Author: Import

  • Pelajaran dari OB Tabrak Showroom gara-gara Salah Injak Pedal Mobil



    Jakarta

    Di media sosial viral sebuah mobil menabrak showroom di Palembang. Mobil yang menabrak itu dikendarai oleh seorang Office Boy (OB) bernama Abdul Majid (37) yang berniat memindahkan mobil untuk membersihkan kaca showroom.

    Abdul mengaku berniat memindahkan mobil itu untuk mempermudah dirinya membersihkan kaca showroom. Namun, ia salah menginjak pedal mobil manual milik PT Honda Union Palembang, yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, itu.

    “Saya mau bersihkan kaca showroom. Karena rawan kena mobil, jadi saya inisiatif pindahkan. Ternyata salah injak pedal,” ungkap Abdul dikutip detikSumbagsel.


    Abdul mengakui waktu itu tak meminta izin ke pihak manajemen karena hanya berniat memindahkan mobil sedikit. Sayangnya ia tak sengaja menginjak pedal gas sehingga mobil melaju dan menabrak kaca showroom.

    “Saya bisa bawa mobil. Tapi memang selama dua tahun kerja di sini, tidak pernah (memindahkan mobil). Niatnya injak rem, malah injak gas,” terangnya.

    Warga Lorong Swadaya, Jalan Puncak Sekuning Palembang tersebut mengungkapkan permintaan maafnya terhadap perusahaan dan konsumen yang ada saat kejadian.

    “Saya pribadi mohon maaf kepada perusahaan dan pelanggan yang terganggu. Ini murni kelalaian saya. Alhamdulillah tidak ada yang menjadi korban,” imbuhnya.

    Dalam video yang beredar, tampak bagian depan mobil Honda Brio ringsek. Mobil tersebut terlihat berasal dari luar dan menembus masuk ke ruang tunggu showroom.

    Mobil tersebut berhenti setelah menabrak tiang pondasi dan menyebabkan kaca salah satu sisi showroom pecah berserakan. Tampak juga banyak pelanggan yang sedang berada di lokasi. Beberapa bangku tunggu berwarna merah juga terlihat tertabrak.

    Kecelakaan akibat salah injak pedal sudah sering kali terjadi. Niat menginjak rem, pengemudinya justru menekan pedal gas yang membuat mobil meluncur deras hingga menabrak objek di depannya.

    Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menyebut sebelum berkendara sebaiknya pengemudi mengenali dan memahami cara kerja dan operasional sebuah kendaraan.

    “Khususnya salah injak pedal bisa dipelajari di awal, mana pedal dan fungsinya serta risiko-risikonya. Seperti, menginjak pedal gas harus dalam posisi duduk siap, posisi tumit ada di depan pedal dan menginjak pedal gasnya harus smooth serta clear area,” jelas Sony kepada detikcom, belum lama ini.

    Sony menekankan, posisi tumit harusnya berada sejajar dengan pedal rem. Jika tumit berada sejajar dengan pedal gas, maka kaki pengemudi akan kesulitan mengoreksi ke pedal rem di saat kaget atau tiba-tiba harus mengerem.

    “Lebih baik ngeremnya sempurna dan ngegasnya nggak sempurna daripada sebaliknya,” sebutnya.

    Terakhir, Sony mewanti-wanti agar pengemudi selalu menempatkan tumitnya di lantai mobil sementara yang beroperasi menginjak pedal hanya kaki bagian ujung depan. “Iya, tumit sebagai tumpuan. Nggak boleh gantung,” katanya.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • OB Tabrak Showroom Gegara Salah Injak Pedal Mobil, Begini Posisi Kaki yang Benar



    Jakarta

    Viral di media sosial mobil yang menabrak showroom di Palembang. Ternyata, mobil itu hendak dipindahkan oleh seorang Office Boy (OB) yang sedang membersihkan kaca showroom

    Abdul Majid, OB yang mengendarai mobil tersebut, mengaku berniat memindahkan mobil itu untuk mempermudah dirinya membersihkan kaca showroom. Namun, ia salah menginjak pedal mobil manual milik PT Honda Union Palembang, yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, itu.

    “Saya mau bersihkan kaca showroom. Karena rawan kena mobil, jadi saya inisiatif pindahkan. Ternyata salah injak pedal,” ungkap Abdul dikutip detikSumbagsel.


    Abdul mengakui waktu itu tak meminta izin ke pihak manajemen karena hanya berniat memindahkan mobil sedikit. Sayangnya ia tak sengaja menginjak pedal gas sehingga mobil melaju dan menabrak kaca showroom.

    “Saya bisa bawa mobil. Tapi memang selama dua tahun kerja di sini, tidak pernah (memindahkan mobil). Niatnya injak rem, malah injak gas,” terangnya.

    Warga Lorong Swadaya, Jalan Puncak Sekuning Palembang tersebut mengungkapkan permintaan maafnya terhadap perusahaan dan konsumen yang ada saat kejadian.

    “Saya pribadi mohon maaf kepada perusahaan dan pelanggan yang terganggu. Ini murni kelalaian saya. Alhamdulillah tidak ada yang menjadi korban,” imbuhnya.

    Agar tak salah injak pedal lagi, pengendara harus paham soal posisi kaki saat nyetir yang benar. Praktisi keselamatan berkendara yang juga istruktur dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan posisi kaki yang tepat saat mengemudi. Posisi kaki kanan adalah tumit bertumpu di lantai mobil. Untuk berpindah dari pedal gas ke pedal rem, cukup menggeser ujung kaki ke pedal rem, sementara tumit tetap di lantai.

    “Kaki kanan itu bertumpu pada tumit, waktu kita mau injak pedal rem, tinggal diubah saja kemiringannya sehingga tumit kita tetap bertumpu di floor. Karena kalau kaki kanan kita angkat full untuk menginjak rem, nanti akan over pressure bahkan roda depan akan mengunci (karena tekanan berlebih pada pedal rem),” kata Jusri.

    Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menyebut sebelum berkendara sebaiknya pengemudi mengenali dan memahami cara kerja dan operasional sebuah kendaraan.

    “Khususnya salah injak pedal bisa dipelajari di awal, mana pedal dan fungsinya serta risiko-risikonya. Seperti, menginjak pedal gas harus dalam posisi duduk siap, posisi tumit ada di depan pedal dan menginjak pedal gasnya harus smooth serta clear area,” jelas Sony.

    Sony menekankan, posisi tumit harusnya berada sejajar dengan pedal rem. Jika tumit berada sejajar dengan pedal gas, maka kaki pengemudi akan kesulitan mengoreksi ke pedal rem di saat kaget atau tiba-tiba harus mengerem.

    “Lebih baik ngeremnya sempurna dan ngegasnya nggak sempurna daripada sebaliknya,” sebutnya.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Catat Ya! Bawa Mobil Apa pun Ada Risikonya, Perhatikan Ini kalau Mau Selamat



    Jakarta

    Berkendara di jalan raya dengan berbagai karakter pengguna jalan dan kendaraannya tetap memiliki potensi bahaya. Mengendarai kendaraan jenis dan merek apa pun, pengendara tetap memiliki ancaman bahaya kalau tidak menerapkan kaidah keselamatan.

    Instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian mengatakan, apa pun jenis atau merek kendaraannya pengemudi kendaraan pasti memiliki risiko. Untuk itu, pengendara harus bisa mengantisipasinya agar tetap selamat di jalan raya tanpa harus menjadi korban kecelakaan fatal, apalagi sampai meninggal dunia di jalan.

    “Pasti sudah pandai mengemudi entah di mana dan bagaimana caranya. Tetapi ketika memutuskan untuk menjadi pengemudi ber-SIM, maka tidak lepas dari tanggung jawab hukum untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain serta lingkungan jalan,” kata Reza kepada detikOto, Selasa (25/6/2024).


    Agar selamat di jalan raya, menurut Reza, ketika berada di jalan sebaiknya pengemudi mengantisipasi tiga penyebab kecelakaan, yaitu manusia, kendaraan, dan lingkungan.

    “Lingkungan jalan tidak bisa kita kendalikan karena sudah seperti ini keadaan lalu lintas di negeri tercinta ini. Jadi tinggal kendaraan dan manusia, terutama kita sebagai pengemudi dan pengguna jalan,” ucap Reza.

    Pengemudi harus mengenali kendaraan yang dibawa. Semua kendaraan, apa pun merek, jenis maupun tipenya pasti ada bahayanya. Makanya setiap pengendara harus memiliki surat izin mengemudi dan persyaratannya pun tinggi.

    “Tentunya juga para insinyur dan pemegang merek sudah melakukan konsep luar biasa. Tidak mungkin (sebuah kendaraan) ada di pasaran kalau itu tidak bisa dikendalikan risikonya. Pengendalian risiko itu pasti akan bisa menyelamatkan manusia baik pengemudi ataupun pengguna jalan lainnnya, apalagi penumpang. Apa pun bahaya dari lingkungan jalan, akan tetap selamat dengan limitasi kendaraan dan ini harus dipahami sebagai pengendalian risiko dengan tujuan keselamatan,” jelasnya.

    Ujung-ujungnya tetap di tangan manusianya sebagai pengemudi. Pengemudi harus bisa mengenali keterampilan dan kompetensi diri sendiri. “Dan tidak perlu membandingkan dengan orang lain karena jelas ada perbedaan,” katanya.

    “Pola berpikir, respon dan tingkat pengetahuan kita berbeda-beda. Limitasinya adalah pengendalian dengan merujuk ke UULAJ (Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) dan aturan baku. Semua untuk selamat dari bahaya di jalan,” pungkas Reza.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Peran Penting Dashcam, Selamatkan Pengendara dari Tuduhan Insiden di Jalan



    Jakarta

    Insiden yang merugikan pengendara bisa saja terjadi di jalan raya. Berbagai modus kejahatan dilancarkan oknum tertentu yang menyasar para pengendara mobil. Salah satunya berpura-pura tertabrak mobil dan meminta pengendara bertanggung jawab.

    Belum lama ini, terjadi insiden mengejutkan di wilayah Kalideres, Jakarta Barat. Seorang ibu bersama anaknya tiba-tiba terjatuh di depan mobil yang melintas.

    Kejadian ini awalnya memicu kesalahpahaman di antara masyarakat yang menyaksikan. Masyarakat mengira pengemudi mobil tersebut sebagai penyebab kecelakaan. Namun, rekaman dashcam berhasil mengungkap kebenaran dan membebaskan pengemudi dari tuduhan yang tidak berdasar.


    Pengemudi yang terlibat dalam insiden itu, Rizky, menggunakan dashcam sebagai bukti bahwa dirinya tidak bersalah. Dascham Dekka dengan resolusi 4K menunjukkan bahwa ibu dan anak tersebut jatuh bukan karena tertabrak mobil, melainkan karena gagal menaiki kendaraan bermotor yang sedang diparkir di tepi jalan.

    “Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di jalan, namun sekarang setidaknya kita memiliki bukti yang cukup bisa diandalkan,” kata Rizky setelah menunjukkan rekaman dashcam kepada pihak berwenang dikutip dari siaran pers yang dirilis Dekka.

    Dashcam DekkaDashcam Dekka Foto: Dok. Super Spring

    CEO PT Superspring, produsen dashcam Dekka, Arianto Furiady, mengatakan keberadaan dashcam beresolusi tinggi semakin penting mengingat maraknya kasus kecelakaan palsu yang sudah ditargetkan di jalan-jalan yang tidak terpantau CCTV. Kasus-kasus ini sering kali bertujuan untuk meminta tebusan dari pengendara yang lewat, meski tanpa bukti.

    Biasanya, pelaku dari kejadian seperti ini sudah bekerja sama dengan preman setempat, menjadikan pengendara sebagai korban yang mudah dieksploitasi. Peran dashcam dalam kasus ini tidak hanya membantunya membuktikan ketidakbersalahannya, tetapi juga menjadi bukti betapa pentingnya perangkat ini dalam menjaga keamanan di jalan raya.

    Dengan rekaman beresolusi tinggi, setiap insiden bisa dianalisis dengan tepat, menghindarkan pengendara dari kesalahpahaman dan potensi kerugian yang lebih besar.
    Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pengendara untuk selalu waspada dan mempertimbangkan penggunaan dashcam berkualitas tinggi sebagai langkah preventif dalam menghadapi situasi tak terduga di jalan.

    “Dekka menawarkan complete-solution artinya harga yang kami tawarkan itu gratis biaya pasang, gratis memory-card, dan juga sudah termasuk hard-wire kit. Pembeli tidak perlu repot lagi mencari bengkel tempat pasang dan tidak ada biaya tersembunyi lainnya,” kata Arianto.

    Dashcam Dekka juga memiliki garansi selama 2 tahun. Jika dalam masa garansi terdapat kerusakan, garansi ganti baru. T

    Berikut Tipe dan Harga Lengkap Dashcam DEKKA :

    • DK10 1 Camera: Free Memory 64 GB, harga Rp 999.000
    • DK20 2 Camera: Resolusi 2k, Free Memory 64 GB, harga Rp 1.999.000
    • DK40 2 Camera: Resolusi 4K, Free Memory 128 GB, harga Rp 2.499.000.

    (rgr/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Seberapa Penting Coating untuk Mobil Baru?



    Jakarta

    Eksterior mobil adalah salah satu bagian yang rentan rusak seiring pemakaian. Apakah pemilik mobil perlu melapisi cat bodi kendaraannya dengan teknologi coating agar cat terlindungi dan bertahan lama?

    Meski mobil dalam kondisi baru, bukan berarti tanpa perawatan. Pentingnya menjaga tampilan mobil kesayangan, meski baru keluar dari pabrik atau showroom, ada baiknya menambah proteksi tambahan pada bagian eksterior hingga interiornya.

    Seperti dijelaskan Scuto Indonesia dalam keterangan resminya, mobil baru disarankan diberi proteksi pada bagian cat, yaitu coating. Coating menjadi lapisan tambahan yang bisa memproteksi cat dari oksidasi. Selain itu jika cat mulai rusak, seperti warna pudar atau kusam, maka biaya cat ulang tentu akan merogoh kocek lumayan mahal.


    Mobil listrik bisa tampil lebih kece dengan nano ceramic coatingMobil listrik bisa tampil lebih kece dengan nano ceramic coating Foto: Dok. Scuto Indonesia

    Manfaat coating diklaim membuat bodi mobil menjadi lebih tahan terhadap bercak air, dan berbagai serangan jamur akibat adanya water repellent effect. Istilah ini berkaitan dengan efek daun talas pada permukaan mobil, sehingga air dan berbagai kotoran tidak akan mudah menempel.

    Salah satu treatment coating yang disarankan yakni laminating mobil yang mengadopsi produk pelindung cat mobil berbahan dasar cairan nano ceramic. Teknologi ini diklaim bisa memberikan lapisan perlindungan khusus terhadap cuaca ekstrem dan sinar UV, cat bodi mobil tidak memudar dan tetap prima dengan efek warna berkilap (glossy look) dengan efek hydrophobic layaknya efek daun talas ketika permukaan bodi kendaraan dalam kondisi basah.

    “Cara kerjanya dikemas dengan teknologi nano yang mampu menutup pori-pori cat dan menyatu dengan lapisan cat, sehingga memproteksi lapisan cat dari jamur atau kotoran yang masuk ke dalam pori-pori tersebut,” bilang Sugiarto Ongko selaku CEO Scuto Group.

    “Scuto Pride hadir untuk memberikan proteksi dan perlindungan ekstra bagi pemilik kendaraan dengan tahun produksi 2023 dan 2024. Keuntungan lain, konsumen mendapat penambahan masa jaminan perawatan (garansi) menjadi 5 tahun,” tambah Sugiarto.

    Benefit program Scuto Pride adalah penambahan masa garansi selama 3 tahun, yang sebelumnya hanya 2 tahun garansi. Dengan garansi ini, konsumen mendapat potongan untuk treatment ulang perawatan sebesar Rp 1 juta. Scuto Pride berlaku selama periode Juli sampai September 2024.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Sering Terjadi Celaka, Ini Tips Berkendara di Perumahan



    Jakarta

    Kecelakaan di kawasan perumahan sudah beberapa kali terjadi. Ini tips berkendara untuk menghindari kecelakaan di kawasan pemukiman.

    Kecelakaan fatal yang melibatkan mobil di kawasan perumahan sudah beberapa kali terjadi. Belum lama ini, ada anak balita yang terlindas Toyota Fortuner di dekat rumahnya. Kecelakaan seperti itu bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya ada beberapa kejadian mirip yang melibatkan mobil berukuran besar dan melindas anak kecil.

    “Berbeda dengan jalan raya yang memiliki rambu dan marka jalan lebih lengkap, jalan di area perumahan biasanya lebih kecil serta minim rambu dan marka. Ditambah, adanya potensi masalah tambahan seperti anak bermain di jalan, hewan peliharaan, pedagang keliling, mobil parkir, dan aktivitas lain yang wajib diperhatikan,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000 dalam siaran persnya.


    Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut tips berkendara di kawasan perumahan.

    1. Jangan Ngebut

    Jangan pernah memacu mobil meskipun jalan sepi atau Anda penghuni kompleks tersebut. Ada potensi bahaya seperti anak kecil atau hewan tiba-tiba lari ke jalan. Atur kecepatan berkisar 5-10 km/jam terutama jika jalan kurang lebar dan rawan kecelakaan.

    2. Hati-hati Banyak Gangguan

    Jalan dalam lingkungan perumahan memiliki banyak gangguan yang bisa memicu kecelakaan. Seperti polisi tidur atau persimpangan jalan. Bisa pula keluar-masuk orang atau kendaraan lain dari rumah yang wajib dipantau sepanjang jalan. Kendaraan kecil seperti gerobak tukang sayur juga dapat menghalangi jalan.

    3. Hati-hati Ketika Manuver

    Karena melihat jalan sepi, banyak pengemudi yang tidak memperhatikan situasi, khususnya di persimpangan jalan. Ada pula yang main belok saja dengan sudut tajam yang dapat berbahaya jika dari arah berlawanan ada anak kecil atau kendaraan lain. Berhenti sejenak di persimpangan jalan untuk memastikan situasi aman dan lakukan manuver belok yang normal sesuai aturan lalu lintas.

    Ketika akan belok di jalan yang sempit dan ramai, buka jendela supaya lebih jelas melihat. Tidak ada salahnya mengeluarkan kepala untuk memastikan tidak ada anak kecil di lajur yang akan dilewati. Jangan ragu keluar mobil untuk memastikan situasi aman dan memberikan arahan kepada anak-anak supaya menjauh dari mobil.

    4. Kurangi Kecepatan saat Melihat Anak Kecil

    Meskipun bukan di tengah jalan, segera kurangi kecepatan jika melihat ada anak kecil sedang bermain. Saking asyiknya bermain, mereka bisa berlari ke tengah jalan yang sangat berbahaya andai kamu gagal mengantisipasinya.

    5. Waspada Blind Spot Mobil

    Blindspot sangat mungkin dialami sekalipun mengendarai mobil sedan. Apalagi kalau sedang manuver belok di jalan yang lebarnya terbatas. Khususnya kalau ternyata mobil yang dipakai berukuran besar sehingga menambah area blind spot.

    6. Jaga Jarak Aman

    Senatiasa menjaga jarak aman menjadi salah satu kunci menjaga keamanan di jalan. Misalnya saat kamu ingin mendahului anak yang sedang bermain sepeda. Jangan terlalu dekat saat mengikutinya supaya ada ruang manuver ketika tiba-tiba arah sepeda berubah, atau membunyikan klakson agar si anak menyadari keberadaan mobil. Tetap jaga jarak aman pula ketika akan mendahului gerobak dan kendaraan lain yang melaju pelan di jalan perumahan.

    7. Hargai Warga Sekitar

    Kurangi kecepatan jika melihat ada warga sedang beraktivitas di depan rumahnya. Selain menjaga keselamatan, langkah ini juga untuk mencegah debu berterbangan atau cipratan genangan air, yang akan mengganggu orang lain. Selain itu juga untuk menghormati warga tersebut.

    8. Lupakan Bermain Ponsel

    Jangan bermain ponsel karena bahaya mengintai. Bisa jadi saat memegang ponsel, kamu tidak menyadari ada anak kecil di sekitar dan berujung celaka.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Lagi Musim Liburan Sekolah, Awas Banyak Anak-anak Main di Jalan



    Jakarta

    Di musim liburan sekolah saat ini, banyak anak-anak yang memanfaatkan waktu luangnya untuk bermain. Tak sedikit pula mereka yang bermain di jalanan.

    Mereka bermain di jalanan kompleks perumahan atau bahkan di jalan raya. Untuk itu, pengguna kendaraan bermotor perlu ekstra waspada terhadap ancaman bahaya anak-anak yang bermain di jalan.

    Instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian mengatakan, setiap pengendara sebaiknya memastikan layak di jalan. Sebagai pengguna jalan, kita wajib menjaga keselamatan pengguna jalan lain dan diri sendiri.


    “Kendalikan kecepatan sesuai kondisi lingkungan dan jalan serta jauhkan distraksi. Karena akan banyak kejadian melibatkan anak-anak yang sedang banyak berada di jalan dalam musim liburan mereka,” kata Reza kepada detikOto, Selasa (2/7/2024).

    Menurutnya, di kampung dan di desa serta jalan lintas juga hampir sama, akan banyak anak bermain di jalanan. Mereka kerap asyik bermain dengan teman dan lupa tempat dan menjaga keamanan mereka sendiri.

    “Namanya anak juga memiliki kompetensi terbatas baik dari sisi identifikasi bahaya apalagi antisipasinya. Pandangan mereka juga masih sangat terbatas, maka pastikan mereka melihat Anda dan kendaraan Anda. Jangan tuntut apa pun dari mereka, tetapi antisipatif dengan berikan mereka prioritas dan jadilah pengguna jalan yang berkeselamatan terhadap risiko dari bahaya yang ditimbulkan orang lain di jalan seperti anak-anak,” ujar Reza.

    Reza menceritakan kejadian yang menarik perhatian ketika ibu-ibu bersama anaknya menunggu antrean masuk kendaraan umum tapi diklakson oleh pengguna jalan yang lain.

    “Menyikapi hal ini sebaiknya pada pengemudi dan pengguna jalan lainnya atau bahkan Anda sebagai penumpang antisipatif terhadap ini. Traffic lalu lintas cenderung lega dan sangat mudah untuk tidak menjaga kecepatan. Dan ketika ada rintangan cenderung tidak nyaman dan tidak suka akhirnya niat mengusirnya (dengan klakson) agar tidak ada hambatan di jalan,” sebutnya.

    Padahal, seperti disinggung di atas, pengendara wajib menjaga keselamatan pengguna jalan lain dan diri sendiri.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Inilah Alasan Saat Mobil Manual Pindah Persneling Gas Dilepas


    Jakarta

    Mengemudikan mobil manual butuh lebih banyak penguasaan teknik dibandingkan mobil matic. Salah satu yang harus dikuasai dengan baik adalah teknik memindahkan transmisi atau persneling.

    Pengemudi mobil harus tahu alasan kenapa saat pindah persneling gas dilepas. Simak juga bagaimana teknik memindahkan transmisi yang benar.

    Alasan Pindah Persneling Gas Dilepas

    Saat pindah transmisi atau pindah persneling, kopling harus diinjak penuh dan gas harus dilepas. Alasan pindah persneling gas dilepas adalah agar kopling tidak cepat rusak.


    Dilansir dari Cartoq terkait kesalahan fatal pengguna mobil manual, disebut bahwa kopling adalah satu-satunya penghubung antara mesin dan transmisi. Ketika pedal gas masih diinjak dan kopling masih diinjak, maka hal ini bisa membuat kopling cepat aus.

    Bahkan saat gas masih diinjak, kita tidak diperbolehkan menginjak kopling meski hanya sedikit. Disarankan agar kaki kiri diletakkan di lantai ketika mobil berjalan agar kopling tidak terinjak.

    Dikutip dari gearboxspecialistsbournemouth.co.uk, kebiasaan menginjak gas dengan kondisi kopling yang diinjak bisa membuat sistem kopling cepat panas. Panas berlebih dapat menyebabkan cakram kopling aus.

    Teknik Pindah Persneling Mobil Manual yang Tepat

    Dikutip dari situs Hyundai, berikut ini beberapa teknik pindah persneling yang harus dikuasai pengemudi mobil manual agar prosesnya berlangsung halus dan tidak merusak komponen:

    1. Pastikan Kondisi Sekitar Aman

    Saat akan menambah maupun mengurangi gigi persneling, pastikan kondisi sekitar Anda terlebih dahulu. Hindari memindah gigi ketika sedang berada dalam kondisi jalanan yang rawan seperti tikungan.

    Saat berada di kondisi jalan yang rawan, Anda membutuhkan dua tangan untuk mengemudi dengan aman. Tunggu waktu yang tepat untuk memindahkan gigi.

    2. Lepaskan Pedal Gas lalu Injak Pedal Kopling

    Sebelum memindahkan persneling, pastikan melepaskan pedal gas terlebih dahulu, kemudian diikuti menginjak pedal kopling. Pedal gas harus dilepaskan perlahan, dan pedal kopling juga diinjak perlahan tanpa menggunakan kekuatan.

    Jangan tergesa-gesa dalam melakukan proses ini. Perlu diperhatikan bahwa kedua hal ini dilakukan dalam waktu yang hampir bersamaan dan dalam jarak waktu yang sangat singkat.

    3. Pindahkan Persneling dengan Tangan Kiri

    Selanjutnya, saat kopling sudah diinjak penuh dan pedal gas dilepaskan, pindahkan gigi sesuai dengan kebutuhan. Saat memindahkan persneling, pandangan tetap mengarah ke depan. Gunakan tangan kiri untuk memindahkan tuas persneling.

    4. Lepas Pedal Kopling dan Injak Pedal Gas

    Setelah tuas persneling berada pada posisi yang diinginkan, kembali lepaskan pedal kopling sebelum kembali menginjak gas. Seperti proses sebelumnya, proses ini dilakukan dalam waktu yang hampir bersamaan dan dalam waktu yang singkat.

    Demikian telah kita ketahui alasan pindah persneling gas dilepas adalah agar kopling tidak cepat aus, lengkap dengan teknik pindah persneling yang benar.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kenapa Knalpot Mobil Keluar Asap Putih? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Knalpot yang mengeluarkan asap putih bisa jadi tanda adanya masalah pada kendaraan. Pada mobil, ini bisa jadi tanda kalau sistem pembakaran.

    Oleh sebab itu, sebagai pengguna mobil kita perlu mengetahui penyebab dan cara mengatasi knalpot mobil yang keluar asap putih. Berikut ulasannya.

    Penyebab

    Dikutip dari laman resmi Suzuki Indonesia, berikut merupakan penyebab mesin mobil keluar asap putih secara umum:


    • Kebocoran pada air pendingin.
    • Kebocoran oli menuju kompartemen pembakaran.
    • Kondensasi gas buang.
    • Terjadi Kerusakan pada sistem Polyvinyl Chloride (PVC).
    • Ada sisa air yang tertinggal di saluran knalpot.
    • Keausan pada sel katup.
    • Keausan pada ring piston dan silinder blok.

    Penting untuk diketahui, keluarnya asap putih normal bisa terjadi pada kondisi tertentu. Contohnya, saat saat suhu udara dingin (knalpot mengeluarkan uap air yang terlihat sebagai asap putih).

    Ini adalah kondisi normal dan biasanya tidak menunjukkan masalah serius. Pastikan kendaraan sudah cukup dipanaskan, dan perhatikan apakah asap putih tetap keluar saat mesin sudah mencapai suhu kerja normal.

    Cara Mengatasi Knalpot Mobil Keluar Asap Putih

    Dikutip dari situs Astra International, berikut merupakan cara mengatasi knalpot berasap pada mobil:

    1. Cek Oli Mesin

    Knalpot yang mengeluarkan asap putih bisa jadi tanda adanya masalah pada sistem pembakaran maupun kebocoran cairan pendingin ke dalam ruang bakar.

    Oleh sebab itu, cara mengatasinya adalah dengan memeriksa oli mesin.
    Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada tanda-tanda pencampuran dengan air. Jika ada, segeralah bawa mobil ke bengkel agar diperiksa lebih lanjut.

    2. Periksa Niveau Cairan Pendingin

    Keluarnya asap termasuk dari indikasi kebocoran cairan pendingin ke dalam ruang bakar. Cek niveau cairan pendingin, untuk memastikan tidak ada penurunan yang signifikan sekaligus mencegah overheating mesin.

    3. Periksa Piston dan Cylinder Head

    Asap putih knalpot secara berlebihan dengan bau manis, bisa jadi tanda adanya masalah pada piston atau cylinder head. Lakukanlah pengecekan ini oleh teknisi profesional. Tujuannya untuk menentukan sumber masalah dan perbaikan yang sesuai.

    4. Cek Katalis Konverter

    Katalis konverter berperan dalam mengurangi emisi gas buang. Keluarnya asap putih kemungkinan jadi tanda adanya kerusakan pada katalis konverter.

    Periksalah untuk melihat apakah ada bahan bakar yang terbakar secara tidak sempurna atau kerak di katalis konverter. Adanya kerusakan, menjadi alasan untuk penggantian katalis konverter.

    5. Lakukan Perawatan Rutin

    Perawatan rutin sangat disarankan. Hal ini termasuk dalam penggantian cairan pendingin, oli mesin, dan pemeriksaan berkala sesuai dengan jadwal. Cara ini akan membantu mencegah masalah yang lebih serius.

    6. Jangan Abaikan Warna Asap Kendaraan

    Apabila asap putih di knalpot terus menerus keluar dengan bau yang aneh atau warna mencurigakan, sebaiknya konsultasikan dengan bengkel dan mekanik terpercaya. Pasalnya, warna dan bau asap knalpot bisa jadi salah satu tanda dari adanya masalah spesifik pada mesin mobil

    Jika kamu tidak yakin tentang penyebab asap putih pada knalpot, lebih baik berkonsultasi dengan mekanik profesional.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Berapa Kilometer Idealnya untuk Ganti Oli CVT Mobil? Ini Efeknya Jika Telat


    Jakarta

    Demi menjaga performa mobil dan membuat sistem umur panjang, oli mesin perlu diganti secara berkala. Pasalnya, beberapa komponen mesin punya batas usia pakai.

    Tak terkecuali untuk oli model Continuously Variable Transmission (CVT) yang membutuhkan perawatan rutin untuk diganti. Dilansir Boulder Nissan, CVT sendiri adalah jenis transmisi otomatis yang menggunakan sistem sabuk dan katrol, untuk menyediakan rasio gigi yang tak terbatas.

    Hal ini memungkinkan akselerasi yang halus dan efisien. Namun, dengan teknologi yang dimiliki CVT muncul juga tanggung jawab untuk merawatnya dengan benar.


    Mengetahui Kapan Waktu Ganti Oli CVT Mobil Berdasarkan Km

    Pemilihan mobil dengan transmisi CVT atau jenis lainnya bergantung pada preferensi maupun kebutuhan masing-masing.

    Menurut Honda Surabaya Center, disarankan oli CVT mobil diganti setiap 40.000 km atau sekitar 2 tahun. Ada juga yang melakukan penggantian oli pada transmisi CVT setiap kelipatan jarak tempuh mencapai 30.000 kilometer.

    Beberapa merekomendasikan penggantian oli CVT setiap per 20.000 km sampai 50.000 km.

    Dari informasi di atas, sejatinya tidak ada patokan pasti mengenai waktu penggantian oli CVT. Waktu penggantian oli CVT ditentukan berdasarkan pemakaian dan kondisi oli.

    Saat mobil digunakan dalam keadaan berat maka kerja transmisi juga akan menjadi lebih berat. Semantara jika mobil jarang digunakan, tidak menjamin juga oli bisa bertahan lama.

    Dilansir laman Suzuki Indonesia, kualitas oli mesin mobil yang tidak digunakan hingga 3 bulan lebih juga akan menurun. Mulanua berwarna bening, oli akan berubah menjadi kehitaman.

    Meskipun mobil tidak dipakai dan km tidak bertambah, oli masih tetap bisa rusak. Artinya, penggantian oli juga tidak hanya berpatokan pada kilometer.

    Efek Telat Ganti Oli Transmisi CVT

    Jika oli transmisi terkontaminasi atau kehilangan viskositasnya, kinerja transmisi bisa menurun. Dalam skenario terburuk, hal ini bahkan bisa menyebabkan kegagalan transmisi.

    Pastikan cairan transmisi tetap bersih dan pada level yang tepat. Oleh karena itu, penggantian tepat waktu dilakukan untuk menjaga transmisi dan mempertahankan kinerja kendaraan yang optimal.

    Penggunaan jenis cairan transmisi yang salah juga bisa menyebabkan kerusakan yang signifikan.

    Sebagai catatan, beberapa kendaraan mungkin memerlukan penggantian cairan yang lebih sering. Hal ini juga tergantung pada jenis pengendaraan dan usia kendaraan.

    Beberapa produsen mobil bahkan mungkin merekomendasikan pengurasan cairan transmisi, daripada penggantian cairan sederhana.

    Keunggulan dan Kelemahan Transmisi CVT

    Dirangkum dari situs resmi Hyundai, berikut merupakan beberapa keuntungan utama CVT dalam kendaraan secara umum:

    Keunggulan Transmisi CVT

    • Memiliki kemampuan untuk menjaga mesin dalam kecepatan secara optimal.
    • Mampu secara otomatis menyesuaikan rasio transmisi dengan kecepatan kendaraan.
    • Membuat mesin bisa bekerja dengan efisien pada setiap kecepatan.
    • Mobil bisa lebih hemat bahan bakar, sehingga menghasilkan emisi yang lebih rendah.
    • Memberikan pengalaman mengemudi yang lebih lancar serta nyaman.
    • Perpindahan gigi yang halus sehingga bisa membuat pengemudi lebih nyaman.

    Kelemahan Transmisi CVT

    • Tidak cocok untuk mobil bertenaga besar, karena bisa mengurangi performa mesin.
    • Biaya perawatannya cenderung bisa lebih mahal.
    • Kurang cocok untuk kondisi berkendara yang ekstrem, karena cenderung lebih cepat panas kalau dibandingkan dengan jenis transmisi lainnya.

    Semoga informasi di atas bisa menambah pemahaman dan gambaran detikers dalam mengganti oli untuk mobil dengan sistem transmisi CVT.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com