Author: Import

  • 5 Taman Nasional di Daftar Warisan Dunia UNESCO dan ASEAN



    Jakarta

    Indonesia memiliki cukup banyak taman nasional, dengan di antaranya mendapatkan pengakuan dunia. Lima taman nasional ini masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO dan taman warisan ASEAN.

    Julukan negeri megabiodiversitas, rumah bagi ribuan spesies langka yang tersebar dari puncak gunung tertinggi hingga dasar laut terdalam, sudah sejak lama disandang Indonesia. Tidak hanya flora, namun juga beragam fauna menjadi penghuni Tanah Air.

    Keunikannya, bahkan dibuktikan oleh penelitian Alfred Russel Wallace, naturalis sekaligus penjelajah, geografer, antropolog, biolog, dan ilustrator berkebangsaan Inggris. Dia memberikan garis hipotetis yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia dan Australasia, bagian barat dari garis ini berhubungan dengan spesies Asia, di timur kebanyakan berhubungan dengan spesies Australia. Garis itu dinamai garis Wallacea.


    Informasi mengenai taman-taman nasional itu dikutip dari laman resmi Instagram Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (@kemenparekraf.ri) dan sumber lain. Keindahan dan status spesial taman nasional itu diiringi pesan berapa pentingnya konservasi alam Indonesia di mata dunia.

    5 taman nasional di Indonesia masuk daftar warisan dunia UNESCO & taman warisan ASEAN

    1. Taman Nasional Lorentz, Papua

    taman nasional lorentzTaman Nasional Lorentz (iStock)

    Membentang seluas 2,35 juta hektar dari Puncak Jaya hingga pesisir Laut Arafura, Taman Nasional Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Kawasan ini memiliki lanskap yang luar biasa dari gletser di puncak gunung, hutan hujan tropis lebat, hingga rawa dan pesisir pantai yang masih perawan.

    Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid yang berada di dalam kawasan ini termasuk dalam tujuh puncak tertinggi dunia (Seven Summits) dengan ketinggian 4.884 mdpl. Tak hanya megah secara alam, Lorentz juga diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan Taman Warisan ASEAN.

    Keanekaragaman hayati taman nasionai ini amat menakjubkan. Di sini hidup burung cendrawasih elok, kanguru pohon, dan puyuh salju, sementara floranya meliputi sarang semut, nipah, dan bakau yang tumbuh alami di ekosistemnya yang luas.

    2. Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh & Sumatera Utara

    Ilustrasi induk gajah di Desa Panton Beunot, Distrik Tiro, Aceh.Ilustrasi induk gajah di Desa Panton Beunot, Distrik Tiro, Aceh. (Getty Images/iStockphoto/Teuku Boyhaqie)

    Beralih ke barat Indonesia, Taman Nasional Gunung Leuser menjadi surga hutan hujan tropis yang membentang di Aceh dan Sumatera Utara. Dengan luas sekitar 838 ribu hektar, kawasan ini menjadi rumah bagi ribuan spesies tumbuhan dan ratusan satwa langka.

    Gunung Leuser diakui dunia sebagai Cagar Biosfer UNESCO, Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera, serta Taman Warisan ASEAN. Di sinilah hidup empat satwa ikonik Indonesia, yakni harimau sumatera, gajah sumatera, badak sumatera, dan orangutan sumatera.

    Selain fauna, Gunung Leuser juga menyimpan flora eksotis seperti titan arum yang tingginya bisa mencapai tiga meter saat mekar, serta Rafflesia arnoldii, bunga raksasa berdiameter hingga satu meter, keduanya menjadi simbol keajaiban hutan tropis Sumatera.

    3. Taman Nasional Baluran, Jawa Timur

    Daya Tarik Taman Nasional BaluranDaya Tarik Taman Nasional Baluran (Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo)

    Disebut sebagai “Africa van Java”, Taman Nasional Baluran menawarkan panorama savana seluas 10 ribu hektar yang memikat. Terletak di antara Situbondo dan Banyuwangi, Baluran menyuguhkan lanskap khas Afrika, padang rumput luas dengan latar Gunung Baluran yang megah.

    Kawasan ini menjadi rumah bagi banteng jawa, rusa timor, merak hijau, hingga macan tutul jawa, serta ragam flora seperti widoro buko, mimba, dan pilang yang menghiasi savananya.

    Baluran juga telah mendapat pengakuan internasional sebagai bagian dari Cagar Biosfer Blambangan UNESCO, menjadikannya contoh nyata harmoni antara pelestarian alam dan pariwisata berkelanjutan di Pulau Jawa.

    4. Taman Nasional Ujung Kulon, Banten

    Pulau Peucang TN Ujung KulonPulau Peucang TN Ujung Kulon (Aris Rivaldo/detikcom)

    Sebagai taman nasional tertua di Indonesia, Taman Nasional Ujung Kulon menyimpan sejarah panjang sejak letusan dahsyat Gunung Krakatau tahun 1883 yang membentuk ulang lanskap alamnya. Dengan luas sekitar 122 ribu hektar, kawasan ini menjadi satu-satunya habitat alami badak jawa (Rhinoceros sondaicus) yang tersisa di dunia.

    Selain itu, Ujung Kulon juga menjadi rumah bagi owa jawa, kubung sunda, dan manuk bueuk, serta beragam tumbuhan seperti cerlang laut, kokoleceran, dan merbau. Tak hanya diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Ujung Kulon juga menerima penghargaan Asia

    Environmental Enforcement Recognition of Excellence (AEEE) dari UN Environment Program atas komitmennya dalam konservasi satwa langka.

    5. Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara

    Warga menombak ikan saat atraksi Hekente di Desa Sombu, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (23/8/2025).  Hekente merupakan aktivitas mencari ikan secara tradisional yang dilakukan kaum perempuan Wakatobi saat air surut menggunakan alat tradisional guna membantu ekonomi keluarga sekaligus sebagai simbol kemandirian perempuan di wilayah itu. ANTARA FOTO/Andry DenisahWarga menombak ikan saat atraksi Hekente di Desa Sombu, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (23/8/2025). (Andry Denisah/Antara)

    Bagi pencinta laut, Taman Nasional Wakatobi adalah surga bawah laut sejati. Dengan luas mencapai 1,39 juta hektar, kawasan ini menyimpan 90% jenis karang dunia dan memiliki karang atol sepanjang 48 kilometer, salah satu yang terpanjang di dunia.

    Sebagai Cagar Biosfer UNESCO dan Taman Warisan ASEAN, Wakatobi menjadi destinasi favorit para penyelam internasional. Di sini, hidup penyu sisik, penyu hijau, ikan napoleon, lumba-lumba totol, hingga cerak melayu, sementara floranya meliputi lamun dan bakau sejati yang menjaga keseimbangan ekosistem laut.

    Dari pegunungan bersalju Lorentz hingga lautan biru Wakatobi, taman-taman nasional ini bukan hanya destinasi wisata, tapi juga penjaga keanekaragaman hayati dunia.

    Pengakuan dari UNESCO dan lembaga internasional lainnya menjadi pengingat bahwa keindahan alam Indonesia adalah warisan yang harus dijaga, bukan hanya dinikmati.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jembatan Juara Depok, Spot Ikonik Gratis di Danau Setu 7 Muara


    Jakarta

    Kota Depok terus berbenah dengan berbagai infrastruktur yang kini memberikan daya tarik tersendiri bagi warganya, salah satunya adalah Jembatan Juara. Jembatan gantung ini merupakan jembatan yang menghubungkan daerah Sawangan dan Bojongsari yang terbentang di atas Danau Setu 7 Muara.

    Lokasi dan Keindahan Jembatan Juara

    Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Jembatan Juara di Taman Alun-Alun dan Hutan Kota Depok (Albar) Foto: Rifkianto Nugroho

    Pembangunan jembatan ini didasari oleh pemerataan infrastruktur di Kota Depok dan memberikan destinasi liburan bagi warga Depok dan sekitarnya. Diresmikan pada 20 September 2024, Jembatan Juara di buka untuk umum setiap hari Selasa-Minggu pukul 06.00-18.00 WIB.

    Jembatan Juara berbobot 1,2 ton dengan panjang 168 meter dan lebar 1,6 meter. Jembatan ini bisa menampung sekitar 40-60 orang secara bersamaan. Pengunjung atau warga yang menyeberang jembatan tidak diperbolehkan berhenti terlalu lama di tengah jembatan.


    Jembatan berwarna oranye tersebut didesain sebagai jembatan bagi pejalan kaki, sehingga kendaraan seperti sepeda atau motor dilarang melintasi jalur jembatan. Biasanya, jembatan ditutup saat cuaca mendung untuk menghindari risiko tersambar petir dan hal-hal yang tidak diinginkan.

    “Motor nggak boleh lewat, sepeda juga. Hanya orang saja, karena ada CCTV, pos pantau dan keamanan,” Ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Kota Depok, Lintang Yuniar Pratiwi.

    Alun-alun dan Hutan Kota

    Di salah satu sisi Jembatan Juara, terdapat alun-alun dan hutan kota yang dibangun pada tahun 2024. Alun-alun barat ini kemudian disebut warga setempat sebagai Albar. Kawasan Albar memiliki luas sebesar 2,1 hektar yang dibuat sebagai tempat berlibur bagi warga Depok.

    Albar difasilitasi oleh jogging trek yang mengelilingi taman dengan pemandangan kolam dan sungai. Selain itu, Albar memiliki Taman Ruang Bermain Rumah Anak (RBRA) yang difasilitasi banyak permainan seperti: perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan.

    Menariknya, Albar dilengkapi dengan kios-kios khusus UMKM. Lintang Yuniar mengungkap, kios-kios tersebut terdiri dari 12 unit dengan luas 3×3 meter yang diperuntukkan bagi 11 kecamatan.

    Untuk masuk ke kawasan Albar pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis, pengunjung cukup membayar biaya parkir sebesar Rp 3.000 saja. Albar buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 06.00-18.00 WIB.

    Danau Setu 7 Muara

    Selain Albar dan hutan kota, Danau Setu 7 Muara menjadi ikon paling menarik perhatian di kawasan Jembatan Juara. Danau ini dikenal dengan keindahan alamnya yang memanjakan mata. Tak heran pengunjung yang melintasi jalur Jembatan Juara terpukau oleh keindahan Danau Setu 7 Muara.

    Banyak warga sekitar yang menjadikan danau ini sebagai tempat bersantai, memancing, atau sekedar menikmati pemandangan matahari terbenam. Keberadaan Danau Setu 7 muara ini menjadi daya tarik di kawasan Bojongsari, apalagi bagi warga yang menyeberangi area Jembatan Juara.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Ledok Sambi, Sejuk dan Adem Cocok untuk Liburan Keluarga


    Jakarta

    Yogyakarta tak pernah kehabisan tempat yang menawarkan pengalaman menarik, salah satunya Ledok Sambi Ecopark. Tempat ini menawarkan suasana alam yang memanjakan mata, lengkap dengan berbagai aktivitas seru yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.

    Ledok Sambi Ecopark atau lebih dikenal dengan Ledok Sambi menawarkan suasana hijau yang sejuk, asri, dan menenangkan. Tak heran jika tempat ini menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

    Bagi yang mencari inspirasi wisata di Yogyakarta, Ledok Sambi menjadi tujuan yang wajib dikunjungi. Penasaran apa saja yang ditawarkan Ledok Sambi Ecopark? Berikut detikTravel rangkum untuk kalian!


    Daya Tarik Ledok Sambi

    Ledok Sambi di Sleman, YogyakartaLedok Sambi di Sleman, Yogyakarta Foto: Lintia Elsi

    Ledok Sambi terkenal dengan daya tarik utamanya yaitu menawarkan suasana alam yang asri dan sejuk. Banyak pengunjung datang ke sini untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

    Apa saja yang ditawarkan Ledok Sambi? Mengutip laman Instagram resminya, ledoksambiecopark, berikut sejumlah aktivitas yang bisa dilakukan:

    1. Menikmati Suasana Alam

    Ledok Sambi dikelilingi pepohonan hijau dan aliran sungai yang jernih, menciptakan suasana yang tenang. Pengunjung bisa duduk santai di atas tikar, menikmati udara segar, atau bermain di sungai. Cocok banget buat kamu yang ingin rehat sejenak dari keramaian kota sembari menikmati alam terbuka.

    2. Berkemah

    Kalau ingin merasakan pengalaman lebih lama, kamu bisa berkemah di area yang sudah disediakan. Suasana malam yang damai ditemani gemericik air sungai menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta alam.

    Berikut daftar harga untuk berkemah di Ledok Sambi:

    • Group Camping (Minimal 20 pax) : Rp. 175.000
    • Tenda Sedang (untuk 3 orang) : RP 200.000
    • Tenda Besar (untuk 5 orang) : RP 250.000
    • Paket Camping Ceria (untuk 2 orang) : Rp 475.000
    • Paket Camping Ceria (untuk 3 orang) : Rp 600.000
    • Paket Camping Ceria plus (untuk 5 orang) : Rp 900.000

    Paket Camping Ceria sudah termasuk BBQ, voucher bermain, dan kasur. Adapun biaya tambahan yang dikenakan bagi pengunjung yang ingin menggunakan api unggun atu sewa alat BBQ, yaitu:

    • Api Unggun Kecil : Rp 75.000
    • Api Unggun Besar : Rp 100.000
    • Paket BBQ (2-3 orang) : Rp 150.000
    • Paket BBQ (4-6 orang) : Rp 275.000
    • Paket BBQ (7-10 orang) : Rp 400.000
    • Sewa Alat BBQ : Rp 50.000
    • Matras, Bantal, Selimut : Rp 50.000

    3. Bermain Outbound

    Ledok Sambi juga punya area outbound seru yang cocok untuk kegiatan kelompok atau keluarga. Ada berbagai permainan yang melatih kerja sama dan keberanian. Sangat seru dimainkan untuk anak-anak maupun orang dewasa.

    Terdapat beberapa paket outbound yang bisa pengunjung ikuti, berikut rinciannya:

    • Outbound Remaja (SMP/SMA) : Rp 175.000 (minimal 20 pax)
    • Outbound Dewasa : Rp 200.000 (minimal 20 pax)
    • Outbound Anak (TK/SD) : Rp 150.000 (minimal 20 pax)
    • Outbound dan Camping : Rp 325.000 (minimal 20 pax)

    Ledok Sambi juga menawarkan opsi tambahan seperti tambahan paintball war dengan tambahan biaya sebesar Rp 50.000 per pax, dokumentasi foto dan video mulai dari Rp 350.000 sampai Rp 1.250.000. Seluruh paket yang ditawarkan dilengkapi fasilitas pemandu aktvitas, makan siang, pendopo, dan paramedis.

    4. Aktivitas Menarik Lain

    Bagi pengunjung yang tidak mengambil paket outbound, jangan berkecil hati! Karena Ledok Sambi menyediakan berbagai jenis aktivitas lain yang bisa dilakukan. Beberapa wahana yang jadi favorit pengunjung yaitu flying fox, paintball, hingga archery.

    Setiap wahana permainan dikenakan biaaya tiket masuk yang berbeda.

    • Archery : Rp 15.000
    • Flying Fox : Rp 25.000
    • Gel Gun : Rp 25.000
    • Kayak : Rp 25.000
    • Melukis : Rp 25.000
    • Scooter : Rp 25.000
    • Paintball : Rp 50.000

    5. Menikmati Kuliner

    Ledok Sambi juga menawarkan aneka kuliner ala rumahan yang bisa dinikmati setelah melakukan berbagai aktivitas. Namanya Warung Kopi Ledok.

    Warung ini menyediakan beragam kuliner lezat dengan harga yang ramah dikantong mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 22.000 saja pengunjung bisa memilih berbagai jenis makan ala rumahan yang lezat untuk mengisi perut setelah seharian beraktivitas.

    Harga Tiket Masuk Ledok Sambi

    Ledok Sambi di Desa Wisata Sambi, Sleman, Yogyakarta, memiliki keindahan alami dari aliran sungai di tengah rumput hijau. Yuk kita lihat.Ledok Sambi di Desa Wisata Sambi, Sleman, Yogyakarta, memiliki keindahan alami dari aliran sungai di tengah rumput hijau. Yuk kita lihat. Foto: Lintia Elsi

    Bagi yang ingin berkunjung ke Ledok Sambi, tempat ini tidak memungut biaya tiket masuk untuk pengunjung. Mengutip informasi dari laman Instagram resminya, wisata ini gratis untuk semua kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pengunjung hanya perlu menyiapkan uang untuk biaya parkir, mulai dari Rp 3.000 (untuk motor) hingga Rp 5.000 (untuk mobil).

    Selain pemandangan alam yang asri, Ledok Sambi juga menawarkan berbagai aktivitas menarik yang bisa dilakukan pengunjung. Pengunjung hanya perlu menyiapkan uang untuk menaiki wahana-wahana menarik di sini. Harganya cukup terjangkau mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 50.000 saja, pengunjung juga bisa membeli tiket terusan seharga Rp 80.000, tiket ini berlaku untuk menikmati semua permainan di Ledok Sambi.

    Lokasi dan Jam Buka Ledok Sambi

    Ledok Sambi berlokasi di Jl. Kaliurang KM 19,2 Area Sawah, Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582. Jaraknya hanya sekitar 20 hingga 22 km dari pusat Kota Yogyakarta. Jika ditempuh menggunakan mobil, perjalanan ke Ledok Sambi hanya memakan waktu sekiar 45 menit sampai 1 jam, tergantung kondisi lalu lintas.

    Objek wisata alam ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 17.00 WIB. Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam yang indah dengan suasana yang sejuk dan asri.

    Tips Sebelum Berkunjung

    Berikut beberapa tips yang perlu dilakukan sebelum berkunjung ke Ledok Sambi, agar liburanmu makin seru dan nyaman:

    • Bawa pakaian ganti dan handuk, karena akan banyak aktivitas air
    • Gunakan sunscreen, Ledok Sambi merupakan kawasan alam terbuka sehingga penting untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
    • Pakai sandal atau sepatu yang nyaman agar lebih mudah berjalan di area berbatu atau berumput
    • Datang lebih pagi untuk bisa menikmati suasana yang tenang dan udara yang segar.
    • Siapkan kamera atau ponsel dengan baterai penuh untuk mengabadikan momen selama bermain di Ledok Sambi.

    Selamat liburan di Ledok Sambi detikers! Jangan lupa ajak teman dan keluarga kamu ya.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Anti Bom dan Tidak Bisa Dipindahkan, Ini ‘Kesaktian’ Batu Eon


    Jakarta

    Batu Eon dikenal punya banyak mitos dan legenda yang diwariskan dari generasi ke generasi. Batu ini bahkan diyakini punya kesaktian gaib yang membuatnya awet hingga sekarang, bahkan bisa disaksikan langsung banyak orang.

    Saat ini Batu Eon berada di tengah Kolam Tandon Harian PLTA PT Indonesia Power. Tepatnya Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan. Ditemukan kali pertama pada 1527, Batu Eon terus berada di tempatnya melewati berbagai zaman tanpa ada pengurangan pada wujudnya.

    Seputar Batu Eon

    Beriut serba-serbi Batu Eon yang berhasil dirangkum detikTraveld arsip pemberitaan detikcom dan detikJabar


    1. Asal-usul nama dan sejarah

    Masyarakat Desa Lamajang mempercayai sebuah legenda mengenai batu ini. Menurut mitos yang berkembang, dulu pernah hidup seorang laki-laki bernama Eon atau lebih dikenal dengan Abah Eon. Konon, Abah Eon pernah berusaha mati-matian untuk memindahkan baru itu dari tempatnya.

    Berbagai cara telah dicoba Abah Eon, mulai dari menggunakan alat berat hingga meledakkannya dengan bahan peledak, namun hasilnya batu tersebut tetap tidak bisa dihancurkan atau rusak sedikit pun.

    Sejak kejadian itu, masyarakat setempat mulai menyebut batu misterius itu sebagai Batu Eon, merujuk pada nama Abah Eon yang pernah berusaha menyingkirkannya. Kisah ini kemudian berkembang dan diturunkan secara turun temurun oleh masyarakat setempat.

    2. Tak Bisa Dipindahkan dan Anti Bom

    Hingga saat ini, masyarakat setempat masih banyak yang mempercayai kekuatan gaib yang dimiliki Batu Eon. Akibatnya, batu tersebut tidak bisa dipindahkan dan tetap utuh walau dihancurkan dengan alat berat bahkan alat peledak.

    Ada juga yang mempercayai batu tersebut angker karena berasal dari tempat pemakaman. Menurut Pengelola Desa Wisata Lamajang, Ade Sukmana, banyak masyarakat yang mengeluh hewan ternak mereka mati secara tiba-tiba ketika digembalakan di kawasan Batu Eon.

    3. Tempat Bertapa

    Sebagian masyarakat juga ada yang mempercayai bahwa keberadaan Batu Eon dikaitkan dengan Mbah Balu Tunggal. Mbah Balu Tunggal merupakan salah satu tokoh legenda yang menyebarkan ajaran Islam di Lamajang dan sekitarnya pada abad ke-17. Konon, batu ini digunakan sebagai tempat pertapaan Mbah Balu Tunggal untuk mencari ketenangan batin sekaligus memperdalam ilmunya.

    Mitos-mitos ini diyakini dan diwariskan secara turun-temurun antar generasi, inilah yang menyebabkan hingga saat ini masih banyak yang mempercayai legenda Batu Eon dan penasaran dengan kesaktian yang dimilikinya

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Fakta Pasar Loak Jatinegara, Harta Karun di Tengah Tumpukan Barang Bekas


    Jakarta

    Pasar Loak Jatinegara menjadi salah satu destinasi di Jakarta yang tidak pernah ketinggalan zaman. Di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern, Pasar Loak Jatinegara tetap eksis menawarkan suasana tradisional pasar yang klasik.

    “Biasanya ramai di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Kadang-kadang Sabtu malam sudah penuh,” kata Fikri, salah satu penjual di Pasar Loak kepada detikTravel pada Jumat (3/10/2025).

    Berada di Jalan Bekasi Barat III, Jatinegara, Jakarta Timur, Pasar Loak Jatinegara dikenal juga sebagai Pasar Loak Jembatan Hitam. Pasar ini menjual berbagai jenis barang, mulai dari barang antik hingga kebutuhan rumah tangga.


    Fakta Pasar Loak Jatinegara

    Tak hanya dikenal sebagai pasar legendaris, Pasar Loak Jatinegara memiliki beragam keunikan yang sulit ditemui di tempat lain, apa saja keunikannya? Berikut detikTravel rangkum untuk kalian!

    1. Menjual Barang-barang Bekas

    Pasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur atau Pasar Jembatan ItemPasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur atau Pasar Jembatan Item (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Sesuai namanya, Pasar Loak Jatingera dikenal sebagai surga barang-barang bekas. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, aksesoris, mainan, barang elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga, semua dijual di tempat ini.

    Pasar ini menjual barang bekas yang masih memiliki nilai jual alias masih layak untuk dipakai kembali, tak jarang barang yang dijual memiliki nilai tersendiri bagi para kolektor. Barang-barang tersedia dengan harga terjangkau yang bisa diakses dengan uang tunai.

    2. Tempat Mencari Harta Karun

    Bagi penggemar barang antik, Pasar Loak Jatinegara bisa disebut sebagai ladang harta karun. Di antara banyaknya barang yang dijajakan, terdapat barang-barang antik seperti kamera analog, mesin ketik, uang kuno, keramik lawas, hingga keris.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Di antara barang antik di Pasar Loak Jatinegara, mesin ketik tua menjadi salah satu yang paling menarik. Barang ini sudah ada sejak 1980-an dan masih bisa ditemui di pasar ini. Harga mesin ketik tua di sini mulai dari Rp 350 ribu, tergantung tipe yang tersedia. Meski tidak dalam keadaan sempurna, mesin ketik tua ini masih bisa berfungsi dengan baik.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Pasar ini juga menjual berbagai jenis uang kertas dan koin zaman dulu. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp 5 ribu untuk setiap lembar atau koin. Koleksinya beragam mulai dari pecahan 50 sen, 100 sen, hingga Rp 5.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Pengunjung bisa menemukan berbagai jenis keramik lawas. Koleksi keramik di pasar ini sangat banyak mulai dari teko, guci, gelas, hingga patung. Patung keramik menjadi koleksi yang paling banyak diincar oleh para pembeli, biasanya patung keramik ini dijadikan sebagai hiasan atau pajangan agar rumah terlihat lebih estetik.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Salah satu koleksi paling bersejarah di sini adalah sebuah keris antik yang usianya diperkirakan mencapai 200 tahun. Benda pusaka tersebut didapat dari seorang kolektor dan menjadi koleksi paling tua dan langka di Pasar Loak Jatinegara.

    “Ini barang tertua yang kami miliki. Sudah ada selama 200 tahun, dan kami mendapatkannya dari seorang kolektor yang meminta toko kami untuk menjualnya,” kata Fikri.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Pasar Loak Jatinegara juga menjual berbagai jenis ponsel lawas, bagi kolektor yang tertarik untuk mengoleksi barang-barang vintage, pasar ini menjadi tempat paling pas. Meski kondisi fisiknya tidak selalu sempurna, ponsel-ponsel ini tetap berfungsi dengan baik. Harganya cukup bervariasi, mulai dari Rp 400 ribu tergantung pada kondisi dan tipe yang tersedia.

    Tentunya masih banyak lagi barang-barang antik yang diperjualbelikan di Pasar Loak Jatinegara, menurut pertanyaan penjual kepada detikcom, beberapa barang antik tersebut didapat dari pemulung barang bekas yang kemudian dijual ke pasar loak.

    3. Buka Selama 24 Jam

    Keunikan lain dari Pasar Loak Jatinegara adalah jam operasionalnya. Pasar ini buka selama 24 jam setiap hari. Hal ini membuat Pasar Loak Jatinegara tidak pernah tidur dan tetap hidup setiap saat.

    Menurut salah satu penjual, Epen, Pasar Loak dikelola setiap hari secara bergantian. Jadi ada beberapa toko yang buka saat pagi, siang, sore, dan malam. Sehingga pasar ini siap melayani pembeli setiap saat.

    Bagi yang tertarik berburu harta karun dan melihat keunikan Pasar Loak Jatinegara, ayo berkunjung dan rasakan keseruannya secara langsung.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Masjid Kuno Ini Saksi Penyebaran Agama Islam di Madiun



    Madiun

    Di tengah pemukiman warga kelurahan Kuncen, berdiri sebuah masjid kuno yang menjadi saksi penyebaran agama Islam di Madiun.

    Masjid Kuno Kuncen, yang dikenal pula sebagai Masjid Nur Hidayatullah, kerap disebut sebagai salah satu saksi perkembangan Islam di Madiun dan telah menarik perhatian warga, peneliti, serta wisatawan religi.

    Meski ukurannya tak seluas masjid-masjid agung metropolitan, nilai historis dan arsitekturnya membuat tempat ini istimewa. Struktur serupa joglo, tiang saka kayu berusia, serta pagar batu bata yang menjulang menjadi ciri khas yang mudah dikenali.


    Kompleks masjid ini juga letaknya berdekatan dengan sendang yang menurut tradisi setempat terkait dengan asal-usul nama kota Madiun. Air dari sendang ini juga dipercaya memiliki berkah dan sering digunakan untuk ritual jamasan (penyucian) benda-benda pusaka, terutama menjelang bulan Suro (Tahun Baru Jawa) atau saat perayaan Grebeg Maulud.

    Asal-usul Masjid Kuno Kuncen

    Dilansir dari laman resmi Kelurahan Kuncen, pergeseran kekuasaan besar terjadi pada tahun 1568 di Kesultanan Demak, yang dampaknya turut membentuk sejarah di Madiun.

    Era baru ini dimulai setelah Mas Karebet, atau Jaka Tingkir, memenangkan perang saudara. Dengan restu para wali, ia naik tahta menggantikan mertuanya, Sultan Trenggono, dan bergelar Sultan Hadiwijaya.

    Namun, Sultan Hadiwijaya menolak untuk berkedudukan di Demak dan memilih memindahkan pusat pemerintahannya ke Pajang. Sejalan dengan perubahan tersebut, putra Sultan Trenggono lainnya, Pangeran Timur, diangkat sebagai Bupati Madiun pada 18 Juli 1568.

    Pengangkatan adik ipar Sultan Hadiwijaya ini dilakukan oleh Sunan Bonang yang mewakili dewan wali. Pangeran Timur, yang memerintah Madiun dari tahun 1568 hingga 1586, kemudian dikenal dengan gelar Panembahan Rama atau Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno.

    Pada tahun 1575, Pangeran Timur mengambil keputusan strategis untuk memindahkan pusat pemerintahan Madiun dari wilayah utara (Kelurahan Sogaten) ke lokasi baru di selatan, yaitu di Kelurahan Kuncen (sebelumnya bernama Wonorejo).

    Selain mengurus pemerintahan, Pangeran Timur juga mengemban misi dakwah untuk menyebarkan agama Islam. Karena penyebaran agama erat kaitannya dengan pendirian tempat ibadah, maka diyakini bahwa Masjid Kuno Kuncen (yang kini bernama Masjid Nur Hidayatullah) didirikan di Kuncen setelah perpindahan ibu kota tersebut, yakni sekitar akhir abad ke-16.

    Peninggalan Sejarah Masjid Kuncen

    Peninggalan sejarah di masjid di antaranya adalah bedug (kentungan besar) kuno yang diyakini seusia dengan masjid, serta mustaka (mahkota atap) asli masjid yang memiliki nilai sejarah tinggi.

    Selain itu, mimbar dan beberapa elemen arsitektur di dalam masjid juga masih mempertahankan keasliannya sejak era Pangeran Timur.

    Artefak terpenting di kompleks ini sesungguhnya adalah keberadaan makam-makam kuno, terutama makam Pangeran Timur (Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno), Bupati Madiun pertama.

    Kompleks makam ini, yang letaknya menyatu dengan area masjid, menjadi bukti utama fungsi Kuncen sebagai pusat pemerintahan dan penyebaran Islam pertama di Madiun. Nisan-nisan kuno dari para kerabat dan abdi dalem yang dimakamkan di sekitar Pangeran Timur juga menjadi peninggalan sejarah yang tak ternilai.

    Karena nilai sejarah yang tinggi dan keunikan arsitekturnya, kompleks Masjid Kuno Kuncen (termasuk area makam Pangeran Timur) telah ditetapkan secara resmi oleh Pemerintah Kota Madiun sebagai Situs Cagar Budaya melalui SK Walikota pada tahun 2019.

    Status ini memberikan perlindungan hukum penuh, yang berarti segala bentuk pemugaran atau penambahan fasilitas baru di kawasan tersebut harus dilakukan atas seizin dan pengawasan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

    Masjid Kuno Kuncen adalah bukti konkrit yang menghubungkan masa lalu dengan keseharian warga Madiun. Perdebatan tentang tanggal pendirian atau nama pendiri menggambarkan hidupnya tradisi dan arsip, keduanya perlu disandingkan agar sejarah kawasan ini bisa ditulis lebih lengkap.

    Upaya pelestarian dan pengelolaan wisata yang menghormati nilai asli akan menentukan apakah generasi mendatang masih bisa menyentuh, melihat, dan belajar dari warisan ini.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menelusuri ‘Candi Prambanan’ yang Ada di Lampung


    Jakarta

    Tak perlu jauh-jauh ke Yogyakarta untuk bisa menikmati kemegahan Candi Prambanan. Di Lampung, terdapat sebuah bangunan berupa replika Candi Prambanan yang didesain mirip dengan bentuk aslinya.

    Lokasinya berada di kawasan wisata Cakat Raya, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Selain replika Candi Prambanan, kawasan wisata ini juga menampilkan replika bangunan dari berbagai suku dan daerah yang ada di Indonesia.

    Sejarah Cakat Raya

    Melansir situs traveling, Kabupaten Tulang Bawang dikenal sebagai daerah yang kaya akan keberagaman suku dan budaya. Sebagai salah satu daerah tujuan transmigrasi di Lampung, Tulang Bawang tumbuh menjadi kawasan yang dinamis dengan penduduk dari berbagai latar belakang.


    Seiring waktu, daerah ini berkembang pesat hingga akhirnya resmi berdiri secara administratif sebagai kabupaten pada tahun 1977. Wujud penghargaan dari keberagaam tersebut tercermin dari pembangunan kawasan wisata Cakat Raya.

    Dari tempat ini, wisatawan tidak hanya melihat keunikan arsitektur tradisional, tetapi juga menikmati panorama alam yang menakjubkan berupa hamparan rawa dan kebun hijau yang terbentang luas.

    Daya Tarik Cakat Raya

    Kawasan wisata Cakat Raya menampilkan replika bangunan bersejarah dari berbagai daerah di Indonesia sebagai lambang keberagaman yang terbentuk. Mulai dari rumah-rumah adat dari beberapa daerah, bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi ikon wisata.

    Daya tarik utama kawasan ini adalah replika Candi Prambanan yang berdiri kokoh dengan luas 9×10 meter dengan tinggi mencapai 12 meter. Replika Candi Prambanan ini memiliki detail yang rapih dan tampak seperti bangunan aslinya.

    Replika Candi Prambanan berdiri menghadap langsung ke Way Tulang Bawang, sebuah sungai yang menjadi kebanggaan masyarakat Tulang Bawang. Pemandangan yang indah dan bangunan yang berdiri megah membuat replika candi ini menjadi spot favorit wisatawan.

    Dengan keunikannya inilah, kawasan wisata Cakat Raya menjadi destinasi yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Terlebih pada hari-hari libur, lebih banyak wisatawan datang ke tempat ini untuk mengabadikan momen atau berlibur bersama keluarga.

    “Tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu bersama orang tersayang,” tulis akun google review An********** dalam ulasan yang dibaca detikTravel Rabu (5/11/2025).

    Tulisan serupa juga ditulis oleh beberapa akun lain, wisatawan merasa nyaman dan puas terhadap kebersihan di kawasan wisata Cakat Raya. “Kawasan wisata dikelola dengan baik walaupun tanpa tiket masuk. Penjaganya ramah, memberi informasi tentang tempat wisata dengan detail,” tulis akun Munah Mey dalam ulasan tersebut.

    Lokasi dan Harga Tiket Masuk Cakat Raya

    Kawasan wisata Cakat Raya berada di Jalan Lintas Sumatera, Desa Cakat Raya. Lokasinya 16 km dari pusat Kota Menggala. Jika wisatawan pergi dari Bandar Lampung, cukup melakukan perjalanan selama 3 jam setengah untuk sampai ke kawasan wisata ini.

    Untuk mengunjungi kawasan wisata Cakat Raya, wisatawan tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Tertarik untuk berkunjung ke kawasan wisata Cakat Raya?

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Hotel Termahal di Indonesia, Harganya Makin Gila-gilaan di Akhir Tahun


    Jakarta

    Akhir tahun selalu jadi momen favorit untuk berlibur, tak terkecuali warga Indonesia. Hotel menyambut para tamu yang ingin berlibur dengan pelayanan berkualitas, fasilitas mewah, dan pemandangan menakjubkan.

    10 Hotel Termahal di Indonesia

    Banyak wisatawan yang rela merogoh kocek demi menikmati pengalaman eksklusif di hotel-hotel terbaik di Indonesia. Resor tepi pantai hingga hotel megah di tengah kota, berikut deretan hotel dengan tarif luar biasa yang menawarkan kemewahan dan layanan kelas dunia.

    1. Amanjiwo Resort

    Resor di Magelang.Resor di Magelang. Foto: (dok Amanjiwo)

    Amanjiwo merupakan salah satu resor mewah yang terletak di Desa Majaksingi, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasinya yang menghadap langsung ke Candi Borobudur, situs warisan dunia UNESCO menjadi salah satu daya tarik utama penginapan ini.


    Resor ini menawarkan arsitektur mewah dengan campuran desain modern dengan budaya Jawa klasik yang terinspirasi dari Candi Borobudur. Amanjiwo Resor cocok untuk kamu yang ingin mendapatkan pengalaman menginap dengan suasana mewah, tenang, dan berada di lokasi budaya.

    Mengutip laman traveling, tarif menginap di Amanjiwo Resort mulai dari Rp 18 juta untuk tipe kamar Suite Garden berukuran 243 m2 hingga Rp 75 juta untuk tipe kamar Dalem Jiwo Suite dengan ukuran 1200 m2. Amanjiwo menawarkan berbagai fasilitas dan pelayanan mewah ala bintang lima kepada para tamu.

    2. NIHI Sumba

    Intip Resto dan Menu Makanan di Nihi Sumba, Tempat Liburan GiselIntip Resto dan Menu Makanan di Nihi Sumba, Tempat Liburan Gisel Foto: instagram @nihisumba

    NIHI sumba menjadi salah satu resor terbaik di dunia melalui penghargaan World’s Best Hotel versi Travel + Leisure karena menyajikan konsep resor ultra-mewah dan layanan kelas dunia. Terletak di Hoba Wawi, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, resor ini menyajikan layanan terbaik dengan konsep alam yang indah.

    Lokasi resor ini memang agak terpencil tetapi menawarkan pemandangan dan pelayanan yang sangat ekslusif. NIHI Sumba menawarkan vila pribadi dengan fasilitas dan pelayanan bintang lima dengan harga menginap per malam mencapai Rp 42 juta.

    3. Bvlgari Resort Bali

    Bvlgari Resort Bali (Dok. Website Bvlgari Resort)Bvlgari Resort Bali (dok. Website Bvlgari Resort)

    Bvlgari Resort Bali merupakan sebuah resor yang menyajikan arsitektur mewah Italia yang dipadukan dengan keindahan tropis Bali. Berada di atas Tebing Uluwatu, resor ini menjadi salah satu resor paling bergengsi di Pulau Dewata.

    Tarif menginap di Bvlgari Resort Bali mulai dari Rp 21 jt hingga mencapai Rp 171 jt tergantung pada tipe vila yang dipesan. Resor ini menawarkan pelayanan dan fasilitas mewah mulai dari spa, restoran berkelas dunia, serta akses ke pantai.

    4. The Dharmawangsa Jakarta

    The Dharmawangsa Jakarta merupakan salah satu hotel paling elegan di ibu kota yang dikenal dengan nuansa klasik dan layanan yang super eksklusif. Terletak di Jl. Brawijaya nomor 26, Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Hotel ini mengusung arsitektur khas Indonesia dipadukan dengan gaya kolonial Belanda, memberikan kesan hangat dan berkelas. Hotel The Dharmawangsa Jakarta menyediakan berbagai jenis kamar hotel, melansir situs resminya, terdapat beberapa jenis kamar yang bisa dipesan yaitu tipe Kamar Eksekutif, Kamar Eksekutif Senior, Dharmawangsa Suite, Rumah Kota-Suite, Kamar Deluxe, Suite Penthouse, hingga Suite Presidensial. Untuk tarif kamarnya mulai dari Rp 3,5 juta hingga Rp 14 jt tergantung pada tipe kamar yang dipesan.

    5. Hotel Indonesia Kempinski

    Signature Hotel Indonesia Kempinski JakartaSignature Hotel Indonesia Kempinski Jakarta Foto: Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

    Hotel Indonesia Kempinski merupakan hotel legendaris yang berdiri tepat di jantung ibu kota, yaitu kawasan Bundaran HI. Lokasinya Berada di Jl. M.H. Thamrin nomor 1, Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

    Hotel Kempinski berada di lokasi strategis yang berdekatan dengan Mal Grand Indonesia, kantor, atraksi dan kedutaan. Hotel ini menawarkan berbagai jenis kamar, mulai dari Kamar Deluxe, Grand Deluxe, dan Executive Grand Deluxe, Diplomatic Suite, dan Presidential Suite. Untuk tarif menginap disini mulai dari Rp 2,5 juta untuk tipe Kamar Deluxe hingga Rp 120 juta untuk tipe kamar Presidential Suitenya.

    6. The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place

    The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place dikenal sebagai salah satu hotel termewah di ibu kota yang menawarkan pelayanan kelas dunia. Terletak di kawasan bisnis Sudirman Central Business District (SCBD), hotel ini menjadi pilihan utama para pebisnis, selebriti, hingga tamu kenegaraan yang menginginkan kenyamanan dan privasi tingkat tinggi.

    Hotel Ritz-Carlton menyediakan kamar dengan berbagai tipe seperti: Grand Room, Grand Club Room, Grand Studio, Suite Mayfair, Grand Spa Villa, Suite Ritz-Carlton, dan Suite Presidensial. Harga yang disediakan bervariasi tergantung jenis kamar yang dipesan mulai dari Rp 4,3 juta hingga Rp 142,5 juta.

    7. Jumeirah Bali

    Jumeirah Bali adalah resor mewah bergaya arsitektur Majapahit yang terletak di kawasan Uluwatu, salah satu destinasi paling eksklusif di Pulau Bali. Resor ini memadukan kemegahan tradisi kerajaan Jawa kuno dengan ketenangan alam tropis. Setiap vila dirancang luas dan elegan, lengkap dengan kolam renang pribadi serta pemandangan laut yang menakjubkan.

    Terletak di kawasan Pecatu Indah Resort, Jl. Raya Uluwatu Street, Kuta Selatan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Jumeirah Bali menawarkan pelayanan dan fasilitas yang beragam, harga menginap permalam di hotel ini bervariasi tergantung tipe kamar yang dipesan yaitu mulai dari Rp 8,7 juta hingga Rp 62 juta.

    8. Soori Bali

    Soori Bali merupakan resor mewah yang terletak di antara sawah hijau, tepatnya berada Banjar Dukuh Desa Kelating, Kerambitan, Kelating, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali.

    Resort ini menawarkan suasana yang sangat tenang dan privat, cocok untuk tamu yang ingin menikmati liburan eksklusif yang jauh dari keramaian. Desain arsitekturnya modern dan minimalis, memadukan elemen alam seperti batu, kayu, dan air sehingga menciptakan suasana yang seimbang dan menenangkan.

    Sama halnya dengan resor lain, Soori Bali juga menyediakan berbagai tipe kamar dan fasilitas yang bisa disesuaikan dengan keinginan tamu. Tarif menginap per malam di Soori Bali dilansir dari situs traveling, mulai dari 16 juta untuk vila dengan satu kamar tidur hingga Rp 170 juta untuk tipe Perumahaan Soori.

    9. Grand Hyatt

    Grand Hyatt Jakarta adalah salah satu hotel mewah paling ikonik di pusat ibu kota yang terletak strategis, tepatnyaoi berada Jl. MH Thamrin nomor Kav 28-30, Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta.

    Hotel ini dikenal dengan suasana elegan, pelayanan kelas dunia, serta kemudahan akses ke pusat perbelanjaan besar seperti Plaza Indonesia. Interiornya bergaya modern dengan sentuhan klasik yang menciptakan kesan hangat namun tetap berkelas bagi para tamu.

    Grand Hyatt Jakarta mempunyai 415 kamar dan suite mewah. Ada King Bed with City View, King Bed Family with Bundaran View, Premier Suite, hingga Presidential Suite. Mengutip laman resmi Grand Hyatt, untuk King Bed with City View harganya mulai dari Rp 2,7 juta hingga Rp 128 juta untuk tipe Presidential Suite.

    10. Hotel Mulia Senayan & The Suites

    Duke Suite Hotel MuliaDuke Suite Hotel Mulia Foto: (The Mulia)

    Hotel Mulia Senayan & The Suites menawarkan pemandangan langsung ke lapangan golf dan panorama kota Jakarta yang menawan. Interiornya menonjolkan kemewahan klasik dengan furnitur elegan, lampu kristal megah, serta suasana yang nyaman dan eksklusif.

    Lokasinya berada di Jalan Asia Afrika Senayan, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hotel ini berdekatan dengan pusat perbelanjaan, stadion serbaguna, kedutaan besar, hingga perusahaan multinasional terkemuka.

    Pilihan kamar di hotel Mulia di antaranya, Mulia Splendor Twin City View, Mulia Grandeur Twin City View, Mulia Executive Golf View. Mengutip laman resmi hotel, harganya mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 205 juta untuk tipe Duke Suite.

    Harga ini biasanya makin meningkat di akhir tahun seiring animo masyarakat. Besaran harga bisa berubah tiap saat bergantung dari kebijakan pengelola penginapan. Kendati begitu, informasi ini bisa jadi panduan traveler memilih hotel untuk liburan akhir tahun.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Stasiun Rajapolah Mau Dihidupkan Lagi, Permudah Akses ke Gunung Galunggung



    Tasikmalaya

    Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana menghidupkan kembali Stasiun Rajapolah sebagai upaya memperkuat konektivitas transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Betul kami usulkan reaktivasi Stasiun Kereta Api Rajapolah. Ini untuk peningkatan perekonomian Kabupaten Tasikmalaya,” kata Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin.


    Cecep menjelaskan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengirimkan tim untuk melakukan kunjungan awal dan survei lapangan di kawasan Rajapolah sebagai tindak lanjut dari usulan tersebut.

    “Kami sudah mengirimkan surat resmi ke Kementerian Perhubungan. Sekarang tinggal menunggu agar proyek ini bisa masuk dalam Rencana Induk Program Perkeretaapian Nasional. Pemerintah daerah hanya bisa mengusulkan, keputusan tetap berada di tangan pemerintah pusat,” ujarnya.

    Untuk mendukung program reaktivasi, Pemkab Tasikmalaya menyiapkan langkah penataan di kawasan sekitar Stasiun Rajapolah. Penataan tersebut mencakup relokasi sejumlah fasilitas umum dan pemerintahan di area sekitar jalur rel.

    “Yah namanya reaktivasi pasti harus ada yang ditata,” ujar Cecep.

    Cecep menambahkan reaktivasi Stasiun Rajapolah bukan hanya proyek transportasi, tetapi juga strategi memperkuat ekonomi lokal. Ia menilai, beroperasinya kembali jalur kereta api akan mempermudah akses menuju objek wisata Gunung Galunggung, yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke Tasikmalaya.

    “Jika akses wisata makin mudah, tentu kunjungan wisatawan meningkat. Hal ini akan berdampak pada naiknya perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pedagang oleh-oleh khas Rajapolah,” jelasnya.

    Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rekomendasi Jalan-jalan Sehari di Pulau Seribu, Jakarta


    Jakarta

    Kepulauan Seribu menjadi tempat wisata favorit warga Jakarta, menawarkan berbagai objek wisata dengan pesona alam yang indah. Deretan pulau cantik dengan pasir putih dan pemandangan air laut menjadi daya tarik utama tempat ini.

    Selain keindahan alamnya, Kepulauan Seribu juga menawarkan beragam aktivitas seru seperti snorkeling, diving, dan menikmati sunset di tepi pantai. Bagi pengunjung yang tidak punya banyak waktu untuk berlibur, di sini kita bisa mengeksplorasi Pulau Seribu dalam satu hari loh!

    Rekomendasi Jalan-jalan Sehari di Pulau Seribu 2025

    Berikut adalah pilihan wisata Pulau Seribu untuk kamu yang ingin mencoba one day trip dikutip dari laman travel:


    1. Pulau Sepa

    Jakarta yang dikenal sebagai kota tersibuk di Indonesia punya surga terpencilnya, yaitu di Pulau Sepa, Kepulauan Seribu. (Devi/detikcom)Jakarta yang dikenal sebagai kota tersibuk di Indonesia punya surga terpencilnya, yaitu di Pulau Sepa, Kepulauan Seribu. (Devi/detikcom) Foto: Jakarta yang dikenal sebagai kota tersibuk di Indonesia punya surga terpencilnya, yaitu di Pulau Sepa, Kepulauan Seribu. (Devi/detikcom)

    Pulau Sepa merupakan salah satu pulau resort di Kepulauan Seribu yang terkenal dengan pasir putihnya yang lembut dan air lautnya yang biru jernih. Pulau ini menjadi salah satu tempat favorit untuk aktivitas memancing, di sini telah disediakan dermaga yang dapat dijadikan spot memancing bagi pengunjung.

    Pulau Sepa dengan nuansa tropisnya yang sangat alami dan menenangkan membuat pengunjung betah untuk menghabiskan waktu liburannya di pulau ini.

    • Harga paket liburan one day trip di Pulau Sepa adalah Rp 1.350.000 untuk semua kalangan.
    • Fasilitas yang didapat: antar jemput kapal boat, minuman selamat datang, makan siang, dan canoe gratis selama satu jam.

    2. Pulau Putri

    Pulau Putri merupakan pulau resort bertema modern yang menawarkan keindahan, kenyamanan, dan eksotisme Pulau Seribu. Salah satu daya tarik paling menarik di Pulau Putri adalah undersea aquarium, terowongan kaca bawah laut yang memungkinkan pengunjung melihat ikan dan terumbu karang tanpa harus menyelam.

    Selain itu, Pulau Putri juga menawarkan berbagai aktivitas menyenangkan lainnya seperti: snorkeling, diving, banana boat, canoe, hingga water bee.

    • Harga paket liburan one day trip di Pulau Putri mulai dari Rp 190.000 (untuk bayi), Rp 1.050.000 (untuk anak-anak), hingga Rp 1.125.000 (untuk orang dewasa).
    • Fasilitas yang didapat: perjalanan pulang pergi dengan perahu, minuman selamat datang, makan siang, undersea aquarium, perahu dasar kaca, dan kolam renang.

    3. Pulau Bidadari

    Sejumlah warga dan pegiat lingkungan melepas tukik penyu sisik di kawasan Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (21/8/2025).Sejumlah warga dan pegiat lingkungan melepas tukik penyu sisik di kawasan Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Foto: Pradita Utama

    Pulau Bidadari adalah pulau resort berkonsep alam, jaraknya hanya 30 menit dari dermaga marina Ancol. Lokasi ini juga cocok untuk dijadikan destinasi wisata one day trip kalian.

    Menariknya, selain menikmati keindahan laut biru dan suasana sejuk Pulau Bidadari, di sini pengunjung bisa melihat bangunan-bangunan bersejarah bekas peninggalan Belanda.

    • Harga paket liburan one day trip di Pulau Bidadari adalah Rp 550.000
    • Fasilitas yang didapat: antar jemput speed boat, minuman selamat datang, dan satu kali makan.

    4. Pulau Ayer

    Pulau di Kepulauan SeribuPulau di Kepulauan Seribu Foto: (dok Pulau Ayer)

    Pulau Ayer merupakan salah satu pulau resort terdekat dari Jakarta dan sangat cocok untuk one day trip di Kepulauan Seribu. Jaraknya hanya sekitar 25-30 menit saja, pulau ini terkenal dengan resort bernuansa etnik.

    Selain keindahan alam, Pulau Ayer juga terkenal dengan spot mancing. Di bagian belakang pulau ini terdapat dermaga pancing yang sangat panjang yang disediakan khusus untuk pengunjung memancing.

    • Harga paket liburan one day trip di Pulau Ayer mulai dari Rp 369.000 (untuk anak-anak) hingga Rp 390.000 (untuk orang dewasa).
    • Fasilitas yang didapat: antar jemput kapal speed boat, minuman selamat datang, dan satu kali makan.

    5. Pulau Pelangi

    Pulau Pelangi menjadi salah satu destinasi favorit di Kepulauan Seribu yang cocok untuk one day trip. Terletak sekitar 90 menit perjalanan dengan kapal cepat dari marina Ancol, pulau ini menawarkan pemandangan laut biru yang jernih dengan pasir putih dan terumbu karang yang indah untuk snorkeling maupun diving.

    Selain keindahan alamnya, Pulau Pelangi juga menyediakan fasilitas lengkap seperti, restoran terapung, area bermain air, hingga water sport seperti banana boat dan kano.

    • Harga paket liburan one day trip di Pulau Pelangi mulai dari Rp 875.000 (untuk hari kerja) hingga Rp 900.000 (untuk akhir pekan).
    • Fasilitas yang didapat: paket perahu pulang pergi, minuman selamat datang, dan makan siang.

    6. Pulau Tidung

    Pulau di Kepulauan Seribu.Pulau di Kepulauan Seribu. Foto: Johanes Randy

    Pulau Tidung merupakan salah satu pulau penduduk yang digunakan sebagai pulau wisata. Pulau ini juga mengusung konsep menyatu dengan lingkungan masyarakat. Daya tarik utama dari Pulau Tidung adalah Jembatan Cinta, sebuah jembatan penghubung Pulau Tidung besar dan Pulau Tidung kecil yang dibuat membentang diatas permukaan laut.

    • Harga paket liburan one day trip di Pulau Tidung mulai dari Rp 580.000
    • Fasilitas yang didapat: perahu cepat, minuman selamat datang, transit rumah tinggal, makan siang, sepeda, alat snorkeling, kamera bawah air, perahu pisang, dan berkeliling ke beberapa spot di Pulau Tidung seperti, Pulau Tidung kecil, Saung Cemara Kasih, Pantai Cemara Kasih, Jembatan Cinta, hingga Saung Sunset.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com