Author: Import

  • Fungsi, Cara Kerja, Jenis, dan Kapan Harus Diganti


    Jakarta

    Pada mobil diesel terdapat komponen bahan bakar yang disebut nozzle. Apa itu nozzle? Simak penjelasannya dalam artikel ini, mulai dari fungsi, cara kerja, jenis, dan ciri-ciri nozzle yang rusak dan harus diganti.

    Apa Itu Nozzle?

    Nozzle adalah komponen yang terdapat pada sistem bahan bakar pada mobil diesel. Nozzle berfungsi sebagai injektor bahan bakar yang mengalirkan dan menyemprotkan bahan bakar agar terjadi pembakaran sehingga mesin menyala.

    Dikutip dari Modul Pemeliharaan Teknologi Motor Diesel dari Universitas Muhammadiyah Purworejo, injection nozzle terdiri dari nozzle body dan needle.


    Nozzle menyemprotkan bahan bakar dari injection pump ke dalam silinder. Injection pump adalah sejenis katup yang dikerjakan dengan toleransi 1/1000 mm atau ¼ inci.

    Nozzle holder berfungsi memegang nozzle dengan retaining nut dan distance piece. Nozzle holder terdiri dari adjusting washer yang mengatur kekuatan tekanan pegas yang dapat mengatur tekanan membukanya katup nozzle.

    Fungsi Nozzle

    Ada sejumlah fungsi nozzle pada mobil diesel. Berikut ini fungsi nozzle yang dilansir dari situs Astra-Daihatsu dan Suzuki:

    • Nozzle berfungsi mengontrol fluida, baik dari segi tekanan, arah, hingga laju alirannya.
    • Nozzle mengubah energi tekanan dan panas menjadi energi gerak kinetik.
    • Nozzle berfungsi untuk mengarahkan semburan jet fluida pada sudut tertentu.
    • Nozzle juga berfungsi mengontrol aliran gas

    Cara Kerja Nozzle

    Dikutip dari laman Kemdikbud, cara kerja nozzle dibagi menjadi tiga langkah, yaitu:

    1. Sebelum Penginjeksian

    Pada fase sebelum penginjeksian, bahan bakar yang bertekanan tinggi mengalir dari pompa injeksi melewati saluran minyak pada nozzle holder menuju ke oil pool dibagian bawah nozzle body.

    2. Penginjeksian Bahan Bakar

    Ketika tekanan bahan bakar pada oil pool naik, maka akan menekan permukaan ujung needle. Jika tekanan ini melebihi kekuatan pegas, maka nozzle needle akan terdorong ke atas dan membuat nozzle menyemprotkan bahan bakar.

    3. Akhir Penginjeksian

    Pada bagian akhir penginjeksian, ketika pompa injeksi berhenti mengalirkan bahan bakar, tekanan bahan bakar turun, dan pressure spring mengembalikan nozzle needle ke posisi semula atau menutup saluran bahan bakar.

    Selanjutnya sebagian bahan bakar yang tersisa di antara nozzle needle dan nozzle body akan melumasi semua komponen dan kembali ke overflow pipe.

    Jenis-jenis Nozzle

    Jenis-jenis nozzle bisa dilihat berdasarkan karakteristik dan modelnya. Berikut ini beberapa jenis nozzle yang dilansir dari situs Mechanical Education:

    1. Single-hole Nozzles

    Nozzle ini hanya memiliki satu lubang kecil untuk menyalurkan bahan bakar. Nozzle ini menghasilkan kabut halus dari tetesan bahan bakar. Jenis nozzle ini biasanya digunakan pada mesin berdaya rendah hingga sedang.

    2. Multi-hole Nozzles

    Nozzle ini memiliki beberapa lubang kecil untuk menyalurkan bahan bakar, sehingga mampu menghasilkan semprotan bahan bakar yang lebih luas dan lebih kuat. Ini biasanya digunakan pada mesin berdaya tinggi.

    3. Spray-cone Nozzles

    Spray-cone Nozzles dirancang menghasilkan pola semprotan bahan bakar berbentuk kerucut. Nozzle jenis ini biasanya dipakai pada mesin diesel, karena membantu meningkatkan pencampuran bahan bakar dan udara, yang dapat meningkatkan efisiensi pembakaran.

    4. Fan-shaped Nozzles

    Nozzle ini dapat menghasilkan pola semprotan bahan bakar yang berbentuk kipas. Nozzle ini biasanya digunakan pada mesin bensin, karena membantu meningkatkan distribusi bahan bakar yang dapat meningkatkan efisiensi pembakaran.

    5. Pintle Nozzle

    Nozzle ini memiliki pin kecil yang dapat digerakkan secara aksial oleh aktuator solenoida, sehingga dapat mengontrol aliran bahan bakar pada saat membuka dan menutup pintle.

    Nozzle ini berfungsi memberikan kontrol yang tepat dan halus pada laju pengiriman bahan bakar, serta untuk mencegah kebocoran dan menetes saat ditutup.

    6. Split-injector Nozzles

    Terakhir, nozzle jenis ini memiliki beberapa lubang yang masing-masing digunakan untuk siklus mesin tertentu. Nozzle jenis ini biasanya digunakan pada mesin multi-silinder dan membantu mengontrol pengiriman bahan bakar secara tepat ke setiap silinder.

    Ciri-ciri Nozzle Rusak

    Jika mesin mobil mengalami tanda-tanda di bawah ini, maka kemungkinan nozzle mobil perlu diganti. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut.

    1. Mobil Mengalami Overheat

    Nozzle bocor dapat menyebabkan ruang pembakaran mesin tidak mendapatkan konsumsi bahan bakar yang sesuai. Ini membuat kinerja mesin semakin berat hingga mengalami overheat.

    2. Mesin Susah Dinyalakan

    Nozzle yang tersumbat atau rusak membuat bahan bakar tidak bisa dialirkan dengan optimal. Hal ini membuat mobil susah dinyalakan.

    3. Bahan Bakar Boros

    Jika bahan bakar mobil terasa lebih boros, mungkin karena nozzle yang rusak sehingga tidak dapat mengontrol aliran bahan bakar.

    4. Mesin Mobil Loyo

    Ciri terakhir adalah ketika mesin mobil terasa loyo. Ini mungkin terjadi karena nozzle yang rusak sehingga tidak dapat mengalirkan bahan bakar sesuai dengan kebutuhan mesin.

    Itulah tadi telah kita ketahui bahwa nozzle adalah komponen pada mobil diesel yang mengalirkan dan menyemprotkan bahan bakar. Ada juga informasi tentang fungsi, cara kerja, jenis, dan ciri-ciri nozzle yang sudah rusak.

    (bai/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Banyak yang Belum Tahu, Kebiasaan Ini Bisa Bikin Boros Bensin Mobil



    Jakarta

    Menghemat konsumsi bahan bakar bisa berdampak ke banyak hal. Selain bisa menurunkan ongkos operasional, juga bisa menekan emisi atau gas buang kendaraan. Maka itu, pengendara mobil wajib tahu nih, kebiasaan apa saja yang bisa bikin mobil jadi boros bahan bakar.

    Presiden Direktur Indonesia Defensive Driving Center (IDDC) Bintarto Agung menjelaskan, mobil-mobil zaman sekarang memang sudah dilengkapi banyak fitur-fitur yang bisa membantu menekan konsumsi bahan bakar. Meski begitu, mobil-mobil ini bisa tetap boros bahan bakar jika pengemudinya tidak bisa menerapkan prinsip-prinsip eco driving.

    “Penyebabnya antara lain, karena kita buka dan tutup gas secara sering,” ungkap Bintarto kepada wartawan, di sela-sela kegiatan Eco & Safety Driving TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia), di Sirkuit Formula E, Ancol, Jakarta (28/11/2023).


    Lanjut pria yang akrab disapa Tarto ini menjelaskan, kebiasaan mengendarai mobil dengan putaran mesin (rpm) tinggi juga bisa bikin mobil jadi boros bahan bakar. Cara yang benar adalah, pedal gas harus diinjak secara teratur.

    Dalam prinsip eco driving, untuk mencapai putaran maksimum pengemudi harus menekan pedal gas secara perlahan, dan segera pindah ke posisi gigi percepatan yang lebih tinggi.

    Pengemudi idealnya menjaga putaran mesin di angka 2.000-3.000 rpm. Kalau melakukan perpindahan gigi melebihi angka tersebut, putaran mesin menjadi terlalu tinggi dan penggunaan bahan bakar akan jauh lebih boros.

    “Menggunakan rpm tinggi itu tidak ada perlunya ya. Kalau di sistem automatic sudah diatur sama electronic transmission control-nya. Tapi meski begitu, jika gas kita bejek itu konsumsi bahan bakar juga akan boros, ngikutin pola style berkendara kita,” jelas Bintarto.

    Beberapa kebiasaan lain yang berpotensi bikin konsumsi bahan bakar mobil menjadi boros adalah menggunakan jenis bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan, salah menggunakan jenis ban, dan sering menyalakan AC dengan suhu maksimal.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pengertian, Fungsi, dan Bedanya dengan Sway Bar


    Jakarta

    Saat mobil melintas di jalan yang tidak rata, guncangan tersebut akan berkurang karena adanya sistem suspensi. Salah satu komponen dalam sistem suspensi ini adalah strut bar.

    Strut bar adalah bagian suspensi mobil yang berbentuk batang penahan. Simak artikel ini untuk mengetahui pengertian dan fungsi strut bar, serta prinsip kerja sistem suspensi.

    Pengertian Strut Bar

    Dikutip dari situs Kemdikbud, strut bar adalah batang penahan yang dipasang pada lower suspension arm dan ujung lainnya diikat ke bracket strutbar yang diikat ke bodi.


    Fungsinya untuk menahan lower arm agar tidak bergerak maju atau mundur ketika menerima guncangan akibat permukaan jalan yang tidak rata.

    Fungsi Strut Bar

    Berikut ini sejumlah fungsi strut bar pada sistem suspensi mobil.

    1. Membuat Mobil Stabil

    Fungsi utama strut bar adalah memberikan kestabilan pada mobil. Meski dalam kecepatan tinggi, mobil yang melewati jalan tidak rata tetap bisa lebih mudah dikendalikan.

    2. Menyambungkan Sasis

    Strut bar juga sebagai penyambung sasis mobil serta suspensi kiri dan kanan yang biasanya juga dilengkapi dengan stabilizer seperti roll bar untuk keselamatan pengendara.

    3. Memberi Kekakuan

    Fungsi lainnya adalah memberi kekakuan pada mobil. Hal ini berfungsi ketika mobil berbelok, mobil tetap kaku sehingga menjadi seimbang dan stabil.

    4. Mengurangi Fleksibilitas

    Strut bar mampu mengurangi fleksibilitas pada suspensi, sehingga bisa mengurangi ayunan berlebih. Maka kendaraan akan tetap seimbang walaupun sedang melaju di kecepatan tinggi.

    5. Membagi Gaya di Kedua Roda

    Komponen ini juga berguna untuk membagi gaya antara kedua roda kiri dan kanan, sehingga tekanan juga terbagi di kedua titik.

    Cara Memilih Strut Bar

    Bagaimana cara memilih strut bar yang baik? Berikut ini beberapa tips yang dikutip dari simplespeedracing.com:

    1. Desain

    Desain strut bar ada beberapa macam. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

    Secara umum, batang yang lurus dan linier jauh lebih baik dan tahan terhadap pelenturan di sepanjang sumbunya dibandingkan dengan batang yang desainnya ditekuk ke atas dan di atas mesin.

    2. Dudukan

    Dudukan menara penyangga yang tidak baik bisa membuat sasis melentur dan terlepas. Salah satu yang harus dilihat adalah geometri dudukan.

    Dudukan dengan profil rendah yang tidak terlalu tinggi di atas permukaan strut tower sangat ideal. Dudukan juga harus cukup kuat agar tidak mudah bengkok karena beban.

    3. Material

    Material strut bar dari baja menjadi kekuatan lebih tetapi memiliki bobot cukup berat. Sementara strut bar dari aluminium dan serat karbon yang dirancang dengan tepat bisa sangat kuat meski bobotnya lebih ringan.

    Pada dudukan, material dari aluminium 1/8 inci mungkin sama kuatnya dengan dudukan yang dirancang dengan buruk yang terbuat dari baja 1/2 inci.

    Namun secara umum, dudukan dari baja adalah yang terkuat dan paling tidak rentan terhadap kelelahan dari waktu ke waktu.

    Beda Strut Bar dengan Sway Bar

    Selain strut bar, ada juga sway bar. Apa bedanya? Berikut ini penjelasan yang dikutip dari thedrive.com:

    • Strut bar dirancang agar mobil tidak fleksibel, tetapi sway bar dirancang agar lebih lentur karena terbuat dari baja pegas, seperti pegas suspensi.
    • Sway bar yang bekerja langsung pada suspensi saat menikung, memiliki ketebalan dan konstruksi yang sangat spesifik untuk mencapai tingkat pegas yang diinginkan. Sedangkan strut bar hanya memperkuat platform tempat suspensi.
    • Sway bar memiliki efek yang lebih langsung pada karakteristik pengendalian daripada strut bar,

    Demikian tadi informasi mengenai strut bar, mulai dari pengertian, fungsi, cara memilih strut bar, dan perbedaan antara strut bar dengan sway bar.

    (bai/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Bahaya Naik Motor Pakai Sandal Jepit, Jangan Ditiru!


    Jakarta

    Polisi melarang pengguna yang naik motor pakai sandal jepit. Larangan tersebut diterapkan demi perlindungan pengguna kendaraan.

    Lebih lanjut, simak penjelasan tentang imbauan untuk tidak boleh pakai sandal jepit saat naik motor di bawah ini.

    Alasan Naik Motor Dilarang Pakai Sandal Jepit

    Alasan kenapa naik motor dilarang pakai sandal jepit adalah karena tidak aman. Pasalnya, sandal tidak melindungi keseluruhan bagian kaki saat berkendara.


    Sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi.

    “Mohon maaf saya bukan menstressing pakai sandal jepitnya, karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan. Makin cepat makin tidak terlindungi kita, itulah fatalitas. Dan tidak ada perlindungan pakai sandal jepit itu,” terang Firman.

    Menggunakan sandal jepit saat mengendarai atau naik motor berisiko melukai bagian tubuh pemotor. Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM), Hendrik Ferianto, pernah bercerita bahwa ada pengendara sepeda motor yang mengalami cedera serius akibat menggunakan sandal jepit saat naik motor.

    “Pernah beberapa kejadian, pengendara yang pakai sandal jepit itu otot jarinya putus. Dulu peserta training saya ada yang begitu, 3 otot jarinya putus. Saat itu dia lagi jalan dari arah Condet ke Cililitan, ada pengendara lain dari arah sebaliknya, kaki dia terbentur dengan pedal rem dari motor arah sebaliknya itu. Dia nggak terasa, tiba-tiba menggigil, pas lihat ke bawah sudah putus otot jarinya. Kalau pakai sepatu kan tidak akan kejadian seperti itu,” terang Hendrik.

    Tips Aman Naik Motor

    Praktisi Keselamatan Berkendara, Sony Susmana, mengatakan bahwa supaya aman, naik motor itu harus memakai sepatu.

    “Naik motor akan lebih aman dengan menggunakan sepatu. Pasalnya, kaki sangat berperan saat naik motor, stop/berhenti pasti kaki pengendara turun, kurang seimbang pasti kaki jadi tumpuan, menginjak kotoran ketika berhenti pasti tidak sehat dan lain-lain,” jelas Sony kepada detikcom, beberapa waktu lalu.

    Sony yang juga bagian dari Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengungkapkan kalau idealnya mengendarai sepeda motor itu harus memakai peralatan/atribut berkendara lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki atau istilahnya disebut full gear.

    Pasalnya, perlindungan motor sangat minim karena tidak memiliki bumper.

    “Kalau crash badan jadi kontak langsung dengan objek terdekat dan dengan kecepatan tidak tentu, nah pasti sandal lepas dari kaki sehingga tapak tidak terlindungi,” kata Sony.

    Terkait hal ini, Firman juga mengimbau agar masyarakat bisa menciptakan kesadaran tentang tertib dan keamanan dalam berkendara. Karena nyawa kita lebih mahal.

    “Kalau dibilang sepatu mahal, baju pelindung mahal, ya lebih mahal mana dengan nyawa kita. Tolong itu dijadikan pertimbangan sehingga untuk keluar sudah siap dengan perlengkapan yang ada. Ini gunanya helm standar, pakai sepatu. Masih banyak yang pakai sandal menggampangkan gitu saja. Itu bentuk perlindungan kita kepada masyarakat yang ingin kita bangun sehingga patuh menjadi bagian, bukan lagi karena ada petugas,” terang Firman.

    Kesimpulannya, saat naik motor kita harus pakai sepatu dan full gear, karena pemakaian sandal jepit dilarang oleh polisi demi alasan keamanan dan keselamatan pengendara.

    (khq/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Cara Poles Mobil yang Benar Secara Mandiri di Rumah


    Jakarta

    Tampilan cat mobil yang sudah kusam membuat mobil terlihat tua dan usang. Agar penampakan mobil bisa kembali menawan dengan lapisan cat mengkilap, kamu bisa melakukan pemolesan atau polishing.

    Polishing dilakukan sebagai salah satu perawatan mobil. Perawatan ini bertujuan untuk memperindah tampilan cat mobil serta mengikis lapisan cat mobil yang ada baret agar permukaannya rata kembali.

    Debu hingga kotoran yang menempel pada bodi mobil juga bisa hilang dengan teknik pemolesan ini. Polishing dapat pula menjaga lapisan cat mobil dari lecet atau goresan yang mungkin terjadi ke depannya.


    Tak hanya itu, perawatan poles dengan cara dan cairan yang tepat bisa juga melindungi lapisan cat mobil dengan memperlambat penuaan yang membuat cat terlihat kusam nantinya.

    Namun, polishing tidak boleh dilakukan secara sembarang. Perlu ketelitian serta alat dan cairan poles berkualitas supaya perawatan ini memberikan hasil yang maksimal.

    Kalau kamu ingin melakukan pemolesan mobil secara mandiri, mesti juga memperhatikan cara poles mobil yang benar agar tidak menimbulkan kerusakan cat. Lalu, bagaimana caranya?

    Cara Poles Mobil yang Benar

    Untuk melakukan poles mobil dengan baik, perhatikan cara-caranya berikut ini:

    1. Siapkan Peralatan Poles

    Sebelum memulai proses polishing atau pemolesan mobil, kamu perlu menyiapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang akan digunakan. Alat yang dibutuhkan untuk proses polish secara mandiri di rumah, yaitu mesin poles, busa poles, cairan poles, lap microfiber.

    Untuk mesinnya, pakai alat poles yang berkualitas dan sudah teruji. Bisa gunakan mesin poles berjenis rotary agar pemakaiannya lebih mudah dan memberikan hasil maksimal

    Busa poles atau polish pad juga perlu diperhatikan. Ada busa poles yang keras untuk proses cutting atau pengikisan bagian mobil yang baret. Untuk busa poles yang lembut dipakai untuk finishing.

    Untuk cairan poles bisa pilih yang kental atau tidak cair. Bisa pilih cairan poles 3 in 1 yang mengandung compound untuk mengikis baret atau goresan pada mobil. Selain itu, cairan poles 3 in 1 digunakan untuk meningkatkan kilap cat dan memberikan proteksi pada lapisan cat mobil.

    2. Bersihkan Mobil Lebih Dulu

    Setelah persiapan alat selesai, untuk memulainya bisa dengan membersihkan mobil terlebih dahulu. Pembersihan dapat dilakukan dengan pencucian mobil.

    Saat mencuci mobil, pastikan seluruh debu dan kotoran yang menempel di bodi mobil hilang dan bersih. Ini agar debu dan kotoran tidak merusak polesan nantinya dan proses polishing bisa berjalan lancar.

    Kemudian keringkan mobil dengan menggunakan lap microfiber agar cepat kering dan tidak menghabiskan waktu lama.

    3. Mulai Proses Poles Mobil

    Proses polishing bisa diawali dengan mengoleskan cairan poles mengandung compound menggunakan lap microfiber ke seluruh bodi mobil. Setelah beberapa saat, lap kembali compound yang menempel untuk dibersihkan dengan kain microfiber lain.

    Setelahnya, mulai poles bodi mobil dengan cairan poles. Bisa dimulai berurutan dari bagian atas mobil, samping, serta bagian depan dan belakang.

    Ketika hendak memoles mobil, perhatikan posisi mesin poles agar rata dan tidak miring. Proses poles tidak boleh juga terlalu lama dan mesin jangan terlalu keras ditekan agar lapisan cat mobil tak botak atau bergelombang.

    Proses poles mobil harus merata. Sebelum berpindah ke area lain, pastikan polishing di satu bagian mobil telah dipoles sempurna.

    4. Lakukan Proses Lapping

    Setelah proses poles, kamu bisa lakukan tahap lapping untuk memberikan efek mengkilap pada cat mobil. Gunakan polish pad lembut pada mesin poles dan kamu tidak perlu lagi memberikan cairan poles pada tahap ini. Lakukan lapping ke seluruh bagian bodi mobil.

    5. Periksa Bodi Mobil

    Selanjutnya, kamu dapat memeriksa seluruh bagian mobil dengan detail karena mungkin saja ada bodi yang terlewat pada proses polishing. Jika ada, detikers dapat segera melakukan pemolesan pada bagian tersebut.

    Tapi jika seluruh bodi mobil sudah dipoles dan dirasa cukup, maka polishing cat mobil sudah selesai. Maka mobilmu akan tampak lebih mengkilap dan warna catnya lebih menyala.

    Itu dia cara poles mobil yang benar dan aman untuk mengembalikan warna cat yang lebih kinclong. Jadi, jangan lagi memoles dengan asal-asalan, ya.

    (fds/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Heboh Mending Beli Seblak daripada Ganti Oli, Padahal Ini Pentingnya



    Jakarta

    Di media sosial telah menjadi sorotan anggapan pemilik sepeda motor tentang ganti oli. Ada pemilik motor terutama wanita yang menyepelekan servis atau ganti oli mesin secara rutin.

    Mereka menganggap ganti oli mesin tidak penting dan cuma trik marketing pihak bengkel. Bahkan, ada yang bilang mendingan uangnya untuk beli seblak ketimbang ganti oli motor.

    Padahal, ganti oli menjadi perawatan sederhana yang perlu dilakukan pemilik motor secara rutin. Pada periode atau jarak tertentu, oli harus diganti agar kualitasnya tetap terjaga dan membuat mesin tetap awet dan prima. Sebab, oli punya peranan vital dalam merawat serta menjaga kinerja mesin yang menjadi jantung pacu dari sepeda motor.


    “Pada beberapa kondisi, masih dijumpai pemilik sepeda motor yang abai dalam melakukan penggantian oli secara rutin sesuai buku petunjuk manual servis yang
    dikeluarkan oleh pabrikan. Hal ini kemudian berimbas pada performa motor yang menjadi tidak optimal sehingga mengganggu kenyamanan mereka pada saat berkendara. Berkaca dari kondisi tersebut, maka Yamaha merasa perlu membagikan informasi perihal manfaat dari penggantian oli secara rutin, agar pengguna sepeda motor dapat lebih teredukasi dan bijak dalam merawat kendaraannya,” kata Agung Budi Raharja, General Manager Part Operation Division, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg dikutip dari siaran persnya.

    Setidaknya ada tiga hal penting yang bisa didapat dari mengganti oli secara rutin. Berikut ulasannya.

    1. Suhu Mesin Terjaga dan Performa Motor Optimal

    Salah satu manfaat rutin mengganti oli adalah suhu mesin yang terus terjaga. Pasalnya, oli memiliki fungsi untuk melumasi berbagai komponen di dalam mesin guna
    meminimalisir suhu panas berlebih akibat gaya gesek saat mesin sedang bekerja.

    Jarang mengganti oli berisiko membuat volume oli di dalam mesin berkurang, tekstur menjadi encer, dan oli lama menjadi kotor pekat. Jika terus dibiarkan kondisi ini
    membuat kinerja mesin terganggu seperti menimbulkan suara kasar dan masalah overheat (terlalu panas), yang menyebabkan tarikan motor menjadi tidak bertenaga.

    2. Komponen Mesin Lebih Awet, Hemat Biaya Servis

    Manfaat lain dari rutin mengganti oli adalah dapat membuat masa pakai mesin menjadi lebih awet. Hal ini dikarenakan fungsi oli yang melumasi secara maksimal dapat mencegah komponen-komponen menjadi lebih cepat aus akibat minim gaya gesek, melindunginya dari korosif atau karat dan juga membersihkan ruang mesin dari serpihan-serpihan kotoran saat mesin bekerja. Dengan demikian biaya servis pun menjadi lebih hemat karena mesin terhindar dari kerusakan berat.

    3. Hemat Bahan Bakar

    Kendaraan yang rutin mengganti oli mesin memiliki performa dan tarikan yang jauh lebih baik. Hal ini berimbas kepada konsumsi bahan bakar bensin yang lebih efisien. Selain itu, emisi karbon yang dihasilkan dari kendaraan yang rajin ganti oli juga lebih rendah, sehingga lebih ramah lingkungan.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Asal Beli, Ini Perbedaan Aki Kering dan Basah Pada Mobil


    Jakarta

    Aki merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan. Sebab, aki berfungsi untuk memberikan suplai daya listrik ke setiap komponen kelistrikan di dalam mobil.

    Untuk saat ini, ada dua jenis aki yang umum dijual di pasaran, yakni aki kering dan basah. Sayangnya, masih ada sejumlah pemilik mobil yang tidak tahu perbedaan antara aki kering dan basah.

    Apabila detikers ingin mengganti aki mobil, sebaiknya ketahui dahulu perbedaan antara aki kering dan basah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Perbedaan Aki Kering dan Basah Pada Mobil

    Mengutip laman Auto 2000, terdapat cukup banyak perbedaan antara aki kering dan basah. Lantas, apa saja perbedaan kedua jenis aki tersebut? Simak di bawah ini:

    1. Isi Cairan di Dalam Aki

    Aki basah adalah aki yang diisi dengan cairan belerang atau disebut juga sulfuric acid. Sedangkan pada aki kering atau dikenal sebagai Maintenance Free Battery sebenarnya juga memiliki cairan elektroda, jadi bukan berarti benar-benar kering.

    Pada aki kering terdapat cairan elektrolit atau gel yang sudah tersimpan di dalam dengan kondisi tersegel. Dengan begitu, apabila detikers membalikkan atau memiringkan aki kering, cairan gel tidak akan tumpah. Maka dari itu disebut sebagai aki kering.

    2. Perawatan Aki Kering Lebih Mudah

    Salah satu keunggulan dari aki kering adalah bebas perawatan rutin. Sebab, detikers nggak perlu mengisi ulang air aki secara berkala.

    Lain halnya dengan aki basah, di mana kamu butuh perawatan ekstra untuk mengganti cairan aki ketika sudah mau habis. Kalau cairan aki tak diisi ulang, maka siap-siap mobil kesayanganmu mogok.

    3. Harga Aki

    Soal harga, aki basah justru lebih murah ketimbang aki kering. Apabila mengecek harga aki basah untuk mobil di sejumlah e-commerce, harganya di kisaran Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribuan.

    Sedangkan untuk harga aki kering terbilang cukup mahal, yakni di kisaran Rp 600 ribu sampai Rp 900 ribuan. Namun, perbedaan harga tersebut juga dipengaruhi oleh merek aki dan kapasitasnya.

    4. Aki Basah Lebih Mudah Diperbaiki

    Salah satu alasan mengapa aki basah punya harga yang lebih murah ketimbang aki kering karena lebih mudah untuk diperbaiki. Jika ada kerusakan, aki basah dapat diperbaiki dengan mudah karena boleh dibongkar.

    Lain halnya dengan aki kering, jika ditemukan kerusakan maka kamu harus mengganti aki secara menyeluruh. Dengan harga aki kering untuk mobil yang cukup mahal, maka kamu harus siap merogoh kocek lebih dalam.

    5. Tegangan Aki Kering Lebih Stabil

    Walau harganya lebih mahal, namun aki kering telah mengusung teknologi yang lebih modern. Hal ini terbukti dengan tegangan aki kering lebih stabil daripada aki basah. Bahkan, saat tegangan aki kering menurun hal tersebut masih dikatakan stabil untuk dipakai.

    Aki basah memang lebih duluan muncul daripada aki kering. Namun di era teknologi yang terus maju, banyak pabrikan mobil yang telah beralih ke aki kering untuk mobil keluaran terbarunya.

    Itu dia lima perbedaan antara aki kering dan basah. Semoga artikel ini dapat membantu detikers yang kebingungan memilih jenis aki.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kecelakaan Maut di Tol Cipularang, Ini Pelajaran Pentingnya



    Jakarta

    Kecelakaan maut lagi-lagi terjadi di Tol Cipularang. Mobil Elf menabrak bagian belakang truk. Dua orang tewas akibat kecelakaan ini.

    Disebutkan, kecelakaan diduga terjadi karena sopir Elf mengantuk. Peristiwa ini terjadi di ruas Jalan Tol Cipularang, kilometer 75.100 jalur A atau dari arah Jakarta menuju Bandung, pada Rabu (29/11/2023) sekitar pukul 23.10 WIB. Kecelakaan antara mobil Elf nopol D 7337 AI dengan dump truk nopol B 9050 ZJ tersebut mengakibatkan dua orang tewas di lokasi kejadian.

    Dikutip detikJabar, Kanit PJR Tol Cipularang, IPDA Triyunadi, menjelaskan kedua kendaraan tersebut tengah melaju dari arah Jakarta menuju Bandung di lajur satu. Setiba di tempat kejadian perkara (TKP), minibus tersebut melaju cukup kencang kemudian hilang kendali sehingga menabrak bagian belakang truk yang ada di depannya.


    Kerasnya benturan, membuat mobil elf itu menyangkut di bagian belakang truk dan terseret hingga 100 meter. Diduga sopir elf mengantuk.

    “Dari saksi kernet itu (sopir elf) mengantuk dan menabrak belakang dump truk, itu terbawa hampir 100 meter. Sopir truk setelah diminta keterangan dia mengira pecah ban dari ban dump truk, akhirnya ke pinggir di lajur satu setelah turun ternyata ada mobil elf nabrak di mobil dump truk,” katanya.

    Pelajaran penting dari kecelakaan maut ini, bahwa mengemudi dalam kondisi mengantuk sangat mengancam nyawa. Untuk itu, pengendara harus memahami betul soal kondisi tubuhnya.

    Praktisi keselamatan berkendara dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan bahwa rasa kantuk dapat mengurangi kemampuan dalam merespons berbagai hal.

    “Sangat klasik sekali, kalau ada tanda-tanda fatigue atau letih atau ngantuk, itu segera cari tempat istirahat. Atau, menunda perjalanan kalau belum memulai perjalanan. Menunda atau mengganti moda transportasi, atau kalau ada suruh orang lain yang bawa. Intinya dia tidak boleh mengemudi saat dia letih,” ujar Jusri.

    Bila dipaksakan, nyawa taruhannya. Mobil yang dikendarai berpotensi besar mengalami kecelakaan. Sopir juga sebaiknya menyadari kondisi tubuh yang sudah lelah dan tidak memaksa mengemudi. Ada baiknya untuk menepi sejenak untuk beristirahat sekitar 20-30 menit. Saat istirahat itu, pengemudi bisa melakukan power nap sebelum melanjutkan perjalanan.

    (rgr/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Trik Jitu Naik Tuk-tuk di Thailand Biar Tak Diketok Harga



    Bangkok

    Meski Thailand punya banyak transportasi umum, namun sejumlah turis masih menggunakan tuk-tuk sebagai angkutan andalan. Selain bisa menjangkau banyak lokasi, para pendatang memilih kendaraan tersebut karena penasaran.

    Sayangnya, ada beberapa sopir tuk-tuk yang ‘nakal’ dan mematok harga tinggi ke turis yang tak bisa berbahasa Thailand. Karuan saja, tarif naik tuk-tuk memang blank alias tak ada nominal pasti.

    Redaksi detikOto sempat menjajal naik tuk-tuk saat berkunjung ke Bangkok, Thailand. Ketika itu, kami harus membayar 180 baht atau Rp 80 ribu untuk perjalanan sejauh 2 km dan 200 baht atau Rp 90 ribu untuk jarak 2,5 km. Nominal tersebut merupakan hasil akhir setelah melalui proses tawar-menawar.


    Tuk-tuk di Thailand.Tuk-tuk di Thailand. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    Menurut pemandu wisata kami selama di Thailand, Anan, harga yang kami bayar masih kemahalan. Dia yang merupakan warga asli setempat mengatakan, nominalnya bisa dipangkas hingga separuhnya lagi.

    “Kalau jarak dekat harusnya tidak sampai segitu. Kalau jarak dekat, semestinya 100 baht (Rp 44 ribuan) cukup,” ujar Anan saat ditanya detikOto di Bangkok, Thailand, beberapa hari lalu.

    Menurut Anan, aksi ‘tembak harga’ sopir tuk-tuk memang sudah ada sejak lama. Itulah mengapa, kata dia, ada beberapa ‘trik jitu’ agar turis yang mau naik kendaraan tersebut tak harus bayar mahal.

    Trik Naik Tuk-tuk Biar Tak Diketok Harga

    Tuk-tuk di Thailand.Tuk-tuk di Thailand. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    Anan menjelaskan, harga pertama yang dipatok sopir tuk-tuk biasanya dua kali lipat tarif ‘aslinya’. Ketika mereka meminta 300 baht, maka penumpang tak perlu ragu menawarnya di bawah 150 baht.

    “Jadi, nawar harganya memang harus tega. Minta setengah harga lebih dulu. Nanti ujung-ujungnya juga mau,” ungkapnya.

    Selain itu, ketika hendak bepergian ke tempat hiburan atau pusat perbelanjaan, jangan sebut lokasi aslinya. Sebab, dengan begitu, sopir tuk-tuk menganggap kita memiliki cukup uang untuk dibelanjakan. Maka, supaya proses tawar-menawar berjalan mulus, sebut saja lokasi lain yang berada di dekat titik sesungguhnya.

    “Naik tuk-tuk memang harus pinter-pinter nawar. Kalau bisa, naiknya juga ramai-ramai, biar bisa patungan,” kata dia.

    (sfn/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Masih Suka Isi Bensin tapi Mesin Mobil Tetap Nyala? Ini Bahayanya



    Jakarta

    Saat mengisi BBM di SPBU, kamu disarankan untuk mematikan mesin kendaraan. Memang apa dampaknya bila mengisi BBM dalam kondisi mesin kendaraan menyala?

    Peringatan untuk mematikan mesin pasti kamu lihat ataupun dengar saat hendak mengisi bensin di SPBU. Meski begitu, tidak semua pengendara patuh. Masih ada beberapa pengendara yang kedapatan menyalakan mesin saat mengisi BBM.


    Mengutip Car From Japan, saat mengisi bensin kendaraan memang disarankan untuk mematikan mesin karena beberapa alasan. Beberapa pakar otomotif menilai, kondisi mesin yang menyala saat isi bensin membuat kendaraan berpotensi ‘menelan’ BBM yang bisa merusak sistem secara keseluruhan.

    Tak cuma itu, ada juga potensi muncul percikan listrik dari mesin menyala bisa berpotensi menyulut uap bensin hingga menimbulkan kebakaran. Ada juga potensi pompa bensin tempat nozzle ikut terbakar.

    Selain kondisi mesin menyala, ponsel juga bisa menjadi pemicu kebakaran di pom bensin. Makanya selalu ada peringatan untuk tidak menggunakan ponsel ketika tengah mengisi bensin.

    Charger ponsel dan lighter yang berada di dalam mobil pun bisa memicu terjadinya kebakaran saat mengisi bensin. Di mobil mesin bensin, pembakaran bisa terjadi karena busi yang memicu campuran bahan bakar dengan udara. Sementara pada mesin diesel pembakaran terjadi akibat adanya semprotan bahan bakar ke suhu udara tinggi yang terkompresi.

    Untuk mencegah hal itu, sebaiknya matikan mesin kendaraan kamu saat isi bensin. Tak cuma itu, cabut semua perangkat elektronik yang sedang dicas di mobil saat tengah isi bensin. Pasalnya, meski keadaan mesin mati, beberapa perangkat di mobil mungkin masih memiliki aliran listrik.

    Jangan merokok ketika isi bensin. Pastinya peringatan ini sering kamu lihat di setiap SPBU. Mengisi bensin tidak membutuhkan waktu yang lama. Bersabar sedikit sampai kamu sudah menjauh dari SPBU, barulah menyalakan rokok lagi.

    Hindari juga untuk mengisi bensin hingga tangkinya luber. BBM yang luber bisa berpotensi menimbulkan kebakaran dan merusak bodi kendaraan kamu.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com