Author: Import

  • Harga Tiket Kereta Ekonomi Jakarta-Banyuwangi Sekali Jalan, Nggak Perlu Transit



    Jakarta

    Perjalanan jauh dari Jakarta-Banyuwangi pp bisa ditembuh dengan praktis dan biaya yang ramah kantong. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghadirkan Kereta Api (KA) Blambangan Ekpres untuk memberi layanan perjalanan kelas ekonomi dengan berbagai rute yang dapat ditempuh dari Pasar Senen-Ketapang (Banyuwangi).

    KA Blambangan Ekspres menjadi rute terpanjang dari ujung barat ke ujung timur Pulau Jawa. Kereta itu melaju selama 16 jam dan 30 menit.

    Perjalanan dengan KA Blambangan Express dijanjikan nyaman untuk penumpang kendati dengan kereta api ekonomi. KAI menyebut KA Blambangan Express memiliki fasilitas standar kelas ekonomi, termasuk AC, reclining seat, dan toilet di dalam kereta.


    Penumpang juga bisa menikmati layanan pembelian tiket online melalui aplikasi KAI Access atau loket stasiun, sehingga perjalanan menjadi lebih praktis dan efisien.

    Selain itu, jadwal keberangkatan kereta ini cukup fleksibel, dengan beberapa pilihan keberangkatan setiap harinya. Pilihan itu diyakini bisa memudahkan penumpang untuk menyesuaikan waktu perjalanan, baik untuk keperluan liburan maupun urusan bisnis, tanpa harus khawatir soal ketersediaan tiket.

    Harga Tiket Kereta Api Blambangan Ekspres Kelas Ekonomi

    Melansir situs detikJatim, harga tiket Kereta Api Blambangan Ekspress kelas ekonomi rute Jakarta-Banyuwangi adalah Rp 505 ribu. Kereta itu melaju dengan waktu tempuh sekitar 16 jam 30 menit.

    Bagi detikers yang ingin memesan tiket, sekarang lebih praktis melalui aplikasi Access by KAI.

    Fasilitas KA Blambangan Ekspres

    Kereta api Blambangan Ekspres menyediakan rute pulang-pergi untuk Jakarta-Banyuwangi. Mengutip informasi dari detikJatim, fasilitas yang ditawarkan KA Blambangan Ekspres merupakan kereta kelas ekonomi adalah rangkaian eksekutif dan ekonomi new generation.

    Pada kelas ekonomi terdiri dari 19 baris dan 72 kursi dalam satu gerbong. Kereta itu dimodifikasi dengan leg room yang lebih luas, memiliki tipe captain seat atau kursi terpisah, terdapat sandaran di kedua sisi, dan bisa diatur posisinya searah laju kereta atau berhadapan.

    Untuk merespons keluhan penumpang dengan kursi yang membelakangi laju kereta, PT KAI mereduksinya. PT KAI menjamin saat ini tidak ada lagi keluhan kursi menghadap belakang atau drama adu dengkul antar penumpang di dalam kereta.

    Interior kereta juga dimodifikasi dengan warna yang lebih cerah, bagian bagasi didesain mirip dengan kereta eksekutif. Selain itu, toilet dibuat senyaman mungkin dan terdapat mushola di kereta restorasi.

    Jadwal Keberangkatan Kereta Api Blambangan Ekspres

    PT KAI meresmikan kereta api Blambangan Ekspres relasi Banyuwangi-Semarang. Hal ini dapar memudahkan masyarakat yang ingin berpergian ke daerah tersebut.PT KAI meresmikan kereta api Blambangan Ekspres relasi Banyuwangi-Semarang. (Budi Candra Setya/Antara)

    Jadwal keberangkatan Kereta Api Blambangan Ekspres rute Jakarta-Banyuwangi adalah sebagai berikut:

    · Pasar Senen-Ketapang:

    Berangkat : 12.10 WIB

    Tiba : 04.40 WIB

    · Ketapang-Pasar Senen:

    Berangkat : 15.45 WIB

    Tiba : 08.16 WIB

    Rute Kereta api Blambangan Ekspres

    Melansir dari situs detikJatim, rute Kereta Api Blambangan Ekspres mulai dari Pasarsenen, Bekasi, Karawang, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Ngrombo, Cepu, Bojonegoro, Lamongan, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Klakah, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, Banyuwangi Kota, Ketapang.

    Tempat Wisata Seru di Banyuwangi

    Nah, detikers yang tertarik untuk berlibur ke Banyuwangi dengan Kereta Api Blambangan Ekspres bisa mengunjungi tempat-tempat seru di Banyuwangi, berikut beberapa tempat wisata di Banyuwangi melansir situs detikJatim.

    1. De Djawatan, hutan magis Ala “Lord of the Rings”

    2. Green Bay (Teluk Ijo)

    3. Pulau Tabuhan

    4. Air Terjun Telunjuk Raung

    5. Air Terjun Kembar Arum

    6. Pantai Pulau Merah

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Keraton Solo, Sejarah, Kedudukan, dan Perannya Kini



    Jakarta

    Keraton Solo merupakan salah satu kerajaan yang masih berdiri di Indonesia. Hingga saat ini, Keraton Solo masih memiliki peran penting bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya Surakarta.

    Keraton Solo atau dikenal juga dengan Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu keraton yang masih eksis di Jawa Tengah hingga saat ini. Berada di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah, keraton ini menjadi simbol keberagaman budaya di Indonesia.

    Apa saja fakta tentang Keraton Solo? Simak penjelasan berikut.


    Sejarah Berdirinya Keraton Solo

    Menurut laman resmi DPRD Kota Surakarta, asal-usul nama Surakarta berasal dari permainan kata Kartasura. Sementara itu, nama Solo berasal dari nama Desa Sala yang dipilih Pakubuwono II untuk tempat mendirikan kerajaan.

    Penggunaan kata Surakarta biasanya digunakan dalam situasi formal atau pemerintahan, sedangkan Solo digunakan untuk jangkauan yang lebih umum.

    Melansir arsip detikJateng, Keraton Solo tidak terlepas dari perkembangan Kerajaan Mataram yang didirikan Panembahan Senapati Ing Ngalogo pada 1575. Kerajaan Mataram mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645).

    Berdasarkan catatan dari buku “Kitab Terlengkap Sejarah Mataram” karya Soedjipto Abimanyu. Sejarah Keraton Solo bermula dari Pakubuwono I yang dikenal sebagai sultan dari Keraton Kartasura.

    Setelah Pakubuwono I wafat, tahta keraton kemudian digantikan oleh Pakubuwono II dengan gelar Susuhunan Paku Buwana Senapati Ing Alaga Abdul Rahman Sayidin Panatagama.

    Sejarah mencatat, pada 1740 terjadi sebuah pemberontakan yang dilakukan oleh orang-orang Cina kepada VOC. Hal ini didasari oleh kebijakan VOC yang membatasi jumlah orang Cina di Batavia. Pemberontakan yang dilakukan oleh laskar Cina ini dikenal dengan peristiwa Geger Pecinan.

    Konflik ini bermula dari perbedaan pendapat antara Sultan Pakubuwono II dan Sultan Hamengkubuwono I. Sultan Pakubuwono II memberikan dukungan kepada laskar Cina dengan mengutus patih Keraton Kartasura, Adipati Natkusuma.

    Namun, dalam perlawanan itu, Pakubuwana II melihat bahwa peluang laskar Cina menang melawan VOC sangat kecil, terlebih setelah gagal menguasai Semarang. Pakubuwana II kemudian memilih untuk mundur dari pemberontakan tersebut dengan menarik Adipati Natkusuma dan mengasingkannya ke Sailon (Srilanka).

    Prediksi Pakubuwana II ternyata meleset, laskar Cina berhasil memperkuat pertahanan dan berhasil menggaet dukungan dari Bupati Pati dan Grobogan. Bahkan, Cina mendeklarasikan Mas Garendi atau Sunan Kuning sebagai penguasa Kerajaan Mataram Kartasura.

    Dengan bantuan dari VOC, Pakubuwana II berhasil mendapatkan kembali kerajaan yang sempat dikuasai para pemberontak. Setelah kejadian tersebut, Pakubuwana II memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Kartasura ke Desa Sala (Solo) dan mengganti nama kerajannya menjadi Keraton Surakarta. Secara resmi Keraton Surakarta berdiri pada 17 Februari 1745.

    Setelah Pakubuwono II wafat, tahta kerajaan digantikan oleh putranya yang diberi gelar sultan Pakubuwana III. Mengikuti jejak sang ayah, Pakubuwana III mengabdikan diri kepada VOC.

    Pada masa pemerintahan Pakubuwana III terjadi perang saudara antara Pakubuwana III dengan Raden Mas Said dan Mangkubumi. Peristiwa inilah yang kemudian membuat pecahnya Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta. Sultan Pakubuwana III menyetujui pembagian wilayah Surakarta kepada Mangkubumi yang kemudian menjadi Raja dari Keraton Yogyakarta dengan gelar Hamengkubuwono I. Kesepakatan ini kemudian dikenal dengan Perjanjian Giyanti.

    Silsilah dan Raja-raja Keraton Solo

    Melansir situs detikJateng, tercatat sudah ada setidaknya 12 raja yang memerintah Keraton Solo dari masa ke masa.

    · Sri Susuhunan Pakubuwono II (tahun 1745-1749)
    · Sri Susuhunan Pakubuwono III (tahun 1749-1788)
    · Sri Susuhunan Pakubuwono IV (tahun 1788-1820)
    · Sri Susuhunan Pakubuwono V (tahun 1820-1823)
    · Sri Susuhunan Pakubuwono VI (tahun 1823-1830)
    · Sri Susuhunan Pakubuwono VII (tahun 1830-1858)
    · Sri Susuhunan Pakubuwono VIII (tahun 1859-1861)
    · Sri Susuhunan Pakubuwono IX (tahun 1861-1893)
    · Sri Susuhunan Pakubuwono X (tahun 1893-1939)
    · Sri Susuhunan Pakubuwono XI (tahun 1939-1944
    · Sri Susuhunan Pakubuwono XII (tahun 1944-2004)
    · Sri Susuhunan Pakubuwono XIII (tahun 2004-2025)

    Sri Susuhunan Pakubuwono XIII wafat pada Minggu (2/11/2025). Keraton solo mengonfirmasi akan menggelar Jumenengan atau penobatan raja baru pada Sabtu (15/11/2025).

    Keraton menyatakan bahwa undangan Jumenengan Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S Pakubuwono XIV sudah disebarkan. Upacara tersebut akan diadakan di Keraton Solo pukul 08.00 WIB.

    “Menanggapi berbagai pertanyaan dan konfirmasi yang masuk, kami menyampaikan bahwa surat resmi mengenai pelaksanaan Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakubuwono XIV yang beredar adalah benar dan sah dikeluarkan oleh Panitia Jumengeng Dalem Nata Binayangkare Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” ujar G.K.R Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, putri tertua Pakubuwono XIII.

    Raja baru yang akan dinobatkan menggantikan Pakubuwono XIII adalah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram atau lebih akrab dikenal dengan Gusti Purbaya.

    Untuk mengisi kekosongan tahta, ditunjuk seorang Pelaksana Tugas (Plt) yang bertugas untuk mengawal administrasi keraton dan menghindari konflik internal. Saat ini, Plt yang ditunjuk adalah Kanjeng Gusti Panembahan Tedjowulan yang merupakan adik dari almarhum Pakubuwono XII.

    Peran Keraton Solo di Zaman Modern

    Di zaman modern, Keraton Solo telah berubah dari sistem politik tradisional menjadi salah satu pusat kebudayaan dan identitas lokal bagi masyarakat. Meski tidak memiliki kekuasaan secara administratif dalam sistem pemerintahan Indonesia, keraton tetap diakui sebagai simbol warisan budaya bangsa.

    Secara politik, Keraton Solo memang tidak lagi berdaulat, tetapi secara kultural dan simbolik, ia masih berperan besar sebagai penjaga napas budaya Jawa dan jembatan antara masa lalu dengan masa kini.

    Mengutip Antara, Kementerian Kebudayaan RI menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi pemugaran aset dari cagar budaya di Indonesia untuk menjaga nilai sejarah dan budaya di Jawa agar tetap hidup, salah satunya Keraton Solo.

    “Kami berharap aset budaya dan cagar budaya keraton ini dapat terus menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional kita,” kata Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia dalam keterangan tertulis, dilansir detikNews.

    Dalam hal ini, Keraton Solo berperan sebagai pusat pelestarian budaya keraton, pusat seni tradisional, upacara adat, dan pariwisata. Hal ini memberikan tantangan kepada pemerintah dalam melestarikan dan menjaga warisan budaya Indonesia.

    Hingga kini, keraton masih aktif menyelenggarakan berbagai upacara adat dan ritual tradisional, seperti sekaten (peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan nuansa budaya Jawa-Islam), tedhak siten, kirab malam 1 Suro, dan berbagai pementasan tari klasik dan gamelan, serta jumenengan yang dijadwalkan pada akhir pekan ini.

    Secara administratif, Keraton Solo berdiri sebagai pusat budaya yang tidak terkait dengan sistem pemerintahan di Indonesia. Namun, pemerintah tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi keberlangsungan dari Keraton Solo.

    Mengutip penelitian “Kedudukan Keraton Surakarta Berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Provinsi Jawa Tengah” menjelaskan bahwa Keraton Solo pernah diresmikan sebagai Daerah Istimewa pada 1945.

    Namun pada 4 Juli 1950, diterbitkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Tengah. Dimana saat itu Surakarta masuk ke dalam provinsi tersebut secara administratif, sehingga status daerah istimewanya dihapus. Berbeda dengan Yogyakarta yang tetap mendapatkan keistimewaan sebagai daerah yang memiliki kedudukan hukum khusus.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Beternak Hingga Panen Salak, Ini Beragam Aktivitas Seru di Desa Wisata Nganggring



    Sleman

    Desa Wisata Nganggring menawarkan pengalaman unik dan seru buat traveler. Di sini, pengunjung bisa wisata beternak kambing dan bertani salak.

    Desa Wisata Nganggring berada di bawah kaki Gunung Merapi di Desa Nganggring Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan Desa wisata itu memiliki pemandangan yang indah dengan suasana yang asri dan sejuk.

    Desa Wisata Nganggring dikembangkan oleh masyarakat setempat sejak 2005. Tidak disangka, pada 2007, Desa Wisata Nganggring berhasil mendapatkan penghargaan Kalpataru, yaitu penghargaan tertinggi dari pemerintah atas jasa melestarikan lingkungan hidup.


    Destinasi yang paling menonjol dari desa ini adalah peternakan kambing peranakan etawa (PE) dan perkebunan salak, karena mayoritas masyarakat disana bekerja sebagai peternak kambing dan petani salak.

    Kegiatan Seru di Desa Wisata Nganggring

    Berada sekitar 11 km dari puncak Gunung Merapi, Desa Wisata Nganggring memiliki luas 2,75 Ha dan dikelola oleh masyarakat sebagai destinasi wisata.

    Melansir situs Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan laman Instagram Desa Wisata Nganggring, berikut beberapa kegiatan menarik yang bisa dilakukan di Desa Wisata Nganggring.

    1. Pengelolaan Hutan Rakyat

    Dalam tur ini wisatawan akan diberikan edukasi pengelolaan hutan rakyat dengan tanaman tegakan HMT. Wisatawan akan diberikan materi dan modul pembelajaran, disertai dengan narasumber yang berpengalaman. Wisatawan juga akan diajak praktik menanam secara langsung untuk mendapatkan pengalaman menarik.

    Benefit yang didapat dari tur ini adalah pengalaman menarik, ilmu tentang pengelolaan hutan, dan sertifikat kegiatan. Untuk paket tur ini, wisatawan perlu membayar Rp 150 ribu per orang.

    2. Budidaya Kambing Peranakan Etawa (PE)

    Dalam tur ini wisatawan akan diberikan edukasi tentang budidaya kambing PE. Wisatawan akan mendapatkan materi dari narasumber profesional dan modul pembelajaran. Selain itu, wisatawan diajak untuk praktik lapangan terkait proses budidaya kambing peranakan etawa.

    Benefit yang didapat dari tur ini adalah pengalaman menarik, ilmu tentang budidaya kambing peranakan etawa, dan sertifikat kegiatan. Wisatawan hanya perlu membayar Rp 195 ribu.

    3. Paket Edukasi Kambing

    Dalam paket wisata ini wisatawan akan diajak untuk lebih berkeliling area wisata dan melihat lebih dekat peternakan kambing peranakan etawa.

    Kegiatan yang dilakukan mulai dari melihat langsung kandang Kambing, cara pemeliharaan, memberi pakan kambing, memberi susu untuk cempe (anak kambing), dan edukasi terkait budidaya kambing hingga produk-produk turunan kambing.

    Harga untuk paket tur ini mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 100 ribu, tergantung paket tur yang dipilih.

    4. Memerah Susu Kambing PE

    Selain mengenal budidaya kambing secara langsung, wisatawan juga bisa mendapatkan pengalaman unik untuk belajar cara memerah susu kambing PE. Selain mendapatkan pengalaman baru, kegiatan ini juga memberikan pengetahuan terkait proses higienis dalam pengambilan susu segar.

    Untuk paket tur ini, wisatawan perlu membayar seharga Rp 35 ribu

    5. Mengelola Pakan dan Pupuk Organik

    Dalam paket tur ini, wisatawan diajak melihat proses limbah ternak diolah menjadi pupuk organik, baik produk pupuk organik cari maupun padat. Selain itu, wisatawan juga bisa melihat proses pembuatan pakan kambing yang dibuat dengan bahan-bahan alami.

    Untuk paket wisata ini wisatawan hanya perlu membayar dengan harga Rp 35 ribu.

    6. Mengolah Susu Kambing PE

    Setelah mengetahui cara memerah susu kambing PE, wisatawan juga diajak untuk mengetahui proses mengolah susu Kambing. Dalam kegiatan ini, pengunjung belajar cara mengolah susu Kambing menjadi berbagai produk seperti yogurt, keju, hingga susu bubuk.

    Untuk mengikuti paket tur menarik satu ini, wisatawan hanya perlu membayar Rp 145 ribu.

    7. Mengelola Lotion dan Sabun dari Susu Kambing

    Ternyata selain menjadi yogurt atau keju, susu kambing juga bisa diolah menjadi lotion dan sabun loh! Dalam tur ini pengunjung akan diajak untuk mengelola susu kambing PE menjadi lotion yang memiliki manfaat bagi kulit karena dibuat dari bahan alami.

    Wisatawan hanya perlu membayar RP 35 ribu untuk paket tur membuat lotion dan Rp 25 ribu untuk paket tur membuat sabun.

    8. Panen Salak

    Nah selain melakukan kegiatan yang berhubungan dengan peternakan kambing PE, wisatawan juga ditawarkan pengalaman keliling perkebunan salak. Dalam tur ini, wisatawan diajak untuk melihat langsung kebun salak di Desa Wisata Nganggring.

    Dalam tur ini, wisatawan akan diajak memetik dan menikmati buah salak yang dibudidayakan di desa tersebut, wisatawan juga akan diberikan edukasi terkait proses perkawinan pohon salak. Untuk mengikuti paket tur ini, wisatawan hanya perlu membayar Rp 25 ribu.

    Selain kegiatan yang menarik Desa Wisata Nganggring menyediakan berbagai fasilitas untuk mengutamakan kenyamanan wisatawan seperti, toilet, mushola, lahan parkir, aula pertemuan, wi-fi area, kios makanan dan minum, hingga kios souvenir.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Traveler, Ini Cara Menuju Geopark Karangsambung di Kebumen dari Jakarta



    Jakarta

    Geopark Karangsambung berada di Kebumen, Jawa Tengah, resmi diakui dan menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark pada Juni 2025. Cek di sini cara menuju Geopark Karangsambung dari Jakarta.

    Geopark Karangsambung masuk dalam daftar UNESCO Global Geoparks pada 17 April 2025. Penetapan itu dilakukan dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris, Prancis, bersama dengan Geopark Meratus.

    Mengutip informasi dari detikJateng, geopark ini mengusung konsep pengembangan kawasan secara berkelanjutan yang memiliki warisan geologi, keanekaragaman biologi, dan keragaman budaya yang dikelola secara bersama-sama untuk menyejahterakan masyarakat lokal dan melestarikan lingkungan.


    Foto udara kawasan karst dan laboratorium geologi alam terbuka di Geosite Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.Foto udara kawasan karst dan laboratorium geologi alam terbuka di Geosite Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. (Aprillio Akbar/Antara)

    Konsepnya yang unik dan pemandangan yang indah, membuat Geopark Karangsambung menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

    Cara Menuju Geopark Karangsambung dari Jakarta

    Bagi masyarakat Jakarta yang ingin pergi ke Geopark Karangsambung, bisa menaiki transportasi umum hingga membawa kendaraan pribadi. Berikut pilihannya.

    Menggunakan Kereta

    Terdapat berbagai pilihan stasiun yang bisa digunakan untuk pergi ke Kebumen. Stasiun itu antara lain Gombong, Karanganyar, Kebumen, dan Kutowinangun.

    Terdapat beberapa pilihan kereta, yaitu:

    · Fajar Utomo Solo

    Pasar Senen-Karanganyar Rp 450 ribu (ekonomi)

    · Argo Semeru

    Gambir-Kebumen Rp 705 ribu

    · Batavia

    Gambir-Kebumen Rp 400 ribu (ekonomi) dan Rp 580 ribu (eksekutif)

    · Bangunkarta

    Pasar Senen-Karanganyar Rp 310 ribu (ekonomi) dan Rp 425 ribu (eksekutif)

    · Gajahwong

    Pasar Senen-Karanganyar Rp 350 ribu (ekonomi) dan Rp 500 ribu (eksekutif)

    · Sawunggalih

    Pasar Senen-Karanganyar Rp 280 ribu (ekonomi) dan Rp 420 ribu (eksekutif)

    Pasar Senen-Kebumen Rp 250 ribu (ekonomi) dan Rp 380 ribu (eksekutif)

    Pasar Senen-Gombong Rp 250 ribu (ekonomi) dan Rp 380 ribu (eksekutif)

    Menggunakan Pesawat

    Transportasi umum lain yang bisa digunakan menuju Kebumen adalah menaiki pesawat. Wisatawan bisa memilih penerbangan menuju Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA).

    Setelah itu, bisa melanjutkan perjalanan dengan menaiki bus DAMRI menuju Terminal Kebumen dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit. Opsi lain bisa menaiki kereta api bandara menuju Stasiun Kebumen dengan waktu tempuh 1 jam 12 menit.

    Menggunakan Kendaraan Pribadi

    Selain kendaraan umum, bagi wisatawan yang ingin pergi ke Geopark Karangsambung menggunakan kendaraan pribadi bisa menggunakan mobil atau motor.

    Wisatawan mulai dari Jakarta, ambil arah tol Jakarta-Cikampek, hingga menuju tol Pejagan-Pemalang. Setelah itu, keluar tol Menuju Kabupaten Kebumen.

    Dari Kebumen, lanjutkan perjalanan menuju Karangsambung hingga menuju area Geopark Karangsambung. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 7 jam 45 menit, tergantung kondisi lalu lintas dan kecepatan kendaraan.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Desain Unik Masjid Berbentuk Perahu di Sukabumi



    Sukabumi

    Masjid Sri Soewarto merupakan masjid dengan desain yang unik. Berbentuk perahu dan berwarna ungu.

    Keunikan itu membuat masjid di Sukabumi, Jawa Barat itu diminati wisatawan luar daerah untuk singgah. Selain untuk beribadah, mereka juga menelusuri masjid itu untuk berwisata religi.

    Masjid Sri Soewarto terletak di Desa Purwasari, Kecamata Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Didirikan oleh Sri Soewarto, masjid itu kemudian diberi nama yang sama.


    Berbentuk Perahu dan Berwarna Ungu

    Menurut manajer Masjid Sri Soewarto, keunikan warna ungu pada masjid itu dipilih langsung oleh sang pemilik, Sri Soewarto. Perpaduan bentuk perahu dan warna ungu menciptakan kesan artistik sekaligus menenangkan, menghadirkan suasana yang sakral dan estetik secara bersamaan.

    Masjid Perahu di Sukabumi.Masjid Perahu di Sukabumi. (Syahdan Alamsyah)

    Selain warna yang menonjol, desain perahu juga memiliki makna simbolis bagi Sri Soewarto. Menurut manajer Masjid Sri Soewarto, Lukman Hakim, desain masjid berbentuk perahu ini didasari oleh kecintaan Sri Soewarto kepada perahu dan dunia pelayaran. Poin itu menjadi konsep utama pembangunan masjid berbentuk perahu tersebut.

    Secara keseluruhan bangunan itu terdiri dari empat lantai. Di lantai pertama terdapat sebuah restoran yang menyajikan makanan dan minuman bagi para wisatawan dan tamu yang berkunjung.

    Kemudian, di lantai dua ada masjid yang berdampingan dengan ruang pertemuan. Lantai tiga dan empat digunakan sebagai area panorama, berupa kawasan terbuka bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan dan juga mengambil foto.

    Pusat Keagamaan dan Wisata

    Lukman menjelaskan bahwa Sri Soewarto mendirikan bangunan masjid ini bukan sekedar sebagai tempat ibadah. Ia ingin agar masjid, yang dibangun itu, menjadi tempat menjalin interaksi sosial, budaya, dan tempat wisata religi.

    Masjid Perahu di Sukabumi.Interior di masjid perahu di Sukabumi. (Syahdan Alamsyah)

    “Masjid ini didesain oleh Haji Soewarto tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan wisata keluarga,” ujarnya dikutip dari detikJabar.

    Masjid itu dibangun selama lima tahun mulai 2019 dan beroperasi sejak 2024. Pada bagian belakang masjid, terdapat destinasi wahana rekreasi air dan danau yang menambah keindahan masjid tersebut.

    “Alhamdulillah, tanggapan masyarakat sangat positif. Dengan adanya Masjid Perahu yang juga memiliki wahana air dan danau, banyak yang menyambut baik. Pak Haji Soewarto membangun masjid ini dengan niat menyejahterakan masjid dan masyarakat di sekitarnya,” ujar dia.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kisah Situs Kumitir, Istana Ajaib Bekas Kerajaan Majapahit


    Jakarta

    Situs Kumitir dipercaya merupakan istana ajaib yang dikenal sebagai bagian dari Kerajaan Majapahit. Di mana dan seperti apa situs Kumitir itu? Berikut fakta-faktanya.

    Situs Kumitir berada di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Situs Kumitir dianggap sebagai situs tak biasa, istana ajaib, karena temuan strukturnya, bentuk, ukuran, dan susunan, yang tidak lazim dibanding situs Kerajaan Majapahit.

    Arkeolog menemukan struktur bata raksasa, jauh lebih besar dari bata Majapahit biasa. Selain itu, ditemukan juga parit menyerupai benteng istana, area kompleks sangat luas, mencapai hampir 1 hektare, dan lokasinya persis dengan kawasan suci yang disebut dalam naskah kuno Negarakertagama.


    Situs itu juga ditemukan secara dramatis, seperti muncul secara utuh setelah terkubur berabad-abad lalu setelah digali dan dinilai berkorelasi dengan tempat upacara dan leluhur raja, sesuai naskah kuno tersebut.

    Para arkeolog menyebut situs itu unik, misterius, dan seperti istana yang timbul dari tanah, ajaib.

    Berikut kisah seputar Situs Kumitir!

    Peninggalan Istana Ajaib Bhre Wengker

    Para arkeolog berpendapat bahwa Situs Kumitir merupakan bekas istana Bhre Wengker atau yang disebut juga dengan istana ajaib. Predikat itu tak diberikan sembarangan, tetapi didasarkan oleh beberapa temuan yang memperkuat pendapat para arkeolog, di antaranya melalui penemuan Naskah Negarakertagama dan peta rekonstruksi peneliti Belanda.

    Dalam Naskah Negarakertagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365, memang tidak menyebut Situs Kumitir secara langsung, tetapi isinya menjadi kunci kenapa arkeolog menghubungkannya dengan kawasan tersebut.

    Dalam naskah itu digambarkan perjalanan Hayam Wuruk ke arah timur Majapahit dan disebutkan ada kompleks suci besar-dengan tembok, gerbang upacara, parit, serta tempat pemujaan leluhur raja, termasuk perjalanan ritual menuju Candi Gentong, lokasi yang berada tepat di dekat Kumitir.

    Situs Kumitir seluas 6,4 hektare di Kecamatan Jatirejo, Mojokerto diyakini bekas istana Bhre Wengker. Ia merupakan paman Raja Majapahit, Hayam Wuruk.Situs Kumitir seluas 6,4 hektare di Kecamatan Jatirejo, Mojokerto diyakini bekas istana Bhre Wengker. Ia merupakan paman Raja Majapahit, Hayam Wuruk. (Enggran Eko Budianto/detikcom)

    Deskripsi Prapanca tentang kawasan yang menjadi pusat penghormatan kepada pendiri dinasti Rajasa itu cocok dengan temuan arkeolog, yakni talud bata raksasa, parit keliling, halaman luas bertingkat, dan struktur yang mengingatkan pada istana ritual.

    Keselarasan antara naskah sastra abad ke-14 dan temuan fisik itulah yang membuat Kumitir dijuluki “istana ajaib yang muncul dari tanah”. Bangunannya sangat besar, bata-batanya tidak lazim, dan lokasinya berada di jalur ritual kerajaan yang disebut dalam Negarakertagama. Khususnya, bagian yang menyebut istana ajaib Bhre Wengker dan Rani Dhaha, dua tokoh penting yang merupakan penguasa daerah bawahan Majapahit.

    Dalam naskah Negarakertagama, tempat-tempat itu digambarkan sebagai bagian timur dan barat dari wilayah inti Majapahit, tempat bangsawan tinggi tinggal dan beraktivitas. Disebutkan pula, bahwa Istana Bhre Wengker didirikan oleh Tribhuwana Tunggadewi tepat setelah wafatnya Jayanegara sebagai raja kedua Kerajaan Majapahit.

    Karena itu, para ahli menilai Kumitir bukan sekadar permukiman, melainkan bagian dari kompleks suci Majapahit, ruang upacara yang berhubungan dengan leluhur raja dan simbol kekuasaan dinasti.

    Mencegah Perpecahan dan Perebutan Kekuasaan

    Dalam catatan lain dijelaskan bahwa saat itu, istana Bhre Wengker dibangun untuk menghindari perebutan kekuasaan antara Tribhuwana Tunggadewi dengan adik kandungnya, Bhre Daha.

    Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim meyakini, gerbang istana Bhre Wengker, Paman Raja Majapahit Hayam Wuruk di Situs Kumitir, Mojokerto dibangun megah. Mereka mendapatkan temuan baru terkait teknik pembangunan gerbang pada masa lalu.Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim meyakini, gerbang istana Bhre Wengker, Paman Raja Majapahit Hayam Wuruk di Situs Kumitir, Mojokerto dibangun megah. Mereka mendapatkan temuan baru terkait teknik pembangunan gerbang pada masa lalu. (Enggran Eko Budianto/detikcom)

    Istana barat dan timur dibangun di Wilwatikapura atau Kota Raja Majapahit yang diyakini berada di Kecamatan Trowulan dan sekitarnya.

    Istana barat dikuasai oleh Tribhuwana Tunggadewi dan suaminya Kertawardhana atau dikenal dengan Bhre Tumapel. Kemudian setelah peninggalan Tribhuwana, istana ini diwariskan kepada putranya, Raja Hayam Wuruk.

    Adapun, Istana bagian timur dikuasai oleh Bhre Daha. Situs Kumitir kemudian dikenal sebagai istana ajaib Bhre Wengker dan Bhre Daha.

    Tempat Pendarmaan Mahesa Cempaka

    Situs Kumitir juga dipercaya sebagai tempat pendarmaan atau tempat yang digunakan sebagai wadah untuk menghormati Mahesa Cempaka.

    Mahesa Cempaka semasa hidupnya memimpin kerajaan yang berada di bawah kekuasaan Singosari. Sosoknya merupakan keturunan dari Ken Arok dan Ken Dedes. Selain itu, dia merupakan keturunan Bhatara Parameswara yang merupakan leluhur Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.

    Mahesa Cempaka meninggal pada 1268 Masehi dan dibuatkan Situs Kumitir sebagai tempat menghormati sosoknya yang sudah membangun dan memerintah kerajaan.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Taman di Jakarta Utara, Tiket Masuk Gratis



    Jakarta

    Sebanyak tujuh taman di Jakarta Utara bisa buat healing dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Mulai dari Taman Bintaro hingga Taman Gorontalo.

    Mau liburan hemat di Jakarta Utara? Bisa banget! Jakarta Utara ternyata punya banyak pilihan taman yang nyaman dan bisa jadi tempat liburan keluarga, yang utama tiket masuknya gratis.

    Bagi detikers yang lagi mencari alternatif rekreasi murah tapi berkesan, berikut taman di Jakarta Utara yang wajib dikunjungi.


    1. Taman Bintaro

    Taman Bintaro, Cilincing, Jakarta UtaraTaman Bintaro, Cilincing, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Taman Bintaro terletak di Jl. Sungai Kendal Gang H. Nayu, RT 1/Rw 8, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Taman ini bersebelahan dengan area persawahan yang membentang luas.

    Walau tidak terlalu luas, Taman Bintaro memiliki spot tempat bermain anak yang difasilitasi oleh wahana perosotan. Untuk orang dewasa, terdapat spot gym dan are pejalan kaki yang bisa digunakan untuk jogging.

    Waktu paling ramai di kawasan taman ini biasanya sore hari sekitar jam 16.00 sampai 16.30 WIB.

    2. Taman Sarang Bangau

    Taman Sarang Bangau di Cilincing, Jakarta UtaraTaman Sarang Bangau di Cilincing, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Taman Sarang Bangau terletak di Jl. Marunda RT 6/RW 4, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Taman ini memiliki fasilitas olahraga dan area bermain untuk anak-anak.

    Dalam arsip berita detikTravel, Taman Sarang Bangau menawarkan suasana yang adem, sejuk, dan bersih. Taman ini cocok untuk menghabiskan waktu di sore hari bersama keluarga atau teman. Biasanya pengunjung datang untuk bermain ataupun berolahraga.

    Selain itu, ada banyak para penjaja makanan di sekitar kawasan taman, jadi pengunjung bisa menikmati suasana sembari menyantap berbagai makanan dan minuman.

    3. Taman Sungai Kendal

    Taman Sungai Kendal jadi primadona warga untuk berkumpul dan berwisata gartis. Taman ini berada di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.Taman Sungai Kendal jadi primadona warga untuk berkumpul dan berwisata gartis. Taman ini berada di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. (Muhammad Lugas Pribady)

    Taman Sungai Kendal berada di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Memasuki area jembatan dari pintu depan, wisatawan akan mendapati area bermain anak yang dilengkapi dengan wahana bermain anak seperti ayunan dan perosotan.

    Menariknya taman ini memiliki area skatepark yang bisa menjadi tempat khusus bermain skateboard. Namun area skatepark ini hanya bisa digunakan untuk skateboard saja, bukan track yang bisa digunakan untuk sepeda.

    4. Taman Ondel-ondel

    Anak-anak bermain di area ruang terbuka hijau Taman Ondel-ondel, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (17/2/2023). Taman ini dibangun pada tahun 2022 dan rampung pada Januari 2023.Anak-anak bermain di area ruang terbuka hijau Taman Ondel-ondel, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. (Pradita Utama)

    Taman Ondel-ondel berada di Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Dulunya kawasan ini merupakan kawasan tempat pembuangan sampah. Hingga kemudian pada tahun 2023 dikelola menjadi sebuah taman yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata masyarakat setempat.

    Taman Ondel-ondel menjadi sarana pelestarian kebudayaan Betawi, sebab ondel-ondel tidak semata-mata digunakan sebagai nama dari taman ini, melainkan sebagai ikon yang menghiasi kawasan taman.

    Sepasang ondel-ondel terpajang di bagian depan taman, selain sebagai hiasan, secara tidak langsung juga sebagai pengingat akan budaya khas yang dimiliki Jakarta.

    Taman Ondel-ondel ramai dikunjungi wisatawan di hari Sabtu dan Minggu terutama di sore hari.

    5. Taman Hutan Kota Penjaringan

    Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta UtaraTaman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara khas dengan taman labirin. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Taman Hutan Kota Penjaringan menyajikan pemandangan yang indah dan hijau, memanjakan mata siapa saja yang berkunjung. Selain duduk santai, wisatawan bisa melakukan banyak kegiatan menarik disini.

    Daya tarik utama di taman ini adalah labirinnya. Melansir kanal Instagram temantaman.jkt, taman ini menyediakan berbagai fasilitas mulai dari jogging track, pergola, menara pengawas, pendopo, area parkir, toilet, area gym, dan area pemancingan.

    Selain itu, taman ini khas dengan taman labirin. Traveler berani mencobanya?

    Lokasinya berada di Jl. Kepanduan II, RT 7/RW 16, Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

    6. Taman Gorontalo

    Taman Gorontalo tidak terletak di Gorontalo, taman ini berada di Jl. Gorontalo Raya, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    Melansir kanal Instagram temantaman.jkt, Taman Gorontalo diresmikan pada 2019. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Taman Segitiga, karena bentuk dan luas taman tersebut menyerupai bentuk segitiga. Walau sempat ditutup sementara, taman ini dibuka kembali pada awal tahun 2025.

    Melansir situs Ayo ke Taman, terdapat berbagai fasilitas yang ada di Taman Gorontalo seperti lapangan olahraga, jogging track, area permainan anak, hingga track skateboard.

    7. Taman Rawa Badak Utara

    Taman Rawa Badak Utara berada di Jl. Inspeksi Kali Sunter, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Kawasan taman ini terletak di samping Tempat Penampungan Sampah Sementara Koja.

    Sempat mengalami revitalisasi pada tahun 2019, Taman Rawa Badak Utara baru beroperasi lagi di tahun 2020 dengan penambahan fasilitas berupa jogging track, area gym, amphitheater, dan juga Wi-Fi.

    Selain itu, taman ini juga memiliki area parkir mobil dan motor, area permainan anak, dan toilet. Menariknya, kawasan taman memiliki danau buatan yang digunakan untuk penampungan air hujan. Area danau buatan ini dikelilingi oleh jogging track menyajikan pemandangan yang indah bagi wisatawan.

    (iah/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Banyak Atraksi Seru, Kental Budaya Lokal Bali



    Jakarta

    Kala mendengar kata Bali pasti yang terpikir adalah pantai dan pantai memang jadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang berada di pulau indah ini. Tapi cobalah aktivitas baru dan menarik lainnya kala berkunjung ke Bali.

    Contohnya ke Trans Studio Theme Park Bali. Beberapa waktu lalu detikTravel berkesempatan untuk berkunjung ke sana. Berbeda dengan Trans Studio yang ada di kota-kota lainnya, karena di sini unsur budaya lokalnya sangat kental.

    Inilah yang menjadi pengalaman berbeda saat berkunjung ke Trans Studio Theme Park Bali. Kekentalan budaya Bali bisa langsung terasa sesaat setelah gerbang masuk loket Trans Studio Theme Park Bali.


    Wahana pertama adalah Bali Senses. Sebuah ruangan imersif yang menampilkan berbagai ornamen budaya Bali yang sangat indah, dengan paduan warna, gambar, dan suara dari musik khas Bali memberikan pengalaman awal yang sungguh menakjubkan.

    General Manager Trans Studio Theme Park Bali, I Nyoman Sutarjana, menyampaikan diadopsinya budaya Bali dalam area Trans Studio Theme Park Bali ini tiada lain sebagai representasi dari Bali itu sendiri. Katanya banyak wisatawan ke Bali itu mencari pengalaman terkait alam dan budayanya, maka dari itu pihaknya coba untuk mengakomodir hal-hal tersebut dengan sesuatu yang berbeda.

    Trans Studio Theme Park BaliWahana Bali Senses di Trans Studio Theme Park Bali. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    “Trans Studio Bali itu kan salah satu destinasi wisata yang ada di Bali lah. Nah karena kita tahu bahwasannya Bali dikunjungi banyak wisatawan, termasuk mancanegara dan domestik,” kata Nyoman Sutarjana kepada detikTravel, Senin (17/11/2025).

    “Nah mereka yang datang ke Bali itu kan pasti mencari: pertama itu nature, kemudian culture. Untuk itu konsep dari Trans Studio Bali juga mengadopsi dari keinginan wisatawan tersebut, sehingga menggabungkan wahana yang juga berbasis dengan culture,” ujar Nyoman Sutarjana.

    Trans Studio Theme Park Bali ini memiliki 16 wahana dengan tiga pertunjukan yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Tentunya ada beberapa wahana yang paling jadi primadona pengunjung saat berada di sini.

    detikTravel pun penasaran dan langsung mencoba Flying Over Indonesia. Sebuah keseruan yang tiada tara karena menjadi kali pertama menjajal pengalaman berkeliling Indonesia hanya dengan duduk di kursi.

    Trans Studio Theme Park BaliWahana Flying Over Indonesia di Trans Studio Theme Park Bali. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Pengunjung akan diajak untuk terbang berkeliling Indonesia, tentunya dengan paduan adrenalin yang cukup untuk membuat jantung berpacu cepat. Tetapi semua kepanikan itu akan tertutup dengan rasa kagum melihat destinasi-destinasi Indonesia yang ada di wahana tersebut.

    Selain Bali Senses Flying Over Indonesia, terdapat beberapa wahana lain, seperti Boomerang Coaster, Formula Kart, iFly, Frank House, Ninja Course, Kids Play Ground, dan Lucky Tree Climber.

    Kemudian, ada Illusion House, Forbbiden Temple, Bat Glider, Werewolf World, City of Dead, dan Road Rage.

    Sementara untuk pertunjukannya, Trans Studio Theme Park Bali punya Temple Raider Stun Show, Dream Parade Festival, dan Gayatri Show. Untuk pertunjukan Gayatri Show, ceritanya diadaptasi dari budaya dan cerita lokal Bali. Sehingga pengunjung akan diajak lebih mengenal budaya Bali dari cara yang menyenangkan.

    “Gayatri adalah cultural show. Itu menceritakan bagaimana kehidupan orang Bali dari lahir sampai mereka menikah, termasuk juga lifestyle, kemudian bagaimana mereka hidup di pedesaan yang damai dan indah,” ujar Nyoman Sutarjana.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Bali di Lorong Imersif Trans Studio Theme Park Bali



    Jakarta

    Trans Studio Theme Park Bali ternyata bukan sekadar menyuguhkan wahana-wahana seru kepada pengunjungnya, tapi juga pengalaman budaya. Seperti apa?

    Bali mempunyai daya tarik tersendiri dengan kultur dan budayanya dan telah berhasil menggaet wisatawan berkunjung, baik turis domestik maupun internasional.

    Trans Studio Theme Park Bali mengadopsi keunggulan dan keunikan Bali itu di setiap lini wahana yang dimiliki.


    Saat berkunjung ke lokasi beberapa waktu lalu, detikTravel dibuat terkesima dengan wahana yang mereka sebut Bali Senses. Ini merupakan lorong awal untuk masih ke area lainnya di Trans Studio Theme Park Bali.

    Lorong itu disulap mereka menjadi sebuah lorong imersif yang menampilkan ragam ciri khas dari Bali. Namun yang paling membuat berdecak kagum adalah paduan dari musik khas Bali dan warna-warni cahaya di Bali Senses itu.

    Trans Studio Theme Park BaliBali Senses di Trans Studio Theme Park Bali. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Di sana juga terdapat beberapa ruangan dan ada satu ruangnya yang terdapat sebuah ayunan. Di situ pengujung bisa menikmati pengalaman bermain ayunan dikeliling cahaya dan visual yang menarik.

    Sehingga Bali Senses ini wajib rasanya bagi yang suka berfoto-foto sebagai latar belakangnya.

    General Manager Trans Studio Theme Park Bali, I Nyoman Sutarjana, menyampaikan Bali Senses itu akan memberikan kesan pertama yang baik untuk Trans Studio Theme Park Bali. Karena di sana nuansa Bali yang ditawarkan pihaknya cukup kental dan sangat menyita perhatian.

    Trans Studio Theme Park BaliBali Senses di Trans Studio Theme Park Bali. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Terlebih seperti yang disebut di awal, Nyoman Sutarjana pun berujar jika wisatawan domestik maupun internasional sangat menyukai budaya Bali, selain destinasi wisatanya.

    “Nah mereka yang datang ke Bali itu kan pasti mencari: pertama itu nature, kemudian culture. Untuk itu konsep dari Trans Studio Bali juga mengadopsi dari keinginan wisatawan tersebut, sehingga menggabungkan wahana yang juga berbasis dengan culture,” kata Nyoman.

    Sebagai sebuah destinasi di Bali, Trans Studio Theme Park Bali ini memberikan pengalaman yang menyenangkan. Selain bisa bermain wahana-wahana yang seru, juga mendapatkan pengalaman melokal ala Bali.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Melihat Lebih Dekat Kehidupan Masyarakat Bali di Gayatri Show Trans Studio Bali



    Denpasar

    Trans Studio Theme Park Bali bukan hanya menyajikan beragam wahana yang menarik, tetapi juga menyuguhkan sajian budaya lokal khas Bali.

    Biasanya theme park hanya berfokus pada wahana-wahana untuk dijajal oleh pengunjungnya. Namun beda hal jika traveler berkunjung ke Trans Studio Theme Park Bali.

    Di sana selain pengunjung akan diberikan pengalaman yang berbeda dengan sentuhan lokal khas Bali. Sebagaimana diketahui Bali punya berbagai budaya khas yang menjadi daya tariknya.


    Melalui pertunjukan Gayatri Show, pengunjung akan menyaksikan cerita kehidupan masyarakat Bali. Menurut General Manager Trans Studio Theme Park Bali, I Nyoman Sutarjana, menyampaikan pesan yang ingin disampaikan dalam pertunjukan tersebut ialah bagaimana kehidupan masyarakat Bali dari lahir hingga tumbuh dewasa.

    “Gayatri adalah cultural show. Itu menceritakan bagaimana kehidupan orang Bali dari lahir sampai mereka menikah, termasuk juga lifestyle, kemudian bagaimana mereka hidup di pedesaan yang damai dan indah,” kata Nyoman Sutarjana saat detikTravel berkunjung ke sana, Senin (17/11/2025).

    “Kemudian mereka diceritakan dengan beberapa aktivitas adat dan keagamaan yang bercampur di sana yang didesain dengan tarian kolosal, sehingga menarik bagi pengunjung,” lanjutnya.

    Ia juga menyebutkan dari Gayatri Show ini diharapkan mampu memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat Bali secara nyata kepada pengunjung, baik wisatawan domestik maupun internasional.

    “Dari show itu message-nya adalah mereka pengunjung itu bisa mengetahui bagaimana kehidupan orang Bali yang original, yang diperagakan dari semenjak lahir sampai mereka menikah,” lengkap Nyoman Sutarjana.

    Sebagai informasi, pengunjung yang datang ke Trans Studio Theme Park Bali ini didominasi oleh wisatawan internasional. Bagi Nyoman Sutarjana banyak wisatawan internasional yang senang dengan pertunjukan tersebut.

    Dan negara yang paling banyak menghabiskan waktu di Trans Studio Theme Park Bali ini adalah wisatawan dari Australia.

    “Kalau wisatawan mancanegara yang paling banyak ke tempat kita itu sementara masih dari Australia,” sebutnya.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com