Category: Makanan Sehat

  • Fatal! 5 Makanan Enak Ini Bisa Sebabkan Tekanan Darah Tinggi

    Fatal! 5 Makanan Enak Ini Bisa Sebabkan Tekanan Darah Tinggi


    Jakarta

    Tekanan darah tinggi dapat disebabkan karena pola makanan yang buruk. Karenanya hindari beberapa makanan yang tinggi akan lemak jenuh dan gula.

    Tekanan darah tinggi atau disebut juga hipertensi merupakan kondisi medis di mana tekanan darah dalam pembuluh darah meningkat secara terus-menerus melebihi batas normal.

    Kondisi tersebut dapat memicu gangguan jantung yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani. Salah satu faktor penyebab hipertensi adalah pola makan yang buruk.


    Makanan yang tinggi akan lemak jahat, garam, gula, bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah, seperti yang dikutip dari Very Well Health (10/06/25).

    Karenanya hindari 5 makanan yang bisa memicu hipertensi:

    1. Keripik Kentang

    Dulu Kecanduan Keripik Kentang, Kini Wanita Ini Sukses Turunkan BB 32 KgKeripik kentang mengandung kadar garam dan lemak jenuh yang tinggi. Foto: Site News

    Keripik kentang mengandung kadar garam dan lemak jenuh yang tinggi. Kandungan tersebut yang dapat meningkatkan tekanan darah.

    Natrium pada keripik kentang akan menyebabkan retensi air. Retensi air menyebabkan penumpukan cairan lebih banyak di dalam tubuh sehingga tekanan dalam pembuluh darah meningkat.

    Kondisi yang sama juga dapat dipicu oleh jenis junk food lainnya, mulai dari pizza, burger, dan makanan dari restoran cepat saji yang tinggi natrium.

    2. Daging Olahan

    Daging olahan seperti bacon, sosis, kornet, dan sejenisnya merupakan sumber natrium yang tinggi. Tingginya kadar garam tersebut akan meningkatkan volume darah dan akhirnya meningkatkan tekanan darah.

    Selain itu, lemak jenuh dan lemak transnya juga meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Kondisi itu dapat berkontribusi pada penyempitan pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah.

    Makanan penyebab tekanan darah tinggi ada di halaman berikutnya.

    3. Minuman beralkohol

    Minuman alkoholMinuman alkohol mempengaruhi sistem kardiovaskular Foto: iStock

    Minuman beralkohol dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular dengan berbagai cara. Mulai dari mengganggu fungsi jantung hingga menyebabkan perubahan dalam sistem hormonal dalam regulasi tekanan darah.

    Alkohol dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah serta detak jantung, pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan tekanan darah.

    4. Makanan manis

    Tak hanya garam, gula pun dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian pada 2014 yang menunjukkan bahwa gula dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dapat menyebabkan resistensi insulin. Kondisi tersebut akan meningkatkan risiko seseorang terkena tekanan darah tinggi.

    Sebuah penelitian pada wanita dengan tekanan darah tinggi menemukan bahwa penurunan gula sebesar 2,3 sendok teh dapat menyebabkan penurunan sistolik 8,4 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik 3,7 mmHg.

    5. Daging Merah

    Apa Benar Konsumsi Daging Berefek Buruk untuk Otak? Ini PenjelasannyaDaging merah mengandung lemak jenuh tingkat tinggi dan kolesterol. Foto: Getty Images/iStockphoto/karandaev

    Terlalu banyak mengonsumsi daging merah, seperti daging sapi, kambing, dan domba telah dikaitkan dengan tekanan darah yang tinggi.

    Daging merah mengandung lemak jenuh tingkat tinggi dan kolesterol, sehingga dapat menyebabkan penyempitan dan pengerasan, sehingga membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.

    Cara pengolahan daging merah juga berperan penting. Menggoreng daging dengan banyak minyak atau menambahkan garam berlebihan, dapat meningkatkan risiko kenaikan tekanan darah.

    (raf/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Makanan Terlarang Buat yang Pernah Alami Serangan Jantung

    5 Makanan Terlarang Buat yang Pernah Alami Serangan Jantung


    Jakarta

    Kesehatan jantung dan kardiovaskuler salah satunya dipengaruhi oleh asupan makanan. Jika pernah alami serangan jantung, sebaiknya hindari makanan ini.

    Asupan makanan sangat mempengaruhi kesehatan tubuh secara umum. Penyerapan lemak, gula, dan berbagai nutrisi di dalamnya akan masuk ke dalam aliran darah.

    Ketika ada kandungan yang tak baik, seperti lemak atau kolesterol, akan mengganggu kesehatan kardiovaskuler dan jantung. Selain harus dihindari guna meminimalisir risikonya, konsumsi beberapa makanan juga tak disarankan bagi yang pernah mengalami serangan jantung.


    Alasannya ialah efek pemicunya yang lebih sensitif. Agar tak semakin parah, pasien dengan kondisi gangguan kesehatan jantung sebaiknya menghindari beberapa makanan tertentu.

    Berikut ini 5 asupan makanan yang harus dihindari setelah alami serangan jantung melansir laman dr. Vishal Khullar:

    5 Makanan Terlarang Buat yang Pernah Alami Serangan JantungBagi pasien yang pernah alami serangan jantung, konsumsi garam harus dibatasi dengan ketat. Foto: Getty Images/towfiqu ahamed

    1. Makanan tinggi garam

    Konsumsi garam dan sodium harus paling dihindari oleh penderita gangguan jantung dan kardiovaskuler. Garam dapat menyebabkan retensi air yang tinggi pada pembuluh darah.

    Kondisi tersebut menyebabkan tekanan darah meningkat secara signifikan, terutama pada pasien yang telah mengalami serangan jantung akan lebih sensitif terhadap garam dan sodium.

    Makanan buatan rumahan jauh lebih disarankan oleh ahli transplantasi jantung untuk orang-orang yang sempat mengalami serangan jantung. Dalam hidangan rumahan yang dibuat juga wajib diperhatikan tambahan gulanya.

    2. Sumber lemak

    Makanan yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh paling berbahaya untuk peredaran darah. Peningkatan risiko gangguan kardiovaskuler juga dapat terjadi akibat konsumsi makanan berlemak.

    Makanan-makanan berlemak yang disarankan untuk dihindari misalnya gorengan, kue yang dipanggang, olahan camilan, hingga penambahan margarin dalam makanan sehari-hari.

    Konsumsi daging dan olahan susu yang tinggi lemak juga tak disarankan. Asupan lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah juga kadar kolesterol.

    Makanan yang tak disarankan untuk dikonsumsi setelah serangan jantung berlanjut di halaman berikutnya.

    3. Makanan kemasan

    Dalam proses pengolahannya, makanan kemasan seringkali menambahkan bahan-bahan tambahan yang berlebihan. Terutama pada penambahan gula, garam, dan kadar lemak.

    Bahan tambahan tersebut yang membuat makanan kemasan terasa enak. Namun perlu juga untuk diperhatikan agar asupannya sesuai dengan batas aman.

    Jika Anda pernah mengalami serangan jantung, apalagi operasi pada jantung, tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan kemasan dan olahan. Kandungan garam tersembunyi di dalamnya dapat menyebabkan efek yang fatal.

    5 Makanan Terlarang Buat yang Pernah Alami Serangan JantungTak hanya berpotensi obesitas, konsumsi gula berlebih juga dapat memicu serangan jantung. Foto: Getty Images/towfiqu ahamed

    4. Gula tambahan

    Mengonsumsi makanan manis atau mengandung gula tambahan tinggi tidak hanya memicu diabetes dan obesitas, tapi juga risiko penyakit jantung.

    Konsumsi asupan yang tinggi gula dapat meningkatkan tekanan darah. Alasannya karena liver akan bekerja keras membuang lemak hasil mengolah gula ke dalam aliran darah.

    Beberapa asupan dengan gula tambahan tersembunyi juga harus dihindari. Seperti jus buah, soda, makanan olahan, yang sekilas tampak sehat sebenarnya menyimpan kadar gula yang tinggi.

    5. Tepung terigu

    Beberapa penelitian melaporkan adanya peningkatan risiko serangan jantung pada olahan biji-bijian seperti tepung. Ketika biji-bijian diolah, maka nutrisinya akan rusak dan disamakan ahli oleh gula.

    Salah satu contoh hasil produksi olahan biji-bijian ini misalnya roti putih yang banyak ditemukan di pasaran. Kandungan gula dari karbohidrat olahan di dalamnya dengan cepat diserap ke dalam aliran darah.

    Dibandingkan dengan karbohidrat kompleks, tepung terigu tinggi akan kalori. Beberapa olahan yang wajib dihindari misalnya sereal, nasi putih, serta beberapa sumber karbohidrat dengan indeks glikemik yang tinggi.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Benarkah Makan Babi Berbahaya untuk Kesehatan? Ini Kata Ahli

    Benarkah Makan Babi Berbahaya untuk Kesehatan? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Daging babi merupakan salah satu sumber protein hewani. Namun, daging ini kerap dihindari karena beberapa hal. Benarkah konsumsinya berbahaya untuk kesehatan?

    Daging babi merupakan salah satu sumber protein hewani, vitamin, dan mineral yang diperlukan tubuh. Daging hewan ini juga mengandung vitamin dan mineral penting, seperti vitamin B12, Zinc, dan selenium.

    Vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan sistem saraf. Sedangkan zinc memiliki sifat antioksidan yang bisa melindungi tubuh dari kerusakan sel.


    Namun, daging babi juga berpotensi membawa penyakit menular dan membahayakan kesehatan manusia, terlebih jika sudah terkontaminasi bakteri. Di dalam babi terkandung cacing pita yang bisa membahayakan. Parasit tersebut bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

    Lantas, apakah makan babi berbahaya bagi kesehatan? Melansir eatingwell.com (07/03/2025), berikut penjelasannya.

    1. Daging babi mengandung protein berkualitas

    Daging babiDaging babi mengandung protein yang sebenarnya baik untuk kesehatan tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/Paul_Brighton

    Meskipun banyak kontroversi terkait daging babi, tetapi daging hewan ini sebenarnya termasuk makanan bergizi.

    Dalam 85 gram daging babi matang, terkandung 23 gram protein berkualitas tinggi.

    Menurut ahli gizi Kara Behlike-Ungerman, protein dalam daging babi sangat mudah digunakan oleh tubuh. Protein berkualitas itu dapat membantu pembentukan otot kuat, membantu perut tetap kenyang, dan bisa mencegah kehilangan otot.

    Mengonsumsi daging babi setiap hari juga memberi tubuh sumber protein yang mengenyangkan.

    “Protein sangat penting seiring bertambahnya usia karena berkurangnya massa otot yang terjadi seiring bertambahnya usia, sehingga meningkatkan risiko sarkopenia (kondisi medis yang ditandai dengan hilangnya massa, kekuatan, dan fungsi otot secara progresif, terutama seiring bertambahnya usia),” ujar ahli gizi Johna Burdeos.

    2. Daging babi kaya akan kolin

    daging babiDaging babi juga kaya akan kolin yang baik untuk perkembangan janin. Foto: [WhiteStagFarms]

    Daging babi juga kaya akan kolin, nutrisi penting untuk perkembangan otak dan sumsum tulang belakang sehat bagi bayi yang berkembang dalam kandungan.

    Oleh karena itu, ahli Kara Behike-Ungerman merekomendasikan 1 porsi daging babi seberat 85 gram dikonsumsi ketika hamil dan menyusui. Sebab, dapat mengisi kekurangan kolin harian.

    Daging babi juga mengandung vitamin B, termasuk tiamin, niasin, vitamin B6, dan vitamin B12. Vitamin tersebut berperan penting dalam pembentukan plasenta dan penyediaan energi untuk perkembangan janin.

    3. Menjadi bagian pola makan menyehatkan jantung

    Bagian daging babi terenakKalau mengonsumsi daging babi tanpa lemak, kemungkinan bisa membantu sehatkan jantung. Foto: Shutterstock

    Beberapa potongan daging babi juga disebut baik oleh American Heart Association. Termasuk potongan sirloin tanpa tulang atau tenderloin.

    Potongan tersebut mengandung kurang dari 5 gram lemak, 2 gram atau kurang lemak jenuh, 95 miligram atau kurang kolesterol, serta 480 miligram atau kurang sodium per sajinya.

    Dalam jumlah moderat, konsumsi daging babi tanpa lemak bisa menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki kesehatan jantung secara keseluruhan.

    Efek samping konsumsi daging babi bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    4. Dapat meningkatkan risiko penyakit

    Tembus 76 Juta per Bulan! Gaji Penjual Daging Babi Lebih Besar dari DokterHindari makan babi berlemak dan berlebihan karena bisa timbulkan risiko buruk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Paul_Brighton

    Mengonsumsi daging babi memicu risiko berbahaya bagi kesehatan. Menurut Burdeos, konsumsi daging babi yang terlalu banyak bisa menyebabkan infeksi trikinosis. Infeksi ini bisa berakibat fatal disebabkan oleh cacing pita Trichinella yang ditemukan pada daging babi kurang matang atau mentah.

    Disarankan untuk mengonsumsi daging babi yang matang atau memasaknya pada suhu yang disarankan, minimal 63 derajat celcius.

    5. Meningkatkan risiko penyakit jantung

    Meskipun daging babi baik untuk jantung, tetapi mengonsumsi secara berlebihan kurang bagus. Apalagi jika mengonsumsi bagian penuh lemak, maka bisa berbahaya.

    Konsumsi babi berlebihan atau olahannya, seperti bacon dan sosis bisa meningkatkan tekanan darah tinggi, kolesterol, dan risiko penyakit jantung.

    Secara gizi daging babi memang mengandung berbagai nutrisi penting, tetapi konsumsinya perlu diperhatikan. Hindari mengonsumsi daging babi penuh lemak dan terlalu berlebihan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Efek Samping Terlalu Banyak Konsumsi Matcha, Bisa Memicu Alergi!

    5 Efek Samping Terlalu Banyak Konsumsi Matcha, Bisa Memicu Alergi!


    Jakarta

    Di balik kenikmatan matcha yang grassy, ada beberapa efek samping yang cukup serius jika dikonsumsi berlebihan. Mulai dari reaksi alergi hingga kanker esofagus.

    Matcha tengah menjadi tren. Banyak kafe yang mengeluarkan menu matcha dengan racikan unik. Bahkan orang-orang pun berlomba-lomba membuat racikan matcha sendiri di rumah.

    Menikmati matcha dengan rasa umami dan grassy ternyata memberikan sensasi tersendiri. Namun, perlu waspada, karena terlalu banyak mengonsumsi matcha bisa berisiko bagi kesehatan.


    Matcha mengandung kafein, katekin, dan tanin yang bisa bereaksi berlebihan pada tubuh, seperti yang dikutip dari Very Well Health (12/05/25).

    Berikut ini 5 efek samping terlalu banyak mengonsumsi matcha:

    1. Reaksi alergi

    Ilustrasi matchaMatcha dapat menyebabkan reaksi alergi. Foto: Getty Images/Arx0nt

    Terlalu banyak minum matcha dapat menyebabkan beberapa reaksi alergi, seperti ruam, gatal-gatal, hingga kesulitan bernapas.

    Meskipun matcha umumnya dianggap aman, tetapi berbahaya untuk penderita alergi terhadap teh hijau atau beberapa komponen matcha lainnya, seperti kafein dan tanin.

    2. Kanker Esofagus

    Banyak kasus di mana peminum matcha dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) karena overdosis. Disebutkan bahwa kandungan katekin matcha bisa menghambat penyerapan zat besi.

    Kondisi ini bisa mengurangi asupan zat besi untuk tubuh. Fatalnya lagi, bisa menyebabkan kanker esofagus jika dikonsumsi dalam kondisi panas.

    Kanker esofagus adalah kanker yang tumbuh di saluran tenggorokkan ke lambung. Gejalanya terasa ketika menelan makanan terasa sakit, terasa batuk, nyeri ulu hati, dan suara serak.

    Efek samping mengonsumsi matcha ada di halaman berikutnya.

    3. Tekanan Darah Tinggi

    kafe matcha di SurabayaIlustrasi matcha. Foto: Instagram

    Terlalu banyak mengonsumsi matcha dapat berisiko meningkatkan tekanan darah tinggi. Alasannya karena kandungan kafein pada matcha yang menyebabkan stimulasi saraf.

    Karenanya minum matcha bisa jadi sangat berisiko bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung. Tak hanya itu, matcha juga dapat mengganggu kerja obat tekanan darah tinggi.

    4. Gangguan Kesehatan Hati

    Mengonsumsi matcha dalam dosis yang tinggi dapat menyebabkan masalah hati, seperti merusak fungsi enzim hati dan jalur detoksifikasi dalam tubuh.

    Hal ini dapat terjadi pada seseorang yang sensitif terhadap kafein atau dengan kondisi medis tertentu. Beberapa gejalanya dapat dirasakan, antara lain nyeri perut, urine berwarna gelap, dan penyakit kuning pada mata dan kulit.

    5. Kejang

    kafe matcha di SurabayaIlustrasi matcha. Foto: Instagram

    Kandungan kafein pada matcha disebut lebih tinggi daripada teh. Secangkir matcha (237 mililiter) mengandung sekitar 30-50 miligram kafein, sementara secangkir teh mengandung 20-30 miligram kafein.

    Mengasup kafein dalam jumlah yang tinggi dapat menyebabkan kejang dan memicu stimulasi sistem saraf pusat secara berlebihan.

    Kondisi tersebut mungkin dialami bagi yang sangat sensitif terhadap kafein atau memiliki gangguan neurologi bawaan, seperti epilepsi.

    (raf/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • 6 Menu Sarapan yang Terbukti Ilmiah Bikin Panjang Umur

    6 Menu Sarapan yang Terbukti Ilmiah Bikin Panjang Umur


    Jakarta

    Panjang umur dalam kondisi sehat pastinya jadi impian banyak orang. Untuk mendapatkannya, kamu bisa menerapkan pola makan bergizi, seperti rutin mengasup menu sarapan berikut.

    Masyarakat yang tinggal di daerah dengan ekspektasi hidup tinggi, atau yang biasa dikenal dengan istilah “blue zone” memiliki rahasia untuk hidup yang lebih panjang.

    Peneliti umur panjang, Dan Buettner mengatakan sarapan adalah prioritas utama. Berdasarkan waktu dan penelitiannya di tempat-tempat seperti Okinawa, Jepang dan Sardinia, Italia, Buettner menyarankan bahwa makanan pertama di hari itu mungkin penting untuk menjalani hidup yang panjang dan sehat.


    “Kami punya pepatah, ‘Sarapan seperti raja, makan siang seperti pangeran dan makan malam seperti orang miskin,’” ujar Buettner, pencetus istilah “zona biru,” kepada CNBC Make It dikutip Minggu (15/6/2025).

    Dressing salad buahBuah-buahan, salah satu menu panjang umur. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Buettner menyarankan untuk mengonsumsi makanan berikut di pagi hari agar dapat meniru cara makan orang-orang yang berumur panjang di dunia:

    * Kacang-kacangan
    * Sayuran
    * Nasi
    * Buah-buahan
    * Miso
    * Gandum

    “Saya sering memulai hari dengan minestrone yang berisi sayuran dan kacang-kacangan,” kata Buettner. Minestrone dikenal sebagai sup kental asal Italia. Umumnya dimasak dari kuah tomat yang berisi kacang polong, bawang, seledri, tomat cincang dan wortel, lalu ditambah pasta.

    “Saya menantang semua orang yang membaca ini untuk mencoba menyantap minestrone atau nasi dan kacang-kacangan sebagai sarapan selama seminggu dan rasakan bagaimana rasanya,” ujarnya.

    Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Sudah Terbukti Ilmiah, 6 Jenis Sarapan Ini Jadi Rahasia Umur Panjang

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Viral Diet Makan Gula 31 Hari Bikin BB Turun 14 Kg, Ini Kata Pakar

    Viral Diet Makan Gula 31 Hari Bikin BB Turun 14 Kg, Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Banyak orang menghindari gula saat sedang diet. Tapi kini justru muncul tren diet gula, di mana orang-orang menyantap gula dalam jumlah banyak.

    Tren diet dengan pendekatan tak biasa kembali mencuri perhatian, kali ini lewat pola makan yang berfokus pada konsumsi gula. Disebut sebagai “sugar diet”, metode ini mengandalkan asupan makanan manis seperti buah, permen, hingga gula pasir hampir sepanjang hari. Baru saat makan malam, pelaku diet mengonsumsi sumber protein dan sayuran.

    Di beberapa media sosial, sejumlah influencer terutama di Amerika, menyebut diet ini membantu mereka menurunkan berat badan secara signifikan. Bahkan mereka mengklaim bisa menurunkan berat badan 5-14 kilogram dalam beberapa minggu.


    “Efeknya luar biasa, dalam waktu 31 hari saya berhasil menurunkan berat badan sampai 14 kilogram lewat metode diet gula. Selain itu saya tidak pernah ngidam makanan lagi,” tulis YouTuber pemilik saluran SWEET Truck’n on YouTube.

    Viral Diet Makan Gula 31 Hari Bikin BB Turun 14 Kg, Ini Kata PakarMenu Diet Tinggi Gula Foto: Ilustrasi iStock

    “Kini saya punya banyak energi pada tubuh. Saya tidak pernah merasa lelah, justru selalu berenergi dan saya tidak pernah kelaparan,” sambungnya.

    Melansir dailyMailUK (18/06), pola diet ini juga terbilang unik, karena fokus menyantap makanan tinggi gula. Seperti menu sarapan yang terdiri dari pisang dengan taburan gula atau roti selai dengan sirup maple dan buah beri.

    Makan siang diganti dengan permen seperti gummy bear, sementara cemilannya berupa lemonade manis dan buah yang ditambahkan gula. Menu makan malamnya baru dipilih yang mengandung protein rendah lemak seperti dada kalkun, sayuran, dan kentang.

    Meski terdengar bertentangan dengan anjuran gizi konvensional, beberapa ahli menjelaskan bahwa penurunan berat badan bukan disebabkan oleh konsumsi gula, melainkan karena rendahnya asupan protein.

    Dr. Nick Norwitz, pakar metabolisme dari Massachusetts, mengatakan bahwa pembatasan protein bisa mendorong tubuh membakar lebih banyak kalori.

    “Sebenarnya yang membuat berat badan orang turun saat diet gula itu, karena rendahnya asupan protein pada tubuh,” tutur Dr. Norwitz.

    Viral Diet Makan Gula 31 Hari Bikin BB Turun 14 Kg, Ini Kata PakarMenu sarapan tinggi gula. Foto: Ilustrasi iStock

    Dalam sebuah studi, pria sehat yang mengonsumsi protein dalam jumlah sangat rendah tercatat mengalami peningkatan pembakaran energi hingga 400 kalori per hari tanpa menambah aktivitas fisik.

    Namun, pendekatan ini bukan tanpa risiko. Menurut Dr. Hector Perez, selaku dokter dan ahli bariatrik di Meksiko, menjelaskan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat memicu lonjakan kadar gula darah dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, terutama bila dilakukan dalam jangka panjang.

    Beberapa dokter juga mengingatkan bahwa diet semacam ini belum terbukti aman bagi kelompok usia lain, termasuk perempuan, lansia, atau mereka dengan kondisi kesehatan tertentu.

    Meski sejumlah orang mengaku merasa lebih bertenaga dan tidak mengalami rasa lapar berlebih selama menjalani diet ini, para ahli tetap menyarankan pendekatan yang lebih seimbang.

    Prinsip pola makan sehat yang mencakup karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah tetap dianggap sebagai cara yang paling aman dan berkelanjutan untuk menjaga berat badan dan kesehatan tubuh.

    (sob/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • Agar Gula Darah Stabil, Konsumsi 5 Minuman Sehat Ini

    Agar Gula Darah Stabil, Konsumsi 5 Minuman Sehat Ini


    Jakarta

    Beberapa minuman yang mengandung nutrisi penting mampu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Mulai dari kopi hingga susu kedelai, ampuh kendalikan gula darah!

    Gula darah atau glukosa merupakan sumber energi utama tubuh yang berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat. Tubuh memecah karbohidrat menjadi glukosa dan melepaskan ke dalam aliran darah untuk digunakan sebagai energi.

    Namun, kadar gula darah berfluktuasi. Kadar gula darah yang naik dapat mengkhawatirkan kesehatan tubuh. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya pola makan tidak sehat.


    Untuk menjaga kadar gula darah tetap normal, tubuh perlu mengasup nutrisi seperti, protein, antioksidan, dan magnesium. Nutrisi tersebut terkandung pada beberapa minuman ini.

    Dikutip dari Eatingwell.com (01/05/25) berikut 5 minuman yang dapat menjaga kadar gula darah stabil:

    1. Kopi

    Kopi instanKopi diseduh tanpa gula tambahan dapat menjaga kadar gula darah. Foto: iStock

    Menurut Erins Palinski-Wade, ahli gizi sekaligus penulis Day Diabetes Diet, kopi yang diseduh tanpa pemanis tambahan sangat bermanfaat untuk gula darah.

    “Minum kopi hitam dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dan memperlambat perkembangan penyakit,” ujar Palinski-Wade.

    Kopi mengandung senyawa yang disebut asam klorogenat yang berfungsi sebagai antioksidan, sehingga dapat mengurangi peradangan. Hal ini penting karena peradangan yang tidak terkendali dapat memicu produksi insulin berlebih dan mengganggu metabolisme glukosa.

    2. Susu sapi

    Susu sapi kerap dipandang sebelah mata, karena dianggap dapat meningkatkan gula darah. Hal tersebut disebabkan karena susu sapi mengandung gula alami (laktosa).

    “Namun, susu sapi mengandung protein, karbohidrat, dan lemak yang seimbang, sehingga dampaknya terhadap gula darah menjadi minimal,” ujar Palinski.

    Faktanya, beberapa penelitian telah menemukan korelasi antara peningkatan asupan susu dan penurunan risiko terkena diabetes tipe 2.

    Hal tersebut karena nutrisi yang terkandung pada susu, seperti vitamin D dan magnesium yang berperan membantu meningkatkan sensitivitas insulin.

    Minuman yang dapat menjaga kadar gula darah ada di halaman berikutnya.

    3. Jus buah murni

    jus buahJus buah tanpa gula mampu menjaga kadar gula darah. Foto: Getty Images/habovka

    Terbuat dari buah-buahan, mengonsumsi jus buah dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Salah satunya adalah menurunkan gula darah.

    Namun, dengan catatan bahwa jus buahnya tidak dicampur dengan gula tambahan. Jadi, benar-benar jus buah dan air. Kandungan gula alami pada buah pun kerap dipandang negatif.

    Faktanya, gula alami pada buah berbeda dengan gula tambahan. Gula alami terikat dan matriks serat, antioksidan, dan nutrisi bermanfaat lainnya yang dapat membantu kadar gula darah.

    4. Susu kedelai

    Mitos yang masih berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa susu kedelai dapat meningkatkan kadar gula darah. Namun, ahli gizi Cassetty menjelaskan bahwa susu kedelai adalah pilihan susu nabati terbaik, asalkan tidak dicampur dengan gula tambahan.

    “Susu kedelai adalah pilihan yang baik karena susu ini rendah karbohidrat, sehingga menjadikannya pilihan tepat untuk mengendalikan gula darah,” ujar ahli gizi Cassety.

    Faktanya, 1 cangkir susu kedelai (240 mililiter) dilengkapi dengan 8 gram protein, sama seperti susu sapi dengan tambahan 9 gram karbohidrat. Protein tersebut berperan memperlambat dampak karbohidrat lain dalam makanan atau camilan.

    5. Teh

    teh hijauteh hijau mengandung katekin yang mampu menjaga kadar gula darah. Foto: Getty Images/kuppa_rock

    Sama dengan kopi, teh juga dikemas dengan senyawa penting. Senyawa itu disebut katekin yang berperan sebagai antioksidan. Sebuah studi telah menemukan bahwa katekin pada teh hijau dan teh hitam dapat mengatur gula darah dengan berbagai cara.

    Katekin akan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin, melindungi dari peradangan, dan berfungsi sebagai antioksidan untuk melawan stres oksidatif.

    “Katekin juga dapat memberi makan bakteri usus yang baik, sehingga membantu insulin tubuh bekerja lebih efektif untuk membersihkan gula dari darah, asalkan tidak dicampur dengan gula,” tutur ahli gizi Cassety.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Apa Boleh Minum Teh di Pagi Hari Saat Perut Masih Kosong?

    Apa Boleh Minum Teh di Pagi Hari Saat Perut Masih Kosong?


    Jakarta

    Secangkir teh hangat sering dijadikan minuman pagi hari, bahkan dikonsumsi saat perut masih kosong. Apakah kebiasaan ini bagus untuk kesehatan, atau justru memicu efek samping?

    Selain kopi, teh banyak dipilih untuk dikonsumsi pagi hari. Tak sedikit orang yang langsung menenggak teh dalam kondisi perut benar-benar kosong.

    Bagi sebagian orang, kebiasaan ini mungkin tidak menimbulkan masalah. Namun, banyak juga yang merasakan efek samping seperti mual dan dehidrasi.


    Mengutip Slurrp (21/1/2024), minum teh pada pagi hari disebutkan baik untuk kesehatan. Namun, bukan saat perut kosong. Sebaiknya perut diisi terlebih dahulu dengan menu sarapan.

    Idealnya, teh dikonsumsi pagi hari, selang 1-2 jam setelah sarapan. Jika ingin minum sesuatu dalam keadaan perut kosong, lebih baik minum air putih.

    Lantas, mengapa teh tidak disarankan dikonsumsi saat perut kosong? Mengutip Times of India (23/6/2025), teh terutama varian teh hitam dan teh hijau, mengandung kafein dan tannin.

    Ilustrasi minum teh.Minum teh dalam kondisi perut kosong tidak disarankan karena bisa memicu efek samping. Foto: Getty Images/Jerome Tisne

    Dua senyawa tersebut bagus untuk meningkatkan suasana hati dan fokus. Namun, konsumsinya dapat meningkatkan produksi asam lambung.

    Dalam kondisi perut kosong, produksi asam yang berlebih bisa memicu gejala tidak nyaman. Peminum teh mungkin alami gejala nyeri ulu hati, kram, kembung, atau bahkan mual.

    Berbicara soal tannin, polifenol pahit dalam teh ini bisa memicu mual, dan bahkan muntah. Untuk menghindarinya, kamu juga bisa membuat racikan teh yang tidak terlalu kental. Lebih baik teh diseduh sebentar saja.

    Bagi yang sensitif terhadap kafein, minum teh dalam kondisi perut kosong juga bisa memicu perasaan gelisah, gugup, atau bahkan jantung berdebar-debar. Hal ini lantaran kafein terserap dengan cepat tanpa ada ‘penghalang’ makanan di perut.

    Jadi, usahakan makan sesuatu sebelum minum teh di pagi hari. Kamu bisa makan sepotong roti panggang, pisang, atau yogurt, misalnya. Kemudian hidrasi tubuh dulu dengan minum segelas air putih, sebelum meminum teh.

    Racikan teh herbal yang kafeinnya lebih minim dan tingkat keasamannya lebih rendah juga bisa jadi pilihan. Misalnya teh chamomile, rooibos, atau peppermint.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Sering Minum Kopi Merusak Ginjal dan Liver? Ini Kata Peneliti

    Sering Minum Kopi Merusak Ginjal dan Liver? Ini Kata Peneliti


    Jakarta

    Di balik berbagai manfaatnya, konsumsi kopi juga menimbulkan efek samping, termasuk untuk kesehatan ginjal dan liver. Ternyata begini penjelasan ahli.

    Kopi tidak hanya memiliki kandungan kafein, tapi juga berbagai nutrisi alami seperti antioksidan dan mineral lainnya.

    Manfaat secangkir kopi masih terus menjadi perdebatan, baik di kalangan penikmatnya maupun pada peneliti. Warnanya yang pekat sering dianggap mengkhawatirkan bagi kesehatan ginjal dan liver.


    Ternyata begini hasil penelitian dan penjelasannya secara ilmiah.

    Baca juga: Kacau! Ayah Pengantin Tolak Bayar Tagihan Katering Pernikahan Anaknya

    Espresso dan Kopi Tubruk, Mana yang Lebih Tinggi Kafein dan Kalori?Kandungan alami pada kopi ternyata dapat membantu menjaga fungsi liver tetap optimal. Foto: istock

    Efek Konsumsi Kopi pada Liver

    Melansir laman GoodRx (4/2/25), liver atau hati merupakan organ tubuh yang sibuk. Ada 500 fungsi berbeda yang dijalankan oleh liver untuk menjaga kerjanya tetap optimal pada tubuh.

    Merujuk pada kandungan kopi, ada beberapa nutrisi yang justru dapat membantu fungsi liver. Pertama ialah antioksidan dalam bentuk asam klorogenat yang dapat membantu liver memecah glukosa dan mencegah tumpukan lemak.

    Efek antiinflamasi yang ada pada kopi juga membantu mengurangi inflamasi sehingga kinerja liver akan lebih ringan. Konsumsi kopi secara rutin juga dapat menstimulasi autophagy yang meringankan liver untuk membuang sel-sel tubuh yang rusak.

    Hasil Penelitian dan Penjelasannya

    Pada 2016 peneliti di Inggris mengamati efek kopi terhadap liver. Hasil analisanya lantas dipublikasikan pada British Liver Trust dengan tajuk Coffee consumption and the liver – the potential health benefits.

    Ada tiga temuan utama dalam penelitian tersebut. Pertama, konsumsi kopi dalam jumlah moderat 2-3 cangkir per hari dapat mencegah kanker hati seperti yang dibenarkan WHO.

    Pada pengamatannya terhadap pasien penyakit liver, konsumsi kopi ditemukan meminimalisir penurunan fungsi liver. Selain itu ditemukan pula penikmat kopi cenderung memiliki risiko sirosis dan fibrosis yang lebih rendah.

    Efek konsumsi kopi terhadap ginjal berlanjut di halaman berikutnya.

    Efek Konsumsi Kopi Pada Ginjal

    Selain liver, ginjal juga sering dikhawatirkan mengalami efek samping konsumsi kopi. Hal ini merujuk pada ginjal yang berfungsi sebagai penyaring dari cairan yang diminum manusia.

    GoodRx menjelaskan bahwa ginjal berperan penting dalam menetralisir asam sehingga air akan diterima dengan kandungan yang lebih seimbang. Air, garam, dan mineral lain akan dipisahkan untuk diserap oleh darah.

    Namun ada penelitian yang menyebutkan kopi dan minuman berkafein dapat mengganggu fungsi ginjal. Pada sisi yang berbeda, kopi justru ditemukan memiliki efek proaktif untuk mencegah penyakit ginjal kronis.

    Slurrp! 5 Racikan Kopi Hitam Nol Kalori yang Cocok Untuk DietNamun kontroversi konsumsi kopi masih meliputi efeknya pada ginjal. Foto: Getty Images/Narong KHUEANKAEW

    Hasil Penelitian dan Penjelasannya

    Pada 2019 penelitian yang dipublikasi pada American Journal of Kidney Disease menguaknya. Penelitian ini merujuk pada beberapa efek kopi secara spesifik terhadap kesehatan ginjal.

    Melalui data partisipan yang diamati, konsumsi kopi semakin tinggi justru menurunkan risiko terjadinya batu ginjal. Penemuan ini ditemukan pada partisipan yang mengonsumsi kopi setidaknya 1-2 cangkir per hari.

    Sementara penelitian yang dilakukan di Korea pada 2008 menemukan pencerahan efek konsumsi kopi pada wanita. Partisipan yang mengonsumsi kopi secara rutin dengan takaran moderat ditemukan memiliki risiko gangguan ginjal yang rendah.

    Baca juga: Ajib! 5 Kuliner Betawi Ini Kental akan Pengaruh Belanda

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Doktor Harvard Ungkap 5 Makanan Penyebab Kanker, Batasi Konsumsinya

    Doktor Harvard Ungkap 5 Makanan Penyebab Kanker, Batasi Konsumsinya


    Jakarta

    Selain faktor genetik dan lingkungan, kanker juga bisa terjadi karena pola makan. Untuk mengurangi risikonya, doktor Harvard punya daftar makanan penyebab kanker yang perlu dihindari.

    Kanker termasuk salah satu penyakit berbahaya dan mematikan. Penyebabnya karena faktor genetik dan lingkungan. Namun, pilihan makanan sehari-hari juga dapat meningkatkan risiko kanker.

    Dalam unggahan media sosial, Dr. Saurabh Sethi, ahli gastroenterologi lulusan Harvard menyoroti enam jenis makanan sehari-hari yang sebaiknya perlu dihindari. Konsumsi makanan tersebut memberikan dampak buruk dan telah dikaitkan dengan perkembangan serta progresi kanker.


    Melansir Times of India (19/06/2025), berikut 5 jenis makanan penyebab kanker:

    1. Daging olahan

    ilustrasi daging olahanDaging olahanm seperti bacon atau sosis menjadi salah satu makanan yang harus dihindari karena termasuk sebagai makanan penyebab karsinogenik. Foto: ilustrasi/thinkstock

    Makanan yang diolah, termasuk daging olahan sering diandalkan sebagai sumber protein. Beberapa orang bahkan menganggapnya sebagai pilihan yang lebih praktis.

    Sayangnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), daging olahan diklasifikasikan sebagai karsinogenik kelompok 1. Artinya, daging ini bisa menyebabkan kanker, khususnya kanker kolorektal.

    Dr. Sethi memperingatkan bahwa nitrat dan pengawet yang digunakan dalam daging ini dapat merusak sel-sel yang melapisi usus dan memicu perubahan kanker.

    Kalau tetap ingin mendapat asupan protein cukup, bisa beralih ke daging tanpa lemak, seperti ayam panggang. Protein nabati, seperti kacang-kacangan juga menjadi pilihan baik karena tidak memicu peradangan dan kaya akan serat dan antioksidan.

    2. Minuman manis

    Woman hand giving glass ,Soft drinks with ice, sweethart or buddyMeskipun enak, minuman manis atau soda perlu dihindari karena bisa meningkatkan gula darah dan memicu peradangan yang sebabkan kanker. Foto: Getty Images/iStockphoto/tongpatong

    Minuman manis, seperti minuman botolan atau soda sering dianggap sebagai sumber energi atau sesuatu yang bisa meningkatkan suasana hati.

    Faktanya, Dr. Sethi menekankan bahwa minuman ini bisa meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, minuman ini juga mampu memicu peradangan kronis dan dapat mempercepat perkembangan kanker.

    Sering mengonsumsi minuman manis dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker terkait obesitas, seperti kanker payudara, pankreas, dan usus besar.

    Sebagai alternatif, sebaiknya minum air kelapa segar murni. Selain menghilangkan dahaga, air ini juga mengandung antioksidan yang penting untuk perbaikan sel dan mendukung kekebalan tubuh.

    Makanan lain yang dapat memicu kanker bisa dilihat daftarnya pada halaman selanjutnya!

    3. Makanan yang digoreng

    Makanan yang DigorengMakanan yang digoreng juga bisa menyebabkan peradangan kronis yang mengarah terhadap kanker. Foto: iStock

    Makanan yang digoreng banyak disukai. Sayangnya, jika terlalu banyak mengonsumsi gorengan, salah satu efeknya menyebabkan kanker.

    Menggoreng dengan banyak minyak, terutama minyak yang dipakai kembali menyebabkan terbentuknya akrilamida. Akrilamida merupakan senyawa pemicu peradangan dan meningkatkan risiko kanker.

    Dr. Sethi menyoroti jika konsumsi makanan yang digoreng secara teratur dikaitkan dengan stress oksidatif dan peradangan kronis. Kondisi tersebut merupakan tempat sel kanker tumbuh subur.

    Pilihan lebih baik yaitu dengan memanggang atau menggunakan air fryer tanpa minyak. Atau bisa juga pakai minyak zaitun untuk menumis.

    4. Daging gosong

    Meskipun daging merupakan sumber protein baik, tetapi proses memasak yang salah bisa berbahaya.

    Jangan anggap remeh daging panggang yang gosong. Dr. Sethi menyoroti bahaya tersembunyi di dalamnya.

    Jika daging terlalu matang atau gosong, daging akan menghasilkan amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang dapat merusak DNA. Kerusakan DNA berulang bisa menuju pada perkembangan kanker.

    Alih-alih memanggang pada suhu tinggi, pilihlah memasak dengan api kecil. Mengukus juga bisa jadi alternatif.

    Kalau tidak bisa menghindari proses memanggang, kamu bisa merendam daging terlebih dahulu untuk mengurangi pembentukan senyawa berbahaya.

    Tambahan herba, seperti rosemary atau thyme, yang kaya antioksidan juga bisa membantu.

    5. Makanan instan

    Mie instanMie instan juga bukan pilihan baik karena mengandung zat aditif dan bahan buruk lainnya yang bisa sebabkan kanker. Foto: iStock

    Selain daging olahan, makanan ultra proses, seperti mie instan atau makanan cepat saji juga sebaiknya dihindari.

    Makanan-makanan ini tidak mengandung nutrisi alami. Justru lebih banyak mengandung zat aditif buatan, gula tambahan, dan lemak tidak sehat.

    Dr. Sethi menekankan bahwa konsumsi makanan ultra proses sering memicu peradangan kronis, menjadi faktor utama dalam proses pembentukan kanker.

    Akan lebih baik mengonsumsi real food atau makanan utuh, seperti sayuran segar, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang dapat menurunkan penandaan peradangan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com