Author: Import

  • Sejarah Unik Pantai Duduk, Ternyata Berasal dari Upeti Kerajaan Lombok



    Lombok Barat

    Lombok tak hanya punya pantai Kuta Mandalika, ada juga pantai Duduk yang punya sejarah unik tentang upeti zaman kerajaan. Bagaimana kisahnya?

    Pantai yang hanya berjarak 20 menit dari Kota Mataram ini terletak di Dusun Duduk, Desa Batu Layar Barat, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lokasi tepatnya berada setelah tikungan Batu Layar di depan Crystal Cafe.

    Pantai Duduk memadukan wisata pantai yang penuh dengan ketenangan, keindahan alam, kuliner dan aktivitas wisata yang seru. Dengan segala keunggulan itu, pantai Duduk patut masuk daftar kunjungan jika liburan ke Lombok.


    Sejarah Pantai Duduk

    Banyak orang mengira bahwa pemberian nama ‘duduk,’ berkaitan dengan tersedianya banyak tempat duduk oleh warung atau lapak yang berjualan di Pantai Duduk.

    Namun siapa sangka, nama ‘duduk’ sendiri berasal dari kata ‘dudukan,’ yang bagi warga lokal diartikan sebagai ‘pungutan’ dalam bahasa Indonesia.

    Kasirim, salah satu warga lokal, mengatakan bahwa kata ‘Dudukan’ tersebut merujuk pada tindakan kerajaan pada masa lampau.

    Pada zaman itu, orang-orang selalu mengambil pungutan terhadap warga yang memasuki kawasan Pantai Duduk setiap kali mereka akan beraktivitas.

    “Dudukan itu bagi kami adalah pungutan, ya semacam upeti lah yang dipungut oleh pihak kerajaan pada zaman dulu ke nenek moyang kita yang memasuki kawasan ini, karena ini dulu hutan sebenarnya. Makanya disebut Dusun Duduk, Pantai Duduk Sekarang,” jelas pria berusia sekitar 70 tahun tersebut, Minggu (10/8).

    Mantan Kepala Dusun Duduk periode 2003-2018 itu mengatakan, bahwa sejarah penamaan tersebut merupakan cerita yang sudah turun temurun diwariskan dari orang tua zaman dahulu di wilayah itu.

    Daya Tarik Wisata Pantai Duduk

    1. Sunset dengan View Gunung Agung

    Pantai Duduk tidak hanya memberi ruang bagi siapa pun untuk sekadar duduk, menarik napas panjang, dan membiarkan alam bercerita lewat sisiran ombak, pasir, dan langit biru.

    Pantai ini menawarkan panorama alam yang memukau. Pesona utamanya adalah pemandangan matahari terbenam yang indah, berpadu dengan siluet megah Gunung Agung di Bali yang terlihat jelas dari bibir pantai.

    2. Bisa Sewa Kuda

    Jika bosan dengan aktivitas duduk dan hanya menatap senja, tenang! Karena pantai ini juga menyediakan aktivitas lain yang tak kalah serunya.

    Pantai duduk sendiri menyediakan tempat penyewaan kuda bagi siapapun yang hendak menjajaki bibir pantai sembari menikmati angin laut. Fasilitas penyewaan ini juga sudah didampingi profesional, sehingga pengunjung tak perlu khawatir jika masih tergolong pemula dalam hal menunggangi kuda.

    3. Wisata Kuliner

    Kurang afdal rasanya jika hanya duduk dan sekedar menatap senja. Sebab, Pantai Duduk juga menyediakan berbagai macam kuliner yang bisa disantap sembari menikmati suasana.

    Mulai dari hidangan laut bakar, kelapa muda segar, kopi hingga jajanan ringan lainnya, siap memanjakan lidah pengunjung.

    4. Bisa Kemah di Pantai Duduk

    Pantai Duduk sangat dikenal dengan kebersihan lingkungannya, sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana.

    Pantai ini juga menyediakan area perkemahan yang dapat digunakan oleh wisatawan yang ingin menikmati suasana hingga malam hari di tepi pantai.

    Harga Tiket dan Jam Buka Pantai Duduk

    Dengan kombinasi panorama yang memanjakan mata, aktivitas seru, kuliner yang beragam, dan kebersihan yang terjaga. Pantai Duduk layak menjadi salah satu pilihan utama bagi wisatawan.

    Suasana pantainya tenang, namun tetap menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. Tak seperti pantai Kuta Mandalika yang sudah mainstream, pantai Duduk layak disebut hidden gem.

    Cukup dengan membayar tiket masuk Rp 10.000 per mobil dan Rp 5.000 per motor, pengunjung sudah bisa memasuki kawasan pantai ini.

    Pantai ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 Wita sampai 21.00 Wita. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari ketika udara masih sejuk dan sore hari menjelang matahari terbenam.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Staycation Mewah di Bandung dengan Harga Hemat, Cek Promonya di Sini!



    Bandung

    Kalau kamu mencari liburan singkat yang nyaman, mewah, dan penuh pengalaman seru, The Trans Luxury Hotel Bandung bisa jadi pilihan terbaik.

    Berlokasi strategis di jantung Kota Bandung, hotel bintang lima ini dikenal sebagai ikon kemewahan dengan pelayanan personal kelas dunia.

    Kini, detikcom menghadirkan penawaran spesial bagi kamu yang memesan melalui transhotelgroup.com/detik.


    The Trans Luxury Hotel menawarkan kamar elegan dengan pemandangan spektakuler, kolam renang berpasir putih yang unik, dan akses langsung ke kawasan hiburan terpopuler seperti Trans Studio Bandung dan Trans Studio Mall.

    Sebagai destinasi ramah keluarga, hotel ini juga memiliki White Sandy Beach Pool yang memungkinkan anak-anak bermain pasir layaknya di pantai, heated pool yang nyaman untuk berenang di udara sejuk Bandung, serta jacuzzi yang siap memanjakan tubuh.

    Bagi yang ingin relaksasi menyeluruh, The Spa menawarkan perawatan dengan terapis profesional yang didatangkan langsung dari Bali.

    Menginap di sini, kamu bisa memulai hari dengan sarapan lezat di The Restaurant, lalu bersantai di tepi kolam sambil menikmati udara segar Bandung.

    Siang hari, lanjutkan keseruan dengan berbelanja di Trans Studio Mall atau mencoba wahana di Trans Studio Bandung.

    Untuk penutup yang romantis, nikmati makan malam istimewa di The 18th Restaurant and Lounge sambil memandangi indahnya city lights Bandung.

    The Trans Luxury Hotel bukan sekadar tempat menginap, melainkan destinasi untuk menciptakan momen berkesan bersama keluarga, pasangan, atau rekan bisnis.

    Segera pesan sekarang melalui transhotelgroup.com/detik dan nikmati perpaduan sempurna antara kemewahan, kenyamanan, dan harga hemat.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Promo Merdeka Big Sale Sisa 2 Hari! Trans Snow Bintaro Cuma Rp 89.000



    Tangerang Selatan

    Trans Snow World Bintaro menghadirkan sensasi salju seru di tengah tropis tanpa harus keluar negeri.

    Terletak di Trans Park Mall Bintaro lantai 3, tempat ini menjadi pilihan favorit untuk liburan keluarga, teman, atau pasangan yang ingin merasakan suasana musim dingin tanpa meninggalkan Jakarta.

    Mulai tanggal 16–18 Agustus 2025, ada Merdeka Big Sale dengan harga hanya Rp 89.000 untuk setiap pembelian dua tiket.


    Harga ini sudah mencakup akses ke wahana Chair Lift dan penyewaan sepatu boots, praktis dan lengkap! Tiket dapat dibeli secara online melalui situs resmi di www.transentertainment.com.

    Wahana Favorit yang Wajib Dicoba Chair Lift Nikmati pemandangan salju dari atas dan sebagai alat transportasi dalam arena.

    Snow Playground

    Tempat seru untuk bikin snowman atau perang bola salju yang cocok untuk anak-anak.

    Snow Tubing

    Sensasi meluncur di salju dengan tube atau sled yang menegangkan.

    Zorb Ball

    Masuk bola raksasa dan berguling di atas salju, unik dan menyenangkan.

    Spot foto & salju buatan

    Banyak sudut Instagramable lengkap dengan salju buatan dan hiasan bertema alpine.

    Yuk segera beli tiketnya di www.transentertainment.com!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kenangan Masa Kolonial hingga Merdeka


    Jakarta

    Kompleks Kota Tua Jakarta adalah kawasan wisata sejarah dan budaya yang sangat populer sekaligus ikonik. Main ke Jakarta sangat sayang jika sampai melewatkan wisata ke Kota Tua Jakarta yang Instagramable dan selalu berbenah. Foto Kota Tua Jakarta cocok banget buat update status dan feed di medsos.

    5. Hidden Gem Kota Tua Jakarta

    Sejarah Kota Tua Jakarta berawal di tahun 1619 saat Jayakarta direbut Belanda dan diubah namanya menjadi Batavia. Kota Tua Jakarta adalah pusat pemerintahan dan kantor pusat perusahaan perdagangan Belanda VOC. Seiring waktu, Kota Tua Jakarta menjelma menjadi destinasi sejarah dan budaya populer.

    Beberapa spot di Kota Tua dikenal sebagai hidden gem, meski bukan sepenuhnya tersembunyi. Spot ini cocok untuk dieksplor lebih jauh untuk memperoleh konten medsos atau bahan obrolan baru.


    1. Lighting Art Kota Tua Jakarta

    Pengunjung berpose saat foto di Lighting Art Kota Tua, Jakarta, Kamis (3/4/2025).Lighting Art Kota Tua, Jakarta (dok. Grandyos Zafna)
    • Jam buka: setiap hari 10.00-21.00
    • Harga tiket: anak Rp 40 ribu, dewasa Rp 45 ribu hanya bisa dibeli on the spot alias offline
    • Lokasi: Gedung Dharma Niaga lantai 3 Jl. Kali Besar Timur 4, RT 7/RW 7, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

    Wahana yang tersedia mulai Jumat (28/3/2025) ini menyediakan lebih dari 20 ruangan penuh cahaya, yang bikin foto makin estetik. Waktu kunjungan tak terbatas, sehingga kita bisa berlama-lama ambil foto super estetik di tiap spotnya. Kita sebaiknya datang lebih pagi supaya bisa mencoba lebih banyak ruang penuh cahaya.

    “Super aesthetic dan murah banget untuk destinasi sebagus ini. Antreannya saat weekend cukup panjang dan ada beberapa spot foto yang harus antri dengan durasi waktu. Kita bisa membawa tripod untuk pengambilan foto atau video. Ada staf juga yang bisa bantu,” tulis akun Bellia Magdhalena dalam google review.

    2. Magic Art 3D Museum

    Magic Art 3D MuseumMagic Art 3D Museum (dok. Tiara Rosana/detikcom)
    • Jam buka: Senin-Jumat: 10.00-18.00, Sabtu-Minggu: 10.00-19.00
    • Harga tiket: anak (0-16 tahun) Rp 60 ribu, dewasa Rp 80 ribu bisa diperoleh online dan offline
    • Lokasi: Gedung Kerta Niaga 1 Unit GF, Jl. Kali Besar Timur Nomor 9, Pinangsia, Kota Tua, Jakarta Barat

    Destinasi wisata ini punya 100 lukisan mural dengan ilusi optik tiga dimensi, yang sangat seru buat jadi spot foto. Lukisan 3D perlu treatment khusus selama pembuatan hingga perawatan agar dimensi panjang, lebar, tingginya terjaga dan bisa disaksikan pengunjung. Karena itu, pengunjung yang mau masuk zona lukisan 3D wajib lepas sepatu lebih dulu.

    “Tempat ini worth it buat cari hiburan seru dan spot foto kece. Masuk ke sini agak tersembunyi juga dan harus tanya-tanya security. Usahakan kali mau ke sini minimal ada teman untuk bantu foto-foto dan biar bisa ikut seru-seruan,” tulis akun Mutia Triana dalam akun google review.

    3. Kedai Seni Djakarte

    kedai seni djakarteKedai Seni Djakarte (dok. Devi S. Lestari/detikFood)
    • Jam buka: Senin tutup. Selasa 10.00-19.00 Rabu-Minggu 10.00-20.00
    • Tarif per orang: Rp 25-50 ribu bergantung jumlah dan harga pesanan
    • Lokasi: Pintu Besar Utara Jl. Taman Sari Raya Nomor 17 RT 4/RW 6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

    Kedai ini sebetulnya mudah terlihat saat masuk kompleks Kota Tua Jakarta, meski baru dikunjungi setelah lelah muter-muter. Di sini ada beragam menu Nusantara dan fusion plus art performance di sekitar resto dan di dalam. Kita bisa ngopi, ngemil, atau makan hidangan berat di sini.

    “Tempatnya estetik banyak ornamen antik dan suasananya nyeni banget, bener-bener pas dengan vibe Kota Tua. Harga makanan terjangkau untuk kafe di destinasi wisata. Staff ramah menyambut tamu. Ada ruang berAC juga cocok buat yang pengen ngadem,” tulis akun google Yanti Mandasari.

    4. Museum Wayang

    Museum Wayang dengan wajah baruMuseum Wayang dengan wajah baru (dok. Syanti Mustika/detikcom)
    • Jam buka: Senin tutup, Selasa-Minggu 09.00-15.00
    • Harga tiket: anak weekdays Rp 5 ribu dan weekend Rp 5 ribu, dewasa weekdays Rp 10 ribu dan weekend Rp 15 ribu
    • Lokasi: Kawasan Kota Tua Jl. Pintu Besar Utara Nomor 27, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

    Museum wayang menyimpan 6.800 koleksi dari seluruh Indonesia dari berbagai bahan. Koleksi ini terdiri dari wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka, wayang beber, dan gamelan. Di sini juga ada ruang immersif tempat kita bisa menikmati game interaktif, foto, menikmati permainan bersama AI.

    “Baru sekali ke Museum Wayang, jujur bagus banget loh. Awalnya agak underestimate karena dari luas kaya bapuk, tapi pas masuk ternyata bagus dan wayangnya tersimpan dengan baik. Ruangannya bagus, bersih, adem, sama sekali nggak horor. Highly recommended, apalagi tiketnya murah dan bikin main pinter,” tulis akun google Caroline.

    5. Rumah Akar

    Rumah Akar BataviaRumah Akar Batavia (dok. Instagram akarbatavia)
    • Lokasi: Jl. Kali Besar Timur Nomor 19, Jakarta Barat

    Spot hidden gem ini tidak terbuka untuk umum, artinya hanya tersedia untuk yang reservasi lebih dulu. Biasanya, pemesan hendak melakukan sesi foto untuk pernikahan atau keperluan lain dan ingin latar yang dramatis. Seperti namanya, rumah akar berisi akar-akar tumbuhan yang menjuntai berukuran besar yang mungkin berusia ribuan tahun.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Promo Terbatas! Main Salju di Trans Snow World Bekasi Cuma Rp 65.000!



    Bekasi

    Nikmati sensasi salju di Bekasi tanpa bikin dompet meringis.

    Mulai tanggal 16–18 Agustus 2025, Trans Snow World Bekasi menghadirkan promo menarik, beli 3 tiket, hanya bayar Rp 65.000 per orang.

    Ajak keluarga atau teman, dan pesta salju bisa mulai! Periode promo terbatas, buruan cek dan booking di situs resmi Trans Entertainment.


    Info Lengkap & Faktual dari Trans Snow World Bekasi

    Lokasi & Akses

    Trans Snow World Bekasi berada di Jalan Cut Mutia Nomor 180, Bekasi, Jawa Barat.

    Jam Operasional

    Weekdays (Senin–Jumat): 11.00–19.00 WIB Akhir Pekan & Libur: 10.00–20.00 WIB

    Jadi, pas banget kalau kamu pengin main makin puas atau hindari antrian, datang pagi atau menjelang tutup.

    Wahana & Fasilitas Seru di Dalam Dunia Salju

    Trans Snow World Bekasi adalah taman salju indoor terbesar di Indonesia, dibuka sejak Maret 2019, mencakup area bermain seluas ±6.500 m² dengan salju buatan nyata. Berikut atraksi yang bisa kamu coba:

    • Snow Tubing: seluncuran seru dengan ban tiup
    • Ski & Snowboarding: lengkap dengan peralatan dan pelatih pemula
    • Chairlift: gondola ringan untuk pemandangan area salju–gratis, sudah termasuk tiket
    • Snow Playground: bangun boneka salju, lempar bola salju, foto kece
    • Hujan Salju Buatan: beberapa kali setiap hari jadi momen magis Tropis–Salju

    Fasilitas pendukung seperti toilet, mushola, restoran/food court, area parkir, ATM, wifi, bahkan merchandise seperti jaket, tumbler, souvenir tersedia lengkap.

    Segera amankan tiketnya sekarang di www.transentertainment.com!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Penginapan Bersejarah di Indonesia, Saksi Bisu Masa Kolonial-Kemerdekaan



    Jakarta

    Indonesia ternyata punya banyak penginapan atau hotel yang bernilai sejarah, terutama terkait masa Kolonial dan Kemerdekaan. Berikut 5 di antaranya:

    Bangunan bersejarah tidak hanya gedung-gedung pemerintahan, hotel-hotel atau penginapan juga banyak yang dibangun sejak ratusan tahun silam. Buktinya ada di beberapa hotel berikut ini.

    Hotel-hotel ini tersebar di berbagai kota di Indonesia. Masing-masing punya kisah dan perannya sendiri dalam sejarah.


    Berikut 5 Penginapan Bersejarah di Indonesia:

    1. Hotel Majapahit

    Teatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit SurabayaTeatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit Surabaya Foto: Aprilia Devi

    Menyebut hotel atau penginapan bersejarah, tentu tidak bisa dilepaskan dari Hotel Majapahit di Surabaya. Hotel ini sudah ada sejak tahun 1910 dan dibangun oleh Lucas Martin Sarkies.

    Awalnya, hotel ini bernama Oranje Hotel. Ketika Indonesia dikuasai Jepang, hotel ini berubah nama menjadi Yamato Hoteru atau Hotel Yamato.

    Hotel ini pun menjadi saksi bisu peristiwa sejarah, yaitu perobekan bendera Belanda yang berwarna Merah-Putih-Biru menjadi Merah-Putih saja.

    Kala itu, tepatnya pada 19 September 1945, Mastiff Carbolic mengibarkan bendera Belanda di puncak hotel ini. Namun, hal itu malah memicu kemarahan Arek-arek Suroboyo. Dengan gagah berani, mereka memanjat tiang bendera di hotel ini dan merobek bendera Belanda itu hingga menjadi bendera merah putih.

    2. Hotel Savoy Homann

    Hotel Savoy HomannHotel Savoy Homann Foto: (Siti Fatimah/detikcom)

    Beranjak ke Bandung, ada hotel Savoy Homann yang tak kalah bersejarah. Hotel ini menjadi saksi bisu peristiwa sejarah, yaitu Konferensi Asia Afrika.

    Pada tahun 1955, hotel ini menjadi tempat peristirahatan Presiden Sukarno dan kepala negara peserta Konferensi Asia Afrika lainnya.

    Hotel Savoy Homann dibangun pada tahun 1937 oleh arsitek A.F Albers. Namun bangunan hotel sebenarnya sudah ada sejak tahun 1871. Hotel ini dibangun dengan gaya art deco dan menghadap langsung ke Jalan Asia Afrika Bandung.

    3. Hotel Indonesia Kempinski

    Meski tidak setua hotel-hotel lainnya, tapi Hotel Indonesia Kempinski layak untuk disebut bersejarah. Keberadaan hotel ini awalnya diprakarsai langsung oleh Presiden Sukarno.

    Presiden Sukarno bahkan sangat menyukai restoran Signatures yang ada di hotel ini. Hotel Indonesia pertama kali diresmikan pada tahun 1962 untuk menyambut ajang Asian Games IV.

    Pada tahun 2004, hotel ini dikelola oleh Kempinski Group, sehingga namanya menjadi Hotel Indonesia Kempinski. Hotel ini pun menjadi tempat menginap favorit pejabat tinggi negara dan tamu-tamu penting kenegaraan lainnya.

    4. Hotel Salak The Heritage, Bogor

    Napak tilas jejak Eduard Douwes Dekker di Hotel Salak, Bogor.Napak tilas jejak Eduard Douwes Dekker di Hotel Salak, Bogor. Foto: Sudrajat/detikcom

    Di Bogor, juga ada hotel bersejarah, yaitu Hotel Salak the Heritage. Hotel yang usianya sudah ratusan tahun ini dibangun pada tahun 1856 pada masa kolonial Belanda.

    Awalnya, hotel ini bernama Bellevue-Dibbets Hotel milik keluarga Gubernur Jenderal VOC kala itu. Hotel ini pun digunakan sebagai tempat menginap pejabat-pejabat VOC kala itu.

    Saat Indonesia diduduki Jepang, bangunan hotel ini difungsikan sebagai markas militer. Setelah Indonesia merdeka, baru hotel ini berubah nama menjadi Salak the Heritage.

    5. Hotel Hermitage

    Terakhir, ada hotel Hermitage di Jakarta yang bangunannya juga bersejarah. Hotel ini menjadi saksi bisu masa kolonial Belanda karena sudah dibangun pada tahun 1920-an.

    Awalnya, bangunan hotel ini merupakan kantor pusat telekomunikasi pemerintah Hindia Belanda. Namun pada tahun 2008, bangunan itu akhirnya diubah menjadi The Hermitage Hotel dan difungsikan sebagai tempat menginap.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Hati-hati di Tanjakan Cisarakan



    Sukabumi

    Traveler harap hati-hati jika melintas di tanjakan Cisarakan, Sukabumi. Bukan soal mistis, tapi ada banyak monyet-monyet yang bikin kaget.

    Suara rem yang ditarik mendadak memecah keheningan siang. Ban berdecit, helm pengendara motor di depan kami sedikit terhuyung. Di depan motor, ada seekor monyet duduk tepat di garis putih tengah jalan.

    Ekornya melingkar di aspal, matanya menatap tajam kendaraan yang mendekat tatapan yang entah menantang atau sekadar penasaran. Dari pagar besi di sisi kiri jalan, beberapa ekor monyet lain mengamati.


    Ada monyet ekor panjang yang menguap, ada yang sibuk memeriksa bulu kawannya, ada juga yang tampak siap melompat ke badan jalan kapan saja.

    Seperti itulah kira-kira situasi di Tanjakan Cisarakan yang berada di desa Buniwangi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hutan tropis di kiri dan tebing batu berlumut di kanan menjadi latar alami yang kontras dengan aspal hitam yang panas tersorot matahari.

    Dari pantauan di lokasi, kawanan monyet tersebut tidak terburu-buru. Mereka menyeberang jalan dengan santai. Bahkan kadang berhenti di tengah tanjakan atau turunan, seolah paham bahwa manusia akan mengalah.

    Ada yang duduk diam sambil memegang potongan ranting, ada yang mengais sisa makanan dari plastik yang terbuang di pinggir jalan.

    “Kalau sore lebih ramai lagi, suka tiba-tiba nyebrang. Makanya kalau lewat sini, gas jangan terlalu dalam,” kata I Supendi, seorang pengendara motor yang kami temui.

    Ia mengaku sudah hafal kebiasaan kawanan ini, sehingga selalu menurunkan kecepatan saat melintas.

    “Kalau yang saya takutin monyet ini tiba-tiba melompat. Kadang suka takut juga ya karena kondisi jalan raya langsung berdekatan dengan kawanan hewan liar itu. Namun sejauh ini hal itu belum terjadi,” ujarnya.

    Warga menyebut perilaku berani monyet Cisarakan makin sering terjadi. Sebagian percaya, kebiasaan pengendara dan wisatawan memberi makan membuat mereka betah di jalur lalu lintas.

    Serupa dengan kawasan Gunung Tangkil, di mana monyet liar sering terlihat di tepian hutan hingga bergelantungan di kabel listrik, di Cisarakan kawanan ini juga seolah menguasai jalur, menjadikan jalanan aspal seperti panggung harian untuk bertemu manusia.

    Jalur yang Berbahaya

    Jalan ini sendiri bukan sembarang jalan, tanjakan dan turunan curamnya adalah penghubung Cikidang – Palabuhanratu, kerap dilalui mobil wisata, truk barang, dan motor yang melaju kencang.

    Kombinasi kelokan tajam dan satwa liar yang menyeberang tiba-tiba adalah resep berbahaya jika pengendara tidak waspada.

    Dari balik kaca mobil, pemandangan ini memang mengundang rasa kagum seperti potongan film dokumenter yang diambil di hutan liar. Namun bedanya, ini adalah ruang yang dibagi antara mesin dan alam. Dan di sini, batas antara keduanya tipis sekali.

    Peringatan untuk pengendara, kurangi kecepatan, jaga jarak, dan jangan memberi makan monyet di lokasi ini. Selain demi keselamatan di jalan, langkah itu juga penting untuk menjaga perilaku alami mereka di habitatnya.

    Warga setempat berharap pemerintah atau pihak terkait memasang papan peringatan khusus di titik-titik rawan kemunculan monyet.

    Dengan begitu, pengendara dari luar daerah akan siap mengantisipasi sejak awal, bukan kaget lalu mengerem mendadak di tengah tanjakan atau turunan.

    “Kalau ada papan peringatan, kan pengendara dari luar daerah juga bisa siap-siap. Jangan sampai ngerem mendadak karena kaget,” tutur seorang warga.

    Dengan sedikit kewaspadaan dan tanda peringatan yang jelas, pertemuan antara manusia dan satwa liar di jalur ini bisa tetap aman tanpa harus mengorbankan keselamatan ataupun merusak kebiasaan alami para monyet penghuni hutan Cisarakan.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Staycation di The Trans Luxury Hotel, Nikmati Kemewahan dengan Harga Spesial!



    Bandung

    Ingin liburan singkat tanpa harus jauh-jauh keluar kota? Staycation di The Trans Luxury Hotel Bandung bisa jadi pilihan terbaik untuk kamu yang mendambakan kenyamanan maksimal, fasilitas premium, dan pengalaman tak terlupakan.

    Kini, pembaca detikcom bisa mendapatkan penawaran harga spesial dengan melakukan pemesanan langsung di transhotelgroup.com/detik.

    Ikon Hotel Mewah di Jantung Kota Bandung

    Terletak di pusat Kota Bandung, The Trans Luxury Hotel dikenal sebagai salah satu hotel bintang 5 terbaik dengan pelayanan kelas dunia.


    Dari kamar elegan dengan pemandangan spektakuler, kolam renang berpasir putih yang ikonik, hingga akses langsung ke Trans Studio Bandung dan Trans Studio Mall, semua dirancang untuk menciptakan pengalaman liburan tak terlupakan bagi keluarga, pasangan, maupun pelancong bisnis.

    Fasilitas Lengkap untuk Liburan Keluarga dan Pasangan

    • Sebagai hotel ramah keluarga, The Trans Luxury Hotel menawarkan berbagai fasilitas unggulan:
    • White Sandy Beach Pool, kolam renang dengan pasir putih, serasa bermain di pantai sungguhan.
    • Heated Pool & Jacuzzi, tetap nyaman berenang di udara sejuk Bandung.
    • The Spa, relaksasi total dengan sentuhan terapis profesional dari Bali.

    Tak hanya itu, kamu bisa memulai hari dengan sarapan lezat di The Restaurant, berbelanja di Trans Studio Mall, seru-seruan di Trans Studio Bandung, hingga menutup hari dengan makan malam romantis di The 18th Restaurant and Lounge yang menyajikan panorama cahaya kota Bandung dari ketinggian.

    Promo Spesial untuk Pembaca detikcom

    The Trans Luxury Hotel bukan sekadar tempat menginap, tapi destinasi untuk menciptakan kenangan berharga. Cocok untuk liburan keluarga, perjalanan romantis, maupun urusan bisnis.

    Kabar baiknya, ada tactical rate khusus untuk pembaca detikcom mulai dari Rp1.373.000 net per malam. Segera pesan sekarang juga dan nikmati kombinasi sempurna antara kenyamanan, kemewahan, dan harga hemat di transhotelgroup.com/detik!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Promo Spesial HUT RI, Main ke Trans Studio Cibubur Cuma 95 Ribuan!



    Depok

    Seluruh rakyat Indonesia baru saja merayakan HUT Republik Indonesia yang ke-80. Walaupun sudah lewat dari hari H, semangat kemerdekaan masih terasa kental di Trans Studio Cibubur.

    Lewat promo spesial Merdeka Deals, kamu masih bisa bersenang-senang di indoor theme park ini dengan harga yang hemat di kantong. Promo ini menawarkan diskon potongan harga hingga 62% untuk setiap pembelian tiket dengan rincian sebagai berikut:

    • Weekday: Rp 95.000 per orang dari harga normal Rp 250.000
    • Weekend: Rp 175.000 per orang dari harga normal Rp 325.000

    Jangan sampai kelewatan karena promo ini hanya berlaku mulai tanggal 19 – 23 Agustus 2025. Segera amankan tiketmu di sini. Jangan lupa ajak teman dan keluarga biar lebih seru!


    Wahana Favorit Trans Studio Cibubur

    Sebagai indoor theme park kesayangan warga Jabodetabek, Trans Studio Cibubur memiliki banyak wahana favorit yang wajib kamu jajal, beberapa di antaranya adalah:

    • Alien Taxi: Mengajak kamu menyusuri lintasan gelap nan ekstrim dengan pemandangan seperti terbang di antara bintang-bintang di luar angkasa.
    • Boomerang Hyper Coaster: Melesat kencang di wahana roller coaster yang terletak di atas gedung. Favoritnya para adrenaline junkie.
    • Formula Kart: Serasa jadi pembalap sungguhan di atas trek meliuk-liuk yang menguji keberanian dan ketangkasan dalam mengemudi.

    Di samping wahana-wahana di atas, masih banyak wahana lainnya yang ramah anak seperti Rock In Tug, Carousel, Magic Ball, dan sebagainya.

    Tidak perlu khawatir, semua wahana yang ada bisa kamu mainkan sepuasnya tanpa penambahan biaya, kecuali untuk wahana iFly Indoor Skydiving.

    Pertunjukan Kelas Dunia

    Liburanmu ke Trans Studio Cibubur tidak akan sempurna bila tidak menyaksikan berbagai pertunjukan kelas dunia yang diadakan rutin setiap hari, antara lain:

    • Jurassic Live Show: Pertunjukan bertema ilmu pengetahuan ini mengajakmu untuk berkenalan dan berinteraksi dengan hewan purba yang telah punah dari zaman dinosaurus.
    • Alivia and The Dark Evil: Pertunjukan dengan tema fantasi berteknologi tinggi yang membawamu menyelam ke negeri dongeng yang memukau.
    • SWAT vs Clown Craze: Saksikan serunya perseteruan antara tim SWAT dengan geng badut jahat yang ingin menguasai kota.

    Di samping ketiga pertunjukan di atas, terdapat juga Welcoming Dance dan Parade Of World Imagination yang masing-masing diadakan saat pembukaan dan penutupan operasional theme park.

    Seperti wahana, seluruh pertunjukan di Trans Studio Cibubur dapat disaksikan secara gratis tanpa penambahan biaya. Yuk, rasakan seluruh keseruannya dengan membeli tiket di sini. Manfaatkan promo Merdeka Deals sebelum tanggal 23 Agustus biar lebih hemat 61%!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Di Istana Cipanas Bung Karno Menikah hingga Memotong Nilai Rupiah



    Cianjur

    “Ibu-ibu, Bapak-bapak ada yang masih ingat apa itu sanering?,” tanya Lena, pemandu wisata sejarah Istana Cipanas, Rabu (20/8/2025) lalu. Para ibu dan bapak anggota Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Bogor sebagian menggelengkan kepala dan saling pandang kebingungan.

    Namun ada juga yang dengan lantang menyebut sanering sebagai pemotongan rupiah. Lena membenarkan dan hadirin pun bertepuk tangan.

    Semula ia menjelaskan riwayat bangunan yang kini dikenal sebagai Istana Cipanas. Bangunan utama di kompleks tersebut dibangun di masa pemerintahan kolonialis Belanda Gustav W. Baron Van Imhoff pada 1740 sebagai tempat peristirahatan. Oleh Sukarno kemudian ditetapkan menjadi salah satu Istana Kepresidenan.


    Salah satu koleksi yang kerap membuat penasaran para pengunjung Istana Cipanas adalah lukisan bertajuk ‘Jalan Seribu Pandang’. Lukisan karya Soejono D.S. pada 1958 itu menggambarkan pohon yang di tengahnya terdapat jalanan lurus. Berbeda dengan lukisan lainnya, jalan tersebut tetap terlihat lurus seolah mengikuti arah dimana kita melihatnya jika dilihat dari berbagai arah.

    Lukisan yang bernama lain ‘Lukisan Menuju Kaliurang’ itu merupakan salah satu dari 10 lukisan favorit Presiden Joko Widodo pada saat dipamerkan di Pameran Lukisan Galeri Nasional pada Agustus 2016. Namun dalam kunjungan di Istana Cipanas Rabu kemarin kami harus cukup puas mengintipnya dari teras.

    Kembali ke soal sanering, pada 13 Desember 1965 Presiden Sukarno memimpin sidang cabinet bidang ekonomi di Istana Cipanas. Salah satu keputusan yang dibuat adalah menetapkan perubahan nilai mata uang rupiah dari Rp 1.000 menjadi Rp 1 atau dikenal dengan istilah sanering.

    Jauh sebelum itu, tepatnya pada 7 Juli 1953, Sukarno menikah dengan Hartini secara sederhana dan tertutup di Istana Cipanas. Akibatnya, tak cuma menerima kecaman dari berbagai kelompok masyarakat dan media massa kala itu, Sukarno pun harus kehilangan ‘Ibu Negara’ Fatmawati. Ibunda dari Megawati itu memilih pergi dari Istana Merdeka karena tak sudi dimadu lalu tinggal di rumah pribadinya di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.

    Sementara Hartini oleh Sukarno ditempatkan di salah satu pavilion Istana Bogor. Di sana Hartini ikut mendampingi berbagai acara kenegaraan Presiden Soekarno, seperti menerima kunjungan Presiden Vietnam Utara Ho Chi Minh, Norodom Sihanouk (Kamboja) dan Kaisar Hirohito dari Jepang.

    Khusus Ho Chi Minh, Sukarno pernah menerimanya secara khusus di Gedung Bentol pada Maret 1959. Gedung tempat dia tetirah itu dibangun pada 1954. Di sana masih terdapat meja kerja berbentuk L, kursi, dan tempat tidur kecil. Di atas meja terpajang beberapa bingkai foto antara lain Sukarno bersama Fatmawati, dan seorang bidan. Juga foto Ho Chi Minh dan Sukarno.

    Kenapa dinamai gedung bentol? Menurut Kepala Subbagian Protokol dan Layanan Cecep Koswara penamaan itu karena di sekitar dinding bangunan terpasang batu-batu yang sengaja dibuat menonjol seperti bentol di kulit.

    Di bangunan karya arsitek kenamaan F. Silaban itu, kata Cecep, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah beberapa kali memanfaatkannya untuk membuat lagu dan lukisan.

    (jat/ddn)



    Sumber : travel.detik.com