Author: Import

  • Bikers Harus Paham Titik Blind Spot saat Berkendara di Jalan Raya



    Jakarta

    Para pengendara motor wajib memperhatikan titik blind spot saat berkendara di jalan raya. Blind spot adalah titik buta yang terdapat dalam setiap kendaraan, di mana pengendara atau pengemudi tidak dapat melihat suatu area pandang tertentu. Area ini sangat penting buat dihindari karena titik buta juga masuk dalam jajaran penyebab tingginya kecelakaan lalu lintas.

    Selain itu blind spot pada setiap kendaraan berbeda-beda tergantung dimensi kendaraan tersebut. Semakin besar dimensi kendaraan, maka titik buta juga sangat luas, juga perlu dihindari oleh pengguna jalan lainnya.

    Salah satunya yaitu truk atau bus yang memiliki area blind spot sangat luas sehingga pengguna jalan lainnya sangat disarankan buat menjaga jarak aman. Bila terlalu dekat dengan kedua jenis kendaraan tersebut, maka potensi terjadinya kecelakaan semakin besar.


    Disampaikan Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati (WMS), berikut titik blind spot kendaraan yang harus dihindari pengguna motor supaya mengurangi potensi kecelakaan.

    1. Kendaraan Angkutan Berat

    Titik blind spot pada kendaraan ini ada pada bagian belakang; sisi depan di bawah jendela utama dengan jarak sekitar 2 meter; sisi kiri dengan jarak 3 meter; membentang sepanjang sisi kanan hingga melebar 3 jalur.

    2. Kendaraan Roda 4

    Terdapat 4 titik blind spot yang ada di sisi kanan dan kiri belakang mobil; sisi belakang saat mobil berbelok; bagian belakang yang terlalu dekat dengan bumper; di sisi depan kanan-kiri dekat roda dan bemper.

    3. Kendaraan Roda 2

    Pada kendaraan beroda 2 terdapat 2 titik blind spot yang perlu diperhatikan yakni pada bagian kanan-kiri belakang dan di bagian belakang kendaraan.

    “Faktor visibilitas atau jarak pandang ketika berkendara memiliki peranan penting khususnya bagi kendaraan roda dua. Karena dibandingkan dengan kendaraan lain, sepeda motor yang memiliki dimensi paling kecil masih sering tidak terlihat oleh kendaraan besar lainnya,” ungkap Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Agus Sani.

    Selain menjaga jarak aman dengan kendaraan lain ketika berkendara, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan pemilik sepeda motor untuk menghindari titik blind spot di jalan raya.

    1. Memahami dan Memastikan Area Blind Spot

    Mengetahui serta memahami area blind spot kendaraan sendiri maupun kendaraan lain dan memastikan area blind spot secara visual dengan melihat ke kanan atau ke kiri sebelum berubah arah atau jalur kendaraan.

    2. Atur Posisi Spion

    Mengatur ulang posisi spion kanan dan kiri untuk melebarkan jangkauan pandangan. Karena spion tidak bisa menghilangkan seluruh area blind spot, disarankan melakukan pemeriksaan visual pada area yang tidak terjangkau oleh kaca spion.

    3. Bunyikan Klakson atau Menyalakan Lampu

    Cara ini berguna untuk memberitahu kepada pengguna jalan lain bahwa kita berada di area blind spot kendaraan dan akan segera keluar dari area tersebut.

    4. Fokus dan Posisikan Motor di Luar Area Blind Spot

    Fokus ketika berkendara, maksimalkan kewaspadaan kita terhadap lalu lintas jalan. Saat berkendara, selalu memposisikan di area luar blind spot kendaraan lain, hal tersebut dilakukan agar pengendara sepeda motor dapat terlihat oleh pengemudi kendaraan lain.

    “Selain menghindari titik buta kendaraan lain, pengendara motor juga disarankan selalu memperhatikan kecepatan ketika di lalu lintas. Makin cepat kendaraan dipacu, maka makin sulit terlihat oleh mata pengguna jalan lainnya,” tukas Agus.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • 8 Komponen Mobil yang Wajib Dicek Sebelum Pergi Liburan


    Jakarta

    Menjelang akhir tahun, banyak masyarakat yang sudah bersiap untuk pergi liburan ke luar kota. Ada yang pergi menggunakan transportasi umum seperti kereta api dan pesawat, lalu ada juga yang memakai kendaraan pribadi.

    Jika detikers memilih menggunakan mobil pribadi, sebaiknya cek seluruh komponennya terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan agar tetap aman dan nyaman selama di perjalanan.

    Lantas, komponen mobil apa saja yang harus dicek sebelum dipakai untuk pergi liburan? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Komponen Mobil yang Wajib Dicek Sebelum Pergi Liburan

    Ada sejumlah komponen mobil yang wajib dicek sebelum detikers menggunakannya untuk pergi liburan. Dilansir situs Hyundai Indonesia, berikut beberapa komponen yang wajib dicek:

    1. Oli Mobil

    Komponen yang pertama adalah oli mobil. Lakukan pengecekan terhadap kondisi dan jumlah oli mesin. Jika sudah dekat dengan waktu penggantian, maka sebaiknya ganti oli mesin dulu.

    Selain itu, cek juga oli pada komponen lainnya, mulai dari oli gardan, oli rem, hingga oli power steering. Pastikan juga dengan membeli oli terbaik sesuai spesifikasi mesin.

    2. Rem

    Rem merupakan salah satu komponen paling penting dalam sebuah kendaraan. Cobalah untuk mengecek kondisi kampas rem, apakah masih tebal atau sudah mulai aus.

    Lalu, cobalah untuk menginjak pedal rem. Apabila terasa lebih ringan, sebaiknya lakukan pengecekan komponen rem ke bengkel resmi.

    3. Ban

    Ban juga merupakan komponen yang wajib dicek sebelum pergi liburan ke luar kota. Sebagai penggerak utama, kamu perlu mengukur tekanan ban, spooring, dan balancing untuk bisa menyeimbangkan kembali sudut-sudut roda agar bisa berputar dengan seimbang.

    4. Ganti Air Radiator

    Cek juga air radiator sebelum bepergian. Sebab, air radiator dapat meredam panas pada dinding silinder saat terjadi pembakaran dari kerja mesin.

    Maka dari itu, mobil berkompresi tinggi dihimbau untuk menggunakan air radiator khusus agar kinerja pendingin mesin lebih optimal sekaligus mampu mencegah karat pada sela mesin.

    5. Lampu

    Komponen selanjutnya yang perlu dicek adalah lampu. Tanpa adanya lampu, kamu akan kesulitan berkendara di malam hari.

    Lakukan pengecekan terhadap lampu utama, lampu senja, lampu kabut, dan lampu rem. Pastikan seluruh lampu berfungsi dengan normal.

    6. Aki dan Sistem Kelistrikan

    Aki merupakan sumber daya utama kelistrikan pada mobil. Aki yang bagus dapat menjaga kinerja lampu, audio, serta mesin berjalan dengan optimal.

    Sebaliknya, aki yang jarang dirawat atau sudah soak dapat mengganggu kinerja mobil dan sistem kelistrikan. Bahkan, mobil bisa mogok karena kondisi aki yang sudah rusak.

    7. Wiper

    Meski sering dianggap sepele, wiper sebenarnya merupakan salah satu komponen penting yang wajib dicek. Apalagi jika kamu pergi liburan di akhir tahun, biasanya sudah memasuki musim hujan.

    Jika karet wiper sudah tidak berfungsi secara optimal, sebaiknya segera diganti dengan yang baru agar dapat menyapu air dengan baik serta menjaga visibilitas berkendara saat hujan.

    8. Filter Pendingin dan AC

    Komponen terakhir yang wajib dicek adalah filter pendingin dan AC. Perlu diingat, mobil dengan suhu yang dingin dan sejuk dapat memberikan kenyamanan selama di perjalanan.

    Lakukan pengecekan filter pendingin pada AC, termasuk pembersihan kondensor dan evaporator agar kinerja AC tetap optimal.

    Itu dia delapan komponen mobil yang wajib dicek sebelum pergi liburan. Agar lebih aman, sebaiknya lakukan servis mobil di bengkel resmi.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mengenal Teknologi Touchless Shampoo, Kinclong Tanpa Bikin Bodi Motor Baret!



    Jakarta

    Teknologi yang dihadirkan industri otomotif dan pendukung di Indonesia terus berkembang dari waktu ke waktu. Bahkan, sejak beberapa tahun terakhir, ada teknologi mutakhir bernama touchless shampoo yang bisa membuat motor kinclong tanpa sentuhan tangan!

    Kita mungkin tahu, ada cara-cara tradisional dalam mencuci motor atau mobil. Misalnya, melaburinya dengan sabun, menyikatnya, kemudian disiram. Namun, mekanisme tersebut, jika tidak dilakukan dengan benar, bisa membuat bodi kendaraan lecet.

    Dikatakan GT Wash, teknologi touchless shampoo akan makin populer tahun depan. Sebab, pembersih tersebut diklaim lebih praktis dan mampu membersihkan kendaraan lebih sempurna.


    “Dengan teknologi touchless shampoo yang canggih, cukup dengan menyemprotkan cairan, kotoran pada kendaraan bisa hilang tanpa perlu menyentuh permukaan kendaraan sama sekali. Proses ini sangat aman dan efektif, mengurangi risiko goresan atau baret yang sering kali terjadi saat kendaraan dicuci,” demikian tulis keterangan resmi GT Wash, dikutip Kamis (5/12).

    Cuci kendaraan pakai touchless shampoo.Cuci kendaraan pakai touchless shampoo. Foto: Doc. GT Wash.

    Cara kerjanya juga sangat mudah. Kendaraan pertama-tama disiram dulu menggunakan air bersih. Kemudian touchless shampoo yang telah dicampur air disemprotkan ke seluruh bagian bodi. Tunggu beberapa menit, kemudian bilas menggunakan pressure washer.

    Pastikan tekanan pressure washer sudah tepat sesuai rekomendasi touchless shampoo yang anda pilih. Setelah itu, keringkan mobil dengan kain microfiber.

    Sebagai catatan, GT Wash sebagai produsen touchless shampoo baru saja meluncurkan tempat cuci kendaraan self-service. Berbeda dengan tempat cuci kendaraan pada umumnya, fasilitas tersebut memungkinkan pengunjung melakukan pencucian mandiri dengan alat yang sudah disediakan.

    “Pemilik kendaraan dapat melakukan semua proses mulai dari pencucian, pembilasan, hingga pengeringan tanpa harus menunggu atau mengantre,” kata Marketing Manager GT Wash Indonesia, Aman Nurrochman.

    Cuci kendaraan pakai touchless shampoo.Cuci kendaraan pakai touchless shampoo. Foto: Doc. GT Wash.

    Tempat cuci kendaraan self-service tersebut juga sudah menggunakan teknologi touchless shampoo. Sehingga, pelanggan tak perlu ‘mengotori’ tangan saat sedang mencuci kendaraan.

    “Dengan konsep self-service ini, kami memberikan solusi bagi mereka yang sering kali merasa khawatir kendaraan mengalami baret akibat pencucian petugas. Teknologi touchless shampoo memastikan kendaraan tetap terjaga kebersihannya tanpa menimbulkan kerusakan fisik pada permukaan cat,” kata dia.

    (sfn/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Langsung Dinyalakan! Ini yang Harus Dilakukan Saat Motor Terendam Banjir



    Jakarta

    Tingginya curah hujan di berbagai wilayah Indonesia meningkatkan risiko banjir. Kondisi ini menuntut kewaspadaan, terutama bagi para pemilik kendaraan bermotor. Lalu, apa yang harus dilakukan saat motor terkena banjir?

    Menurut laman resmi distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda di Jawa Barat, Daya Adicipta Motora, motor yang terkena banjir umumnya berada dalam dua kondisi: terendam seluruh bagian hingga mencapai saringan udara, atau hanya terendam setengah badan di bawah saringan udara.

    Sub Department Head Technical Service PT Daya Adicipta Motora, Ade Rohman, menyarankan untuk tidak langsung menyalakan, atau bahkan memutar kunci kontak ke posisi ON jika motor terendam banjir sepenuhnya.


    “Jika motor sudah terendam banjir secara keseluruhan, jangan sesekali memutar kunci kontak ke posisi ON. Jika ini dilakukan bisa mengakibatkan kerusakan yang lebih parah. Baiknya, bersihkan seluruh badan sepeda motor yang sudah terendam banjir dengan cara membilas dengan air bersih,” ujar Sub Department Head Technical Service PT Daya Adicipta Motora, Ade Rohman.

    Menyalakan mesin secara langsung dikhawatirkan dapat merusak cylinder, klep, piston, dan komponen lainnya, karena air mungkin masuk melalui saringan udara atau knalpot.

    Langkah Penanganan Motor yang Terendam Banjir

    1. Periksa Saringan Udara dan Knalpot

    Pastikan tidak ada air yang masuk ke saringan udara. Cek indikasi bekas aliran air di area tersebut. Jika ragu, lepas busi terlebih dahulu, lalu engkol mesin menggunakan kick starter beberapa kali untuk memastikan ruang cylinder bersih dari air.

    2. Cek Oli Mesin dan Oli Gardan

    Periksa apakah oli tercampur air. Oli yang tercampur air biasanya berubah warna menjadi kecoklatan. Jika ini terjadi, segera lakukan pengurasan oli secara berulang menggunakan oli baru, hingga dipastikan air tidak lagi tersisa.

    3. Pastikan Sistem Pengapian Kering

    Bagian busi harus dipastikan kering agar pengapian berjalan sempurna.

    4. Cek Saringan Udara

    Pastikan saringan udara tidak terendam atau basah, karena hal ini dapat mengganggu kinerja mesin.

    Jika motor yang terendam banjir langsung dinyalakan tanpa pengecekan dan pengurasan, risiko kerusakan fatal pada komponen mesin dan gardan sangat besar.

    Lantas setelah memastikan semua komponen bersih dan kering, barulah motor dapat dinyalakan. Namun, jika detikers masih ragu, sebaiknya bawa motor ke bengkel terpercaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    (mhg/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Ampuh Cegah Baret di Handle Pintu Mobil



    Jakarta

    Baret halus kerap muncul di area bodi di balik handle pintu mobil akibat sentuhan tangan atau kuku. Meski tampak sepele, goresan ini bisa menumpuk seiring waktu dan merusak estetika kendaraan.

    Jika tidak dilindungi, goresan-goresan halus ini lama kelamaan akan menjadi sulit dihilangkan, bahkan bisa memerlukan pengecatan ulang yang tentunya memakan biaya lebih besar.

    Lantas beberapa cara untuk mencegah baret di area dekat handle pintu mobil ini. Salah satu yang paling efektif adalah dengan memasangkan lapisan Paint Protection Film (PPF).


    Lapisan pelindung ini mampu memberikan perlindungan ekstra pada cat kendaraan, terutama di area rawan seperti belakang handle pintu.

    Solar Gard Door Cup PPF bisa mencegah bodi di balik handle mobil baret.Solar Gard Door Cup PPF bisa mencegah bodi di balik handle mobil baret. Foto: dok. Solar Gard Indonesia

    Menariknya, produsen kaca film, Solar Gard merancang produk khusus untuk melindungi bagian bodi di balik handle pintu mobil, yakni Solar Gard Door Cup PPF. Diklaim produk ini dirancang secara spesifik agar memiliki lekukan yang bisa pas untuk melindungi area rawan baret ini.

    Lapisan PPF yang digarap oleh Solar Gard ini dirancang menggunakan Thermoplastic Polyurethane (TPU) yang dapat melindungi bodi kendaraan dari goresan, kotoran, hingga paparan sinar UV yang dapat merusak cat.

    Banderol yang perlu disiapkan pemilik mobil untuk melindungi bodi di balik handle-nya cukup terjangkau. Solar Gard Door Cup PPF dijual mulai dari Rp 300 ribu untuk satu set atau empat pintu.

    Harga tersebut sudah termasuk dengan pemasangan oleh teknisi Solar Gard. Disebutkan oleh mereka, bahwa pemasangan PPF di area bodi di balik handle mobil ini perlu dilakukan secara presisi untuk hasil yang optimal.

    “Sehingga kami sarankan diperlukan tim teknisi Solar Gard untuk pemasangan yang lebih presisi,” terang Area & Marketing Department Head Solar Gard Indonesia, Petrus Ignasisus lewat keterangan resmi.

    (mhg/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kiat Aman Touring Akhir Tahun Pakai Motor



    Jakarta

    Musim liburan sering menjadi momen yang dinanti buat berkumpul dengan keluarga atau menjelajahi tempat-tempat baru. Namun dengan meningkatnya volume kendaraan di jalan, pengendara motor harus lebih waspada dalam menjaga keselamatan berkendara.

    “Keselamatan berkendara adalah prioritas utama, terutama di musim liburan ketika lalu lintas jalan cenderung lebih padat. Pemotor harus bijak, juga disiplin dalam berkendara demi melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani.

    Berikut adalah hal yang perlu diperhatikan saat berkendara di musim liburan:

    1. Sepeda motor dan kelengkapan surat


    Sebelum melakukan perjalanan, pastikan kondisi motor dalam keadaan prima. Periksa tekanan angin ban, rem, oli, lampu, serta komponen lain yang mendukung keselamatan. Jangan lupa membawa surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK yang masih berlaku, dan kartu identitas lainnya.

    2. Perlengkapan berkendara

    Gunakan perlengkapan berkendara yang lengkap seperti helm SNI, jaket tebal, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Hindari menggunakan pakaian yang terlalu longgar atau aksesori yang bisa mengganggu konsentrasi.

    3. Patuhi rambu lalu lintas

    Perhatikan rambu lalu lintas dan kondisi sekitar. Jangan memaksakan diri untuk melaju kencang, terutama di jalanan yang kurang familiar. Pastikan tetap menjaga jarak aman agar memiliki ruang untuk bermanuver jika diperlukan.

    Selain pengendara harus memperhatikan hal tadi, tidak lupa juga agar tetap selalu terjaga perjalanannya dan bisa dengan selamat sampai ke tujuan, harus menghindari hal-hal seperti berikut ini:

    1. Penggunaan ponsel

    Jika Anda perlu menggunakan ponsel untuk membalas pesan ataupun mengangkat panggilan masuk, berhentilah di tempat yang aman.

    2. Beban berlebihan

    Hindari membawa beban berlebihan yang dapat mempengaruhi keseimbangan sepeda motor. Beban yang terlalu berat tidak hanya membahayakan Anda tetapi juga pengguna jalan lainnya.

    3. Jumlah Penumpang

    Perhatikan jumlah penumpang atau pembonceng, standarnya berkendara dengan sepeda motor terdiri dari pengemudi dan pembonceng alias hanya dua orang saja, lebih dari itu sangat tidak dianjurkan.

    Musim liburan sering kali diwarnai dengan cuaca yang tidak menentu. Pastikan Anda juga siap menghadapi kondisi seperti hujan atau kabut tebal dengan membawa jas hujan dan memilih rute yang tepat. Berkendara dalam kondisi basah membutuhkan kehati-hatian ekstra, terutama saat melakukan pengereman atau melewati jalan licin.

    “Keselamatan adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar. Harus selalu memperhatikan diri sendiri dan orang lain sesama pengguna jalan, lewat kampanye safety riding #Cari_aman, kami ingin meningkatkan kesadaran bahwa setiap perjalanan harus direncanakan dengan baik untuk mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin bisa terjadi,” jelas Agus.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Tips Merawat Ban Motor agar Tetap Awet dan Tidak Cepat Botak


    Jakarta

    Ban merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah kendaraan. Apabila ban mengalami kerusakan, seperti bocor atau sudah botak, maka bisa mengganggu kenyamanan berkendara.

    Jika ban motor detikers sudah botak, itu tandanya sudah harus diganti dengan yang baru. Jangan sampai telat menggantinya karena sangat berbahaya dan berisiko menyebabkan kecelakaan.

    Setelah menggantinya dengan ban yang baru, detikers harus rutin merawatnya agar ban tidak cepat botak. Sebab, harga ban motor sendiri juga tidak murah.


    Lantas, bagaimana cara merawat ban motor agar tetap awet dan tidak cepat botak? Simak tipsnya dalam artikel ini.

    Tips Merawat Ban Motor Tetap Awet dan Tidak Cepat Botak

    Ada sejumlah cara dalam merawat ban motor agar tetap awet dan tidak cepat botak. Dilansir situs Astra Oto Shop, berikut beberapa tipsnya:

    1. Cek Tekanan Angin Ban

    Tips yang pertama adalah dengan rutin mengecek tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan. Sebab, tekanan angin yang tepat dapat membantu menjaga performa ban motor sekaligus mencegah ban cepat botak.

    Kalau tekanan angin ban kurang dapat menyebabkan aus pada sisi kanan dan kiri ban. Sementara itu, tekanan angin yang terlalu tinggi mengakibatkan aus di bagian tengah ban.

    2. Pilih Ban yang Sesuai dengan Kendaraan

    Saat membeli ban, pastikan kamu memilih ukuran yang sesuai dengan tipe sepeda motor. Usahakan untuk tidak menaikkan ukuran (upsize) ban karena dapat mempengaruhi daya cengkeram, kenyamanan, dan kestabilan saat berkendara.

    3. Cek Kondisi Ban Secara Rutin

    Selain mengecek tekanan angin ban, detikers juga wajib memeriksa kondisi ban. Perhatikan apakah ban dalam kondisi baik atau ditemukan ada kebocoran kecil.

    Selain itu, perhatikan juga indikator keausan pada ban. Jika sudah terlihat keausan yang cukup signifikan, maka sebaiknya segera ganti dengan ban yang baru.

    4. Membersihkan Ban

    Mencuci motor tak hanya sekadar bagian bodinya saja yang kinclong, tapi bagian ban juga harus dibersihkan secara berkala. Bersihkan ban motor dari batu atau kerikil yang terselip di sela-sela alur ban, serta debu dan kotoran yang menempel.

    Saat mencuci ban, hindari menggunakan bahan kimia yang keras karena berisiko dapat merusak permukaan ban. Jadi, cukup gunakan sabun dan air bersih untuk membersihkannya.

    5. Jangan Membawa Muatan yang Berlebihan

    Tips selanjutnya adalah memperhatikan beban yang dibawa saat mengendarai sepeda motor. Pastikan tidak melebihi batas beban maksimal karena bisa membuat ban cepat botak, muncul retakan halus, bahkan mengalami pecah.

    Untuk mengantisipasi adanya kerusakan, detikers bisa melakukan pengecekan terhadap ban motor setiap 10.000 km atau membawanya ke bengkel resmi terdekat.

    6. Perhatikan Siklus Pergantian Ban

    Perlu diingat bahwa ban juga memiliki usia pakai. Pada umumnya, siklus pergantian ban motor sekitar 12-15 bulan untuk ban depan, sementara bagian ban belakang sekitar 10-12 bulan. Namun, usia pakai bisa lebih cepat jika kamu mengendarai motor setiap hari atau sering melalui jalanan yang rusak.

    Itu dia enam tips merawat ban motor agar tetap awet dan tidak cepat botak. Semoga membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Penyebab Shockbreaker Motor Keras dan Cara Bikin Empuk Kembali


    Jakarta

    Shockbreaker merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor. Sebab, shockbreaker berfungsi sebagai peredam getaran atau guncangan saat berkendara.

    Shockbreaker akan berguna jika kamu melalui jalanan berlubang atau melewati polisi tidur. Soalnya, shockbreaker dapat meredam getaran sehingga kamu tetap stabil ketika mengendarai motor.

    Apabila shockbreaker rusak, maka tidak dapat meredam guncangan sehingga dapat mengganggu kenyamanan berkendara. Selain itu, badan jadi terasa pegal-pegal akibat guncangan atau getaran ketika melewati jalanan rusak.


    Salah satu solusinya adalah dengan membeli shockbreaker yang baru. Namun, ada beberapa kasus shockbreaker baru masih terasa keras dan kurang empuk.

    Lantas, apa yang menyebabkan shockbreaker keras? Lalu bagaimana caranya membuatnya kembali empuk? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Penyebab Shockbreaker Motor Keras

    Ada sejumlah penyebab shockbreaker motor terasa keras dan bikin tidak nyaman saat berkendara. Dilansir situs Astra Oto Shop, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Tekanan Udara Terlalu Tinggi

    Faktor yang pertama karena tekanan udara terlalu tinggi. Perlu diketahui, setiap shockbreaker motor memiliki rekomendasi tekanan udara yang disarankan oleh pabrikan. Jika tekanan melebihi batas, maka shockbreaker akan terasa kaku dan kurang nyaman saat melibas jalanan berlubang.

    2. Setelan Kurang Sesuai

    Setelan shockbreaker yang kurang sesuai juga bisa menjadi penyebabnya. Pada umumnya, shockbreaker memiliki sejumlah opsi penyetelan, seperti kompresi dan perpanjangan yang harus disesuaikan dengan pengendara serta kondisi jalan yang dilalui.

    3. Aus

    Penyebab berikutnya karena komponen internal shockbreaker mengalami kerusakan atau aus, seperti di bagian segel, per, atau batang shockbreaker. Kerusakan ini dapat mengurangi fungsi shockbreaker untuk menyerap guncangan secara optimal.

    4. Kualitas Oli Shockbreaker

    Kualitas oli juga bisa mempengaruhi kinerja shockbreaker saat melalui jalanan berlubang. Sebab, penggunaan oli yang tidak cocok atau kualitasnya rendah bisa memicu shockbreaker terasa lebih keras.

    5. Butuh Waktu Penyesuaian

    Jika sudah mengganti shockbreaker yang baru tapi masih terasa keras, mungkin butuh waktu untuk mencapai fungsi yang optimal. Dalam beberapa kasus, hal ini disebabkan komponen di dalam shockbreaker masih butuh beradaptasi.

    Namun, jika shockbreaker masih terasa keras setelah penggunaan dalam waktu cukup lama, kamu perlu mengeceknya kembali. Segera bawa motor ke bengkel tempat memasang shockbreaker dan sampaikan keluhan kepada mekanik agar bisa dicari solusinya.

    Cara Membuat Shockbreaker Empuk Kembali

    Ketika shockbreaker motor detikers terasa keras, jangan panik dulu. Ada sejumlah cara untuk membuat shockbreaker kembali empuk dan nyaman. Simak di bawah ini:

    1. Pastikan Shockbreaker Terpasang dengan Benar

    Cobalah untuk mengecek posisi shockbreaker, apakah sudah terpasang dengan benar sesuai spesifikasi yang dianjurkan oleh pabrikan atau tidak. Pastikan semua komponen terpasang dengan benar dan tidak ada bagian yang terkunci atau terjepit.

    2. Cek Standar Tingkat Kekerasan Shockbreaker

    Sejumlah jenis shockbreaker memiliki pengaturan tingkat kekerasan yang bisa disesuaikan. Cek kembali apakah tingkat kekerasan shockbreaker sudah disetel dengan benar atau belum.

    Jika memungkinkan, cobalah atur tingkat kekerasan shockbreaker sesuai dengan kenyamanan detikers saat berkendara. Kamu juga bisa setel shockbreaker sesuai kondisi jalan yang sering dilalui setiap hari.

    3. Cek Tekanan Udara Shockbreaker

    Jika jenis shockbreaker motor kamu menggunakan udara sebagai medium peredamnya, pastikan tekanan udara di dalamnya sudah sesuai dengan rekomendasi pabrik.

    Soalnya, tekanan udara yang terlalu terlalu tinggi dapat mempengaruhi kenyamanan berkendara karena terasa keras. Maka dari itu, tekanan udara pada shockbreaker harus disesuaikan dengan standarnya.

    4. Cek Kondisi Shockbreaker

    Periksa juga shockbreaker motor secara detail dan pastikan tidak mengalami aus atau rusak. Beberapa komponen seperti per, seal, atau bushing yang rusak dapat menyebabkan shockbreaker tidak berfungsi secara optimal dan terasa keras.

    Kalau shockbreaker sudah rusak, maka sudah saatnya untuk menggantinya dengan yang baru. Oh ya, pastikan membeli shockbreaker sesuai dengan spesifikasi motor kamu.

    Itu dia penyebab shockbreaker keras dan cara mengatasinya agar kembali empuk. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ketahui Fungsi Cairan Ban Tubeless dan Cara Menghilangkannya


    Jakarta

    Banyak sepeda motor produksi terbaru yang sudah mengusung ban tubeless. Ban ini diklaim memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari tidak mudah bocor, lebih praktis saat ditambal, hingga daya tahan ban yang kuat.

    Meski begitu, ban tubeless masih bisa mengalami bocor halus jika terkena benda tajam seperti paku atau batu. Nah, salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan cairan ban tubeless.

    Cairan ban tubeless atau disebut juga cairan anti bocor disebut bisa memberikan perlindungan lebih ketika ban terkena benda tajam. Dengan begitu, detikers tak perlu khawatir ban tubeless mengalami bocor halus saat berkendara.


    Lalu, apa saja fungsi lain dari penggunaan cairan ban tubeless? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Fungsi Cairan Ban Tubeless

    Saat membeli ban tubeless baru di toko, biasanya pihak toko juga menawarkan cairan anti bocor kepada pelanggan. Agar detikers paham, simak sejumlah fungsi cairan ban tubeless yang mengutip situs Planet Ban:

    1. Menjaga Kerapatan Ban

    Fungsi yang pertama adalah dapat menjaga kerapatan ban agar tidak mengalami kebocoran ketika terkena benda tajam. Jadi, ban memiliki daya tahan yang lebih kuat sehingga pengendara tak perlu merasa khawatir.

    Selain itu, cairan ini juga dapat mengering dengan sendirinya serta memberikan perlindungan terhadap ban. Dengan begitu, jika terdapat celah kebocoran pada ban maka langsung ditutupi.

    2. Mudah Digunakan

    Beberapa pengendara menganggap penggunaan cairan anti bocor dirasa sulit, padahal sebenarnya tidak. Cara pakainya cukup dengan memasukkan cairan ke dalam ban melalui lubang pentil, setelah itu cairan akan masuk secara merata ke dalam ban.

    Penggunaan cairan ban tubeless dinilai membuat ban lebih kuat, sehingga ban tidak mudah bocor saat tak sengaja melindas benda tajam seperti paku atau batu.

    Dampak Buruk Penggunaan Cairan Ban Tubeless

    Meski diklaim dapat memberikan daya tahan lebih terhadap ban, tapi ada sejumlah efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan cairan ban tubeless, yaitu:

    • Dapat merusak velg motor karena kandungan pH atau tingkat asam basanya terlalu tinggi, sehingga bisa memicu velg mudah berkarat.
    • Berpotensi menyumbat lubang pentil ban, sehingga menyulitkan aliran udara masuk ke dalam saat ban diisi angin.

    Apabila detikers ingin menggunakan cairan anti bocor, sebaiknya pilih produk berkualitas dan beli di tempat resmi agar mendapatkan hasil yang sesuai.

    Cara Menghilangkan Cairan Ban Tubeless

    Jika kamu ingin membersihkan cairan anti bocor yang sudah masuk ke dalam ban tubeless, ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Lepaskan ban dari sepeda motor
    • Setelah itu, lepas klep dari pentil ban untuk mengeluarkan udara yang ada di dalam sampai habis
    • Kemudian lepas ban dari velg motor
    • Jika sudah, keluarkan seluruh cairan ban tubeless dari dalam sampai benar-benar bersih
    • Bersihkan sisa-sisa cairan anti bocor dengan air mengalir
    • Kamu juga bisa menggunakan kuas dan sabun cair untuk membersihkan serta memastikan tidak ada cairan ban tubeless yang tertinggal
    • Setelah dibersihkan, cek kembali ban dan velg untuk memastikan tidak ada sisa cairan anti bocor yang menempel
    • Kemudian, pasang kembali ban ke velg dengan benar
    • Lalu, pasang kembali ban ke sepeda motor.

    Itu dia fungsi cairan ban tubeless untuk sepeda motor dan cara membersihkan cairannya. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mobil Mewah Mogok Usai Terobos Banjir Rob di Jakut, Ingat Risikonya



    Jakarta

    Sejumlah mobil termasuk mobil mewah nekat menerobos banjir rob di Pluit, Jakarta Utara. Akibatnya, mobil tersebut mogok. Ingat lagi risiko mobil menerobos banjir.

    Banjir pesisir atau banjir rob melanda beberapa wilayah di Jakarta Utara. Jalanan pun digenangi banjir rob itu. Akibatnya, banjir rob yang menggenangi jalan raya menghambat para pengendara.

    Namun, ada beberapa pengendara yang nekat menerobos banjir rob. Seperti ditayangkan dalam video 20detik, ada sejumlah kendaraan yang tetap melintas meski genangan air cukup tinggi. Bahkan, sejumlah mobil mogok saat menerjang banjir di Jalan Raya Pluit Indah, Jakarta Utara.


    Dalam video itu terlihat sebuah sedan BMW mogok di tengah jalanan yang tergenang banjir. Warga tampak berusaha membantu mendorong mobil BMW itu. Tak cuma mobil, motor pun ikutan mogok karena menerobos banjir.

    [Gambas:Video 20detik]

    Memang, jika nekat menerobos banjir, ada risiko yang harus dihadapi pemilik kendaraan. Selain kerusakan kendaraan yang membuat biaya perbaikan membengkak, menerobos banjir juga dapat mengancam keselamatan pengendara.

    Praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, tidak menyarankan mobil menerobos banjir yang terlalu dalam. Sebab, risikonya bukan cuma merusak mobil.

    “(Risiko) water hammer sudah pasti. Yang banyak juga terjadi roda masuk lubang entah got, selokan dan lain-lain,” kata Sony kepada detikcom, beberapa waktu lalu.

    Selain itu, risiko lainnya mobil atau ban juga bisa terkena benda-benda tajam yang terbawa arus. Benda-benda tersebut juga bisa menghambat putaran roda atau merusak bodi mobil.

    “(Risiko lainnya) mobil terbawa arus kalau genangan sudah tinggi,” ucap Sony.

    Dari sisi teknis, kalau nekat menerobos banjir berisiko membuat mesin jebol. Hal itu disebabkan oleh air yang masuk ke dalam ruang bakar sehingga tidak bisa terkompresi. Gejala itu disebut dengan water hammer.

    Water hammer adalah kondisi ketika air masuk ke ruang bakar mesin. Air tidak bisa terkompresi oleh mesin sehingga yang terjadi setang piston bengkok bahkan bisa menyebabkan silinder mesin pecah.

    Water hammer mungkin tidak langsung membuat mesin jebol. Ada kondisi mobil mengalami water hammer beberapa waktu setelah menerobos banjir. Gejala awalnya adalah mesin terasa kasar.

    Kalau sudah terjadi water hammer yang membuat mesin jebol, tentu perbaikannya tidak murah.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com