Author: Ganti Gambar

  • 7 Contoh Prompt Gemini AI Edit Foto di Lift Pakai Jas yang Lagi Viral


    Jakarta

    Di media sosial belakangan ini sedang ramai tren foto di lift dengan pakaian yang tampak elegan mengenakan jas. Foto-foto tersebut tampak estetik bergaya visual sinematik noir.

    Gambar tersebut dibuat dengan bantuan Gemini AI, dengan cara menuliskan prompt atau perintah teks. Agar hasilnya realistis, kalian perlu mengetikkan prompt yang tepat.


    Mau coba? Nah, berikut adalah cara mengeditnya, serta kumpulan prompt siap pakai agar hasilnya maksimal.

    Cara Edit Foto Gemini AI Pakai Jas di Lift

    • Buka aplikasi atau melalui website Gemini AI, gemini.google.com
    • Login terlebih dahulu menggunakan email aktif atau akun Google yang terhubung ke gadget atau laptop
    • Setelah login, klik ikon ‘+’ yang ada di bawah kolom untuk menulis prompt
    • Pilih foto yang akan diunggah untuk diedit
    • Masukkan prompt yang diinginkan
    • Pastikan memasukkan prompt dengan benar dan detail agar hasil editnya sesuai
    • Klik tanda panah kiri atau tekan ‘Enter’
    • Tunggu beberapa saat, Gemini AI akan memeroses perintah yang diberikan
    • Setelah fotonya muncul, klik foto tersebut lalu pilih ‘Download’ (Unduh) atau ‘Save’ (Simpan)
    • Foto hasil edit Gemini AI sudah bisa digunakan dan dibagikan ke media sosial.

    Berikut adalah prompt yang bisa digunakan dengan berbagai pilihan gaya.

    Gaya Modern Misterius

    Prompt:

    Edit foto itu menjadi berdiri santai di dalam lift bergaya modern dengan dinding logam reflektif. Ia mengenakan outfit serba hitam: blazer oversize dan celana panjang. Memakai kacamata hitam dan memegang secangkir kopi take-away. Gaya elegan dan edgy dengan nuansa misterius. Pencahayaan redup dari lampu neon di langit-langit menciptakan bayangan halus.

    Gaya Film Noir

    Prompt:

    Edit foto tersebut menjadi realistis ala film noir. Pria/Wanita berjas gelap, kemeja putih, dasi longgar, ekspresi serius. Tambahkan bayangan tajam di dinding lift, cahaya kontras hitam-putih dramatis.

    Gaya Thriller Dramatis

    Prompt:

    Transformasikan foto ini menjadi adegan thriller. Ia memakai jas biru tua, berdiri sendirian di lift tua dengan cat mengelupas. Cahaya berkedip dari lampu atas, bayangan panjang jatuh ke wajah, atmosfer tegang penuh misteri.

    Gaya Elegan Mewah

    Prompt:

    Edit foto ini dengan nuansa glamor. Ia memakai jas putih rapi dengan dasi hitam. Ubah lift menjadi interior hotel mewah dengan panel kayu elegan dan lampu chandelier kecil. Pencahayaan lembut keemasan menambah kesan eksklusif.

    Gaya Vintage Retro

    Ubah foto ini menjadi suasana retro klasik. Ia mengenakan jas cokelat tiga potong dengan dasi lebar. Interior lift bergaya 1970-an dengan tombol kuningan. Warna foto sedikit pudar, pencahayaan hangat seperti foto analog lama.

    Gaya Romantis bersama Pasangan

    Prompt:

    Ubah foto ini jadi adegan romantis. Saya mengenakan jas elegan, berdiri di dekat pasangan berpakaian gaun malam. Lift hotel dengan cahaya hangat temaram. Nuansa lembut, refleksi cahaya emas di dinding logam, atmosfer intim dan elegan.

    Gaya Santai Urban

    Prompt:

    Ubah foto ini bergaya city pop modern. Ia memakai jas slim fit dengan headphone di leher, tangan di saku. Lift apartemen modern dengan dinding kaca, cahaya neon pink dan biru memantul. Suasana santai, estetik, dan penuh gaya anak muda urban.

    (rns/rns)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • 3 Cara Optimalkan Samsung Bespoke AI Home Biar Hemat Listrik

    Jakarta

    Konsumsi energi di Indonesia terus meningkat seiring pesatnya urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi. Menjawab tantangan tersebut, Samsung menghadirkan Bespoke AI Home Appliance yang terintegrasi dengan aplikasi Samsung SmartThings.

    Ekosistem pintar ini memungkinkan pengguna memantau dan mengoptimalkan penggunaan listrik di rumah tanpa mengorbankan kenyamanan. Dengan fitur-fitur seperti AI Energy Mode, My Routines, dan Geolocation, Samsung Bespoke AI menawarkan pengalaman rumah tangga yang hemat energi, cerdas, dan ramah lingkungan.

    “Efisiensi energi adalah bagian penting dari visi AI Home kami. Samsung Bespoke AI yang didukung SmartThings memberikan solusi praktis untuk hemat listrik tanpa mengorbankan kenyamanan,” ujar Mutiara Ramadhani, Head of Home Appliances Product Marketing, Samsung Electronics Indonesia dalam keterangan resmi, Minggu (12/10/2025).


    Berikut tiga cara mudah mengoptimalkan Samsung Bespoke AI Home Appliance untuk hemat listrik:

    1. Aktifkan SmartThings AI Energy Mode

    Fitur AI Energy Mode pada aplikasi SmartThings membantu memantau dan mengurangi konsumsi listrik secara efisien. Pengguna dapat melihat pola penggunaan energi, menerima rekomendasi penghematan, dan notifikasi jika terjadi lonjakan konsumsi listrik yang tidak wajar.

    Contoh: Pada Bespoke AI Laundry Combo, AI Energy Mode mengoptimalkan penggunaan energi dengan fitur Ecobubble, mencuci dengan air dingin, dan waktu cuci ekstra, menghemat hingga 70% energi. Pada Bespoke AI Refrigerator, mode ini menyesuaikan kecepatan kompresor dan siklus defrost, mengurangi konsumsi listrik hingga 10% tanpa mengorbankan kesegaran makanan.

    2. Otomatiskan dengan My Routines

    Fitur My Routines memungkinkan otomatisasi perangkat rumah tangga sesuai kebutuhan pengguna. Misalnya, AC menyala otomatis saat Anda tiba di rumah, atau lampu mati saat tidak diperlukan, mencegah pemborosan energi akibat lupa mematikan perangkat.

    Cara mengatur My Routines:

    • Buka aplikasi SmartThings, pilih ikon Home, lalu tentukan lokasi dan perangkat.
    • Ketuk Add (+), pilih Routine.
    • Tambahkan kondisi di bawah “If” (misalnya, waktu atau lokasi).
    • Tambahkan aksi di bawah “Then” (misalnya, nyalakan AC).
    • Simpan dan beri nama Routine.

    Fitur ini memastikan perangkat hanya beroperasi saat dibutuhkan, membantu penghematan listrik dan meningkatkan kenyamanan.

    3. Aktifkan Geolocation untuk Nyala Otomatis

    Fitur Geolocation memungkinkan perangkat seperti AC menyala otomatis saat Anda mendekati rumah, berdasarkan zona yang telah diatur. Ini memastikan perangkat hanya aktif saat diperlukan, mengurangi pemborosan energi.

    Cara mengatur Geolocation:

    • Buka aplikasi SmartThings, pilih ikon Home, lalu masuk ke menu Location.
    • Ketuk + Add location, masukkan nama lokasi.
    • Tambahkan Geolocation, sesuaikan lingkaran zona menggunakan penggeser, lalu simpan.
      Ketuk Done.

    Tiga langkah di atas tidak hanya membuat rumah lebih nyaman, tetapi juga membantu menurunkan tagihan listrik dan mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Dengan Samsung Bespoke AI dan ekosistem SmartThings, kamu bisa berkontribusi pada efisiensi energi nasional sambil menikmati teknologi canggih yang praktis.

    (afr/fay)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • 5 Prompt Gemini AI, Bisa Foto di Depan Menara Eiffel-Big Ben


    Jakarta

    Banyak orang yang memiliki cita-cita untuk berfoto di berbagai landmark besar dunia, contohnya di depan Menara Eiffel. Dengan Gemini AI, saat ini juga bisa terwujud.

    Syarat yang perlu kamu siapkan hanyalah foto diri dengan pose natural. Disarankan full body atau setengah badan. Pastikan juga pencahayaannya bagus dan jelas agar hasilnya realistis.

    Cara membuat foto liburan di luar negeri pakai Gemini AI

    1. Siapkan foto
    2. Pilih landmark yang ingin kamu jadikan latar belakang, misalnya Eiffel, Big Ben, Patung Liberty, Piramida Giza, atau Taj Mahal
    3. Buka Gemini AI Editor
    4. Masukkan prompt-nya dengan detail dan jelas
    5. Atur gaya dan suasana, seperti waktu (pagi, sore, malam), suasana (romantis, petualang, klasik), serta gaya foto (street photography, candid, traveling premium) agar hasil lebih sesuai dengan keinginan
    6. Proses, kemudian simpan!


    Berikut ini lima prompt super realistis dalam Bahasa Indonesia yang detikINET gunakan untuk mendapatkan hasil foto-foto di bawah ini:

    1. Patung Liberty, Amerika Serikat

    Prompt: Buat foto seluruh badan yang super realistis dari perempuan berhijab, berdiri di dek observasi dengan Patung Liberty di latar belakang pada hari yang cerah. Foto ini adalah bidikan sinematik beresolusi tinggi dan super realistis dengan fokus tajam dan pencahayaan alami.

    Hasil foto menggunakan prompt di atas.Hasil foto menggunakan prompt di atas. Foto: Gemini AI/Aisyah Kamaliah

    2. Menara Eiffel, Prancis

    Prompt: Buat foto seluruh badan yang super realistis dari perempuan berhijab, berdiri di jalan berbatu di Paris. Menara Eiffel berada di latar belakang. Pemandangan bermandikan cahaya lembut dan hangat dari *golden hour* sore hari. Diambil dari jarak menengah, dengan gaya fotografi perjalanan profesional.

    Hasil foto menggunakan prompt di atas.Hasil foto menggunakan prompt di atas. Foto: Gemini AI/Aisyah Kamaliah

    3. Menara Pisa, Italia

    Prompt: Buat foto seluruh badan *wide-angle* super realistis dari perempuan berhijab, berdiri di rerumputan hijau di depan Menara Pisa pada hari yang cerah. Pria tersebut melihat ke arah kamera dengan senyum ceria. Sinar matahari terang, menciptakan detail yang tajam. Street photography.

    Hasil foto menggunakan prompt di atas.Hasil foto menggunakan prompt di atas. Foto: Gemini AI/Aisyah Kamaliah

    4. Tembok Besar China, RRC

    Prompt: Sebuah foto seluruh badan *wide-angle* super realistis dari perempuan berhijab, berdiri di Tembok Besar China saat matahari terbit di pagi yang berkabut. Pria tersebut melihat ke kejauhan, merenungkan lanskap yang epik. Pegunungan diselimuti kabut, dengan sinar matahari menembus. Foto ini memiliki nuansa epik dan megah.

    Hasil foto menggunakan prompt di atas.Hasil foto menggunakan prompt di atas. Foto: Gemini AI/Aisyah Kamaliah

    5. Big Ben, Inggris

    Prompt: Buat foto seluruh badan super realistis dari perempuan berhijab, berdiri di jalanan London. Big Ben dan Gedung Parlemen berada di latar belakang. Hari sedikit mendung dengan pencahayaan yang lembut dan menyebar. Foto ini memiliki nuansa fotografi jalanan yang sedikit desaturasi dan realistis, menangkap suasana otentik London.

    Hasil foto menggunakan prompt di atas.Hasil foto menggunakan prompt di atas. Foto: Gemini AI/Aisyah Kamaliah

    (ask/ask)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • 10 Prompt ChatGPT untuk Edit Foto Portrait Jadi Sinematik


    Jakarta

    Ingin membuat foto portrait biasa menjadi sinematik? Tentu bisa memakai AI seperti ChatGPT dan lainnya, misalnya Gemini. Cukup kunjungi chatgpt.com, unggah foto Anda, dan gunakan salah satu prompt berikut, yang dikutip detikINET dari berbagai sumber. Setiap prompt ChatGPT ini menciptakan suasana dan gaya sinematik yang berbeda.

    Adegan Drama Romantis: Ubah foto ini menjadi adegan dari sebuah drama romantis. Subjek duduk di stasiun kereta bergaya vintage, memegang surat tulisan tangan. Pencahayaan lembut khas waktu senja dengan sedikit efek cahaya lensa, menciptakan suasana nostalgik dan penuh impian.

    Detektif Klasik Bergaya Noir: Ubah foto ini menjadi adegan dari film detektif klasik bergaya noir. Subjek berdiri di bawah lampu jalan di gang yang basah oleh hujan, mengenakan mantel panjang (trench coat). Gunakan kontras tinggi dalam hitam putih, dengan suasana muram dan asap rokok yang berputar di udara.


    Epos Perang Fantasi: Ubah foto ini menjadi adegan dari film perang fantasi. Subjek berdiri di medan pertempuran dengan pedang dan api di sekelilingnya, mengenakan baju zirah yang telah rusak karena pertempuran. Langit gelap, skala epik, dengan pencahayaan dramatis.

    Adegan Thriller Fiksi Ilmiah: Ubah foto ini menjadi cuplikan dari film thriller fiksi ilmiah. Subjek berdiri di tepi kota futuristik yang diterangi hologram neon dan mobil-mobil terbang. Pencahayaan dramatis dengan pantulan cahaya berpendar, bergaya cyberpunk.

    Film Petualangan Epik: Ubah foto ini menjadi adegan dari film petualangan epik. Subjek berdiri di tebing berbatu menghadap hutan lebat yang membentang luas, rambutnya tertiup angin, sementara badai tampak mendekat di kejauhan. Gunakan sudut lebar dengan pencahayaan sinematik yang intens.

    Drama Pasca Kiamat: Ubah foto ini menjadi adegan dari film bertema pasca-kiamat. Subjek berjalan di jalan raya berdebu yang sepi, dengan reruntuhan di latar belakang, mengenakan jaket usang dan membawa ransel. Gunakan tone pudar, cahaya matahari yang kering, dan bingkai sinematik lebar.

    Adegan Aksi Bela Diri: Ubah foto ini menjadi adegan dari film aksi bela diri. Subjek sedang menendang di tengah gerakan di dalam dojo tradisional, dengan partikel debu beterbangan di udara. Gunakan pencahayaan samping yang keras, efek blur gerakan, dan komposisi penuh energi.

    Adegan Romansa Historis: Ubah foto ini menjadi adegan romansa berlatar sejarah. Subjek berdiri di jalan berbatu di Eropa abad ke-19, mengenakan busana khas zaman itu. Gunakan pencahayaan alami yang lembut dengan nuansa hangat, efek cahaya lensa yang halus, serta atmosfer yang nostalgik dan penuh emosi.

    Ketegangan Film Spy: Ubah foto ini menjadi adegan dari film thriller mata-mata. Subjek menunggu di peron metro yang gelap, mengenakan mantel hitam dan menatap sekeliling dengan curiga. Gunakan pencahayaan biru redup, latar penuh bayangan, close-up yang intens, serta nuansa ketegangan khas era Perang Dingin.

    Adegan Horor Supranatural: Ubah foto ini menjadi adegan dari film horor supranatural. Subjek berdiri di lorong remang-remang, menatap tajam ke sudut gelap di belakangnya. Gunakan nuansa biru dingin, kabut tipis, pencahayaan menyeramkan, dan bayangan halus yang perlahan merayap masuk.

    (fyk/fyk)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • 15 Prompt Gemini untuk Edit Foto Travel Biar Lebih Aesthetic


    Jakarta

    Ingin foto saat travel lebih menarik dan estetik? Sekarang bisa menggunakan AI seperti Gemini atau ChatGPT. Dihimpun detikINET, berikut promt Gemini untuk edit foto travel biar lebih estetik:

    Kategori Gaya Visual & Warna

    Warm & Dreamy: “Berikan foto ini sentuhan ‘warm and dreamy aesthetic’. Tingkatkan saturasi warna orange dan kuning, berikan sedikit efek blur lembut pada latar belakang, dan tambahkan flare lensa matahari yang halus di sudut.”

    Moody & Cinematic: “Edit foto ini menjadi ‘moody cinematic’. Redupkan pencahayaan secara keseluruhan, tingkatkan kontras untuk bayangan yang dalam, dan berikan color grading dengan nuansa biru gelap atau teal/orange.”


    Vintage Film Look: “Buat foto ini terlihat seperti diambil dengan kamera film vintage tahun 70-an. Tambahkan grain film halus, sedikit vignetting, warna yang sedikit pudar (desaturated), dan nuansa kekuningan.”

    Minimalist & Clean: “Sederhanakan foto ini menjadi ‘minimalist and clean aesthetic’. Fokuskan pada komposisi yang bersih, hilangkan elemen yang mengganggu, cerahkan warna putih, dan pertahankan palet warna yang terbatas (misal: biru laut dan putih).”

    Pastel & Soft: “Transformasikan foto ini dengan ‘pastel aesthetic’. Ubah semua warna menjadi lebih lembut dan terang, kurangi kontras, dan berikan efek glow yang halus untuk tampilan yang lebih manis.”

    Kategori Efek Artistik & Komposisi

    Golden Hour Magic: “Fokuskan pada ‘golden hour magic’. Intensifkan cahaya matahari terbenam yang keemasan, buat bayangan lebih panjang, dan berikan efek bokeh yang creamy pada latar belakang.”

    Symmetry & Reflection: “Tonjolkan ‘symmetry and reflection aesthetic’. Jika ada air atau permukaan reflektif, buat pantulannya lebih jelas dan sempurna. Jika tidak, coba komposisi simetris yang kuat.”

    Framing Alami: “Perkuat ‘natural framing aesthetic’. Gunakan elemen di sekitar (dahan pohon, jendela, lengkungan) untuk membingkai objek utama atau diri saya di dalam foto.”

    Leading Lines: “Gunakan ‘leading lines aesthetic’ untuk menarik mata. Sorot garis-garis di jalan, jembatan, atau bangunan yang menuntun pandangan ke subjek utama.”

    Dramatic Skies: “Tekankan ‘dramatic skies aesthetic’. Jika ada awan, buat lebih bertekstur dan menonjol. Jika langit kosong, tambahkan sedikit tekstur awan atau gradasi warna yang dramatis (misal: saat badai atau senja).”

    Kategori Suasana & Storytelling

    Wanderlust & Adventure: “Ciptakan ‘wanderlust and adventure aesthetic’. Berikan kesan kebebasan, mungkin dengan angle yang luas, penekanan pada lanskap yang megah, dan warna yang sedikit lebih rugged atau natural.”

    Cozy & Hygge: “Buat foto ini terasa ‘cozy and hygge’. Hangatkan tone warna, tambahkan elemen seperti secangkir kopi, selimut, atau suasana di dalam kafe yang nyaman. Gunakan pencahayaan lembut.”

    Mysterious & Ethereal: “Berikan ‘mysterious and ethereal aesthetic’. Tambahkan sedikit kabut atau asap tipis, gunakan pencahayaan remang-remang, dan mainkan dengan depth of field untuk fokus yang lebih selektif.”

    Urban Explorer Vibe: “Edit foto ini dengan ‘urban explorer vibe’. Tekankan tekstur kasar bangunan, grafiti, atau sudut kota yang tersembunyi. Gunakan warna-warna industrial dan kontras yang tajam.”

    Pop of Color: “Pertahankan latar belakang yang sedikit lebih kalem, tetapi buat ‘pop of color’ pada satu objek utama (misalnya, pakaian saya, sebuah payung, atau bunga merah). Pastikan warna itu benar-benar menonjol.”

    (fyk/fay)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • Suku Anak Dalam Jambi, Asal-usul, Kehidupan, dan Tradisi



    Jakarta

    Suku Anak Dalam (SAD) merupakan salah satu kelompok etnis yang mendiami wilayah Indonesia. Mereka tinggal di Jambi dan memiliki tradisi tertentu.

    Melansir situs detikSumbagsel, Suku Anak Dalam hidup secara berkelompok di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) yang tersebar di sekitar wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.

    Mengutip informasi dari situs Komunitas Konservasi Indonesia Waris, Suku Anak Dalam disebut juga Suku Rimba atau Suku Kubu. Nama Rimba mengacu pada tempat tinggal mereka di hutan, sedangkan Kubu dalam bahasa Melayu bisa diartikan sebagai orang-orang kotor, primitif, dan terbelakang.


    Selain Suku Rimba dan Suku Kubu, Suku Anak Dalam juga ditujukan kepada beberapa suku lain yang mendiami area hutan Jambi seperti Suku Batin Sembilan dan Talang Mamak.

    Perbedaannya tampak dari pola hidup antara keduanya, Orang Rimba Hidup Secara Nomaden sedangkan Suku Batin Sembilan dan Talang Mamak hidup menetap dengan becocok tanam untuk memenuhi kebutuhan mereka.

    Asal-usul Suku Anak Dalam

    Melansir penelitian dari jurnal “Sejarah Sosial dan Kehidupan Ekonomi Suku Anak Dalam Muslim Kecamatan Air Hitam Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas” bahwa asal-usul nama Suku Anak Dalam ini ditetapkan oleh Departemen Sosial pada 1970. Nama itu digunakan untuk membedakan masyarakat yang mendiami hutan dengan masyarakat umum yang disebut orang terang.

    Secara secara fisik, Suku Anak Dalam diyakini sebagai keturunan Etnis Weddoid. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kesamaan ciri fisik antara Suku Anak Dalam dan Etnis Weddoid seperti, badan yang kecil, kepala berbentuk sedang, rambut keriting, kulit sawo matang, mata menjorok ke dalam, dan kaki kulit yang tebal.

    Adapun, secara kebudayaan, suku ini dikaitkan dengan Suku Minangkabau karena sistem Matrilenial yang mereka gunakan dan logat bahasa Suku Anak Dalam yang mirip dengan bahasa Melayu-Minang.

    Selain itu, banyak versi yang menulis mengenai asal-usul Suku Anak Dalam. Aliansi Masyarakat Nusantara menyebut bahwa nenek moyang suku ini adalah Maalau Sesaat yang melarikan diri dari keluarganya ke kawasan Air Hitam yang saat itu dikenal dengan Puyang Segayo.

    Sumber lain mencatat bahwa Suku Anak Dalam berasal dari keturunan orang Pagaruyung, Sumatera Barat. Kelompok ini diutus oleh Raja Pagaruyung saat itu untuk menjalankan sebuah tugas kerajaan. Namun, karena gagal dalam menjalankan tugas, mereka malu untuk kembali ke kerajaan dan memilih melarikan diri ke area hutan.

    Kehidupan Sehari-hari Suku Anak Dalam

    Suku Anak Dalam sudah menetap di kawasan hutan sejak lama, sehingga pola kehidupan mereka jauh dari pengaruh peradaban modern. Kondisi ini membentuk pola hidup khas yang menjadi bagian kearifan lokal dan diatur melalui hukum adat yang mereka percayai.

    Suku Anak Dalam menjalani kehidupan secara tradisional dengan bergantung kepada alam, suku ini terkenal menggunakan pola kehidupan nomaden.

    Suku ini akan berpindah tempat tinggal karena beberapa kondisi seperti, ada anggota keluarga yang meninggal, adanya pergantian musim yang memaksa mereka mencari tempat lain untuk berlindung dan menyesuaikan diri, juga karena kehabisan sumber makanan dari alam.

    Dalam kehidupan sehari-hari pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan dibagi berdasarkan peran alami dan kebutuhan komunitas. Kaum laki-laki biasanya bertugas untuk berburu dan mencari sumber makanan.

    Mereka berburu berbagai jenis hewan seperti babi hutan, rusa, kancil, ikan, hingga monyet. Sedangkan kaum perempuan biasanya berperan dalam memasak, mengasuh anak, dan mengumpulkan bahan makanan dari alam seperti buah-buahan, sayur-sayuran, atau umbi-umbian.

    Dalam proses adat dan sosial, Suku Anak Dalam menerapkan seloko adat, yaitu sistem nilai dan tatanan sosial yang tumbuh serta dipatuhi oleh masyarakatnya.

    Terdapat beberapa istilah penting yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari Suku Anak Dalam, sebagai berikut:

    1. Bertubuh Onggok atau Bermukim

    Istilah ini menggambarkan Suku Anak Dalam yang mulai menetap di satu tempat dan tidak lagi hidup secara nomaden. Mereka mulai membangun tempat tinggal sederhana di sekitar hutan atau di kawasan yang disediakan pemerintah. Meski masih memegang tradisi lama, kelompok ini sudah mulai berinteraksi dengan masyarakat.

    2. Berpisang Cangko atau Bercocok Tanam

    Berpisang Cangko merujuk kepada kegiatan bercocok tanam yang dilakukan Suku Anak Dalam. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mulai beradaptasi dengan pola hidup agraris dan tidak hanya bergantung pada hasil berburu.

    3. Beratap Tikai atau Beratap Daun Kayu

    Beratap Tikai merujuk pada rumah atau tempat tinggal Suku Anak Dalam. Rumah-rumah yang mereka tinggali bersifat sederhana, hanya memanfaatkan bahan dari alam seperti daun dan kayu yang digunakan untuk pondasi dan atap rumah.

    4. Berdinding Baner

    Rumah yang ditinggali Suku Anak Dalam biasanya terbuat dari dinding kulit kayu hutan yang biasa disebut dengan istilah Baner.

    5. Melemak Buah Betatal

    Melemak Buah Betatal berarti mengolah buah betatal sebagai sumber makanan. Buah Betatal merupakan jenis buah hutan yang dijadikan sebagai bahan makan yang mengandung minyak dan lemak nabati.

    6. Minum Air dari Bonggol Kayu

    Untuk mendapatkan sumber mata air, Suku Anak Dalam biasanya meminum air yang keluar dari pohon. Selain untuk menghilangkan dahaga, minum air dari bonggol kayu ini dipercaya memiliki khasiat sebagai obat.

    Tradisi dan Kebudayaan Suku Anak Dalam

    Melansir situs detikSumbagsel, berikut beberapa tradisi dan kebudayaan yang berlaku di masyarakat Suku Anak Dalam:

    1. Budaya Melangun

    Budaya Melangun adalah tradisi masyarakat Suku Anak Dalam yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan dalam masa berkabung. Dalam tradisi ini, mereka meninggalkan tempat tinggal dan pindah ke wilayah lain untuk menenangkan diri selama masa duka.

    Dahulu, Melangun bisa berlangsung selama 10 hingga 12 tahun, namun kini masyarakat Suku Anak Dalam hanya melakukan Budaya Melangun selama 4 bulan hingga 1 tahun.

    2. Seloko dan Mantera

    Seloko dan Mantera merupakan aturan adat dan pedoman hidup untuk mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Seloko menjadi prinsip dan moral kehidupan yang mereka percaya.

    Contohnya seperti ungkapan, “Di mano bumi dipijak di situ langit dijunjung” yang memiliki arti di mana kita berada, selalu ada adat yang kita junjung tinggi, kita dituntut untuk menyesuaikan diri.

    3. Besale

    Besale merupakan upacara adat yang dilakukan dengan duduk bersama-sama meminta permohonan kepada tuhan untuk diberi kedamaian dan kesehatan, serta dilindungi dari bahaya.

    Selain itu, Besale juga dilakukan sebagai upcara pengobatan atau tolak bala. Upacara ini dilakukan pada malam hari, dilengkapi dengan sesajen yang terdiri dari kemenyan, bunga, dan sajen perkawinan.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Rekomendasi 10 Destinasi yang Punya Trek Lari dan Walking Instagramable



    Jakarta

    Olahraga lari sedang ramai diminati, bahkan traveler bela-belain ke luar kota demi mengikuti ragam event lari yang menawarkan keindahan destinasi tertentu. Nah, banyak lho destinasi wisata Indonesia yang punya rute lari atau dinikmati sembari jalan yang bisa kamu kunjungi tanpa harus menunggu event lari.

    detikTravel telah merangkum, Jumat (14/11/2025) tempat-tempat yang menawarkan rute lari dan walking yang bisa kamu jajal sembari liburan.

    1. Yogyakarta

    Selain menikmati budaya dan kulinernya, traveler bisa nih tetap berolahraga dengan lari atau jalan kaki di beberapa destinasi wisata di Yogyakarta. Seperti di Alun-Alun Kidul – Malioboro – Titik Nol, Pantai Parangtritis, jalan kaki keliling kawasan candi-candi, dan lainnya.


    Perhatikan juga, jangan sampai aktivitas olahraga kamu mengganggu ketenangan wisatawan lain ya. Tetap patuhi aturan destinasi wisata.

    2. Lombok

    Menikmati Lombok sembari berlari atau berjalan di sepanjang pantainya saat pagi atau sore, sepertinya seru. Traveler bisa ke Pantai Senggigi atau Kuta Lombok – Mandalika Track Area. pastikan memakai pakaian dan alas kaki yang nyaman ya.

    3. Bandung

    Weekend ke Bandung, coba juga nih nikmat kotanya sembari jalan kaki ataupun lari di Gasibu – Gedung Sate Loop. Kamu juga bisa menjajali rute Dago – Taman Hutan Raya (Tahura) untuk trail run.

    4. Bali

    Traveler bisa nih menjajali rute sembari lari atau jalan kaki di beberapa spot di Bali, seperti Sanur Beach Walk, Campuhan Ridge Walk – Ubud, Nusa Dua ITDC Loop dan lainnya. Berkunjung ke pantai-pantai Bali dan berjalan kaki di sepanjagn rute pantai bisa juga jadi pilihan kamu menikmati pagi atau sore saat liburan.

    5. Sawahlunto

    Sawahlunto, Sumatera Barat punya pesona yang tidak dimiliki daerah lain, yaitu bekas tambang kunonya. Traveler bisa nih menyusuri Kota Tua Sawahlunto, Batu Runciang, dan keliling daerah sekitarnya.

    6. Jakarta

    Salah satu spot favorit di Jakarta yang selalu ramai adalah kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Selain GBK, traveler juga bisa berolahraga di Kota Tua, PIK 2, Pantai Ancol, menyusuri taman-taman Jakarta (Lapangan Banteng, Taman Menteng, Tebet Eco Park, dan lainnya).

    7. Solo

    Liburan ke Solo, sempatkan juga lari atau jalan saat CFD di Slamet Riyadi. Traveler juga bisa nih olahraga di Stadion Manahan Loop, Taman Balekambang Track, Bendungan Tirtonadi – Jembatan Jurug (Bengawan Solo Riverside), dan Keraton – Alun-Alun Kidul – Ngarsopuro Heritage Run.

    8. Labuan Bajo

    Labuan Bajo juga cocok nih untuk traveler yang hobi berolahraga lari. Terdapat beberapa rute menarik, di antaranya Waterfront – Marina – Puncak Waringin, Bukit Sylvia Loop, Bandara Komodo – Kampung Ujung – Pantai dan Bukit Amelia Sea View. Rata-rata semua rute cocok untuk menikmati sunset lho.

    9. Surabaya

    Banyak rute populer untuk lari atau berjalan kaki di Surabaya nih, yang menawarkan suasana yang berbeda-beda. Ada Taman Bungkul – Raya Darmo, Jalan Tunjungan – Alun-Alun Surabaya – Siola, Jembatan Suramadu, Pantai Kenjeran – Suroboyo Bridgem, hingga Hutan Kota Pakal – Taman Harmoni – Benowo.

    Traveler tinggal pilih saja, apakah ingin menikmati keindahan pantai atau pedestarian kota.

    10. Bogor

    Nikmati paginya Bogor dengan berjalan kaki atau berlari di rute-rute seperti Kebun Raya Bogor, Sempur – Taman Kencana – SSA, IPB Dramaga Loop, area The Jungle, dan Lapangan Sempur Track. Bila traveler staycation di villa dan hotel berbintang, nikmati juga fasilitas sekitar kawasan hotel untuk berlari dan berjalan.

    (sym/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Kesegaran Tersembunyi di Kaki Gunung Salak



    Sukabumi

    Traveler yang mencari kesegaran buat liburan di akhir pekan bisa bertualang ke kaki gunung Salak. Di sana ada satu curug atau air terjun yang masih tersembunyi.

    Kabut pagi masih menggantung di lereng Gunung Salak ketika suara gemericik air mulai terdengar dari balik kebun teh. Di ujung jalur setapak yang menurun tajam itu, air terjun jatuh dari tebing berlumut, memecah keheningan pedesaan Kabandungan.

    Warga sekitar menyebutnya Curug 3 Helipad, sebagian lain mengenalnya sebagai Curug Sentral III. Air terjun ini terdiri dari dua aliran besar yang mengucur sejajar dari tebing batu.


    Aliran air itu membentuk tirai putih di tengah dinding hijau lumut. Di bawahnya, kolam dangkal berwarna kehijauan memantulkan cahaya lembut dari langit. Wisatawan terlihat bermain air, sebagian lagi berfoto dengan latar curug yang megah.

    Di tepi sungai kecil yang menjadi aliran keluar, deretan sandal dan sepatu ditinggalkan begitu saja di atas batu berjejer rapi seperti barisan kecil yang menunggu pemiliknya kembali.

    Curug 3 Helipad SukabumiCurug 3 Helipad Sukabumi Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

    Terletak di kawasan kebun teh Jayanegara, Desa sekaligus Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, curug ini menjadi tempat beristirahat bagi mereka yang ingin mengasingkan diri dari hiruk-pikuk kota.

    Dari atas kebun teh, hamparan hijau membentang sejauh mata memandang. Di kejauhan, perkampungan Kabandungan dan Kalapanunggal terlihat kecil di antara lipatan bukit.

    “Curug ini airnya langsung dari Gunung Salak. Banyak pengunjung datang untuk bermain air dan berfoto, apalagi pemandangan kebun tehnya jadi spot favorit,” ujar Andri (35), pengelola Curug Sentral III, Minggu (2/11).

    Andri duduk di bale-bale bambu di sisi jalan tanah yang menurun ke arah curug. Dari tempatnya berjaga, ia bisa melihat arus air yang mengalir deras di musim penghujan. Ia tahu persis kapan wisatawan harus diingatkan untuk menjauh.

    “Kami selalu awasi langsung, apalagi kalau debit air meningkat,” katanya.

    Fasilitas di kawasan ini sederhana. Beberapa warung kopi berdiri di tepi kebun, menyediakan mi instan, gorengan, dan teh hangat. Di dekatnya ada musala kecil dan MCK seadanya.

    Pengelola membatasi jam kunjungan wisatawan hingga pukul 17.00 WIB saja setiap harinya. Tiket masuknya murah, hanya Rp10.000 per orang, ditambah Rp3.000 untuk parkir motor.

    Sebagian wisatawan lain datang dari luar Sukabumi. Ada rombongan keluarga dari Bogor, sepasang mahasiswa dari Bandung, hingga pejalan tunggal dari Jakarta yang ingin berkemah di sekitar kebun teh.

    “Ada juga pengunjung yang datang jauh-jauh dari Papua,” kata Andri dengan bangga.

    Pada akhir pekan, suasana berubah lebih ramai. Tenda-tenda kecil kadang berdiri di pinggiran kebun teh, sementara petugas rescue dari Cicurug berjaga di lokasi.

    “Hari ini yang bertugas ada tiga orang, situasi aman dan terkendali,” kata seorang anggota tim penyelamat yang berjaga di bawah tebing.

    Salah satu pengunjung, Nadia (17), warga Cibadak, datang bersama empat temannya setelah menempuh perjalanan satu jam menggunakan sepeda motor. Wajahnya tampak cerah meski kaki basah oleh air dingin curug.

    “Senang banget bisa main air dan foto-foto bareng teman-teman di sini, pemandangannya keren,” ujarnya sambil tertawa.

    Bagi warga sekitar, curug ini bukan sekadar tempat wisata. Airnya menjadi sumber penghidupan. Warga memanfaatkan aliran sungai di bawahnya untuk mengairi kebun dan menyalakan turbin kecil pembangkit listrik rumahan.

    “Dari dulu air curug ini yang kasih hidup kampung,” tutur Eman (52), warga Jayanegara yang rumahnya di sekitar curug.

    Asal Usul Nama Curug Helipad

    Nama ‘Helipad’ sendiri muncul dari bentuk kawasan di atas curug yang lapang di tengah kebun teh. Permukaannya datar dan terbuka, menyerupai landasan helikopter.

    Warga setempat menyebutnya begitu sejak dulu, meski tak pernah benar-benar ada helikopter mendarat di sana. Lama-kelamaan, nama itu melekat, diwariskan dari mulut ke mulut wisatawan.

    Kabut tipis turun perlahan, menyapu pucuk-pucuk teh yang berbaris di lereng. Suara air terjun berpadu dengan canda pengunjung yang tak jemu memotret keindahan alam di hadapan mereka.

    Di sela gemuruh air, terdengar samar suara serangga dari balik rimbun dedaunan tanda alam yang masih hidup dan terjaga di kaki Gunung Salak.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • ‘Kesederhanaan’ Segelas Kopi Es Tak Kie, Warisan Glodok 1927



    Jakarta

    Kopi Es Tak Kie sudah ada sejak 1927 dan eksis hingga kini. Berada di tengah pasar, kedai kopi ini menjadi penjaga budaya Tionghoa di tengah Jakarta.

    Di tengah kesibukan pecinan Glodok, Jakarta Barat, terselip satu kedai kopi legendaris yang membawa detikers kembali ke masa lalu. Namanya Kopi Es Tak Kie, kedai yang sudah berdiri pada 1927. Traveler masih bisa menikmati kopi itu hingga kini.


    Kedai legendaris itu berada di Gang Gloria, kawasan kuliner legendaris di Pecinan Glodok, Pancoran, Jakarta Barat. Kalau dihitung, keddai kopi itu sudah berumur 98 tahun.

    Kini, kedai itu dikelola oleh Ak Wang, generasi ketiga penerus usaha keluarga. Aroma es kopi langsung tercium berpadu dengan sajian lain.

    “Pertama kali berdiri tahun 1927, waktu itu yang dijual hanya teh manis dan teh pahit. Baru kemudian menyesuaikan permintaan orang-orang zaman dulu yang ingin kopi,” ujar Ak Wang saat ditemui detikTravel, Selasa (21/10/2025).

    Ada dua menu favorit yang paling banyak dipesan, yakni kopi hitam es dan kopi susu es, masing-masing dibanderol Rp 25 ribu per gelas. Total ada 14 menu yang tersedia di sini, mulai dari aneka bakmi dan sup, empat varian kopi, empat jenis teh, hingga telur ayam kampung.

    Kopi Es Tak Kie, Glodok, Jakarta BaratSuasan Kopi Es Tak Kie, Glodok, Jakarta Barat (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Kedai kopi itu sederhana. Ruangannya cukup luas, dengan pembeli yang bergantian keluar masuk.

    Kopi Tak Kie, Kopi Kesederhanaan dan Pergaulan

    Semua kopi diracik secara manual, tanpa bantuan mesin modern. Pemilihan metode pembuatan es kopi yang masih sangat konvensional ini mungkin tak lepas dari makna nama kedai yang selalu tampil rapi dan bersih ini.

    “Nama Tak Kie sendiri berarti kesederhanaan dan pergaulan. Itu filosofi dari kakek saya,” ujar Ak Wang.

    Kedai ini tak pernah sepi pengunjung mulai dari warga lokal, wisatawan, hingga anak muda yang datang untuk merasakan atmosfer klasik Glodok. Suasana kedainya pun masih otentik, meja kayu tua, gelas jadul, dan dinding berubin putih khas kedai tempo dulu.

    “Semua orang bisa masuk ke sini, dari berbagai kalangan. Saya bersyukur pada kakek saya yang sudah mendirikan kedai ini. Berkat beliau, Tak Kie bisa terus diminati sampai sekarang,” kata Ak Wang.

    Menurut Manda, salah satu pengunjung, suasana Kopi Tak Kie benar-benar mengingatkannya pada memori di kampung halaman bersama nenek. Apalagi es kopi Tak Kie dengan cita rasa berimbang antara manis dan pahit benar-benar mengingatkannya pada adukan kopi khas rumah tangga.

    “Rasa makan dan kopi di sini tuh kaya otentik banget seperti lagi makan di rumah nenek di kampung Kopi Es Tak Kie ini direkomendasikan buat teman-teman yang ingin merasakan rasa kopi yang khas ada manis dan pahitnya,” kata Manda.

    Bagi detikers yang ingin mencicipi secangkir es kopi segar adukan khas Kopi Es Tak Kie, bisa datang setiap hari pukul 06.30-13.30 WIB. Menu di sini tersedia dengan kisaran harga Rp 22-25 ribu untuk makanan dan minuman. Tak hanya hidangan berkualitas, di sini detikers juga bisa sekilas merasakan suasana Chinatown tempo dulu.

    (row/row)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Halloween di Trans Studio Cibubur, Ada Rumah Hantu!



    Depok

    Trans Studio Cibubur sebagai destinasi hiburan keluarga di area Jabodetabek kembali menghadirkan pengalaman seru dan menegangkan dalam rangka menyambut Halloween 2025. Tahun ini, Trans Studio Cibubur menghadirkan rumah hantu ‘Klinik Kamboja Tumbal Darah’ dan juga pertunjukan spesial Halloween ‘Dance of the Death’.

    Wahana horor bertajuk ‘Klinik Kamboja Tumbal Darah’, hadir berkat kolaborasi bersama dengan Magma Entertainment, Wahana Kreator dan Sinemaku Pictures. Konsep rumah hantu ini terinspirasi langsung dari film Tumbal Darah, yang bercerita tentang sepasang suami istri – sang istri tengah mengandung – yang terjebak di sebuah klinik bersalin misterius bernama ‘Klinik Bersalin Kamboja.


    Klinik tersebut ternyata menjadi tempat praktik pesugihan gelap dengan tumbal bayi yang baru lahir, dipersembahkan kepada sosok gaib kembar yang mengerikan. Wahana Klinik Kamboja Tumbal Darah akan membawa pengunjung menelusuri lorong-lorong menyeramkan di dalam Klinik Bersalin Kamboja, tempat segala kejanggalan dan rahasia kelam disembunyikan.

    Dengan perpaduan teror audio-visual, properti artistik, tata cahaya dramatis, dan penampilan live actor, pengunjung akan merasakan pengalaman horor yang terasa begitu nyata seolah benar-benar masuk ke dalam dunia film Tumbal Darah. Wahana ini sudah bisa dinikmati bagi seluruh pengunjung yang membeli tiket Trans Studio Cibubur.

    Namun bagi yang ingin menikmati keseruan dari Klinik Kamboja saja, ini dapat yang membeli tiket khusus wahana saja tanpa bermain, dengan harga Rp 30.000 weekdays dan Rp 35.000 weekend. Wahana Klinik Tumbal Darah dapat dinikmati hingga 6 November 2025.

    Selain rumah hantu, Trans Studio Cibubur juga akan menghadirkan show spesial Halloween ‘ Dance of the Death’ mulai dari tanggal 25 – 30 Oktober2025.

    Pertunjukan ini terinspirasi dari Dia de Los Muertos, tarian kematian di Mexico. Pertujunkan akan dimulai di area Tilting Village kemudian para penari akan berparade menuju panggung amphitheater dan menghadirkan pertunjukan spesial Halloween dengan aneka tarian seperti Marionette Dance dan Fire Dance.

    Dalam rangka perayaan Halloween, Trans Studio Cibubur juga memberikan promo tiket spesial Halloween bagi seluruh pengunjung yang ingin menikmati keseruan wahana ini sekaligus seluruh atraksi di dalam theme park.

    Nikmati promo promo spesial Halloween Deals seharga Rp 149.000 untuk weekdays dan Rp 195.000 untuk weekend khusus untuk pembelian minimal 2 tiket masuk. Tiket dapat dibeli langsung di loket atau secara online melalui situs resmi www.transentertainment.com.

    Ayo temukan rahasia kelam dari Klinik Bersalin Kamboja dan nikmati keseruan show spesial Halloween hanya di Trans Studio Cibubur!

    (ddn/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker