Jakarta –
Sarapan buah tak hanya bagus untuk mengasup serat bagi tubuh, tapi juga mencegah depresi pada masa tua. Begini penjelasan peneliti.
Sebuah studi yang diterbitkan Juni 2024 di The Journal of Nutrition, Health and Aging menemukan orang-orang di usia paruh baya yang lebih banyak makan buah memiliki tingkat depresi lebih rendah di usia lebih tua.
Studi mengungkap mereka yang mengonsumsi buah paling banyak (setidaknya tiga porsi per hari) mengurangi kemungkinan depresi terkait usia setidaknya 21 persen.
Studi longitudinal ini menggunakan data sejak 1993-1998. Sebanyak hampir 14 ribu partisipan diminta menjawab pertanyaan rinci seputar konsumsi buah dan sayur di usia rata-rata 52,4 tahun.
Selanjutnya, di 2014-2016 atau lebih dari dua dekade kemudian, dilakukan wawancara lanjutan. Partisipan rata-rata berusia 72,5 tahun. Evaluasi hasil menggunakan Skala Depresi Geriatri yakni alat skrining klinis yang digunakan di banyak negara untuk mengidentifikasi depresi pada lansia.
Rutin sarapan buah bisa mencegah depresi saat lanjut usia. Foto: Getty Images/iStockphoto/AntonioGuillem |
Hasilnya, semakin banyak subjek makan buah-buahan di kuesioner pada 1990-an, semakin rendah mereka mengalami depresi 20 tahun berikutnya.
Temuan buah untuk depresi ini memberikan dampak berarti dalam pencegahan kondisi kesehatan mental yang umum terjadi pada lansia.
“Penelitian di seluruh dunia memperkirakan bahwa prevalensi gejala depresi di usia lanjut berkisar antara 17,1 persen hingga 34,4 persen, dan di antara mereka yang memiliki gejala depresi ringan atau subklinis, 8-10 persen dapat beralih ke depresi berat setiap tahunnya,” penulis studi senior Woon Puay Koh, seperti dilaporkan Health.
Depresi pada lansia, lanjut dia, berkaitan dengan penurunan kualitas hidup dan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas.
Buah untuk depresi dalam riset lebih spesifik ada 14 pilihan yang biasa dikonsumsi di Singapura. Buah-buahan ini di antaranya jeruk, jeruk keprok, pepaya, pisang dan semangka.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Studi: Makan Lebih Banyak Buah Bisa Bantu Cegah Depresi“
(adr/odi)
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Apa Benar Minum Kopi Decaf Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak? Jakarta – Salah satu efek minum kopi yaitu membuat seseorang sulit tidur. Namun, jenis kopi ini disebut-sebut tetap bisa menciptakan tidur berkualitas. Apa benar? Bagi sebagian orang, kopi adalah minuman kafein yang mereka cari karena bisa membuat kondisi tetap terjaga, lebih bersemangat, dan bisa membuat seseorang lebih fokus menjalani suatu aktivitas. Di sisi lain, kopi juga menawarkan efek yang kurang baik. Salah satunya yaitu merusak kualitas tidur. Terutama ketika diminum sore menjelang malam hari, beberapa jam sebelum waktu tidur.
‘The Sleep Doctor’ Michael Breus, PhD mengungkap beberapa perubahan pada rutinitas minum kopi harian bisa membuat seseorang lebih segar di pagi hari. Menurutnya, ada racikan kopi paling tepat yang bisa meminimalkan dampak kafein terhadap tidur. Jenis kopi yang direkomendasikan adalah kopi decaf yang lebih rendah kafein. Setelah melalui sejumlah proses, kadar kopi tersebut berkurang, meskipun memang tidak sepenuhnya. Kebanyakan kopi decaf masih mengandung kafein sekitar 1-3% dari jumlah kafein yang ditemukan pada kopi biasa. Menurut Dr. Breus, minum kopi decaf bisa mengurangi kandungan kafein di tubuh seseorang. Lantas, bagaimana cara dan manfaat kopi decaf bekerja untuk membuat kualitas tidur lebih baik? Melansir wellandgood.com (12/06/2024), berikut penjelasannya. 1. Manfaat minum kopi decaf untuk tidur lebih baik
Kafein memengaruhi tubuh dalam banyak cara. Salah satu interaksi paling signifikan antara kafein dan adenosin, yaitu neurotransmitter utama yang membantu mengatur tidur. Pada dasarnya, kafein menghambat adenosin, memberi tubuh efek stimulasi dan perasaan terjaga. Akhirnya mengganggu siklus tidur dalam jangka waktu panjang. Untuk tidur optimal, Dr. Breus mengungkap perlu melakukan pengurangan kafein. Ini adalah proses mengurangi kafein secara bertahap dari waktu ke waktu hingga tidak ada kafein yang dikonsumsi. Tujuan ini untuk membantu meningkatkan kualitas tidur atau mengurangi ketergantungan kafein. Namun apakah perlu menghindari kafein sejak awal? Menurut penelitian yang disebut Well and Good, pantangan kafein dapat membantu meningkatkan durasi dan kualitas tidur. Penelitian sama juga menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kopi decaf mungkin mengalami kesulitan yang lebih sedikit untuk tidur. Menghentikan konsumsi kafein secara tiba-tiba bukanlah hal mudah. Oleh karena itu, Dr. Breus merekomendasikan untuk beralih ke kopi decaf sedikit demi sedikit untuk membantu meningkatkan kualitas tidur jangka panjang. 2. Berapa banyak kopi decaf yang bisa diminum?
Jika menyangkut kualitas tidur, disarankan untuk mengganti setengah cangkir kopi berkafein tinggi dengan setengah cangkir kopi decaf. Proses pengurangan kafein ini harus dilakukan selama tiga hingga lima hari, tergantung seberapa banyak kafein yang biasa diminum harian. Jika punya kebiasaan minum kafein dalam jumlah banyak, maka proses pengurangannya juga semakin lama dan harus dilakukan perlahan untuk menghindari gejala penarikan kafein. Jika saat ini kamu minum dua cangkir kopi sehari, hari pertama mungkin satu cangkir kopi biasa dan satu cangkir yang kombinasinya antara 1/2 berkafein dan 1/2 kopi tanpa kafein. Pada hari-hari selanjutnya, konsumsi kopi biasanya dikurangi sampai akhirnya bisa menikmati kopi decaf sepenuhnya. Minuman kafein lain yang bisa bantu tidur dapat dilihat pada halaman selanjutnya!3. Minuman kafein lain yang bantu tidurMeskipun kopi decaf adalah salah satu cara terbaik untuk memulai perjalanan mengurangi kafein, tetapi ada minuman kafein lain yang juga ramah untuk meningkatkan kualitas tidur. Dr. Breus merekomendasikan matcha sebagai alternatif baik untuk menggantikan kopi biasa. Pasalnya, matcha memiliki lebih sedikit kafein dan L-theanine. L-theanine ini dapat meningkatkan serotonin dan dopamin seseorang. Kandungan itu juga bisa meningkatkan kadar zat kimia otak yang akhirnya menenangkan dan meningkatkan relaksasi. Sehingga, bisa membantu seseorang tertidur. (aqr/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Terungkap! 6 Tips Diet Orang Korea agar Tetap Langsing dan Bugar Jakarta – Melihat orang Korea Selatan, banyak yang memiliki tubuh langsing dan berumur panjang. Ternyata ini 6 tips yang bisa dilakukan dan mudah ditiru. Belakangan drama dan musik Korea begitu digemari di berbagai negara hingga membuat hal lain dari budaya negara ginseng ini jadi disorot. Salah satunya pola makan orang Korea. Ada sisi positif dari pola makan tersebut karena laporan World Health Organization mengungkap umur harapan hidup orang Korea meningkat 7.59 tahun. Dari yang tadinya 76.2 tahun pada tahun 2000 menjadi 83.8 tahun pada tahun 2021, seperti diungkap Times of India (6/8/2024).
Urusan makanan, orang Korea ternyata punya filosofi. Pakar kesehatan mengungkap intinya ada pada konsumsi makanan utuh, minim proses, dan banyak sayuran. Orang Korea banyak makan makanan mentah, matang, dan makanan fermentasi. Semua kombinasi ini meningkatkan kondisi kesehatan mereka secara umum. Beberapa makanan Korea juga terkenal menyehatkan dan bisa cegah kenaikan berat badan. Berikut di antaranya: 1. KimchiKimchi merupakan sayuran fermentasi yang umumnya dibuat dari lobak dan sawi. Proses fermentasi menjadikan sayuran berbumbu bubuk cabai ini kaya probiotik, vitamin A, vitamin C, dan antioksidan. Konsumsinya bagus untuk menyehatkan pencernaan dan meningkatkan imunitas tubuh. 2. Bibimbap
Orang Korea gemar menyantap ‘one dish meal’ bernutrisi layaknya bibimbap. Di dalamnya berisi nasi, aneka sayuran, telur goreng, dan kadang daging. Bibimbap diberi bumbu pasta cabai (gochujang). Makanan ini dinilai menyehatkan karena mengandung sumber protein, serat, dan beragam vitamin dan mineral yang didapat dari penggunaan banyak jenis sayuran. 3. SamgyeopsalSamgyeopsal adalah pork belly panggang yang jadi favorit banyak orang Korea. Meski bahan utamanya daging, tapi mereka menyantapnya dengan aneka sayuran seperti selada, daun perilla, cabai hijau, hingga bawang putih. Jadi meski daging babi tinggi lemak, tapi jika diimbangi dengan konsumsi banyak sayuran, maka bisa membuat konsumsinya jauh lebih menyehatkan. Secara umum, orang Korea punya tips diet yang menyehatkan. Baca halaman selanjutnya. Jika ingin mengikuti tips diet menyehatkan ala orang Korea, maka kamu harus membatasi konsumsi gandum, makanan manis, makanan olahan, makanan berlemak, dan olahan susu. Tips ini secara umum efektif membantu menurunkan berat badan karena menekankan pada konsumsi sayuran dan mengurangi sumber lemak serta makanan manis. Lalu ikuti 6 tips orang Korea ini agar tetap langsing: 1. Terapkan mindful eatingMindful eating atau makan dengan penuh kesadaran jadi kunci agar orang Korea terhindar dari makan berlebih. Praktik ini juga terbukti lebih bagus untuk sistem pencernaan dan bantu usaha diet. 2. Tambahkan sayuranMakanan Korea menggunakan banyak sayuran hijau dan jenis sayuran lain yang bagus untuk mencegah kenaikan berat badan. Sebab sayuran mengandung banyak serat yang mempertahankan rasa kenyang. Lalu ada beragam antioksidan, vitamin, dan mineral yang menyehatkan tubuh secara umum. 3. Konsumsi makanan fermentasi
Kunci lain dari makanan Korea adalah makanan fermentasi. Jenis makanan ini kaya probiotik sehingga menyehatkan usus. Konsumsinya dapat mengurangi risiko penyakit jantung karena mengatur kadar kolesterol dalam darah dan meningkatkan penyerapan nutrisi. 4. Batasi konsumsi makanan manis dan olahanMakanan Korea lebih menekankan pada aspek kesegaran dan minim olahan. Idealnya mereka membatasi konsumsi makanan manis dan makanan olahan yang membuat berat badan cepat naik. 5. Metode masak yang sehatPola makan tradisional orang Korea banyak menggunakan metode masak yang sehat seperti tumis, kukus, rebus, dan panggang. Penggunaan minyak dan lemaknya sedikit sehingga makanan yang dihasilkan rendah kalori. 6. Makan secukupnya
Dalam budaya kuliner Korea juga disarankan untuk makan secukupnya dan mengontrol porsi. Hindari makan sampai terlalu kenyang dan selalu pilih porsi yang lebih kecil. (adr/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Yuni Shara Selalu Tampil Awet Muda, Ternyata Ini Rahasianya! Jakarta – Yuni Shara dikenal sebagai penyanyi yang memiliki tampilan awet muda. Ternyata, ia menjaga pola makan dan olahraga setiap hari. Ini rahasia pola makannya! Yuni Shara, seorang penyanyi lawas yang kini telah berusia 52 tahun. Meski usianya tak lagi muda, Yuni tetap tampil bugar dan awet muda. Banyak orang menyebutnya masih terlihat berusia 30 tahunan. Tampilannya yang awet muda ini ternyata didukung dengan pola hidup sehatnya. Pola makan yang diterapkan oleh Yuni terbilang sehat juga ia melakukan olahraga rutin.
Dalam tayangan program acara FYP di Trans7, Yuni Shara mengungkapkan makanan yang kerap dikonsumsi olehnya. Salah satunya adalah alpukat, karena kandungan lemak baiknya.
“Alpukat, ini kan lemak baik. Ini bisa dimakan,” ungkap Yuni Shara. Alpukat diketahui salah satu superfood, karena kandungannya yang menyehatkan. Melansir WebMD, alpukat baik dikonsumsi setiap hari untuk kesehatan jantung. Alpukat juga mengandung kolesterol yang baik dan bisa meningkatkan kesehatan pencernaan. Selain alpukat, Yuni Shara juga menjaga kecantikan wajahnya dengan lidah buaya. Ia biasa mengonsumsinya atau dijadikan masker wajah. “Lidah buaya ini bisa dijadikan masker, bisa untuk mengurangi flek hitam,” katanya. Yuni Shara juga suka mengonsumsi daun sirih. Daun sirih itu direbusnya dan dikonsumsi airnya, memang agak pahit, tapi baik untuk kesehatan.
“Buat dalam tubuh baik, nggak bau. Bagus diminum air rebusannya. Rasanya agak sepat, tapi bagus,” ungkapnya. Sebelumnya, Yuni Shara juga pernah mengungkapkan seperti apa pola dietnya. Ia masih mengonsumsi nasi, tapi membatasinya tidak begitu banyak. Yuni juga membatasi asupan gula. Ia sebisa mungkin tidak mencampurkan kopi dengan gula atau mengonsumsi camilan manis, seperti dikutip detikFood (29/7). (yms/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Apa Benar Makan Nasi Bisa Bikin Batuk? Ini Kata Ahli Jakarta – Karbohidrat utama yang dikonsumsi orang Asia, termasuk Indonesia adalah nasi. Namun, banyak isu menyebut makan nasi bisa menyebabkan batuk. Apa benar? Nasi merupakan salah satu karbohidrat utama masyarakat di negara Asia. Makanan pokok ini seringkali dilengkapi dengan berbagai macam lauk pauk. Banyak orang merasa puas ketika makan besar dengan menu utama nasi. Nasi memang mengenyangkan dan bisa menjadi sumber energi utama bagi tubuh manusia.
Pasalnya, nasi putih merupakan karbohidrat kompleks yang akan diubah tubuh menjadi glukosa secara perlahan, kemudian menjadi bahan bakar tubuh. Namun, takarannya perlu diperhatikan. Terlalu banyak makan nasi putih sering dikaitkan dengan masalah peningkatan gula darah, mencegah penyerapan vitamin dan mineral, hingga memengaruhi metabolisme glukosa dalam tubuh. Selain itu, banyak juga perdebatan yang menyebut makan nasi bisa menyebabkan batuk. Namun, apakah benar nasi bisa berpengaruh terhadap penyakit flu dan batuk? Dr. Jamal A.Khan, seorang spesialis terapi sel dendritik di India, memberi penjelasan terkait hubungan antara nasi dan penyakit batuk. Untuk mengetahui apakah benar ada pengaruhnya atau tidak, simak penjelasannya seperti dilansir dari indianexpress.com (26/06/2024). 1. Benarkah makan nasi bikin batuk?
Selain air dingin atau es, banyak orang menghindari konsumsi nasi. Mereka menganggap sumber karbohidrat penambah energi ini menyebabkan mereka terserang flu dan batuk. Namun, Dr. Jamal A.Khan mengungkap jika nasi tidak menyebabkan atau memperparah batuk. Hal ini tidak seperti yang diyakini sebagian orang. Menurutnya nasi adalah bahan makanan yang menyehatkan. Tidak akan menyebabkan batuk dan alergi apapun. Beda dari gandum yang bisa menyebabkan alergi gluten pada sebagian orang. 2. Apa hubungan nasi dan batuk?
Dr. Shweta Bansal, konsultan senior pulmonologi dan pengobatan tidur dari Rumah Sakit Narayana juga menyebut kalau nasi tidak menyebabkan batuk. Namun, dalam beberapa kasus, batuk dapat disebabkan oleh alasan tertentu. Misalnya, jika nasi tidak dimasak dengan benar atau mengandung kontaminan. Hal itu berpotensi mengiritasi tenggorokan. Menghirup partikel nasi halus saat makan atau memasak juga bisa memicu batuk. Dr. Bansal juga menyatakan perlunya memperhatikan kebiasaan makan. Hindari makan nasi terlalu cepat karena bisa tersangkut di tenggorokan, dan dapat menyebabkan batuk. Namun, kejadian seperti ini jarang terjadi sehingga nasi pun dianggap sebagai makanan yang aman bagi kebanyakan orang. Sependapat dengan itu, Dr. Neeti Sharma, kepala ahli gizi Rumah Sakit Marengo Asia Faridabad menekankan pentingnya mengunyah secara perlahan. Dr. Neeti Sharma menyebut tidak ada hubungannya nasi dengan pilek dan batuk. “Jika sudah batuk, Anda perlu berkumur dengan baik dan membersihkan tenggorokan. Nasi tidak dapat menyebabkan batuk,” ujarnya. Hal yang harus diperhatikan saat makan nasi bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Hal yang perlu diperhatikanNasi tergolong makanan yang lembut dan mudah ditelan. Oleh karena itu, Dr Sharma menunjukkan kondisi ketika seseorang sakit dan menikmati makanan hangat lembut, seperti nasi, maka hal itu tidak akan membuat tenggorokan sakit. Sebab, nasi mudah ditelan dan memberikan nutrisi yang menenangkan. Hal yang perlu diperhatikan adalah cara makannya. Disarankan makan nasi secara perlahan dan mengunyahnya dengan benar. Jangan ditelan begitu saja. Gagasan makan nasi menyebabkan batuk tidak didukung oleh penelitian ilmiah. Meskipun batuk dapat dipicu dari berbagai faktor, termasuk alergi dan infeksi pernapasan, tetapi tidak ada bukti menunjukkan konsumsi nasi secara langsung menyebabkan batuk. Namun, kepekaan dan alergi masing-masing individu harus selalu dipertimbangkan. Jika mengalami reaksi yang tidak diinginkan setelah makan nasi, sebaiknya konsultasi dengan ahli kesehatan untuk evakuasi dan mendapat panduan tepat. (aqr/adr) |
![]() |
Source : unsplash.com / Lily Banse
7 Manfaat Minum Teh Serai bagi Kesehatan dan Resep untuk Membuatnya
Jakarta – Serai atau sereh adalah salah satu tumbuhan yang sering digunakan sebagai obat tradisional. Teh serai memang dikenal menawarkan berbagai manfaat yang baik untuk kesehatan. Selain itu, aroma khas dan rasa segarnya teh ini juga menjadi pilihan minuman yang menenangkan. Simak berbagai manfaat minum teh serai berikut ini. Manfaat Teh Serai bagi KesehatanSaat ini, kita bisa dengan mudah menemukan kantong teh serai untuk diseduh. Lebih baik lagi, kalau kamu membuatnya sendiri di rumah dengan serai yang segar.
Berikut merupakan berbagai khasiat minum rebusan air sereh: 1. AntioksidanPada penelitian tahun 2005 oleh José Cheel, dkk. yang diterbitkan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry, mengungkapkan bahwa serai mengandung beberapa antioksidan yang bisa membantu membersihkan radikal bebas dalam tubuh. Dalam hal ini, antioksidan yang perlu diperhatikan yaitu asam klorogenat, isoorientin, dan swertiajaponin. Antioksidan tersebut bermanfaat membantu mencegah disfungsi sel-sel di dalam arteri koroner. 2. Membantu Penurunan Berat BadanSalah satu, manfaat minum teh serai yaitu bisa membantu menurunkan berat badan dan memulai metabolisme. Dalam hal ini, teh srai berperan sebagai teh detoks. Namun, sebagian besar penelitian mengenai serai dan penurunan berat badan sifatnya anekdot (bukan ilmiah). Pasalnya serai merupakan diuretik alami, jika seseorang meminumnya dalam jumlah cukup, kemungkinan berat badan akan turun. Umumnya, dengan mengganti minuman ringan/ manis lainnya dalam diet dengan teh herbal seperti teh serai bisa mencapai tujuan penurunan berat badan. Tapi perlu dicatat, jangan minum teh serai secara eksklusif. Hal ini bisa meningkatkan risiko efek samping. Teh serai mungkin bermanfaat sebagai obat alami untuk kram haid, kembung, maupun hot flashes (kondisi merasakan sensasi panas). Memang, tidak ada penelitian khusus mengenai serai dan PMS. Namun jika dilihat secara teori, khasiat serai yang menenangkan perut dan antiradang bisa membantu. Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Advanced Pharmaceutical Technology & Research Trusted Source, minyak serai punya manfaat untuk membantu mendinginkan tubuh. 4. Membantu Mengatur KolesterolKolesterol tinggi bisa meningkatkan risiko stroke atau serangan jantung. Teh serai di sini bisa berfungsi sebagai Sebuah penelitian tahun 2011 yang dilakukan oleh Gagan Shah, dkk. menunjukkan bahwa ekstrak minyak serai berguna dalam membantu menurunkan kolesterol pada hewan. Namun, penurunan kolesterol bergantung pada dosisnya. Pada tahun 2011, penelitian lebih lanjut pada tikus mengkonfirmasi bahwa keamanan jangka panjang hingga 100 mg minyak esensial serai setiap hari. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah teh serai memiliki efek yang sama seperti minyak serai. 5. Mendorong Kesehatan PencernaanSecangkir teh serai adalah pengobatan alternatif dalam mengatasi sakit perut, kram perut, dan masalah pencernaan lainnya. Sebuah studi pada hewan pengerat tahun 2012 dalam National Institutes of Health, menunjukkan bahwa serai juga efektif melawan tukak lambung. Hasil studi menemukan bahwa minyak esensial dari daun serai, membantu melindungi lapisan lambung dari kerusakan akibat aspirin dan etanol. 6. Mengurangi Risiko KankerKandungan citral dalam serai dianggap mempunyai kemampuan antikanker, terhadap beberapa jenis sel kanker. Beberapa komponen serai bermanfaat untuk membantu melawan kanker. Terkadang, teh serai digunakan sebagai terapi tambahan selama kemoterapi dan radiasi. Namun, hal ini hanya boleh digunakan di bawah bimbingan seorang onkolog (dokter yang fokus pada penyakit kanker). 7. Membantu Mengobati Infeksi Mulut dan Gigi BerlubangMinum air serai memiliki manfaat untuk mengobati penyakit mulut, karena sifat antimikrobanya. Penelitian lebih lanjut tahun 2015 oleh Aijaz Ahmad dan Alvaro Viljoen dalam National Institutes of Health, menemukan bahwa minyak serai dan ion perak mampu bekerja sama melawan beberapa jenis bakteri dan jamur secara in vitro (sebutan kultur suatu sel/jaringan/organ tertentu). Cara Membuat Air Rebusan SeraiDilansir laman Healthline, berikut merupakan resep untuk membuat teh serai:
Efek Samping SeraiSecara umum, serai dianggap aman untuk dimasak. Namun jika dikonsumsi berlebihan bisa menimbulkan efek samping seperti dikutip dari laman Pharmeasy:
Apakah Boleh Minum Air Rebusan Serai Setiap Hari?Teh serai boleh diminum secukupnya saja. Tidak ada penelitian yang cukup tentang teh serai untuk merekomendasikan berapa aturan minum rebusan serai standar untuk kondisi apa pun. Untuk membatasi risiko efek samping, mulailah dengan minum satu cangkir teh serai setiap hari. Pada dasarnya, teh serai hanyalah minuman yang membantu menunjang kesehatan tubuh. Maka, sebaiknya tidak boleh digunakan secara berlebihan dan dianggap mampu menyembuhkan beberapa penyakit. Untuk rekomendasi dosis, konsultasikanlah dengan dokter atau praktisi kesehatan alami yang berkualifikasi. Sebelum mengkonsumsi teh serai atau herba lain untuk mendapatkan manfaat kesehatannya, disarankan untuk konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan efek sampingnya. (khq/fds) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Lily Banse
5 Kebiasaan Makan Sehat di Berbagai Negara, Malaysia hingga Swedia Jakarta – Masyarakat di setiap negara dunia rupanya punya kebiasaan makan sehat yang berbeda-beda. Makanan sehatnya tidak hanya sayuran, tetapi pilihannya lebih banyak. Seiring berjalannya waktu, tren diet makan sehat pun semakin banyak bentuknya. Masyarakat dunia mungkin mudah terhanyut oleh tren diet dan kebiasaan makan terkini. Sayangnya, tidak semua tren diet masa kini baik diikuti. Sebab, banyak program diet yang justru membuat frustasi jika diikuti.
Namun, jika kamu melihat kebiasaan makan sehat dari berbagai negara dunia, mungkin kamu bisa menemukan beberapa tips mudah dan lebih sehat untuk dimasukkan ke dalam rutinitas. Baik menikmati makanan secara perlahan seperti orang Prancis, atau menambahkan kunyit seperti orang Malaysia. Ada juga negara yang tidak hanya berfokus pada asupan sayuran. Banyak kebiasaan makan sehat ini yang bisa dijadikan inspirasi. Melansir starisinsinsider.com (31/07/24), berikut 5 kebiasaan makan sehat di berbagai negara. 1. Yunani
Kebiasaan makan sehat masyarakat Yunani merujuk pada diet Mediterania yang sudah banyak diketahui. Metode diet ini memperbolehkan konsumsi sumber protein dan lemak, seperti ikan, daging putih, daging merah, dan telur, tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Begitupun dengan masyarakat Yunani yang juga mengonsumsi makanan-makanan seperti itu. Meskipun hidangannya mengandung beberapa bahan berkalori tinggi, seperti keju dan daging, semuanya tetap dimakan dalam jumlah sedang. Mereka juga punya fokus lebih tinggi pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. 2. Swedia
Masyarakat Swedia rupanya tidak fokus pada sayuran maupun buah-buahan. Dengan iklim Nordik yang dingin, sayuran tidak berperan penting dalam masakan Swedia. Sebaliknya, orang Swedia memiliki tradisi besar terhadap roti gandum hitam, terutama jenis yang renyah. Dengan banyaknya serat, roti jenis ini akan membuat orang kenyang lebih lama dibandingkan makan roti gandum biasa. Kebiasaan makan sehat masyarakat Malaysia hingga Ghana bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Malaysia
Masakan orang Malaysia hampir mirip dengan orang Indonesia yang banyak menggunakan rempah-rempahan atau herbal. Tidak hanya sebagai penambah aroma dan rasa pada masakan, tetapi penambahan rempah-rempah itu termasuk bagian dari kebiasaan makan sehat. Salah satu jenis rempah yang sering dipakai orang Malaysia adalah kunyit. Kunyit tumbuh di hutan Malaysia dan mengandung kurkumin, bahan kimia alami dengan sifat yang mampu melawan lemak. Kunyit inilah yang akan ditambahkan ke berbagai makanan, seperti sup, kari, dan sayuran panggang. 4. RusiaOrang Rusia punya kebiasaan makan sehat dengan memerhatikan proses menyiapkan makanannya. Mereka lebih sering memanggang dan merebus makannya dibandingkan menggoreng. Banyak juga orang Rusia yang menanam buah-buahan dan sayuran mereka sendiri di kebun rumah masing-masing. Oleh karena itu, makanan yang mereka masak dan konsumsi dijamin sehat dan organik. 5. GhanaBagi masyarakat Ghana, makan siang atau makan malam dengan gizi seimbang merupakan hal standar. Mereka memahami cara memadukan piring mereka dengan sempurna, yaitu memadukan karbohidrat, seperti nasi, ubi, pisamg, atau singkong. Mereka juga menikmati sup atau rebusan yang terbuat dari sayuran dan protein, dan salad segar atau sayuran rebus sebagai pendamping. (aqr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Lily Banse
5 Sayuran Hijau yang Tak Ideal Dikonsumsi Mentah Menurut Dokter Jakarta – Meskipun menawarkan manfaat untuk kesehatan, sayuran hijau sebaiknya tidak dimakan mentah. Seorang dokter pun mengungkap sejumlah alasannya. Sayuran hijau dikenal sebagai makanan terbaik selama melakukan diet penurunan berat badan. Pasalnya, sayuran hijau rendah kalori, lemak, tetapi tinggi akan vitamin, mineral, dan serat. Banyak orang pun memilih untuk makan sayuran hijau atau salad dalam keadaan mentah. Sebab, dapat membantu mengurangi konsumsi kalori dan mendorong pola makan sehat. Sayur mentah juga dikenal lebih kaya akan antioksidan yang bisa membantu melawan radikal bebas.
Namun, apakah sayuran hijau mentah ini benar-benar menawarkan manfaat seperti yang dipikirkan? Jawabannya tidak. Sayuran mentah justru bisa membahayakan kondisi tubuh. Dokter Ayuverda, Varalakshmi Yanamandra membagikannya di Instagram terkait bahaya mengonsumsi sayuran hijau mentah. Ia mengungkap, daun merupakan bagian paling terbuka dari tanaman. Menjadikannya sebagai target utama hama. Untuk melindungi diri mereka sendiri, tanaman melepaskan bahan kimia, fitotoksin. Racun ini ditemukan dalam jumlah lebih tinggi dalam daun, daripada bagian tanaman lain. Lantas,sayuran hijau mana yang mengandung fitotoksin dan bagaimana pengaruhnya terhadap orang yang mengonsumsinya? Dokter Ayuverda ini pun menunjukkan beberapa sayuran hijau yang sebenarnya berbahaya jika dimakan dalam keadaan mentah. Melansir food.ndtv.com (30/07/2024 ), berikut daftar 5 sayurnya. 1. Bayam
Bayam merupakan salah satu sayuran hijau yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Pasalnya, sayuran ini tinggi zat besi dan serat. Sayangnya, bayam juga tinggi oksalat, berupa senyawa yang berikatan dengan kalsium dan dapat memengaruhi penyerapannya. Jika dikonsumsi, dapat menyebabkan penyakit batu ginjal. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memakan bayam dalam keadaan matang. Sebab, memasak bayam akan mengurangi kadar oksalatnya. 2. Kale
Kale akhir-akhir ini sedang banyak digemari. Sayuran ini dapat digolongkan ke keluarga kubis, sama seperti brokoli dan kembang kol. Sayuran ini juga disukai karena manfaatnya, mulai dari mengurangi risiko kanker hingga mencegah diabetes. Meskipun begitu, lebih disarankan makan kale dalam keadaan sudah dimasak. Kale mengandung goitrogen yang dapat mengganggu fungsi tiroid. Mengukus atau memasak kale dengan ringan mampu men-nonaktifkan senyawa ini. Jenis sayuran hijau lain yang bahaya dimakan mentah bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Daun kelor
Daun kelor atau moringa adalah tanaman tropis yang mengandung sejumlah nutrisi, mulai dari kalori, protein, karbohidrat, magnesium, kalium, dan masih banyak lagi. Sayuran ini juga tinggi akan vitamin, seperti vitamin A, B, dan C. Daun kelor terkenal dapat memperlancar ASI para ibu, sekaligus bisa membantu menangkal radikal bebas. Namun, daun tersebut juga mengandung fitat yang dapat menghambat penyerapan air dan mineral. Dengan memasaknya terlebih dahulu, kamu bisa mengurangi efek bahaya. 4. Rhubarb
Rhubarb mungkin masih jarang terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Namun, manfaatnya begitu banyak bagi kesehatan tubuh. Tanaman yang sudah lama digunakan masyarakat China hingga Yunani ini ternyata sejak dulu dipakai sebagai obat. Namun, daun rhubarb tidak mengandung manfaat serupa. Daunnya mengandung racun dan asam oksalat dalam jumlah tinggi. Mengonsumsi daunnya dapat berisiko menyebabkan kesehatan penyakit, termasuk penyakit batu ginjal. Oleh karena itu, lebih baik menghilangkan daunnya terlebih dahulu sebelum memasak dan memakannya. 5. Swiss CardSama seperti rhubarb, swiss card juga sebenarnya tidak banyak terdengar di telinga orang Indonesia. Sayuran ini unik karena memiliki tangkai dan urat daun warna warni. Sayangnya, sayuran ini tinggi kandungan oksalat yang mampu memengaruhi penyerapan kalsium dan mineral. Merebusnya dengan baik dapat mengurangi dampak dari senyawa ini. (aqr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse
|






















