Author: Import

  • Tips Beli Mobil Kredit Biar Nggak Pusing Cicilan



    Tangerang

    Bagi kamu yang ingin memiliki mobil pertama dengan cara mencicil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya tidak menyesal.

    Dalam acara Daihatsu Kumpul Sahabat di Alun-alun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/5/2025), Kepala Wilayah DKI 1 PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Michael Hendro mengatakan konsumen mobil Daihatsu mayoritas berasal dari pembeli mobil pertama.

    “Ya, jadi kalau kita bicara Daihatsu, kita lebih fokusnya membantu teman-teman pertama kali beli mobil baru. Apakah mau upgrade dari sepeda motor, ataupun used car (mobil bekas) ke mobil baru,” kata Michael dalam Cerita Berkendara bersama pakar otomotif di Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/5/2025).


    “Hampir 70 sampai 80 persen konsumen kita membeli mobil secara kredit,” ujar dia.

    Supaya nyaman sejak awal, setelah menentukan kebutuhan. Langkah selanjutnya menentukan anggaran terlebih dahulu.

    “Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau membeli kredit, yang pertama, uang muka, DP ini akan menentukan sebenarnya cicilan kita akan berapa besar,” kata Michael.

    “DP cuma sekali bayar, tapi cicilannya 3, 4, 5 tahun kita tanggung (ke depan). Hari ini Daihatsu bisa 15 sampai 20 persen untuk DP,” jeaslnya lagi.

    “DP sekali bayar, tapi cicilan yang harus diperhatikan 3 sampai 5 tahun,” ungkapnya.

    Artinya langkah yang dapat dilakukan sebelum mengajukan kredit mobil adalah memahami besaran bunga dan uang muka yang akan berpengaruh pada nilai cicilan dan tenor pinjaman. Perlu juga diperhatikan biaya lain seperti provisi, administrasi, dan biaya terkait lainnya.

    Perkirakan pendapatan dan pengeluaran bulanan.Pastikan cicilan mobil yang aman adalah 30 persen dari penghasilan bersih.

    “Cicilan alangkah baiknya setengah atau sepertiga dari total penghasilan keluarga tersebut,” ujar Michael.

    “Antara 33 sampai 50 persen maksimal dari keluarga tersebut. Ini penghasilan gabungan,” jelas dia.

    “Karena leasing sendiri pada saat rekomendasi approval, salah satunya adalah apakah cicilan ini memberikan beban atau tidak.”

    “Sehingga buat kita sendiri, kita mau mobil ini mau bikin bahagia. Jadi DP harus diperhitungkan, dan cicilannya diperhitungkan,” kata Michael.

    “DP sendiri komposisinya ada bunga, asuransi, ada administrasi kredit, ini juga kita mesti cukup smart menyikapi ini semua. Belum tentu yang mahal itu jelek, belum tentu yang murah itu harus kita pilih. Cover seperti apa, emergency assistance apakah ada atau tidak, klaimnya, pengambilan BPKB apakah mudah atau sulit,” ungkapnya lagi.

    (riar/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • APAR Biasa Gak Bisa Padamkan Baterai Lithium Mobil Listrik yang Terbakar



    Jakarta

    Kasus mobil listrik terbakar memang jarang terjadi, namun bagi pemilik mobil listrik disarankan untuk tidak hanya menyediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) biasa atau konvensional. Soalnya api pada baterai mobil listrik tidak akan bisa padam jika menggunakan APAR konvensional.

    Dalam liputan detikOto sebelumnya, dijelaskan mengapa APAR konvensional atau APAR biasa tidak bisa memadamkan api yang dikeluarkan dari baterai lithium. Soalnya APAR konvensional itu dibuat berbahan dasar bubuk, dan hal tersebut tidak dapat digunakan untuk memadamkan kobaran api yang dihasilkan baterai lithium.

    Disarankan para pemilik kendaraan listrik atau mobil listrik, selalu menyediakan APAR yang mengandung water based chemical dan mengandung senyawa Potassium yang mampu memadamkan api dari baterai lithium yang memiliki temperatur lebih dari 1.200 derajat celcius.


    Proses pemadaman mobil listrik BYD Seal yang terbakar di dalam garasi rumah di Jakbar.Ilustrasi Proses pemadaman mobil listrik BYD Seal yang terbakar di dalam garasi rumah di Jakbar. Foto: Dok. istimewa

    “Karena APAR jenis powder based didesain untuk memadamkan api dengan temperatur 600 derajat celcius ke bawah. Sedangkan api pada baterai lithium memiliki temperatur dari 1.200 derajat celcius,” terang Willy Hadiwijaya selaku CEO PT FAST waktu itu.

    Willy juga menambahkan untuk pemilik kendaraan listrik, selain harus memiliki APAR yang mengandung water based chemical, disarankan untuk menggunakan alat yang berbasis food grade. Sehingga APAR ini tidak berbahaya bagi makhluk hidup yang terpapar.

    Walaupun sangat berbahaya ketika terbakar, namun perlu diketahui bahwa sebenarnya baterai berjenis lithium sendiri tidak mudah terbakar. Dalam simulasi baterai lithium terbakar waktu itu, ditunjukkan bahwa baterai dibakar menggunakan api secara langsung, tapi baterai tidak langsung terbakar dengan signifikan.

    (lth/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tips Aman Tinggalkan Mobil Listrik Berhari-hari di Garasi



    Jakarta

    Pakar kendaraan listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi membagikan tips atau cara aman meninggalkan mobil listrik berhari-hari di garasi rumah. Harapannya, insiden BYD Seal keluar asap di Palmerah, Jakarta Barat, tak terulang lagi di masa depan.

    Agus menjelaskan, ketika mobil listrik mau ditinggal lama, maka pastikan ruang garasinya tak panas atau lembab. Maka, pilihlah tempat yang sejuk dan berventilasi baik. Hal tersebut untuk menjaga suhu kendaraan tetap ideal.

    “Terkait tips umum agar lebih aman bila ingin EV (electric vehicle) ingin ditinggal cukup lama maka perlu diperhatikan kondisi area penyimpanan tidak panas maupun lembab tapi sejuk dan berventilasi baik,” ujar Agus Purwadi saat dihubungi detikOto, Kamis (15/5).


    Selain itu, kata Agus, ada satu komponen mobil listrik yang perlu mendapat perhatian lebih, yakni baterai. Dia mengingatkan, pastikan baterai tidak kosong atau terlalu penuh saat kendaraan ditinggal berhari-hari di garasi.

    “Kemudian (yang harus diperhatikan lagi), kondisi muatan baterai kendaraan tidak kosong ataupun terisi penuh. Pastikan muatan baterai di angka sekitar 50 persen atau sesuai rekomendasi dari pabrikannya,” ungkapnya.

    Proses pemadaman mobil listrik BYD Seal yang terbakar di dalam garasi rumah di Jakbar.BYD Seal mengeluarkan asap. Foto: Dok. istimewa

    Di kesempatan yang sama, Agus Purwadi juga menyampaikan analisisnya mengenai kasus BYD Seal yang mengeluarkan asap di Palmerah, Jakarta Barat. Dia mengira, ada tiga pemicu utama di balik insiden tersebut.

    Pertama, kata Agus, kepulan asap tersebut berasal dari baterai kendaraan. Sebab, komponen itu mudah bermasalah ketika overheat atau terlalu panas. Kerusakan pada baterai tak melulu memunculkan api, melainkan bisa hanya kepulan asap.

    Kedua, lanjut dia, ada kerusakan di sistem kelistrikan seperti hubung singkat. Kondisi tersebut bisa memicu panas berlebih dan menyebabkan asap atau kebakaran.

    “Lalu yang ketiga, komponen elektronika daya. Kerusakan pada komponen elektronika daya seperti inverter atau charger bisa juga menyebabkan masalah (di kendaraan),” ungkapnya.

    Meski punya analisis pribadi, namun Agus menyarankan agar publik menunggu hasil pemeriksaan tim BYD Indonesia. Sebab, perusahaan asal China itu berjanji akan melakukan investigasi secara menyeluruh.

    “Untuk lebih jelasnya maka sebaiknya bisa tunggu hasil investigasi Tim BYD yang pasti sedang menangani secara serius dan mendalam karena saat ini merupakan market leader baik di Indonesia maupun dunia,” kata dia.

    (sfn/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mau Pinang Daihatsu Zebra Seken Harga Rp 10 Jutaan? Ini Penyakitnya



    Jakarta

    Daihatsu Zebra bisa menjadi opsi menarik bagi konsumen yang ingin membeli mobil jadul dengan budget terbatas. Mobil van terpopuler Daihatsu di zamannya itu bisa dibeli dengan harga mulai Rp 10 jutaan. Tapi sebelum kamu pinang mobil ini, perlu diketahui terlebih dahulu ragam penyakitnya.

    Seperti dikatakan Reza, member dari ZEC (Zebra Club) Chapter Jabodetabekar, Daihatsu Zebra memiliki sejumlah penyakit yang harus diatasi. Penyakit ini meliputi di bagian kelistrikan dan juga mesin.

    “Pengalaman teman-teman di komunitas, penyakit utama Zebra itu seringnya overheat dan timing belt putus, dan yang terakhir itu yang paling umum, delco-nya kalau kena cipratan air, itu akan mati mesinnya,” ungkap Reza ditemui detikOto di acara Daihatsu Kumpul Sahabat 2025 di alun-alun Tigaraksa, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Minggu (18/5/2025).


    Reza pun membeberkan solusinya. “Kalau untuk penyakit delco, itu pasti dikasih halang-halangan bawahnya supaya kalau kena cipratan aman. Untuk masalah timing belt itu ada beberapa montir yang sudah ngerti setelan topnya, karena kan kalau kekencangan dia putus, kalau terlalu longgar dia akan lepas,” sambung Reza.

    Lanjut ke permasalahan overheat, umumnya Daihatsu Zebra menggunakan sistem radiator 1 ply. Maka jika ingin mencegah terjadinya panas berlebih pada mesin, radiatornya harus diganti. “Diganti pakai yang 2 ply, sama mungkin pulley kipasnya dibesarin, begitu, biar adem,” bilang Reza.

    Di luar kekurangan, Daihatsu Zebra memiliki keunggulan berupa konsumsi BBM yang irit, di mana bisa mencapai angka 1:15. Selain itu, harga mobil yang diproduksi rentang tahun 1995 hingga 2007 ini juga tergolong murah.

    “Kisarannya antara Rp 10 sampai Rp 30 juta,” bilang Reza.

    Namun Reza mengingatkan, ada harga ada rupa. Artinya, jika meminang Daihatsu Zebra yang harganya Rp 10 jutaan, maka kemungkinan PR perbaikannya banyak. “Tapi jika beli yang harga Rp 20 juta-Rp 30 jutaan, ya mungkin perbaikannya minor lah,” sambung Reza.

    Lanjut Reza menjelaskan, jika Anda membeli Zebra di harga Rp 10 jutaan, maka sebaiknya siapkan biaya sekitar Rp 15 jutaan untuk perbaikan. “Uang itu digunakan rekondisi mesin, terus radiatornya dibikin 2 ply, kaki-kaki diberesin semua, dan bisa buat ganti CDI juga,” ungkap Reza.

    Sementara itu jika berencana meminang Zebra, Reza menyarankan agar memilih generasi Zebra yang diproduksi terakhir kali pada 2007. “Karena itu Zebra yang paling bagus dan sudah injeksi EFI (Electronic Fuel Injection).

    Harga pasarannya memang lebih mahal, Rp 40 juta sampai Rp 50 juta. Tapi kalau ketemu penjual yang hobi, harganya bisa sampai Rp 60 juta hingga Rp 70 juta,” tukas dia.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kata Siapa Drifting itu Sulit? Ini Cara Mudahnya



    Jakarta

    Tak semua pengendara bisa melakukan drifting. Untuk bisa ngedrift, memang butuh latihan yang tak singkat. Tapi bukan berarti tidak bisa, ada beberapa hal yang bisa dipelajari pengendara untuk melakukan drifting. Autochem menjelaskan ada lima teknik dasar dalam dunia drifting, penjelasannya sebagai berikut.

    1. Power Over

    Mengandalkan tenaga mesin yang besar, teknik ini dilakukan dengan menekan pedal gas secara agresif agar roda belakang berputar lebih cepat dari traksi yang tersedia. Akibatnya, mobil mengalami oversteer dan mulai ngepot. Teknik ini paling efektif digunakan pada mobil bertenaga besar dan high speed event.

    2. Feint Drift atau Scandinavian Flick

    Teknik ini melibatkan gerakan kemudi ke arah berlawanan sebelum masuk tikungan. Pengemudi membelokkan setir ke arah yang berlawanan sebelum mengarahkannya kembali ke jalur yang dituju. Pergeseran bobot yang terjadi membantu menciptakan oversteer, memungkinkan mobil untuk ngepot. Teknik ini sangat efektif dalam menghadapi tikungan tajam.


    3. Clutch Kick

    Teknik ini dilakukan dengan cara menekan dan melepas pedal kopling secara cepat sambil tetap mempertahankan tekanan pada gas. Metode ini menyebabkan roda belakang kehilangan traksi secara tiba-tiba, memicu mobil untuk mulai ‘bergerak liar’. Clutch kick sering dimanfaatkan untuk memulai atau mempertahankan drift di tengah tikungan.

    4. E-Brake Drift

    Teknik ini menggunakan rem tangan untuk mengunci roda belakang secara mendadak. Dengan menarik rem tangan saat masuk tikungan, roda belakang kehilangan traksi dan mobil mulai sideway. Metode ini sering diterapkan saat drift pada kecepatan rendah atau perlu menyesuaikan sudut mobil di tengah tikungan.

    5. Braking Drift

    Teknik ini memanfaatkan rem untuk mengalihkan bobot kendaraan ke bagian depan. Saat memasuki tikungan, pengemudi menekan pedal rem sehingga bagian depan mobil mengalami penurunan sementara traksi di roda belakang berkurang. Hal ini memudahkan mobil untuk memasuki oversteer. Teknik ini ideal untuk drifting pada kecepatan rendah hingga menengah.

    Drifting PrestoneDrifting Prestone Foto: dok. Prestone

    Autochem Industry Hadir di Ajang Mandalika Festival of Speed 2025 Seri ke-1

    PT Autochem Industry (AI) melalui produk unggulannya brake fluid Prestone dan radiator coolant Master, mendukung gelaran akbar motorsport Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2025 Seri ke-1 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu-Minggu (10-11/5).

    Autochem bertindak sebagai salah satu sponsor acara Drift Camp yang bertujuan untuk mengedukasi dan menjaring drifter-drifter muda yang punya potensi, menyediakan fasilitas tire changer di area paddock sirkuit untuk memudahkan bongkar-pasang ban, serta menjadi sponsor pembalap Fitra Eri yang berlaga di one make race BRZ Super Series.

    “Lewat Prestone dan Master, PT Autochem Industry (AI) mendukung berbagai aktivitas motorsport di Indonesia karena percaya track balap merupakan ajang pembuktian keandalan dan ketangguhan berbagai komponen penting kendaraan, khususnya brake fluid dan radiator coolant. Selain itu, kami juga ingin dari ajang motorsport dapat muncul pembalap-pembalap muda berbakat yang akan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” kata Henry Sada, Direktur Utama dan Marketing PT Autochem Industry (AI).

    Selanjutnya Drifting merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat disukai anak muda zaman now, dimana PT AI melihatnya sebagai potensi untuk memperkenalkan produk cairan kendaraan Prestone dan Master. Bagian dari Mandalika Festival of Speed 2025 Seri ke-1, Drift Camp berlangsung di belakang paddock Sirkuit Mandalika.

    Drift Camp adalah latihan bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan drifter-drifter muda sekaligus menjaring talenta baru untuk diorbitkan, terutama dari wilayah Lombok, Bali, dan sekitarnya. Konsep Drift Camp sendiri adalah menyediakan latihan drifting dengan tempat yang layak di sirkuit yang memiliki kualitas aspal sesuai kebutuhan balap.

    Sebagai camp pelatihan, para peserta terutama yang baru, mendapatkan coaching clinic dan transfer ilmu dari drifter senior yang hadir. Inilah yang menjadikan ajang Drift Camp menarik untuk diikuti, terutama bagi para rookie yang umumnya berasal dari Gen-Z. Dengan kondisi track yang mendukung sesuai standar lomba, ditambah edukasi dari drift coach, para drifter pemula dapat memaksimalkan teknik drifting yang benar supaya mampu berlaga dengan mulus dan meraih poin tertinggi.

    “Kami ingin menyatukan drifter Lombok dan Bali yang selama ini latihan sendiri dengan membuatkan event Drift Camp. Tujuannya, supaya apa yang sudah mereka pelajari bisa dijadikan sebagai sarana berlomba dengan drifter dari luar, sehingga mentalnya terbentuk saat kompetisi. Autochem lewat Prestone dan Master juga mempunyai kontribusi yang positif karena selalu men-support aktivitas kami, dengan turut membantu menemukan bibit-bibit pembalap muda. Ke depan, semoga Autochem dapat terus berkolaborasi dengan kami di Sirkuit Mandalika,” jelas Denny Pribadi, Penyelenggara dan Pelatih Drift Camp di event Mandalika Festival of Speed 2025 Seri ke-1.

    (lth/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ngecas HP di Mobil Listrik Bikin Baterai jadi Boros?



    Jakarta

    Ada anggapan kalau ngecas HP di mobil listrik bisa bikin baterai lebih boros? Kedengarannya sepele, tapi ternyata banyak yang salah kaprah soal ini. Lantas seperti apa faktanya?

    Menurut Aldi Ruvian dari After Sales Department AION Indonesia, hal-hal kecil seperti ngecas HP di mobil listrik memang bisa berpengaruh terhadap konsumsi daya secara keseluruhan. Apalagi kalau dilakukan bersamaan dengan penggunaan elektronik lainnya.

    “Minimalkan penggunaan elektronik di dalam mobil seperti charging atau menyolok untuk charging sesuatu, gadget dan lainnya. Jadi hal-hal seperti itu memang dapat memberikan efisiensi yang lebih baik ketika menggunakan mobil listrik,” ujar Aldi beberapa waktu lalu.


    Tapi tentu saja, ngecas HP enggak serta-merta langsung bikin baterai mobil jebol. Yang perlu diwaspadai adalah kebiasaan kecil yang menumpuk, ditambah dengan gaya berkendara yang tidak efisien.

    Nah, biar konsumsi daya mobil listrik tetap irit, AION Indonesia juga membagikan beberapa tips simpel tapi penting:

    1. Hindari Akselerasi Mendadak

    “Salah satunya adalah yang pertama terkait dengan cara berkendara yaitu akselerasi. Jadi yang pertama adalah hindari akselerasi yang berlebihan seperti stop n go secara tiba-tiba,” jelas Aldi.
    Kebiasaan injak gas dan rem mendadak bikin sistem kerja baterai lebih berat. Kondisi ini diklaim dapat membuat baterai jadi cepat habis.

    2. Jaga Kecepatan Stabil

    “Yang kedua adalah jaga batas kecepatan. Jadi seperti kita tahu bahwa batas kecepatan di tol itu kan ya ada yang 80 ada yang mungkin 100 ya, nah jadi jangan lebih dari segitu.”
    Menurut Aldi, saat kecepatan sudah tembus 100 atau 120 km/jam, konsumsi baterai cenderung tinggi. Ia mengibaratkan sama seperti mobil bensin yang semakin boros ketika diajak ngebut.

    3. Aktifkan ECO Mode atau Gunakan E-Pedal

    “Tips ketiga adalah memaksimalkan penggunaan fitur ECO mode atau E Pedal. Yang dimana sistem regenerative braking, sehingga ketika pedal gas dilepas, daya akan terisi kembali ke dalam baterai.”

    Dengan fitur ini, energi yang biasanya terbuang saat deselerasi bisa dikembalikan ke baterai. Sedikit banyak, penggunaan fitur regenerative braking dapat membuat konsumsi baterai kian efisien.

    (mhg/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jalan Jauh Pakai Mobil Listrik? Lakukan Ini Biar Gak Abis Baterai di Jalan!



    Jakarta

    Bepergian jarak jauh dengan mobil listrik kini bukan lagi hal yang sulit. Teknologi dan infrastruktur pengisian daya yang terus berkembang membuat perjalanan jadi lebih praktis.

    Meski begitu, ada satu hal yang tetap penting diperhatikan yakni kondisi baterai dan jangan sampai kehabisan baterai di tengah jalan. Karena itu, perencanaan rute dan pengisian daya jadi kunci utama untuk memastikan perjalanan tetap lancar.

    Menurut Aldi Ruvian dari After Sales Department AION Indonesia, sekarang udah ada fitur bernama trip planner yang bisa bantu perhitungan titik-titik charging selama perjalanan.


    “Ada yang namanya trip planner gitu ya. Jadi trip planner itu bisa dipakai dari aplikasi-aplikasi untuk pengisian daya (charging) seperti yang saya contohkan dari PLN Mobile misalkan, dia sudah ada semacam trip planner. Jadi misalkan pelanggan ingin melakukan perjalanan ke suatu kota, di titik mana aja sih yang nanti sebaiknya dilakukan charging,” jelas Aldi.

    Di sisi lain, Marketing Communications dan Public Relations AION Indonesia, Valdo Prahara, juga menyebutkan bahwa pengguna mobil listrik sekarang umumnya sudah paham dengan kondisi mobilnya serta tantangan yang mereka hadapi saat perjalanan jauh.

    AION Indonesia sudah berulang menguji mobilnya untuk perjalanan jauh, bahkan mengajak awak media untuk tes mobil listriknya dari Jakarta ke Semarang tanpa mengecas. Terbukti aman tanpa perlu khawatir.

    “Tabiatnya orang-orang yang pakai mobil listrik itu yang sekarang pasti udah bisa banget nge-plan dan juga gak perlu khawatir lagi ya karena produk AION sendiri kan jaraknya cukup jauh,” kata Valdo.

    SPKLU PLNSPKLU PLN Foto: 20detik

    Tips Berkendara Jauh dengan Mobil Listrik

    Agar perjalanan jarak jauh dengan mobil listrik tetap aman dan nyaman, berikut beberapa tips yang disarankan oleh PLN:

    1. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima

    Periksa seluruh komponen kendaraan, termasuk tekanan ban, sistem kelistrikan, dan kondisi rem. Pastikan juga baterai dalam keadaan terisi penuh sebelum memulai perjalanan.

    2. Manfaatkan Fitur Trip Planner

    Gunakan aplikasi seperti PLN Mobile untuk merencanakan rute perjalanan sekaligus melihat lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Perencanaan ini penting untuk menghindari risiko kehabisan daya di tengah perjalanan.

    3. Hindari Akselerasi dan Kecepatan Berlebih

    Jaga kecepatan agar tetap stabil dan hindari akselerasi mendadak. Kebiasaan berkendara yang agresif dapat mempercepat konsumsi daya baterai.

    4. Maksimalkan Fitur Regenerative Braking

    Aktifkan mode berkendara hemat seperti ECO Mode atau E-Pedal untuk mengoptimalkan fitur regenerative braking. Fitur ini memungkinkan daya listrik dikembalikan ke baterai saat kendaraan melambat.

    5. Siapkan Kabel Charging Pribadi

    Saat ini, penyebaran SPKLU belum merata di seluruh daerah. Lantas penting juga bagi pemilik mobil listrik untuk membawa kabel charging sendiri untuk berjaga-jaga baterai lemah di jalan atau untuk mengecas saat di penginapan di kota tujuan.

    6. Hindari Jalur dengan Kemacetan Parah

    Meski daya yang termakan lebih banyak saat melaju kencang, mobil listrik tetap mengkonsumsi daya saat berhenti apalagi jika sistem AC menyala. Oleh sebab itu, efisiensi akan lebih optimal saat melintasi jalan yang bebas dari kemacetan. Gunakan aplikasi navigasi untuk memantau lalu lintas dan memilih jalur yang lebih lancar.

    7. Siapkan Rencana Cadangan

    Sebaiknya tentukan titik SPKLU alternatif di sepanjang rute perjalanan. Hal ini berguna apabila lokasi pengisian utama tidak tersedia atau sedang antre.

    (mhg/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Awas Salah! Ini Cara Ngerem Motor Matic yang Benar di Turunan


    Jakarta

    Meski menjadi kendaraan populer di Indonesia, namun belum banyak pengendara yang tahu cara ngerem motor matic yang benar di turunan. Padahal, jika dilakukan asal-asalan, ada potensi kecelakaan.

    Banyak yang menganggap, motor matic merupakan kendaraan sederhana yang cukup gas-rem saja untuk mengendarainya. Kendati demikian, faktanya, kita juga harus mengetahui cara ngerem motor matic yang benar di berbagai situasi, salah satunya saat turunan.

    Demi menghindari risiko tak diinginkan ketika dalam perjalanan, berikut kami rangkum cara ngerem motor matic saat turunan.


    Cara Ngerem Motor Matic di Turunan

    – Jaga Kecepatan

    Pertahankan kecepatan yang sesuai dengan batas yang telah ditetapkan. Jangan melebihi batas kecepatan dan selalu gunakan kecepatan stabil.

    – Gunakan Kedua Rem

    Saat mengerem motor, gunakan rem depan dan rem belakang secara bergantian atau bersamaan. Pengereman dengan kedua rem bisa mempercepat proses pengereman dan proses berhenti menjadi lebih stabil.

    – Perhatikan Posisi Tubuh

    Menurut Yamaha Riding Academy (YRA) Yogyakarta, saat mau mengerem, posisikan badan agak tegak, pandangan lurus ke depan lengan dan bahu dalam kondisi rileks dan genggaman tangan di stang motor juga rileks. Gunakan jari tangan ketika menarik tuas rem dengan kekuatan jari yang cukup.

    – Gunakan Rem Depan di Jalanan Menurun

    Ketika mengerem di jalanan menurun, tekan handle atau tuas rem depan. Pemilihan rem depan dapat menahan daya dorong motor ke depan. Saat melintasi jalanan menurun, daya dorong motor ke depan lebih besar. Jadi dibutuhkan rem depan untuk menahan laju motor.

    Ketika dalam jalanan menurun panjang, hindari untuk mengerem secara terus menerus dalam waktu lama. Hal ini bisa membuat perangkat rem motor menjadi panas dan mengakibatkan kekuatan rem berkurang. Jika kamu merasakan kekuatan rem yang berkurang, sebaiknya berhenti sejenak untuk membiarkan suhu rem turun.

    Kesalahan Ngerem Motor Matic

    Melakukan rem ketika berkendara naik motor matic bukanlah hal yang sulit. Namun jika dilakukan dengan cara yang salah maka bisa meningkatkan potensi kecelakaan atau kerusakan pada rem. Berikut kesalahan yang sering terjadi ketika salah mengerem:

    1. Hanya Pakai Satu Rem

    Kesalahan pertama yang seringkali terjadi ketika mengerem saat mengendarai motor matic adalah hanya menggunakan satu rem. Hal ini bisa membuat laju kendaraan sulit dikendalikan serta rem menjadi cepat aus.

    2. Rem Mendadak

    Mengerem secara mendadak atau tiba-tiba bisa membuat roda terkunci dan motor pun tidak stabil. Selain itu, potensi kecelakaan pun meningkat.

    3. Mengabaikan Kondisi Rem

    Jangan abaikan kondisi rem. Sebab, rem yang aus atau rusak bisa membuat pengendara sulit mengendalikan laju motor.

    4. Menghindari Penggunaan Rem Depan

    Mungkin ada beberapa pengendara yang menghindari penggunaan rem depan karena khawatir roda depan akan terkunci. Padahal rem depan bisa memberi pengaruh lebih besar untuk memperlambat laju motor.

    (sfn/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Tunggu Botak! Segini Usia Ideal Ban Motor



    Jakarta

    Meski kondisi sudah habis atau botak kerap dijadikan sebagai indikator ganti ban baru, nyatanya ban motor punya masa pakai, lho.

    Dilansir dari Planet Ban, umumnya ban motor diganti usai digunakan 10.000 hingga 20.000 kilometer. Namun selain itu, ada beberapa kondisi lain yang dapat dijadikan acuan saat yang tepat untuk mengganti ban motor.

    1. Kondisi Tapak Ban

    Ini indikator paling mudah dicek. Jika tapak ban sudah menipis, artinya grip ke jalan berkurang drastis. Dampaknya? Motor jadi kurang stabil, pengereman kurang pakem, dan risiko selip makin tinggi.


    Cek Tread Wear Indicator (TWI), tonjolan kecil di alur tapak ban. Kalau permukaan ban sudah sejajar atau sangat dekat dengan batas TWI, itu berarti ban sudah sangat tipis dan harus segera diganti.

    2. Retakan dan Benjolan

    Retakan atau benjolan pada ban motor bukan cuma soal penampilan, tapi berbahaya. Kondisi ini bisa muncul karena usia ban, penggunaan di medan ekstrem, atau terkena benda asing.

    Jangan sepelekan retakan halus atau benjolan sekecil apa pun. Sebab ban dapat berisiko tiba-tiba pecah saat melaju kencang atau menikung tajam.

    3. Usia Ban Motor

    Meskipun jarang dipakai, Planet Ban menyebutkan bahwa usia ban juga dapat berpengaruh pada performanya. Mereka menyarankan, meski tapak masih tebal, jika ban motor sudah berumur lebih dari 5 tahun, sebaiknya segera ganti ban motor.

    Hal ini disebabkan kualitas material ban menurun, elastisitas berkurang, dan bisa jadi ban jadi kering atau getas. Ini juga berlaku untuk ban yang jarang dipakai tapi sudah kering dan warnanya memudar. Itu tandanya ban sudah kadaluarsa dan kehilangan kelenturannya. Ban yang getas sangat membahayakan saat dipakai, apalagi di perjalanan jauh atau kondisi jalan licin.

    4. Kerusakan Serius

    Meskipun kebocoran ban bisa ditambal, kadang ada kerusakan terlalu parah atau terjadi berulang kali. Jika sudah begini, segera ganti ban motor dengan yang baru. Tambalan berulang kali atau kerusakan struktural seperti sobekan besar bisa sangat membahayakan. Keselamatan jauh lebih penting dari biaya tambal ban.

    (mhg/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kaca Mobil Sering Berembun? Tanda-tanda AC Harus Dicek, Tuh!



    Jakarta

    Kondisi kaca mobil yang tiba-tiba berembun dari dalam saat AC sudah menyala, seringkali membuat visibilitas jadi terganggu.

    Banyak yang mengira sepele, padahal fenomena ini bisa jadi alarm penting bahwa ada yang tidak beres dengan sistem pendingin udara (AC) mobil.

    Dilansir dari Mitsubishi Motors, kondisi kaca mobil berembun dari dalam padahal AC sudah menyala adalah indikasi bahwa AC tersebut tidak mampu mengatur kelembapan udara dengan baik.


    Biasanya, ini terjadi karena filter kabin sudah terlalu kotor atau saluran pembuangan air AC tersumbat. Akibatnya, kelembapan di dalam kabin jadi tinggi dan muncullah embun di kaca.

    Selain itu, Mitsubishi Motors juga membagikan beberapa indikator AC mobil perlu dicek:

    1. Rutin Servis Tiap 10.000-20.000 KM atau 6-12 Bulan

    Ini patokan paling ideal buat servis ringan. Contohnya, membersihkan filter kabin, evaporator, sampai cek kadar freon. Apalagi untuk mobil yang sering dipakai dan AC nyala terus-menerus, lebih baik servis setiap 6 bulan sekali. Tujuannya biar performa AC tetap prima.

    2. AC Mulai Kurang Dingin, tapi Embusan Tetap Kencang

    Jika hembusan udara dari AC terasa kencang namun suhunya tidak lagi sedingin biasanya, ini bisa menjadi pertanda bahwa level freon mulai berkurang atau terdapat kotoran yang menyumbat sistem pendingin. Kondisi ini bukan sekadar membutuhkan penambahan freon, melainkan indikasi sistem AC memerlukan pemeriksaan dan servis lebih mendalam.

    3. Muncul Bau Apek atau Tak Sedap dari Ventilasi

    Bau apek atau lembab yang tercium saat AC dinyalakan dapat mengindikasikan pertumbuhan jamur atau bakteri di dalam sistem AC. Selain menciptakan ketidaknyamanan, hal ini juga dapat berdampak negatif pada kesehatan penumpang. Solusi yang dianjurkan adalah mencuci evaporator dan mengganti filter kabin.

    4. Ada Suara Aneh Saat AC Dinyalakan

    Munculnya suara mendesis, berisik, atau gesekan yang tidak wajar saat AC aktif bisa menjadi pertanda adanya kebocoran atau kerusakan pada komponen kompresor. Jangan menunda penanganan karena perbaikan komponen AC dapat lebih mahal jika kerusakan sudah parah. Segera konsultasikan ke bengkel resmi terdekat.

    Melakukan servis AC mobil secara berkala bukan hanya soal menunggu kerusakan timbul, tetapi juga tentang menjaga performa, kenyamanan, dan yang terpenting, aspek keselamatan berkendara.

    Pastikan detikers melakukan pengecekan dan servis AC di bengkel resmi dengan teknisi ahli untuk hasil optimal.

    (mhg/rgr)



    Sumber : oto.detik.com