Author: Import

  • Banyak yang Belum Paham, Begini Aturan Berkendara di Persimpangan



    Jakarta

    Sepertinya pengendara di Indonesia masih banyak yang belum paham bagaimana cara berkendara di persimpangan jalan. Sebab, beberapa waktu belakangan ini, terjadi insiden akibat kesalahpahaman pengendara di persimpangan.

    Belum lama ini, viral di media sosial pengendara mobil LCGC Datsun GO Panca tiba-tiba motong jalur ke kiri di persimpangan jalan. Pengendara Datsun yang disebut sebagai taksi online itu sampai menyebabkan kecelakaan. Peristiwa itu terekam kamera dan diunggah akun Instagram Dashcam Indonesia. Tampak mobil Datsun berwarna hitam dari arah percabangan jalan masuk ke jalan utama tapi langsung memotong sehingga menyebabkan kecelakaan dengan kendaraan yang ada di jalur utama.


    [Gambas:Instagram]

    Tak lama kemudian, viral lagi video detik-detik pengendara mobil dan pemotor yang disebut motovlogger hampir mengalami kecelakaan. Pemotor yang melengkapi dirinya dengan kamera aksi itu tampak nyelonong di persimpangan jalan. Kedua kendaraan itu hampir bertabrakan. Untungnya, mobil dan motor masih sempat mengerem sehingga terhindar dari tabrakan.

    [Gambas:Instagram]

    Biar semuanya paham, praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan ada etika yang harus dipatuhi setiap pengendara di persimpangan jalan. Kata Sony, kendaraan yang ada di jalan utama harus diutamakan.

    “Yang jalan utama harus didahulukan. Sama seperti kendaraan yang akan pindah lajur, tunggu diberi kesempatan dulu baru pindah. Kebiasaan salah yang terjadi disini, dulu-duluan motong sehingga terbentuklah asumsi yang nabrak yang salah. Nah itu contoh yang tidak beretika,” ujar Sony kepada detikOto baru-baru ini.

    Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pun telah mengatur ketentuan tentang berkendara di persimpangan jalan. Pasal 113 ayat (1) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan berbunyi:

    Pada persimpangan sebidang yang tidak dikendalikan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi wajib memberikan hak utama kepada:

    • Kendaraan yang datang dari arah depan dan/atau dari arah cabang persimpangan yang lain jika hal itu dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas atau Marka Jalan;
    • Kendaraan dari Jalan utama jika Pengemudi tersebut datang dari cabang persimpangan yang lebih kecil atau dari pekarangan yang berbatasan dengan Jalan;
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan sebelah kiri jika cabang persimpangan 4 (empat) atau lebih dan sama besar;
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang sebelah kiri di persimpangan 3 (tiga) yang tidak tegak lurus; atau
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan yang lurus pada persimpangan 3 (tiga) tegak lurus.

    (rgr/din)





    Sumber : oto.detik.com

  • Ingat Ya! Keluar Gang Nggak Boleh Langsung Nyelonong



    Jakarta

    Masih banyak yang belum paham etika dan aturan berkendara di persimpangan jalan. Terutama di pertigaan dengan gang lebih kecil daripada jalan utamanya.

    Banyak pengendara terlebih pemotor yang main nyelonong aja saat keluar dari gang. Tak jarang kelakuan itu menyebabkan kecelakaan fatal.

    Padahal, keluar dari gang itu ada etika dan aturannya. Menurut instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian, banyak pemotor yang belum memahami ancaman bahaya di persimpangan.


    “Pemotor ini memang harus banyak mendapatkan informasi sih. Karena pemotor ini tidak tau hazard atau potensi bahaya pada persimpangan dan juga tidak pernah tahu motor itu bahaya,” kata Reza kepada detikOto, Selasa (9/7/2024).

    Menurut Reza, ada etika saat keluar dari gang agar tidak terjadi kecelakaan. Pertama, kurangi kecepatan setiap persimpangan, lalu toleh kanan-kiri, atau bunyikan klason baru bermanuver.

    Lebih lanjut, Reza mengatakan, di persimpangan pengemudi motor harus melakukan 8 langkah penting. Di antaranya:

    1. Jadikan setiap persimpangan adalah potensi bahaya
    2. Lihat spion dan lingkungan sekitar
    3. Berikan tanda sein manuver
    4. Kurangi kecepatan dengan tahan gas atau lepas, perhatikan rambu dan marka
    5. Cek kecepatan dan menoleh ke areal kanan jika belok kiri atau cek kanan lalu kiri jika belok kanan
    6. Pastikan mereka melihat Anda dan memberikan ruang dan waktu
    7. Melakukan manuver
    8. Cek indikator

    “Jarak 3 detik itu bukan hanya di tol, tapi gap atau buffer aman untuk bermanuver, hitung saja 3 detik dari pengguna jalan lain ketika memasuki persimpangan dan bantu dengan komunikasi lampu atau klakson,” sebut Reza.

    Selain itu, pengendara lain di jalan utama juga harus berhati-hati menjelang persimpangan. Terlebih, menjelang persimpangan biasanya sudah ada rambu berwarna kuning yang menandakan pengendara harus hati-hati.

    “Iya diperingati ada persimpangan (dengan rambu). Lanjut ada larangan (rambu merah) dengan satuan batas kecepatan, ada marka garis lurus atau putus artinya stop atau berikan prioritas. Dari sini lesson learn-nya yang berbelok itu pekerjaan lebih banyak dan dia bisa jadi pemicu. Maka etikanya yang tinggal lurus aja sih mengalah atau antisipasi Semakin banyak pekerjaan maka bisa jadi pemicu karena multitasking,” pungkas Reza.

    Dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ada aturan mengenai berkendara di persimpangan jalan. Pasal 113 ayat (1) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan berbunyi:

    Pada persimpangan sebidang yang tidak dikendalikan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi wajib memberikan hak utama kepada:

    • Kendaraan yang datang dari arah depan dan/atau dari arah cabang persimpangan yang lain jika hal itu dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas atau Marka Jalan;
    • Kendaraan dari Jalan utama jika Pengemudi tersebut datang dari cabang persimpangan yang lebih kecil atau dari pekarangan yang berbatasan dengan Jalan;
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan sebelah kiri jika cabang persimpangan 4 (empat) atau lebih dan sama besar;
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang sebelah kiri di persimpangan 3 (tiga) yang tidak tegak lurus; atau
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan yang lurus pada persimpangan 3 (tiga) tegak lurus.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Tutup Kap Mesin Mobil yang Benar: Ditekan atau Dibanting?



    Jakarta

    Ada dua cara yang sering dilakukan saat hendak menutup kap mobil. Ada yang ditekan namun ada juga yang dibanting. Mana yang tepat?

    Menutup kap mesin mobil tak bisa sembarangan. Seringkali menutup kap mesin mobil itu dilakukan dengan cara ditekan atau dibanting. Tapi dari kedua cara itu mana yang tepat ya? Mengutip laman Daihatsu Indonesia, menutup kap mobil sebaiknya tidak dengan cara ditekan.

    Mungkin saat menutup kap mobil dengan cara ditekan terlihat tidak merusak ketimbang dibanting. Namun rupanya cara itu tidak tepat. Menutup kap mobil dengan ditekan justru berisiko membuatnya penyok. Hal tersebut dapat terjadi karena pada kap mesin terdapat bagian yang tidak memiliki struktur yang kuat sehingga apabila terkena tekanan terus menerus maka bagian tersebut akan mudah penyok.


    Menekannya dengan perlahan mungkin saja dilajukan tapi, kemungkinan kap mesin jadi tidak terkunci. Kalau begini, cukup membahayakan karena bisa saja kap mobil tiba-tiba terbuka saat berjalan. Hal tersebut bisa terjadi karena pada kap mesin biasanya terdapat pengait atau engsel untuk mengunci bagian kap mesin ketika kap ditutup. Namun, apabila pemilik mobil kurang melakukan pelumasan pada bagian tersebut, maka pengait tidak dapat berfungsi meski kap mesin sudah ditekan.

    Dengan demikian, cara yang tepat untuk menutup kap mesin mobil adalah dengan cara dibanting. Perlu dicatat, saat membanting jangan terlalu keras, terpenting pengait di kap mesin terkunci. Caranya, kamu bisa memposisikan kap mesin kurang lebih 30 cm di atas. Selanjutnya, lepaskan kap mesin mobil secara perlahan hingga tertutup sempurna.

    Angkat sedikit bagian tengah kap mesin mobil untuk memastikan kap sudah tertutup. Jika belum tertutup, kamu bisa mengangkat kap mesin lebih tinggi lagi. Dengan melepaskan kap mesin mobil dari posisi yang lebih tinggi maka gravitasi yang dihasilkan juga lebih tinggi sehingga dapat menutup kap mesin mobil dengan sempurna.

    Nah itu tadi cara menutup kap mesin mobil dengan tepat. Jangan sampai keliru ya!

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang sampai Tutup Jalan



    Jakarta

    Tabrakan beruntun terjadi di Tol Cipularang, kemarin sore. Sebanyak 11 kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun ini. Akibatnya, kecelakaan ini sampai menyebabkan jalan ditutup hingga macet parah.

    Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihanton mengatakan kecelakaan terjadi pukul 15.30 WIB. Dia menjelaskan kecelakaan bermula dari bus Primajasa dengan nomor polisi (nopol) B-7198-ZX melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Kecelakaan terjadi di jalan yang menikung.

    Polisi mengatakan ada sebelas unit kendaraan dalam kecelakaan ini. Sebelas kendaraan itu terdiri dari bus Primajasa, dua truk, dua pikap, dan tujuh mobil.


    Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Dadang Supriadi mengatakan kecelakaan ini dipicu bus Primajasa yang menabrak 10 kendaraan lain di depannya.

    “Kendaraan PO Bus Primajasa datang dari arah Bandung menuju arah Jakarta setibanya di TKP di jalan agak menikung dan menurun telah menabrak kendaraan 10 kendaraan yang berada di depannya,” ujar AKP Dadang dalam keterangan tertulis, Rabu (10/7).

    Disebutkan, ada tiga orang yang terluka akibat kecelakaan tersebut. Ketiga korban luka terdiri atas seorang sopir bus Primajasa dan dua orang lain yang mengalami luka ringan.

    Menurut instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian, ada beberapa faktor yang kemungkinan menjadi pemicunya.

    “Patut disyukuri pengendalian hazard atau bahaya minimal terindikasi baik karena dilihat dari sisi korban berupa luka dan beredar video pengemudi bus juga masih bisa dibantu diselamatkan. Semua orang pada saat itu mampu mengendalikan risiko,” kata Reza kepada detikOto, Rabu (11/7/2024).

    “Selanjutnya faktor yang berkontribusi, kejadian jam 16.00 ya kadang kita kalau beraktivitas pada jam itu sering juga merasa mulai tidak prima, kalau meeting pasti ada coffee brake and untuk kaum muslim sudah masuk ibadah salat Asar. Jadi literasi sirkandian biologis manusia mulai menurun dari best coordination ke reaction time yang mulai menurun, jadi waktu bisa menjadi kontributor juga. Bisa saja pengemudi mulai terganggu konsentrasinya,” sambungnya.

    Berikutnya topografi jalan. Dari arah Bandung ke Jakarta pada kilometer tersebut memang menurun. Namun, pihak pengelola jalan tol sudah menjelaskan dengan banyak rambu peringatan bahkan perintah untuk menjaga kecepatan.

    “Jadi ketika ada risiko pengemudi menurun tingkat konsentrasinya, maka wajib dan sebaiknya mengikuti rambu dan marka jalan. Apalagi ini angkutan umum jenis kendaraan bus. Jalan menurun dengan bus sudah banyak dibahas KNKT ada risiko rem blong. Dari mulai teknik mengemudinya hingga sistem perawatan dan ujungnya kompetensi pengemudi,” ujar Reza.

    “Terakhir adalah soal SMK atau sistem manajemen keselamatan angkutan umum di perusahaan perlu ditinjau kembali. Apalagi ada informasi banyak bus serupa diberikan testimoni ugal di jalan. Artinya ada hazard baru untuk SMK perusahaan,” pungkasnya.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Belajar dari Tabrakan Beruntun di Cipularang, Ini Cara Aman Nyetir di Turunan



    Jakarta

    Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Cipularang, kemarin sore. Setidaknya 11 kendaraan terlibat kecelakaan ini dan mengakibatkan jalan ditutup hingga macet parah.

    Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihanton mengatakan kecelakaan terjadi pukul 15.30 WIB. Dia menjelaskan kecelakaan bermula dari bus Primajasa dengan nomor polisi (nopol) B-7198-ZX melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Kecelakaan terjadi di jalan yang menikung.

    Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Dadang Supriadi mengatakan kecelakaan ini dipicu bus Primajasa yang menabrak 10 kendaraan lain di depannya.


    “Kendaraan PO Bus Primajasa datang dari arah Bandung menuju arah Jakarta setibanya di TKP di jalan agak menikung dan menurun telah menabrak kendaraan 10 kendaraan yang berada di depannya,” ujar AKP Dadang dalam keterangan tertulis, Rabu (10/7).

    Menurut instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian, jalan menurun dan waktu sore hari kemungkinan menjadi pemicu tabrakan beruntun ini.

    “Faktor yang berkontribusi, kejadian jam 16.00 ya kadang kita kalau beraktivitas pada jam itu sering juga merasa mulai tidak prima, kalau meeting pasti ada coffee brake dan untuk kaum muslim sudah masuk ibadah salat Asar. Jadi literasi sirkandian biologis manusia mulai menurun dari best coordination ke reaction time yang mulai menurun, jadi waktu bisa menjadi kontributor juga. Bisa saja pengemudi mulai terganggu konsentrasinya,” kata Reza kepada detikOto, Kamis (11/7/2024).

    Berikutnya topografi jalan. Dari arah Bandung ke Jakarta pada kilometer tersebut memang menurun. Namun, pihak pengelola jalan tol sudah menjelaskan dengan banyak rambu peringatan bahkan perintah untuk menjaga kecepatan.

    “Jadi ketika ada risiko pengemudi menurun tingkat konsentrasinya, maka wajib dan sebaiknya mengikuti rambu dan marka jalan. Apalagi ini angkutan umum jenis kendaraan bus. Jalan menurun dengan bus sudah banyak dibahas KNKT ada risiko rem blong. Dari mulai teknik mengemudinya hingga sistem perawatan dan ujungnya kompetensi pengemudi,” ujar Reza.

    Untuk itu, Reza memberikan beberapa tips cara aman berkendara di jalan menurun. Yang pertama, pengendara harus bisa mengendalikan kecepatan. Kurangi kecepatan dengan memanfaatkan engine brake.

    “Transmisi matic jangan di D, turunkan satu misalnya 3.⁠ ⁠Gunakan retarder jika ada,” katanya.

    “Jangan lakukan pemindahan gigi sepanjang turunan. Gunakan transmisi yang sama saat menanjak, kalau gigi berapa tergantung mobilnya dan fiturnya, paling afdol di buku manual ada kok. Average di 2 atau 3 dan ketika menanjak perhatikan batas maksimal torsi,” tambahnya.

    Selanjutnya, cek dasbor mobil dan rambu batas kecepatan di jalan tol. Untuk teknik pengereman, jika kendaraan masih menggunakan rem tromol hindari pengereman terus-menerus.

    “Karakter konstruksi tromol kan akan panas. Mau dikocok juga sama, jadi ya harus ‘diistirahatkan’ remnya. Dengan engine brake (penggunaan gigi rendah) penting, jadi service brake bisa intermiten digunakan. Engine brake kurang, baru bantu dengan service brake. Panas rem ini musuh minyak rem,” jelas Reza.

    Terakhir dan yang masih sering disepelekan adalah jaga jarak dengan kendaraan di depan. Paling tidak, jaga jarak aman dengan rumus tiga detik.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Viral Minyak Goreng Buat Pengganti Oli Mesin Motor, Ahli: Pembodohan Publik



    Jakarta

    Viral di media sosial video yang memperlihatkan motor menggunakan minyak goreng sebagai pengganti fungsi oli mesin. Dijelaskan bahwa minyak goreng dianggap punya fungsi yang sama dengan oli mesin khusus motor, bahkan diklaim lebih baik. Bagaimana penjelasan dari ahlinya? Bisakah minyak goreng menggantikan fungsi oli?

    Dalam video yang diunggah di akun Instagram @umonmotor, pengunggah video merasa kaget dengan adanya pemilik motor yang menggunakan minyak goreng sebagai oli mesin. Dalam narasi di video tersebut, minyak goreng diklaim punya titik didih yang sama dengan oli mesin. Bahkan minyak goreng juga diklaim bisa bikin tarikan motor jadi lebih enteng.

    Dijelaskan Service Advisor Yamaha Motor Cilodong, Wawan Sutawijaya, mengganti oli mesin dengan minyak goreng adalah hal yang salah kaprah. Minyak goreng tidak bisa membuat tarikan motor menjadi lebih ringan lantaran memiliki perbedaan spesifikasi.


    “Yang pasti ini, maaf ya, pembodohan publik ya, karena secara fungsi sangat beda (antara minyak goreng dan oli mesin). Titik didihnya saja udah beda,” jelas Wawan saat dimintai keterangan detikOto, Kamis (11/7/2024).

    Wawan menambahkan, oli mesin khusus motor memiliki beberapa fungsi, seperti melumasi bagian komponen yang bergesekan di ruang mesin, dan juga berfungsi sebagai pendingin dan pembersih ruang mesin.

    “(Sementara untuk minyak goreng) kalau kita sedang menggoreng baru sebentar saja minyak sudah mengalami penguapan. Jadi sangat disayangkan kalau minyak goreng masuk ke dalam mesin yang punya beban kerja,” tambah Wawan.

    Wawan mengatakan, jangankan minyak goreng, oli palsu saja bisa bikin mesin rusak. Apalagi minyak goreng yang spesifikasinya tidak dirancang buat melumasi mesin motor.

    “(Pakai) oli palsu saja mesin bisa berantakan, gimana minyak goreng yang memang didesain untuk kebutuhan lain,” tukas Wawan.

    [Gambas:Instagram]

    (lua/din)





    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Bayar Pajak Kendaraan Atas Nama Orang Lain di Samsat


    Jakarta

    Kendaraan bermotor diwajibkan membayar pajak setiap tahunnya. Untuk bayar pajak, ada sejumlah persyaratan dan serangkaian prosedur yang perlu diperhatikan.

    Bayar pajak kendaraan dilakukan sekaligus perpanjang STNK dan ganti plat kendaraan untuk lima tahunan. Sebaiknya bayar pajak dilakukan sebelum jatuh tempo. Karena akan dikenakan denda jika terlambat atau melewati batas waktu.

    Pajak tahunan dapat dibayarkan di Samsat induk, gerai Samsat, dan layanan Samsat Keliling. Namun, tak sedikit yang membayar pajak kendaraan di kantor Samsat diwakilkan oleh orang lain lantaran dirinya berhalangan hadir.


    Nah, kalau kamu dimintai tolong membayar pajak kendaraan atas nama orang lain di Samsat tapi tidak tahu persyaratan yang dibutuhkan dan prosedur yang mesti dilalui, cek info dan tata caranya di bawah ini.

    Persyaratan Bayar Pajak Kendaraan Tahunan Atas Nama Orang Lain

    Merujuk catatan detikcom, persyaratan yang diperlukan untuk perpanjang STNK dan bayar pajak kendaraan orang lain sebenarnya tidak jauh berbeda. Tapi ada sedikit tambahan, yaitu harus melampirkan surat kuasa dan KTP yang diberi kuasa.

    Berikut syarat dan dokumen bayar pajak kendaraan tahunan atas nama orang lain yang diperlukan:

    – STNK asli dan fotokopi
    – KTP asli pemilik kendaraan dan fotokopi
    – Surat kuasa bermeterai
    – KTP asli yang diberi kuasa dan fotokopi.

    Persyaratan Bayar Pajak Kendaraan 5 Tahunan Atas Nama Orang Lain

    Sementara syarat bayar pajak kendaraan dan ganti plat lima tahunan atas nama orang lain yaitu sebagai berikut:

    – STNK asli dan fotokopi
    – BPKB asli dan fotokopi
    – KTP asli pemilik kendaraan dan fotokopi
    – Surat kuasa bermeterai
    – KTP asli yang diberi kuasa dan fotokopi
    – Bawa kendaraan yang akan diganti platnya untuk cek fisik.

    Cara Bayar Pajak Kendaraan Tahunan Atas Nama Orang Lain

    Untuk memperpanjang STNK dan membayar pajak kendaraan tahunan milik orang lain, berikut tata caranya:

    1. Datangi kantor Samsat, gerai Samsat, atau layanan Samsat Keliling
    2. Ambil serta isi formulir perpanjangan STNK sekaligus bayar pajak dengan benar
    3. Serahkan formulir dan dokumen bayar pajak ke loket pendaftaran
    4. Tunggu dan petugas akan memanggil untuk menyerahkan lembar nominal pajak
    5. Bayar pajak kendaraan sesuai nominal di loket pembayaran
    6. Tunggu sampai penerbitan lembar STNK baru di loket penyerahan selesai
    7. Dan pajak kendaraan tahunan telah selesai dibayarkan.

    Cara Bayar Pajak Kendaraan 5 Tahunan Atas Nama Orang Lain

    Berikut cara bayar pajak, perpanjang STNK, dan penggantian plat kendaraan 5 tahunan:

    1. Datangi kantor Samsat terdekat dan bawa kendaraan yang akan dibayarkan pajaknya
    2. Menuju lokasi cek fisik kendaraan di area Samsat
    3. Bawa hasil cek fisik dan kunjungi loket perpanjangan STNK
    4. Di loket perpanjangan STNK, ambil dan isi formulir dengan lengkap dan benar
    5. Serahkan formulir dan berkas dokumen ke petugas untuk dicek datanya
    6. Tunggu hingga proses verifikasi data selesai
    7. Setelah data diverifikasi, petugas akan menyerahkan lembar pembayaran pajak kendaraan
    8. Bayarkan pajak kendaraan di loket sesuai nominal pada lembar pembayaran
    9. Setelah pembayaran, STNK dan plat nomor baru bisa diambil di loket penyerahan
    10. Dan plat nomor kendaraan baru dapat dipasangkan.

    Cara Cek Pajak Kendaraan Online

    Nominal pajak tahunan akan berbeda-beda setiap kendaraannya. Besaran pajak yang harus dibayarkan dapat dicek melalui online. Berikut cara cek pajak kendaraan Jakarta:

    – Buka situs resmi Samsat Jakarta samsat-pkb2.jakarta.go.id di browser
    – Masukkan nomor polisi (nopol)
    – Masukkan NIK pemilik kendaraan (opsional)
    – Centang ‘Saya bukan robot’ lalu klik ‘Cari’
    – Info besaran pajak yang perlu dibayarkan akan muncul.

    Untuk besaran pajak lima tahunan juga berbeda-beda tiap kendaraannya. Tapi ada biaya tambahan yang perlu dibayarkan untuk ganti plat nomor mobil atau motor lima tahunan, seperti ganti kaleng plat, ganti STNK, serta biaya asuransi kecelakaan.

    Itu dia cara bayar pajak kendaraan tahunan dan lima tahunan beserta persyaratannya.

    (azn/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini 5 Dampak Menggunakan Oli Palsu, Mesin Mobil Bisa Jebol!


    Jakarta

    Mengganti oli mesin wajib dilakukan secara berkala. Beberapa pengendara memilih mengganti oli di bengkel resmi, namun sebagian lebih memilih di bengkel umum.

    Nah, detikers perlu hati-hati ketika ingin mengganti oli mesin. Sebab, ada beberapa oknum bengkel nakal yang menjual oli palsu kepada konsumen.

    Penggunaan oli palsu sangat berbahaya bagi kesehatan mobil, terutama pada komponen mesin. Hal tersebut akan mempengaruhi performa mobil ketika berkendara di jalan.


    Lantas, apa saja dampak yang ditimbulkan dari oli palsu? Berikut penjelasannya.

    Dampak Menggunakan Oli Palsu

    Ada sejumlah dampak yang ditimbulkan dari penggunaan oli palsu untuk mesin mobil. Dilansir laman Suzuki, berikut sejumlah dampaknya:

    1. Tarikan Mesin Terasa Berat

    Dampak yang paling mudah dirasakan adalah tarikan mesin terasa lebih berat. Hal ini terjadi karena oli palsu menghasilkan endapan kotoran yang membuat komponen di dalam mesin, seperti piston, klep, dan lain sebagainya tidak bisa berfungsi secara optimal.

    2. Mesin Cepat Panas

    Oli palsu tentunya tidak bekerja secara optimal dibandingkan oli asli bawaan pabrikan. Dalam jangka panjang, penggunaan oli palsu menyebabkan mesin jadi cepat panas (overheat).

    Kondisi itu disebabkan karena oli palsu tidak mampu memberikan pelumasan yang maksimal di mesin. Alhasil, terjadi gesekan antara komponen hingga menimbulkan panas yang berlebihan pada mesin.

    3. Mesin Mobil Sulit Dihidupkan

    Dampak selanjutnya adalah mesin mobil jadi sulit untuk dihidupkan. Umumnya, kondisi ini terjadi ketika kamu ingin memanaskan mobil di pagi hari sebelum beraktivitas.

    Selain sulit dihidupkan, suara dari mesin juga terdengar kasar. Kalau dibiarkan secara terus-menerus, bukan tak mungkin mesin mobil mengalami kerusakan parah.

    4. Mesin Jebol

    Penggunaan oli yang asli akan membuat usia mesin lebih panjang dan performanya tetap stabil. Lain halnya jika menggunakan oli palsu, hal ini menyebabkan umur mesin jadi pendek karena sering mengalami kerusakan.

    Dalam jangka panjang, penggunaan oli palsu bisa menyebabkan mesin jebol. Soalnya, oli palsu tidak mampu untuk melumasi berbagai komponen di dalam mesin.

    5. Terdapat Endapan Lumpur di Dalam Mesin

    Ketika mesin sudah jebol, biasanya terdapat endapan lumpur atau gumpalan oli yang tebal di dalam rongga mesin. Kondisi ini disebut sebagai oil sludge.

    Oil sludge disebabkan oleh kotoran hasil oksidasi yang terbentuk karena adanya endapan, sisa pembakaran, atau kerak oli yang bercampur dengan pelumas baru. Sisa pembakaran tersebut akan menggumpal dan menempel di permukaan komponen mesin.

    Adanya oil sludge di dalam mesin dapat menyumbat saluran oli mesin yang kecil, sehingga mesin tidak dapat bekerja secara optimal. Maka dari itu, dampaknya bisa membuat komponen mesin cepat rusak hingga berpotensi jebol.

    Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu

    Sebagian dari detikers mungkin ada yang kesulitan dalam membedakan oli asli dan palsu. Sebenarnya, cara membedakan kedua oli tersebut cukup mudah jika kamu teliti.

    Dilansir situs Auto2000, berikut cara membedakan oli asli dan palsu:

    1. Cek nomor produksi di botol oli, jika yang tertera di tutup dan botol kemasan berbeda, ada indikasi oli tersebut palsu.
    2. Cek segel kemasan di botol oli, pastikan masih tersegel dengan baik.
    3. Lihat label dan hologram di botol oli, jika cetakan labelnya punya kualitas rendah maka dicurigai oli tersebut palsu.
    4. Lihat warna olinya, jika kuning cerah tandanya oli tersebut asli dan masih baru. Kalau warna oli cenderung cokelat kehitaman, ada indikasi oli tersebut palsu.

    Itu dia dampak menggunakan oli palsu pada mesin mobil. Jadi, tetap waspada saat membeli oli agar tidak mendapatkan oli palsu.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Perlengkapan Motor yang Dibutuhkan Saat Hujan, Jangan Sampai Lupa!



    Jakarta

    Hujan menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara motor. Jalanan yang licin dan pandangan yang terbatas menjadi faktor kenyamanan dan keselamatan ketika berkendara.

    Sehingga, pemilihan perlengkapan motor yang tepat sangat penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama berkendara. Lantas, apa saja perlengkapan motor yang dibutuhkan saat hujan? Adakah tips untuk berkendara motor saat hujan?

    Perlengkapan Motor yang Dibutuhkan Saat Hujan

    Ada beberapa perlengkapan motor yang akan dibutuhkan saat hujan turun. Mulai jas hujan yang tahan air, helm yang dapat menjaga pandangan tetap baik, hingga sepatu dan sarung tangan yang kedap air.


    1. Jas Hujan

    Saat musim hujan, perlengkapan pertama yang harus dibawa oleh pengendara motor adalah jas hujan. Mengutip laman Suzuki, selain dapat melindungi diri dari basah air hujan, penggunaan jas hujan juga bisa memberi kenyamanan ketika berkendara.

    Kamu bisa memilih jas hujan yang sesuai dengan kebutuhan. Ada jas hujan ponco, ponco tandem, overcoat, jas hujan rok, mantel, jas hujan gamis, hingga setelan/training.

    Jas hujan training dapat lebih melindungi badan sementara jas hujan ponco tandem bisa digunakan untuk kamu yang sering membawa penumpang. Pastikan jas hujan sesuai dengan ukuran tubuh dan tidak menghalangi pergerakanmu ya.

    2. Helm

    Helm adalah perlengkapan wajib yang harus digunakan ketika berkendara. Sehingga, saat hujan barang ini tidak boleh ketinggalan.

    Pilih helm yang cocok digunakan saat musim hujan. Menurut laman Planet Ban, pastikan kaca helmnya bisa melindungi mata dan tetap dapat menjaga pandangan dalam kondisi yang baik. Kamu bisa menggunakan pelapis kaca helm agar air tidak menempel di bagian kaca.

    3. Sarung Tangan

    Selanjutnya, perlengkapan yang harus dimiliki yaitu sarung tangan. Pilih sarung tangan yang kedap air, sehingga air tidak merembes ke dalam dan membuat tangan basah. Dengan sarung tangan yang tidak licin, pengendara juga dapat mempertahankan cengkraman pada kontrol stang kendaraan.

    4. Sepatu

    Saat hujan, kaki menjadi bagian yang rentan terkena cipratan air. Sehingga, kamu perlu menggunakan sepatu dengan jahitan tertutup dan dari bahan anti air.

    Dengan sepatu ini, kaki akan tetap kering dan aman terlindungi. Pastikan kamu memilih ukuran yang pas agar air hujan tidak masuk ke dalam sepatu. Adapun alternatif lain untuk melindungi kaki adalah menggunakan pelindung kaki (wiper) yang tahan air.

    5. Rompi Pelindung Hujan

    Perlengkapan selanjutnya yang bisa kamu gunakan saat hujan adalah rompi pelindung hujan atau tahan air. Meski tak wajib dimiliki, tapi rompi ini bisa memberikan lapisan pelindung tambahan bagi tubuh.

    6. Pelapis Tahan Air

    Kalau kamu memiliki box motor, bagasi, atau tas pelana pada motor, lengkapi perlindungan tambahan seperti pelapis tahan air. Barang ini menjaga barang bawaan dari terkena air hujan.

    7. Sarung Penutup Motor

    Sarung penutup motor berfungsi untuk melindungi motor dari hujan ketika sedang diparkir. Selain motor terbebas dari air hujan dan kelembaban, sarung penutup motor juga mencegah rembesan air hujan masuk ke komponen penting motor. Pilih sarung motor dengan ukuran yang pas dengan bahan berkualitas.

    Tips Berkendara Motor Ketika Hujan

    Selain menggunakan beberapa perlengkapan yang telah disebutkan, ada beberapa tips yang perlu kamu ketahui ketika berkendara motor saat hujan.

    1. Atur Kecepatan Motor

    Kondisi jalan akan lebih licin ketika hujan. Jadi, kamu harus mengatur kecepatan dengan hati-hati.

    Jangan lupa untuk memperhatikan batas kecepatan. Sehingga, saat ada genangan, kamu bisa segera memperlambat laju kendaraan.

    2. Pastikan Kondisi Rem

    Selain mengatur kecepatan motor, proses pengereman juga harus dilakukan dengan benar ketika hujan.

    Pastikan rem dalam kondisi yang baik dan hindari mengerem secara mendadak yang bisa menyebabkan ban motor slip. Selain itu, perhatikan jarak dengan kendaraan depan agar mampu melakukan pengereman.

    3. Hindari Genangan Air

    Hindari melewati genangan air yang terlalu dalam. Cara ini juga untuk menghindari jika ternyata genangan tersebut adalah lubang besar.

    4. Nyalakan Lampu Utama

    Fungsi lampu utama adalah memberi visibilitas yang baik bagi pengendara lain. Menyalakan lampu utama dapat membuat pengendara lain bisa melihatmu dengan jelas. Sebab, saat hujan, kondisi jalan menjadi lebih gelap.

    5. Tingkatkan Kewaspadaan

    Jarak pandang menjadi terbatas ketika hujan. Jadi, tingkatkan kewaspadaan saat berkendara. Perhatikan kondisi jalan dan pengendara di sekitar.

    Itulah beberapa perlengkapan motor yang diperlukan saat hujan. Jangan lupa selalu berhati-hati dalam berkendara ya detikers.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kasus Pencurian Ban Mobil di Rest Area Bikin Heran, Begini Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Media sosial dihebohkan aksi pencurian ban dan pelek Toyota Rush di rest area suatu jalan tol. Padahal, kendaraan tersebut diparkir di tempat terbuka dan ramai. Lantas, bagaimana cara mencegah peristiwa yang sama terjadi?

    Diberitakan sebelumnya, pemilik Toyota Rush kebingungan ketika mobilnya kehilangan ban dan pelek belakang. Kendaraan itu diganjal maling menggunakan balok-balok batu agar tak miring sebelah.

    Sayangnya, belum diketahui pasti lokasi kejadian tersebut. Namun, yang jelas, itu ada di parkiran terbuka di rest area jalan tol.


    “Beredar video sekeluarga panik dan heran mobilnya Toyota Rush berplat nomor B 2185 KOB tiba-tiba kehilangan salah satu bannya saat parkir di rest area. Belum diketahui lokasi kejadiannya,” demikian tulis akun Instagram @lagi.viral, dikutip Selasa (16/7).

    Ban dan pelek mobil dicuri di rest area.Ban dan pelek mobil dicuri di rest area. Foto: Doc. Tangkapan layar.

    Pengemudi yang datang bersama rombongan bingung bagaimana cara melanjutkan perjalanan. Dia juga bertanya-tanya, bagaimana bisa maling mengambil ban dan peleknya di tempat terbuka yang ramai? Seharusnya aksi tersebut mudah dipergoki orang lain, terutama petugas keamanan.

    “Masa iya security nggak tau? Orang nggak penuh banget kok parkirannya. Masa iya security nggak lihat? Iya (ini kan tempatnya terbuka),” ungkapnya.

    Sebagai catatan, kasus kehilangan ban dan pelek memang kerap terjadi di rest area tol. Biasanya, pencuri menggunakan dongkrak dan impact wrench untuk melancarkan aksinya tersebut. Bahkan, mereka hanya memerlukan waktu 5-10 menit untuk bisa menggasak ban dan pelek kendaraan.

    [Gambas:Instagram]

    Cara Mencegah Pencurian Ban di Rest Area

    Dilansir dari laman resmi Toyota Astra Motor (TAM) ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya pencurian ban dan pelek kendaraan di rest area. Berikut kami rangkum tips dan triknya:

    1. Ganti kepala nut yang tidak lazim bentuknya, semisal bentuk kembang atau kotak dalam. Adapun harga untuk kepala nut tersebut beragam. Namun, biasanya berkisar Rp 30.000 sampai Rp 100.000.

    2. Bila ingin lebih aman, bisa juga gunakan nut yang terkunci. Model ini juga biasa digunakan untuk ban cadangan yang digantung di belakang mobil. Hanya saja, ketika digunakan, ada sedikit bunyi dan vibrasi.

    3. Untuk yang alarm mobilnya ada sensor getaran dan dimatikan, coba aktifkan lagi alarm guncangannya. Jadi, ketika mobil tergoncang, sirene alarm akan berbunyi. Risikonya, alarm jadi mudah berbunyi, apalagi saat diparkir di lokasi ramai seperti mall.

    4. Perhatikan juga tempat parkir mobilnya. Jangan ditempatkan di wilayah yang sepi agar pas alarm berbunyi, orang di sekitar langsung memperhatikan. Maka, sangat dianjurkan untuk memarkirkan kendaraan di tempat aman dan terlihat banyak orang.

    Pastikan ada petugas keamanan yang terlihat berjaga-jaga di tempat kita memarkirkan kendaraan. Kalau perlu, cari area parkir yang terang serta dilengkapi CCTV. Biasanya, pelaku kejahatan enggan melancarkan aksinya di area tersebut.

    (sfn/sfn)





    Sumber : oto.detik.com