Author: Import

  • Pelajaran dari Kecelakaan Maut Bus Brimob Angkut Siswa SMA



    Jakarta

    Bus milik Pusdik Brimob yang mengangkut rombongan SMAN 1 Porong, Sidoarjo, mengalami kecelakaan maut di KM 72 Tol Pandaan-Malang dekat Exit Tol Purwodadi, Pasuruan. Ini pelajaran pentingnya.

    Dikutip detikJatim, bus yang memuat siswa SMAN 1 Porong untuk sesi foto buku tahunan mengalami kecelakaan tunggal. Petaka itu terjadi saat bus membawa rombongan siswa SMAN 1 Porong sejumlah 31 dan 2 guru pendamping tersebut menabrak penanda arah Exit Tol Purwodadi sekitar pukul 12.30 WIB, Sabtu (1/2/2025).

    Kecelakaan bus itu menyebabkan 2 orang meninggal dunia, yakni sopir bus bernama Khoirul (60) dan siswi SMAN 1 Porong bernama Naviri Arimbi Maharani (18) kelas 12. Selain itu, 19 orang mengalami luka-luka.


    “Dugaan sementara karena kelalaian sopir,” kata Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Derie Fradesca, Sabtu (1/2/2025).

    Derie mengungkapkan sopir bus Khoirul (60) hendak membawa rombongan ke Malang. Namun terjadi kecelakaan menabrak guadrill chevron Purwodadi KM 72.

    “Mau ke Malang, seharusnya kan turun di Singosari atau Lawang. Tapi ini kecelakaan mau keluar Purwodadi,” terangnya.

    Kecelakaan maut bus mengangkut siswa sekolah sudah sering kali terjadi. Tak cuma karena kendaraannya, masalah kelalaian sopir juga kerap menjadi penyebabnya.

    Belajar dari kejadian ini, menurut pengamat transportasi Djoko Setijowarno, seharusnya pihak penyewa bus tidak hanya mementingkan harga sewa bus yang murah. Sebaiknya pilih penyedia bus yang resmi, berizin, terawat dan minim kecelakaan.

    “Bagi masyarakat, jangan cari murah lah. Kalau cari bus itu mahal sedikit nggak apa-apa, tapi kan Anda lebih selamat. Cari bus yang ada izin, buka di aplikasi Mitra Darat, itu ketahuan. Kemudian sopirnya dua, jangan satu. Saya yakin itu (pengemudi bus maut yang mengangkut rombongan SMAN 1 Porong) ngantuk, kemungkinan ngantuk. Makanya sopirnya minta dua, biar nyaman. Ini yang kita selalu cari murah-murah, tapi risikonya nggak dipikirkan,” kata Djoko kepada detikOto, Minggu (2/2/2024).

    Djoko mengatakan, aspek keselamatan dalam memilih bus untuk disewa perlu menjadi perhatian. Seperti ketersediaan alat P3K, palu pemecah kaca, pemadam kebakaran, dan pintu darurat.

    “Hingga sekarang masih ada sejumlah bus yang tidak memiliki izin dan tidak melakukan Uji KIR. Warga jangan terjebak dengan harga sewa murah, namun tak memberikan layanan dan jaminan keselamatan. Selain itu, pengemudi diminta yang mengetahui rute mencapai lokasi wisata yang dituju,” kata Djoko.

    Pelajaran buat Pengemudi

    Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan ada beberapa kemungkinan penyebab kecelakaan maut tersebut. Bisa jadi pengemudi lelah, gagal fokus, atau hilang kendali karena selip, agresif, rem rusak dan lain-lain.

    “Dari kejadian tersebut pastinya harus dilakukan investigasi untuk mendapatkan sebab secara objektif. Tapi ada satu hal yang harus dipersiapkan namun tidak dilakukan dan akibatnya berujung kecelakaan, yaitu faktor emosi. Ketika emosi ini terjaga maka otak dapat berpikir fokus dan jernih untuk bertanggung jawab. Utamanya pada saat awal tugas,” ujar Sony.

    Untuk itu, sopir harus melakukan persiapan yang matang sebelum nyetir. Pertama, kata Sony, memastikan kendaraan siap, penumpangnya aman dan persiapan-persiapan arah jalan serta kemungkinan-kemungkinan terburuk.

    “Kedua, emosi yang stabil juga membantu pengemudi dalam memandu di sepanjang perjalanan. Sehingga menerapkan SPE (See, Predict, Exsecute) pada setiap akan bermanuver. Emosi juga menjaga kewaspadaan berkendara, terutama ketika mulai drop dan letih datang, maka pengemudi mampu mengambil keputusan untuk istirahat,” ujar Sony.

    (rgr/mhg)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pakai Alat Pelacak Kendaraan Nggak Perlu Beli, Bisa Langganan, Segini Biayanya



    Jakarta

    Menggunakan alat pelacak kendaraan atau GPS Tracker sekarang menjadi kebutuhan, apalagi untuk pengusaha dengan banyak armada. Alat pelacak kendaraan sekarang pun semakin canggih, tidak hanya bisa mengetahui lokasi kendaraan, bahkan sekarang bisa mematikan kendaraan dari jarak jauh.

    Namun, harga alat pelacak kendaraan ini mungkin masih terbilang mahal. Kini, GPS.id meluncurkan GPS Tracker dengan sistem berlangganan bernama Recca. Sistem berlangganan GPS Tracker ini memungkinkan pengguna melacak kendaraan mereka dan melakukan engine cut off dari jarak jauh. Harga berlangganannya mulai dari Rp 99.000 per bulan.

    “Recca adalah sistem berlangganan GPS Tracker. Pelanggan tidak perlu lagi membeli perangkat GPS tracker yang mahal. Cukup pilih paket bulanan atau tahunan sesuai kebutuhan. Mudah dan flexibel,” kata Arianto Furiady, Direktur Utama PT SUPER SPRING, pemilik GPS.id.


    Perangkat ini diberikan garansi seumur hidup selama berlangganan. Jika perangkat GPS tracker mengalami kerusakan, akan ditanggung sepenuhnya oleh GPS.id.
    Terdapat 2 jenis paket penyewaan yang diberikan. Skema yang pertama adalah bulanan, harganya Rp 99.000 per bulan. Kemudian skema kedua adalah tahunan dengan biaya Rp 999.000 per tahun. Biaya langganan di bawah Rp 1 jutaan itu, diklaim lebih murah ketimbang berlangganan bulanan maupun membeli alatnya secara mandiri.

    Perangkat pelacak kendaraan ini dapat melakukan pelacakan posisi kendaraan secara online 24 jam nonstop, mematikan mesin kendaraan dari jarak jauh melalui aplikasi, memberikan notifikasi email jika kendaraan memasuki/keluar area yang ditentukan, notifikasi jika GPS dicabut dari kendaraan, notifikasi jika terjadi pencabutan aki, mengetahui jejak perjalanan kendaraan hingga 90 hari terakhir, mendapatkan laporan perjalanan, dan mendapatkan laporan parkir (waktu dan tempat).

    Alat pelacak kendaraan ini berfungsi untuk meminimalisir pencurian kendaraan, menghindari penyimpangan rute, mencegah penyalahgunaan kendaraan, meningkatkan efisiensi perusahaan dan menghindari keterlambatan pengiriman.

    (rgr/mhg)



    Sumber : oto.detik.com

  • Apakah Mobil Listrik Aman Terobos Banjir dan Bagaimana Perawatannya?



    Jakarta

    Curah hujan yang deras di berbagai wilayah akhir-akhir ini kerap menimbulkan genangan air atau banjir. Curah hujan yang tinggi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik kendaraan listrik. Apakah aman mobil listrik kena air sampai banjir-banjiran?

    Tenang, kebanyakan mobil listrik telah dirancang aman untuk kena air. Apalagi kalau mobil listrik tersebut sudah mengantongi sertifikasi IP (Ingress Protection)

    “Mobil listrik Hyundai sebetulnya aman jika terkena genangan air, asalkan air tidak naik sampai menutupi roda mobil. Mobil listrik Hyundai telah dirancang dengan perlindungan khusus terhadap air, termasuk baterai yang tertutup rapat dan sistem kelistrikan yang terisolasi dengan baik. Baterai dan sistem kelistrikannya memiliki isolasi yang kuat serta sertifikasi IP (Ingress Protection) yang melindunginya dari air dan debu,” kata Manager Aftersales Hyundai Gowa, Widi Mulyadi.


    “Semakin tinggi IP maka perlindungan terhadap air semakin besar. Namun, untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal terutama dalam keadaan ekstrem seperti di musim hujan dengan curah hujan yang tinggi, kami sangat menyarankan agar pelanggan melakukan pengecekan rutin pada mobil listriknya,” lanjut Widi.

    Jika terkena dampak banjir atau melewati genangan air dalam batas aman (biasanya tidak lebih dari setengah tinggi roda), mobil listrik tetap dapat beroperasi dengan normal tanpa risiko korsleting atau mogok. Namun, jika terendam dalam air yang terlalu dalam untuk waktu yang lama, risiko kerusakan pada komponen lain, seperti motor listrik dan sistem elektronik, bisa meningkat.

    Pelanggan tetap disarankan untuk menghindari menerjang banjir. Jika terpaksa harus melewati genangan air atau bahkan banjir, pastikan untuk mengemudikannya secara perlahan dan hati-hati. Kurangi kecepatan dan hindari pengereman mendadak.

    Hyundai Gowa juga memberikan tips aman mempersiapkan kendaraan untuk musim hujan. Pertama, mengemudi pada kondisi hujan deras membuat pengemudi biasanya sulit melihat jalanan dengan jelas dan hal ini dapat membahayakan pengemudi. Sebaiknya ganti karet wiper apabila sudah terlihat tanda-tanda goresan pada kaca depan mobil supaya wiper dapat bekerja secara maksimal dan jarak pandang saat mengemudi tampak lebih jelas.

    Pengemudi perlu memastikan ban mobil memiliki tapak yang cukup. Jika ban mobil tidak memiliki tapak yang cukup, menghentikan secara cepat pada jalan yang basah dapat menyebabkan slip dan mungkin menyebabkan kecelakaan.

    Pastikan untuk selalu mengecek daya baterai mobil listrik sebelum berkendara, terutama saat hujan deras, untuk memastikan kendaraan siap digunakan dan menghindari kemungkinan kehabisan daya di tengah perjalanan.

    Pastikan selalu membawa perlengkapan darurat lainnya, seperti jas hujan dan payung untuk berjaga-jaga jika kondisi darurat dan harus keluar mobil saat hujan deras. Obat-obatan pribadi dan kotak P3K juga perlu disiapkan untuk pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Biar Tidak Kaget Buka Gas Motor Listrik, Begini Tipsnya



    Jakarta

    Akselerasi instan biasanya terasa ketika membuka gas motor listrik. Biar tidak kaget bagi yang belum terbiasa dengan performa motor listrik. Simak tipsnya, yuk!

    Deni Surahman, Instruktur Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan tips saat pertama kali membawa motor listrik. Dia menyarankan supaya memencet tuas rem belakang terlebih dahulu.

    “Putar gas sambil melepas tuas rem secara perlahan,” kata pria yang disapa Densu ini di Ancol, Jakarta Utara.


    “Supaya jaga-jaga tidak kaget dengan tarikan awal motor listrik,” tambah dia.

    Di atas kertas, motor listrik menawarkan torsi yang lebih superior dari motor bensin. Jadi tips ini bisa saja berguna buat yang baru beradaptasi dengan motor listrik.

    “Secara keluaran tenaga, motor listrik umumnya memiliki torsi instan. Jadi motor seperti tersentak di awal, sebaiknya ketika buka tuas akselerator secara perlahan itu juga berbarengan dengan menarik tuas rem belakang, kemudian secara gradual dilepas,” ungkap dia.

    “Awalnya pasti ribet, cuma kalau sudah terbiasa kan pasti akan mudah juga penggunaannya. Transisi pengoperasian motor mesin bakar ke listrik mirip-mirip dari motor kopling ke matik, ya,” tambah Densu.

    Apalagi motor listrik juga tidak memiliki suara seperti motor bensin. Pengendara harus lebih waspada.

    “Motor listrik itu kan dibanding yang mesin bakar pasti ada dua hal perbedaan yakni getaran dan suara. Ditambah lagi sekarang ini belum semua orang aware kehadiran motor EV (saat melintas), seperti tiba-tiba muncul atau semacamnya,” kata Densu.

    “Kalau sudah begitu, artinya kita sebagai pengendara harus meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan prediksi bahaya ketika dikendarai. Butuh adaptasi,” jelasnya lagi.

    (riar/lua)



    Sumber : oto.detik.com

  • Oli Cepat Hitam Meski Baru Ganti? Ini 4 Penyebab dan Solusinya


    Jakarta

    Mengganti oli termasuk cara merawat kendaraan. Oli baru diganti umumnya berwarna kuning jernih. Beda hal jika warnanya hitam pekat yang menandakan oli sudah kotor akibat pemakaian sehari-hari.

    Namun, tak sedikit pengendara mengeluhkan oli cepat menghitam padahal belum lama diganti dan pemakaian motornya tidak terlalu sering. Kira-kira apa ya penyebabnya?

    Penyebab Oli Cepat Hitam dan Solusinya

    Mengutip situs Astra Motor dan Federal Oil, berikut penyebab oli cepat hitam menghitam walau baru diganti dan cara mengatasinya:


    1. Komponen Mesin Kotor

    Selain sebagai pelumas, oli berfungsi sebagai pembersih. Oli akan membersihkan permukaan dinding silinder dari oksidasi, kerak-kerak yang timbul akibat proses pembakaran, hingga pembersihan karbon. Apabila mesin motor kotor maka kotoran akan ikut terbawa oli.

    Oleh sebab itu, ruang mesin hendaknya sekaligus dibersihkan saat jadwal servis agar tidak kotor. Dengan begitu, oli akan awet dan tidak cepat hitam.

    2. Gas Sisa Pembakaran Masuk Karter

    Ketika boring motor aus dan ring piston susut atau terbalik, gas sisa pembakaran yang mungkin mengandung kerak dan kotoran dapat masuk ke karter. Akibatnya, oli yang tertampung mudah menghitam saat gas masuk ke karter. Begitu juga ketika gap ring piston berada segaris akibat pemasangan salah atau ring yang longgar.

    Untuk mencegah komponen cepat aus, penting memilih pelumas yang bagus dan sesuai agar performa mesin tetap optimal.

    3. Mesin Overheat

    Setelan kopling yang kurang pas bisa menyebabkan selip sehingga oli cepat menguap. Akibatnya, mesin kendaraan bisa mengalami overheat atau terlalu panas yang pada akhirnya membuat oli mudah menghitam.

    Jika hal ini terjadi, oil cooler dapat dipasang di belakang radiator atau dekat filter agar memperoleh udara maksimal untuk menjaga oli mesin tetap dalam kondisi dingin. Saat oli dingin maka kekentalannya meningkat dan membuat komponen mesin terhindar dari keausan.

    4. Filter Oli Rusak

    Filter oli berperan menyaring kotoran dalam mesin agar tidak bercampur dengan oli. Jika komponen ini rusak, maka tidak lagi bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal. Akibatnya, oli akan kotor dan menghitam. Mesin juga tidak dapat terlindungi dengan baik sehingga risiko gesekan antar komponen dan keausan meningkat.

    Karena itu, jangan lupa cek kondisi filter oli saat servis motor. Periksa apakah komponen ini harus diganti atau cukup dibersihkan saja. Jika rusak, sebaiknya ganti filter oli dan pasang dengan benar agar berfungsi optimal.

    (azn/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari Kecelakaan Maut Motor Bonceng 3 Lawan Arah



    Jakarta

    Kecelakaan maut melibatkan motor bonceng tiga atau cengtri di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Tiga orang dilaporkan tewas dan satu lainnya luka berat.

    Dikutip detikNews, peristiwa kecelakaan terjadi di Jalan Inspeksi Kalimalang Kampung Pekopen, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/2/2025) sekitar pukul 04.45 WIB.

    Dua unit motor terlibat kecelakaan ini yakni motor Honda bernopol BE-6893-ZE yang dikendarai laki-laki berinisial P berboncengan dengan dua laki-laki inisial C dan BH, dan motor Yamaha nopol B-5579-FAW yang dikemudikan laki-laki inisial BK.


    “Meninggal tiga orang, luka berat satu orang,” kata Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kompol Sugihartono.

    Korban meninggal adalah pria berinisial BH, P, dan BK. Sementara itu, satu orang lainnya berinisial C mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut. BK adalah pengendara motor yang ditabrak motor cengtri.

    Sugihartono menjelaskan kecelakaan berawal saat motor Honda bernopol BE-6893-ZE yang dikendarai laki-laki berinisial P berboncengan dengan dua laki-laki inisial C dan BH.

    “Motor tersebut melaju dari arah barat ke timur dan setibanya di lokasi kejadian melaju terlalu ke kanan sehingga bertabrakan dengan motor dari arah berlawanan,” ungkapnya.

    Motor cengtri itu kemudian bertabrakan dengan motor Yamaha nopol B-5579-FAW yang dikemudikan oleh BK, yang sedang melaju dari timur ke barat. Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang tewas dan satu orang lainnya luka berat.

    Belajar dari kecelakaan maut ini, Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian mengatakan, motor merupakan kendaraan kecil tanpa proteksi apa pun. Jika naik motor dan mengalami kecelakaan, pengemudi dan penumpangnya pasti akan terkapar.

    “Mengapa justru banyak adu banteng padahal hadap-hadapan yang harusnya saling melihat? IRSMS (Integrated Road Safety Management System) Korlantas Polri sering merilis adu banteng atau tabrak depan, karena faktor distraksi pengendara dan kecepatan,” kata Reza kepada detikOto, Jumat (14/2/2025).

    Distraksi itu, lanjut Reza, bukan hanya main HP atau kegiatan fisik lainnya, tapi juga pikiran pengendara dan pengguna jalan. Selain itu, kecelakaan adu banteng juga kerap terjadi akibat kegagalan antisipasi pergerakan kendaraan lain, karena tidak ada komunikasi.

    “Perlu teknis khusus melakukan komunikasi dan mengemudikan motor, tapi sayangnya belum ada sekolah dasar tentang motor, asumsinya sama dengan naik sepeda hanya soal keseimbangan ditambah motor sekarang kenceng-kenceng karena injeksi sistemnya bahkan modifikasi bisa membuatnya makin lebih cepat akan makin sulit berpikir dan bertindak,” ujarnya.

    Tak cuma itu, jalan lurus dan sepi adalah bahaya baru. Data kecelakaan dari Korlantas Polri, menurut Reza, merilis banyaknya kecelakaan di jalan lurus dan sepi.

    “Ada jalan lurus sepi dan bagus cenderung dirasa nyaman oleh pengendara untuk memacu dan di sinilah berefek mereka yakin dengan rencana waktu jalan yang mepet-mepet, ‘Ah, nanti di jalan itu bisa kenceng kok dan masih sepi,’ kecepatan konstan juga akan menyebabkan nyaman pengemudi akhirnya terlena dan ini juga bagian dari distraksi. Makanya banyak kecelakaan terjadi di jalan lurus dan sepi,” beber Reza.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Makin Canggih, Dashcam Bisa Rekam Saat Mobil Diparkir



    Jakarta

    Kamera dasbor atau dashcam pada mobil diperlukan untuk merekam semua kejadian di jalan. Namun, kini dashcam lebih canggih lagi, bisa merekam saat mobil sedang diparkir.

    Dashcam adalah alat yang dipasang pada mobil yang bisa merekam terus-menerus dan biasanya berfungsi sebagai bukti ketika terjadi suatu peristiwa. Kejadian seperti fraud atau berpura-pura tertabrak dengan tujuan mendapatkan uang damai adalah salah satu contoh yang terjadi di Indonesia. Selain itu dashcam juga dapat berfungsi untuk mengawasi jika ada pencurian di dalam mobil, vandalisme di jalanan ataupun pemerasan oleh oknum tertentu.

    Salah satu produsen dashcam, BlackVue, menghadirkan dashcam yang lebih canggih. BlackVue baru saja meluncurkan dashcam DR590X plus 2025 yang memiliki semua fungsi penting.


    Dashcam ini memiliki fitur FullHD 60fps dengan sensor Sony STARVIS, memiliki built-in Parking mode untuk pengawasan pada saat parkir, voltage monitor untuk mencegah aki mobil rusak dan mobil tidak bisa dinyalakan, optional GPS untuk merekam kecepatan dan lokasi mobil, serta Built-in sensor benturan untuk mendeteksi mobil ditabrak pada saat parkir.

    “Blackvue DR590X plus 2025 adalah model legendaris yang sudah dikenal ketahanannya, ini adalah produk kami yang paling sederhana namun memiliki fungsi lengkap dengan harga yang terjangkau,” kata Rudy, Direktur Pemasaran Blackvue Indonesia.

    Dashcam Blackvue DR590X plus 2025Dashcam Blackvue DR590X plus 2025 Foto: Dok. Blackvue

    Dashcam ini memiliki Parking Mode bawaan melalui kabel hardwiring yang disertakan. Kamera akan tetap mengawasi ketika mobil sedang parkir. Fitur ini memastikan kendaraan selalu terlindungi, bahkan saat sedang diparkir. Fitur Mode Parkir mencakup monitor voltase bawaan untuk melindungi baterai kendaraan.

    Selain itu, Blackvue DR590X plus 2025 juga memiliki Event buffer. Ketika mobil mengalami tabrakan, dashcam itu akan memastikan rekaman 5 detik sebelum terjadinya tabrakan tetap terekam dan bisa digunakan untuk memperjelas bukti rekaman sebelum kejadian. Ini berarti klip video peristiwa yang direkam saat mengemudi atau parkir menyertakan rekaman lima detik yang terjadi sebelum peristiwa pemicu terjadi.

    Dashcam ini diklaim memiliki fitur tahan panas, sehingga bisa tetap beroperasi pada suhu yang sangat tinggi. DR590X plus 2025 menyertakan optional GPS dan Wi-Fi. GPS yang disertakan menyematkan data kecepatan dan lokasi dalam video yang direkam. Wi-Fi memungkinkan pengguna untuk terhubung ke dashcam mereka dengan smartphone atau tablet untuk transfer file cepat.

    Fitur penting lainnya antara lain speaker internal, sensor benturan, dan deteksi gerakan.Kamera dasbor memberi tahu pengguna saat menyala, mati, atau mendeteksi kesalahan, melalui speaker yang disematkan di kamera depan. Akselerometer internal kamera depan mendeteksi benturan untuk memicu perekaman event, dan mengaktifkan Mode Parkir saat tidak bergerak selama lima menit.

    (rgr/mhg)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mengetahui Fungsi Kiprok dan Ciri-cirinya saat Sudah Rusak


    Jakarta

    Ada banyak komponen yang terdapat pada sepeda motor, salah satunya adalah kiprok. Komponen yang satu ini kerap dilupakan oleh pemiliknya, padahal punya fungsi penting bagi sistem kelistrikan motor.

    Sama halnya seperti komponen sepeda motor lainnya, kiprok juga bisa mengalami kerusakan seiring penggunaan. Apabila tidak segera mengganti kiprok, hal ini berisiko mempengaruhi kelistrikan pada sepeda motor kamu.

    Lantas, apa fungsi kiprok pada sepeda motor? Lalu seperti apa ciri-ciri kiprok jika sudah mulai rusak? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Fungsi Kiprok pada Sepeda Motor

    Mengutip laman Suzuki, kiprok atau disebut rectifier regulator merupakan komponen kelistrikan di sepeda motor yang punya fungsi penting. Sebab, kiprok berpengaruh besar terhadap keawetan aki motor.

    Fungsi utama kiprok adalah menstabilkan arus dan tegangan yang mengalir dan selanjutnya dialihkan ke aki. Jika arus listrik ke aki terlalu besar, hal ini menyebabkan overcharge.

    Begitu juga sebaliknya, jika arus yang mengalir ke aki terlalu kecil maka dapat menyebabkan aki jadi mudah tekor. Untuk itu, tegangan dan arus yang mengalir ke aki perlu seimbang.

    Fungsi lain dari kiprok adalah untuk mengubah arah arus menjadi satu arah. Jadi, arus AC (Alternating Current) yang dihasilkan oleh spul kemudian diubah menjadi arus DC (Direct Current). Hal ini dapat terjadi karena arus yang masuk ke aki harus dalam keadaan arus DC.

    Selain itu, kiprok juga berfungsi untuk menstabilkan arus ke lampu sepeda motor. Apabila arus yang masuk terlalu berlebih, kiprok dapat mengaturnya secara otomatis agar lampu tidak mudah putus.

    Komponen di Dalam Kiprok

    Dilansir situs Astra Motor, kiprok terdiri dari beberapa macam komponen di dalamnya, yakni:

    • Resistor
    • Dioda
    • IC
    • Transistor

    Komponen tersebut menjadi penghubung dengan spul dan mengarahkan arus listrik. Jika ditemukan kerusakan pada kiprok, hal ini bisa mempengaruhi kelistrikan sepeda motor.

    Ciri-ciri Kiprok Mulai Rusak

    Seiring penggunaan, kiprok bisa mengalami kerusakan. Hal itu dapat terjadi oleh sejumlah faktor, mulai dari kurangnya perawatan atau memang sudah aus sehingga perlu diganti.

    Sayangnya, masih banyak pemilik motor yang tidak sadar kalau kiprok sudah rusak. Sebagai bentuk antisipasi, simak ciri-ciri kiprok rusak di bawah ini:

    1. Lampu Motor Sering Mati

    Tanda-tanda yang pertama adalah ampu motor beberapa kali mati. Kondisi ini biasanya terjadi saat motor tengah melaju dalam kecepatan tinggi. Alhasil, kiprok tidak bisa membatasi tegangan arus yang masuk ke lampu dan akhirnya menyebabkan lampu putus.

    2. Sepeda Motor Mogok

    Jika sepeda motor tiba-tiba mogok, hal itu dapat disebabkan oleh kiprok yang sudah rusak. Soalnya, kiprok yang berfungsi mengalirkan arus listrik ke aki sudah tidak optimal, sehingga tegangan aki menjadi drop dan sepeda motor bisa mogok bahkan mati total.

    3. Komponen Aki Tekor

    Ciri-ciri berikutnya adalah komponen aki sudah tekor. Saat komponen kelistrikan rusak, hal itu membuat input listrik tidak bisa menutup kelistrikan motor secara sempurna.

    Dampaknya, listrik di dalam baterai menjadi terkuras sehingga menyebabkan aki jadi drop. Alhasil, kamu akan kesulitan untuk menyalakan motor, cahaya lampu terlihat redup, dan klakson yang mengeluarkan suara sember.

    Selain aki yang tekor, kondisi ini juga terjadi akibat kiprok sudah rusak. Oleh sebab itu, jika terjadi masalah di kelistrikan jangan terburu-buru langsung mengganti aki, sebaiknya cek dahulu komponen kiprok apakah masih bagus atau sudah aus.

    Tips Merawat Kiprok Sepeda Motor

    Memang, kiprok bisa rusak seiring penggunaan. Namun jika detikers melakukan perawatan dengan baik, maka kiprok bisa lebih awet.

    Simak beberapa tips merawat kiprok sepeda motor di bawah ini:

    1. Cek kondisi kiprok, apakah ada tanda-tanda korosi atau kerusakan pada kabel dan konektor.
    2. Periksa tegangan output kiprok menggunakan alat pengukur tegangan. Pastikan tegangan output stabil di angka 12 volt.
    3. Bersihkan koneksi kabel dan konektor dari kotoran atau oksidasi.
    4. Usahakan tidak mengendarai sepeda motor dengan RPM terlalu tinggi atau melakukan perubahan kecepatan secara drastis. Hal ini bisa memicu kiprok cepat aus.

    Demikian pembahasan mengenai fungsi kiprok dan ciri-ciri kiprok sudah rusak. Semoga membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Fungsi Sensor TPS Motor Injeksi, Tanda Kerusakan, dan Perawatannya


    Jakarta

    TPS atau Throttle Position Sensor merupakan bagian kecil dari sepeda motor injeksi yang berperan penting agar pengguna nyaman dalam berkendara. Apa saja fungsi sensor TPS? Simak definisi, tanda-tanda kerusakan, hingga cara perawatan sensor TPS berikut ini.

    Apa Itu Sensor TPS?

    Dalam buku Materi Ajar Praktek Tune Up Sepeda Motor 4 Tak Berbasis Kebutuhan Dunia Kerja untuk Siswa SMK oleh Suryo Hartanto dan Handoko dijelaskan, sensor TPS merupakan komponen di dalam throttle body pada sistem bahan bakar injeksi.

    Throttle body yang terletak di antara intake manifold dan filter udara ini merupakan pengatur udara yang masuk ke ruang bakar. Di dalam throttle body ini terdapat komponen throttle valve dan TPS.


    Throttle valve fungsinya adalah sebagai sistem buka tutup saluran utama yang akan dilalui udara ke throttle body. Sedangkan sensor TPS adalah sensor dari sistem electronic fuel injection (EFI) yang fungsinya sebagai pendeteksi bukaan dari throttle valve dengan memanfaatkan potensiometer.

    Fungsi Sensor TPS

    Berdasarkan situs Suzuki Surya Batara Mahkota, berikut ini 5 fungsi sensor TPS:

    1. Mengirim Sinyal Pergeseran Katup

    Fungsi sensor TPS yang pertama adalah mengirimkan sinyal terkait pergeseran katup, agar penggunaan bensin pada mesin bisa teratur dan seimbang. Posisinya yang menjadi satu dengan body throttle berfungsi agar katup gas memiliki sudut bukaan yang tepat.

    Saat katup bergeser, maka sensor akan mengirimkan sinyal ke perangkat Electronic Control Unit (ECU), kemudian diproses dan terjadi suplai atau injeksi BBM ke dalam ruang bakar.

    2. Mengoreksi Rasio Udara dan BBM

    Sensor TPS juga berfungsi untuk mengoreksi rasio atau perbandingan campuran bahan bakar dan udara. Saat katup gas terbuka penuh, maka akselerasi meningkat, lalu bahan bakar yang dibutuhkan turut meningkat.

    Sebaliknya, BBM yang dibutuhkan berkurang jika katup hanya terbuka sedikit, sehingga akselerasi ikut menurun. Dengan demikian, jumlah udara dan bahan bakar yang masuk harus seimbang agar tenaga yang dihasilkan sempurna.

    3. Menginformasikan Kondisi Kendaraan

    Sensor TPS memberikan informasi mode dan kondisi kendaraan. Perubahan kondisi katup pada throttle body akan menandakan perbedaan akselerasi, apakah terbuka penuh, setengah, atau menutup penuh.

    Misalnya ketika katup terbuka penuh, maka akselerasi akan meningkat. Saat katup tertutup penuh artinya mesin mati. Sedangkan katup yang terbuka setengah menunjukkan kondisi mesin sedang berada di putaran menengah.

    4. Memberikan Kontrol pada Fuel Cut

    Fungsi sensor TPS selanjutnya adalah mengontrol fuel cut atau kerja dari injektor. Pada saat sensor TPS memberi sinyal bahwa katup gas terbuka, maka injektor akan menyala dalam waktu lebih lama. Namun jika TPS memberikan sinyal bahwa katup gas terbuka sedikit, maka injektor akan menyala sebentar.

    5. Menghentikan Switch AC dan Kontrol Emisi

    Terakhir, fungsi sensor TPS adalah untuk mematikan switch AC dan kontrol emisi. Saat beban sudah berlebihan, switch AC akan otomatis mati otomatis, sehingga tenaga dapat bekerja lebih maksimal. Maka performa mesin tetap terjaga.

    Tanda Sensor TPS Mulai Rusak

    Sensor TPS bisa rusak karena faktor usia, kotor, maupun masalah lain. Ketika sensor TPS mulai rusak, maka akan menunjukkan tanda-tanda. Berikut ini beberapa tanda sensor TPS mulai rusak yang dikutip dari situs Honda Cengkareng:

    • Saat gas motor ditambah, mesin tidak responsif.
    • Malfunction Indicator Lamp (MIL) pada motor akan berkedip sebanyak 8 kali sebagai tanda kinerja TPS mesin sedang bermasalah.
    • Ketika mesin dinyalakan atau dipanaskan, rpm bisa naik dengan sendirinya.
    • Tarikan gas menjadi bersuara sangat kasar saat gas ditambah maupun diturunkan.

    Perawatan Sensor TPS

    Sensor TPS merupakan bagian dari throttle body yang tidak boleh sembarangan dibuka atau dibersihkan. Perawatan untuk sensor TPS harus dilakukan menyeluruh dengan throttle body.

    Berikut beberapa hal yang membutuhkan perawatan:

    • Pada tahap awal, throttle body bisa dibersihkan dengan menggunakan bensin atau cairan carburator cleaner, kemudian dibersihkan menggunakan kuas. Cairan tersebut dapat merontokan kotoran atau debu.
    • Gunakan injector cleaner dengan cara menuangkannya ke dalam tangki ataupun langsung menyemprot ke bagian throttle body.
    • Bersihkan pula bagian injektor motor, karena kotoran mungkin masuk ke dalam lubang injektor dan menyebabkan mampet.
    • Lakukan servis lengkap secara berkala di bengkel resmi. Petugas akan mengecek secara menyeluruh, termasuk throttle body beserta sensor TPS.

    Itulah 5 fungsi sensor TPS motor beserta tanda kerusakan dan perawatannya. Hal ini penting diketahui agar detikers tetap nyaman dalam berkendara. Untuk lebih mudahnya, detikers bisa melakukan servis rutin di bengkel terpercaya.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Tips Aman Ngerem Pakai Motor Matic di Jalan Menurun


    Jakarta

    Berkendara menggunakan motor matic cenderung mudah, karena cukup menarik gas dan rem. Pengendara tak perlu menambah atau mengurangi gigi persneling, maupun menarik kopling.

    Tapi di balik itu, ada ancaman yang cukup serius ketika motor matic digunakan di jalan menurun seperti pegunungan. Jika pengereman tidak benar, bisa-bisa motor blong dan terjadi kecelakaan.

    Untuk bisa ngerem pakai motor matic dengan benar saat melintasi jalan turunan, simak caranya dalam artikel ini. Simak juga beberapa kesalahan ngerem yang biasa dilakukan dan beberapa tips agar awet rem tetap awet.


    Tips Aman Ngerem Motor Matic di Turunan

    Dilansir dari situs Suzuki dan Rifat Drive Labs, berikut ini 7 tips aman mengerem motor matic di turunan:

    1. Pastikan Kondisi Rem Sebelum Bepergian

    Selalu pastikan untuk mengecek kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, terutama saat menempuh perjalanan jauh. Salah satu bagian terpenting adalah rem. Pastikan rem tidak aus atau rusak.

    2. Jaga Jarak dan Kecepatan

    Menjaga jarak dan kecepatan merupakan cara agar pengereman bisa optimal. Terutama ketika di turunan, maka kendaraan akan meluncur lebih cepat. Jangan sampai kecepatan melebihi batas maksimal untuk mengantisipasi kendaraan di depanmu berhenti mendadak.

    3. Gas Jangan Benar-benar Dilepas

    Berbeda dengan motor manual, motor matic bisa blong ketika gas benar-benar dilepas saat di turunan. Sebab motor manual memiliki engine brake yang bisa menahan kecepatan, sementara motor matic tidak.

    Pengendara motor matic sesekali tetap harus menarik gas agar transmisi kendaraan tetap aktif. Jika gas dilepaskan penuh, maka akan terjadi freewheel, yaitu motor bisa meluncur seperti ketika menarik kopling pada motor manual.

    Di turunan, utamakan untuk menggunakan rem depan daripada belakang. Rem depan akan lebih optimal menahan daya dorong motor ke depan. Rem depan pada motor matic berada di tangan kanan, sama seperti motor umumnya.

    5. Kombinasikan Rem

    Memang rem depan lebih optimal digunakan saat menurun. Tetapi detikers tetap harus mengkombinasikan dengan rem belakang di tangan kiri sebagai penyeimbang. Selain menghindari ban selip, cara ini juga mengurangi beban rem sehingga tidak cepat aus pada salah satu rem.

    6. Hindari Ngerem Mendadak

    Hindari mengerem secara mendadak, terutama setelah memacu dengan kecepatan tinggi. Pengereman mendadak bisa membuat roda terkunci dan motor kehilangan daya cengkram.

    Pengendara juga disarankan mengerem secara bertahap, yakni dengan menekan rem, melepasnya, lalu menekannya lagi hingga beberapa kali.

    7. Pastikan Pakai Safety Gear

    Selalu ingat untuk memakai perlengkapan keselamatan, seperti helm ber-SNI, jaket berkendara, sarung tangan, dan sepatu untuk meminimalkan risiko cedera apabila terjadi kecelakaan.

    Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Ngerem

    Banyak pengendara yang masih sering melakukan kesalahan dalam mengerem. Berikut beberapa di antaranya:

    • Banyak pengendara terbiasa mengerem mendadak, sehingga membuat roda terkunci. Hal ini sering terjadi ketika tidak menjaga jarak aman.
    • Banyak pengendara menghindari penggunaan rem depan karena takut roda depan terkunci. Padahal rem depan lebih efektif untuk memperlambat laju motor.
    • Pengendara masih sering memanfaatkan satu rem, padahal sebaiknya mengkombinasikan rem depan dan belakang. Jika menggunakan satu rem, maka laju kendaraan sulit terkendali dan rem bisa cepat aus.
    • Pengendara masih sering mengabaikan kondisi rem. Saat rem terasa tidak pakem, muncul suara, atau tidak nyaman, sebaiknya tanyakan ke bengkel.

    Tips Merawat Rem Agar Awet

    Berdasarkan situs Astra Otoshop, ada sejumlah tips merawat rem agar tetap awet yang bisa diterapkan, yaitu:

    • Secara rutin bersihkan komponen dari kotoran, terutama setelah kehujanan, terkena lumpur, atau melewati jalan berdebu.
    • Lakukan kombinasi rem depan dan belakang.
    • Manfaatkan engine brake untuk mengurangi kecepatan, sehingga meminimalkan penggunaan rem.
    • Cek kampas rem dan piringan cakram untuk memastikan jarak yang normal.
    • Secara berkala berikan minyak rem pada bearing atau laher.
    • Kondisi permukaan cakram rem tidak boleh aus atau berkarat. Jika kondisinya demikian, maka pertimbangkan untuk diganti.
    • Jika rem sudah macet, sebaiknya ganti seal master rem, kampas rem, dan sebagainya.
    • Selalu menyervis motor secara agar seluruh komponennya dicek.

    Nah, mulai sekarang detikers bisa menerapkan tips aman mengerem pakai motor matic tersebut. Kebiasaan baik ini bisa mencegah diri kita dan orang lain dari bahaya kecelakaan.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com