisa dia juga sebagai suspension. Sayangnya di Indonesia 4WD ini masih dianggap barang mewah dengan pajak tinggi padahal ini bicara POV keselamatan,” jelas Reza.

    Tak cuma itu, reflek pengendara juga harus cekatan agar tidak terjadi kecelakaan. Jangan sampai reflek pengendara justru menjadi bumerang yang membuat mobil terguling.

    “Saat mobil miring ke kiri pasti biasanya naluri putar setir ke kanan. Ini malah jadi obstacles dan terguling. Untuk menormalkan arahkan setir ke sisi kemiringan. Dalam hal ini putar setir arah kiri bukan di-counter. Tidak boleh melakukan counter steering ekstrem pada kecepatan tertentu dan sebagainya,” katanya.

    “Jadi Fortuner dan Pajero memang perlu pemahaman pengemudi. Ada risiko dari kendaraannya maka mitigasinya pengemudi harus antisipasi dan belajar. Mudah belajarnya bacalah buku manual. Ada semua di situ bahkan ketika dalam kondisi darurat. Termasuk (penggunaan mode penggerak) 4H (pada SUV 4×4) itu boleh kapan saja dan (mengalihkan mode dari) 2H ke 4H tidak perlu berhenti,” pungkas Reza.

    Kalaupun mau kebut-kebutan pakai SUV seperti Fortuner dan Pajero Sport boleh-boleh saja. Tapi dilakukan di lingkungan tertutup seperti di sirkuit dan dengan memodifikasi komponen tertentu agar lebih stabil.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari Kecelakaan Tunggal Tewaskan 3 Pemuda di Tol Cipularang



    Jakarta

    Kecelakaan maut lagi-lagi terjadi di Jalan Tol Cipularang. Mobil bernomor polisi B-2867-BYN mengalami kecelakaan tunggal di KM 76 Tol Cipularang, kemarin. Akibatnya, tiga penumpang tewas dan dua orang lainnya luka berat.

    Kapolres Purwakarta AKBP Edwar Zulkarnain mengatakan kecelakaan diduga akibat sopir mobil itu dalam kondisi mengantuk. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, Minggu (23/6/2024).

    “Kendaraan datang dari arah Bandung menuju Jakarta. Setiba di TKP, diduga pengemudi mengantuk sehingga menabrak median pembatas tol,” ujar Edwar dikutip detikJabar.


    “Kendaraan posisi akhir normal (tidak terguling) melintang menghadap barat,” sambungnya.

    Edwar mengatakan dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu lainnya meninggal saat dirawat.

    Mengantuk memang menjadi salah satu penyebab terbesar kecelakaan. Untuk itu, belajar dari kejadian ini, menurut instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian, semua penumpang mobil harus memiliki peran masing-masing agar sopir tidak bekerja sendirian.

    Misalnya, sopir hanya fokus berkendara. Penumpang depan membantu menjadi navigator, pengatur suhu kabin mobil dengan mengontrol panel AC, atau membantu memutar musik di sistem hiburan kendaraan. Kalau penumpang mau tidur, sebaiknya di bangku baris belakang. Penumpang belakang juga bisa turut men-support driver dengan menjadi penyedia makanan, misalnya.

    “Jadi ketika ada penumpang atau lebih dari satu orang, risiko kelelahan bisa dimitigasi,” kata Reza kepada detikOto, Senin (24/6/2024).

    Selain itu, menurut Reza, kontur jalan dari Bandung ke Jakarta via tol juga kebanyakan menurun. Hal ini membuat pengemudi mudah mencapai kecepatan tertentu dan merasa kendaraan sangat mumpuni.

    “Padahal jalan menurun dan akselerasi serta manuver kanan-kiri menimbulkan kelelahan. Kegiatan yang terus menerus dan monoton (pengereman, gas, olah kemudi) itu akan mempercepat kelelahan,” sebut Reza.

    Untuk itu, pengemudi sangat disarankan untuk beristirahat secara rutin. Setidaknya, setelah 2 jam mengemudi, pengendara harus berhenti untuk istirahat.

    “Kalau memang bisa gantian mengemudi bisa lanjut tanpa henti. Tapi kalau hanya satu orang yang tadi, (perlu ada) co-driver, dan tiap 2 jam istirahat minimal 15 menit. (Istirahat) ngapain aja nggak apa-apa, konsepnya memotong pekerjaan monoton. Kalau ngantuk banget baru deh power nap,” katanya.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Biar Sopir Nggak Ngantuk, Ini Cara Bagi Tugas Driver-Penumpang di Mobil



    Jakarta

    Kelelahan dalam mengemudi atau mengantuk saat nyetir menjadi salah satu penyebab kecelakaan terbanyak. Akibat mengantuk inilah, pengemudi menjadi tidak fokus dalam berkendara dan berujung pada kecelakaan.

    Kemarin, terjadi kecelakaan maut di Jalan Tol Cipularang Km 76. Mobil bernomor polisi B-2867-BYN mengalami kecelakaan tunggal sehingga mengakibatkan tiga penumpang tewas dan dua orang lainnya luka berat.

    Kapolres Purwakarta AKBP Edwar Zulkarnain mengatakan kecelakaan diduga akibat sopir mobil itu dalam kondisi mengantuk. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, Minggu (23/6/2024).


    “Kendaraan datang dari arah Bandung menuju Jakarta. Setiba di TKP, diduga pengemudi mengantuk sehingga menabrak median pembatas tol,” ujar Edwar dikutip detikJabar.

    Menurut instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian, jika melakukan perjalanan lebih dari satu orang dalam satu mobil, sebaiknya pengemudi tidak dibiarkan sadar sendirian sementara penumpang yang lainnya tidur. Penumpang lain, utamanya yang duduk di kursi depan punya peran penting untuk mencegah kecelakaan akibat sopir mengantuk.

    Menurut Reza, semua penumpang mobil harus memiliki peran masing-masing agar sopir tidak bekerja sendirian. Misalnya, sopir hanya fokus berkendara. Penumpang depan membantu menjadi navigator, pengatur suhu kabin mobil dengan mengontrol panel AC, atau membantu memutar musik di sistem hiburan kendaraan. Penumpang depan yang disebut sebagai co-driver harus terjaga untuk memantau gerak-gerik pengemudi.

    Kalau penumpang mau tidur, sebaiknya di bangku baris belakang. Penumpang belakang juga bisa turut men-support driver dengan menjadi penyedia camilan, misalnya.

    “Jadi ketika ada penumpang atau lebih dari satu orang, risiko kelelahan bisa dimitigasi,” kata Reza kepada detikOto, Senin (24/6/2024).

    Selain itu, seorang pengemudi juga harus disiplin terhadap waktu istirahat. Paling tidak, setiap dua jam sekali pengemudi harus beristirahat.

    “Kalau memang bisa gentian mengemudi bisa lanjut tanpa henti. Tapi kalau hanya satu orang, (harus) ada co-driver dan tiap 2 jam istirahat minimal 15 menit. (Istirahat) ngapain aja nggak apa-apa, konsepnya memotong pekerjaan monoton. Kalau ngantuk banget baru deh power nap,” sebut Reza.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Nggak Perlu ke Bengkel, 5 Komponen Mobil Ini Bisa Dirawat Sendiri di Rumah



    Jakarta

    Rutinitas dan kesibukan aktivitas harian, khususnya pengguna mobil pribadi kadang bikin pemilik kendaraan lupa atau terlewat dalam mengecek kendaraannya. Terlebih, bagi para pemilik yang memang sangat sibuk sampai tak sempat datang ke bengkel, kecuali buat melakukan perawatan tertentu. Tapi jangan khawatir, ada perawatan ringan yang bisa dilakukan di rumah.

    Seperti dijelaskan Daihatsu dalam keterangan resminya, ada lima perawatan ringan yang bisa dilakukan di rumah.

    1. Periksa rutin ketinggian air radiator coolant di tangki cadangan. Bila kurang, tambahkan dengan air radiator coolant resmi Daihatsu. Karena kekurangan air radiator dapat
    menyebabkan mesin overheat.


    2. Periksa ketinggian oli mesin di antara batas minimum dan maksimum yang dapat terlihat pada stik cek oli, karena kekurangan oli dapat menyebabkan kerusakan mesin.

    3. Penggunaan air wiper saat menjalankan fungsi wiper sangat penting agar dapat menjaga visibilitas pengendara dan tidak merusak kaca. Pastikan air di tangki wiper juga dalam kondisi terisi penuh yang dapat dilihat dari tangki air wiper.

    4. Pemilik kendaraan yang menggunakan power steering tipe hidrolik bisa melakukan pengecekan minyak power steering dengan melihat batas minimum dan maksimum yang ada pada tangki penampungan minyak power steering. Sebelum mematikan mesin, pastikan roda depan tetap dalam keadaan lurus agar kinerja power steering tetap baik. Gunakan minyak power steering sesuai spesifikasi yang direkomendasikan.

    5. Untuk kinerja pengereman optimal, pastikan ketinggian minyak rem berada pada batas maksimum dan gunakan minyak rem yang telah direkomendasikan. Bila kurang sampai batas minimum dan lampu indikator rem menyala, segera hubungi bengkel resmi terdekat.

    6. Khusus pengguna aki basah, isilah air aki secara berkala agar aki tetap berfungsi secara optimal. Pastikan dengan cara melihat ketinggian cairan aki pada seluruh sel selalu berada antara Lower Level dan Upper Level.

    Selain tips di atas, pelanggan juga dapat memastikan kendaraannya agar selalu dalam kondisi prima dengan melakukan servis rutin atau perawatan khusus di bengkel resmi terdekat.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Bawa Pajero-Fortuner Ngebut di Tol Menantang Maut, Segini Batas Kecepatannya



    Jakarta

    Mengendarai SUV ladder frame seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner dengan kecepatan tinggi di jalan tol sama saja menantang maut. Sudah banyak kasus kecelakaan maut akibat memacu mobil dengan kecepatan tinggi. Padahal, aturannya sudah jelas bahwa ada batas maksimal kecepatan di jalan tol.

    SUV ladder frame seperti Pajero-Fortuner memiliki bantingan suspensi yang nyaman. Dengan suspensi nyaman, biasanya mobil berisiko limbung hingga menyebabkan kehilangan keseimbangan saat dipacu dengan kecepatan tinggi.

    “Kalau suspension empuk maka limbung, suspension stabil cenderung lebih keras. Tapi banyak produk after market bisa menyempurnakan ini,” kata instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian kepada detikOto, Senin (24/6/2024).


    Selain itu, dimensi kendaraan juga dapat mempengaruhi keseimbangan mobil saat ngebut di jalan tol. Menurut Reza, makin tinggi dari permukaan maka titik beratnya juga makin tinggi.

    “Maka risiko terguling ada. Ini kayak bawa barang tapi di atas kepala. Makanya ada peringatan di setiap SUV baca buku manual di sun visor biasanya,” ujar Reza.

    Selain itu, mobil SUV ladder frame 2WD yang biasanya menggunakan penggerak roda belakang, menurut Reza, cenderung oversteer. Hal itu juga menjadi kombinasi yang membahayakan.

    “Titik berat di atas, lebar ban pendek, suspension empuk dan kecepatan tinggi,” bebernya.

    “Jadi Fortuner dan Pajero memang perlu pemahaman pengemudi. Ada risiko dari kendaraannya maka mitigasinya pengemudi harus antisipasi dan belajar. Mudah belajarnya bacalah buku manual. Ada semua di situ bahkan ketika dalam kondisi darurat. Termasuk (penggunaan mode penggerak) 4H (pada SUV 4×4) itu boleh kapan saja dan 2H ke 4H tidak perlu henti,” pungkas Reza.

    Perlu diketahui, saat ini telah ada aturan mengenai batas kecepatan minimal dan maksimal di jalan tol. Aturan itu tercantum di Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 111 tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan.

    Khusus buat jalan bebas hambatan batas kecepatan paling rendah, ditetapkan dengan batas absolut 60 km/jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi adalah 100 km/jam. Penetapan batas kecepatan itu sudah memperhitungkan berbagai faktor, seperti frekuensi kecelakaan, fatalitas, kondisi permukaan jalan, dan usulan masyarakat.

    Sedangkan untuk berkendara di tol dalam kota, kecepatan minimal berkendara 60 km/jam maksimal berkendara yaitu 80 km/jam. Kemudian untuk berkendara di tol luar kota yakni minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam. Tapi, ada juga tol luar kota yang membatasi kecepatan maksimal 80 km/jam, tergantung kondisinya.

    Berbagai risiko bisa dialami pengendara jika memacu mobil di jalan tol melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Risiko ini bisa kecelakaan, membuat komponen mobil rusak, hingga ancaman hukuman dan denda. Risiko itu tidak hanya untuk Pajero-Fortuner yang kebut-kebutan, ya, tapi untuk semua mobil yang melebihi batas kecepatan.

    (rgr/lth)



    Sumber : oto.detik.com