Author: Import

  • Mastantuono Selamati Lamine Yamal, tapi Ogah Dibandingkan


    Madrid

    Franco Mastantuono mengucapkan selamat kepada Lamine Yamal karena jadi runner-up Ballon d’Or 2025. Namun, Mastantuono tak ingin dibandingkan dengan Yamal.

    Bintang muda sepakbola Barcelona itu mesti mengakui keunggulan Ousmane Dembele, yang terpilih memenangi Ballon d’Or kemarin (22/9). Lamine Yamal finis di atas Vitinha (3), Mohamed Salah (4), dan rekan setimnya di Barcelona Raphinha (5).


    Namun, toh Lamine Yamal tidak pulang bertangan hampa. Winger lincah Spanyol ini menggondol Kopa Trophy, lambang pemain muda terbaik dunia untuk kedua kalinya beruntun.

    “Aku mengucapkan selamat kepada dia karena menempati peringkat kedua di Ballon d’Or,” ungkap pemain muda Argentina itu dikutip Marca. “Kurasa dia itu seorang pemain yang hebat.”

    Franco Mastantuono baru saja mencetak gol pertamanya untuk Real Madrid di Liga Spanyol dalam kemenangan 4-1 atas Levante tadi malam. Mastantuono terus dipercaya pelatih Xabi Alonso setelah dipasang sebagai starter di lima dari enam penampilannya di semua kompetisi.

    Seiring dengan mencuatnya Mastantuono, perbandingan dengan Lamine Yamal tidak terelakkan. Kedua pemain sama-sama berusia 18 tahun, memerankan posisi yang sama, dan membela klub yang jadi rival abadi. Mastantuono menegaskan fokusnya senantiasa tampil bagus untuk Real Madrid.

    “Sudah pasti, bukan tempatku untuk mengatakannya. Aku mencoba untuk tidak membandingkan diriku dengan siapapun, melainkan bermain untuk timku, yang kuyakini merupakan hal yang pada akhirnya membawa pada kesuksesan individu,” lugas Franco Mastantuono.

    (rin/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Dan Vinicius pun Tersenyum Lagi


    Valencia

    Vinicius Junior bersinar di dalam kemenangan Real Madrid di kandang Levante 4-1. Vinicius bermain penuh, dan menyumbang satu gol dan satu assist.

    Winger Madrid itu mendekati pertandingan dengan sorotan tajam. Vinicius dikritik sana-sana setelah bersitegang dengan Xabi Alonso, yang kerap mencadangkan dia ataupun mengganti dia di tengah-tengah pertandingan.


    Di Estadio Ciudad de Valencia, Rabu (24/9) dinihari WIB, Vinicius unjuk diri. Bintang sepakbola Brasil itu membuka keunggulan Los Blancos dengan sebuah gol cantik. Usai menerima sodoran Federico Valverde di sisi kanan kotak penalti, Vincius menuntaskan umpan dengan sontekan kaki kanan yang bersarang di tiang jauh gawang.

    Hanya 10 menit kemudian, Vinicius Junior memberi pukulan lain kepada tim tuan rumah. Vini mengkreasikan gol kedua Real Madrid, yang diciptakan gelandang muda Franco Mastantuono. Operan mendatar Vinicius kepada Mastantuono diselesaikan dengan tendangan kaki kanan ke jala atas gawang.

    Setelahnya, Levante memperkecil skor melalui gol Etta Eyong di awal babak kedua. Madrid toh menegaskan kemenangannya berkat sepasang gol Kylian Mbappe (satu penalti) selepas laga berjalan sejam.

    Vinicius Junior sendiri untuk pertama kalinya dimainkan selama 90 menit oleh Xabi Alonso, sekaligus menajamkan kontribusinya dengan torehan tiga gol dan tiga assist dalam enam penampilan di Liga Spanyol musim ini.

    “Aku sangat senang dengan pertandingan dan kemenangan ini. Kami tampil dengan sangat baik dari awal dengan tekanan dan penguasaan bola. Kami akan selalu menang dengan cara seperti itu. Ini adalah stadion yang sangat sulit, tapi aku bisa mencetak gol setiap kali datang ke sini,” cetus Vinicius Junior di laman resmi Real Madrid.

    (rin/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Vinicius Bikin Ulah Lagi, Bek Levante Geram


    Valencia

    Performa impresif Vinicius Junior di kandang Levante dibarengi kontroversi. Perilaku bintang Real Madrid itu bikin bek kiri Levante Unai Elgezbal sangat kesal.

    Vinicius menyumbang satu gol dan satu assist dalam kemenangan Real Madrid 4-1 di Ciudad de Valencia, Rabu (24/9) dinihari WIB. Vinicius untuk kedua kalinya beruntun terlibat dalam gol Los Blancos setelah satu assistnya ke gawang Espanyol di akhir pekan lalu.

    Akan tetapi, sebuah momen di babak kedua menodai penampilan Vinicius. Dalam situasi Madrid memimpin 2-1 atas Levante, wasit menghadiahkan penalti kepada tim tamu menyusul tekel Elgezbal kepada Kylian Mbappe.


    Para pemain kedua kubu kemudian berdiri di luar kotak penalti ketika Mbappe hendak melakukan tendangan 12 pas. Vinicius Junior kedapatan mendekati Elgezbal, lalu melakukan kontak fisik yang tidak perlu dengan menyentuh wajah lawan. Aksi tersebut membuat gelandang Levante Carlos Alvarez marah sebelum berkonfrontasi dengan Vinicius.

    Sementara itu, wasit Diaz de Mera Escuderos tidak melakukan apapun untuk meredakan ketegangan. Kartu kuning pun tidak keluar dari sakunya.

    Usai pertandingan, Elgezbal mengatakan bahwa tindakan Vinicius Junior tidak sopan. “Aku juga tidak ingin menambah masalah,” kata dia dilansir AS. “Memang benar, ketika kita tidak dihormati, kita kan manusia dan kita harus bilang, “Cukup sudah.”

    “Dia itu pemain dengan potensi besar,tapi ada situasi yang tidak bisa kuhadapi secara pribadi. Dia menyampaikan nilai-nilai yang terkadang harus dikatakan, ‘cukup sudah’. Aku membela timku, dan ada situasi yang, sebagai pribadi, tidak bisa kubiarkan,” sembur Elgezbal.

    (rin/rin)



    Sumber : sport.detik.com

  • Real Madrid Cemerlang, Xabi Alonso Malah Beri Peringatan


    Jakarta

    Real Madrid sapu bersih enam laga awal Liga Spanyol dengan kemenangan. Mbappe dkk dalam kepercayaan diri yang tinggi, tapi Xabi Alonso malah beri peringatan!

    Real Madrid sempurna di enam laga awal LaLiga musim ini. Los Blancos menyapu bersih enam laga dengan kemenangan untuk duduk di puncak klasemen dengan 18 angka. Mereka lima poin dari Barcelona di posisi kedua (baru main lima kali).


    Pelatih Xabi Alonso memuji para pemainnya. Namun Alonso turut beri peringatan, Real Madrid harus main lebih baik lagi. Jangan terlena!

    “Kami harus tampil lebih baik lagi. Sejauh ini semuanya berjalan bagus, tetapi kami harus terus mengembangkan dan meingkatkan permainan,” tegasnya dilansir dari Marca.

    “Masih banyak hal yang perlu ditingkatkan,” jelasnya.

    Xabi Alonso bersyukur karena skuad Real Madrid dipenuhi pemain-pemain yang berkualitas. Sekarang hasil positif sudah didapat tapi jalan masih panjang!

    “Kami baru di fase membangun tim, masih panjang jalannya. Para pemain sudah tampil percaya diri, tapi harus terus berkembang. Ini baru awal,” tutup Alonso.

    Real Madrid selanjutnya akan jalani Derby Madrid, yakni laga kontra Atletico madrid pada Sabtu (27/9) pukul 21.15 WIB.

    (aff/nds)



    Sumber : sport.detik.com

  • Hat-trick Julian Alvarez Menangkan Los Colchoneros


    Jakarta

    Atletico Madrid menjamu Rayo Vallecano dalam lanjutan LaLiga. Los Colchoneros menang 3-2 setelah Julian Alvarez membuat hat-trick.

    Atletico Madrid vs Rayo Vallecano berlangsung di Riyadh Air Metropolitano, Kamis (25/9/2025) dini hari WIB. Pasukan Diego Simeone berhasil meraih tiga poin.

    Ancaman pertama Atletico datang di menit ke-11. Antoine Griezmann melepaskan tembakan dari sudut sempit, namun bola bisa dibendung kiper lawan.


    Empat menit berselang, Atletico memimpin 1-0. Julian Alvarez mencetak gol dengan menuntaskan bola umpan dari Marcos Llorente.

    Vallecano bisa menyamakan skor menjadi 1-1 di injury time babak pertama. Pep Chavarria mencetak gol dengan menuntaskan assist Unai Lopez.

    Vallecano mengejutkan Atletico di menit ke-77. Alvaro Garcia sukses merobek gawang tuan rumah untuk balik memimpin 2-1.

    Atletico dengan cepat membalas gol itu. Julian Alvarez menyambar bola rebound untuk mengubah skor menjadi 2-2 di menit ke-80.

    Julian Alvarez mengemas hat-trick di menit ke-88. Bola tembakannya dari luar kotak penalti membuat Atletico menang 3-2.

    Susunan Pemain:

    Atletico Madrid: Oblak; Molina, Le Normand, Hancko, Javi Galán; Marcos Llorente, Barrios, Koke, Gallagher; Julián Álvarez, Griezmann.

    Rayo Vallecano: Batalla; Chavarría, Lejeune, Vertrouwd, Balliu; Unai López, Valentín; Ratiu, Isi Palazón, Fran Pérez; Alemao.

    (ran/bay)



    Sumber : sport.detik.com

  • Rashford Mau Bertahan di Barcelona? Harus Disiplin!


    Barcelona

    Marcus Rashford disarankan jaga sikap apabila mau bertahan di Barcelona. Pemain pinjaman dari Manchester United ini sebelumnya indisipliner hingga kena sanksi.

    Nama Marcus Rashford dicoret dari skuad Barcelona pada pertandingan kontra Getafe dalam lanjutan Liga Spanyol akhir pekan lalu. Pencoretan itu mengundang tanda tanya penggemar Los Cules.

    Bukan apa-apa, Rashford tampil gemilang di Liga Champions beberapa hari sebelum Barcelona bertemu Getafe. Dia memborong dua gol kemenangan Barca 2-1 atas Newcastle United.


    Pencoretan Marcus Rashford di laga kontra Getafe akhirnya terkuak. Pemain asal Inggris itu dicoret pelatih Barcelona, Hansi Flick, karena datang terlambat saat sesi latihan jelang pertandingan.

    Ini bukan kali pertama Rashford dihukum karena tidak disiplin waktu. Pemain berusia 27 tahun itu pernah hukum eks manajer MU, Erik ten Hag, karena telat datang ke pertemuan tim jelang laga Piala FA tahun 2024.

    Pencoretan Rashford dari skuad Barcelona karena masalah waktu disorot legenda Timnas Inggris, Alan Shearer. Dia menilai Rashford harus berubah dan lebih disiplin lagi apabila mau tetap bertahan di Blaugrana.

    “Dia tampil sensasional melawan Newcastle; gol kedua sungguh luar biasa. Tapi Anda tidak boleh bersikap tidak profesional,” kata Shearer, dilansir dari AS Diario.

    “Mengapa semua orang harus ada di sana hanya untuk menunggu Anda? Mengapa semua orang datang tepat waktu tapi Anda terlambat? Itu tidak benar,” eks bintang Newcastle United itu menambahkan.

    “Saya rasa jika dia ingin bertahan di sana, terutama dengan status pinjaman, dia tidak bisa seperti itu terus. Di klub papan atas seperti Barcelona, akan selalu ada seseorang yang bisa menggantikan Anda,” ujarnya.

    Marcus Rashford sendiri dipinjam Barcelona dari MU hingga akhir musim ini. Dia sudah bikin 2 gol dan 2 assist dari 6 pertandingan di semua kompetisi bersama Los Cules.

    (bay/raw)



    Sumber : sport.detik.com

  • Tiga Gol Pelunas ‘Utang’ Julian Alvarez


    Madrid

    Julian Alvarez melunasi kegagalan mengeksekusi penalti dengan mantap. Alvarez bikin hat-trick dan membawa Atletico Madrid comeback untuk menang.

    Alvarez jadi sorotan saat Atletico diimbangi Real Mallorca 1-1 akhir pekan kemarin. Alvarez sejatinya punya kans untuk membawa Atletico unggul pada menit ke-14 tapi sepakan penaltinya ditepis kiper lawan.

    Di laga itu, Alvarez tidak bermain penuh karena baru pulih dari cedera yang membuatnya absen di laga kontra Liverpool. Alvarez kemudian jadi starter lagi saat Atletico menjamu Rayo di Metropolitano stadium, Kamis (25/9/2025) dini hari WIB.


    Alvarez membuka keunggulan Atletico pada menit ke-15 sebelum Atletico tertinggal 1-2 di 10 menit akhir laga. Alvarez muncul sebagai pahlawan ketika dua golnya membuat skor akhir 3-2, sekaligus memberikan kemenangan kedua Atletico musim ini.

    Trigol yang melegakan Alvarez setelah jadi sorotan sejak awal musim ini karena baru bikin satu gol. Padahal dia adalah top scorer musim lalu dengan 29 gol di seluruh ajang.

    Namun, Alvarez tidak peduli dengan kritik yang ada karena yakin dengan kemampuannya. Apalagi musim lalu pun sama, Alvarez baru bisa bikin gol di pekan kelima.

    “Orang-orang di media sosial selalu bilang itu (Alvarez mengeluh karena selalu diganti), tapi itu lebih karena hal-hal di luar lapangan ketimbang di dalam. Semuanya baik-baik saja kok. Saya tidak bilang seperti itu. Ada kata-kata lain, lebih kasar,” ujar Alvarez seperti dikutip ESPN.

    “Saya marah dengan diri sendiri karena bagaimana laga itu berjalan. Tapi hal-hal seperti itu kerap terjadi di media sosial saat ini.”

    Alvarez masih pemain tertajam Atletico musim ini dengan empat gol.

    (mrp/bay)



    Sumber : sport.detik.com

  • Szczesny Tak Masalah Jadi Pelapis, Siap Bantu Joan Garcia


    Jakarta

    Kiper Barcelona Wojciech Szczesny sejauh ini hanya jadi pemain cadangan. Meski demikian, Szczesny tak masalah dan siap membantu Joan Garcia.

    Szczesny direkrut Barcelona pada awal musim lalu menyusul cedera yang dialami Marc-Andre ter Stegen. Padahal ia belum lama pensiun usai kontraknya diputus Juventus.

    Perlahan tapi pasti, Szczesny menggeser Inaki Pena sebagai kiper utama Barcelona di paruh kedua musim 2024/2025. Berkat penampilan apiknya itu, Szczesny dapat perpanjangan kontrak dari Barcelona sampai 2027.


    Namun, Barcelona juga merekrut kiper baru pada bursa transfer musim panas ini dengan mendatangkan Joan Garcia. Kiper Spanyol berusia 24 tahun itu sejauh ini jadi pilihan utama Hansi Flick untuk mengawal gawang Barcelona.

    Sama sekali belum dimainkan, Szczesny tidak ambil pusing. Kiper berusia 35 tahun itu tidak masalah lebih banyak berperan di balik layar.

    “Saya pengganti dan, kecuali ada kejutan, saya akan tetap seperti itu. Peran saya musim ini adalah membantu persiapan Joan Garcia sebaik mungkin untuk menghadapi pertandingan,” ujar Szczesny kepada Canal+.

    “Saya kira dia adalah kiper dengan potensi luar biasa, yang sudah masuk jajaran yang terbaik di Eropa. Saya sangat bangga dengan peran ini. Saya sudah bersiap untuk ini sejak tanda tangan kontrak baru dan saya tidak kecewa kok.”

    Szczesny menunjuk kelemahan yang harus diatasi oleh Joan Garcia. Eks kiper Arsenal itu pun siap membantu.

    “Joan kurang pengalaman di level tertinggi dan itu adalah hal yang harus ia perkuat. Saya akan mencoba membantunya menjaga konsistensi di sepanjang musim,” ucap Szczesny.

    “Bermain setiap tiga hari di bawah tekanan besar itu tidak mudah. Ini hal yang harus ia pelajari,” katanya.

    (nds/mrp)



    Sumber : sport.detik.com

  • Simpati Alonso usai Simeone Jadi ‘Korban’ Fans Liverpool


    Madrid

    Diego Simeone dikartu merah usai bersitegang dengan fans Liverpool di Liga Champions. Pelatih Atletico Madrid itu mendapat dukungan dari Xabi Alonso.

    Simeone diusir dari laga Liverpool vs Atletico di menit-menit akhir pertandingan Liga Champions di Anfield, Kamis (18/9) dini hari WIB. Ia bersitegang dengan fans tuan rumah.

    Simeone mengaku kesal usai diledek sepanjang laga. Puncaknya terjadi saat Liverpool akhirnya bisa mencetak gol kemenangan 3-2 di penghujung laga.


    Nasib Simeone sedikit dikomentari Alonso. Pelatih Real Madrid itu bersimpati atas apa yang terjadi, dengan menyebut banyak hal terjadi di luar kendali dalam sepakbola.

    “Situasi di lapangan sudah lama di luar kendali,” kata Xabi Alonso,” melansir Mundo Deportivo.

    “Idealnya, kita tidak perlu mengalami situasi seperti ini. Saya tidak mengeluh; saya tidak terlalu menderita dengan hal-hal semacam itu, tapi rekan-rekan lain merasakannya.”

    “Sayangnya, kita harus belajar hidup dengan itu, atau hal itu akan membuat kita keluar dari situasi yang harus dihadapi, dan kita akan melihat situasi yang tidak menyenangkan,” jelasnya.

    Usai laga, Simeone memang mengaku terpancing emosi oleh suporter Liverpool itu. Nasi sudah menjadi bubur, dan pelatih Atletico itu harus menjalani skorsing akibat kartu merah tersebut.

    “Saya belum mengalami banyak insiden, tapi di lapangan sepak bola, hal ini sudah mulai di luar kendali selama beberapa waktu,” kata Xabi Alonso soal insiden-insiden yang terjadi.

    (yna/bay)



    Sumber : sport.detik.com

  • Seperti Vini dan Rodrygo, Mbappe Juga Bakal Dirotasi


    Jakarta

    Pelatih Real Madrid Xabi Alonso menegaskan tak ada pemain di timnya yang berstatus tak tergantikan, termasuk Kylian Mbappe. Rotasi akan ia terapkan demi menjaga kondisi.

    Mbappe selalu dipercaya menjadi starter dalam lima laga yang telah dijalani Madrid musim ini dan mampu mencetak enam gol, termasuk dua ke gawang Marseille di Liga Champions pekan ini. Namun kondisi serupa tak berlaku bagi Vinicius Junior dan Rodrygo.

    Dua pemain itu bergantian menjadi starter di sisi sayap kiri Madrid musim ini. Rodrygo baru turun tiga kali, sedangkan Vinicius sudah lima kali. Namun saat Rodrygo menjadi starter, Vinicius duduk di bench dan begitu pula sebaliknya.


    Alonso lalu ditanya apakah hanya Mbappe yang posisinya aman sebagai starter. Namun eks pelatih Bayer Leverkusen itu menegaskan striker Prancis tersebut juga suatu saat akan diistirahatkan.

    “Kami memiliki banyak pertandingan dan saya yakin akan ada pertandingan di mana dia (Mbappe) takkan menjadi starter,” ujar Alonso pada Jumat (19/9/2025), dikutip ESPN.

    “Dia harus menerimanya secara normal. Kylian sangat penting, tetapi akan ada hari-hari saat dia mungkin tidak bermain sejak awal. Kami baru memainkan lima pertandingan, kami harus menunggu untuk mengambil kesimpulan.”

    Alonso juga membahas tentang rotasi antara Vinicius dan Rodrygo. Vinicius dikabarkan tak senang menjadi cadangan saat Madrid mengalahkan Marseille 2-1 pada Rabu (17/9) dini hari WIB lalu.

    “Saya melihatnya baik-baik saja. Jelas (pada Kamis) karena apa yang terjadi kemarin (Rabu), saat itu bukan waktu yang tepat untuk berbicara dengannya. Tapi hari ini (Jumat) dia tampak lebih positif dan memiliki sikap yang lebih bahagia,” Alonso melanjutkan.

    “Saya berbicara dengannya, tak banyak. Dia melakukan beberapa latihan individu dengan saya dan dia menyelesaikannya dengan perasaan yang sangat baik.”

    Meski begitu, Alonso enggan menjamin siapa di antara Vinicius dan Rodrygo yang akan menjadi starter saat Madrid menghadapi Espanyol pada Sabtu (20/9) pukul 21.15 WIB. “Kami akan lihat apa yang terjadi besok (Sabtu),” ujarnya.

    “Baik di starting lineup maupun di bangku cadangan, dampak mereka sangat bagus. Kualitas Rodrygo, kemampuannya untuk bergerak maju, kemampuannya untuk terhubung… tapi Vinícius juga punya itu,” tegasnya.

    (adp/bay)



    Sumber : sport.detik.com