Author: Import

  • Pesona Embun Es Arjuna Keindahan Alam Bak Negeri Dongeng di Jawa Tengah


    Jakarta

    Embun es Arjuna merujuk pada fenomena alam berupa embun yang membeku di kompleks Candi Arjuna berlokasi di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Peristiwa embun es ini juga bisa dilihat di area sekitar candi meliputi lapangan dan situs Dharmasala. Lokasi lainnya adalah lahan pertanaman kentang milik warga di desa Dieng Kulon dan Dieng Wetan.

    Fenomena di bulan kemarau ini mengubah sementara wajah Dieng yang biasanya subur dan hijau. Memasuki pagi hari, Dieng tak ubahnya suatu wilayah di Eropa Utara yang sangat dingin hingga air membeku. Sepanjang mata memandang, hanya dijumpai embun es yang menutupi seluruh area sekitar Candi Arjuna.

    Fenomena embun es di kompleks Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (17/7/2023) pagi.Fenomena embun es di kompleks Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah Foto: dok. Dhimas F

    Kesejukan Dieng berganti dengan cuaca dingin menggigit hingga bikin menggigil. Sensasi dingin pagi di kompleks Candi Arjuna seperti terasa hingga ke tulang, meski sudah berselimut baju hangat. Di bulan Juli-Agustus pada puncak musim kemarau, suhu bisa drop hingga minus derajat Celcius yang membuat air embun membeku.


    “Pagi ini, embun es di Dieng tepatnya area komplek Candi Arjuna terlihat lebih tebal. Embun di mobil yang diparkir di dekat loket candi itu embunnya beku. Biasanya suhu permukaan tanah lebih dingin tetapi pagi ini embun yang di atas pun beku,” ujar pembuat aplikasi suhu udara Dieng yang juga ASN di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara, Aryadi Darwanto, menjelaskan salah satu periode terdingin pada 20 Juli 2025.

    Dikutip dari detik Jateng, saat itu suhu mencapai -3°C hingga semua terlihat bening putih seperti warna es batu. Semakin dingin, maka embun es makin tebal dengan jangkauan makin luas meliputi bangunan dan tanaman yang lebih tinggi. embun tidak hanya di tanah atau rumput-rumput. Saking tebalnya, lapisan es ini bisa dikerok.

    Penampakan embun es yang menebal akibat suhu Dieng mencapai minus 3 derajat Celsius, Minggu (20/7/2025) pagi.Penampakan embun es yang menebal akibat suhu Dieng mencapai minus 3 derajat Celsius, Minggu (20/7/2025) pagi. Foto: dok. Aryadi Darwanto

    Fenomena embun es Arjuna atau embun upas ini menjadi salah satu daya tarik wisata Dieng. Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dieng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara, Sri Utami, pengunjung harus datang pagi hari sekitar 05.30-07.00 WIB.

    “Biasanya jam tujuh matahari sudah terbit dan embun es cair. Tanda-tandanya bisa diamati mulai hari sebelumnya. Saat cuaca cerah di sore hingga malam, lalu suhu terus turun tanpa ada angin berhembus maka biasanya muncul es di pagi hari,” kata Sri.

    Sri mengatakan, embun es Arjuna ini mendongkrak jumlah pengunjung hingga 50 persen. Para wisatawan ramai-ramai jalan ke kompleks Candi Arjuna untuk menyaksikan sendiri embun es. Wisatawan selanjutnya melihat sendiri lapisan es mencair seiring matahari terbit.

    Tips Melihat Embun Es Arjuna

    Pengunjung yang tidak ingin kehilangan momen embun es Arjuna atau embun upas, berikut tips agar bisa melihat sendiri fenomena alam tersebut:

    • Pilih penginapan yang tidak jauh dari kompleks Candi Arjuna
    • Datang pagi hari sebelum matahari terbit
    • Gunakan pakaian hangat dan isi perut lebih dulu bila perlu
    • Pilih spot sekitar kompleks Candi Arjuna atau tidak jauh dari Bukit Sikunir
    • Pantau cuaca dan update terus perubahannya di media sosial.

    Kondisi cuaca sangat memengaruhi terjadi atau tidaknya fenomena embun es Arjuna, jangan sampai ketinggalan informasi ya detikers.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menyaksikan Tari Kecak di Jakarta? Bisa di Mana dan Kapan?



    Jakarta

    Tari Kecak adalah pertunjukkan unik yang menggabungkan seni drama dan tari. Berkisah tentang kisah cinta segitiga, Tari Kecak bisa dinikmati di luar Bali.

    Tari Kecak pertama kali diciptakan oleh dua tokoh, yakni penari asal Bali bernama Wayan Limbak dan seorang pelukis dari Jerman, Walter Spies. Tari Kecak yang terinspirasi dari tradisi Sanghyang itu pertama kali diciptakan pada tahun 1930-an.

    Setelah itu, Wayan Limbak mempopulerkan tarian ini. Hal ini ia lakukan saat berkeliling dunia bersama dengan rombongan penari Bali dari sanggarnya. Hingga saat ini, Tari Kecak menjadi kesenian yang dapat dinikmati oleh banyak orang.


    Biasanya, tarian ini dilakukan oleh puluhan penari laki-laki yang duduk secara melingkar.

    Mereka menyerukan “cak cak cak” sambil mengangkat kedua lengan. Pada satu segmen, mereka menirukan adegan saat barisan kera membantu Rama dalam pertempuran melawan Rahwana yang menculik Dewi Sita.

    Suara “cak cak cak” itu pula yang menjadi musik pengiring tarian yang membuat pertunjukan semakin magis. Sesekali, terdengar pula suara kerincingan yang diikatkan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh dalam epos Ramayana.

    Cerita Ramayana yang menjadi inti dari Tari Kecak melambangkan pertempuran abadi antara kebaikan dan kejahatan. Kemenangan Rama di akhir cerita menjadi pesan bahwa kebaikan pada akhirnya akan selalu mengalahkan kejahatan, memberikan harapan dan optimisme bagi para penonton.

    Setiap gerakan yang dilakukan oleh penari juga memiliki makna yang sangat penting. Selain itu, Tari Kecak juga diyakini sebagai sebuah ritual untuk mengusir roh jahat dan menyembuhkan penyakit.

    Tari Kecak di Jakarta

    Tari Kecak kini bisa dinikmati di Jakarta, tempat wisata yang menggelarnya adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Pertunjukan tersebut diadakan secara rutin setiap bulan di Panggung Budaya Amphitheater, yang berlokasi dekat Istana Anak-Anak Indonesia.

    Berlangsung pada pekan keempat setiap bulan, baik Sabtu maupun Minggu, Tari Kecak dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. Pengunjung bisa menikmati tari kecak secara gratis, hanya dengan membeli tiket masuk TMII.

    Untuk bisa menikmatinya, pengunjung diminta untuk datang lebih awal, sekitar dua jam sebelum pertunjukan di mulai. Panggung Budaya Amphitheater memiliki kapasitas yang terbatas, sehingga perlu sedikit usaha untuk dapat menikmati pertunjukan ini.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bertualang di Leuwi Hajo Wisata Alam Segar Dekat Jakarta



    Jakarta

    Traveler yang mencari ide kegiatan weekend tanpa perlu jauh-jauh dari Jakarta, datang saja ke Leuwi Hejo. Di sini kamu bisa menikmati alam dan healing sejenak.

    Lokasinya berada di Jalan Raya Jungleland Sentul, Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Suguhan beragam air terjun, seperti Curug Leuwi Hejo, Curug Leuwi Lieuk, Curug Leuwi Ciung, Curug Leuwi Cepet, dan Curug Leuwi Baliung bikin adem. Banyak yang memberikan predikat Green Canyon-nya Bogor untuk kawasan ini.

    Tak hanya menawarkan keindahan, akses menuju Curug Leuwi Hejo relatif mudah dijangkau. Trekking untuk menuju curug ini tidak jauh dan tidak terlalu naik turun.


    Selain itu, trekking menuju Leuwi Hajo karena kamu bisa menikmati hijaunya pemandangan sekitar. Nanti setelah sampai di curug, kamu bisa seru-seruan lagi dengan mandi di kolam aliran air terjunnya.

    Wah, kebayang segarnya!

    Wisata Trekking Curug Leuwi HejoWisata Trekking Curug Leuwi Hejo (Instagram @whatraveltrekkingclub)

    Air terjunnya tidak terlalu tinggi, sekitar 1,5 meter. Air yang jernih menjadi salah satu poin pemikat destinasi itu.

    Untuk bisa masuk ke lokasi, traveler hanya perlu membayar tiket sebesar Rp 15-25 ribu per orang. Urusan toilet tidak perlu khawatir, ada banyak toilet dan kamar mandi sini. So, usai basah-basahan traveler bisa berganti pakaian.

    Tips menuju Curug Leuwi Hajo

    Bermain Air Di Segarnya Aliran Sungai Curug Leuwi HejoBermain air di aliran Sungai Curug Leuwi Hejo (Luthfi hafidz/detikcom)

    Nah, sebelum datang ke curug, terdapat beberapa hal yang perlu traveler perhatikan nih supaya kunjungannya ke Leuwi Hajo nyaman dan aman.

    1. Pakailah alas kaki dan pakaian yang nyaman untuk trekking
    2. Datanglah saat cuaca cerah dan hindari musim hujan
    3. Bawalah baju ganti, sunblock, topi, minuman hingga makanan ringan
    4. Bila kamu belum pernah trekking, gunakanlah jasa pemandu atau ikut open trip
    5. Jaga kebersihan dan tertib selama berkegiatan
    6. Jangan lupa menikmati perjalanan dan abadikan dalam bentuk foto atau video sebagai kenang-kenangan

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mengagumi Patung Yesus di Tana Toraja, Destinasi Spiritual yang Memukau



    Makale

    Bukan cuma Brasil saja yang punya patung tinggi Yesus (Christ the Redeemer) yang menjulang tinggi. Indonesia juga punya, Patung Yesus Buntu Burake atau dikenal Patung Yesus Kristus Memberkati yang ada di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kota Makale, Tana Toraja.

    Patung ini menjulang megah di Bukit Buntu Burake, yang terletak di atas Kota Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dan kini telah menjadi simbol destinasi wisata religi yang menawan. Dibuat dari material perunggu dan proses pembangunannya dimulai pada tahun 2013 melalui sebuah sayembara terbuka, dan rampung pada tahun 2015.

    Patung Yesus Kristus Memberkati di Tana Toraja dirancang oleh seniman asal Yogyakarta, Supriadi, dengan dukungan dari Hardo Wardoyo Suwarto. Dengan tinggi sekitar 45 meter, patung itu menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.


    Terletak di ketinggian kurang lebih 1.700 meter di atas permukaan laut, patung ini tampak menjulang megah dan menawarkan pemandangan menakjubkan Kota Makale serta hamparan pegunungan hijau di sekelilingnya. Lokasi pembangunannya dipilih karena memiliki makna simbolis yang kuat.

    Patung itu menggambarkan sosok Yesus dengan kedua tangan terbuka lebar, seakan memberkati seluruh wilayah Toraja. Detail pahatannya yang halus memancarkan ekspresi damai dan kasih sayang, mencerminkan nilai-nilai spiritual yang hidup dalam masyarakat Toraja, yang sebagian besar memeluk agama Kristen.

    Selain menonjolkan keindahan arsitekturnya, tempat ini juga menawarkan pengalaman rohani yang menyentuh. Para pengunjung, baik peziarah maupun wisatawan, dapat berdoa, bermeditasi, atau sekadar menikmati ketenangan di pelataran patung, ditemani suasana alam yang hening dan udara pegunungan yang sejuk. Bagi banyak orang, ini menjadi tempat ideal untuk mencari kedamaian dan melakukan perenungan batin.

    Salah satu daya tarik utama lainnya adalah jembatan kaca yang terletak di dasar patung, dengan panjang sekitar 100 meter. Dibangun pada awal tahun 2018, jembatan ini disebut sebagai yang terluas di Indonesia. Dibuat dari kaca tempered berstandar SNI, jembatan ini dirancang tahan terhadap tekanan angin dan beban berat, menawarkan sensasi menegangkan sekaligus panorama luar biasa Kota Makale dari ketinggian.

    Bendera merah putih 77 meter di patung Yesus Tana TorajaBendera merah putih 77 meter di patung Yesus Tana Toraja. (Rachmat Ariadi/detikSulsel)

    Untuk mencapai lokasi patung, pengunjung perlu menapaki tangga berjumlah antara 500 hingga 7.777 anak tangga, tergantung jalur yang diambil. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang indah-mulai dari lereng hingga puncak bukit-yang menghadirkan pengalaman tak terlupakan dengan udara segar khas pegunungan Toraja.

    Popularitas destinasi ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Saat libur Lebaran 2025, tercatat sebanyak 18.278 orang mengunjungi kawasan ini. Bahkan pada musim liburan sebelumnya, jumlah pengunjung sempat menembus 2.500 orang dalam satu hari.

    Hal tersebut menunjukkan betapa besar daya tarik wisata spiritual sekaligus keindahan alam yang ditawarkan tempat ini. Harga tiket masuk pun sangat terjangkau, hanya Rp10.000 per orang dewasa, dan kawasan ini dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WITA.

    Lebih dari sekadar monumen, Patung Yesus Buntu Burake menjadi simbol baru dalam pengembangan wisata rohani di Indonesia. Peresmian yang dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada akhir tahun 2018 mengukuhkan posisinya sebagai destinasi nasional yang menggabungkan keindahan alam dan kekuatan spiritualitas secara harmonis.

    Menariknya, tempat itu tidak hanya ramai dikunjungi oleh umat Kristen. Wisatawan dari berbagai latar belakang juga datang untuk menikmati keindahan alam dan suasana religius yang menyelimuti kawasan ini. Pada perayaan HUT RI ke-77, bendera merah putih sepanjang 77 meter dibentangkan di pelataran patung sebagai simbol harapan dan persatuan, mencerminkan nilai-nilai kebangsaan dan inklusivitas yang dijunjung tinggi di tempat ini.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Harga Tiket, Rute & Pesona Lengkapnya



    Karanganyar

    Kemuning Sky Hills merupakan destinasi agrowisata yang berada di dataran tinggi Karanganyar, Jawa Tengah. Tempat wisata ini menawarkan ragam aktivitas dan panorama alam menakjubkan.

    Harga Tiket Masuk Kemuning Sky Hills 2025

    Harga tiket masuk Kemuning Sky Hills: Rp 10.000.
    Harga tiket ke jembatan kaca Kemuning Sky Hills: Rp 30.000.
    Harga tiket terusan (ke jembatan kaca dan area Kemuning Sky Hills): Rp 40.000.

    Parkir: motor Ro 3.000, mobil Rp 5.000


    Pemandangan jembatan dan kebuh teh yang ada di sekelilingnya.Pemandangan jembatan dan kebuh teh yang ada di sekelilingnya. Foto: dok. Instagram @kemuningskyhills

    Jam Operasional Kemuning Sky Hills

    Kemuning Sky Hills buka dari jam 09.00 hingga pukul 18.30 WIB setiap hari. Jadwal buka tersebut juga berlaku pada jembatan kaca.

    Lokasi dan Rute ke Kemuning Sky Hills

    Kemuning Sky Hills beralamat di Jalan Karangpandan-Ngargoyoso, Sumbersari, Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

    Daya Tarik Wisata Kemuning Sky Hills

    Kemuning Sky Hills menyuguhkan pemandangan hamparan hijau yang luas dan udara sejuk yang menyegarkan. Berikut adalah daya tarik dan aktivitas seru yang bisa dinikmati di sana:

    1. Pemandangan Kebun Teh

    Objek wisata ini menawarkan pemandangan hamparan kebun teh yang luas, seperti kebun teh ini ada dari bukit-bukit hijau yang berundak.

    Selain itu, di sana pengunjung juga berkesempatan untuk berjalan-jalan di antara barisan tanaman teh yang sangat terlihat rapi. Ini adalah daya tarik yang menjadikannya tempat ini ideal untuk bersantai dan berfoto.

    2. Sky Bridge (Jembatan Langit Kaca)

    Situs resmi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar (Pesona Karanganyar), jembatan kaca Kemuning Sky Hills memiliki panjang 120 meter dengan ketinggian mencapai 60 meter dan ketebalan kaca sekitar 3 cm.

    Dari sini, pengunjung akan melihat hamparan kebun teh yang mempesona ditambah dengan suasana yang sejuk. Kamu harus melepas alas kakimu ya saat melewati jembatan ini.

    3. Wahana Outdoor

    Di area tersebut juga terdapat bukit teletubbies yang bisa dijelajahi wisatawan. Selain itu, ada juga beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan Kemuning Sky Hills seperti:

    • Flying fox
    • Menaiki Jeep
    • ATV
    • Paralayang
    • Giant swing.

    Fasilitas Kemuning Sky Hills

    Selain jembatan kaca yang terkenal, di objek wisata ini kita juga bisa menikmati fasilitas umum dan berbagai wahana. Di antaranya:

    • Restoran dan cafe
    • Area parkir
    • Toilet
    • Mushola
    • Flying fox
    • Outbond
    • Giant swing
    • Paralayang
    • Jeep dan ATV tour
    • Agrowisata kebun teh.

    Dengan latar belakang pegunungan dan lanskap yang memukau, objek wisata Kemuning Sky Hills merupakan pilihan sempurna untuk healing dari hiruk-pikuk perkotaan.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Murah di Selo Boyolali dengan View Alam Epik Terbaik



    Boyolali

    Banyak wisata di Selo, Boyolali yang bisa traveler kunjungi untuk liburan akhir pekan. Sejumlah spot wisatanya menyuguhkan panorama alam asri nan memukau.

    Selo terletak di antara Gunung Merapi dan Merbabu. Lokasinya inilah yang membuat kecamatan tersebut dikenal memiliki pemandangan alam mempesona. Temukan sederet objek wisata Selo, Boyolali yang indah dan cantik di bawah ini.

    Berikut daftar wisata Selo, Boyolali yang patut dikunjungi

    1. New Selo


    • Lokasi: Desa Samiran, Selo, Boyolali.
    • Jam buka: 08.00-19.00.
    • Harga tiket masuk: Rp 10.000 per orang.
    • Tarif parkir: Rp 2.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil).

    New Selo menawarkan pemandangan Gunung Merbabu menawan dari kejauhan ditambah udara yang menyejukkan. Saat cuaca cerah, kamu dapat melihat puncak gunung beserta hutan lerengnya yang asri cukup jelas. Pas banget dijadikan spot foto Instagramable.

    Menikmati panorama indah paling pas ditemani secangkir minuman dan makanan hangat. Traveler bisa kok memesannya di beberapa warung New Selo sambil nongkrong dan ngobrol bareng teman atau keluarga yang datang bersama.

    2. Embung Manajar

    • Lokasi: Dusun III, Desa Samiran, Selo, Boyolali.
    • Jam buka: 24 jam.
    • Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.
    • Tarif parkir: Rp 3.000 (motor).

    Embung Manajar adalah objek wisata waduk di Selo Boyolali. Tempat ini ramai dikunjungi lantaran menyuguhkan panorama pedesaan asri serta beberapa gunung seperti Gunung Merapi dan Merbabu.

    Lokasi Embung Manajar berada di dataran cukup tinggi, sekitar 1.700 mdpl. Menjadikannya spot terbaik untuk menyaksikan pemandangan sekeliling yang mempesona.

    Tempat wisata ini hanya bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua lantaran jalan yang sempit. Pastikan kondisi kendaraan fit untuk dibawa ke Embung Manajar. Atau traveler juga bisa menyewa ojek lokal untuk sampai ke lokasi.

    3. Bukit Sanjaya

    Bukit Sanjaya BoyolaliBukit Sanjaya Boyolali Foto: Dhianna Puspitasari/d’Traveler
    • Lokasi: Dusun IV, Desa Samiran, Selo, Boyolali.
    • Jam buka: 07.30-17.30.
    • Harga tiket masuk: Rp 10.000 per orang.
    • Tarif parkir: Rp 5.000 (motor) dan Rp 10.000 (mobil).

    Di Selo, Boyolali juga ada lho wisata yang mirip Pura Lempuyangan Bali, yaitu Bukit Sanjaya. Traveler dapat berfoto di spot gapura dengan background Gunung Merapi yang cantik. Banyak pula titik foto lainnya yang bagus seperti patung-patung unik lho.

    Kalau berminat ke sini, kondisi fisik traveler harus prima karena akses ke atasnya perlu menaiki banyak anak tangga terlebih dahulu. Terdapat sejumlah gazebo untuk duduk-duduk atau istirahat. Kamu bisa juga makan atau jajan di resto dan warungnya. Ada pula homestay jika ingin menginap di Bukit Sanjaya.

    4. Merapi Garden Selo

    Merapi Garden Selo, BoyolaliMerapi Garden Selo, Boyolali Foto: dok. Instagram @merapigardenselo
    • Lokasi: Dusun IV, Desa Samiran, Selo, Boyolali.
    • Jam buka: 09.00-18.00.
    • Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.
    • Tarif parkir: Rp 3.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil).

    Merapi Garden Selo menyuguhkan hamparan beragam jenis bunga cantik berwarna-warni dengan latar belakang Gunung Merapi. Di sini bisa ditemukan juga ornamen kincir angin, gazebo, dan ayunan. Taman bunga ini cocok banget dijadikan spot foto aesthetic.

    Bisa singgah ke D’Garden Cafe kalau ingin menikmati panorama alam lebih lama sambil menyeruput kopi dan makan hidangan lezat lainnya. Aktivitas seperti paralayang, outbond, dan jeep wisata dapat pula direservasi di kafe tersebut.

    5. Bukit Gancik

    • Lokasi: Dukuh Selo Nduwur, Dusun I, Selo, Boyolali
    • Jam buka: 24 jam.
    • Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.
    • Tarif parkir: Rp 3.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil).

    Bukit Gancik terletak di kaki Gunung Merbabu. Objek wisata ini menawarkan panorama alam yang asri sekitar dari ketinggian. Traveler bisa berfoto di sejumlah spot yang tersedia. Di sini juga bisa jadi spot bagus menyaksikan matahari terbit lho.

    Akses jalan ke lokasi ini menanjak curam. Jika naik motor harus sangat berhati-hati ya. Di samping itu, para pendaki yang akan mendaki Gunung Merbabu bisa melalui jalur Bukit Gancik ini.

    6. Wisata Gunung Nganten Desa Lencoh

    • Lokasi: Jl. Magelang-Boyolali, Dusun I, Desa Lencoh, Selo, Boyolali.
    • Jam buka: 24 jam.
    • Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.
    • Tarif parkir: Rp 3.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil).

    Kalau ingin camping low budget di Selo, Boyolali, dapat mengunjungi Wisata Gunung Nganten Desa Lencoh. Area yang cukup luas ditambah view Gunung Merapi memukau benar-benar daya tarik camping ground satu ini.

    Kamu bisa menyewa tenda yang sudah dipasang sekitar Rp 100.000 saja. Traveler dapat mengajak keluarga atau teman untuk camping di sini.

    7. Bukit Kinasih

    • Lokasi: Dusun I, Desa Senden, Selo, Boyolali
    • Jam buka: 24 jam.
    • Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.
    • Tarif parkir: Rp 3.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil).

    Lagi-lagi spot foto epic di Selo, Boyolali, yaitu Bukit Kinasih. Dari bukit, kamu dapat melihat panorama alam asri yang terhampar di sekelilingnya. Kalau ingin naik ke atas bisa trekking tipis-tipis, menaiki sepeda, atau mengendarai motor. Namun, pastikan tubuh serta kendaraan dalam kondisi prima untuk menanjaknya.

    8. Desa Wisata Samiran

    • Lokasi: Dusun IV, Desa Samiran, Selo, Boyolali
    • Jam buka: 24 jam atau bergantung paket wisata yang diambil.
    • Harga tiket masuk: gratis.
    • Tarif parkir: Rp 3.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil) atau bergantung homestay atau penginapan yang dipilih.

    Desa Wisata Samiran atau yang terkenal dengan sebutan Dewi Sambi bisa jadi tujuan wisata di Selo, Boyolali. Pengelola desa menawarkan paket wisata unik, mulai dari soft tracking dan hard tracking ke Gunung Merapi serta Merbabu, tour wisata ke seluruh area Selo, berburu sunrise, hingga aktivitas outbond maupun edukasi.

    Kalau ingin bermalam di desa wisata ini mudah kok. Terdapat deretan homestay di sepanjang jalannya dengan harga sewa terjangkau. Desa Wisata Samiran sangat cocok menjadi tempat healing dengan suasana rileks dan udara sejuk.

    9. Simpang Paku Buwono VI

    • Simpang PB VI di Selo, Boyolali. (Jarmaji/detikJateng)
    • Lokasi: Jl. Blabak-Boyolali, Desa Samiran, Boyolali
    • Jam buka: 09.00-22.00.
    • Harga tiket masuk: gratis.
    • Tarif parkir: gratis.

    Simpang Paku Buwono VI disebut juga dengan Alun-Alun Selo. Lokasi ini tak kalah indah dari spot wisata lainnya nih, karena traveler dapat menyaksikan view Gunung Merapi yang jelas dari sana jika cuacanya cerah.

    Di sekitar lokasi kamu dapat menyewa sepeda listrik untuk berkeliling, menunggang kuda, maupun menaiki delman. Kalau perut keroncongan, banyak pedagang makanan yang menjajakan berbagai menu enak-enak lho.

    10. Omah Kita Selo

    Omah Kita SeloOmah Kita Selo Foto: dok. Instagram @omahkitaselo
    • Lokasi: Citakan, Desa Samiran, Selo, Boyolali
    • Jam buka: Setiap hari, 10.00-19.00
    • Harga tiket masuk: gratis.

    Omah Kita menyediakan penginapan dan kafe untuk nongkrong. Ada sejumlah kamar yang dapat direservasi kalau minat bermalam di sini. Tarif sewanya pun terjangkau, sekitar Rp 400.000-600.000 per malamnya. Dari sini traveler bisa menikmati view Gunung Merapi beserta pedesaan dan hutan di lerengnya.

    Di kafenya terdapat banyak menu lezat yang siap mengganjal perut keroncongan. Tersedia ramen katsu, nasi cumi goreng, hingga makanan ringan seperti otak-otak. Kalau datang rombongan, bisa pesan paket sukiyaki steambot untuk menghangatkan tubuh di suhu Selo yang sejuk.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Liburan Seru di PIK 2 Rekomendasi Spot Instagramable dan Kuliner Lezat



    Jakarta

    Traveler bisa menjadikan PIK 2 sebagai pilihan liburan di akhir pekan. Banyak tempat menarik dan instagramable yang bisa dikunjungi, mulai dari pantai hingga kafe-kafe estetik.

    PIK 2 menawarkan kebaruan dan suasana pantai plus beragam kuliner. Selain itu banyak spot instagramable yang bisa bikin traveler memaksimalkan kunjungan ke PIK 2.

    detikcom merangkum rekomendasi spot instagramable di PIK 2 untuk dikunjungi.


    1. Aloha

    Di Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant SquidWisata ALoha, pusat kuliner tepi pantai berpasir putih di PIK2 (detikcom)

    Spot berupa pantai dan restoran ini tak bisa dilewatkan saat berkunjung ke PIK 2, lho. Di sini kamu bisa menikmati pasir pantai putih bak di Hawaii, mencoba ragam kulinernya, bergabung dengan kelas olahraga dan memanjakan anak-anak di playgroundnya.

    Tidak ada biaya untuk masuk ke Aloha. Traveler hanya perlu membayar arena playground dan parkir.

    2. Dreamville Beach Club

    Rasakan keseruan di Dreamville Beach Club PIK 2, beach club pertama di Jakarta yang baru dibuka tahun 2024. Lokasi beach club ini sejajar dengan kawasan komersial Ginza Beachwalk.

    Infinity pool yang langsung menghadap ke Pantai Pasir Putih PIK 2, menjadi salah satu daya tarik tempat ini. Dreamville Beach Club buka setiap hari dari jam 10.00 – 04.00 WIB untuk Jumat-Sabtu. Sementara di Minggu-Kamis buka dari jam 10.00 – 00.00 WIB.

    3. La Riviera PIK 2

    La Riviera PIK 2 merupakan ruko yang bangunannya didesain seperti Eropa. Tempat ini sangat cocok untuk dinikmati saat sore hari.La Riviera PIK 2 merupakan ruko yang bangunannya didesain seperti Eropa. Tempat ini sangat cocok untuk dinikmati saat sore hari. (Agung Pambudhy)

    La Riviera merupakan wisata di PIK 2 yang mengusung konsep kawasan ala Eropa yang estetik. Ruko-ruko di kawasan mempunyai arsitektur Eropa dengan kanal-kanal yang membelah kawasannya.

    Jangan lupa abadikan foto di tempat ini dan naik peruahu di danaunya, karena vibesnya seolah kamu lagi jalan-jalan ke Eropa.

    Selain menikmati keindahan arsitekturnya, pengunjung juga bisa hunting makanan di sini. Masuk La Riviera PIK 2 itu gratis alias nggak dipungut biaya.

    4. Cove at Batavia PIK

    Cove at Batavia adalah salah satu tempat hits untuk nongkrong di PIK 2, yang dirancang sebagai ruang publik dengan konsep ritel ruang terbuka di Golf Island.

    Daya tarik dari tempat ini adalah lokasinya yang persis di pinggir laut dengan angin sepoi-sepoi. Kamu bisa pergi ke sini untuk jogging atau berjalan kaki, makan di restoran, sambil menikmati keindahan laut.

    Cove at PIK buka setiap hari dengan jam operasional Minggu-Kamis 10.00-23.00P WIB dan Jumat-Sabtu 11.00-23.00 WIB.

    5. Pantjoran PIK 2

    Pagoda di Pantjoran PIK 2Pagoda di Pantjoran PIK 2 (Weka Kanaka/detikcom)

    Pantjoran bisa jadi destinasi tempat makan di PIK 2 untuk kamu pecinta kuliner yang lokasinya ada di di Golf Island PIK.

    Pantjoran Chinatown punya konsep dan desain arsitektur khas budaya Tionghoa (kampung Cina). Hal tersebut juga yang menjadikan daya tarik tempat ini.

    Harga masuk Pantjoran PIK 2 gratis, dengan jam operasional Senin-Minggu pukul 07.00-23.00 WIB. Biasanya, weekend tempat ini ramai dipadati pengunjung berkisar dari waktu sore ke malam.

    6. Land’s End

    Daya tarik dari Land’s End adalah wisata tepi pantai dengan arsitektur bergaya rustic coastal. Di sini, tersedia juga restoran, retail hingga entertainment sports.

    Dari kejauhan, kita bisa melihat mercusuarnya di pinggir pantai. Kawasan ini juga unik dengan dominasi warna biru pada bangunan dan asesorisnya.

    Land’s End buka setiap hari mulai dari pukul 08.00-23.00 WIB.

    7. Urban Farm PIK

    Urban Farm PIK adalah marketplace yang konsepnya dikelilingi alam. Buat traveler yang suka tanaman, tempat ini memiliki banyak koleksi tanaman menarik. Di sini terdapat beberapa tenant fashion, lifestyle, bookstore, F&B, hingga fresh market.

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mengenal Budaya Madura, Tradisi Unik dan Keindahan Kesenian Lokal



    Madura

    Madura, pulau di timur Jawa yang dikenal dengan julukan ‘Pulau Garam’. Inilah pesona Madura yang unik.

    Menurut situs resmi Kemendikdasmen pada Rabu (30/7/2025), Madura memiliki kebudayaan yang unik dan tradisi yang sudah mendunia. Suku Madura menjadi salah satu suku terbesar Indonesia.

    Keeksotisan budayanya membuat Madura semakin tersohor. Banyak wisatawan lokal dan internasional yang datang ke pulau itu untuk mengenal tentang budaya dan tradisi Madura.


    Selain itu, orang Madura juga dapat dikenali dengan mudah karena memiliki logat bicara yang sangat kental dengan dialek bahasa tradisional. Bahkan, saat berbicara dengan bahasa Indonesia pun juga mudah diketahui lewat logatnya yang menjadi ciri khas.

    Kebudayaan Suku Madura yang Populer

    Suku Madura memiliki sejumlah kebudayaan yang populer. Mengutip catatan detiktravel, berikut beberapa kebudayaan suku Madura:

    1. Karapan Sapi

    Salah satu kebudayaan suku Madura yang populer adalah Karapan Sapi. Dalam perlombaan ini, sepasang sapi menarik semacam kereta dari kayu yang dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan sapi lain. Trek pacuan tersebut biasanya sepanjang 100 meter.

    Lomba Karapan Sapi dapat berlangsung sekitar 10 detik hingga 1 menit. Sejumlah kota di Madura menyelenggarakan Karapan Sapi pada Agustus dan September setiap tahun.

    Tak hanya perlombaan, Karapan sapi menjadi ajang pesta rakyat dan acara yang prestisius bagi masyarakat Madura. Bahkan status sosial pemilik sapi karapan terangkat jika sapinya menjadi juara.

    2. Carok

    Carok merupakan kebudayaan suku Madura yang juga populer. Carok adalah duel sampai mati dengan menggunakan senjata tajam yaitu celurit. Hal ini dilakukan karena orang Madura memiliki watak keras dan mengedepankan harga diri, sehingga diselesaikan dengan cara kekerasan.

    Carok umumnya terjadi menyangkut masalah-masalah terkait kehormatan atau harga diri bagi orang Madura, seperti perselingkuhan dan harkat martabat atau kehormatan keluarga. Meski mayoritas suku Madura beragama Islam, tapi secara individual banyak yang masih memegang tradisi carok.

    3. Rokat

    Rokat merupakan upacara petik laut yang biasa disebut Rokat Tase. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur atas karunia dan nikmat yang diberikan Tuhan. Tradisi ini dipercaya dapat memberikan keselamatan dan kelancaran rezeki.

    Tradisi rokat dimulai dengan acara pembacaan istighosah dan tahlil bersama masyarakat yang dipimpin pemuka agama. Setelah itu, masyarakat menghanyutkan sesaji ke laut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Isi dari sesaji itu adalah tumpeng, ketan berwarna-warni, dan ikan-ikan.

    4. Toktok

    Kebudayaan suku Madura berikutnya adalah Toktok. Tradisi ini adalah kompetisi aduan sapi, jadi dua sapli saling berhadapan dan saling seruduk.

    Biasanya, sapi yang digunakan untuk mengadu adalah sapi jantan. Kedua sapi lalu beradu kekuatan hingga salah satu sapi menyerah atau lari dari lawannya.

    Aduan Toktok harus didampingi oleh wasit selama pertandingan berlangsung. Namun, tidak sembarang orang bisa menjadi wasit. Soalnya, aduan Toktok dapat membahayakan orang lain yang sedang menonton.

    Demikian pembahasan mengenai ciri khas suku Madura dan sejumlah kebudayaannya yang populer. Tertarik untuk jalan-jalan ke Madura?

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Candi Prambanan Keajaiban Dunia di Perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah



    Jakarta

    Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar dan termegah yang dibangun pada Jawa Kuno. Candi ini dinilai sebagai salah satu bukti keajaiban arsitektur Hindu di Jawa.

    Candi Prambanan dibangun pada abad kesembilan Masehi di daerah Sleman, Yogyakarta. Saat ini, Candi Prambanan juga menjadi tujuan wisara turis lokal dan mancanegara.

    Candi Prambanan memiliki legenda yang terkenal yaitu Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Legenda ini merupakan salah satu legenda yang terkenal di Indonesia.


    Arti Nama Prambanan

    Dikutip dari situs resmi kabupatensleman, nama Prambanan berasal dari nama desa tempat candi itu berdiri. Desa Prambanan.

    Diduga ada pengaruh perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna “Brahman Agung”, yaitu Barhman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu.

    Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama “Prambanan” berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat.

    Nama lain dari Prambanan dapat berarti lima gunung yang dalam bahasa Khmer/Kamboja lima adalah Pram dan banam adalah gunung (ប្រាំភ្នំ). Itu menggambarkan lima puncak gunung dari Himalaya di India. Pada waktu yang sama dalam kronik Khmer bahwa Bangsa Jawa pernah menjajah Khmer salama 200 tahun dan Jayawarman ke 2 yang pernah di Jawa merupakan pahlawan yang membebaskan Khmer dari dominasi Jawa.

    Sejarah Candi Prambanan

    Dikutip dari Digilib UNS, Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar yang ada di Indonesia. Candi Prambanan dibangun pada abad kesembilan masehi.

    Candi Prambanan dipersembahkan untuk Trimurti tiga dewa utama dalam ajaran Hindu. Yaitu Brahma sebagai pencipta, Wisnu sebagai pemelihara, dan Siwa sebagai pemusnah dan pencipta kembali.

    Berdasarkan prasasti Siwagrha, nama asli komplek Candi Prambanan adalah Siwagrha atau rumah Siwa. Nama ini sejalan dengan penempatan arca Siwa di ruang utama candi.

    Arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter menunjukkan Candi Prambanan lebih diutamakan untuk Siwa. Menurut prasasti Siwagrha, Candi Prambanan mulai dibangun sekitar tahun 856 masehi oleh Rakai Pikatan.

    Candi ini terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, masa kerajaan Medang Mataram. Nama Candi Prambanan berasal dari desa tempat candi ini berdiri.

    Diduga prambanan merupakan perubahan dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu yaitu Para Brahman. Kata Para Brahman memiliki makna yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tidak dapat digambarkan.

    Legenda Candi Prambanan

    Dikutip dari situs repositori Kemendikbud, Candi Prambanan dikenal juga sebagai Candi Roro Jonggrang. Konon, Roro Jonggrang merupakan nama seorang putri cantik jelita anak dari penguasa saat itu.

    Ayah Roro Jonggrang adalah Raja Baka. Terdapat banyak raja muda yang ingin mempersunting putri cantik ini. Namun, mereka ditolak karena tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta Roro Jonggrang.

    Salah satu orang yang ingin mempersunting Roro Jonggrang adalah Bandung Bondowoso. Ia memiliki kekuatan yang luar biasa hingga putri takut untuk menolaknya. Akhirnya, Roro Jonggrang memberikan persyaratan yang cukup berat, yaitu membangun seribu arca dalam waktu satu malam.

    Sebagai orang yang sakti mandraguna persyaratan yang diberikan disanggupi oleh Bandung Bondowoso. Saat menjelang pagi pada saat candi dan arca sudah hampir selesai. Roro Jonggrang berupaya untuk menggagalkan hal tersebut.

    Bandung Bondowoso dibantu para jin saat menyelesaikan pekerjaan membangun candi. Mendengar suara alu dan kokok ayam, para jin takut matahari akan terbit.

    Para jin tersebut meninggalkan Bandung Bondowoso dengan pekerjaan yang belum selesai. Bandung Bondowoso marah saat mengetahui kejadian ini adalah akal-akalan sang putri.

    Lalu, ia mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu sebagai pelengkap arca yang belum diselesaikan. Arca tersebut adalah arca Durga Mahisasuramardini yang saat ini ada di relung sebelah utara Candi Ciwa.

    Keajaiban Arsitektur Hindu di Jawa

    Relief Ramayana Candi Prambanan Panel 15 di Candi BrahmaRelief Ramayana Candi Prambanan Panel 15 di Candi Brahma (Facebook/Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta)

    Candi Prambanan dinilai sebagai salah satu keajaiban arsitektur candi Hindu di Jawa. Arsitektur Candi Prambanan berpedoman kepada tradisi arsitektur Hindu yang berdasarkan kitab Wastu Sastra.

    Denah candi megikuti pola mandala, sementara bentuk candi yang tinggi menjulang merupakan ciri khas candi Hindu.

    Seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan juga memiliki tingkatan zona candi, mulai dari yang kurang suci hingga ke zona yang paling suci. Tingkatan candi itu terbagi dalam tiga zona lahan denah secara horisontal maupun vertikal, yakni Bhurloka(dalam Buddhisme: Kamadhatu), adalah ranah terendah makhluk yang fana; manusia, hewan, juga makhluk halus dan iblis. Di ranah ini manusia masih terikat dengn hawa nafsu, hasrat, dan cara hidup yang tidak suci. Halaman terlar dan kaki candi melambangkan ranah bhurloka.

    Kemudian, Bwahloka(dalam Buddhisme: Rupadhatu), adalah alam tegah, tempat orang suci, resi, pertapa, dan dewata Di alam ini manusia mulai melihat cahaya kebenaran. Halaman tengah dan tubuh candi melambangkan ranah bwahloka. Yang ketiga, Swahloka(dalam Buddhisme: Arupadhatu), adalah ranah tertinggi sekaligus tersuci tempat para dewa bersemayam, juga disebut swargaloka.

    Halaman dalam dan atap candi melambangkan ranah swahloka. Atap candi-candi di kompleks Prambanan dihiasi dengan kemuncak mastaka berupa ratna (Sanskerta: permata), bentuk ratna Prambanan merupakan modifikasi bentuk wajra yang melambangkan intan atau halilintar. Dalam arsitektur Hindu Jawa kuno, ratna adalah sandingan Hindu untuk stupa Buddha, yang berfungsi sebagai kemuncak atau mastaka candi.
    Pada saat pemugaran, tepat di bawah arca Siwa di bawah ruang utama candi Siwa terdapat sumur yang didasarnya terdapat pripih (kotak batu).

    Sumur ini sedalam 5,75 meter dan peti batu pripih ini ditemukan di atas timbunan arang kayu, tanah, dan tulang belulang hewan korban. Di dalam pripih ini terdapat benda-benda suci seperti lembaran emas dengan aksara bertuliskan Baruna (dewa laut) dan Parwata (dewa gunung). Dalam peti batu ini terdapat lembaran tembaga bercampur arang, abu, dan tanah, 20 keping uang kuno, beberapa butir permata, kaca, potongan emas, dan lembaran perak, cangkang kerang, dan 12 lembaran emas (5 diantaranya berbentuk kura-kura, ular naga (kobra), padma, altar, dan telur).

    Keajaiban lain CandiPrambanan ada pada relief. Relief di Candi Prambanan menampilkan Shinta tengah diculik Rahwana yang menunggangi raksasa bersayap, sementara burung Jatayu di sebelah kiri atas mencoba menolong Shinta.

    Panil khas Prambanan, singa di dalam relung diapit dua pohon kalpataru yang masing-masing diapit oleh sapasang kinnara-kinnari atau sepasang margasatwa.

    Lokasi dan Rute Perjalanan Candi Prambanan

    Suasana Candi Prambanan sunyi di saat perayaan Hari Raya Nyepi, Senin (11/3/2024).Candi Prambanan (Jauh Hari Wawan S/detikJogja)

    Candi Prambanan tepatnya berlokasi di Jl. Raya Solo – Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Untuk menuju Candi Prambanan, kamu perlu menempuh jarak 16,3 km dari pusat kota Yogyakarta. Jarak tersebut dapat ditempuh sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor.

    Jam Operasional Candi Prambanan

    Dikutip dari situs travel, candi Prambanan mulai beroperasi dari 07.00 sampai pukul 17.30 WIB. Loket dan pintu gerbang ditutup lebih awal dari jam operasional. Pada pukul 18.00 area candi Prambanan sudah dikosongkan.

    Setiap hari Senin, pengunjung hanya bisa mengunjungi halaman sekitar candi (zona 2) karena kunjungan pada zona 1 ditutup untuk keperluan perawatan candi.

    Harga Tiket Candi Prambanan

    Kamu dapat membeli tiket masuk Candi Prambanan dengan cara online. Untuk menggunakan e-ticket, kamu hanya perlu menunjukkan kode QR pada e-ticket yang kamu miliki di loket.

    QR tersebut akan discan oleh petugas dan ditukar dengan QR untuk masuk ke area Candi Prambanan. Berikut rincian harga tiket masuk Candi Prambanan:

    Orang dewasa domestik: Rp 50.000 per orang.
    Anak-anak domestik: Rp 25.000 per anak.
    Turis asing dewasa: Rp 362.500.
    Turis asing anak-anak: Rp 217.500.

    Fasilitas Candi Prambanan

    Fasilitas dari Candi Prambanan tergolong sangat lengkap. Fasilitas-fasilitas ini siap untuk memanjakan kalian. Berikut beberapa fasilitas yang dapat kamu gunakan di Candi Prambanan:

    Halaman parkir yang luas
    Papan Informasi
    Musholla
    Guide
    Toko suvenir
    Transportasi di dalam area candi (mobil golf, single bike, dan tandem bike).

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jam Buka, Harga Tiket & Daya Tariknya



    Jakarta

    Wisata ke Dieng kamu akan dimanjakan oleh destinasi alamnya yang memukau. Mulai dari hamparan hijaunya pegunungan hingga keindahan telaga yang menyegarkan.

    detikTravel telah merangkum, Kamis (31/7/2025) destinasi yang populer di Dieng yang bisa kamu kunjungi nanti bersama keluarga.

    1. Bukit Sikunir

    Bukit di Wonosobo, DiengBukit Sikunir di Wonosobo, Dieng Foto: (ahmadsabani18/d’Traveler)

    Bukit Sikunir menjadi salah satu destinasi wisata Dieng yang menawarkan panorama pegunungan yang berderet. Bukit Sikunir dengan ketinggian 2.263 mdpl ini berada di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.


    Pemandangan menakjubkan saat matahari terbit sering disebut dengan “Golden Sunrise Sikunir” oleh para wisatawan. Selain bisa menikmati sunrise dan sunset yang indah, dari puncak bukit ini kamu juga bisa melihat pemandangan Telaga Cebong.

    Sama seperti bukit lain pada umumnya, Bukit Sikunir memiliki jam buka selama 24 jam. Harga tiket wisata Bukit Sikunir berkisar Rp 10.000.

    2. Candi Arjuna

    Di puncak pegunungan Dieng, kita bisa menemukan Candi Arjuna. Ini adalah candi bercorak Hindu yang terkenal di area wisatawan lokal hingga mancanegara.

    Karena letaknya ada di puncak gunung, hal ini julah lah yang menambah keindahan arsitektur candi ini.

    Candi Arjuna Dieng merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke-7 atau sekitar tahun 731 saka.Luas keseluruhannya mencapai 1 hektar. Kawasan candi ini terdiri dari beberapa bangunan candi yaitu candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.

    Harga tiket masuk wisata Candi Arjuna Rp 10.000 untuk wisatawan lokal, sedangkan wisatawan asing Rp 30.000.

    3. Gunung Prau

    Gunung PrauGunung Prau Foto: (Uje Hartono/detikcom)

    Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut. Bagi traveler yang suka mendaki, Gunung Prau akan sangat cocok dikunjungi. Gunung ini juga cocok untuk pendaki pemula.

    Puncak Gunung Prau menawarkan pemandangan sangat indah, berupa lautan awan, panorama matahari terbit hingga lanskap berbagai gunung di sekitarnya.

    4. Kawah Sikidang

    Kawang Sikidang termasuk kawah gunung berapi, namun masih jadi tempat wisata yang tidak berbahaya. Kawah ini juga dikenal dengan Kawah Telur Rebus, karena bau belerangnya yang cukup menyengat. kawah ini berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

    Kawah Sikidang memiliki warna kehijauan dan mengeluarkan asap putih. Pengunjung bisa melihat kawah ini di jarak aman. Disediakan akses berupa jembatan kayu, untuk mengelilingi Kawah Sikidang.

    Kawah Sikidang buka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 WIB. Harga tiket masuk Kawah Sikidang Rp 15.000 untuk lokal, dan Rp 30.000 untuk asing.

    5. Telaga Menjer

    Telaga Menjer adalah objek wisata Dieng yang memiliki pemandangan danau dengan keindahan Gunung Sindoro. Telaga ini ketinggian 1.300 mdpl yang terbentuk dari letusan vulkanik di kaki gunung Pakuwaja.

    Telaga Menjer menjadi telaga terluas di area Wisata Dataran Tinggi Dieng. Telaga ini memiliki luas sekitar 70 hektar dengan kedalaman 50 meter.

    Telaga Menjer buka setiap hari dari jam 08.00 WIB-17.00 WIB. Dan harga tiket masuk Telaga Menjer berkisar Rp 5.000.

    6. Telaga Warna

    Letak Telaga Warna ada pada ketinggian 2.000 mdpl dan luasnya sekitar 40 hektar dengan dikelilingi oleh panorama Gunung Prau. Telaga ini berada di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

    Harga tiket masuk ke Telaga Warna dikenakan biaya Rp 22.500 untuk wisatawan domestik, sedangkan wisatawan asing Rp 163.500.

    7. Telaga Dringo

    Telaga Dringo di BanjarnegaraTelaga Dringo di Banjarnegara Foto: (Randy/detikTravel)

    Telaga Dringo terletak pada ketinggian 2.202 mdpl dengan luas sekitar 10 hektar. Masyarakat sekitar menjuluki telaga ini sebagai Ranu Kumbolo. Pasalnya, penampakannya mirip dengan danau yang ada di Gunung Semeru. Wisatawan juga akan disajikan pemandangan hutan yang lebat. Tak heran, jika tempat ini sering jadi tempat camping.

    Dikutip dari akun Instagram @telaga_dringo, pengelola wisata alam dan camping Telaga Dringo memiliki jam cuka dari 05:00-23:00 WIB. Teruntuk harga tiket masuk ke Telaga Dringo Rp 5.000 – 15.000 per orang.

    8. Batu Pandang Ratapan Angin (Batu Pandang Telaga Warna)

    Batu Ratapan Angin merupakan objek wisata yang berada di Jalan Dieng KM.2, Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Destinasi ini terkenal dengan dua buah batu bertumpuk di atas sebuah bukit di area Telaga Warna Dieng.

    Posisi batu yang tinggi dan dikelilingi pepohonan serta semak belukar, membuatnya menghasilkan bunyi yang unik. Bunyi gemerisik halus itu seperti suara siulan dan ratapan. Konon, dari bunyi itulah alasan kenapa Batu Pandang Telaga Warna disebut Batu Ratapan Angin.

    Batu Pandang Telaga Warna buka setiap hari dari jam 06.00-17.30 WIB. dan harga tiket masuk Batu Pandang Telaga Warna Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 25.000 bagi wisatawan asing.

    9. Sumur Jalatunda

    Objek wisata Dieng selanjutnya adalah Sumur Jalatunda. Sumur ini diameter sepanjang 90 meter dengan kedalaman berkisar 100 meter, terbentuk akibat dari letusan Gunung Prahu Tua.

    Konon, sumur ini sering dijadikan sebagai tempat untuk mengabulkan permohonan oleh para wisatawan.Masyarakat setempat percaya, barangsiapa yang mampu melempar batu sampai ke sisi seberang sumur dan melintasi permukaan sumur, permintaan orang tersebut akan terkabul.

    Masyarakat setempat juga percaya kalau bahwa sumur adalah pintu menuju Sapta Pratala (bumi lapis ketujuh).

    10. Gardu Pandang Tieng

    Gardu Pandang Tieng menawarkan keindahan pemandangan Gunung Sindoro dari dekat. Hamparan ladang dan pemukiman pegunungan dari atas ketinggian juga menjadi daya tarik destinasi wisata Dieng satu ini.

    Gardu Pandang Tieng bisa jadi tempat bersantai terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com