Category: Makanan Sehat

  • Jus Sebaiknya Tak Diminum Saat Perut Kosong, Ini 5 Alasannya


    Jakarta

    Jus dianggap minuman menyehatkan karena penuh nutrisi. Namun, jus juga tidak disarankan diminum saat perut kosong. Ternyata alasannya karena ini!

    Pada pagi hari, kamu mungkin ingin menikmati makanan dan minuman yang menyegarkan dan membuat tubuh lebih berenergi. Pilihannya selain kopi dan teh yaitu jus.

    Jus segar memang sangat menyegarkan dan penuh dengan nutrisi. Namun, ada hal yang sebaiknya diperhatikan ketika kamu mulai rutin minum jus.


    Jus sebaiknya tidak dinikmati pagi hari saat keadaan perut masih kosong. Sebab, konsumsi jus dalam keadaan ini hanya akan membahayakan kesehatan.

    Lantas, apa saja alasan mengapa jus tidak boleh diminum saat perut kosong? Berikut penjelasannya seperti dirangkum dari Times of India (01/05).

    1. Picu kenaikan gula darah

    Minum Jus JerukMinum Jus ternyata bisa memicu kenaikan gula darah. Foto: Getty Images/Farknot_Architect

    Sebagian besar jenis buah mengandung serat tinggi yang membantu mengendalikan kadar gula darah. Serat itu membantu pelepasan gula perlahan ke dalam aliran darah.

    Namun, ketika buah diolah menjadi jus, nutrisinya perlahan berkurang, termasuk kandungan seratnya.

    Ketika jus buah kekurangan serat, itu akan menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang cepat.

    Jus buah juga mengandung gula dalam jumlah tinggi. Hal ini memperburuk risiko peningkatan kadar gula darah.

    2. Bikin cepat lapar

    Ini 5 Ilmiah Alasan Mengapa Orang Sering Lapar di Malam HariMinum jus juga justru membuat perut lebih cepat lapar. Foto: Getty Images/Kontrec

    Minum jus buah sebagai minuman sarapan mungkin dianggap akan membuat perut kenyang lebih lama.

    Namun, kandungan gula tinggi dalam jus buah dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba, diikuti penurunan yang cepat pula. Kondisi ini menyebabkan perasaan lelah dan energi rendah.

    Akibatnya, rasa lapar menyerang dengan cepat karena tubuh mendambakan kalori lebih untuk mendapat energi.

    Alasan lain mengapa jus tidak baik diminum saat perut kosong ada di halaman selanjutnya!

    3. Berpotensi merusak gigi

    Mirip dengan kopi dan teh, minum jus buah juga bisa memicu kerusakan pada gigi. Pasalnya, keasaman buah-buahan yang jadi bahan dasar jus ini dapat mengikis enamel.

    Enamel adalah lapisan luar pelindung gigi. Ketika jus jeruk mengikis enamel, enamel pun akan semakin tipis dan bisa menyebabkan gigi berlubang dan gigi menjadi sensitif.

    4. Masalah pencernaan

    healthy Asian woman drinking mix of green vegetables and fruit juice for detox and dietMinum jus yang kurang serat ternyata juga bisa menyebabkan masalah pencernaan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur

    Buah dan sayuran tentu mengandung serat dalam jumlah besar.

    Serat yang memainkan peran penting dalam pencernaan dengan memfasilitasi pergerakan makanan melalui usus. Serat juga bisa mencegah sembelit dan meningkatkan kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

    Namun, jus buah yang kehilangan serat tidak bisa membantu atasi masalah pencernaan.

    Dapat disimpulkan, minum jus buah dalam keadaan perut kosong mampu menimbulkan banyak risiko kesehatan.

    Lantas, bagaimana cara mengonsumsi agar lebih efektif?

    5. Cara minum jus buah yang lebih efektif

    Minum jus buah akan lebih baik jika dikonsumsi berbarengan dengan makanan.

    Jika dibarengi dengan makanan, kadar gula darah akan terkontrol, dan rasa lapar akan berkurang. Minum jus buah dengan makanan juga mampu meningkatkan penyerapan nutrisi.

    Jus buah jika dipasangkan dengan makanan juga bisa meningkatkan kenikmatan makanan secara keseluruhan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 15 Makanan Protein untuk Diet, dari Telur hingga Salmon

    Jakarta

    Asupan protein yang cukup sangatlah penting untuk kesehatan. Protein mendukung sel, fungsi kekebalan, pergerakan, reaksi kimia dan lain sebagainya.

    Tak hanya untuk kesehatan, mengkonsumsi protein juga membuat rasa kenyang. Sehingga, mengkonsumsi protein bisa berdampak pada berat badan yang sehat. Lantas, makanan apa saja yang mengandung banyak protein?

    Makanan Protein untuk Diet

    Beberapa makanan berprotein tinggi ini bisa kamu pilih untuk melengkapi asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Ada telur, kacang-kacangan, hingga daging.


    1. Telur

    Telur merupakan sumber protein berkualitas yang mampu membantu menghilangkan lemak di perut. Menurut USDA, satu butir telur berukuran besar memiliki sekitar 7 gram protein. Kuningnya mengandung sebagai besar nutrisi ini.

    2. Kacang Tanah

    Kacang-kacangan mengandung tinggi serat dan protein. Mengutip Eating Well, sebuah studi tahun 2019 dalam Current Development Nutrition menemukan bahwa orang dengan kadar glukosa puasa tinggi yang makan sekitar 1 ons kacang tanah sebagai camilan malam mengalami peningkatan kadar gula darah di pagi hari.

    Perlu diketahui bahwa menjaga kontrol gula darah tetap sehat berperan dalam menjaga tubuh dari rasa lapar. Satu porsi 1/4 kacang tanah memiliki sekitar 9 g protein.

    3. Susu Fermentasi

    Produk susu fermentasi seperti yoghurt dan kefir mengandung probiotik. Kandungan ini dapat membantu menjaga kesehatan bakteri usus dalam tubuh. Usus menjadi organ yang begitu penting bagi kesehatan.

    Menurut studi tahun 2019 yang diterbitkan oleh jurnal Nutrients, mikrobioma usus mempengaruhi perkembangan beberapa kelainan, seperti penyakit radang usus (IBD), diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular dan kanker kolorektoral.

    4. Ikan Tuna Kuning

    Tuna kuning mempunyai kandungan protein yang sedikit lebih tinggi dari ayam dan kalkun. Jumlah protein dari ikan ini yaitu 25 gram per 3 oz porsi. Selain protein, daging ikan tuna kuning juga mengandung selenium dan vitamin B yang berfungsi sebagai zat antioksidan.

    5. Kacang Hijau

    Setiap 100 gram kacang hijau mengandung 22,2 gram protein. Mengutip academia.edu oleh Rud Mustain, kandungan lain dalam kacang ini yaitu kalsium, zat besi, fosfor, vitamin B1 dan B2. Kacang hijau berkhasiat untuk menurunkan kolesterol, menjaga kesehatan jantung dan mengatasi diabetes.

    6. Tahu dan Tempe

    Mengutip BBC Good Foods, tempe dan tahu terbuat dari kacang kedelai. Meski begitu, tempe memerlukan tahap fermentasi tambahan dan menawarkan kandungan protein dan serta yang lebih tinggi. Sementara tahu sedikit rendah lemak dan kalori.

    7. Salmon

    Ikan salmon mengandung protein yang tinggi, yaitu 23 g per porsi. Disarankan untuk mengkonsumsi salmon dengan kulit yang masih utuh untuk diolah, sbab rasanya lebih nikmat.

    8. Daging Sapi Tanpa Lemak

    Mengutip Healthline, daging sapi tanpa lemak kaya akan sumber protein. Selain itu, daging ini juga kaya akan zat besi, seng, selenium, vitamin B12 dan B6. Satu porsi daging sapi tanpa lemak seberat 85g menyediakan 24,6 g protein.

    9. Biji Labu

    Biji labu merupakan sumber mineral seperti zat besi, fosfor, magnesium, dan seng. Tak hanya itu, biji labu kaya akan protein dan serat nabati. Kamu bisa menambahkan biji labu ke dalam salad, oatmeal atau yoghurt.

    10. Dada Ayam

    Dada ayam merupakan sumber protein tanpa lemak. Kandungan kalorinya berasal langsung dari protein. Dalam 100 g dada ayam tanpa kulit memiliki 22 g protein.

    11. Kerang

    Makanan laut seperti kerang, udang, tiram, merupakan sumber protein yang sangat baik. Ditambah, kerang mengandung lemak sehat serta sejumlah vitamin dan mineral, termasuk selenium, zinc, vitamin B12, dan za besi.

    12. Keju

    Keju cottage adalah salah satu jenis keju yang rendah lemak dan kalori, tapi tinggi protein. Nutrisi lainnya berupa kalsium, fosfo, selenium, vitamin B12, riboflavin (vitamin B2) dan berbagai nutrisi lainnya.

    Satu cangkir keju cottage (226 g) mengandung 28 gram protein. Adapun keju berprotein lainnya seperti cheddar mengandung 3,96 protein per 17 g irisan, sementara mozarella memiliki 6,29 g protein per 28,35 g.

    13. Alpukat

    Alpukat mengandung protein, serat, potassium, dan lemak tak jenuh. Dalam 230g alpukat, terdapat 4,5 g protein. Tak heran jika buah ini kerap dikonsumsi untuk diet.

    14. Kacang Polong

    Kacang polong kaya akan serat, protein, dan nutrisi lainnya. Terdapat 4 g protein dalam 80 g kacang polong yang sudah dimasak.

    15. Asparagus

    Asparagus termasuk sayuran yang kaya dengan protein, vitamin B, dan rendah karbohidrat. Ketika direbus, asparagus mengandung sekitar 2 gram protein per 100 gramnya.

    Itulah 15 makanan protein untuk diet. Selain mengkonsumsi beberapa makanan ini, lakukan juga pola hidup yang sehat seperti olahraga dan minum air putih yang cukup ya.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Ramai Istilah ‘Sarapan Adalah Tidak Sarapan’, Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Perdebatan pentingnya sarapan masih terjadi di kalangan pegiat kesehatan. Banyak informasi yang menyebut sarapan terbaik itu tidak sarapan. Ini penjelasannya.

    Anjuran tidak melewati waktu sarapan banyak diberikan oleh dokter gizi dan ahli. Selama ini pernyataan bahwa waktu makan terbaik adalah sarapan dipercaya banyak orang.

    Sarapan dianggap penting karena menjadi nutrisi pertama yang masuk ke dalam tubuh sebelum memulai aktivitas. Selain itu juga sarapan dianggap sebagai momen berbuka puasa dari durasi puasa yang panjang ketika tidur malam.


    Namun akhir-akhir ini banyak pernyataan yang tengah disoroti terkait kebiasaan sarapan. Ada ungkapan yang menyebutkan bahwa sarapan terbaik adalah tidak sarapan. Seperti apa penjelasan ahli?

    Baca juga: Rela Nunggu 2 Jam Demi Cicip Nasi Mercon Viral di Barito

    Ramai Istilah 'Sarapan Adalah Tidak Sarapan', Ini PenjelasannyaBeredar informasi bahwa sarapan yang baik adalah tidak sarapan. Foto: Getty Images/iStockphoto/sorendls

    Mengutip Livestrong, pada buku bertajuk Three Squares: The Invention of American Meal yang rilis pada 2013 menjelaskan tentang budaya sarapan. Dalam buku ini disebutkan bahwa mengonsumsi sarapan adalah kebiasaan manusia modern.

    Istilah sarapan semakin populer ketika orang Amerika Serikat mulai menciptakan sereal. Padahal orang-orang di masa lampau biasanya hanya akan mengonsumsi makanan sisa semalam yang dipanaskan jika mereka ingin makan sarapan.

    Selain itu bagi mereka dengan perekonomian yang lebih tinggi biasanya menu sarapannya juga lebih komplek. Mulai dari telur, ayam, pancake, atau segala jenis menu yang diinginkan disajikan di atas meja.

    Namun menu sarapan yang berat ini justru disebut justru mendatangkan banyak keluhan. Konsumsi daging dan lemak yang terlalu berat menyebabkan berbagai gejala gangguan pencernaan akibat pencernaan bekerja keras sejak pagi hari.

    Baca juga: Menu ‘All You Can Eat’ Ternyata Berasal dari Budaya Romawi Kuno

    Ramai Istilah 'Sarapan Adalah Tidak Sarapan', Ini PenjelasannyaFaktanya ahli dan peneliti menyarankan untuk tetap sarapan tetapi dengan menu yang lebih ringan. Foto: Getty Images/iStockphoto/sorendls

    Hingga akhirnya Dr. John Harvey Kellog menciptakan corn flakes pada 1890. Menurut kutipan di Smithsonian, Kellogg percaya corn flakes akan lebih mudah dan ringan untuk dicerna oleh perut.

    Pada awal 1900an juga banyak produk sereal yang mengklaim melalui proses fortifikasi sehingga cocok untuk dikonsumsi saat sarapan. Namun banyak ahli yang khawatir atas kandungan gula dan garam yang tinggi sehingga tidak lebih baik daripada orang yang tidak sarapan.

    “Pada berbagai sudut pandang, sarapan tetap menjadi menu makan yang paling penting dalam satu hari. Karena melalui makanan ini harimu akan dimulai,” begitu kutipan dari majalah Good Health edisi 1917.

    Karenanya dapat disimpulkan bahwa konsumsi sarapan tetap dianjurkan para ahli hingga peneliti. Namun asupannya yang harus diperhatikan agar tak berdampak buruk bagi pencernaan.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 2 Jenis Pisang yang Cocok untuk Diet, Jangan Sampai Salah!

    Jakarta

    Pisang merupakan salah satu sumber karbohidrat yang paling sehat. Buah ini juga mengandung serat, vitamin B6, vitamin C, magnesium, tembaga. dan protein.

    Pisang menjadi buah yang banyak dikonsumsi untuk menurunkan berat badan. Meski begitu, kamu perlu tahu jenis pisang mana yang cocok untuk diet?

    Jenis Pisang yang Cocok untuk Diet

    Sebelum menentukan untuk diet dengan pisang, kamu perlu mengetahui jenis pisang mana yang cocok. Berikut penjelasannya.


    1. Pisang Hijau

    Mengutip Times of India, pisang hijau atau pisang mentah dikenal dengan kandungan gula yang lebih rendah dan pati yang lebih resisten. Perlu diketahui bahwa pati resisten baik untuk pencernaan, sebab tidak bisa dipecah enzim lambung dan membuat rasa kenyang lebih lama.

    Pati resisten dan kandungan gula yang rendah dari pisang hijau membuat pisang hijau baik untuk menurunkan berat badan. Kamu bisa memakan pisang hijau dengan tepung atau dengan smoothie.

    2. Pisang Kuning

    Pisang kuning juga merupakan pilihan yang baik untuk diet. Jika berwarna kuning, berarti pisang sudah matang sempurna.

    Kamu bisa mendapat semua manfaat pisang saat mengkonsumsi pisang kuning. Mulai dari potassium, karbohidrat, asam folat dan berbagai nutrisi lainnya.

    Jenis Pisang yang Tidak Cocok untuk Diet

    Menurut penelitian, pisang yang terlalu matang dengan bintik-bintik coklat adalah yang paling buruk untuk dikonsumsi. Ketika pisang matang, pati mulai terurai dan diubah menjadi gula.

    Pisang ukuran sedang yang terlalu matang mengandung 17,4 gram gula pasir. Semenara, pisang kuning dengan ukuran yang sama hanya mengandung 13,3 gram gula. Hal ini menunjukkan bahwa ada kenaikan 3 gram gila dari glukosa dan fruktosa pada pisang yang matang.

    Meningkatnya kandungan gula disebabkan karena pati dalam pisang yang merupakan karbohidrat kompleks terurai secara alami menjadi gula. Pisang kuning mengandung 35 gram pati, namun turun menjadi 0,45 gram saat pisang terlalu matang

    Selain itu, ketika terlalu matang, pisang akan memiliki lebih sedikit serat. Pisang kuning mengandung 3,1 gram serat, sementara pisang matang mengandung 1,9 gram serat. Sehingga, pisang kuning baik untuk pencernaan.

    Sebuah penelitian dari Journal Diabetic Medicine juga membuktikan bahwa pisang mentah lebih baik bagi penderita diabetes dibandingkan pisang terlalu matang. Dalam studi tersebut, gula darah penderita diabetes tidak banyak melonjak saat mengkonsumsi pisang mentah dibandingkan dengan mengkonsumsi pisang terlalu matang.

    Itulah jenis pisang yang cocok dan tidak cocok untuk diet. Jangan sampai salah ya detikers.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Berapa Banyak Kalori dalam Satu buah Apel? Sangat Bagus untuk Diet

    Jakarta

    Diet menjadi salah satu upaya untuk menurunkan berat badan. Selain menjadi lebih sehat, badan yang lebih ramping membuat seseorang menjadi lebih percaya diri.

    Nah berbicara mengenai diet, apel menjadi salah satu buah yang terkenal efektif untuk menurunkan berat badan. Bahkan, kini ada yang namanya “diet apel” yang dipercaya bisa menurunkan 3 kilogram dalam 5 hari.

    Lantas, berapa banyak kalori dalam satu buah apel? Mengapa buah ini dijadikan program diet? Untuk menjawab pertanyaan tersebut simak penjelasan berikut ini.


    Kandungan pada Satu Buah Apel

    Untuk mengetahui berapa banyak kalori dalam satu buah apel, berikut kandungan nutrisinya dilansir dari School of Public Health, Harvard.

    • Kalori : 95 kalori
    • Lemak : 0 gram
    • Protein : 1 gram
    • Karbohidrat : 25 gram
    • Gula alami : 19 gram
    • Serat : 3 gram

    Mengapa Apel Sangat Bagus untuk Diet?

    Dari penjelasan di atas, diketahui bahwa banyak kalori dalam satu buah apel adalah 95 kalori. Di samping itu, ada sejumlah senyawa lain yang terkandung dalam apel yang cocok untuk program diet.

    Apel mengandung banyak senyawa pektin, ini merupakan serat larut yang dapat mengikat molekul lemak serta mencegah penyerapan lemak oleh tubuh. Kemudian lemak yang terikat oleh serat akan langsung dikeluarkan dari tubuh.

    Selain itu, senyawa tersebut membuat kenyang lebih lama sehingga sangat bagus untuk mengendalikan nafsu makan saat diet. Sementara itu, apel juga rendah kalori sehingga membuat diet semakin optimal saat melakukan defisit kalori.

    Fakta bahwa apel dapat menjaga berat badan dan baik untuk diet dibenarkan pada hasil penelitian dari tiga studi besar yang mengikuti 133.468 pria dan wanita selama 24 tahun.

    Hasilnya menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak buah-buahan kaya serat dan rendah glikemik, terutama apel dan pir, terkait dengan penambahan berat badan yang lebih sedikit dari waktu ke waktu.

    Bagaimana dengan ‘Diet Apel’?

    Dilansir dari Beautynesia, diet apel merupakan diet dengan rencana 5 hari dengan sebagian besar makanannya adalah apel.

    Pada hari pertama kamu hanya boleh makan apel untuk sarapan, makan siang, hingga malam. Kemudian pada hari kedua hingga terakhir kamu baru diperbolehkan mencampur apel dengan makanan lain seperti sayur, buah lain, atau susu.

    Dengan melakukan diet ini, kamu bisa mencegah risiko penyakit jantung, stroke, dan menurunkan kadar kolesterol karena kandungan yang ada pada buah apel.

    Selain itu, dengan diet ini tubuh akan melakukan detoksifikasi sehingga sistem tubuh akan dipompa lebih optimal untuk menurunkan berat badan.

    Akan tetapi, terdapat efek samping dari diet ini yaitu mungkin kamu akan merasa lemas dan mengantuk pada hari pertama karena konsumsi kalori yang sangat rendah.

    Agar diet berjalan dengan maksimal dan badan tetap bugar, sangat disarankan untuk membarengi diet dengan olahraga serta istirahat yang cukup.

    Itu dia seputar informasi mengenai berapa banyak kalori dalam satu buah apel. Dengan jumlah 95 kalori per buah, apel cocok sebagai menu diet.

    (inf/inf)



    Sumber : food.detik.com

  • Yuk Coba! 5 Sayuran Rendah Karbohidrat Buat yang Lagi Diet


    Jakarta

    Tidak hanya nasi, beberapa sayuran juga mengandung karbohidrat tinggi. Jika ingin mengurangi asupan karbohidrat, kamu bisa beralih ke 5 sayuran yang rendah karbohidrat ini!

    Berbicara tentang makanan dengan karbohidrat tinggi, yang terlintas dalam pikiran mungkin hanya nasi, umbi-umbian, atau biji-bijian. Padahal, beberapa sayur juga mengandung karbohidrat kompleks.

    Sayuran tertentu mengandung jenis karbohidrat yang lebih tinggi. Namun, jangan khawatir, karena ada sebagian jenis sayuran yang mengandung karbohidrat dalam jumlah lebih rendah.


    Terdapat beberapa alasan mengapa kamu dianjurkan mengonsumsi sayuran karbohidrat rendah. Sayuran ini cocok jika kamu mau menurunkan berat badan. Sayuran rendah karbohidrat juga bantu menjaga gula darah dan mampu mendukung pola makan bergizi seimbang.

    Selain itu, konsumsi sayuran rendah karbohidrat juga menawarkan lebih banyak manfaat. Selain respons gula darah moderat, sayuran ini cenderung mengandung nutrisi peningkat kesehatan lainnya, mulai dari vitamin, mineral, lemak, hingga protein yang menyehatkan jantung.

    Semua nutrisi ini bisa mendorong kesehatan secara keseluruhan dengan meningkatkan kekebalan tubuh, kesehatan otak, metabolisme, dan pencernaan.

    Jika ingin mengonsumsi sayur karbohidrat rendah, kamu bisa mencoba 5 sayur ini, seperti yang dilansir dari realsimple.com (18/12/23).

    1. Brokoli

    Ilustrasi tumis brokoliBrokoli rendah karbohidrat dan memiliki banyak nutrisi baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Brokoli merupakan salah satu sayuran yang rendah karbohidrat. Selain itu, brokoli juga kaya akan kalium, fosfor, folat, vitamin A, C, dan K, serta senyawa kaempferol.

    Dalam satu cangkir brokoli, sekitar 91 gram, hampir mengandung tujuh gram karbohidrat, dengan sekitar tiga gram diantaranya adalah serat.

    Brokoli bisa dikonsumsi dengan cara dipanggang dengan minyak zaitun, ditumis dengan bawang putih, atau dimasak dengan pasta.

    2. Selada

    Selada bisa awet segar dengan cara disimpan di kulkas.Selada juga bisa dikonsumsi karena rendah karbohidrat, tinggi serat dan air. Foto: Getty Images/iStockphoto/somkku

    Selada juga merupakan sayuran rendah karbohidrat. Makanan yang biasa ada pada salad ini terdiri dari air dan serat.

    Satu cangkir selada, sekitar 72 gram menawarkan 2 sampai 2,9 gram karbohidrat.

    Semua jenis selada sebenarnya baik. Namun, perhatikan warnanya. Jika warnanya semakin gelap, berarti semakin banyak nutrisi peningkat kesehatan yang terkandung di dalamnya.

    Nutrisi tersebut termasuk vitamin C dan K, potasium, kalsium, dan magnesium.

    Daftar sayuran karbohidrat rendah lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Seledri

    Tingkatkan Gairah Seksual, Konsumsi Seledri Secara RutinJangan abaikan seledri karena sayuran ini bagus untuk kesehatan dan rendah karbohidrat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Napadon Srisawang

    Seledri juga bisa mulai dikonsumsi. Seledri mungkin memenuhi syarat sebagai sayuran dengan karbohidrat sangat rendah. Sebab, dua dari tiga gram karbohidratnya adalah serat.

    Seledri juga mengandung banyak air, vitamin K, dan potasium yang baik untuk kesehatan tubuh.

    Tidak ada salahnya menambahkan sayuran super renyah ini ke dalam makanan atau camilan apapun. Kamu bisa menaburkannya ke atas salad, atau diaduk bersama ke dalam sup.

    4. Tomat

    Tomat juga disebut sayuran dengan karbohidrat lebih rendah. Satu cangkirnya mengandung tujuh gram karbohidrat dan dua di antaranya adalah serat.

    Tomat yang menyegarkan ini juga mengandung senyawa likopen, potassium, folat, vitamin A,C, dan K, yang meningkatkan kesehatan mata.

    Namun, lebih baik kamu mengonsumsi tomat segar. Hindari tomat kalengan karena biasanya sudah ditambah dengan bahan pengawet.

    5. Paprika hijau

    Ditantang Dosen Bikin Kebun Paprika, Pria Ini Berhasil Raup Omzet Ratusan JutaPaprika pun baik dikpnsumsi karena dalam 100 gram hanya memiliki 5 gram karbohidrat. Foto: youtube kementrian pertanian

    Paprika memiliki kandungan karbohidrat yang ringan. Dalam 100 gram paprika hijau, terdapat sekitar lima gram karbohidrat dan satu gram di antaranya adalah serat.

    Berbeda dari paprika lainnya, seperti paprika merah dan oranye, biasanya memiliki sekitar satu gram tambahan karbohidrat dalam jumlah yang sama.

    Paprika hijau juga merupakan sumber vitamin C terbaik, vitamin B, kalium, dan vitamin A,E, dan K. Oleh karena itu, paprika adalah pilihan sayur yang sangat sehat.

    Sayuran ini bisa dimasak dalam saus, sup, hingga dicampur dengan pasta.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Putih Telur vs Kuning Telur, Mana yang Lebih Menyehatkan?


    Jakarta

    Telur merupakan sumber protein yang baik. Telur memiliki dua bagian, yakni bagian putih dan kuning. Lantas, mana yang lebih menyehatkan? Ini penjelasannya!

    Telur ayam dapat dikatakan sebagai pilihan makanan sehat. Tingginya kandungan protein membuat telur dimasukkan ke dalam menu diet, karena bisa membantu proses penurunan berat badan.

    Telur memiliki dua bagian, yakni putih dan kuning. Sampai saat ini, masih banyak orang yang berdebat mengenai lebih sehat mana di antara kedua bagian tersebut.


    Dikutip dari Times of India (11/05/24) berikut faktanya!

    1. Putih Telur

    Lebih sehat kuning telur atau putih telur?Lebih sehat kuning telur atau putih telur? Foto: iStock

    Putih telur termasuk rendah kalori dan rendah lemak. Dalam satu butir telur, hanya mengandung 17 kalori dan 0,2 gram lemak. Ini bagus bagi kamu yang ingin mengurangi kalori.

    Selain itu, putih telur tinggi akan kandungan protein yang berkualitas. Putih telur dikemas dengan asam amino esensial yang diperlukan untuk perbaikan dan pertumbuhan otot.

    Menurut para ahli, satu putih telur mengandung 11 gram protein. Putih telur pun bagus dikonsumsi karena bebas kolesterol. Namun, putih telur terbilang rendah nutrisi.

    Putih telur juga mengandung potasium yang bisa membantu mengurangi dan menstabilkan tekanan darah. Terdapat vitamin riboflavin yang berperan mencegah katarak dan migrain.

    Meski putih telur kaya akan protein, tetapi putih telur kekurangan banyak vitamin, mineral, dan lemak sehat yang ditemukan dalam kuning telur.

    Manfaat kuning telur ada di halaman selanjutnya.

    2. Kuning Telur

    Lebih sehat kuning telur atau putih telur?Lebih sehat kuning telur atau putih telur? Foto: iStock

    Kuning telur kaya akan nutrisi. Dalam satu butir telur, bagian kuning mengandung 55 kalori yang mana itu tersedia dari nutrisi esensial, termasuk vitamin A, D, E, K, dan B.

    Selain itu, juga terdapat kandungan mineral seperti iron, phosphorus, dan zinc. Lemak yang terkandung merupakan lemak sehat, seperti asam lemak omega-3.

    Kuning telur merupakan sumber kolin yang baik. Nutrisi ini sangat penting untuk kesehatan otak, fungsi hati, dan metabolisme. Dalam satu butir, kuning telur mengandung 147 mg kolin.

    Lemak sehat terkandung pada bagian kuning telur, termasuk lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Ini bagus untuk kesehatan jantung asalkan tidak dikonsumsi berlebihan.

    Totalnya ada sekitar 27 gram lemak sehat dalam satu butir kuning telur. Tak hanya itu, sebuah studi menemukan banyak kuning telur mengandung iron sebanyak 90%.

    Peneliti menemukan adanya karotenoid pada kuning telur yang berperan sebagai antioksidan dan melindungi mata dari radikal bebas yang bisa membahayakan retina mata.

    Namun, di samping itu, kuning telur tinggi akan kolesterol. Dalam satu butir ada 185 mg kolesterol, sehingga bisa berbahaya bagi pengidap penyakit jantung.

    3. Kesimpulan

    Baik putih telur maupun kuning telur memiliki sisi positif dan negatif. Sebaiknya dikonsumsi tergantung dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

    Misalnya, jika seorang dengan kondisi kesehatan memiliki kadar kolesterol tinggi dan penyakit jantung, sebaiknya hindari mengonsumsi kuning telur dan lebih baik mengonsumsi putih telur.

    Jika seseorang tanpa penyakit membutuhkan nutrisi lebih banyak, bisa mengonsumsi kuning telur. Namun tetap, harus dikonsumsi dalam porsi normal dan tidak berlebihan.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Rutin Minum Espresso Bisa Cegah Alzheimer, Ini Faktanya


    Jakarta

    Bagi pecinta kopi secangkir espresso dapat mengatasi kantuk di pagi hari. Selain itu, rutin minum espresso juga bisa mencegah Alzheimer. Ini faktanya!

    Espresso merupakan metode penyeduhan kopi yang berasal dari Italia. Metode ini dilakukan dengan menekan uap air mendidih untuk menyalurkan kopi yang telah digiling halus sehingga mendapatkan air kopi kental.

    Di balik rasanya yang pahit, kopi espresso bermanfaat untuk mencegah penyakit Alzheimer. Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian dari University of Verona di Italia.


    Dikutip dari dari Medical News Today (28/11/23) peneliti menemukan bahwa ekstrak espresso bisa menghambat agregasi protein yang terkait dengan penyakit Alzheimer.

    Berikut ini beberapa fakta dari penelitian tersebut.

    1. Adanya kandungan Carbon Quantum Dots

    Kopi bisa mencegah AlzheimerKopi bisa mencegah Alzheimer Foto: iStock

    Sebuah studi menunjukkan bahwa dalam ekstrak kopi terdapat kandungan Carbon Quantum Dots (CACQDs) yang berbasis asam caffeic. Zat ini dapat melindungi otak dari gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer atau Parkinson

    Peneliti juga menunjukkan bahwa sifat anti-inflamasi dan antioksidan pada asam caffeic dapat membantu melawan efek gaya hidup dan faktor lingkungan yang meningkatkan risiko gangguan tersebut.

    Dengan menerapkan kebiasaan gaya hidup sehat, seperti mengikuti pola makan bergizi, berolahraga secara teratur dan tidur yang cukup dapat membantu meminimalkan risiko terjadinya gangguan neurodegeneratif.

    2. Apa itu Carbon Quantum Dots?

    Kopi bisa mencegah AlzheimerKopi bisa mencegah Alzheimer Foto: iStock

    Carbon Quantum Dots adalah nanopartikel yang ukurannya kecil, ukuran gigitan atau sekitar 2-10 nm. Nanopartikel ini disintesis dari prekursor yang mengandung karbon itu sendiri.

    “Mereka tidak ditemukan sebagaimana adanya, tetapi perlu disintesis. Kami menggunakan pendekatan ramah kimia yang memungkinkan asam caffeic dikarbonisasi ulang menjadi Caffeic Acid Derived Carbon Quantum Dots (CACQDs),” ujar peneliti Dr. Mahesh Narayan.

    Asam caffeic sendiri memiliki kemampuan untuk melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan otak rentan terhadap stres oksidatif. Karenanya Asam caffeic dapat menjadi alat yang berguna untuk mengelola kondisi neurodegeneratif.

    Fakta kopi yang dapat mencegah Alzheimer ada di halaman selanjutnya.

    3. Manfaat Asam caffeic

    Kopi bisa mencegah AlzheimerKopi bisa mencegah Alzheimer Foto: iStock

    Dr. Natalia Pessoa Rocha, asisten profesor di Departemen Neurologi mengatakan bahwa asam caffeic memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

    “Stress oksidatif dan peradangan berkontribusi terhadap kematian sel di organ manapun, termasuk otak. Dengan minum kopi, maka asam caffeicnya akan berperan untuk menghalau itu semua,” tutur Dr. Natalia.

    Mengingat sel-sel otak lebih rentan terhadap stres oksidatif dan peradangan dibandingkan sel-sel dari organ lain. Sel-sel otak memiliki kapasitas yang sangat terbatas untuk beregenerasi,” lanjutnya.

    4. Bisakah kopi mengobati demensia?

    Demensia merupakan penyakit yang menyerang daya ingat, sehingga membuat seseorang cepat lupa. Dengan studi yang dilakukan, menyebutkan kopi dapat mengobati demensia.

    Namun, studi ini perlu dipelajari lebih lanjut, karena studi ini hanya diuji secara in vitro. Artinya penelitian ini dilakukan hanya menguji suatu sel, jaringan, atau bagian organ tertentu di dalam laboratorium.

    “Mereka menggunakan sel SH-SY5Y, yaitu sel neuroblastoma. Ini banyak digunakan sebagai model penyakit neurodegeneratif in vitro,” ujar Dr. Pessoa Rocha.

    Karenanya, kita tidak dapat berasumsi bahwa efeknya pada otak akan sama. Mengingat penyakit neurodegeneratif bersifat kompleks dan multifaktorial.

    5. Jangan minum berlebihan

    Minum Kopi Campur Cangkang Telur Turunkan Kadar Asamnya, Benarkah?Kopi hiitam Foto: iStock

    Oleh karena itu, para penelitian menyarankan untuk membatasi asupan kopi. Jika tidak, maka manfaat kopi dalam mencegah Alzheimer bisa hilang.

    Peneliti mengatakan bahwa membatasi asupan kopi sebaiknya tak lebih dari empat cangkir per hari. Hindari juga menambahkan gula pada kopi, karena bisa menghilangkan efek antioksidannya.

    “Sebaiknya gunakan pemanis seminim mungkin,” ujar peneliti.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Makanan Tinggi Protein dan Serat yang Bagus untuk Turunkan BB


    Jakarta

    Saat diet penting untuk mencukupi kebutuhan gizi dengan tepat. Kamu bisa mengonsumsi makanan tinggi protein dan serat. Ini daftar makanan yang tepat untuk jadi pilihan.

    Usaha diet menurunkan berat badan bisa berhasil jika dilakukan dengan tepat. Salah satunya dengan mencukupi kebutuhan 2 zat gizi utama yaitu protein dan serat.

    Paduan protein dan serat berfungsi meningkatkan kepuasan saat makan dan mempertahankan kenyang lebih lama. Keduanya juga punya manfaat sehat secara umum yaitu meningkatkan imunitas tubuh, kesehatan usus, hingga mendukung pertumbuhan otot.


    Jika ingin merasakan manfaat sehat secara umum sekaligus membantu usaha diet, coba konsumsi 7 makanan tinggi protein dan tinggi serat berikut ini seperti dirangkum dari Eat This, Not That!:

    1. Edamame

    Cari alternatif camilan sehat? Edamame cocok jadi pilihan. Dalam 100 gram edamame terkandung 121 kalori, 12 gram protein, dan 5 gram serat. Menurut penelitian, edamame merupakan sumber isoflavon yang baik, sebuah antioksidan yang bantu menurunkan risiko kanker tertentu.

    Ahli gizi Destini Moody menyebut edamame juga kaya vitamin K dan folat. Cara terbaik mengolahnya dengan mengukus atau merebus lalu nikmati dengan sedikit garam. Bisa juga jadi isian salad dan tumis sayuran.

    2. Oat

    Oatmeal in a wooden bowlFoto: Getty Images/iStockphoto/t_kimura

    Kabar baik untuk pencinta gandum karena makanan favoritnya juga termasuk tinggi protein dan tinggi serat. Dalam 1 cup oat mentah mengandung 307 kalori, 11 gram protein, dan 8 gram serat.

    Oat mengandung beta glucan, serat larut yang bantu menurunkan kadar kolesterol jahat. Lalu ada juga serat tidak larut. Keduanya dapat mendukung pencernaan yang sehat dan mengatur selera makan agar tidak berlebihan.

    3. Almond

    Almond populer jadi snack diet sebab kandungan nutrisinya yang tepat. Tiap 28 gram almond atau sekitar 23 butir almond mengandung 164 kalori, 6 gram protein, dan 4 gram serat.

    Moddy mengatakan makan 28 gram kacang almond sudah dapat memenuhi setengah rekomendasi kebutuhan vitamin E harian. Almond bisa dijadikan camilan langsung, topping smoothies bowl, atau pun oatmeal.

    4. Tempe

    TempeFoto: iStock

    Mudah didapat, harganya murah, dan rasanya enak, inilah tempe yang juga jadi pilihan tepat. Tiap 85 gram tempe mengandung 190 kalori, 20 gram protein, dan 4 gram serat.

    Ahli gizi mengungkap tempe sumber probiotik yang bagus untuk kesehatan usus. Tempe juga bisa jadi sumber daging alternatif bagi pelaku vegetarian dan vegan. Mengolahnya gampang, bisa dipanggang atau ditumis agar lebih sehat.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    5. Pistachio

    Selain almond, pistachio juga termasuk makanan tinggi protein dan tinggi serat. Dalam 28 gram pistachio (48 butir) mengandung 159 kalori, 6 gram protein, dan 3 gram serat.

    Pistachio kaya kandungan lutein dan zeaxanthin, 2 jenis antioksidan yang mendukung penglihatan dan mengurangi risiko degenerasi makula. Pistachio disebut ahli gizi sebagai camilan enak untuk dibawa bepergian dan dapat meningkatkan cita rasa serta profil nutrisi berbagai hidangan.

    6. Kacang hitam

    black beansFoto: Thinkstock

    Kacang hitam termasuk legume serba guna untuk ditambahkan ke dalam berbagai hidangan. Dalam 1/2 cup kacang hitam mengandung 70 kalori, 5 gram protein, dan 7 gram serat.

    Bonusnya, makan kacang hitam mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung Sifatnya juga rendah indeks glikemik sehingga dapat menstabilkan kadar gula darah.

    7. Quinoa

    Quinoa disebut-sebut sebagai superfood yang cocok dikonsumsi saat diet. Dalam 1 cup quinoa matang terkandung 222 kalori, 8 gram protein, dan 5 gram serat.

    Quinoa unik karena merupakan sumber protein nabati yang mengandung 9 asam amino esensial untuk mengoptimalkan kesehatan. Quinoa kaya akan mangan, magnesium, dan fosfor. Bagi yang punya perut sensitif dan alergi, konsumsi quinoa juga cocok karena sifatnya bebas gluten.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Minum Kopi Campur Cokelat Menyehatkan Jantung, Apa Benar?


    Jakarta

    Kopi memang bisa diracik dengan bahan apa saja, termasuk cokelat. Campuran kopi dan cokelat dikenal bermanfaat untuk kesehatan jantung. Apakah benar?

    Kopi tidak dinikmati begitu saja, tetapi bisa juga dinikmati dengan campuran berbagai bahan. Kamu bisa mencampur kopi dengan susu, gula, krim, rempah-rempahan, hingga bubuk cokelat atau kakao.

    Di antara bahan tambahan pada kopi ini, cokelat menjadi salah satu yang direkomendasikan. Sebab, disebut-sebut kopi campur cokelat dapat menyehatkan jantung.


    Kopi sendiri sebenarnya memiliki manfaat baik bagi jantung. Menurut John Hopkin Medicine, minum satu hingga dua cangkir kopi dalam sehari dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan gagal jantung.

    Lantas, bagaimana jika kopi itu dicampur cokelat. Apakah manfaatnya akan sama, lebih baik, atau buruk? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari wellandgood.com (11/02):

    1. Minum kopi dikaitkan umur panjang

    Kopi bisa mencegah AlzheimerKopi sendiri diketahui memiliki manfaat baik bagi jantung. Minum kopi pun dikaitkan dengan hidup lebih panjang. Foto: iStock

    Sebelum membahas racikan kopi campur cokelat, ketahui dulu kaitan antara kebiasaan minum kopi dengan umur yang lebih panjang.

    Menurut Nikki Bart, MD, ahli jantung di Victor Chang Cardiac Research Institute, “Para penikmat kopi seharusnya senang mengetahui bukti bahwa kopi sekarang mendukung (kesehatan) Anda.”

    Penelitian yang disebut Well and Good menunjukkan, minum kopi dalam jumlah sedang dapat meningkatkan umur panjang dan kesehatan jantung.

    Pada studi Januari 2022 di European Journal of Preventive Cardiology, peneliti juga menemukan bahwa minum tiga cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko kematian seseorang akibat penyakit jantung dan stroke.

    Namun, menurut Dr. Bart, bukan berarti seseorang harus meneguk kopi setiap hari. Manfaat kopi bisa dirasakan ketika seseorang mengonsumsinya dalam takaran tepat.

    Menurut Dr,Bart, takaran yang tepat sekitar satu hingga tiga cangkir kopi. Jika berlebihan bisa merugikan diri sendiri.

    2. Minum kopi campur cokelat mengurangi peradangan

    kopiKopi campur cokelat juga disebut mampu mengurangi peradangan hingga mendukung kesehatan jantung. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

    Kopi memiliki manfaat bagi kesehatan jantung. Namun, ketika kopi dicampur dengan kakao atau bubuk cokelat, rupanya manfaatnya jauh lebih tinggi.

    Menurut Dr. Bart, bubuk kakao juga mengandung flavonoid yang memiliki efek anti inflamasi, mengendurkan pembuluh darah, dan meningkatkan kontrol gula darah.

    Secara lebih rinci, flavonol adalah senyawa kimia yang ada pada tumbuhan. Flavanol termasuk dalam keluarga antioksidan yang disebut flavonoids.

    Flavonol terbukti mengurangi peradangan dan meningkatkan aliran darah. Konsumsinya berdampak positif pada kesehatan jantung dan merelaksasikan pembuluh darah.

    Oleh karena itu, minum kopi dengan bubuk kakao memiliki manfaat sehat. Sebab, bubuk kakao mengandung flavonoid yang mendukung kesehatan jantung.

    Namun, perlu diingat, kakao dan cokelat biasa bukanlah hal yang sama. Bubuk kakao lebih rendah lemak jenuh dan memiliki sedikit bahkan tidak ada tambahan gula.

    Mau tau tips bikin kopi cokelat yang menyehatkan? simak di halaman selanjutnya!

    3. Tips bikin kopi cokelat yang menyehatkan jantung

    kopiTerdapat beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membuar racikan kopi cokelat yang mendukung kesehatan jantung. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

    Pertama, kamu harus memerhatikan ukuran porsi. Jangan terlalu banyak menggunakan bubuk kakao. Pilih juga bubuk kakao tanpa pemanis.

    Collete Micko, RD, seorang ahli gizi merekomendasikan, menambah dua sendok makan bubuk kakao ke dalam kopi agar mendapat manfaat kesehatan jantung maksimal.

    Kedua, jangan gunakan tambahan gula dan krim. Kopi adalah minuman alami tanpa kalori. Namun, jika ditambah dengan krim, gula, atau perasa lainnya, kalorinya bisa menumpuk.

    Dr. Bart pun mengatakan, hal tersebut dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung.

    Micko juga menyarankan untuk hindari penambahan susu berlemak atau mentega ke dalam kopi karena semuanya tinggi lemak jenuh.

    Ketiga, disarankan memilih bahan-bahan organik ketika membeli kopi maupun cokelat bubuk.

    Micko mengungkap, “Biji kopi konvensional dan biji kakao biasanya banyak disemprot pestisida dalam praktik pertanian.”

    Oleh karena itu, sebisa mungkin cari bahan-bahan organik. Cari bubuk kakao yang dibuat secara alami. Pastikan juga bahan pertamanya adalah cokelat bukan gula. Micko juga menegaskan untuk memilih bubuk cokelat tanpa pemanis.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com